Anda di halaman 1dari 2

Manufaktur

Manufacturing atau Manufaktur berasal dari bahasa Latin, manus ( tangan ) dan
factus ( membuat ) sehingga dapat diartikan membuat dengan tangan atau manual. Modern
manufaktur dapat di artikan sebagai pengerjaan secara automatis dan mesinnya di kontrol
komputer dengan pengawasan manual.
Manufaktur merupakan suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan
suatu medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual.
Upaya ini melibatkan semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi
komponen-komponen suatu produk.

Input Proses Manufacture
Input proses manufacture meliputi data internal dan eksternal. Data awal ini diperoleh
sejak awal perusahaan berdiri maupun pada saat proses produksi berlangsung, kemudian
data-data yang diperlukan didokumentasikan kedalam sebuah database.
Data internal perusahaan merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung
proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya
manusia, material, mesin dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti
transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan danlain-lain. Data eksternal
perusahaan merupakan data yang bersasal dari luar perusahaan yang mendukung proses
pengolahan. Contoh data eksternal adalah data supplier, kebijakan pemerintah, listrik, dll.
Data ini dibutuhkan untuk perhitungan cost dari manufactuing awal sampai akhir.

Kendali (Controlling)
Kendali, sering juga disebut Pengawasan, adalah pengukuran dan koreksi kinerja
dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang
dirancang untuk mencapainya tercapai.
Bila ditinjau dari proses, maka proses itu adalah proses yang dilakukan untuk
memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa
berjalan sesuai target yang diharapkan. Controlling sangat penting untuk mengetahui
kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah dari berulang.
Pengawasan merupakan tindakan seorang manejer untuk menilai dan mengendalikan
jalan suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
Ada banyak pengertian fungsi controlling menurut beberapa pakar, di antaranya:

Inspeksi
Inspeksi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap suatu produk, apakah produk itu baik atau
rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima atau tidak berdasarkan
metode & standard yang sudah ditentukan.
Dengan kata lain inspeksi adalah kegiatan operasional untuk memeriksa material atau part
yang diperlukan oleh proses produksi untuk dapat memenuhi spesifikasi pada proses
berikutnya atau memenuhi spesifikasi pelanggan sebelum produk tersebut dikirim.
Inpeksi mencakup pengukuran material, part-part atau produk jadi dengan methode tertentu
dan membandingkan hasilnya dengan standard (drawing, JIS dsb) untuk penentuan
keberterimaannya.

Testing
Testing/Pengujian adalah pelaksanaan pengecheckan berbagai sifat properties dan
karakteristik produk seperti pengukuran dimensinya, kekuatan material dan komposisinya.
Tujuan utama pengujian adalah untuk mengetahui apakah item atau lot yang dihasilkan
memenuhi persyarakatan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Quality control
memegang peran pada tahap ini, karena pengujian produk akhir akan menjadi penentu
keputusan produk jadi.

Handling dan Strorage
Penanganan dan penyimpanan menembus langsung berhubungan dengan semua aspek
operasi. Ia menyangkut arus persediaan melalui dan di antara fasilitas-fasilitas engan arus
tersebut yang hanya bergerak untuk menanggapi kebutuhan akan suatu produk atau material.
Dalam arti luas, penanganan dan penyimpanan (handling and storage) ini meliputi
pergerakan (movement), pengepakan, dan containerization (pengemasan). Handling ini
menimbulkan banyak sekali biaya logistic dilihat dari pengeluaran untuk operasi dan
pengeluaran modal. Jadi dapat disimpulkan bahwa makin sedikit kalinya produk ditangani
dalam keseluruhan proses itu, maka makin terbatas dan makin efisien arus total fisiknya.