Anda di halaman 1dari 38

PRESENTASI KASUS

DEMAM TIFOID
Oleh
Ika Srihaningsih Susanti : 110200212

Pe!"i!"ing
#r$ Nur %as!ani & S'$A
KEPANITERAAN K(INIK I(MU KESE%ATAN ANAK
RUMA% SAKIT TK II M RID)AN MAUREKSA
PERIODE 0* A+USTUS , 12 OKTO-ER 201*
.AKARTA
1
PRESENTASI KASUS
KEPANITERAAN K(INIK I(MU KESE%ATAN ANAK
RUMA% SAKIT TK II M$ RID)AN MEUREKSA
PERIODE * A+USTUS , 12 OKTO-ER 201*
Nama : Ika Srihaningsih Susanti Tanda Tangan
No NIM : 1102002128 ...............................
Topik : Demam tifoid
Dokter Pembimbing : Dr. Nur asmani! Sp." ...............................
I$ IDENTITAS PASIEN
Nama : "n. f
No. #M : 112$0%
Tangga& 'ahir :
(mur : ) Tahun $ *u&an
+enis ke&amin : 'aki , 'aki
"&amat : +&. -ota *ambu (tara II! D-I +akarta.
"gama : Is&am
Tangga& masuk #S : 20 "gustus 201.
II$ IDENTITAS ORAN+ TUA
A/ah I"u
Nama : Tn. M Nama : N/. S
(mur : 00 tahun (mur : 02 tahun
"gama : Is&am "gama : Is&am
Pendidikan : SM" Pendidikan : SM"
Peker1aan : TNI , "D Peker1aan : Ibu rumah tangga
III$ ANAMNESIS
"&&oanamnesis dengan ibu pasien dan "utoanamnesis dengan pasien pada tangga& 20
"gustus 201. 1am 1..00 2I*
Keluhan Uta!a : Demam se1ak ) hari SM#S
Keluhan Ta!"ahan : sakit kepa&a! mua& muntah! n/eri perut! batuk.
2
Ri0a/at Pen/akit Sekarang :
Pasien datang ke #S M#M dengan ke&uhan demam se1ak ) hari SM#S.
Demamn/a naik,turun dan mun3u& terutama pada sore hari dan &ebih tinggi pada
ma&am hari. Ibu pasien mengatakan saat demam tinggi pasien mengigau namun tidak
ada penurunan kesadaran. Pasien 1uga merasakan sakit kepa&a. Pasien 1uga menderita
batuk se1ak 1 hari SM#S batuk tidak ada darah. Tidak ada pi&ek. Pasien mengaku
menga&ami mua& dan muntah 4 8 ka&i. Muntahn/a berisi sisa makanan dan 3air ter1adi
setiap ka&i makan dan minum. Nafsu makan berkurang. Ibu pasien mengatakan
sebe&um sakit nafsu makan anakn/a baik dan ibu pasien mengatakan anakn/a sering
1a1an diseko&ahn/a dan sekitar rumah. Pasien menge&uhkan n/eri saat mene&an dan
n/eri perut bagian atas.. *"* 3air tanpa &endir tanpa darah dan masih ada ampas 1
ka&i se1ak 1 hari SM#S. *"- tidak ada ke&uhan. Tidak ada n/eri sendi! Tidak ada
gusi berdarah dan mimisan.
2 hari SM#S pasien berobat ke k&inik! diberi obat penurun panas dan obat
mua&. Namun tidak ada perbaikan.
Ri0a/at Pen/akit Dahulu :
Tidak ada
Ri0a/at Pen/akit Keluarga :
Pen/akit 5a Tidak ubungan
"&ergi , 1 ,
"sma , 1 ,
Tuberku&osis , 1 ,
"rtritis , 1 ,
#ematisme , 1 ,
ipertensi , 1 ,
+antung , 1 ,
6in1a& , 1 ,
'ambung 2 1 ,
Ri0a/at Keha!ilan #an Kelahiran :
Keha!ilan
Pera7atan antenata& : Teratur! setiap 0 bu&an ke bidan
Pen/akit kehami&an : Tidak ada
0
Kelahiran
Tempat ke&ahiran : Di rumah sakit
Peno&ong persa&inan : Dokter dan *idan di #S
8ara persa&inan : Spontan
Masa gestasi : 8ukup bu&an 09 Minggu
-eadaan ba/i : 'angsung menangis
*erat badan &ahir : 0200gram
Pan1ang badan &ahir : .93m
-e1ang : : , ;! &angsung menangis
-e&ainan ba7aan : tidak ada
Kesan : ne3natus 4uku' "ulan& sesuai !asa keha!ilan 5N6- SMK7
Ri0a/at Pertu!"uhan #an Perke!"angan :
Pertumbuhan gigi pertama : $ bu&an
Psikomotor
Tengkurap : . bu&an
Duduk : $ bu&an
Merangkak : 8 bu&an
*erdiri : % bu&an
*er1a&an : 11 bu&an
*er&ari : 10 bu&an
Kesan : 'ertu!"uhan ti#ak a#a gangguan& 'erke!"angan ti#ak a#a gangguan
Ri0a/at I!unisasi :
N3$ 8aksin Dasar 5Usia7
1 *86 1 bu&an
2 epatitis * 'ahir 1 bu&an $ bu&an ,
0 Po&io 'ahir 2 bu&an . bu&an $ bu&an
. DPT 2 bu&an . bu&an $ bu&an ,
) 8ampak % bu&an
$.
9
i*
MM#
,
,
8 Tifoid ,
% epatitis " ,
10 <arise&a ,
.
Kesi!'ulan :I!unisasi #asar lengka'
Kesan :I!unisasi #asar sesuai #engan usia$
-33ster su#ah #ilakukan$ I!unisasi ta!"ahan "elu! #ilakukan$
Ri0a/at Pen/akit /ang 'ernah #i#erita:
P=N5"-IT (M(# P=N5"-IT (M(#
Diare , Morbi&i ,
>titis , Parotitis ,
#adang Paru , Demam *erdarah ,
Tuberku&osis , Demam Tifoid ,
-e1ang , 8a3ingan ,
6in1a& , "&ergi ,
+antung , -e3e&akaan ,
Darah , >perasi ,
Difteri , 'ain,&ain ,
I8$ PEMERIKSAAN FISIK
Tangga& 20 "gustus 201. puku& 1..00 2I*
Status +eneralis
-eadaan umum : Tampak sakit sedang
-esadaran : 8ompos Mentis
Tanda ?ita& : , Tekanan darah : %0@80
, Arekuensi nadi : %0 B @ menit
, Arekuensi napas : 00 B @ menit
, Suhu aksi&a : 08
0
8
Data Antr3'3!etri
*erat badan : 21 kg
Pan1ang badan : 2
Pe!eriksaan Siste!atis
-epa&a : #ambut hitam distribusi merata! tidak mudah di3abut!
Mata : kon1ungti?a anemis:,@,;! sk&era ikterik :,@,;! pupi& bu&at dan
isokor :C@C;! udem pa&pebra : ,@, ;
)
Te&inga: Normotia! Sekret :,@,;! serumen :,@,;
idung : Septum De?iasi : ,@, ;sekret :,;
Mu&ut : Muk3sa "i"ir kering& (i#ah "agian tengah k3t3r #an
'ingir hi'ere!is #an "ergetar 9 tre!3r& t3nsil T12T2& :aring hi'ere!is.
'eher : *entuk norma&! -6* tidak teraba membesar
Toraks
Paru,paru
, Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis
, Pa&pasi : fremitus ?oka& kanan dan kiri sama
, Perkusi : sonor
, "usku&tasi : Suara napas ?esiku&er! #honki : ,@, ;! 2heDing : ,@, ;
+antung
, Inspeksi : i3tus 3ordis tidak ter&ihat
, Pa&pasi : Tidak di&akukan
, Perkusi : Tidak di&akukan
, "usku&tasi : *un/i 1antung I dan II regu&er! Murmur :,;! 6a&&op :,;
"bdomen
, Inspeksi : Datar! tidak tampak ben1o&an dan tidak ada gambaran ?ena.
, Pa&pasi : Supe&! epar tidak teraba membesar!'ien tidak teraba
membesar! turgor ku&it baik! N/eri tekan e'igastriu! 5 ; 7&
"sites : C ;
, Perkusi : Timpani pada kuadran kiri atas! kanan ba7ah dan kiri ba7ah.
Pekak pada kuadran kanan atas.
, "usku&tasi : *ising usus :C; norma&.
"nus dan rektum : Tidak di&akukan.
=kstremitas : akra& hangat! edema :,;! " Dorsa&is Pedis :C; teraba
-e&en1ar getah bening : Tidak ada pembesaran ke&en1ar getah bening.
#ef&eks : #ef&ek fisio&ogis dan pato&ogis tidak tampak ke&ainan.
Pemeriksaan #empe&eed Test : : , ; Negatif
$
8$ PEMERIKSAAN (A-ORATORIUM
(a"3rat3riu! RS MRM:
%e!at3l3gi
1%@8@1. 20@8@1. 21@8@1. 22@8@1. 20@8@1. 2.@8@1. 2)@8@1.
t 12!% 12!$ 12.8 12!2 12.2 12.% 12.%
t 0$ 0$ 0. 0. 0. 0$ 0$
'eukosit )800 )800 .000 0$00 0100 0%00 .000
Trombosit 200000 209000 18.000 180000 18100 18)000 18)000
'=D 0)
=os 1
Segmen )0
'imfosit .%
U<i )i#al Tgl 20 Agustus 201*
(1i 2ida& Titer > Titer
S. T/phii 5;7 19=20 :,;
S. Parat/phii " 5;7 191>0 :,;
S. Parat/phii * :,; :,;
S. Parat/phii 8 :,; :,;
8I$ RESUME
Seorang anak &aki , &aki berusia ) tahun $ bu&an dengan ke&uhan demam se1ak
) hari SM#S. Demam terutama pada sore hari dan tinggi pada ma&am hari! mengigau!
terdapat n/eri kepa&a! dan n/eri perut! serta mua& dan muntah 4 8 ka&i! *"* 3air 1
ka&i. *atuk :C; Pada pemeriksaan fisik ditemukan &idah tifoid dan n/eri tekan
abdomen. 'ab : (1i 2ida& : titer > :C; 1@020 dan S Parat/phii "o : 1 @ 1$0! penurunan
&eukosit 0100
8II$ DIA+NOSIS KER.A
Demam tifoid
8III$ DIA+NOSA -ANDIN+
9
Dengue Ae?er
I?$ PRO+NOSIS
"d ?itam : dubia ad bonam
"d fun3tionam : dubia ad bonam
"d sanationam : dubia ad bonam
?$ PENATA(AKSANAAN
N3n Me#ika!ent3sa
1. Tirah baring
2. Diet E Makanan 'unak
Me#ika!ent3sa
1. I<AD #' 20 tpm
2. In1 8eftriaBone 1 gr drip 100 33 Na3&
0. P8T 0 B 1 3th
.. Donperidon 0 B 1 3th a3
). S/r =tadri& 0 B 1 3th
FO((O) UP
Tangga& S O A P
2099201* Demam :C;! n/eri
perut :C ;! batuk
:C; 'emas :C;!
*"*" 3air :,;!
n/eri mene&an
:C;! Mua& :,;
muntah:,;.
# : %0B@menit
## : 00B@menit
S : 09.8F8
-epa&a :
normo3epha&
Mata : SI ,@,!
8",@,
Demam tifoid
G I<AD #' 20
tpm
G In1 8eftriaBone
1 gr drip 100 33
Na8&
G P8T . B 1 3th
GDonperidon
0B13th a.3
8
idung : SD
,@,! sekret ,@,
Mu&ut : mukosa
agak kering!
&idah tifoid :C;
gemetar
Te&inga :
normotia!
sekret ,@,!
serumen C@C
'eher : tidak
ada pembesaran
-6*
Paru : dbn
8or : dbn
"bd : supe&!
*( :C;. NT :C;!
asites :,;
=Btremitas :
akra& hangat!
oedem:,;
GS/r =tadri& 0B1
8th
2199201* Demam :C;!
*atuk :C;! N/eri
perut :C;! n/eri
mene&an :C;!
sudah mau
makan sedikit
demi sedikit!
Mua& muntah :,;.
# : %0B@menit
## : 28B@menit
S : 09F8
-epa&a :
normo3epha&
Mata : SI ,@,!
8",@,
idung : SD
,@,! sekret ,@,
Mu&ut : mukosa
Demam tifoid G I<AD #' 20
tpm
G In1 8eftriaBone
1 gr drip 100 33
Na8&
G P8T . B 1 3th
GDonperidon
0B13th a.3
GS/r =tadri& 0B1
8th
%
agak kering!
&idah tifoid :C;
gemetar
Te&inga :
normotia!
sekret ,@,!
serumen C@C
'eher : tidak
ada pembesaran
-6*
Paru : dbn
8or : dbn
"bd : supe&!
*( :C;. NT :C;!
asites :,;
=Btremitas :
akra& hangat!
oedem:,;
2299201* Demam :C;!
*atuk :C;! N/eri
perut :C;! n/eri
mene&an :C;!
sudah mau
makan sedikit
demi sedikit!
Mua& muntah :,;.
# :
100B@menit
## : 28B@menit
S : 09F8
-epa&a :
normo3epha&
Mata : SI ,@,!
8",@,
idung : SD
,@,! sekret ,@,
Demam tifoid G I<AD #' 20
tpm
G In1 8eftriaBone
1 gr drip 100 33
Na8&
G P8T . B 1 3th
GDonperidon
0B13th a.3
GS/r =tadri& 0B1
8th
10
Mu&ut : mukosa
agak kering!
&idah tifoid :C;
gemetar
Te&inga :
normotia!
sekret ,@,!
serumen C@C
'eher : tidak
ada pembesaran
-6*
Paru : dbn
8or : dbn
"bd : supe&!
*( :C;. NT :C;!
asites :,;
=Btremitas :
akra& hangat!
oedem:,;
11
2=99201*
2*99201*
Demam :,;!
*atuk :C;. Mua&
muntah :,;! n/eri
perut :,;
*atuk berkurang!
demam :,;!
makan sudah
mu&ai ban/ak.
# :
100B@menit
## : 28B@menit
S : 0$F8
-epa&a :
normo3epha&
Mata : SI ,@,!
8",@,
idung : SD
,@,! sekret ,@,
Mu&ut : mukosa
agak kering!
&idah tifoid :C;
gemetar
Te&inga :
normotia!
sekret ,@,!
serumen C@C
'eher : tidak
ada pembesaran
-6*
Paru : dbn
8or : dbn
"bd : supe&!
*( :C;. NT :C;!
asites :,;
=Btremitas :
akra& hangat!
oedem:,;
# :
100B@menit
## : 28B@menit
S : 0$F8
Demam tifoid
Demam Tifoid
G I<AD #' 20
tpm
G In1 8eftriaBone
1 gr drip 100 33
Na8&
G P8T . B 1 3th
GDonperidon
0B13th a.3
GS/r =tadri& 0B1
8th
G I<AD #' 20
tpm
G In1 8eftriaBone
1 gr drip 100 33
12
Sedikit mua&!
muntah:,;
-epa&a :
normo3epha&
Mata : SI ,@,!
8",@,
idung : SD
,@,! sekret ,@,
Mu&ut : mukosa
agak kering!
&idah tifoid :C;
gemetar
Te&inga :
normotia!
sekret ,@,!
serumen C@C
'eher : tidak
ada pembesaran
-6*
Paru : dbn
8or : dbn
"bd : supe&!
*( :C;. NT :C;!
asites :,;
=Btremitas :
akra& hangat!
oedem:,;
Na8&
G P8T . B 1 3th
GDonperidon
0B13th a.3
GS/r =tadri& 0B1
8th
Pasien pu&ang tangga& 2)@8@201.
TIN.AUAN PUSTAKA
10
I. Definisi
Demam tifoid disebut 1uga dengan Typus abdominalis atau typhoid fever.
Demam tipoid ia&ah pen/akit infeksi akut /ang biasan/a terdapat pada sa&uran
pen3ernaan :usus ha&us; dengan ge1a&a demam satu minggu atau &ebih disertai
gangguan pada sa&uran pen3ernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.
1
II. =pidemio&ogi
*esarn/a angka pasti kasus demam tifoid di dunia sangat su&it ditentukan
karena pen/akit ini dikena& mempun/ai ge1a&a dengan spektrum k&inis /ang
sangat &uas. Data 2or&d ea&th >rganiDation :2>; tahun 2000
memperkirakan terdapat sekitar 19 1uta kasus demam tifoid di se&uruh dunia
dengan insidensi $00.000 kasus kematian tiap tahun.
.
Di negara berkembang!
kasus demam tifoid di&aporkan sebagai pen/akit endemis dimana %)H
merupakan kasus ra7at 1a&an sehingga insidensi /ang sebenarn/a ada&ah 1),2)
ka&i &ebih besar dari &aporan ra7at inap di rumah sakit. Di Indonesia kasus ini
tersebar se3ara merata di se&uruh propinsi dengan insidensi di daerah pedesaan
0)8@100.000 penduduk@tahun dan di daerah perkotaan 9$0@100.000 penduduk@
tahun atau sekitar $00.000 dan 1.) 1uta kasus per tahun. (mur penderita /ang
terkena di Indonesia di&aporkan antara 0,1% tahun pada %1H kasus.
0

Salmonella typhi dapat hidup dida&am tubuh manusia :manusia sebagai
natura& reser?oir;. Manusia /ang terinfeksi Salmonella typhi dapat
mengekskresikann/a me&a&ui sekret sa&uran nafas! urin! dan tin1a da&am 1angka
7aktu /ang sangat ber?ariasi. Salmonella typhi /ang berada di&uar tubuh
manusia dapat hidup untuk beberapa minggu apabi&a berada dida&am air! es!
debu! atau kotoran /ang kering maupun pada pakaian. "kan tetapi S. T/phi
han/a dapat hidup kurang dari 1 minggu pada ra7 se7age! dan mudah
dimatikan dengan k&orinasi dan pasteurisasi :temp $0F8;.
1
Ter1adin/a penu&aran Salmonella typhi sebagian besar me&a&ui
minuman@makanan /ang ter3emar o&eh kuman /ang berasa& dari penderita atau
pemba7a kuman! biasan/a ke&uar bersama E sama dengan tin1a :me&a&ui rute
ora& feka& I 1a&urr oro,feka&;.
1.
Dapat 1uga ter1adi transmisi transp&asenta& dari seorang ibu hami& /ang
berada da&am bakteremia kepada ba/in/a. Pernah di&aporkan pu&a transmisi
oro,feka& dari seorang ibu pemba7a kuman pada saat proses ke&ahirann/a
kepada ba/in/a dan sumber kuman berasa& dari &aboratorium pene&itian.
1
III. =tio&ogi
Demam Tifoid ada&ah suatu infeksi /ang disebabkan o&eh bakteri
Salmonella typhi. =tio&ogi demam tifoid dan demam paratifoid ada&ah S. t/phi!
S. parat/phi "! S. parat/phi * :S. Schotmuelleri; dan S. parat/phi 8 :S.
Hirschfeldii;.
Sa&mone&&a t/phi sama dengan Sa&mone&&a /ang &ain ada&ah bakteri 6ram,
negatif! mempun/ai f&age&a! tidak berkapsu&! tidak membentuk spora faku&tatif
anaerob. Mempun/ai antigen somatik :>; /ang terdiri dari o&igosakarida!
f&age&ar antigen :; /ang terdiri dari protein dan en?e&ope antigen :-; /ang
terdiri po&isakarida. Mempun/ai makromo&eku&ar &ipopo&isakarida komp&eks
/ang membentuk &apis &uar dari dinding se& da dinamakan endotoksin.
Sa&mone&&a t/phi 1uga dapat mempero&eh p&asmid faktor,# /ang berkaitan
dengan resistensi terhadap mu&tipe& antibiotik.
1
6ambar 2.1. Mikroskopik Sa&mone&&a T/phi
I<. Patogenesis
Patogenesis demam tifoid me&ibatkan . proses komp&eks /ang mengikuti
ingesti organism! /aitu: 1; penempe&an dan in?asi se&, se& pada Pe/er Pat3h! 2;
bakteri bertahan hidup dan bermu&tip&ikasi da&am makrofag Pe/er Pat3h! nodus
&imfatikus mesenteri3a! dan organ, organ eBtra intestina& sistem
1)
retiku&oendote&ia& 0; bakteri bertahan hidup di da&am a&iran darah! .; produksi
enterotoksin /ang meningkatkan kadar 3"MP di da&am kripta usus dan
meningkatkan permeabi&itas membrane usus sehingga men/ebabkan ke&uarn/a
e&ektro&it dan air ke da&am &umen intestina&
Masukn/a kuman Sa&mone&&a t/phi dan Sa&mone&&a parat/phi ke da&am
tubuh manusia ter1adi me&a&ui makanan /ang terkontaminasi kuman. Sebagian
kuman dimusnahkan da&am &ambung karena suasana asam di &ambung :p J 2;
ban/ak /ang mati namun sebagian &o&os masuk ke da&am usus dan berkembang
biak da&am pe/er pat3h da&am usus. (ntuk diketahui! 1um&ah kuman /ang
masuk dan dapat men/ebabkan infeksi minima& ber1um&ah 10
)
dan 1um&ah bisa
sa1a meningkat bi&a keadaan &oka& pada &ambung /ang menurun seperti
ak&orhidria! post gastrektomi! penggunaan obat, obatan seperti antasida! 2,
b&oker! dan Proton Pump Inhibitor.
*akteri /ang masih hidup akan men3apai usus ha&us tepatn/a di 1e1num
dan i&eum. *i&a respon imunitas humora& mukosa usus :Ig"; kurang baik maka
kuman akan menembus se&, se& epite& :se&,M merupakan se&nepite& khusus /ang
/ang me&apisi Pe/er Pat3h! merupakan port de entr/ dari kuman ini; dan
se&an1utn/a ke &amina propria. Di &amina propria kuman berkembang biak dan
difagosit o&eh se&, se& fagosit terutama makrofag. -uman dapat hidup dan
berkembang biak di da&am makrofag dan se&an1utn/a diba7a ke peyer patch di
i&eum dista& dan kemudian ke&en1ar getah bening mesenterika.
Se&an1utn/a me&a&ui du3tus thora3i3us! kuman /ang terdapat da&am
makrofag ini masuk ke da&am sirku&asi darah :mengakibatkan bakteremia
pertama /ang sifatn/a asimtomatik; dan men/ebar ke se&uruh organ
#etiku&oendote&ia& tubuh terutama hati dan 'impa. Di organ, organ #=S ini
kuman meningga&kan se&, se& fagosit dan kemudian berkembang biak di &uar se&
atau ruang sinusoid dan se&an1utn/a kemba&i masuk ke sirku&asi sistemik /ang
mengakibatkan bakteremia kedua dengan disertai tanda, tanda dan ge1a&a infeksi
sistemik.
Di da&am hepar! kuman masuk ke da&am kandung empedu! berkembang
biak! dan bersama 3airan empedu diekskresikan se3ara KintermittenL ke da&am
1$
&umen usus. Sebagian kuman dike&uarkan bersama feses dan sebagian masuk
&agi ke da&am sirku&asi sete&ah menembus usus. Proses /ang sama teru&ang
kemba&i! berhubung makrofag te&ah terakti?asi dan hiperaktif maka pada saat
fagositosis kuman Sa&mone&&a ter1adi beberapa pe&epasan mediator inf&amasi
/ang se&an1utn/a akan menimbu&kan ge1a&a reaksi inf&amasi sistemik seperti
demam! ma&aise! mia&gia! sakit kepa&a! sakit perut! diare dise&ingi konstipasi!
sampai gangguan menta& da&am ha& ini ada&ah de&irium. Pada anak, anak
gangguan menta& ini biasan/a ter1adi se7aktu tidur berupa mengigau /ang
ter1adi da&am 0 hari berturut, turut.
1!.
Da&am Pe/er Pat3h makrofag hiperaktif menimbu&kan reaksi hiperp&asi
1aringan :S. t/phi intra makrofag menginduksi reaksi hipersensiti?itas tipe
&ambat! h/perp&asia 1aringan dan nekrosis organ;. Perdarahan sa&uran 3erna
dapat ter1adi akibat erosi pembu&uh darah sekitar pe/er pat3h /ang sedang
menga&ami nekrosis dan hiperp&asi akibat akumu&asi se&, se& mononu3&ear di
dinding usus.
Proses pato&ogis 1aringan &imfoid ini dapat berkembang hingga ke &apisan
otot! serosa usus! dan dapat mengakibatkan perforasi. =ndotoBin dapat
menempe& di reseptor se& endote& kapi&er dengan akibat timbu&n/a komp&ikasi
seperti gangguan neuropsikiatrik! kardio?asku&er! respirasi! dan gangguan organ
&ainn/a.
Peran endotoksin da&am pathogenesis demam tifoid tidak 1e&as! ha&
tersebut terbukti dengan tidak terdeteksin/a endotoksin da&am sirku&asi
penderita me&a&ui pemeriksaan &imu&us. Diduga endotoksin dari sa&mone&&a
t/phi ini menstimu&asi makrofag di da&am hepar! &ien! fo&ike& usus ha&us dan
ke&en1ar &imfe mesenterika untuk memproduksi sitokin dan Dat, Dat &ain. Produk
dari makrofag ini&ah /ang dapat menimbu&kan ke&ainan anatomis seperti
nekrosis se&! sistem ?asku&er! /ang tidak stabi&! demam! depresi sumsum tu&ang!
ke&ainan pada darah dan 1uga menstimu&asi sistem imuno&ogis.
1!.
19
*agan 2.1. Patofisio&ogi Demam Tifoid
<. Manifestasi k&inik
Manifestasi k&inis pada anak umumn/a bersifat &ebih ringan! &ebih
ber?ariasi bi&a dibandingkan dengan penderita de7asa. *i&a han/a berpegang
pada ge1a&a atau tanda k&inis! akan &ebih su&it untuk menegakkan diagnosis
demam tifoid pada anak! terutama pada penderita /ang &ebih muda! seperti pada
tifoid kongenita& ataupun tifoid pada ba/i.
18
Masa inkubasi rata,rata ber?ariasi antara 9 E 20 hari! dengan masa
inkubasi terpendek 0 hari dan terpan1ang $0 hari. Dikatakan bah7a masa
inkubasi mempun/ai kore&asi dengan 1um&ah kuman /ang dite&an! keadaan
umum@status giDi serta status imuno&ogis penderita.
1!.!)
2a&upun ge1a&a demam tifoid pada anak &ebih ber?ariasi! se3ara garis
besar ge1a&a,ge1a&a /ang timbu& dapat dike&ompokkan :
Demam satu minggu atau &ebih.
6angguan sa&uran pen3ernaan
6angguan kesadaran
Da&am minggu pertama! ke&uhan dan ge1a&a men/erupai pen/akit infeksi
akut pada umumn/a! seperti demam! n/eri kepa&a! anoreksia! mua&! muntah!
diare! konstipasi. Pada pemeriksaan fisik! han/a didapatkan suhu badan /ang
meningkat. Sete&ah minggu kedua! ge1a&a@ tanda k&inis men1adi makin 1e&as!
berupa demam remiten! &idah tifoid! pembesaran hati dan &impa! perut kembung
mungkin disertai ganguan kesadaran dari /ang ringan sampai berat.
Demam /ang ter1adi pada penderita anak tidak se&a&u tipika& seperti pada
orang de7asa! kadang,kadang mempun/ai gambaran k&asik berupa stepwise
pattern! dapat pu&a mendadak tinggi dan remiten :0% E .1
o
8; serta dapat pu&a
bersifat iregu&er terutama pada ba/i /ang tifoid kongenita&.
'idah tifoid biasan/a ter1adi beberapa hari sete&ah panas meningkat
dengan tanda,tanda antara &ain! &idah tampak kering! dio&apisi se&aput teba&! di
bagian be&akang tampak &ebih pu3at! di bagian u1ung dan tepi &ebih kemerahan.
*i&a pen/akit makin progresif! akan ter1adi deskuamasi epite& sehingga papi&a
&ebih prominen.
#oseo&a &ebih sering ter1adi pada akhir minggu pertama dan a7a& minggu
kedua. Merupakan suatu nodu& ke3i& sedikit menon1o& dengan diameter 2 E .
mm! ber7arna merah pu3at serta hi&ang pada penekanan. #oseo&a ini merupakan
embo&i kuman /ang dida&amn/a mengandung kuman sa&mone&&a! dan terutama
didapatkan di daerah perut! dada! kadang,kadang di bokong! ataupun bagian
f&eksor &engan atas.
'impa umumn/a membesar dan sering ditemukan pada akhir minggu
pertama dan harus dibedakan dengan pembesaran karena ma&aria. Pembesaran
&impa pada demam tifoid tidak progresif dengan konsistensi &ebih &unak.
1%
#ose spot! suatu ruam maku&opapu&ar /ang ber7arna merah dengan
ukuran 1 E ) mm! sering ka&i di1umpai pada daerah abdomen! toraks!
ekstremitas dan punggung pada orang ku&it putih! tidak pernah di&aporkan
ditemukan pada anak Indonesia. #uam ini mun3u& pada hari ke 9 E 10 dan
bertahan se&ama 2 ,0 hari.
1!.!)

<I. Pemeriksaan penun1ang
Pemeriksaan &aboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis demam
tifoid dibagi da&am empat ke&ompok! /aitu :
1. Pemeriksaan darah tepi
Pada demam tifoid sering disertai anemia dari /ang ringan sampai
sedang dengan peningkatan &a1u endap darah! gangguan eritrosit
normokrom normositer! /ang diduga karena efek toksik supresi sumsum
tu&ang atau perdarahan usus. Tidak se&a&u ditemukan &eukopenia! diduga
&eukopenia disebabkan o&eh destruksi &eukosit o&eh toksin da&am peredaran
darah. Sering hitung &eukosit da&am batas norma& dan dapat pu&a
&eukositosis! terutama bi&a disertai komp&ikasi &ain. Trombosit 1um&ahn/a
menurun! gambaran hitung 1enis didapatkan &imfositosis re&atif!
aneosinofi&ia! dapat shift to the &eft ataupun shift to the right bergantung
pada per1a&anan pen/akitn/a. S6>T dan S6PT seringka&i meningkat! tetapi
akan kemba&i men1adi norma& sete&ah sembuh. -enaikan S6>T dan S6PT
tidak memer&ukan penanganan khusus.
6ambaran sumsum tu&ang menun1ukkan normose&u&er! eritroid dan
mie&oid sistem norma&! 1um&ah megakariosit da&am batas norma&.
1!.!$
2. (1i sero&ogis
(1i sero&ogis digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis
demam tifoid dengan mendeteksi antibodi spesifik terhadap komponen
antigen S. typhi maupun mendeteksi antigen itu sendiri. <o&ume darah /ang
diper&ukan untuk u1i sero&ogis ini ada&ah 1,0 m' /ang diinoku&asikan ke
da&am tabung tanpa antikoagu&an.
Metode pemeriksaan sero&ogis imuno&ogis ini dikatakan mempun/ai
ni&ai penting da&am proses diagnostik demam tifoid. "kan tetapi masih
didapatkan adan/a ?ariasi /ang &uas da&am sensiti?itas dan spesifisitas pada
20
deteksi antigen spesifik S. typhi o&eh karena tergantung pada 1enis antigen!
1enis spesimen /ang diperiksa! teknik /ang dipakai untuk me&a3ak antigen
tersebut! 1enis antibodi /ang digunakan da&am u1i :po&ik&ona& atau
monok&ona&; dan 7aktu pengambi&an spesimen :stadium dini atau &an1ut
da&am per1a&anan pen/akit;.
$
*eberapa u1i sero&ogis /ang dapat digunakan pada demam tifoid ini
me&iputi :
a; (1i 2ida&
(1i sero&ogi standar /ang rutin digunakan untuk mendeteksi
antibodi terhadap kuman S.t/phi /aitu u1i 2ida&. (1i te&ah digunakan
se1ak tahun 18%$. Pada u1i 2ida& ter1adi reaksi ag&utinasi antara antigen
kuman S.t/phi dengan antibodi /ang disebut ag&utinin. Prinsip u1i 2ida&
ada&ah serum penderita dengan pengen3eran /ang berbeda ditambah
dengan antigen da&am 1um&ah /ang sama. +ika pada serum terdapat
antibodi maka akan ter1adi ag&utinasi. Pengen3eran tertinggi /ang masih
menimbu&kan ag&utinasi menun1ukkan titer antibodi da&am serum.
Maksud u1i 7ida& ada&ah untuk menentukan adan/a ag&utinin
da&am serum penderita tersangka demam tifoid /aituM
1. "g&utinin > :dari tubuh kuman;
2. "g&utinin :f&age& kuman;
0. "g&utinin <i :simpai kuman;.
Dari ketiga ag&utinin tersebut han/a ag&utinin > dan /ang
digunakan untuk diagnosis demam tifoid. Semakin tinggi titern/a
semakin besar kemungkinan terinfeksi kuman ini.
Pada demam tifoid mu&a,mu&a akan ter1adi peningkatan titer
antibodi >. "ntibodi timbu& &ebih &ambat! namun akan tetap menetap
&ama sampai beberapa tahun! sedangkan antibodi > &ebih 3epat hi&ang.
Pada seseorang /ang te&ah sembuh! ag&utinin > masih tetap di1umpai
sete&ah .,$ bu&an! sedangkan ag&utinin menetap &ebih &ama antara %
bu&an E 2 tahun. "ntibodi <i timbu& &ebih &ambat dan biasan/a
menghi&ang sete&ah penderita sembuh dari sakit. Pada pengidap S.t/phi!
antibodi <i 3enderung meningkat. "ntigen <i biasan/a tidak dipakai
untuk menentukan diagnosis infeksi! tetapi han/a dipakai untuk
menentukan pengidap S.t/phi.
21
Di Indonesia pengambi&an angka titer > ag&utinin 4 1@.0 dengan
memakai u1i 7ida& s&ide ag&utination :prosedur pemeriksaan
membutuhkan 7aktu .) menit; menun1ukkan ni&ai rama& positif %$H.
"rtin/a apabi&a hasi& tes positif! %$H kasus benar sakit demam tifoid!
akan tetapi apabi&a negatif tidak men/ingkirkan. *an/ak senter
mengatur pendapat apabi&a titer > ag&utinin seka&i periksa 4 1@200 atau
pada titer sepasang ter1adi kenaikan . ka&i maka diagnosis demam tifoid
dapat ditegakkan. "g&utinin ban/ak dikaitkan dengan pas3a imunisasi
atau infeksi masa &ampau! sedang <i ag&utinin dipakai pada deteksi
pemba7a kuman S. t/phi :karier;. *an/ak pene&iti mengemukanan
bah7a u1i sero&ogi 7ida& kurang dapat diper3a/a sebab dapat timbu&
positif pa&su pada kasus demam tifoid /ang terbukti biakan darah positif.
Sekurang,kurangn/a diper&ukan dua bahan serum! /ang dipero&eh
dengan se&ang 7aktu 9,10 hari! untuk membuktikan adan/a kenaikan
titer antibod/. Serum /ang tidak dikena& dien3erkan berturut,turut :dua
ka&i &ipat; &a&u dites terhadap antigen Sa&mone&&a. asi&n/a ditafsirkan
sebagai berikut :
1;Titer > /ang tinggi atu kenaikan titer > :4 1 : 1$0; menun1ukkan
adan/a infeksi aktif.
2;Titer /ang tinggi :4 1 : 1$0; menun1ukkan bah7a penderita itu
pernah di?aksinasi atau pernah terkena infeksi.
0;Titer <i /ang tinggi terdapat pada beberapa pemba7a bakte
"da 2 faktor /ang mempengaruhi u1i 2ida& /aitu faktor /ang
berhubungan dengan penderita dan faktor teknis.
Aaktor /ang berhubungan dengan penderita! /aitu
1. Pengobatan dini dengan antibiotik! pemberian kortikosteroid.
2. 6angguan pembentukan antibodi.
0. Saat pengambi&an darah.
.. Daerah endemik atau non endemik.
). #i7a/at ?aksinasi.
22
$. #eaksi anamnesik! /aitu peningkatan titer ag&utinin pada
infeksi bukan demam akibat infeksi demam tifoid masa &a&u
atau ?aksinasi.
Aaktor teknik! /aitu
1. "kibat ag&utinin si&ang.
2. Strain Salmonella /ang digunakan untuk suspensi antigen.
0. Teknik pemeriksaan antar &aboratorium.
*eberapa keterbatasan u1i 2ida& ini ada&ah:
Negatif Pa&su
Pemberian antibiotika /ang di&akukan sebe&umn/a :ini ke1adian
pa&ing sering di negara kita! demam EN kasih antibiotika EN nggak
sembuh da&am ) hari EN tes 2ida&; mengha&angi respon antibodi.
Padaha& sebenarn/a bisa positif 1ika di&akukan ku&tur darah.
Positif Pa&su
*eberapa 1enis serotipe Sa&mone&&a &ainn/a :misa&n/a S. parat/phi
"! *! 8; memi&iki antigen > dan 1uga! sehingga menimbu&kan
reaksi si&ang dengan 1enis bakteri &ainn/a! dan bisa menimbu&kan
hasi& positif pa&su :fa&se positi?e;.
Padaha& sebenarn/a /ang positif kuman non S. t/phi :bukan tifoid;.
b; Tes T(*=O
Tes T(*=O
P
merupakan tes ag&utinasi kompetitif semi kuantitatif
/ang sederhana dan 3epat :kurang &ebih 2 menit; dengan menggunakan
partike& /ang ber7arna untuk meningkatkan sensiti?itas. Spesifisitas
ditingkatkan dengan menggunakan antigen >% /ang benar,benar spesifik
/ang han/a ditemukan pada Sa&mone&&a serogrup D. Tes ini sangat
akurat da&am diagnosis infeksi akut karena han/a mendeteksi adan/a
antibodi IgM dan tidak mendeteksi antibodi Ig6 da&am 7aktu beberapa
menit.
2a&aupun be&um ban/ak pene&itian /ang menggunakan tes
T(*=O
P
ini! beberapa pene&itian pendahu&uan men/impu&kan bah7a tes
20
ini mempun/ai sensiti?itas dan spesifisitas /ang &ebih baik daripada u1i
2ida&.
Tes ini dapat men1adi pemeriksaan /ang idea&! dapat digunakan
untuk pemeriksaan se3ara rutin karena 3epat! mudah dan sederhana!
terutama di negara berkembang.
$
"da . interpretasi hasi& :
Ska&a 2,0 ada&ah Negatif *order&ine. Tidak menun1ukkan infeksi
demam tifoid. Sebaikn/a di&akukan pemeriksaan u&ang 0,) hari
kemudian.
Ska&a .,) ada&ah Positif. Menun1ukkan infeksi demam tifoid
Ska&a N $ ada&ah positif. Indikasi kuat infeksi demam tifoid
Penggunaan antigen 0% 'PS memi&iki sifat, sifat sebagai berikut:
Immunodominan /ang kuat
*ersifat th/mus independent tipe 1! imunogenik pada ba/i :antigen
<i dan kurang imunogenik; dan merupakan mitogen /ang sangat
kuat terhadap se& *.
Dapat menstimu&asi se& &imfosit * tanpa bantuan &imfosit T sehingga
respon antibodi dapat terdeteksi &ebih 3epat.
'ipopo&isakarida dapat menimbu&kan respon antibodi /ang kuat dan
3epat me&a&ui akti?asi se& * ?ia reseptor se& * dan reseptor /ang
&ain.
Spesifitas /ang tinggi :%0H; dikarenakan antigen 0% /ang 1arang
ditemukan baik di a&am maupun diantara mikroorganisme
-e&ebihan pemeriksaan menggunakan tes T(*=O :
Mendeteksi infeksi akut Sa&mone&&a
Mun3u& pada hari ke 0 demam
Sensifitas dan spesifitas /ang tinggi terhadap kuman Sa&mone&&a
Sampe& darah /ang diper&ukan re&atif sedikit
asi& dapat dipero&eh &ebih 3epat
2.
3; Metode enzyme immunoassay :=I"; D>T
(1i sero&ogi ini didasarkan pada metode untuk me&a3ak antibodi
spesifik IgM dan Ig6 terhadap antigen >MP )0 kD S. typhi. Deteksi
terhadap IgM menun1ukkan fase a7a& infeksi pada demam tifoid akut
sedangkan deteksi terhadap IgM dan Ig6 menun1ukkan demam tifoid
pada fase pertengahan infeksi. Pada daerah endemis dimana didapatkan
tingkat transmisi demam tifoid /ang tinggi akan ter1adi peningkatan
deteksi Ig6 spesifik akan tetapi tidak dapat membedakan antara kasus
akut! kon?a&esen dan reinfeksi. Pada metode Typhidot-M

/ang
merupakan modifikasi dari metode Typhidot

te&ah di&akukan inakti?asi


dari Ig6 tota& sehingga menghi&angkan pengikatan kompetitif dan
memungkinkan pengikatan antigen terhadap Ig M spesifik.
(1i dot =I" tidak mengadakan reaksi si&ang dengan sa&mone&&osis
non,tifoid bi&a dibandingkan dengan 2ida&. Dengan demikian bi&a
dibandingkan dengan u1i 2ida&! sensiti?itas u1i dot =I" &ebih tinggi o&eh
karena ku&tur positif /ang bermakna tidak se&a&u diikuti dengan u1i 2ida&
positif.

Dikatakan bah7a Typhidot-M

ini dapat menggantikan u1i 2ida&


bi&a digunakan bersama dengan ku&tur untuk mendapatkan diagnosis
demam tifoid akut /ang 3epat dan akurat.
*eberapa keuntungan metode ini ada&ah memberikan sensiti?itas
dan spesifisitas /ang tinggi dengan ke3i& kemungkinan untuk ter1adin/a
reaksi si&ang dengan pen/akit demam &ain! murah :karena menggunakan
antigen dan membran nitrose&u&osa sedikit;! tidak menggunakan a&at
/ang khusus sehingga dapat digunakan se3ara &uas di tempat /ang han/a
mempun/ai fasi&itas kesehatan sederhana dan be&um tersedia sarana
biakan kuman. -euntungan &ain ada&ah bah7a antigen pada membran
&empengan nitrose&u&osa /ang be&um ditandai dan dib&ok dapat tetap
stabi& se&ama $ bu&an bi&a disimpan pada suhu .F8 dan bi&a hasi&
didapatkan da&am 7aktu 0 1am sete&ah penerimaan serum pasien.
$
d; Metode enzyme-linked immunosorbent assay :='IS";
(1i =nD/me,'inked Immunosorbent "ssa/ :='IS"; dipakai untuk
me&a3ak antibodi Ig6! IgM dan Ig" terhadap antigen 'PS >%! antibodi
Ig6 terhadap antigen f&age&&a d :d; dan antibodi terhadap antigen <i S.
typhi. (1i ='IS" /ang sering dipakai untuk mendeteksi adan/a antigen
2)
S. typhi da&am spesimen k&inis ada&ah double antibody sandwich ='IS".
Pemeriksaan terhadap antigen <i urine ini masih memer&ukan pene&itian
&ebih &an1ut akan tetapi tampakn/a 3ukup men1an1ikan! terutama bi&a
di&akukan pada minggu pertama sesudah panas timbu&! namun 1uga per&u
diperhitungkan adan/a ni&ai positif 1uga pada kasus dengan *ru3e&&osis.
$
e; Pemeriksaan dipstik
(1i sero&ogis dengan pemeriksaan dipstik dikembangkan di
*e&anda dimana dapat mendeteksi antibodi IgM spesifik terhadap
antigen 'PS S. typhi dengan menggunakan membran nitrose&u&osa /ang
mengandung antigen S. typhi sebagai pita pendeteksi dan antibodi IgM
anti-human immobilized sebagai reagen kontro&. Pemeriksaan ini
menggunakan komponen /ang sudah distabi&kan! tidak memer&ukan a&at
/ang spesifik dan dapat digunakan di tempat /ang tidak mempun/ai
fasi&itas &aboratorium /ang &engkap.
.
(1i ini terbukti mudah di&akukan! hasi&n/a 3epat dan dapat
dianda&kan dan mungkin &ebih besar manfaatn/a pada penderita /ang
menun1ukkan gambaran k&inis tifoid dengan hasi& ku&tur negatif atau di
tempat dimana penggunaan antibiotika tinggi dan tidak tersedia
perangkat pemeriksaan ku&tur se3ara &uas.$
0. Pemeriksaan bakterio&ogis dengan iso&asi dan biakan kuman
Diagnosis pasti demam tifoid dapat ditegakkan bi&a ditemukan
bakteri S. typhi da&am biakan dari darah! urine! feses! sumsum tu&ang!
3airan duodenum atau dari rose spots. *erkaitan dengan patogenesis
pen/akit! maka bakteri akan &ebih mudah ditemukan da&am darah dan
sumsum tu&ang pada a7a& pen/akit! sedangkan pada stadium berikutn/a di
da&am urine dan feses.
asi& biakan /ang positif memastikan demam tifoid akan tetapi hasi&
negatif tidak men/ingkirkan demam tifoid! karena hasi&n/a tergantung pada
beberapa faktor. Aaktor,faktor /ang mempengaruhi hasi& biakan me&iputi
2$
:1; 1um&ah darah /ang diambi&M :2; perbandingan ?o&ume darah dari media
empeduM dan :0; 7aktu pengambi&an darah.
<o&ume 10,1) m' dian1urkan untuk anak besar! sedangkan pada
anak ke3i& dibutuhkan 2,. m'.

Sedangkan ?o&ume sumsum tu&ang /ang
dibutuhkan untuk ku&tur han/a sekitar 0.),1 m'.

*akteri da&am sumsum
tu&ang ini 1uga &ebih sedikit dipengaruhi o&eh antibiotika daripada bakteri
da&am darah. a& ini dapat men1e&askan teori bah7a ku&tur sumsum tu&ang
&ebih tinggi hasi& positifn/a bi&a dibandingkan dengan darah 7a&aupun
dengan ?o&ume sampe& /ang &ebih sedikit dan sudah mendapatkan terapi
antibiotika sebe&umn/a.

Media pembiakan /ang direkomendasikan untuk
S.typhi ada&ah media empedu :gall; dari sapi dimana dikatakan media 6a&&
ini dapat meningkatkan positi?itas hasi& karena han/a S. typhi dan S.
paratyphi /ang dapat tumbuh pada media tersebut.
*iakan darah terhadap Sa&mone&&a 1uga tergantung dari saat
pengambi&an pada per1a&anan pen/akit. *eberapa pene&iti me&aporkan
biakan darah positif .0,80H atau 90,%0H dari penderita pada minggu
pertama sakit dan positif 10,)0H pada akhir minggu ketiga. Sensiti?itasn/a
akan menurun pada sampe& penderita /ang te&ah mendapatkan antibiotika
dan meningkat sesuai dengan ?o&ume darah dan rasio darah dengan media
ku&tur /ang dipakai.

*akteri da&am feses ditemukan meningkat dari minggu
pertama :10,1)H; hingga minggu ketiga :9)H; dan turun se3ara per&ahan.
*iakan urine positif sete&ah minggu pertama. *iakan sumsum tu&ang
merupakan metode baku emas karena mempun/ai sensiti?itas pa&ing tinggi
dengan hasi& positif didapat pada 80,%)H kasus dan sering tetap positif
se&ama per1a&anan pen/akit dan menghi&ang pada fase pen/embuhan.
Metode ini terutama bermanfaat untuk penderita /ang sudah pernah
mendapatkan terapi atau dengan ku&tur darah negatif sebe&umn/a. Prosedur
terakhir ini sangat in?asif sehingga tidak dipakai da&am praktek sehari,hari.
Pada keadaan tertentu dapat di&akukan ku&tur pada spesimen empedu /ang
diambi& dari duodenum dan memberikan hasi& /ang 3ukup baik akan tetapi
tidak digunakan se3ara &uas karena adan/a risiko aspirasi terutama pada
anak.

Sa&ah satu pene&itian pada anak menun1ukkan bah7a sensiti?itas
kombinasi ku&tur darah dan duodenum hampir sama dengan ku&tur sumsum
tu&ang.
)!$
29
-egaga&an da&am iso&asi@biakan dapat disebabkan o&eh keterbatasan
media /ang digunakan! adan/a penggunaan antibiotika! 1um&ah bakteri
/ang sangat minima& da&am darah! ?o&ume spesimen /ang tidak men3ukupi!
dan 7aktu pengambi&an spesimen /ang tidak tepat.
2a&aupun spesifisitasn/a tinggi! pemeriksaan ku&tur mempun/ai
sensiti?itas /ang rendah dan adan/a kenda&a berupa &aman/a 7aktu /ang
dibutuhkan :),9 hari; serta pera&atan /ang &ebih 3anggih untuk identifikasi
bakteri sehingga tidak praktis dan tidak tepat untuk dipakai sebagai metode
diagnosis baku da&am pe&a/anan penderita.
.. Pemeriksaan kuman se3ara mo&eku&er
Metode &ain untuk identifikasi bakteri S. typhi /ang akurat ada&ah
mendeteksi DN" :asam nuk&eat; gen f&age&&in bakteri S. typhi da&am darah
dengan teknik hibridisasi asam nuk&eat atau amp&ifikasi DN" dengan 3ara
polymerase chain reaction :P8#; me&a&ui identifikasi antigen <i /ang
spesifik untuk S. typhi.
-enda&a /ang sering dihadapi pada penggunaan metode P8# ini
me&iputi risiko kontaminasi /ang men/ebabkan hasi& positif pa&su /ang
ter1adi bi&a prosedur teknis tidak di&akukan se3ara 3ermat! adan/a bahan,
bahan da&am spesimen /ang bisa menghambat proses P8# :hemog&obin
dan heparin da&am spesimen darah serta bi&irubin dan garam empedu da&am
spesimen feses;! bia/a /ang 3ukup tinggi dan teknis /ang re&atif rumit.
(saha untuk me&a3ak DN" dari spesimen k&inis masih be&um memberikan
hasi& /ang memuaskan sehingga saat ini penggunaann/a masih terbatas
da&am &aboratorium pene&itian.
$
<II. Diagnosis
Demam tifoid pada anak biasan/a memberikan gambaran k&inis /ang
ringan bahkan asimtomatik. 2a&aupun ge1a&a k&inis sangat ber?ariasi namun
ge1a&a /ang timbu& sete&ah inkubasi dapat dibagi da&am :1; demam! :2;
gangguan sa&uran pen3ernaan! dan :0; gangguan kesadaran. Timbu&n/a ge1a&a
k&inis biasan/a bertahap dengan manifestasi demam dan ge1a&a konstitusiona&
seperti n/eri kepa&a! ma&aise! anoreksia! &etargi! n/eri dan kekakuan abdomen!
28
pembesaran hati dan &impa! serta gangguan status menta&. Sembe&it dapat
merupakan gangguan gastointestina& a7a& dan kemudian pada minggu ke,dua
timbu& diare. Diare han/a ter1adi pada setengah dari anak /ang terinfeksi!
sedangkan sembe&it &ebih 1arang ter1adi. Da&am 7aktu seminggu panas dapat
meningkat. 'emah! anoreksia! penurunan berat badan! n/eri abdomen dan diare!
men1adi berat. Dapat di1umpai depresi menta& dan de&irium. -eadaan suhu
tubuh tinggi dengan bradikardia &ebih sering ter1adi pada anak dibandingkan
de7asa. #ose spots :ber3ak maku&opapu&ar; ukuran 1,$ mm! dapat timbu& pada
ku&it dada dan abdomen! ditemukan pada .0,80H penderita dan ber&angsung
singkat :2,0 hari;. +ika tidak ada komp&ikasi da&am 2,. minggu! ge1a&a dan tanda
k&inis menghi&ang namun ma&aise dan &etargi menetap sampai 1,2 bu&an.
6ambaran k&inis &idah tifoid pada anak tidak khas karena tanda dan ge1a&a
k&inisn/a ringan bahkan asimtomatik. "kibatn/a sering ter1adi kesu&itan da&am
menegakkan diagnosis bi&a han/a berdasarkan ge1a&a k&inis. >&eh karena itu
untuk menegakkan diagnosis demam tifoid per&u ditun1ang pemeriksaan
&aboratorium /ang dianda&kan. Pemeriksaan &aboratorium untuk membantu
menegakkan diagnosis demam tifoid me&iputi pemeriksaan darah tepi! sero&ogis!
dan bakterio&ogis.
.!)
<III. Diagnosis *anding
Pada stadium dini demam tifoid! beberapa pen/akit kadang,kadang se3ara
k&inis dapat men1adi diagnosis bandingn/a /aitu inf&uenDa! gastroenteritis!
bronkitis dan bronkopneumonia. *eberapa pen/akit /ang disebabkan o&eh
mikroorganisme intrase&u&er seperti tuberku&osis! infeksi 1amur sistemik!
bruse&osis! tu&aremia! shige&osis dan ma&aria 1uga per&u dipikirkan. Pada demam
tifoid /ang berat! sepsis! &eukimia! &imfoma dan pen/akit hodgkin dapat sebagai
dignosis banding.
1
IO. Penata&aksanaan
IO.1. Non Medika Mentosa
a; Tirah baring
Seperti keban/akan pen/akit sistemik! istirahat sangat membantu. Pasien
harus diedukasi untuk tingga& di rumah dan tidak beker1a sampai pemu&ihan.
)
2%
b; Nutrisi
Pemberian makanan tinggi ka&ori dan tinggi protein :T-TP; rendah serat
ada&ah /ang pa&ing membantu da&am memenuhi nutrisi penderita namun
tidak memperburuk kondisi usus. Sebaikn/a rendah se&u&osa :rendah serat;
untuk men3egah perdarahan dan perforasi. Diet untuk penderita demam
tifoid! basan/a dik&asifikasikan atas diet 3air! bubur &unak! tim! dan nasi
biasa.
3; 8airan
Penderita harus mendapat 3airan /ang 3ukup! baik se3ara ora& maupun
parentera&. 8airan parentera& diindikasikan pada penderita sakit berat! ada
komp&ikasi! penurunan kesadaran serta /ang su&it makan. 8airan harus
mengandung e&ektro&it dan ka&ori /ang optima&. -ebutuhan ka&ori anak pada
infus setara dengan kebutuhan 3airan rumatann/a.
d; -ompres air hangat
Mekanisme tubuh terhadap kompres hangat da&am upa/a menurunkan suhu
tubuh /aitu dengan pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan
memberikan sin/a& ke hipota&amus me&a&ui sumsum tu&ang be&akang. -etika
reseptor /ang peka terhadap panas di hipota&amus dirangsang! sistem efektor
menge&uarkan sin/a& /ang memu&ai berkeringat dan ?asodi&atasi perifer.
Perubahan ukuran pembu&uh darah diatur o&eh pusat ?asomotor pada
medu&&a ob&ongata dari tangkai otak! diba7ah pengaruh hipota&amik bagian
anterior sehingga ter1adi ?asodi&atasi. Ter1adin/a ?asodi&atasi ini
men/ebabkan pembuangan@ kehi&angan energi@ panas me&a&ui ku&it
meningkat :berkeringat;! diharapkan akan ter1adi penurunan suhu tubuh
sehingga men3apai keadaan norma& kemba&i. a& ini sependapat dengan
teori /ang dikemukakan o&eh "den :2010; bah7a tubuh memi&iki pusat
pengaturan suhu thermoregulator! di hipota&amus. +ika suhu tubuh
meningkat! maka pusat pengaturan suhu berusaha menurunkann/a begitu
1uga seba&ikn/a.
9
IO.2. Medika Mentosa
a; Simptomatik
00
Panas /ang merupakan ge1a&a utama pada tifoid dapat diberi antipiretik. *i&a
mungkin perora& sebaikn/a diberikan /ang pa&ing aman da&am ha& ini ada&ah
Para3etamo& dengan dosis 10 mg@kg@ka&i minum! sedapat mungkin untuk
menghindari aspirin dan turunann/a karena mempun/ai efek mengiritasi
sa&uran 3erna dengan keadaan sa&uran 3erna /ang masih rentan kemungkinan
untuk diperberat keadaann/a sangat&ah mungkin. *i&a tidak mampu intake
perora& dapat diberikan ?ia parentera&! obat /ang masih dian1urkan ada&ah
/ang mengandung MethamiDo&e Na /aitu antrain atau No?a&gin.
b; "ntibiotik
"ntibiotik /ang sering diberikan ada&ah :
1!.!)

8h&orampheni3o&! merupakan antibiotik pi&ihan pertama untuk infeksi
tifoid fe?er terutama di Indonesia. Dosis /ang diberikan untuk anak, anak
)0,100 mg@kg@hari dibagi men1adi . dosis untuk pemberian intra?ena
biasan/a 3ukup )0 mg@kg@hari. Diberikan se&ama 10,1. hari atau sampai 9
hari sete&ah demam turun. Pemberian Intra Musku&er tidak dian1urkan o&eh
karena hidro&isis ester ini tidak dapat dirama&kan dan tempat suntikan
terasa n/eri. Pada kasus ma&nutrisi atau didapatkan infeksi sekunder
pengobatan diperpan1ang sampai 21 hari. -e&emahan dari antibiotik 1enis
ini ada&ah mudahn/a ter1adi re&aps atau kambuh! dan 3arier.
8otrimoBaDo&e! merupakan gabungan dari 2 1enis antibiotika trimetoprim
dan su&fametoBaDo&e dengan perbandingan 1:). Dosis Trimetoprim 10
mg@kg@hari dan Su&fametoBDaDo&e )0 mg@kg@hari dibagi da&am 2 dosis.
(ntuk pemberian se3ara s/rup dosis /ang diberikan untuk anak .,)
mg@kg@ka&i minum sehari diberi 2 ka&i se&ama 2 minggu. =fek samping
dari pemberian antibiotika go&ongan ini ada&ah ter1adin/a gangguan sistem
hemato&ogi seperti "nemia mega&ob&astik! 'eukopenia! dan
granu&ositopenia. Dan pada beberapa Negara antibiotika go&ongan ini
sudah di&aporkan resisten.
"mpi3i&&in dan "moBi3i&&in! memi&iki kemampuan /ang &ebih rendah
dibandingkan dengan 3h&orampheni3o& dan 3otrimoBaDo&e. Namun untuk
anak, anak go&ongan obat ini 3enderung &ebih aman dan 3ukup efektif.
01
Dosis /ang diberikan untuk anak 100,200 mg@kg@hari dibagi men1adi .
dosis se&ama 2 minggu. Penurunan demam biasan/a &ebih &ama
dibandingkan dengan terapi 3h&orampheni3o&.
Sefa&osporin generasi ketiga :8eftriaBone! 8efotaBim! 8efiBime;!
merupakan pi&ihan ketiga namun efektifitasn/a setara atau bahkan &ebih
dari 8h&orampheni3o& dan 8otrimoBaDo&e serta &ebih sensiti?e terhadap
Sa&mone&&a t/phi. 8eftriaBone merupakan prototipn/a dengan dosis 100
mg@kg@hari I<dibagi da&am 1,2 dosis :maksima& . gram@hari; se&ama ),9
hari. "tau dapat diberikan 3efotaBim 1)0,200 mg@kg@hari dibagi da&am 0,.
dosis. *i&a mampu untuk sediaan Per ora& dapat diberikan 8efiBime 10,1)
mg@kg@hari se&ama 10 hari.
Pada demam tifoid berat kasus berat seperti de&irium! stupor! koma
sampai s/ok dapat diberikan kortikosteroid I< :deBametasone; 0 mg@kg
da&am 00 menit untuk dosis a7a&! di&an1utkan 1 mg@kg tiap $ 1am sampai .8
1am.
(ntuk demam tifoid dengan pen/u&it perdarahan usus kadang, kadang
diper&ukan tranfusi darah. Sedangkan /ang sudah ter1adi perforasi harus
segera di&akukan &aparotomi disertai penambahan antibiotika metronidaDo&.
O. -omp&ikasi
-omp&ikasi demam tifoid dapat dibagi 2 bagian :
.
1. -omp&ikasi pada usus ha&us
a; Perdarahan usus
*i&a sedikit han/a ditemukan 1ika di&akukan pemeriksaan tin1a dengan
benDidin. +ika perdarahan ban/ak ter1adi me&ena dapat disertai n/eri
perut dengan tanda E tanda ren1atan.
b; Perforasi usus
Timbu& biasan/a pada minggu ketiga atau setengahn/a dan ter1adi pada
bagian dista& i&eum. Perforasi /ang tidak disertai peritonitis han/a dapat
ditemukan bi&a terdapat udara dirongga peritoneum /aitu pekak hati
menghi&ang dan terdapat udara diantara hati dan diafragma pada foto
rontgen abdomen /ang dibuat da&am keadaan tegak.
3; Peritonitis
02
*iasan/a men/ertai perforasi tetapi dapat ter1adi tanpa perforasi usus.
Ditemukan ge1a&a akut! /aitu n/eri perut /ang hebat! dinding abdomen
tegang! dan n/eri tekan.
2. -omp&ikasi di&uar usus ha&us
a; *ronkitis dan bronkopneumonia
Pada sebagian besar kasus didapatkan batuk! bersifat ringan dan
disebabkan o&eh bronkitis! pneumonia bisa merupakan infeksi sekunder
dan dapat timbu& pada a7a& sakit atau fase akut &an1ut. -omp&ikasi &ain
/ang ter1adi ada&ah abses paru! efusi! dan empiema.
b; -o&esistitis
Pada anak 1arang ter1adi! bi&a ter1adi umumn/a pada akhi minggu kedua
dengan ge1a&a dan tanda k&inis /ang tidak khas! bi&a ter1adi ko&esistitis
maka penderita 3enderung untuk men1adi seorang karier.
3; T/phoid ensefa&opati
Merupakan komp&ikasi tifoid dengan ge1a&a dan tanda k&inis berupa
kesadaran menurun! ke1ang E ke1ang! muntah! demam tinggi!
pemeriksaan otak da&am batas norma&. *i&a disertai ke1ang E ke1ang
maka biasan/a prognosisn/a 1e&ek dan bi&a sembuh sering diikuti o&eh
ge1a&a sesuai dengan &okasi /ang terkena.
d; Meningitis
Menigitis o&eh karena Sa&mone&&a t/phi /ang &ain &ebih sering
didapatkan pada neonatus@ba/i dibandingkan dengan anak! dengan
ge1a&a k&inis tidak 1e&as sehingga diagnosis sering ter&ambat. Tern/ata
pe/ebabn/a adalah Salmonella havana dan Salmonella oranemburg.
e; Miokarditis
-omp&ikasi ini pada anak masih kurang di&aporkan serta gambaran k&inis
tidak khas. Insidensn/a terutama pada anak berumur 9 tahun keatas serta
sering ter1adi pada minggu kedua dan ketiga. 6ambaran =-6 dapat
ber?ariasi antara &ain : sinus takikardi! depresi segmen ST! perubahan
ge&ombangan I! "< b&ok tingkat I! aritmia! supra?entriku&ar takikardi.
f; Infeksi sa&uran kemih
Sebagian kasus demam tifoid menge&uarkan bakteri Sa&mone&&a t/phi
me&a&ui urin pada saat sakit maupun sete&ah sembuh. Sistitis maupun
pi&onefritis dapat 1uga merupakan pen/u&it demam tifoid. Proteinuria
transien sering di1umpai! sedangkan g&omeru&onefritis /ang dapat
bermanifestasi sebagai gaga& gin1a& maupun sidrom nefrotik mempun/ai
prognosis /ang buruk.
g; -arier kronik
00
Tifoid karier ada&ah seorang /ang tidak menun1ukkan ge1a&a pen/akit
demam tifoid! tetapi mengandung kuman Sa&mone&&a t/phosa di
sekretn/a. -arier temporer, ekskresi S.typhi pada fe3es se&ama tiga
bu&an. a& ini tampak pada 10H pasien kon?a&esen. #e&apse ter1adi pada
),10H pasien biasan/a 2,0 minggu sete&ah demam menga&ami reso&usi
dan pada iso&asi organisme memi&iki bentuk sensi?itas /ang sama seperti
semu&a. Aaktor predisposisi men1adi kronik karier ada&ah 1enis ke&amin
perempuan! pada ke&ompok usia de7asa! dan 3ho&e&ithiasis. Pasien
dengan traktus urinarius /ang abnorma&! seperti s3histosomiasis!
mungkin memge&uarkan bakteri pada urin/a da&am 7aktu /ang &ama.
OI. Pen3egahan
*erikut beberapa petun1uk untuk men3egah pen/ebaran demam tifoid:
2

8u3i tangan.
8u3i tangan dengan teratur meruapakan 3ara terbaik untuk mengenda&ikan
demam tifoid atau pen/akit infeksi &ainn/a. 8u3i tangan anda dengan air
:diutamakan air menga&ir; dan sabun terutama sebe&um makan atau
mempersiapkan makanan atau sete&ah menggunakan toi&et. *a7a&ah
pembersih tangan berbasis a&koho& 1ika tidak tersedia air.
indari minum air /ang tidak dimasak.
"ir minum /ang terkontaminasi merupakan masa&ah pada daerah endemik
tifoid. (ntuk itu! minum&ah air da&am boto& atau ka&eng. Seka se&uruh
bagian &uar boto& atau ka&eng sebe&um anda membukan/a. Minum tanpa
menambahkan es di da&amn/a. 6unakan air minum kemasan untuk
men/ikat gigi dan usahakan tidak mene&an air di pan3uran kamar mandi.
Tidak per&u menghindari buah dan sa/uran mentah.
*uah dan sa/uran mentah mengandung ?itamin 8 /ang &ebih ban/ak
daripada /ang te&ah dimasak! namun untuk men/antapn/a! per&u
diperhatikan ha&,ha& sebagai berikut. (ntuk menghindari makanan mentah
/ang ter3emar! 3u3i&ah buah dan sa/uran tersebut dengan air /ang menga&ir.
Perhatikan apakah buah dan sa/uran tersebut masih segar atau tidak. *uah
0.
dan sa/uran mentah /ang tidak segar sebaikn/a tidak disa1ikan. "pabi&a
tidak mungkin mendapatkan air untuk men3u3i! pi&ih&ah buah /ang dapat
dikupas.
Pi&ih makanan /ang masih panas.
indari makanan /ang te&ah disimpan &ama dan disa1ikan pada suhu ruang.
5ang terbaik ada&ah makanan /ang masih panas. Pemanasan sampai suhu
)9F8 beberapa menit dan se3ara merata dapat membunuh kuman
Salmonella typhi. 2a&aupun tidak ada 1aminan makanan /ang disa1ikan di
restoran itu aman! hindari membe&i makanan dari pen1ua& di 1a&anan /ang
&ebih mungkin terkontaminasi.
+ika anda ada&ah pasien demam tifoid atau baru sa1a sembuh dari demam tifoid!
berikut beberapa tips agar anda tidak menginfeksi orang &ain:
Sering 3u3i tangan.
Ini ada&ah 3ara penting /ang dapat anda &akukan untuk menghindari
pen/ebaran infeksi ke orang &ain. 6unakan air :diutamakan air menga&ir;
dan sabun! kemudian gosok&ah tangan se&ama minima& 00 detik! terutama
sebe&um makan dan sete&ah menggunakan toi&et.
*ersihkan a&at rumah tangga se3ara teratur.
*ersihkan toi&et! pegangan pintu! te&epon! dan keran air setidakn/a seka&i
sehari.
indari memegang makanan.
indari men/iapkan makanan untuk orang &ain sampai dokter berkata
bah7a anda tidak menu&arkan &agi. +ika anda beker1a di industri makanan
atau fasi&itas kesehatan! anda tidak bo&eh kemba&i beker1a sampai hasi& tes
memper&ihatkan anda tidak &agi men/ebarkan bakteri Sa&mone&&a.
6unakan barang pribadi /ang terpisah.
0)
Sediakan handuk! seprai! dan pera&atan &ainn/a untuk anda sendiri dan 3u3i
dengan menggunakan air dan sabun.
Pen3egahan dengan menggunakan ?aksinasi
Di ban/ak negara berkembang! tu1uan kesehatan mas/arakat dengan men3egah
dan mengenda&ikan demam tifoid dengan air minum /ang aman! perbaikan
sanitasi! dan pera7atan medis /ang 3ukup! mungkin su&it untuk di3apai. (ntuk
a&asan itu! beberapa ah&i per3a/a bah7a ?aksinasi terhadap popu&asi berisiko
tinggi merupakan 3ara terbaik untuk mengenda&ikan demam tifoid.
1!2
Di Indonesia te&ah ada 0 1enis ?aksin tifoid! /akni:
<aksin ora& T/ 21a :kuman /ang di&emahkan;
<aksin /ang mengandung Salmonella typhi ga&ur T/ 21a. Diberikan per ora&
tiga ka&i dengan inter?a& pemberian se&ang sehari. <aksin ini
dikontraindikasikan pada 7anita hami&! men/usui! penderita
imunokompromais! sedang demam! sedang minum antibiotik! dan anak ke3i& $
tahun. <aksin T/,21a diberikan pada anak berumur diatas 2 tahun. 'ama
proteksi di&aporkan $ tahun.
<aksin parentera& se& utuh :T"# vaccine;
<aksin ini mengandung se& utuh Salmonella typhi /ang dimatikan /ang
mengandung kurang &ebih 1 mi&/ar kuman setiap mi&i&itern/a. Dosis untuk
de7asa 0!) m'M anak $,12 tahun 0!2) m'M dan anak 1,) tahun 0!1 m' /ang
diberikan 2 dosis dengan inter?a& . minggu. 8ara pemberian me&a&ui suntikan
subkutan. =fek samping /ang di&aporkan ada&ah demam! n/eri kepa&a! &esu!
dan bengkak dengan n/eri pada tempat suntikan. <aksin ini di
kontraindikasikan pada keadaan demam! hami&! dan ri7a/at demam pada
pemberian pertama. <aksin ini sudah tidak beredar &agi! mengingat efek
samping /ang ditimbu&kan dan &ama per&indungan /ang pendek.
<aksin po&isakarida
0$
<aksin /ang mengandung po&isakarida <i dari bakteri Sa&mone&&a. Mempun/ai
da/a proteksi $0,90 persen pada orang de7asa dan anak di atas ) tahun se&ama
0 tahun. <aksin ini tersedia da&am a&at suntik 0!) m' /ang berisi 2)
mikrogram antigen <i da&am buffer feno& isotonik. <aksin diberikan se3ara
intramusku&ar dan diper&ukan pengu&angan :booster; setiap 0 tahun. <aksin ini
dikontraindikasikan pada keadaan hipersensitif! hami&! men/usui! sedang
demam! dan anak ke3i& 2 tahun.
OII. Prognosis
Prognosis pasien demam tifoid tergantung ketepatan terapi! usia! keadaan
kesehatan sebe&umn/a! dan ada tidakn/a komp&ikasi. Di negara ma1u! dengan
terapi antibiotik /ang adekuat! angka morta&itas J1H. Di negara berkembang!
angka morta&itasn/a N10H! biasan/a karena keter&ambatan diagnosis!
pera7atan! dan pengobatan. Mun3u&n/a komp&ikasi! seperti perforasi
gastrointestina& atau perdarahan hebat! meningitis! endokarditis! dan pneumonia!
mengakibatkan morbiditas dan morta&itas /ang tinggi.
#e&aps dapat timbu& beberapa ka&i. Indi?idu /ang menge&uarkan S.ser.
T/phi 4 0 bu&an sete&ah infeksi umumn/a men1adi karier kronis. #esiko men1adi
karier pada anak E anak rendah dan meningkat sesuai usia. -arier kronik ter1adi
pada 1,)H dari se&uruh pasien demam tifoid.
1

09
DAFTAR PUSTAKA
1. Soedarmo! Sumarmo S.! dkk. Demam tifoid. Da&am : *uku a1ar infeksi Q pediatri
tropis. =d. 2. +akarta : *adan Penerbit ID"I M 2008. h. 008,.).
2. #eDeki! Sri. Demam tifoid. 2008. Diunduh dari
http:@@medi3astore.3om@artike&@208@DemamRTifoidRpadaR"nakR"paR/angRPer&u
RDiketahui.htm&. 10 "gustus 201..
0. Pa7itro (=! Noor?itr/ M! Darmo7ando7o 2. Demam Tifoid. Da&am :
Soegi1anto S! =d. I&mu Pen/akit "nak : Diagnosa dan Penata&aksanaan! edisi 1.
+akarta : Sa&emba Medika! 2002:1,.0.
.. #i3hard =. *ehrman! #obert M. -&iegman! "nn M. "r?inM edisi bahasa
Indonesia: " Samik 2ahabM I&mu -esehatan "nak Ne&son! ed.1). +akarta: =68 M
2000.
). "&an #. Tumbe&aka. Diagnosis dan Tata &aksana Demam Tifoid. Da&am Pediatri3s
(pdate. 8etakan pertamaM Ikatan Dokter "nak Indonesia. +akarta : 2000. h. 2,20.
$. Praset/o! #isk/ <. dan Ismoedi1anto. Metode diagnostik demam tifoid pada
anak. Suraba/a : A- (N"I# M 2010. h. 1,10.
9. Mohamad! Aatma7ati. =fektifitas kompres hangat da&am menurunkan demam
pada pasien Thypoid "bdominalis di ruang 61 't.2 #S(D Prof. Dr. . "&oei
Saboe -ota 6oronta&o. 2012. Diunduh dari
http:@@1ourna&.ung.a3.id@fi&e1urna&@+S<o&0)No01R08R2012@9RAat7at/R+S<o&0)
No01R08R2012.pdf.10 "gustus 201. .
08