Anda di halaman 1dari 26

I.

PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Hak tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya
dan keluarganya merupakan hak asasi manusia dan diakui oleh segenap
bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Pengakuan itu tercantum dalam
Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 19! tentang Hak "#asi
$anusia. Pasal %& "yat '1( Deklarasi menyatakan, setiap orang berhak atas
derajat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan
keluarganya termasuk hak atas pangan, pakaian, perumahan dan pera)atan
kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan '*habrany, %++,(.
Di Indonesia, -alsa-ah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-& juga
mengakui hak asasi )arga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam
..D & pasal %!H dan pasal ,, dan diatur dalam .. /o. %,0199% yang
kemudian diganti dengan .. ,10%++9 tentang 2esehatan. Dalam ..
,10%++9 ditegaskan bah)a setiap orang mempunyai hak yang sama dalam
memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh
pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. 3ebaliknya, setiap
orang juga mempunyai ke)ajiban turut serta dalam program jaminan
kesehatan sosial. .ntuk me)ujudkan komitmen global dan konstitusi di atas,
1
pemerintah bertanggung ja)ab atas pelaksanaan jaminan kesehatan
masyarakat melalui 4aminan 2esehatan /asional '42/( bagi kesehatan
perorangan.
.saha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan
menyelenggarakan beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan,
diantaranya adalah melalui P* "skes 'Persero( dan P* 4amsostek 'Persero(
yang melayani antara lain pega)ai negeri sipil, penerima pensiun, 5eteran,
dan pega)ai s)asta. .ntuk masyarakat miskin dan tidak mampu, pemerintah
memberikan jaminan melalui skema 4aminan 2esehatan $asyarakat
'4amkesmas( dan 4aminan 2esehatan Daerah '4amkesda(. /amun demikian,
skema-skema tersebut masih ter-ragmentasi, terbagi- bagi. Biaya kesehatan
dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.
.ntuk mengatasi hal itu, pada %++, dikeluarkan .ndang-.ndang /o.+
tentang 3istem 4aminan 3osial /asional '343/(. .. +0%++ ini
mengamanatkan bah)a jaminan sosial )ajib bagi seluruh penduduk termasuk
4aminan 2esehatan /asional '42/( melalui suatu Badan Penyelenggara
4aminan 3osial 'BP43(. .ndang-.ndang /o. % *ahun %+11 juga
menetapkan, 4aminan 3osial /asional akan diselenggarakan oleh BP43, yang
terdiri atas BP43 2esehatan dan BP43 2etenagakerjaan. 2husus untuk
4aminan 2esehatan /asional '42/( akan diselenggarakan oleh BP43
2esehatan yang implementasinya dimulai 1 4anuari %+1. 3ecara operasional,
pelaksanaan 42/ dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan
Presiden, antara lain6 Peraturan Pemerintah /o.1+1 *ahun %+1% tentang
Penerima Bantuan Iuran 'PBI(7 Peraturan Presiden /o. 1% *ahun %+1,
2
tentang 4aminan 2esehatan7 dan Peta 4alan 42/ 'Roadmap 4aminan
2esehatan /asional(.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sejarah dan Perkembangan A!ran" d" Ind#ne"a
Perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia berjalan sangat lambat
dibandingkan dengan perkembangan asuransi kesehatan di beberapa negara
tetangga di "38"/. Penelitian yang seksama tentang -aktor yang
mempengaruhi perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia tidak cukup
tersedia. 3ecara teoritis beberapa -aktor penting dapat dikemukakan sebagai
penyebabkan lambatnya pertumbuhan asuransi kesehatan di Indonesia,
diantaranya deman 'demand( dan pendapatan penduduk yang rendah,
3
terbatasnya jumlah perusahaan asuransi, dan buruknya kualitas -asilitas
pelayanan kesehatan serta tidak adanya kepastian hukum di Indonesia.
Penduduk Indonesia pada umumnya merupakan risk taker untuk kesehatan
dan kematian. 3akit dan mati dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang
religius merupakan takdir *uhan dan karenanya banyak anggapan yang
tumbuh di kalangan masyarakat Indonesia bah)a membeli asuransi berkaitan
sama dengan menentang takdir. Hal ini menyebabkan rendahnya kesadaran
penduduk untuk membeli atau mempunyai asuransi kesehatan. 3elanjutnya,
keadaan ekonomi penduduk Indonesia yang sejak merdeka sampai saat ini
masih mempunyai pendapatan per kapita sekitar 9 1.+++ "3 per tahun,
sehingga tidak memungkinkan penduduk Indonesia menyisihkan dana untuk
membeli asuransi kesehatan maupun ji)a. :endahnya deman dan daya beli
tersebut mengakibatkan tidak banyak perusahaan asuransi yang mena)arkan
produk asuransi kesehatan. 3elain itu, -asilitas kesehatan sebagai -aktor yang
sangat penting untuk mendukung terlaksananya asuransi kesehatan juga tidak
berkembang secara baik dan distribusinya merata. 3edangkan dari sisi
regulasi, Pemerintah Indonesia relati- lambat memperkenalkan konsep
asuransi kepada masyarakat melalui kemudahan perijian dan kapastian
hukum dalam berbisnis asuransi atau mengembangkan asuransi kesehatan
sosial bagi masyarakat luas.
Pada *ahun 191! - Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang
secara jelas mengatur pemeliharaan kesehatan bagi Pega)ai /egeri dan
Penerima Pensiun 'P/3 dan "B:I( beserta anggota keluarganya berdasarkan
2eputusan Presiden /omor %,+ *ahun 191!. $enteri 2esehatan membentuk
Badan 2husus di lingkungan Departemen 2esehatan :I yaitu Badan
4
Penyelenggara Dana Pemeliharaan 2esehatan 'BPDP2(, dimana oleh
$enteri 2esehatan :I pada )aktu itu 'Pro-. Dr. ;.". 3i)abessy( dinyatakan
sebagai cikal-bakal "suransi 2esehatan /asional.
Pada *ahun 1991 - Berdasarkan Peraturan Pemerintah /omor 19 *ahun 1991,
kepesertaan program jaminan pemeliharaan kesehatan yang dikelola Perum
Husada Bhakti ditambah dengan <eteran dan Perintis 2emerdekaan beserta
anggota keluarganya. Disamping itu, perusahaan diijinkan memperluas
jangkauan kepesertaannya ke badan usaha dan badan lainnya sebagai peserta
sukarela.
Pada *ahun 199% - Berdasarkan Peraturan Pemerintah /omor 1 *ahun 199%
status Perum diubah menjadi Perusahaan Perseroan 'P* Persero( dengan
pertimbangan -leksibilitas pengelolaan keuangan, kontribusi kepada
Pemerintah dapat dinegosiasi untuk kepentingan pelayanan kepada peserta
dan manajemen lebih mandiri.
Pada *ahun %++& - P*. "skes 'Persero( diberi tugas oleh Pemerintah melalui
Departemen 2esehatan :I, sesuai 2eputusan $enteri 2esehatan :I /omor
1%10$8/2830320=I0%++ dan /omor &10$8/2830320I0%++&, sebagai
Penyelenggara Program 4aminan 2esehatan $asyarakat $iskin
'P42$$0"32832I/('"#)ar, 1991(.
Dasar Penyelenggaraan 6
- ..D 19&
- .. /o. %,0199% tentang 2esehatan
- .. /o.+0%++ tentang 3istem 4aminan 3osial /asional '343/(
- 2eputusan $enteri 2esehatan /omor 1%10$8/2830320=I0%++ dan
/omor &10$8/2830320I0%++&,
Prinsip Penyelenggaraan mengacu pada 6
5
- Diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan a#as gotong
royong sehingga terjadi subsidi silang.
- $engacu pada prinsip asuransi kesehatan sosial.
- Pelayanan kesehatan dengan prinsip managed care dilaksanakan secara
terstruktur dan berjenjang.
- Program diselenggarakan dengan prinsip nirlaba.
- $enjamin adanya protabilitas dan ekuitas dalam pelayanan kepada peserta.
- "danya akuntabilitas dan transparansi yang terjamin dengan mengutamakan
prinsip kehati-hatian, e-isiensi dan e-ekti-itas '3ulastomo, %+++(.
2.2. Pengert"an A!ran"
"suransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem,
atau bisnis dimana perlindungan -inansial untuk ji)a, properti, kesehatan dan
lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejaidan yang tidak
dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau
sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka
)aktu tertentu sebagai ganti polis yang menjadi perlindungan tersebut.
"suransi kesehatan adalah sebuah jenis asuransi yang secara khusus
menjamin biaya kesehatan atau pera)atan para anggota asuransi tersebut jika
mereka jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. secara garis besar ada dua
jenis pera)atan yang dita)arkan perusahaan-perusahaan asuransi yaitu ra)at
inap dan ra)at jalan. produk asuransi kesehatan diselenggarakan baik oleh
perusahaan asuransi sosial, asuransi ji)a, maupun asuransi perusahaan umum
'*riandaru dan *otok, %++9(.
a. Jen" A!ran" Keehatan d" Ind#ne"a
"#)ar '1991( membagi jenis asuransi berdasarkan ciri-ciri khusus yang
dimiliki, sedangkan *habrany '%++,( membagi atas berbagai model
6
berdasarkan hubungan ketiga komponen asuransi yaitu peserta, penyelenggara
pelayanan kesehatan serta badan0perusahaan asuransi. Berdasarkan pendapat
tersebut, secara garis besar ada beberapa jenis asuransi6
a. Ditinjau dari hubungan ketiga komponen asuransi
1. "suransi *ripartied
$erupakan model asuransi yang terdiri atas , 'tiga( pihak, yaitu Peserta,
Bapel, dan PP2 '*as)in, %++(. ketiga komponen asuransi terpisah satu
sama lain dan masing-masing berdiri sendiri.
;ambar 1. $odel *ripartied
%. "suransi Bipartied
$erupakan model asuransi yang hanya terdiri atas % 'dua( pihak, yaitu
Peserta dan Bapel sekaligus bertindak sebagai PP2 '*as)in, %++(.
Penyelenggara Pelayanan 2esehatan 'PP2( dapat merupakan milik atau
dikontrol oleh perusahaan asuransi.
;ambar %. $odel Bipartied
b. Ditinjau dari 2epemilikan Badan Penyelenggara
1. "suransi 2esehatan 3osial (Social Health Insurance)
"suransi kesehatan sosial memegang teguh prinsipnya bah)a kesehatan
adalah sebuah pelayanan sosial, pelayanan kesehatan tidak boleh semata-
mata diberikan berdasarkan status sosial masyarakat sehingga semua
lapisan berhak untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan '*as)in,
%++(.
Prinsip "suransi 2esehatan 3osial6
7
P838:*"
B"P8>
PREM
I
YANKE
S
2eikutsertaannya menjadi )ajib
$enyertakan tenaga kerja dan keluarganya
Iuran0premi berdasarkan persentasi gaji0pendapatan.
Premi tidak ditentukan oleh risiko perseorangan tetapi didasarkan
pada risiko kelompok 'collective risk sharing)
*idak diperlukan pemeriksaan kesehatan )al
4aminan pemeliharaan kesehatan yang diperoleh bersi-at
menyeluruh (universal coverage)
Peran pemerintah sangat besar untuk mendorong berkembangnya
asuransi kesehatan sosial di Indonesia.
?ontoh 6 P*. "skes dan P*. 4amsostek
%. "suransi 2esehatan 3ukarela (Private Voluntry Health Insurance)
$odel asuransi kesehatan ini juga berkembang di Indonesia, dapat dibeli
preminya baik oleh indi5idu maupun segmen masyarakat kelas menengah
ke atas '*as)in, %++(.
Prinsip "suransi 3ukarela Perorangan6
2epesertaan bersi-at perorangan dan sukarela
Iuran premi berdasarkan angka absolut, ditetapkan berdasarkan
jenis tanggungan yang dipilih
Premi didasarkan atas dasar risiko perorangan dan ditentukan oleh
-aktor usia, jenis kelamin dan jenis pekerjaan
Dilakukan pemeriksaan kesehatan a)al
3antunan diberikan sesuai dengan kontrak
Peranan pemerintah relati- kecil
"suransi kesehatan komersial dikelola oleh >ipo >i-e, B/I >i-e,
*ugu $andiri
,. "suransi 2esehatan 2omersial Perorangan @ 2elompok (Regulated
Private Health Insurance)
8
4enis asuransi ini merupakan alternarti- lain sistem asuransi kesehatan
komersial dengan prinsip-prinsip sebagai berikut6
2eikutsertaannya bersi-at sukarela tetapi berkelompk
Iuran0premi dibayar berdasarkan angka absolut
Perhitungan premi bersi-at community rating yang berlaku untuk
kelompok masyarakat
3antunan 'jaminan pemeliharaan kesehatan( diberikan sesuai
dengan kontrak
*idak diperlukan pemeriksaan a)al
Peranan pemerintah cukup besar dengan membuat peraturan
perundang-undangan '*as)in, %++(.
c. Ditinjau dari Peranan Badan Penyelenggara "suransi
Ditinjau dari peranan badan penyelenggara asuransi, asuransi kesehatan dibagi
atas 6
hanya bertindak sebagai pengelola dana Bentuk ini berkaitan dengan
model tripartied, merupakan bentuk klasik dari asuransi kesehatan. Bentuk
ini akan merugikan atau menguntungkan tergantung dari kombinasi
dengan sistem pembayaran yang dijalankan. 4ika dikombinasikan dengan
reimbursment, akan merugikan. 3ebaliknya jika dikombinasi dengan
prepayment akan menguntungkan,
badan penyelenggara asuransi juga bertindak sebagai penyelenggara
pelayanan kesehatan. 4enis ini sesuai dengan bentuk bipartied, keuntungan
yang diperoleh adalah pengamatan terhadap biaya kesehatan dapat
ditingkatkan sehingga terjadi penghematan. 2erugiannya pelayanan
kesehatan yang diberikan tergantung dari badan penyelenggara bukan
kebutuhan masyarakat.
d. Ditinjau dari 4enis Pelayanan yang Ditanggung
9
Ditinjau dari jenis pelayanan yang ditanggung, asuransi kesehatan dapat
dibedakan atas 6
menanggung seluruh jenis pelayanan kesehatan, baik pengobatan
'kurati5e(, pemulihan 'rehabilitati5e(, peningkatan 'promoti5e( maupun
pencegahan 'pre5enti5e(. Dengan demikian pelayanan yang diberikan
bersi-at menyeluruh 'comprehensi5e( dengan tujuan untuk meningkatkan
derajat kesehatan peserta sehingga peserta jarang sakit dan secara timbal
balik akan menguntungkan badan penyelenggara asuransi,
menanggung sebagian pelayanan kesehatan, biasanya yang membutuhkan
biaya besar misalnya pera)atan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan
yang biayanya kecil misalnya pelayanan kesehatan di puskesmas.

e. Ditinjau dari 4umlah Dana yang Ditanggung
Ditinjau dari jumlah dana yang ditanggung, asuransi kesehatan dibagi atas 6
seluruh biaya kesehatan yang diperlukan ditanggung oleh badan
penyelenggara. 2eadaan ini dapat mendorong peman-aatan yang
berlebihan oleh peserta terutama bila keadaan peserta kurang,
hanya sebagian biaya kesehatan yang ditanggung oleh badan
penyelenggara. Dengan cara ini dapat mengurangi peman-aatan yang
berlebihan atau moral ha#ard ditinjau dari pihak peserta karena peserta
asuransi harusmemberikan kontribusi yang telah ditetapkan bila memakai
layanan kesehatan 'cossharing(.
-. Ditinjau dari ?ara Pembayaran 2epada Penyelenggara Pelayanan 2esehatan
Ditinjau dari cara pembayaran kepada penyelenggara pelayanan kesehatan,
asuransi kesehatan terbagi atas 6
pembayaran berdasarkan jumlah kunjungan peserta yang meman-aatkan
pelayanan kesehatan 'reimbursment(. Dengan demikian jumlah peserta
10
berbanding lurus dengan jumlah uang yang diterima oleh penyelenggara
pelayanan kesehatan,
pembayaran berdasarkan kapitasi yaitu berdasarkan jumlah anggota0
penduduk yang dilayani, berdasarkan konsep )ilayah.
g. Ditinjau dari Aaktu Pembayaran terhadap PP2
Ditinjau dari )aktu pembayaran terhadap PP2, asuransi kesehatan terbagi
atas6 pembayaran setelah pelayanan kesehatan selesai diselenggarakan
'retrospecti5e payment(, biasanya dihitung berdasarkan ser5ice by
ser5ice atau patient by patient,
pembayaran di muka 'pre payment( yaitu diberikan sebelum pelayanan
diselenggarakan, biasanya perhitungan berdasarkan kapitasi dengan
pelayanan komprehensi- dengan tujuan penghematan dan mengurangi
moral ha#ard dari penyelenggara pelayanan kesehatan.
h. Ditinjau dari 4enis 4aminan
Ditinjau dari jenis jaminan, asuransi kesehatan dibagi atas 6
jaminan dengan uang, yaitu asuransi yang membayar dengan mengganti
biaya pelayanan yang diberikan,
jaminan yang diberikan tidak berupa uang '$anaged ?are(, contohnya 6
4P2$ dan "skes.
b. Jam"nan Keehatan Na"#nal
2enyataannya !+B penyakit yang ditangani rumah sakit rujukan di Pro5insi
adalah penyakit yang seharusnya ditangani di Puskesmas. *ingkat okupansi
tempat tidur yang tinggi di :3 :ujukan Pro5insi bukan indikator kesuksesan suatu
4aminan 2esehatan. Hal ini berdampak pada beban -iskal daerah yang terlalu
tinggi.Cleh karenanya Pelaksanaan 4aminan 2esehatan membutuhkan sistem
11
rujukan berjenjang dan terstruktur maka setiap Pro5insi harap segera menyusun
peraturan terkait sistem rujukan.
"danya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang terkena penyakit,
apalagi tergolong penyakit berat yang menuntut stabilisasi yang rutin seperti
hemodialisa atau biaya operasi yang sangat tinggi. Hal ini berpengaruh pada
penggunaan pendapatan seseorang dari pemenuhan kebutuhan hidup pada
umumnya menjadi biaya pera)atan dirumah sakit, obat-obatan, operasi, dan lain
lain. Hal ini tentu menyebabkan kesukaran ekonomi bagi diri sendiri maupun
keluarga. 3ehingga munculah istilah D3"DI2I/E, sakit sedikit jadi miskin. Dapat
disimpulkan, bah)a kesehatan tidak bisa digantikan dengan uang, dan tidak ada
orang kaya dalam menghadapi penyakit karena dalam sekejap kekayaan yang
dimiliki seseorang dapat hilang untuk mengobati penyakit yang
dideritanya.Begitu pula dengan resiko kecelakaan dan kematian. 3uatu peristi)a
yang tidak kita harapkan namun mungkin saja terjadi kapan saja dimana
kecelakaan dapat menyebabkan merosotnya kesehatan, kecacatan, ataupun
kematian karenanya kita kehilangan pendapatan, baik sementara maupun
permanen.
12
Belum lagi menyiapkan diri pada saat jumlah penduduk lanjut usia dimasa datang
semakin bertambah. Pada tahun Pada %+,+, diperkirakan jumlah penduduk
Indonesia adalah %F+ juta orang. F+ juta diantaranya diduga berumur lebih
dari 1+ tahun. Dapat disimpulkan bah)a pada tahun %+,+ terdapat %&B
penduduk Indonesia adalah lansia. >ansia ini sendiri rentan mengalami
berbagai penyakit degenerati5e yang akhirnya dapat menurunkan
produkti5itas dan berbagai dampak lainnya. "pabila tidak aday ang
menjamin hal ini maka suatu saat hal ini mungkin dapat menjadi masalah
yang besar.
13
Dalam >aporan Pelaksanaan Putusan $P: :I oleh >embaga *inggi /egara pada
3idang *ahunan $P: :I *ahun %++1 '2etetapan $P: :I /o. =0 $P:-:I
*ahun %++1 butir &.8.%( dihasilkan Putusan Pembahasan $P: :I yang
menugaskan Presiden :I D$embentuk 3istem 4aminan 3osial /asional
dalam rangka memberikan perlindungan sosial yang lebih menyeluruh dan
terpaduE.
Pada tahun %++1, Aakil Presiden :I $ega)ati 3oekarnoputri
mengarahkan 3ekretaris Aakil Presiden :I membentuk 2elompok 2erja
3istem 4aminan 3osial /asional 'Pokja 343/ - 2epses)apres, /o. F
*ahun %++1, %1 $aret %++1 jo. 2epses)apres, /o. ! *ahun %++1, 11 4uli
%++1( yang diketuai Pro-. Dr. Gaumil ?. "goes "chir dan pada Desember
%++1 telah menghasilkan naskah a)al dari /askah "kademik 343/ '/"
343/(. 2emudian pada perkembangannya Presiden :I yang pada saat itu
$ega)ati 3oekarnoputri meningkatkan status Pokja 343/ menjadi *im
3istem 4aminan 3osial /asional '*im 343/ - 2eppres /o. %+ *ahun %++%,
1+ "pril %++%(.
14
D/" 343/ merupakan langkah a)al dirintisnya penyusunan :ancangan .ndang-
undang ':..( 343/. 3etelah mengalami perubahan dan penyempurnaan
hingga ! 'delapan( kali, dihasilkan sebuah naskah terakhir /" 343/ pada
tanggal %1 4anuari %++. /" 343/ selanjutnya dituangkan dalam :..
343/,E ujar 3ulastomo, salah satu *I$ Penyusun .. 343/ pada saat
itu.2onsep pertama :.. 343/, 9 Hebruari %++,, hingga 2onsep terakhir
:.. 343/, 1 4anuari %++, yang diserahkan oleh *im 343/ kepada
Pemerintah, telah mengalami &% 'lima puluh dua( kali perubahan dan
penyempurnaan. 2emudian setelah dilakukan re-ormulasi beberapa pasal
pada 2onsep terakhir :.. 343/ tersebut, Pemerintah menyerahkan :..
343/ kepada DP: :I pada tanggal %1 4anuari %++.
3elama pembahasan *im Pemerintah dengan Pansus :.. 343/ DP: :I
hingga diterbitkannya .. 343/, :.. 343/ telah mengalami , 'tiga( kali
perubahan. $aka dalam perjalanannya, 2onsep :.. 343/ hingga
diterbitkan menjadi .. 343/ telah mengalami perubahan dan
penyempurnaan sebanyak &1 'lima puluh enam( kali. .. 343/ tersebut
secara resmi diterbitkan menjadi .. /o. + *ahun %++ tentang 343/
pada tanggal 19 Cktober *ahun %++.
15
3etelah resmi menjadi undang-undang, bulan berselang .. 343/ kembali
terusik. Pada bulan 4anuari %++&, kebijakan "32832I/ mengantar
beberapa daerah ke $2 untuk menguji .. 343/ terhadap ..D /egara
:I *ahun 19&. Penetapan B.$/ sebagai BP43 dipahami sebagai
monopoli dan menutup kesempatan daerah untuk menyelenggarakan
jaminan sosial. bulan kemudian, pada ,1 "gustus %++&, $2 menganulir
ayat dalam Pasal & yang mengatur penetapan B.$/ tersebut dan
memberi peluang bagi daerah untuk membentuk BP43 Daerah 'BP43D(.
*ahun berganti. DP: mengambil alih perancangan :.. BP43 pada tahun %+1+.
Perdebatan konsep BP43 kembali mencuat ke permukaan sejak DP:
mengajukan :.. BP43 inisiati- DP: kepada Pemerintah pada bulan 4uli
%+1+. Bahkan area perdebatan bertambah, selain bentuk badan hukum,
Pemerintah dan DP: tengah berseteru menentukan siapa BP43 dan berapa
jumlah BP43. Dikotomi BP43 multi dan BP43 tunggal tengah
diperdebatkan dengan sengit.
Pro dan kontra keberadaan Badan Penyelenggara 4aminan 3osial 'BP43( akhirnya
berakhir pada %9 Cktober %+11, ketika DP: :I sepakat dan kemudian
mengesahkannya menjadi .ndang-.ndang. 3etelah melalui proses
panjang yang melelahkan mulai dari puluhan kali rapat di mana setidaknya
dilakukan tak kurang dari &+ kali pertemuan di tingkat Pansus, Panja,
hingga proses -ormal lainnya. 3ementara di kalangan operator hal serupa
dilakukan di lingkup empat B.$/ penyelenggara program jaminan sosial
meliputi P* 4amsostek, P* *aspen, "sabri, dan P* "skes.
16
Perubahan dari P* 'Persero( yang selama ini menyelenggarakan program
jaminan sosial menjadi % BP43 sudah menjadi perintah .ndang-.ndang,
karena itu harus dilaksanakan. Perubahan yang multi dimensi tersebut
harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar berjalan sesuai dengan
ketentuan .. BP43.Pasal 1+ ayat '1( .. BP43 menentukan BP43
2esehatan mulai beroperasi menyelenggarakan program jaminan
kesehatan pada tanggal 1 4anuari %+1. 2emudian Pasal 1% ayat '1( ..
BP43 menentukan P* 4amsostek 'Persero( berubah menjadi BP43
2etenagakerjaan pada tanggal 1 4anuari %+1 BP43 2etenagakerjaan dan
menurut Pasal 1 .. BP43 mulai beroperasi paling lambat tanggal 1 4uli
%+1&.
Pada saat mulai berlakunya .. BP43, De)an 2omisaris dan Direksi P* "skes
'Persero( dan P* 4amsostek 'Persero( ditugasi oleh .. BP43 untuk
menyiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk berjalannya proses
tran-ormasi atau perubahan dari Persero menjadi BP43 dengan status
badan hukum publik. Perubahan tersebut mencakup struktur, mekanisme
kerja dan juga kultur kelembagaan.$engubah struktur, mekanisme kerja
dan kultur kelembagaan yang lama, yang sudah mengakar dan dirasakan
nyaman, sering menjadi kendala bagi penerimaan struktur, mekanisme
kerja dan kultur kelembagaan yang baru, meskipun hal tersebut ditentukan
dalam .ndang-.ndang.
17
Badan Penyelenggara 4aminan 3osial yang selanjutnya disingkat BP43 adalah
badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan
sosial '.. /o % *ahun %+11(. BP43 terdiri dari BP43 2esehatan dan BP43
2etenagakerjaan. BP43 2esehatan adalah badan hukum yang dibentuk
untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.
4aminan 2esehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta
memperoleh man-aat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam
memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang
yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.
Dasar Hukum
1. .ndang- .ndang :epublik Indonesia /omor + *ahun %++ *entang 3istem
4aminan 3osial 2esehatan7
%. .ndang- .ndang :epublik Indonesia /omor % *ahun %+11 *entang Badan
Penyelenggara 4aminan 3osial7
,. Peraturan Pemerintah :epublik Indonesia /omor 1+1 *ahun %+1% *entang
Penerima Bantuan Iuran 4aminan 2esehatan7
. Peraturan Presiden :epublik Indonesia /omor 1% *ahun %+1, *entang
4aminan 2esehatan.
$an-aat 4aminan 2esehatan /asional
"da % 'dua( man-aat 4aminan 2esehatan, yakni berupa pelayanan kesehatan dan
$an-aat non medis meliputi akomodasi dan ambulans. "mbulans hanya
diberikan untuk pasien rujukan dari Hasilitas 2esehatan dengan kondisi
tertentu yang ditetapkan oleh BP43 2esehatan.
18
Paket man-aat yang diterima dalam program 42/ ini adalah komprehensi5e
sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian pelayanan yang diberikan
bersi-at paripurna 'pre5enti-, promoti-, kurati- dan rehabilitati-( tidak
dipengaruhi oleh besarnya biaya premi bagi peserta. Promoti- dan pre5enti-
yang diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan 'personal
care(. $an-aat pelayanan promoti- dan pre5enti- meliputi pemberian
pelayanan6
a. Penyuluhan kesehatan perorangan, meliputi paling sedikit penyuluhan
mengenai pengelolaan -aktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan
sehat.
b. Imunisasi dasar, meliputi Baccile ?almett ;uerin 'B?;(, Di-teri Pertusis
*etanus dan HepatitisB 'DP*HB(, Polio, dan ?ampak.
c. 2eluarga berencana, meliputi konseling, kontrasepsi dasar, 5asektomi, dan
tubektomi bekerja sama dengan lembaga yang membidangi keluarga
berencana. <aksin untuk imunisasi dasar dan alat kontrasepsi dasar
disediakan oleh Pemerintah dan0atau Pemerintah Daerah.
d. 3krining kesehatan, diberikan secara selekti- yang ditujukan untuk mendeteksi
risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.
$eskipun man-aat yang dijamin dalam 42/ bersi-at komprehensi- namun masih
ada yang dibatasi, yaitu kaca mata, alat bantu dengar 'hearing aid(, alat
bantu gerak 'tongkat penyangga, kursi roda dan korset(. 3edangkan yang
tidak dijamin meliputi6
19
a. *idak sesuai prosedur
b. Pelayanan diluar Haskes Gg bekerjasama dng BP43
c. Pelayanan bertujuan kosmetik
d. ;eneral check up, pengobatan alternati-
e. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, Pengobatan Impotensi
-. Pelayanan 2esehatan Pada 3aat Bencana
g. Pasien Bunuh Diri 0Penyakit Gg *imbul "kibat 2esengajaan .ntuk
$enyiksa Diri 3endiri0 Bunuh Diri0/arkoba.
Iuran 4aminan 2esehatan adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara teratur
oleh Peserta, Pemberi 2erja, dan0atau Pemerintah untuk program 4aminan
2esehatan 'pasal 11, Perpres /o. 1%0%+1, tentang 4aminan 2esehatan(.
*ari- 2apitasi adalah besaran pembayaran per-bulan yang dibayar dimuka
olehBP43 2esehatan kepada Hasilitas 2esehatan *ingkat Pertama
berdasarkanjumlah peserta yang terda-tar tanpa memperhitungkan jenis dan
jumlahpelayanan kesehatan yang diberikan.
*ari- /on 2apitasi adalah besaran pembayaran klaim oleh BP43 2esehatankepada
Hasilitas 2esehatan *ingkat Pertama berdasarkan jenis dan jumlahpelayanan
kesehatan yang diberikan.
20
*ari- Indonesian - Case Based roups yang selanjutnya disebut *ari- I/"-
?B;Isadalah besaran pembayaran klaim oleh BP43 2esehatan kepada
Hasilitas2esehatan *ingkat >anjutan atas paket layanan yang didasarkan
kepadapengelompokan diagnosis penyakit.
Pembayar Iuran
1. Bagi Peserta PBI, iuran dibayar oleh Pemerintah.
%. Bagi Peserta Pekerja Penerima .pah, Iurannya dibayar oleh Pemberi 2erja
dan Pekerja.
,. Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima .pah dan Peserta Bukan Pekerja
iuran dibayar oleh Peserta yang bersangkutan.
. Besarnya Iuran 4aminan 2esehatan /asional ditetapkan melalui Peraturan
Presiden dan ditinjau ulang secara berkala sesuai dengan perkembangan
sosial, ekonomi, dan kebutuhan dasar hidup yang layak.
Pembayaran Iuran
3etiap Peserta )ajib membayar iuran yang besarnya ditetapkan berdasarkan
persentase dari upah 'untuk pekerja penerima upah( atau suatu jumlah
nominal tertentu 'bukan penerima upah dan PBI(. 3etiap Pemberi 2erja
)ajib memungut iuran dari pekerjanya, menambahkan iuran peserta yang
menjadi tanggung
21
ja)abnya, dan membayarkan iuran tersebut setiap bulan kepada BP43 2esehatan
secara berkala 'paling lambat tanggal 1+ setiap bulan(. "pabila tanggal 1+
'sepuluh( jatuh pada hari libur, maka iuran dibayarkan pada hari kerja
berikutnya. 2eterlambatan pembayaran iuran 42/ dikenakan denda
administrati- sebesar %B 'dua persen( perbulan dari total iuran yang
tertunggak dan dibayar oleh Pemberi 2erja.
Peserta Pekerja Bukan Penerima .pah dan Peserta bukan Pekerja )ajib
membayar iuran 42/ pada setiap bulan yang dibayarkan palinglambat
tanggal 1+ 'sepuluh( setiap bulan kepada BP43 2esehatan. Pembayaran
iuran 42/ dapat dilakukan dia)al.
BP43 2esehatan menghitung kelebihan atau kekurangan iuran 42/ sesuai dengan
;aji atau .pah Peserta. Dalam hal terjadi kelebihan atau kekurangan
pembayaran iuran, BP43 2esehatan memberitahukan secara tertulis kepada
Pemberi 2erja dan0atau Peserta paling lambat 1 'empat belas( hari kerja
sejak diterimanya iuran. 2elebihan atau kekurangan pembayaran iuran
diperhitungkan dengan pembayaran Iuran bulan berikutnya.
Iuran premi kepesertaan Badan Penyelenggara 4aminan 3osial 'BP43( 2esehatan
pekerjain-ormal. Besaran iuran bagi pekerja bukan penerima upah itu adalah
:p%&.&++ per bulan untuk layanan ra)at inap kelas III, :p%.&++ untuk
kelas II dan :p&9.&++ untuk kelas I.
3etiap Peserta yang telah terda-tar pada BP43 2esehatan berke)ajiban untuk6
a. membayar iuran dan
22
b. melaporkan data kepesertaannya kepada BP43 2esehatan dengan menunjukkan
identitas Peserta pada saat pindah domisili dan atau pindah kerja.
Jen" Pela$anan
"da % 'dua( jenis pelayanan yang akan diperoleh oleh Peserta 42/, yaitu
berupa pelayanan kesehatan 'man-aat medis( serta akomodasi dan ambulans
'man-aat non medis(. "mbulanshanya diberikan untuk pasien rujukan dari
Hasilitas 2esehatan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BP43
2esehatan.
Pr#ed!r Pela$anan
Peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan pertama-tama harus memperoleh
pelayanan kesehatan pada Hasilitas 2esehatan tingkat pertama. Bila Peserta
memerlukan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, maka hal itu harus
dilakukan melalui rujukan oleh Hasilitas 2esehatan tingkat pertama, kecuali
dalam keadaankega)atdaruratan medis.
Lembaga Pen$elenggara Jam"nan Keehatan Na"#nal %JKN&
42/ diselenggarakan oleh BP43 yang merupakan badan hukum publik milik
/egara yang bersi-at non pro-it dan bertanggung ja)ab kepada Presiden.
BP43 terdiri atas De)an Penga)as danDireksi.
De)an Penga)as terdiri atas F 'tujuh( orang anggota6 % 'dua( orang unsur
Pemerintah, %'dua( orang unsur Pekerja, % 'dua( orang unsur Pemberi 2erja,
1 'satu( orang unsur *okoh $asyarakat. De)an Penga)as tersebut diangkat
dan diberhentikan oleh Presiden.
23
III. KESI'PULAN
Berdasarkan makalah ini dapat disimpulkan6
a. "suransi merupakan mekanisme proteksi atau perlindungan dari risiko
kerugian keuangan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain.
b. 4enis asuransi kesehatan di Indonesia ditinjau dari banyak hal. Ditinjau dari
hubungan ketiga komponen asuransi dibagi menjadi asuransi triparteid dan
biparteid. Ditinjau dari kepemilikan dibagi menjadi Social Health Insurance!
Private Voluntary Health Insurance! dan Regulated Private Voluntary Health.
c. Peran -asilitas kesehatan primer dalam pelayanan asuransi kesehatan di
Indonesia adalah sebagai gatekeeper.
d. Badan Penyelenggara 4aminan 3osial yang selanjutnya disingkat BP43 adalah
badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan
sosial. BP43 terdiri dari BP43 2esehatan dan BP43 2etenagakerjaan. BP43
24
2esehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan
program jaminan kesehatan.
e. BP43 2esehatan akan membayar kepada Hasilitas 2esehatan tingkat pertama
dengan 2apitasi..ntuk Hasilitas 2esehatan rujukan tingkat lanjutan, BP43
2esehatan membayar dengan sistem paket I/" ?B;Is.
DA(TA) PUSTAKA
HI"", '%+++( 6 "anage Care # $ "engintegrasikan Penyelenggaraan dan
Pem%iayaan Pelayanan &esehatan, 4akarta 6 Pusat 2ajian 8konomi
2esehatan H2$-.I.
2emenkes :I. %+1,. Bahan Paparan 'aminan &esehatan (asional ('&() dalam
Sistem 'aminan Sosial (asional) 4akarta6 Bakti Husada.
2emenkes :I. %+1. Buku Pegangan Sosialisasi 'aminan &esehatan (asional
('&() dalam Sistem 'aminan Sosial (asional) 4akarta6 Bakti Husada.
2eputusan menteri kesehatan republik indonesia /omor ,%1 *ahun %+1, *entang
Penyiapan kegiatan penyelenggaraan 4aminan kesehatan nasional.
2ementerian kesehatan republik indonesia. %+1,. Buku pegangan
sosialisasi'aminan kesehatan nasional ('&()*alam sistem +aminan sosial
nasional6 4akarta.
Peraturan Presiden :epublik Indonesia /omor 1% *ahun %+1, *entang 4aminan
2esehatan.
Peraturan $enteri 2esehatan :epublik Indonesia /omor 19 *ahun %+1,
*entang 3tandar *ari- Pelayanan 2esehatan Pada Hasilitas 2esehatan
*ingkat Pertama Dan Hasilitas 2esehatan *ingkat >anjutan Dalam
Penyelenggaraan Program 4aminan 2esehatan.
Putri p, no5ana. %+1,. &onsep pelayanan primer di era '&(. Direktorat bina
upaya kesehatan dasarDitjen bina upaya kesehatan 2emenkes :I 6 4akarta.
3ulastomo. %++1. #suransi &esehatan di Indonesia. 'Diakses pada , $aret %+1(
*as)in. %++. 'enis-'enis #suransi &esehatan. .ni5ersitas Dayanu Ikhsanudin.
Bau-Bau.
*habrany, Hasbullah. %++,. Social Health Insurance Implementation in
Indonesia)8Jecuti5e meeting on De5elopment o- 3ocial Health Insurance
in Indonesia. 4akarta.
25
*jahja, Indira)ati. 3ari, De)i 2. %++F. Peran #suransi *alam Sistem
Pem%iayaan &esehatan di Indonesia. Dalam 6 $ajalah 2esehatan Depkes
:I. /o. 1F,. 4akarta.
*riandaru, 3igit. *otok Budisantoso. %++9. Bank dan ,em%aga &euangan ,ain.
4akarta 6 3alemba 8mpat.
*ridar)ati, 3ri 8ndang. BP'S &esehatan. P*. "3283 6 4a)a *engah.
.ndang- .ndang /omor % *ahun %+11 *entang Badan Penyelenggara 4aminan
3osial 'BP43(.
.ndang- .ndang /omor + *ahun %++ *entang 3istem 4aminan 3osial /asional.
26