Anda di halaman 1dari 38

BAGIAN IKM-IKK LAPORAN HASIL SURVEI

FAKULTAS KEDOKTERAN JUNI 2014


UNIVERSITAS HASANUDDIN

ASPEK KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA
KARYAWAN SUPERMARKET ALFAMART



Oleh:
Sendhy Novia Putri C11109279
Vista Ririn Sito C11109350


Supervisor :
dr. Sultan Buraena, MS, Sp.OK



DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN IKM-IKK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Di negara-negara maju, kesehatan dan keselamatan kerja selalu menjadi isu
penting yang telah dimasukkan ke dalam undang-undang ataupun aturan-aturan yang
mengikat.Pihak-pihak yang terlibat dalam lingkaran kerja pun secara konsisten
menjalankan aturan yang telah diterapkan dengan penuh kesadaran.Sebaliknya, di
negara-negara berkembang, isu kesehatan dan keselamatan kerja nampaknya masih
menjadi hal yang kurang diperhatikan. Walaupun Indonesia telah memiliki undang-
undang tentang keselamatan kerja, namun pelaksanaannya belum menjadi prioritas
yang kadang-kadang diabaikan oleh perusahaan maupun pekerja.
(1)

Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang terjadi di
Indonesia.Berdasarkan data pengawasan norma ketenagakerjaan Departemen Tenaga
Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pada 2006 terdapat 95.624 kasus kecelakaan
kerja. Masih tingginya kasus kecelakaan kerja ini disebabkan karena belum
optimalnya tingkat pemahaman dan kesadaran akan kesehatan dan keselamatan
kerja.
(1)

Pada umumnya kesehatan tenaga pekerja sangat mempengaruhi perkembangan
ekonomi dan pembangunan nasional. Hal ini dapat dilihat pada negara-negara lain
yang sudah lebih dahulu maju. Secara umum bahwa kesehatan dan lingkungan dapat
mempengaruhi pembangunan ekonomi.
Dengan makin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan secara
global dibidang pembangunan secara umum di dunia, Indonesia juga tak mau
ketinggalan dengan melakukan perubahan-perubahan dalam pembangunan baik dalam
bidang teknologi maupun industri. Memasuki Abad 21, Indonesia telah
mencanangkan era industrialisasi.
(1)
Perkembangan di sektor industri tersebut,
menuntut dukungan penggunaan teknologi maju dan peralatan modern, yang antara
lain juga membawa konsekwensi digunakannya berbagai bahan kimia dalam proses
produksi.
(2)

Salah satu industri yang banyak di kelola oleh Pengusaha di Indonesia adalah
usaha Supermarket atau Swalayan. Dalam mengembangkan usaha Supermarket,
tentunya di butuhkan banyak karyawan. Mereka mendapat tugas yang berbeda-beda

di antaranya adalah kasir, pramuniaga, kuli pengangkat barang, maintenance
kelistrikan, dan staf lainnya. Pekerjaan seperti ini dapat memicu timbulnya dampak
negatif seperti kelelahan, keluhan muskuloskeletal, kecelakanaan kerja serta penyakit
akibat kerja.
(3)

Adapun persyaratan untuk sebuah usaha Supermarket adalah:
1. Tempat yang strategis, agar mudah dicapai oleh konsumen
2. Letak meja kasir sebaiknya dekat dengan pintu keluar
3. Sebaiknya ada akses jalan tersendiri untuk kendaraan pengantar barang
sampai ke gudang bagian belakang supermarket
4. Mempunyai jalan masuk dan keluar yang sama
Karyawan Supermarket yang bertugas di bagian apapun, sama-sama mempunyai
resiko untuk mendapat kecelakaan kerja. Karyawan yang bertugas sebagai
maintenance kelistrikan dan kuli pengangkat barang dari mobil barang ke gudang
maupun dari gudang ke dalam supermarket merupakaan karyawan yang sangat rentan
dengan kecelakaan kerja, karena mereka banyak bersentuhan dengan barang-barang
berbahaya, misalnya kabel listrik, terkena pecahan barang, atau keseleo saat
mengangkat beban berat.
Kecelakaan kerja di Supermarket dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang
tidak aman dan sehat, bencana, peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan perilaku
yang tidak aman dari pekerja. Salah satu penyebab perilaku yang tidak aman ini
adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman dalam mewujudkan kesehatan dan
keselamatan kerja di Supermarket.
(3)

Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menjelaskan mengenai
cara mewujudkan kesehatan dan keselamatan kerja di supermarket.

1.2. Tujuan Penelitian
1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang aspek
kesehatan dan keselamatan kerja yang dialami karyawan Supermarket
1.2.2 Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tentang faktor hazard yang dialami karyawan
supermarket

b. Untuk mengetahui tentang alat kerja yang digunakan yang dapat
mengganggu kesehatan karyawan supermarket
c. Untuk mengetahui tentang aspek Alat Pelindung Diri yang digunakan
petugas karyawan supermarket
d. Untuk mengetahui tentang ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan
supermarket.
e. Untuk mengetahui pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai
peraturan (sebelum kerja, berkala, berkala khusus).
f. Untuk mengetahui keluhan/penyakit yang dialami yang berhubungan
dengan pekerjaan pada karyawan supermarket
g. Untuk mengetahui upaya kesehatan dan keselamatan kerja lainnya yang
dijalankan.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Faktor hazard yang dialami karyawan supermarket
Bahaya potensial di Supermarket dapat mengakibatkan penyakit dan
kecelakaan akibat kerja. Yaitu yang disebabkan oleh faktor biologi (virus,
bakteri dan jamur), faktor kimia (antiseptik, gas anestasi), faktor ergonomi (cara
kerja yang salah), faktor fisika (suhu, cahaya, bising, listrik, getaran dan
radiasi), faktor psikososial (kerja bergilir, hubungan sesama karyawan/atasan).
(4)

Bahaya potensial yang dimungkinkan ada di Supermarket, di antaranya
adalah desain/fisik, kebakaran, mekanik, kimia/gas/karsinogen, radiasi dan
risiko hukum/keamanan.
(4)

Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Supermarket, umumnya berkaitan dengan
faktor Fisik (kebisingan, temperature, radiasi), faktor kimia (pemaparan dalam
dosis kecil namun terus menerus seperti sabun pembersih lantai pada kulit),
faktor ergonomic (posisi kerja yang salah), faktor psikososial (hubungan
interpersonal dengan karyawan lain yang buruk, shift kerja bergilir siang dan
malam).
(4)

Berikut merupakan bahaya potensial (faktor hazard) yang dapat dialami
oleh karyawan di supermarket:


- Kasir
1. Fisik: bising (Suara AC dan Generator), Suhu yang terlalu dingin, penyakit
Carpal tunnel syndrome
2. Kimia: bahan iritan yang terkandung dalam sabun antiseptic untuk tanga
3. Biologik : terjangkit kuman yang terdapat pada uang kertas yang sudah
berpindah dari tangan ke tangan
4. Ergonomik: terlalu lama berdiri
5. Psikososial: gaji yang kurang, pekerjaan yang berulang, kerja bergilir, kerja
berlebih, pertanggung jawaban terhadap pekerjaan sangat tinggi. Hubungan
interpersonal dengan karyawan lain baik.
(1,4,5)



- Pekerja Gudang
1. Fisik : bising (suara AC dan Generator), penyakit musculoskeletal karena
mengangkat beban berat, terjatuh
2. Ergonomik : Cara mengangkat barang yang salah
3. Psikososial : Gaji sedikit, Kerja berlebih, hubungan interpersonal dengan
karyawan lain baik

- Maintenance Listik
1. Fisik: kebisingan (suara Generator), tersengat listrik, terjatuh
2. Ergonomik : cara kerja yang salah
3. Psikososial : hubungan interpersonal dengan pekerja lain baik

- Distributor barang
1. Fisik: resiko kecelakaan, mengantuk
2. Ergonomik : posisi menyetir yang terus menerus
3. Kimia : debu di jalan
4. Psikososial : kerja berlebih, shift malam, hubungan interpersonal dengan
karyawan lain baik

- Cleaning Service
1. Fisik : bising (suara generator) terjatuh, kelelahan
2. Kimia: bahan iritan yang terkandung pada sabun pembersih lantai
3. Ergonomi: posisi membungkuk yang lama saat membersihkan lantai
supermarket, terpapar debu saat membersihkan barang-barang
4. Psikososial : Gaji sedikit, Hubungan interpersonal yang baik dengan karyawan
lain

B. Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan karyawan
di Supermarket

1. Benda-benda tajam seperti gunting, barang pecah belah (dari gelas, piring,
porselen, botol sirup, dll yang dapat menyebabkan luka tergores atau
terpotong.

2. Bahan bakar untuk menyalakan Generator saat terjadi pemadaman listrik,
dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Bahan bakar yang di gunakan
diantaranya adalah bensin atau solar.
3. Gerobak pengangkut barang yang di gunakan oleh karyawan yang bekerja
di gudang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal apalagi jika barang
yang di taruh di atas gerobak tersebut sangat berat. Gerobak ini terbuat dari
besi dan jika pegangannya sudah berkarat maka dapat menyebabkan
Dermatitis kontak alergi bila tidak menggunakan sarung tangan saat
memegang dan mendorong gerobak.
4. Kecelakan karena arus listrik. Suatu alat mungkin sudah dirancang dan
dipasang sedemikian rupa sehingga aman bagi pemakai. Namun, karena
suatu keadaan yang belum diketahui dan menyebabkan alat tersebut
mengandung arus listrik terbuka. Keadaan tersebut sering menimbulkan
kaget, shock, gerak reflek ataupun kecelakaan yang fatal.
5. Kecelakaan karena bahan kimia. Beberapa bahan kimia dipergunakan juga
dalam pengolahan makanan, misalnya untuk pembersih, pengawet ataupun
pemberantas hama/tikus.
6. Terpeleset atau terjatuh karena air atau alas kaki yang tidak sesuai dengan
apa yang kita injak dapat menimbulkan sesuatu yang fatal, misalnya jika
kepala atau bagian badan yang lain terbentur sesuatu. Terpeleset juga
terjadi karena beberapa hal, yaitu karena keseimbangan yang kurang dan
lantai yang licin.
(4)


C. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan di Supermarket
Alat pelindung diri yang digunakan di supermarket, yaitu perlengkapan
pakaian yang ditentukan dan penggunaan sarung tangan pada waktu
tertentu.Penggunaan pakaian/seragam ini memang terkesan sederhana, namum
memiliki fungsi yang sangat penting dalam melindungi diri selama
melaksanakan kegiatan di tempat kerja. Adapun perlengkapan tersebut adalah
sebagai berikut:.
1. Sarung tangan (hand gloves)

Sarung tangan digunakan oleh pekerja saat mengatur makanan-makanan
mentah seperti daging dan ikan, dan pada saat mengangkat barang pecah
belah
2. Masker (Mask)
Berfungsi untuk mencegah terhirupnya debu yang dapat menyebabkan
bersin dan penularan penyakit, khususnya untuk pekerja di Gudang.
(1)

3. Kaos kaki atau sepatu tertutup
Berfungsi untuk melindungi pekerja agar tidak jatuh saat menginjak lantai
yang licin, dan tidak terluka saat menginjak pecahan kaca atau barang
pecah belah
(5)



D. Ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan Supermarket
P3K merupakan pertolongan pertama yang harus segera diberikan kepada
korban yang mendapatkan kecelakaan atau penyakit mendadak dengan cepat
dan tepat sebelum korban dibawa ke tempat rujukan. P3K sendiri ditujukan
untuk memberikan perawatan darurat pada korban, sebelum pertolongan yang
lebih lengkap diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan lainnya.
(6)

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1969 Pasal 19: Setiap
badan, lembaga atau dinas pemberi jasa, atau bagiannya yang tunduk kepada
konvensi ini, dengan memperhatikan besarnya dan kemungkinan bahaya harus
menyediakan apotik atau pos P3K sendiri, memelihara apotik atau pos P3K
bersama-sama dengan badan, lembaga atau kantor pemberi jasa atau bagiannya
dan mempunyai satu atau lebih lemari, kotak atau perlengkapan P3K.
(6)

Dalam upaya pengawasan P3K maka perlu tersedia fasilitas dan personil
P3K.Fasilitas dapat berupa kotak P3K, isi kotak P3K, buku pedoman, ruang
P3K, perlengkapan P3K (alat perlindungan, alatdarurat, alat angkut dan
transportasi).Personil terdiri dari penanggung jawab: petugas P3K yang telah
menerima sertifikat pelatihan P3K ditempat kerja.
(6)

Rekomendasi minimum failitas yang tersedia dalam kotak P3K tipe I yaitu
kasa steril terbungkus, perban (lebar 5 cm), perban (lebar 7,5 cm), plester (lebar
1,25 cm), plester cepat, kapas (25 gram), perban segitiga/mettela, gunting,
peniti, sarung tangan sekali pakai, masker, aquades (100 ml lar saline), povidon

iodin (60 ml), alkohol 70%, buku panduan P3K umum, buku catatan, daftar isi
kotak. Sedangkan pada kotak P3K tipe II terdiri dari kasa steril terbungkus,
perban (lebar 5 cm), perban (lebar 7,5 cm), plester (lebar 1,25 cm), plester
cepat, kapas (25 gram), perban segitiga/mettela, gunting, peniti, sarung tangan
sekali pakai, masker, bidai, pinset, lampu senter, sabun, kertas pembersih
(Cleaning Tissue), aquades (100 ml lar saline), povidon iodin (60 ml), alkohol
70%, buku panduan P3K umum.
(6)

Secara umum penentuan jenis dan jumlah kotak yang disediakan tergantung
dari jumlah pekerja.
(6)


Tabel 1. Jumlah kotak P3K tiap unit kerja

Untuk jumlah personil P3K sendiri ditentukan oleh faktor risiko bahaya di
tempat kerja dan jumlah pekerja.
(6)


Tabel 2. Jumlah petugas P3K

E. Pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum
kerja,berkala,berkala khusus)
Dalam upaya pengendalian penyakit akibat kerja dan kecelakaan melalui
penerapan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja di rumah sakit
termasuk tenaga kerja di Supermarket, ada berbagai macam cara yang dilakukan

salah satunya yaitu pengendalian melalui jalur kesehatan. Upaya ini dilakukan
untuk menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal
(recognition) kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang dapat tumbuh pada
setiap jenis pekerjaan di unit pelayanan kesehatan dan pencegahan meluasnya
gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap
orang disekitarnya.Dengan deteksi dini, maka penatalaksanaan kasus menjadi
lebih cepat, mengurangi penderitaan dan mempercepat pemulihan kemampuan
produktivitas masyarakat pekerja.Disini diperlukan system rujukan untuk
menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan tepat (prompt-
treatment).Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan
kesehatan pekerja yang meliputi:
1. Pemeriksaan Awal
Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum
seseorang calon / pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulai
melaksanakan pekerjaannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh
gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui apakah
calon pekerja tersebut ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan
pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya. Pemerikasaan kesehatan awal
ini meliputi :
- Anamnese umum
- Anamnese pekerjaan
- Penyakit yang pernah diderita
- Alergi
- Imunisasi yang pernah didapat
- Pemeriksaan badan
- Pemeriksaan laboratorium rutin
- Pemeriksaan tertentu (Tuberkulin test, Psikotest).
(7)


2. Pemeriksaan Berkala
Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara
berkala dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya
resiko kesehatan yang dihadapi. Makin besar resiko kerja, makin kecil jarak
waktu antar pemeriksaan berkala Ruang lingkup pemeriksaan disini

meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus seperti pada
pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan
lainnya, sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan.
(7)

3. Pemeriksaan Khusus
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada
khusus diluar waktu pemeriksaan berkala, yaitu pada keadaan dimana ada
atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja.
Sebagai unit di sektor kesehatan pengembangan K3 tidak hanya untuk
intern di Tempat Kerja Kesehatan, dalam hal memberikan pelayanan
paripurna juga harus merambah dan memberi panutan pada masyarakat
pekerja di sekitarnya, utamanya pelayanan promotif dan preventif.
Misalnya untuk mengamankan limbah agar tidak berdampak kesehatan bagi
pekerja atau masyarakat disekitarnya, meningkatkan kepekaan dalam
mengenali unsafe act dan unsafe condition agar tidak terjadi kecelakaan
dan sebagainya.
(7)


F. Penyakit yang dialami berhubungan dengan pekerjaan pada karyawan di
supermarket
Penyakit yang sering dijumpai pada karyawan di Supermarket, antara lain:
1. ganguan muskuloskeletal atau Musculoskeltal Disorder (MSD).Ada
beberapa faktor yang dapat menyebabkan MSD pada karyawan di
supermarket, namun faktor utamanya berupa tenaga yang dipaksakan
(force), posisi yang tidak sesuai (awkward postures) dan pengulangan
pekerjaan(repetition).
(8)

2. Luka tusuk dan Luka robekan, ada banyak pemicu terjadinya luka tusuk
atau luka robek pada karyawan di supermarket, di antaranya adalah
tertusuk pecahan barang-barang yang tidak sengaja dijatuhkan oleh
pekerja tersebut, atau tertimpa barang berat saat bekerja khususnya di
gudang



3. Luka bakar dan tersengat listrik. Hal seperti ini paling banyak terjadi pada
pekerja di bagian maintenance kelistrikan karena sangat sering
bersentuhan dengan alat-alat listrik.


4. Carpal Tunnel Syndrome, sering terjadi pada kasir sebuah supermarket
karena setiap hari bertugas untuk menghitung uang saat selesai bekerja.
(9)

G. Upaya K3 lainnya yang dijalankan
1. Memonitor semua proses pekerjaan karyawan supermarket, yang dilakukan
untuk memberikan jaminan bahwa parameter-parameter yang ditentukan
sudah dipenuhi dengan baik.
(9)

2. Memberikan pembekalan terhadap karyawan mengenai bahaya di tempat
kerja, sanitasi lingkungan kerja serta melatih teknik-teknik bekerja secara
aman agar risiko terjadinya kecelakaan kerja dapat diturunkan secara
signifikan.
(9)




















BAB III
BAHAN, CARA, LOKASI, DAN JADWAL SURVEI

A. Bahan
Bahan yang digunakan adalah checklist (daftar temuan) bukan kuisioner
yang dikelompokkan sesuai jenis dan banyaknya tujuan khusus.Checklist
digunakan untuk mendata apa yang didapatkan dari hasil survei pada karyawan
di supermarket. Dan digunakan pula kamera untuk mendokumentasikan suasana
tempat kerja.

B. Cara
Cara yang digunakan adalah Walk Thru Surveyyang merupakan teknik
utama yang penting untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya di
lingkungan kerja yang dapat memberikan efek atau gangguan pada kesehatan
pekerja yang terpajan.

C. Lokasi Survei
Survey dilakukan di Supermarket Alfamart jl. Perintis No.23, Kota
Makassar, Sulawesi-Selatan

D. Jadwal Survei
Survei dilakukan pada hari Senin-Selasa (9-11 Juni 2014) dengan agenda
sebagai berikut:
No. Tanggal
Kegiatan
1. 9 Juni 2014
- Melapor ke bagian K3 RS Ibnu Sina
- Pengarahan kegiatan
- Pembuatan proposal walk thru survey
2. 10 Juni 2014
- Walk thrusurvey
- Pembuatan laporan walk thru survey
3.
11 Juni 2014
- Presentasi laporan walk thru survey


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI
a. Hazard lingkungan kerja
- Kasir
Fisik: bising (Suara AC dan Generator), Suhu yang terlalu dingin, penyakit Carpal
tunnel syndrome
Kimia: bahan iritan yang terkandung dalam sabun antiseptic untuk tanga
Biologik : terjangkit kuman yang terdapat pada uang kertas yang sudah berpindah dari
tangan ke tangan
Ergonomik: terlalu lama berdiri
Psikososial: gaji yang kurang, pekerjaan yang berulang, kerja bergilir, kerja berlebih,
pertanggung jawaban terhadap pekerjaan sangat tinggi. Hubungan interpersonal
dengan karyawan lain baik.
(1,4,5)


- Pekerja Gudang
Fisik : bising (suara AC dan Generator), penyakit musculoskeletal karena mengangkat
beban berat, terjatuh
Ergonomik : Cara mengangkat barang yang salah
Psikososial : Gaji sedikit, Kerja berlebih, hubungan interpersonal dengan karyawan
lain baik

- Maintenance Listik
Fisik: kebisingan (suara Generator), tersengat listrik, terjatuh
Ergonomik : cara kerja yang salah
Psikososial : hubungan interpersonal dengan pekerja lain baik


- Distributor barang
Fisik: resiko kecelakaan, mengantuk
Ergonomik : posisi menyetir yang terus menerus
Kimia : debu di jalan
Psikososial : kerja berlebih, shift malam, hubungan interpersonal dengan karyawan
lain baik
- Cleaning Service
Fisik : bising (suara generator) terjatuh, kelelahan
Kimia: bahan iritan yang terkandung pada sabun pembersih lantai
Ergonomi: posisi membungkuk yang lama saat membersihkan lantai supermarket,
terpapar debu saat membersihkan barang-barang
Psikososial : Gaji sedikit, Hubungan interpersonal yang baik dengan karyawan lain

Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan
- kasir
Alat kerja yang digunakan mesin kasir yang dapat menyebabkan penyakit
CTS karena terlalu sering mengetik menggunakan 10 jari.
- pekerja gudang
gerobak pengangkut barang yang dapat menyebabkan keluhan
muskuloskeletal berupa low back pain
- maintance listrik
benda benda tajam seperti obeng dan lain- lain dapat menyebabkan
kecelakan seperti luka tusuk dan luka tersengat listrik


- distributor barang
mobil dapat menyebabkan kecelakaaan lalu lintas
- cleaning service
sabun pembersih lantai dapat menyebabkan iritasi pada kulit

APD yang digunakan
APD yang digunakan oleh para petugas,
kasir : sarung tangan
pekerja gudang : sarung tanggan, kaos kaki, masker
maintenance listrik : sarung tangan, alas kaki
distributor barang : sabuk pengaman saat mengendarai truk
cleaning service : sarung tangan ,alas kaki

Pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum
bekerja, berkala, berkala khusus)
kasir, pekerja gudang, maintenance listrik, distributor barang, cleaning
service
Para pekerja memeriksakan kesehatannya hanya saat sakit saja.Tidak ada
pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum
bekerja, berkala, dan berkala khusus).
Keluhan/penyakit yang dialami berhubungan dengan pekerjaan
kasir, pekerja gudang, maintenance listrik, distributor barang, cleaning
service
Keluhan kesehatan/sakit yang paling sering adalah sakit punggung, luka iris
akibat benda tajam.Luka iris tersebut diakibatkan saat pekerja tidak sengaja

menjatuhkan barang pecah belah.

Upaya K3 lainnya yang dijalankan
kasir, pekerja gudang, maintenance listrik, distributor barang, cleaning
service
Menurut kepala manejer Supermarket, pernah dilaksanakan penyuluhan dan
pelatihan tentang K3 oleh mahasiswa K3 dari suatu universitas, namun tidak
ada bukti berupa sertifikat, hanya ada daftar hadir. Di tempat kerja juga tidak di
temukan kotak P3K.


PEMBAHASAN
Supermarket Alfamart terletak di jl.Perintis no.32, Makassar.Unit ini
terdiri dari 2 lantai dan empat ruang utama, yaitu ruang manejer, ruang pegawai,
toko, dan gudang.Untuk Gudang terbagi lagi menjadi 2 ruangan, yaitu ruang
penerimaan barang di lantai 1 dan ruang penyimpanan barang di lantai 2.Jadi
jika ada barang yang habis, karyawan gudang yang diperintahkan mengambil
barang tersebut, dan para pramuniaga yang menyusun di rak penjualan
barang.Lokasi supermarket ini terbilang sangat strategi karena terletak di pinggir
jalan sehingga mudah terjangkau oleh siapapun. Di depan supermarket juga
tersedia tempat parkir yang cukup luas.
Faktor hazard yang dialami karyawan di supermarket Alfamart
Dari hasil survei langsung di tempat kerja karyawan supermarket Alfanart
yang kami lakukan didapatkan adanya faktor hazard yang dapat dialami para
karyawan tersebut, seperti faktor fisik, yaitu kebisingan, listrik, suhu, dan
peralatan. Dan yang paling terlihat adalah faktor suhu dimana ruangan terasa
sangat dingin, namun tidak ada alat pengukur temperatur.Terdapat juga faktor
kimia jenis larutan yang berasal dari bahan pembersih lantai khususnya untuk
petugas cleaning service.Faktor biologi juga menjadi faktor hazard bagi
karyawan yang bertugas sebagai kasir, yang bersumber dari uang yang
berpindah dari tangan ke tangan yang bisa saja terkontaminasi bakteri. Faktor

ergonomi juga berpengaruh dimana posisi tubuh saat berkerja yang lebih sering
berdiri pada petugas kasir dan pramuniaga, posisi membungkuk pada pekerja
gudang dan cleaning service yang mengangkat barang-barang dan
membersihkan lingkungan kerja membuat mereka cenderung mengalami
masalah ketidaknyamanan.

A. Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan karyawan
Supermarket Alfamart
Alat kerja yang digunakan yang dapat mengganggu kesehatan petugas
dapur, yaitu pisau dan gunting (atau benda tajam lainnya).Dimana alat ini terus-
menerus digunakan dan bisa menimbulkan luka pada petugas apabila kurang
hati-hati dalam menggunakannya.
B. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan karyawan Supermarket
Alfamart
APD yang digunakan para karyawan Supermarket Alfamart sudah cukup
memenuhi standar dimana mereka memakai APD yang terdiri dari sarung
tangan, masker, dan alas kaki. Karena standar yang seharusnya ada, sarung
tangan,masker dan alas kaki.
C. Ketersediaan obat P3K di tempat kerja karyawan Supermarket Alfamart
Pada saat survei di Supermarket Alfamarttidak tampak keetersediaannya obat
P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).Hal ini tentu saja perlu
diperhatikan mengingat ada bahaya kerja yang dapat dialami oleh para
karyawan di tempat kerja.Alangkah lebih baik jika ada obat P3K karena apabila
sewaktu-waktu ada petugas yang terluka, misalnya luka akibat benda tajam, bisa
ditangani segera.

D. Pemeriksaan kesehatan yang pernah dilakukan sesuai peraturan (sebelum
kerja, berkala, dan khusus) di Supermarket Alfamart
Pemeriksaan kesehatan bagi para karyawan di Supermarket Alfamart masih
sangat kurang dan cenderung dilakukan pada saat sakit saja, dan pemeriksaan
kesehatan sebelum kerja dan secara berkala belum dilakukan.



E. Penyakit yang dialami berhubungan dengan pekerjaan pada karyawan
Supermarket Alfamart
Keluhan kesehatan atau penyakit yang sering dialami oleh karyaman
supermarket alfamart adalah keluhan musculoskeletal berupa nyeri punggung
terutama pada yang seing mengangkat beban berat.Selain itu, mereka juga
sering mengalami luka akibat benda tajam yang disebabkan seringnya mereka
kontak dengan barang pecah belah yang tidak jarang terjatuh saat pengangkatan
barang.Namun saat survei lapangan, keluhan tersebut tidak dialami oleh para
pekerja.

F. Upaya K3 lainnya di Supermarket Alfamart
Upaya K3 lainnya yang di jalankan seperti penyuluhan/pelatihan,
pengukuran/pemantauan lingkungan tentang hazard yang pernah dilakukan
yaitu penyuluhan dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja.

Narasi
Survey kami dilakukan pada hari selasa , tanggal 10 Juni 2014. Kami
melakukan survey pada pukul 14.00 hingga pukul 16.00. Survey yang kami lakukan
bertempat di Alfa Mart Jln. Perintis Kemerdekaan No. 32 Makassar. Selama
melakukan survey di Alfa Mart kami disambut degan hangat oleh karyawan-
karyawati Alfa Mart. Alfa Mart merupakan sebuah ruko yang berlantai 2, dimana
lantai 1 digunakan untuk menjual barang dan gudang penerima barang dan lantai 2
digunakan untuk ruang manajer, ruang pegawai dan gudang penyimpanan barang,
dengan ukuran 14x8 meter. Kondisi Alfa Mart ber cat putih merah dan bertata rapi.
Alfa Mart memiliki 15orang karyawan yang dibagi dalam 3 shift pagi, siang,
dan malam. Dari 15 orang karyawan tersebut mereka dibangi menjadi kasir, pekerja
gudang, distributor barang, cleaning service dan maintenance listrik.
Pada saat kami melakukan Survey kami mengamati pembeli yang dengan
mudah menemukan barang yang di cari karena barang-barang di Alfa Mart sudah
tersusun rapi dan dikelompokkan dengan baik.Pembeli juga dapat dengan cepat di
layani saat membayar karena ada dua meja kasir yang di buka dan mesin kasir yang di
gunakan juga merupakan mesin kasir yang masih baru.Kami juga sempat mengamati

petugas yang bekerja di gudang yang sedang mendorong barang menggunakan
gerobak barang.
Setelah kami mengamati keadaan di area tempat kerja, kami kemudian
mewawancarai manajer dan salah satu pegawai supermarket alfamart mengenai
checklist dan penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja di supermarket
tersebut .setelah itu kami meminta izin untuk mengambil gambar di sekitar area
tempat kerja tersebut, namun kami tidak di izinkan untuk mengambil gambar di lantai
2, jadi kami hanya boleh mengambil gambar di lantai 1.



























BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan walk through survey, maka didapatkan beberapa kesimpulan,
yaitu:
1. Terdapatnya beberapa faktor hazard di Supermarket Alfamart, yaitu:
- Faktor fisik berupa kebisingan yang sumbernya dari AC dan mesin
pendingin di berbagai tempat; suhu yang berupa suhu rendah.
- Faktor kimia yang berasal dari cairan pembersih lantai
- Faktor biologi yang berasal dari uang kertas
- Faktor ergonomi yang berasal dari cara kerja petugas dalam posisi
berdiri (kasir) dan membungkuk (saat mengangkat barang dan
membersihkan lingkungan tempat kerja).
2. Alat-alat kerja yang digunakan dan dapat mengganggu kesehatan dan
menyebabkan kecelakaan kerja petugas berupa pisau dan gunting.
3. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh karyawan di supermarket
alfamidi berupa, sarung tangan, masker dan alas kaki cukup memenuhi
standar karyawan supermarket.
4. Pemeriksaan kesehatan yang belum sesuai peraturan yaitu pemeriksaan
kesehatan pada awal bekerja, secara berkala, dan berkala khusus.
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada saat sakit saja.
5. Jenis keluhan atau penyakit yang sering terjadi pada petugas gizi yaitu
keluhan sakit punggung dan luka akibat benda tajam.
6. Upaya K3 lainnya yaitu penyuluhan dan pelatihan kepada karyawan,
namun ketersediaan obat P3K di supermarket belum dilakukan.




B. Saran
1. Diharapkan agar pengelola Supermarket memberikan pengarahan mengenai
kesehatan dan keselamatan kerja pada semua petugas yang bekerja di
Supermarket Alfamart.
2. Diharapkan agar pengelola Supermarket Alfamart untuk melengkapi
perlindungan diri bagi petugas yang belum memadai.
3. Diharapkan agar para karyawan di Supermarket melakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala
4. Diharapkan agar pengelolah supermarket menyediakan kotak P3K di dalam
supermarket Alfamidi























DAFTAR PUSTAKA

1. Anonimous. Tugas KSK Paper Mandiri. [Online on 2010], [Cited on September
2013]. Available from:http://daincredible.files.wordpress.com/2010/01/tugas-
ksk-paper-mandiri.docx.
2. Hendrawansilondae.Hubungan Beban Kerja dan Ergonomis.[Online] 23 juni 2005
[citied 2009February 11]. Available from:
URL:http://www.hendrassiteblogger.com.
3. Astrid Sulistomo. Diagnosis Penyakit Akibat Kerja dan Sistem Rujukan. [Online]
2002 [citied 2009February 11]. Available from: URL:
http://www.cerminduniakedokteran.com
4. Sutjana I Dewa Putu. Hambatan Dalam Penerapan K3 dan Ergonomi di
Perusahaan. [Online] 29 Juli 2006 [citied 2009February 11]. Bagian Fisiologi
Fakultas Kedokteran Program Pascasarjana Universitas Udayana.
5. Anonim. Serasikan Alat, Cara dan Lingkungan Kerja. [online] 8 agustus 2008
[citied 2009February 11]. Available from http://www.unmul.ac.id
6. Staff Dosen Emergency MedicineUniversity of Sumatera Utara.Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja. [Onlineon 2013], [Cited on
September 2013]. Available from: http://ocw.usu.ac.id/course/detail/pendidikan-
dokter-s1/1110000130-emergency-medicine.html.

7. Anonim. Prinsip Dasar Kesehatan Kerja.[online] [citied 2009 February 11].
Available from URL: http://www.depkes.go.id
8. Notoatmojo Soekidjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat.Prinsip-Prinsip DasarJakarta:
Penerbit Rineka Cipta. 1996
9. Ladou Joseph. Current Occupational & Environmental Medicine.San Fransisco :
Mc Graw Hill.



LAMPIRAN:
1. CHECKLI ST K3 KARYAWAN
DISUPERMARKET ALFAMART
MAKASSAR
2. FOTO AREA TEMPAT KERJA
KARYAWAN
DISUPERMARKET ALFAMART
MAKASSAR
































LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI KASIR KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis) AC
Jumlah pekerja

2 Orang
Berlangsung pada saat bekerja
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis) lampu
Jumlah pekerja 2 orang
Berlangsung pada saat bekerja
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia cair
Nama bahan Phathalates
Jumlah pekerja 2 orang
G. Faktor Biologi
Sumber Uang kertas
Hygine perorangan Bakteri
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja berdiri
Cara bekerja Mengetik
Ketata Runahtanggan (house Keeping) Teratur
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja Pagi, siang, malam
Hubungan Interpersonal Baik
Beban kerja Kurang
Kemampuan Cukup
Gaji Sesuai
II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan Sarung tangan
Kegunaan : Terus-menerus


Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD Dibersihkan
Pemakaian selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN









LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
PEKERJA
GUDANG KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis) AC
Jumlah pekerja 1 orang
Berlangsung pada saat Bekerja
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis) matahari
Jumlah pekerja 1 orang
Berlangsung pada saat bekerja
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia cair
Nama bahan Detergen
Jumlah pekerja 1 orang
G. Faktor Biologi
Sumber Sisa makanan
Hygine perorangan Bakteri
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja bungkuk
Cara bekerja mengangkat
Ketata Runahtanggan (house Keeping) Teratur
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja Pagi, siang, malam
Hubungan Interpersonal Baik
Beban kerja Banyak
Kemampuan Cukup
Gaji sesuai
II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan
Sarung
tangan,alas kaki

Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD Dibersihkan
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN








LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
MAINTENANCE
LISTRIK KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis) lampu
Jumlah pekerja 1 orang
Berlangsung pada saat bekerja
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia cair
Nama bahan oli
Jumlah pekerja 1 orang
G. Faktor Biologi
Sumber Besi
Hygine perorangan Bakteri
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja berdiri
Cara bekerja Memasang
Ketata Runahtanggan (house Keeping) Teratur
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja Pagi, siang, malam
Hubungan Interpersonal Baik
Beban kerja Banyak
Kemampuan Cukup
Gaji Kurang
II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan
Sarung
tangan,alas kaki

Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD Dibersihkan
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN








LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
DISTRIBUTOR
BARANG KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis) matahari
Jumlah pekerja 2 orang
Berlangsung pada saat Bekerja
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia cair
Nama bahan
Phathalates dan
formalin
Jumlah pekerja 2 orang
G. Faktor Biologi
Sumber Kotak makanan
Hygine perorangan Bakteri
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja bungkuk
Cara bekerja mengangkat
Ketata Runahtanggan (house Keeping) Teratur
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja Pagi, siang, malam
Hubungan Interpersonal Baik
Beban kerja Banyak
Kemampuan Cukup
Gaji Kurang
II. ALAT YANG DIGUNAKAN
Jenis alat kerja: Alat tangan Sarung

tangan,alas kaki
Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD Dibersihkan
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN








LAMPIRAN CHECKLIST
NO ASPEK YANG DINILAI
CLEANING
SERVICE KET. TAMBAHAN
YA TIDAK
I. HAZARD LINKUNGAN KERJA
A. Faktor Kebisingan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
B. Faktor pencahayaan
Sumbernya (Jenis) Lampu
Jumlah pekerja 1 orang
Berlangsung pada saat bekerja
C. Faktor Temperatur
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
D. Faktr Tekanan
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
E. Faktor Getaran
Sumbernya (Jenis)
Jumlah pekerja
Berlangsung pada saat
F. Faktor Kimia
Jenis bahan kimia cair
Nama bahan Pembersih lantai
Jumlah pekerja 1 orang
G. Faktor Biologi
Sumber Sisa makanan
Hygine perorangan Bakteri
H. Faktor Ergonomi
Posisi tubuh saat bekerja berdiri
Cara bekerja Mengepel
Ketata Runahtanggan (house Keeping) Teratur
I. Faktor Psikososial
Jadwal kerja Pagi, siang, malam
Hubungan Interpersonal Baik
Beban kerja Banyak
Kemampuan Cukup
Gaji Kurang
II. ALAT YANG DIGUNAKAN

Jenis alat kerja: Alat tangan
Sarung
tangan,alas kaki
Kegunaan : Terus-menerus

Alat kerja yang berhunbungan dengan
badan

Alat kerja yang berhunbungan dengan
Listrik

Alat kerja yang berhunbungan dengan cara
kerja
III. ALAT PELINDUNG DIRI
Jenis: 1. Celemek
2. Sarung Tangan (gloves)

Pemeliharaan APD Dibersihkan
Pemakaiyan selama bekerja
IV. PEMERIKSAAN KESEHATAN
Bukti pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan: Awal.Berkala
Berkala khusus
Hasil
Peraturan Perusahaan
V.
RAMBU-RAMBU TENTANG K3 DI TEMPAT
KERJA
Peraturan
Berhubungan dengan pekerjaan
Terdapat petugas K3
Rambu-rambu tentang pengunaan APD
VI. KELUHAN KESEHATAN ATAU SAKIT

Izin kunjungan klinik / rs / balai
pengobatan
Surat cuti sakit
Jenis keluhan / penyakit yang paling seing
VII. UPAYA K3 LAINNYA
Penyuluhan:
Pelatihan:
Pemantauan hazard / pengukuran
Rambu-rambu bahaya
Rambu-rambu evakuasi
VIII. LAIN-LAIN