Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH SARAPAN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA DI

SEKOLAH

ABSTRAK

1. PENDAHULUAN
Setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhinya, manusia beraktivitas dari
pagi hingga malam hari demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Tidak terkecuali bagi para siswa,
para siswa harus mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah dari pagi hingga siang hari. Untuk
mendukung serta memenuhi kebutuhannya saat melakukan aktivitas, siswa harus mendapatkan
asupan nutrisi untuk membantunya berkonsentrasi saat menerima pelajaran. Mengingat kadar
gula dalam tubuh manusia sangat rendah di pagi hari. Asupan nutrisi tersebut dapat diperoleh
dari sarapan. Di jaman yang serba instan ini, seringkali siswa melewatkan sarapan karena alasan
malas, sarapan dipandang hanya sebagai pengganjal perut namun perlu diketahui bahwa sarapan
memberikan manfaat yang sangat penting bagi siswa terutama dalam meningkatkan kinerja otak
agar dapat berkonsentrasi dengan baik saat mengikuti proses pembelajaran.
Sarapan memberikan pengaruh positif terhadap otak anak usia sekolah, otak menjadi
lebih peka dan mudah untuk berkonsentrasi. Tubuh anak usia sekolah hanya memiliki sedikit
cadangan makanan saat makan malam 7-8 jam sebelumnya, sementara itu mereka membutuhkan
sampai 1/3 asupan nutrisi dari makanan untuk mengisi kembali cadangan energinya. Dengan
mengkonsumsi makanan secara benar dan tepat di pagi hari, para siswa akan lebih fokus dan
materi yang disampaikan oleh guru di sekolah akan terserap dengan baik..
Bagi anak usia sekolah melewatkan sarapan dapat memberikan dampak yang buruk.
Karena tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, siswa akan sulit untuk berkonsentrasi.
Akibatnya siswa akan mengalami kekosongan lambung selama 10-11 jam dan mengakibatkan
kadar gula dalam tubhnya menurun sehingga siswa akan merasa sangat lapar, mudah lelah dan
mengantuk. Hal tersebut akan mengganggu proses belajar seorang siswa di sekolah.
Dengan permasalahan diatas, penulis mengambil judul : Pengaruh Sarapan Terhadap
Konsentrasi Belajar Siswa Di Sekolah. Berdasarkan judul diatas, pertanyaan yang akan penulis
angkat adalah Mengapa sarapan dapat mempengauhi konsentrasi belajar siswa di sekolah?.
Dalam jurnal ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan dan literatur yaitu dengan
mempelajari dan mengkaji informasi yang ada hubungannya dengan masalah yang akan dibahas
yaitu pengaruh sarapan terhadap konsentrasi belajar siswa.

2. REVIEW TEORI
2.1 Pengertian Sarapan
Sarapan dapat diartikan menjadi dua yakni sebagai makanan dan aktivitas.
Sarapan merupakan asupan nutrisi (makanan) yang dikonsumsi di pagi hari. Sedangkan sebagai
aktivitas, sarapan merupakan kegiatan memakan atau mengkonsumsi makanan di pagi hari.
Sarapan biasanya dilakukan secara teratur antara pukul 07.00-09.00 pagi. Sarapan merupakan
waktu makan yang paling penting dan sangat dianjurkan untuk dipenuhi.

2.2 Kebiasaan sarapan
Sarapan merupakan hal yang penting untuk dilakukan guna menunjang tubuh kita dalam
beraktivitas terutama bagi para siswa. Sarapan memberikan pengaruh positif terhadap kinerja
otak, otak menjadi lebih peka dan mudah untuk berkonsentrasi. Tubuh anak usia sekolah hanya
memiliki sedikit cadangan makanan saat makan malam 7-8 jam sebelumnya, sementara itu
mereka membutuhkan sampai 1/3 asupan nutrisi dari makanan untuk mengisi kembali
cadangan energinya. Dengan mengkonsumsi makanan secara benar dan tepat di pagi hari, para
siswa akan lebih fokus dan materi yang disampaikan oleh guru di sekolah akan terserap dengan
baik..
Kesadaran para siswa untuk mengkonsumsi sarapan setiap harinya masih sangat kurang.
Sebagian besar anak melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah dikarenakan malas dan
hanya sarapan dengan minuman (susu, teh, dan air putih). Saat melewatkan sarapan, siswa akan
merasa lapar sehingga sulit untuk berkonsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah.

Sarapan yang baik bagi anak usia sekolah adalah sarapan yang banyak menganndung
karbohidrat. Karbohidrat yang dimaksud adalah karbohidrat yang mengandung vitamin dan serat
yang dapat dicerna oleh tubuh anak secara pelahan-lahan. Sarapan yang baik dapat dilakukan
dengan mengkonsumsi nasi, roti, kentang, jagung, dan pasta dengan porsi yang cukup. Sarapan
dengan baik dan teratur mampu memberikan nilai lebih pada fungsi otak, yaitu membantu
memusatkan pikiran dalam belajar dan memudahkan anak dalam menyerap pelajaran. Apabila
dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan, tingkat konsentrasi dan kemampuan penyerapan
anak yang melakkukan sarapan secara teratur akan lebih baik. Sebuah survei yang dilakukan
pada anak-anak dan remaja menyebutkan bahwa anak yang sarapan dengan teratur akan
memiliki perfoma yang lebih menonnjol. Anak lebih mudah untuk memusatkan perhatian pada
pelajaran, cenderung akan berperilaku lebih positif, kooperatif, mudah berteman dan dapat
menyelesaikan masalah dengan baik. Perbedaan dapat terlihat jelas pada anak yang tidak
sarapan, mereka cenderung tidak dapat berfikir dengan baik , selalu terlihat malas dan mudah
mengantuk (http//kapanlagi/sarapan).

2.3 Manfaat dan Fungsi Sarapan
a. Manfaat
Sarapan memberikan banyak manfaat terutama bagi anak usia sekolah. Diantaranya
adalah dapat meningkatkan konsentrasi dalam melakukan proses belajar, meningkatkan kekuatan
dan ketahanan stamina saat beraktivitas agar dapat bekerja dan belajar dengan baik, serta
membuat koordinasi yang baik antar panca indera, mengontrol berat badan, mengurangi
kelelahan dan mengantuk saat beraktifitas. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan seorang pakar
gizi dari Institute Pertanian Bogor (IPB), Drajat Martianto phD, mengatakan bahwa sarapan
bermanfaat besar sebagai penyedia bahan bakar dan zat gizi untuk berpikir dan beraktivitas.

Sarapan memberikan banyak manfaat positif terhadap perilaku belajar anak. Diantaranya
adalah anak akan lebih mudah mengingat pelajaran yang diberikan, mudah untuk berkonsentrasi,
keadaan emosi anak akan cenderung lebih baik, serta anak akan terlihat lebih percaya diri.
Berdasarkan penelitian dari para ahli mengungkapkan bahwa sarapan akan berdampak besar
terhadap anak usia sekolah yakni dapat menambah kecerdasan akademik dan kemampuan
psikosial.
b. Fungsi
Sarapan memiliki fungsi utama sebagai penghasil energi untuk beraktivitas. Selain
berfungsi sebagai penghasil energi sarapan juga berfungsi sebagai pembangun dan pemelihara
kinerja tubuh, serta sebagai pengatur proses kerja dalam tubuh. Hal tersebut diperkuat oleh
penelitian yang telah dilakukan oleh ahli gizi dari akademi gizi Bogor, Tuti Soernnadi.
Dikatakan bahwa sarapan berfungsi menghasilkan pasokan energi bagi tubuh untuk melakukan
segala aktivitas serta pemeliharaan jaringan dalam tubuh.

3. PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISA

Di jaman yang serba instan seperti sekarang banyak orang melewatkan sarapan. Terutama
anak usia sekolah, mereka melewatkan sarapan dengan berbagai alasan, seperti malas, sarapan
hanya sebagai pengganjal perut, takut terlambat, dan lain-lain. Tidak disadari bahwa sarapan
merupakan kebutuhan alamiah dari tubuh manusia untuk menunjang aktivitasnya. Oleh karena
itulah sering kita lihat siswa menjadi sulit menyerap peralajaran di sekolah, mudah mengantuk
dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Hal tersebut dikarenakan oleh perut yang lapar dan
kadar gula dalam tubuh siswa menurun.
Sarapan memberikan banyak pengaruh positif bagi tubuh siswa. Hal itu disebabkan
karena sarapan sangat mempengaruhi perfoma siswa di sekolah dalam menerima pelajaran yang
disampaikan oleh pengajar. Dengan sarapan siswa tidak akan merasakan gejala seperti lemas,
letih, mudah mengantuk, dan lain-lain. Selain itu sarapan dapat membantu siswa untuk lebih
fokus dan merespon pertanyaan-pertanyaan dari guru dengan baik. Negara bagian Minnesta,
Amerika Serikat, pernah mengadakan penelitian tentang korelasi antara makan pagi dengan
prestasi anak di sekolah. Hasilnya, pelajar yang selalu makan pagi sebelum berangkat sekolah
memiliki performa yang lebih baik dalam matematika dan membaca serta meningkatkan rentang
perhatian mereka.
Sarapan yang baik dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung
unsur karbohidrat, vitamin serta mineral secukupnya yang dapat membangun serta mengatur sel-
sel jaringan tubuh. Hal tersebut dikarenakan unsur karbohidrat, vitamin serta mineral yang cukup
akan membantu membangun serta mengatur sel-sel jaringan tubuh selama beraaktivitas
sepanjang hari. Para ahli gizi di berbagai negara menyebutkan secara kuantitatf, makan pagi
harus menyuplai karbohidrat (55%-56%), protein (12%-15%), lemak (24%-30%), serta vitamin
dan mineral secukupnya.
Sarapan yang baik bagi kecerdasan otak anak usia sekolah adalah sarapan yang banyak
menganndung karbohidrat. Karbohidrat yang dimaksud adalah karbohidrat yang mengandung
vitamin dan serat yang dapat dicerna oleh tubuh anak secara pelahan-lahan. Sarapan yang baik
dapat dilakukan dengan mengkonsumsi nasi, roti, kentang, jagung, dan pasta dengan porsi yang
cukup. Sarapan dengan baik dan teratur mampu memberikan nilai lebih pada fungsi otak siswa ,
yaitu membantu memusatkan pikiran dalam belajar dan memudahkan anak dalam menyerap
pelajaran. Apabila dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan, tingkat konsentrasi dan
kemampuan penyerapan anak yang melakukan sarapan secara teratur akan lebih baik.
Makanan yang baik untuk dikonsumsi siswa saat sarapan adalah makanan yang sehat dan
seimbang serta yang terpenting adalah energinya dapat terpenuhi. Karena apabila energinya tidak
terpenuhi siswa akan merasa lemas, lapar, dan malas saat mengikuti proses belajar di sekolah
yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa di kelas. Selain itu apabila siswa melewatkan
sarapannya, hal tersebut akan berdampak buruk pada kesehatannya. Contoh nyatanya seperti
sakit perut, mag, pusing, dan dapat mengakibatkan pingsan.
Oleh karena itulah sarapan merupakan hal yang penting dan memberikan pengaruh
positif terhadap hasil belajar siswa. Sebagian besar siswa yang teratur sarapan setiap harinya
menyatakan bahwa sarapan sangat mempengaruhi nilainya. Mereka menjadi lebih mudah untuk
berkonsentrasi terhadap materi yang di berikan oleh guru.







DAFTAR PUSTAKA
Istianah. 2008. Pengaruh Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas VII Sekolah Menengah
Pertama Negeri 20 Bekasi. Diakses pada tanggal 21 Juni 2014, dari
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/7293/1/ISTIANAH%202-FITK. Hlm
Lestari, D.Y. (2009). Hubungan Antara Makan Pagi Dengan Kemampuan Konsentrasi Anak
Usia Sekolah Dasar. (Versi Elektronik). Jurnal Saintika Medika Vol 5 No. 11 2009 hlm.