Anda di halaman 1dari 13

^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.

cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
1
BAB II
Perilaku Manusia dalam Organisasi dan Struktur Organisasi
Pendahuluan
Seperti telah dijelaskan pada bab I, setiap entitas kehidupan manusia (dalam hal ini
organisasi) mempunyai tujuan tertentu. Bila organisasi tersebut merupakan sebuah
perusahaan, yang sering sering disebut sebagai tujuan organisasi adalah:
Profitabilitas (profitability)
Pemaksimuman Nilai Saham (Maximizing Shareholder Value
Penekanan Risiko (Risk)
Pemuasan berbagai fihak yang berkepentingan (Multiple Stakeholder
approach)
Sistem pengendalian manajemen merupakan upaya mempengaruhi manusia-
manusia dalam organisasi agar mereka dapat berperilaku mendukung pencapaian
tujuan organisasi. Dalam kenyataannya, tujuan organisasi (yaitu tujuan yang
ditetapkan oleh pimpinan puncak) tidak selamanya selaran dengan tujuan individu
(orang-orang) dalam organisasi. Oleh karena itu, system pengendalian manajemen
yang baik harus mampu mendorong terpainya keselarasan pencapaian tujuan antara
tujuan organisasi dengan tujuan manusia-manusia (individu) dalam organisasi. Dengan
kata lain system pengendalian manajemen yang baik dapat mendorong tercapainya
goal congruence yaitu tercapainya keselarasan pencapaian tujuan antara tujuan
organisasi dengan individu dalam organisasi.
Dalam proses pencapaian goal congruence, tindakan-tindakan orang-orang
dalam organisasi diarahkan agar dapat mencapai tjuan individu mereka dan sekaligus
mencapai tujuan organisasi. Namun demikian, harus disadari bahwa goal congruence
secara sempurna dapat dikatakan tidak mungkin tercapai karena tujuan organisasi
dengan tujuan individu seringkali bertentangan.
Setidak-tidaknya, melalui system pengendalian yang memadai, tindakan-
tindakan individu dalam organisasi tidak bertentangan dengan atau melawan
kepentingan utama organisasi. Dalam mengevaluasi praktik-praktik pengendalian
manajemen, dua pertanyaan paling penting yang harus dijawab adalah:
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
2
1. Tindakan apa yang dapat memotivasi orang-orang (para manajer) untuk mencapai
kepentingan mereka?
2. Apakah tindakan orang-orang dalam organisasi telah mendukung pencapaian
kepentingan organisasi?
Goal Congruence dipengaruhi oleh berbagai factor baik factor formal maupun
factor informal. Sebagian besar pembahasan dalam kuliah ini akan menyangkut factor
formal. Oleh karena itu, factor informal yang mempengaruhi goal congruence akan
dibahas terlebih dahulu.
Faktor-faktor informal yang mempengaruhi Goal Congruence
Faktor-faktor informal yang memoengaruhi goal congruence sangat penting
untuk difahami dan diperhitungkan oleh seorang perancang system. Faktor tersebut
sangat penting untuk diperhitungkan karena untuk mengimplementasikan strategi
organisasi dengan efektif diperlukan keselarasan antara factor formal dan factor
informal. Faktor informal yang mempengaruhi goal congruence dapat dikelompokkan
menjadi factor eksternal (external factors) maupun factor internal (internal factors).
Faktor eksternal menyangkut norma-norma perilaku manusia yang ada dalam
masyarakat sekitar tempat perusahaan berada. Norma-norma ini akan membentuk
seperanngkat sikap kolektif yang mempengaruhi etika kerja yang terwujud dalam
loyalitas (kesetiaan) mereka terhadap organisasi, ketekunan, semangat dan
kebanggaan mereka dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Faktor eksternal dipengaruhi
oleh :
1. Spesifikasi lokasi di kota atau wilayah organisasi beroperasi.
2. Type/jenis operasi usaha, misalnya : penerbangan, KA, dsb.
Faktor-factor internal yang mempengaruhi goal congruence adalah:
Budaya (culture) organisasi
Gaya manajemen (Management Style)
Komunikasi informal dalam organisasi (The informal organization)
Persepsi dan komunikasi (Peception and Cummunication).
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
3
Budaya, adalah keyakinan bersama, nilai-nilai kehidupan yang dianut dan
norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan secara
eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Sistem pengendalian
manajemen secara formal sama, tetapi bervariasi dalam faktualnya.
Gaya manajemen, adalah berbagai pola tindak para manajer terhadap
para bawahannya, ada yang ramah, formal, santai dan sebagainya. Beberapa contoh
lainnya ialah apakah manajemen suka menghadapi atau menghindari resiko, apakah
mereka sering menetapkan target yang tidak realistik dan mendorong tindakan agresif
karyawan untuk mencapainya, apakah manajemen organisasi termasuk yang birokratik
atau sebagian kecil orang dan sebagainya.
Organisasi Informal, adalah komunikasi yang dilakukan dengan fihak-fi-
hak lain dalam organisasi, diluar garis-garis yang menggambarkan hubungan otoritas
dan tanggung jawab dari setiap manajer.
Persepsi dan Komunikasi, adalah informasi dari berbagai jalur (formal dan
informal) yang diserap oleh manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Informasi tersebut kadang2 bertentangan satu sama lain dan interpretasi yang
beragam pula. Hal ini disebabkan perbedaan persepsi dan komunikasi yang terjadi
antara manajer dengan manajer senior. Perbedaan persepsi terjadi karena organisasi
merupakan entitas yang sangat komplek.
Faktor-fator informal besar pengaruhnya terhadap efektivitas sistem
pengendalian manajemen. Oleh karena itu, perancangan sistem pengendalian
manajemen harus mempertimbangkan faktor-faktor informal tersebut.
Sistem Pengendalian Formal
Faktor utama lainnya yang mempengaruhi goal gongruence adalah system formal.
Sistem tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe yaitu:
1. Sistem pengendalian manajemen itu sendiri yang menjadi sentral pembahasan
dalam kuliah ini dan akan dibahas panjang lebar dalam pembahasan selanjutnya ,
2. Aturan-aturan (rules) yang akan dibahas pada bagian ini.
Aturan-aturan (rules) meliputi semua instruksi dan pengendalian formal. Termasuk
dalam aturan-aturan (rules) adalah instruksi kerja, uraian tugas (job descriptions),
Prosedur-prosedur operasional (standard operating procedures), pedoman-pedoman
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
4
(manuals) dan pedomal-pedoman etika (ethical guidelines). Aturan aturan dapat
menyangkut hal-hal yang kecil-kecil (sering dianggap sepele) sampai kepada hal-hal
yang besar-besar (dianggap sangat penting). Aturan dapat berupa perintah maupun
larangan. Beberapa aturan spesifik (khusus) yang sering dijumpai adalah :
Pengendalian fisik (Physical Controls)
Pedoman-pedoman (Manuals)
Sistem pengamanan (System Safeguards)
Sistem pengendalian tugas (Task Control systems)
Tipe-tipe Organisasi
Strategi organisasi sangat berpengaruh terhadap struktur organisasi. Tipe struktur
organisasi sangat mempengaruhi perancangan system pengendalian manajemen suatu
organisasi. Tipe-tipe struktur organisasi yang sering kita kenal ialah:
1. Struktur organisasi fungsional (functional structure). Dalam struktur ini setiap
manajer bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi tertentu. Di dalam struktur
fungsional setiap manajer bertanggung jawab atas fung-si-fungsi yang
terspesialisi, misalnya : produksi, operasi, SDM, logistik, pemasaran,
keamanan, dan lain lain. Alasan pembentukan organisasi fungsional adalah
menetapkan manajer dengan pengetahuan khusus untuk mengambil keputusan
yang sifatnya spesisik. Tujuan pembentukan organisasi adalah untuk efisiensi
dalam penyelenggaraan proses manajemen. Namun demikian, struktur organisasi
ini menandung Kelemahan yaitu :
a. Tidak jelas menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah.
b. Jika terdapat beberapa manajer dalam satu fungsi, terdapat ke-mungkinan
terjadi perselisihan antar manajer, dan hanya dapat diselesaikan pada level
yang lebih atas.
c. Struktur fungsional tidak cocok diterapkan pada perusahaan dengan
produk dan pasar yang beragam.
d. Cenderung menciptakan sekat-sekat tiap fungsi yang dapat menghambat
koordinasi lintas fungsi dalam pengembangan produk baru.
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
5
2. Struktur unit usaha (business unit structure). Dalam struktur ini setiap manajer
bertanggungjawab terhadap pengelolaan unit usaha tertentu yang mempunyai
aktifitas yang sangat khusus. Setiap manajer unit usaha memimpin manajer-
manajer fungsional masing-masing. Di dalam struktur unit bisnis setiap
manajer bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing
unit dan unit bisnis yang berfungsi sebagai bagian semi independen dari
perusahaan, misalnya: produk dan kelompok pelanggan.Tujuannya Organisasi
Unit Bisnis (sering disebut Divisional), adalah untuk mengukur kinerja
masing-masing Unit Bisnis serta .untuk mengatasi kekurangan pada organisasi
fungsional. Keuntungan struktur ini adalah:
a. Sebagai pelatihan bagi manajer secara umum untuk meningkatkan
kewirausahaan-nya secara independen (tidak tergantung pada kantor pusat
sepenuhnya).
b. Unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produknya dibandingkan dengan
kantor pusat, sehingga pembuatan keputusan yang lebih cepat dan baik.
Kerugian struktur ini adalah:
a. Kemungkinan terdapat duplikasi pekerjaan dalam organisasi fungsi-onal
yang dikerjakan di Kantor Pusat.
b. Timbul perselisihan antar unit bisnis yang bisa menimbulkan konflik
antara pegawai unit bisnis dengan kantor pusat.
3. Struktur organisasi matriks (matrix structure). Dalam struktur ini, setiap unit
fungsional mempunyai tanggungjawab ganda atas fungsi-fungsi yang terspesialisi,
misalnya banyak proyek dengan waktu yang terbatas. Tujuan organisasi matriks
adalah untuk melaksanakan suatu proyek yang berjangka waktu tertentu.
Gambar masing-masing tipe organisasi disajikan dalam gambar-gambar terlampir.
Soal-soal Pertanyaan:
1. Apa tujuan organisasi perusahaan pada umumnya
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
6
2. Bagaimana pencapaian tuuan organisasi perusahaan menurut pendekatan Sistem
Pengendalian Manajemen
3. Jelaskan yang Saudara ketahui tentang goal congruence
4. Jelaskan faktor-faktor informal yang mempengaruhi Goal Congruence
5. Jelaskan tipe-tipe dasar struktur organisasi
6. Jelaskan penggunaan-yang cocok untik masing-masing tipe dihubungkan dengan
lingkungan organisasinya.
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
7
Exhibit 2-2
Types of organization
A. Functional Organization
Chief Executive Officer
Stafft
Manufacturing
Manager
Marketing
Manager
Staff Staff
Manager
Plant 1
Manager
Plant 2
Manager
Plant 3
Manager
Region A
Manager
Region B
Manager
Region C
B.Business Unit Organization
Chief Executive Officer
Staff
Manager
Business Unit X
Manager
Business Unit Y
Manager
Business Unit Z
Staff Staff Staff
Plan
Manager
Marketing
Manager
Plant
Manager
Marketing
Manager
Plant
Manager
Marketing
Manager
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
8
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
9
The formal Control Process Exhibit 2-1
Goals and
strategies
Strategic
planning
Budgeting
Responsibility
center
performance
Rules
Report
actual versus
plan
Was
performance
satisfactory?
Other
information
Revise Revise
Corrective
action
Measurement
Feedback
Communication
Yes
No
C. Matrik Organization
Chief Executive Officer
Staff
Function A
Manager
Function B
Manager
Function C
Manager
Project X
Manager
Project Y
Manager
Project Z
Manager
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
10
The Formal control System
THE FORMAL
CONTROL SYSTEM
RULES
FORMAL
CONTROL
PROCESS
PHYSICAL CONTROLS
MANUALS
SYSTEM SAFEGUARDS
TASK CONTROL SYSTEMS
The Informal Factor that Influence Goal Congruence
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
11
INFORMAL FACTOR
THAT INFLUENCE
GOAL CONGRUENCE
EKSTERNAL
FACTORS
INTERNAL
FACTORS
CULTURE
MANAGEMENT STYLE
THE INFORMAL
ORGANIZATION
PERCEPTION AND
COMMUNICATION
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
12
OUR CREDO
Johnson&Johnson
We believe our first responsibility is to the doctors, nurses and patients, to
mothers and all others who use our products and services.
In meeting their needs everything we do must be of high quality.
We must constantly strive to reduce our costs in order to maintain
reasonable prices.
Customers orders must be serviced promptly and accurately.
Our suppliers and distributors must have an opportunity to make a fair
profit.
We are responsible to our employees, the men and women who work with
us throughout the world.
Everyone must be considered as an individual.
We must respect their dignity and recognize their merit.
They must have a sense of security in their jobs.
Compensation must be fair and adequate, and working conditions clean,
orderly and safe.
Employees must feel free to make suggestions and complaints
There must be equal opportunity for employment, development and
advancement for those qualified.
We must provide competent management, and their actions must be just
and ethical.
We are responsible to the communities in which we live and work and the
world community as well.
We must be good citizens-support good works and charities and bear our
fair share of taxes.
We must encourage civic improvements and better health and education.
We must maintain in good order the property we are privileged to use,
protecting the environment and natural resources.
Our final responsibility is to our stockholders.
Business must make a sound profit.
We must experiment with new ideas.
Research must be carried on, innovative programs developed and mistakes
paid for.
New equipment must be purchased, new facilities provided and new
products launched.
Reserves must be created to provide for adverse times.
When we operate according to these principles, the stockholders should
realize a fair return.
^cncvvi 1{c{c[i{iv. Ovni.v.i ncvvi i.cn Tcncnvvivn ^vnv]cncn
vi,vnc 1,v.: Iv[vv. 1[cncni +iv,vvnv 2010
13

Anda mungkin juga menyukai