Anda di halaman 1dari 6

Lab

oratorium Hidrogeologi 2014


HUKUM DARCY
Prinsip yang mengatur bagaimana cairan bergerak di bawah permukaan
disebut hukum Darcy. Hukum Darcy adalah persamaan yang mendefinisikan
kemampuan suatu fluida mengalir melalui media berpori seperti batu. Hal ini
bergantung pada kenyataan bahwa jumlah aliran antara dua titik secara langsung
berkaitan dengan perbedaan tekanan antara titik-titik, jarak antara titik-titik, dan
interkonektivitas jalur aliran dalam batuan antara titik-titik. Pengukuran
interkonektivitas disebut permeabilitas.
Hukum Darcy adalah hubungan proporsional sederhana antara tingkat debit
sesaat melalui media berpori, viskositas fluida dan penurunan tekanan dalam jarak
tertentu.
Total debit, !satuan volume per waktu, misalnya, m" # s$ adalah sama
dengan produk dari permeabilitas intrinsik medium, k !m%$, luas penampang untuk
mengalir, & !unit daerah, misalnya, m%$, dan penurunan tekanan !Pb - Pa$, semua
dibagi dengan viskositas, ' !Pa ( s$ dan panjang dimana penurunan tekanan
berlangsung !m$. Tanda negatif diperlukan karena aliran fluida dari tekanan tinggi ke
tekanan rendah. )ika perubahan tekanan negatif !di mana Pa* Pb$, maka aliran akan
ke arah positif +,+. -embagi kedua sisi persamaan dengan daerah dan menggunakan
notasi yang lebih umum mengarah ke mana . adalah fluks !debit per satuan luas,
dengan satuan panjang per waktu, m # s$ dan P adalah tekanan gradien vektor !Pa #
m$.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1
Lab
oratorium Hidrogeologi 2014
/ilai fluks !aliran$ ini, sering disebut sebagai fluks Darcy, bukan kecepatan
yang mana cairan bepergian melalui pori-pori yang dilewatinya. 0ecepatan fluida !v$
berhubungan dengan Darcy fluks !.$ oleh porositas !n$. 1luks dibagi dengan porositas
untuk memperhitungkan fakta bahwa hanya sebagian kecil dari volume total formasi
yang tersedia untuk aliran. 0ecepatan fluida akan kecepatan pelacak konservatif akan
terjadi jika dibawa oleh fluida melalui formasi.
Hukum Darcy adalah pernyataan matematis sederhana yang rapi merangkum
beberapa properti umum tentang aliran air tanah di dalam akuifer, termasuk 2
)ika tidak ada gradien tekanan lebih jauh, tidak ada aliran muncul !ini adalah
kondisi hidrostatis$,
)ika ada gradien tekanan, aliran akan terjadi dari tekanan tinggi menuju
tekanan rendah !berlawanan arah peningkatan gradien - oleh karena itu tanda
negatif dalam hukum Darcy$,
3emakin besar gradien tekanan !melalui material formasi yang sama$,
semakin besar tingkat debit, dan
Tingkat debit cairan seringkali akan berbeda - melalui material formasi yang
berbeda !atau bahkan melalui bahan yang sama, dalam arah yang berbeda$ -
bahkan jika gradien tekanan yang sama ada di kedua kasus.
3ebuah ilustrasi grafis dari penggunaan persamaan aliran air tanah steady-
state persamaan air tanah !berdasarkan hukum Darcy dan kekekalan massa$ adalah
dalam pembangunan jaring aliran, untuk mengukur jumlah air tanah yang mengalir di
bawah bendungan.
Hukum Darcy dikenal secara luas di kalangan ahli hidrologi dan biasa
digunakan untuk menentukan debit airtanah. Dalam percobaannya yang
mengumpamakan akuifer sebagai suatu tabung yang berisi pasir, Darcy menemukan
bahwa kecepatan airtanah berbanding lurus dengan beda tinggi !head$ antara dua
titik dalam tabung dibagi dengan panjang tabung yang kita kenal sebagai kemiringan
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1
Lab
oratorium Hidrogeologi 2014
airtanah, dan juga berbanding lurus terhadap koefisien yang kita kenal sebagai nilai
konduktivitas hidraulik !0$. 3ehingga untuk menghitung debit airtanah tinggal kita
kalikan dengan luas penampang tabung.
Tipe aliran yang dominan pada karst adalah conduit dan pipa-pipa hasil
pelarutan sudah berkembang baik, maka pendekatan Darcy ini sudah tidak dapat lagi
dipergunakan lagi di akuifer karst. 3elain itu, hukum Darcy mempunyai beberapa
keterbatasan-keterbatasan pada kondisi-kondisi berikut ini2
0emiringan muka airtanah sangat kecil, misal pada cekungan yang sangat
besar, relatif datar, airtanah tidak mengalir
0ecepatan aliran sangat tinggi, kemiringan muka airtanah sangat tinggi, dan
tipe aliran turbulent
4ambar 5. Percobaan Darcy
Pada akuifer karst yang sudah berkembang baik, adanya conduit dan pipa-pipa
solusional dapat mengakibatkan kecepatan aliran yang sangat tinggi dan tipe
alirannya bukan laminar tetapi turbulent. 6ntuk memudahkan dan menguji coba
apakah hukum Darcy masih dapat berlaku pada suatu akuifer karst maka dapat
digunakan formula 7eynolds /umber !7e$. )ika 7e antara 5 s.d. 58, maka hukum
Darcy masih dapat digunakan.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1
Lab
oratorium Hidrogeologi 2014
7e 9 v d # ::: !;$
Dimana 2 9 kerapatan cairan
9 viskositas#kekentalan
d 9 panjang segmen
v 9 kecepatan
<ear !5=>%$ dalam 1ord and ?illiams !5==%$ menyimpulakan bahwa aliran
turbulent secara mutlak belum akan terjadi jika kecepatan aliran belum terlalu tinggi
dan nilai 7e masih berkisar antara 588 @ 5888. 0isaran ini dapat dikatakan sebagai
batas antara tipe aliran turbulent dan laminar.
3elain itu, 1ord and ?illiams !5==%$ mengatakan bahwa debit airtanah pada
percobaan Darcy diukur pada cross section penampang luas pada media jenuh, dalam
hal ini pasir. 3edangkan, pada akuifer karst yang mempunyai sifat heterogen-
anisotropis, maka kecepatan aliran akan berbeda-beda jika kita umpamakan akuifer
itu sebagai suatu tabung. Pada kondisi ini, maka kecepatan air mengalir akan sangat
tergantung dari distribusi retakan atau percelahan pada akuifer karst, sehingga secara
mikroskopis pasti mempunyai debit yang lebih besar dibanding jika kita pandang
seluruh tabung sesuai hukum Darcy tersebut. <eberapa peneliti seperti <ocker !5=>"$
dalam 1ord and ?illiams !5==%$ menyimpulkan bahwa Hukum Darcy tidak dapat
dipakai jika terdapat retakan pada akuifer karst dengan diameter lebih dari " mm pada
kondisi kemiringan muka airtanah lebih dari 8,85. 3elanjutnya Awers !5=B%$ dalam
1ord and ?illiams !5==%$ bahkan menyatakan jika diameter dari conduit sudah
mencapai 5 mm maka aplikasi dari hukum Darcy sangat diragukan. 3elanjutnya,
1ord and ?illiams !5==%$ menyatakan bahwa rumus Darcy dengan sedikit perubahan
yang belakangan dikenal sebagai rumus Darcy-?eisbach dapat digunakan pada
kondisi akuifer yang didominasi oleh conduit dan mempunyai tipe aliran turbulent.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1
Lab
oratorium Hidrogeologi 2014
4ambar %. /ilai 7e pada berbagai kecepatan aliran dan diameter pipa !3mith et.al,
5=>C dalam 1ord and ?illiams, 5==%$
Pada suatu D&3, siklus hidrologi dan imbangan air dapat diketahui dengan
cara mengetahui komponen-komponen utama penyumbang air. Hujan yang jatuh di
D&3 dapat dianggap sebagai input utama, dan muara sungai dapat didefinisikan
sebagai suatu output. Di dalam D&3, jumlah air yang masuk dan keluar haruslah
sama. Hujan yang jatuh ke permukaan tanah terbagi menjadi tiga sub sistem aliran
yaitu !a$ aliran yang terinfiltrasikan pada Dona tanah dan terperkolasikan menuju
muka airtanah, !b$ aliran permukaan (overland flow$ yang kemudian berkembang
menjadi sungai permukaan, dan !c$ air yang kembali ke atmosfer melalui evaporasi
dan transpirasi.
3ecara khusus, imbangan air di karst mempunyai komponen-komponen
seperti yang akan dijelaskan berikut ini. &liran permukaan dari daerah non-karst
seperti sungai permukaan masuk ke akuifer karst melalui ponor (Qa) dan ada pula
yang tetap sebagai sungai permukaan (QR). &ir hujan yang terinfiltrasi menembus
lapisan tanah karst sebagai diffuse infiltration melalui rekahan dan retakan diberi
notasi Qd. 3isa dari hujan dikurangi infiltrasi yang akhirnya menjadi runoff akhirnya
juga masuk ke lobang-lobang ponor#sinkholes dikenal sebagai runoff internal (QI).
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1
Lab
oratorium Hidrogeologi 2014
0omponen aliran permukaan dan bawah permukaan yang bergabung di akuifer karst
menjadi keluaran baik itu melalui mata air atau resurgence di laut (QB).
)ika hujan puncak terjadi, maka muka airtanah akan naik, demikian juga
dengan simpanan pada akuifer karst. Pada musim kemarau, karena recharge dari
hujan berkurang maka simpanan juga akan turun. s dapat bernotasi negatif jika
jumlah masukan lebih kecil dari output, dan sebaliknya s bernotasi positif jika input
lebih besar dari output.
)ika selama beberapa waktu penerapan, imbangan air mendekati nol berarti
akuifer karst memiliki sistem conduit yang sudah berkembang. 3ebaliknya jika
imbangan air tidak 9 nol, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat komponen
masukan atau keluaran yang tidak diketahui secara pasti jalurnya.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1