Anda di halaman 1dari 19

UNTUNG TEGUH BUDI ANTO

SMA NEGERI 1 MOGA PEMALANG


MATEMATIKA

LOGIKA
MATEMATIKA







Kompetensi







Materi







Evaluasi
KOMPETENSI
Standar Kompetensi
Menggunakan logika matematika dalam
pemecahan masalah yang berkaitan dengan
pertanyaan majemuk dan pertanyaan
berkuantor
Kompetensi Dasar
Memahami pernyataan dalam matematika
dan ingkaran atau negasinya.
Menentukan nilai kebenaran dari suatu
pernyataan majemuk dan pernyataan
berkuantor.
Merumuskan pernyataan yang setara
dengan pernyataan majemuk atau
pernyataan berkuantor yang diberikan.
Menggunakan prinsip logika matematika
yang berkaitan dengan pernyataan
majemuk dan pernyataan berkuantor
dalam penarikan kesimpul
Indikator
Dapat menentukan pernyataan dan
negasinya
Dapat menentukan nilai kebenaran dari
pernyataan majemuk dan berkuantor
Dapat menarik kesimpulan dari beberapa
premis yang diketahui

MATERI
PERNYATAAN
NEGASI
KONJUNGSI
DISJUNGSI
IMPLIKASI
BIIMPLIKASI
NEGASI KALIMAT
BERKUANTOR
PENARIKAN KESIMPULAN
PERNYATAAN
Pernyataan adalah kalimat yang
bernilai benar atau salah, tetapi
tidak keduanya.

Contoh pernyataan:
Jakarta ibukota Indonesia
(pernyataan bernilai benar)

6 adalah bilangan prima
(pernyataan bernilai salah)

Gradien garis y = 3x + 6 adalah
3. (pernyataan bernilai benar)




NEGASI
atau INGKARAN

Ingkaran atau negasi adalah
pernyataan baru yang di dapat dengan
cara mengingkari pernyataan yang
diberikan, yaitu dengan cara
membubuhkan kata tidak benar di
depan pernyataan yang diberikan atau
dengan cara menyisipkan kata tidak
atau bukan dalam pernyataan yang
diberikan. Apabila suatu pernyataan di
beri lambang p maka ingkarannya
dilambangkan dengan ~p, yang dibaca
dengan tidak benar p atau tidak p
atau bukan p.
Contoh:
p : 4 bilangan genap
~p : 4 bukan bilangan genap
q : Makasar berada di Kalimantan
~q : Makasar tidak berada di
Kalimantan
Tabel kebenaran negasi

p ~p
B S
S B
KONJUNGSI
Konjungsi adalah suatu pernyataan
majemuk dengan kata hubung
dan yang dilambangkan dengan
. Jika diketahui dua pernyataan
p dan q maka dapat digabungkan
menjadi sebuah konjungsi yaitu
p q yang di baca p dan q.
Contoh:
p : 4 bilangan prima
q : 1 + 3 = 5
p q : 4 bilangan prima dan 1+3=5
Tabel kebenaran konjungsi


p q p q
B B B
B S S
S B S
S S S
DISJUNGSI
Disjungsi adalah suatu
pernyataan majemuk dengan kata
hubung atau yang dilambangkan
dengan . Jika diketahui dua
pernyataan p dan q maka dapat
digabungkan menjadi sebuah
disjungsi yaitu p q yang dibaca
p atau q .
Contoh:
p : 10 habis dibagi 5
q : 8 bilangan prima
p q : 10 habis dibagi lima atau 8
bilangan prima
Tabel kebenaran disjungsi


p q p q
B B B
B S B
S B B
S S S
IMPLIKASI
Implikasi adalah suatu pernyataan
majemuk dengan kata hubung
jikamaka yang dilambangkan
dengan . Jika diketahui dua
pernyataan p dan q maka dapat
digabungkan menjadi sebuah
implikasi yaitu pq yang di baca
jika p maka q. Pernyataan p
dinamakan antaseden dan pernyataan
dinamakan konsekuen.
Contoh:
p : Surabaya ibukota Jawa Timur
q : 3 faktor dari 9
p q : Jika Surabaya ibukota Jawa
Timur, maka 3 faktor dari 9
Tabel kebenaran implikasi


p q p q
B B B
B S S
S B B
S S B
BIIMPLIKASI
Biimplikasi adalah suatu
pernyataan majemuk dengan kata
hubung jika dan hanya jika yang
dilambangkan dengan . Jika
diketahui dua pernyataan p dan q
maka dapat digabungkan menjadi
sebuah biimplikasi yaitu pq yang
di baca p jika dan hanya jika q .
Contoh:
p : 5 x 5 =25
q : 5
3
= 125
p q:5 x 5=25 jika hanya jika 5
3
=125
Tabel kebenaran biimplikasi


p q p q
B B B
B S S
S B S
S S B
NEGASI KALIMAT
BERKUANTOR
Ingkaran berkuantor universal


Dibaca: ingkaran dari untuk
semua (setiap) x yang berlaku p(x)
ekuivalen ada (beberapa) x yang
bukan p(x).
Contoh:
p : Semua orang ingin bahagia
~p : beberapa orang tidak ingin
bahagia

q : Setiap makhluk bernafas
~q: ada makhluk yang tidak
bernafas
~ [ x, p(x)] x, ~p(x)
NEGASI KALIMAT
BERKUANTOR
Ingkaran berkuantor ekstensial



Dibaca: ingkaran dari ada
(beberapa) x yang berlaku
p(x) ekuivalen dengan untuk
semua (setiap) x yang bukan
p(x).

Contoh:
p : Ada bilangan membagi habis
100
~p : semua bilangan tidak mebagi
habis 100


~ [ x, p(x)] x, ~p(x)
PENARIKAN
KESIMPULAN
a. Modul Ponen

Premis 1 : p q
Premis 2 : p .
q


Contoh
P1: Jika ayam berkokok, maka
matahari terbit
P2: Ayam berkokok .
Matahari terbit
PENARIKAN
KESIMPULAN
b. Modul Tolens

Premis 1 : p q
Premis 2 : ~ q .
~ p

Contoh
P1: Jika hari hujan, maka tanah
becek
P2: tanah tidak becek .
Hari tidak hujan
PENARIKAN
KESIMPULAN
c. Silogisme

Premis 1 : p q
Premis 2 : q r
p r

Contoh
P1: Jika Andi rajin belajar, maka
ia naik kelas
P2: Jika Andi naik kelas, maka ia
dibelikan sepeda .
Jika Andi rajin belajar, maka
ia dibelikan sepeda
EVALUASI
Berikut ini yang bukan
pernyataan adalah . . .
BENAR SALAH
A. Segitiga mempunyai 3 sisi.
B. Jumlah dari tiga bilangan yang
sama adalah 15.
C. Kota Bandung berada di Pulau
Madura.
D. Hasil kali bilangan 12 dengan 4
adalah 9.
E. Pencipta lagu Bagimu Negeri
adalah Moh. Yamin.
EVALUASI
Diketahui pernyataan p bernilai
salah dan pernyataan q bernilai
benar. Pernyataan pernyataan
berikut bernilai benar, kecuali .
BENAR SALAH
A. ~ p q
B. ~ p q
C. p ~ q
D. ~ (p q)
E. ~ (~ p ~ q)

EVALUASI
Diketahui pernyataan sin 195
bernilai positif. Ingkaran dan
nilai kebenarannya adalah . . .
BENAR SALAH
A. Tidak benar sin 195 bernilai
positif. (Benar)
B. Tidak benar sin 195 bernilai
negatif. (Benar)
C. Tidak benar sin 195 bernilai
negatif. (Salah)
D. Tidak benar sin 195 bernilai
positif. (Salah)
E. sin 195 bernilai negatif.
(Salah)
EVALUASI
Ditentukan pernyataan p, q, r,
dan s. Jika tiga pernyataan
berikut p q; q r; r s
bernilai benar sedang s bernilai
salah maka pernyataan berikut
yang bernilai benar adalah .
BENAR SALAH
A. p
B. ~ q
C. p ~ r
D. p r
E. ~ p r
EVALUASI
Semua pekerja memakai helm.
Ada pekerja memakai sarung
tangan. Kesimpulan yang benar
adalah .
BENAR SALAH
A. Ada pekerja tidak memakai
helm.
B. Semua pekerja tidak memakai
sarung tangan.
C. Ada pekerja memakai helm
dan sarung tangan.
D. Ada pekerja memakai sarung
tangan dan tidak memakai
helm.
E. Tidak ada pekerja yang
memakai sarung tangan dan
helm.