Anda di halaman 1dari 12

Pendahuluan : Elemen-elemen Realisme

Asumsi dasar kaum realis adalah 1. Pandangan pesimis atas sifat manusia, 2.
Keykinan bahwa hubungan internasional bersifat konfliktual dan konflik internasional
harus diselesaikan melalui perang, 3. Menjunjung tinggi keamanan dan kelangsungan
hidup egara, !. "keptisisme dasar bahwa terdapat kemajuan dalam politik
internasional seperti yang terjadi dalam politik nasional.
Manusia dalam pandangan realis adalah sebagai makhluk yang selalu #emas
aakan keselamatan diri sendiri. "emua selalu memiliki keinginan yang sama yaitu
menduduk kursi kekuasaan yang tertinggi dan ingin menjadi pengendali bagi yang lain.
Mereka selalu khawatir akan dominasi pihak lain. $emikian pula yang di ungkapkan
oleh Morgentheau.
Para penganut realis yang lain juga sependapat dengan Morgentheau bahwa
tujuan kekuasaan, alat% alat kekuasaan, dan penggunaan kekuasaan adalah perhatian
utama dalam akti&itas politik.
Karena sifat dasar tersebut maka kaum realis menganggap bahwa dalam dunia
ini tidak ada kekuasaan yang dominan yang biasa disebut anarki. A#tor utama dalam
hal tersebut adalah egara, sedangkan a#tor% a#tor lain dianggap tidak terlalu penting.
egara juga masih dibedakan lagi. Ada egara yang di sebut great power state, yaitu
egara% egara dengan kekuatan yang besar.
egara sebagai a#tor utama dlam hubungan internasional menurut andangan
realis klasik memiliki tugas yang sangat besar yaitu menjaminalat% alat dan kondisi%
kondisi keamanan dan memajukan kesejahteraan. 'homas (obbes mengungkapkan
bahwa tanpa adanya egara kehidupan manusia akan sangat dibatasi menjadi seperti)
miskin, terpen#il, sangat tidak menyenangkan, tidak berperikemanusiaan dan singkat.
$engan demikian egara dianggap sebagai pelindung utama bagi rakyatnya. amun
terdapat sebuah kepentingan nasional yang menjadi pembtas bagi pembuataan
kebijikan dalam suatu egara.
*akta bahwa setiap egara ingin mewujudkan kesejahteraannya masing%
masing mengakibatkan setip perjanjian, kon&ensi, kebiasaan, aturan, hukum lainnya
diangap sebagai engaturan yang bijaksana dan akan dikesampingkan apabila sudah
bersebrangan dengan kepentingan &ital egara. (al tersebut di#irikan dengan peranan
indi&idu yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan kepentingan nasional. (al
tersebut mengakibatkan kelangsungan politik internasional tidak pernah berkembang
berbeda dengan politik domesti#.
Ada sebuh perbdaan penting dalam kehidupan masyarakat realis yaitu antara
realis klasik dan realis temporer. Kehidupan realisme klasik adalah sebuah pendekatan
normati&e yang memfokuskan pada nilai% nilai dasar politik dari keamanan nasional dan
kelangsungan hidup egara. "edangkan realism kontemporer adalah pendekatan
ilmiah dan memfokuskan pada struktur atau system internasional.
Realisme Klasik
1. 'hu#ydides
'hu#ydides menganggap bahwa hubungan antar bangsa adalah konflik dan kompetisi
yang tidak dapat dihindari antar egara. +entuk tertentu dari dari realisme jenis
'hu#ydides adalah karakter ilmiahnya. Aristoteles menyatakan bahwa ,manusia adalah
binatang politik-. 'hu#ydides menyatakan bahwa sebenarnya binatang politik memiliki
perbedaan dalam kekuatan dan kapabilitas untuk mendominasi yang lain dan
mempertahankan dirinya sendiri. .adi 'hu#ydides menekankan bahwa keputusan
memiliki konsekuensi/ sebelum membuat keputusan akhir para pembuatan keputusan
harus memikirkan konsekuensinya sehingga 'hu#ydides menekankan prinsip kehatia%
hatian dalam membuat kebijakan internasional karena terdapat bangak sekali
perbedaan dalam dunia internasional dengan berbagai kepentingan berbeda dari tiap
egara. Pandangan kemasa depan, kehati%hatian, dan pembuatan keputusan adalah
karakteristik etika poitik realism kalsik.
2. Mar#hia&elli
Menurut mar#hia&elli kekuasaan dan penipuan merupakan dua alat penting dalam
melaksanakan kebijakan luar negri. 0ealis menurut mar#hia&elli adalah ditekankan
pada peran pemimpin. "eorang pemimpin harus memiliki kekuasaan dan ke#erdikan
untuk menjamin kelangsungan dan kesejahteraan negaranya. 'anpa adanya penguasa
yang kuat, #erdik dan tangkas egara tersebut akan teran#am dan menjadi sasaran
penghan#uran oleh egara lain. Mar#hia&elli juga terlalu berlebihan memandang dunia
ini. 1a berpendapat bahwa dunia adalah tempat yag berbahaya namun juga
menguntungkan. .ia seseorang ingin bertahan ia harus dapat mengantisipasi setiap
bahaya, ia juga harus dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin apabila ia
ingin mendapatkan kesejahteraan dan kejayaan. Kebijakan luar dianggap sebagai
sebuah langkah #erdas dalam menyikapi dua ha tersebut. Pandangan tajam ter#ermin
dari mar#hia&ellian tentang kenegaraan realis, yang meliputi hal% hal sebagai berikut/
sadarlah terhadat sesuatu yang sedang terjadi. .angan menunggu sesuatu hingga
terjadi. Antisipasi motif dan tindakan pihak lain. .angan menunggu pihak lain bertindak.
"etiap pemimpin realis harus dapat memba#a setiap kondisi yang terjadi. $ia juga
harus dapat mengantisipasi tindakan pihak lain. Pemimpin realis menurut pandangan
mar#ha&elli harus mengesampigkan nilai moral dalam men#apai kesejahteraan tertinggi
negaranya.
3. (obbes dan $ilema Keamanan
Pada masa pra%sipil (obbes memandang bahwa pria, wanita ataupun anak% anak
merupakan an#aman bagi yang lain. 'iap manusia hidup dalam ketakutan. 'idak ada
kepastian kelangsungan hidupnya yang lama. Mereka selalu mengkhawatirkan pihak
lain yang akan mengan#am dan melukai mereka. (ingga pada akhirnya mereka
membuat perjanjian politik untuk men#iptakan keamanan bersama. amun tujuan
utamanya adalah untuk menjamin keamananya sendiri. $emikian pul ia memandang
hubungan internasional. 1an mengganggap bahwa perjanjian internasional antar egara
sangatlah penting untuk men#iptkan keamanan dan meghilangkan rasa teran#am dari
masing%masing pihak. ilai dasar realism (obbes adalah perdamaian domesti#%
perdamaian dalam kerangka kerja egara berdaulat%dan kesempatan bahwa hanya
perdamaian sipil yang dapat menyediakan bagi para pria dan wanita memperoleh
kebahagiaan.
$ari keseluruhan materi diatas kita dapat menyimpulkan semua pandangan realis
memiliki pandangan yang sama yaitu 1. Keadaan manusia adalah keadaan yang enuh
konflik yang harus diperhatikan dan di hadapi. 2. Mereka setuju bahwa terdapat
kumpulan pengetahuan politik, atau kebijaksanaan, untuk menghadapi masalah
keamanan, dan masing% masing dari mereka men#oba mengidentifikasi elemen%
elemen pokoknya. 3. Mereka setuju bahwa tidak ada pelarian akhir dari kondisi
manusia ini.

Realisme Neoklasik Morgenthau
Menurut Morgenthau 213456 , pria dan wanita se#ara alami adalah binatang
politik) mereka dilahirkan untuk mengejar kekuasaan dan untuk mengejar
kekuasaan.amorgenthau berbi#ara animus dominandi, manusia ,haus- akan kekuasaan
2Moergenthau 1345/ 1326. 'idak hanya untuk kekuasaan politik semata, hal ini juga
digunakan untuk mempertahankan diri sendiri dan untuk memeperoleh kebebasan driri
sendiri dari pihak lain.
Animus dominandi manusia jelas tidak dapat dihindarkan lagi membawa pria dan
wanita ke dalam konflik satu sama lain. ,Politik adalah perjuangan untuk kekuasaan
atas manusia, dan apapun tujuan akhirnya, kekuasaan adalah adalah tujuan
terpentingnya,dan sara%#ara memperoleh, memelihara, dan menunjukkan kekuasaan
menentukan teknik aksi politik- 2Morgenthau 1345/1356.
Morgenthau jelas sekali mengulang Ma#hia&elli dan (obes. .ika masyarakat
ingin memperoleh wilayah politik yang bebas dari inter&ensi atau kendali pihak asing,
mereka harus mengerahkan kekuatan mereka dan menyebarkan kekuatannya untuk
tujuan tersebut. 7akni mereka harus mengorganisasikan dirinya dalam negara yang
kuat dan efektif yang dengan #ara itu mereka dapat mempertahankan kepentingannya.
$i sini kami sampai pada doktrin normatif inti dari realisme klasik daan neo%klasik.
Morgenthau mengikuti tradisi 'hu#ydides dan Ma#hia&elli/ hanya ada satu moralitas
bagi wilayah pribadi dan yang lain dan moralitas yang sangat berbeda bagi wilayah
publi#. Presiden Amerika "erikat 8oodrow 8ilson, yang per#aya bahwa perlu etika
politik selaras dengan etika pribadi. "eperti #ontoh dalam pidatonya Presiden 8ilson
dapat melihat ,permulaan sauatau jaman dimana akan ditegaskan bahwa standar yang
sama mengenai sikap dan tanggung jawab bagi suatu ketidakadilan akan dipatuhi di
antara bangsa%bangsa dan pemerintahannya yang dipatuhi antara warga negara
indi&idual dari negara%negara beradab9 2Morgenthau 1345/1:;6
Morgenthau menganggap pandangan tersebut tidak hanya menjadi nasihat yang
buruk di sisi intelektual, tetapi juga pada dasarnya salah se#ara moral.1ni merupakan
kesalahan intelektual yang besar sebab gagal menghargai pentignya perbedaan di
wilayah politik publi#, di satu sisi, dan wilayah kehidupan domesti#, di sisi lain. Menurut
kaum realis klasik, Perbedaan tersebut sangat fundamental. Ma#hia&elli menegaskan
bahwa jika penguasa bekerja sesuai dengan etika pribadi Kristiani dia akan
mendapatkan kesulitan dengan #epat sebab pesaing%pesaing politik tidak akan dapat
diper#aya bekerja dalam Kristiani yang sama. "eluruh rakyat yang bergantung pada
kebijakan tersebut akan menderita akibat ben#ana yang di#iptakan.
Kebijakan sema#am itu akan menjadi sangat ka#au, dan akan mengalami
kegagalan moral, sebab para pemimpin politik memikul tanggung jawab yang sangat
berat bagi keamanan dan kesejahteraan negara dan rakyatnya. Kadang%kadang
sebagai #ontoh , selama krisis atau keadaan darurat < mungkin perlu menjalankan
kebijakan luar negeri dan terlibat dalam akti&itas%akti&itas internasional yang salah
besar menurut moralitas pribadi/ memata%matai, berbohong, #urang, men#uri ,
berkomplot, dst. +agi kaum realis, situasi yang tragis tersebut sebenarnya jelas bentuk
dari politik internasional khusunya sepanjang masa perang. Mengorbankan satu
kebaikan demi kebaikan yang lebih besar.
+agi Morgenthau inti kenegaraan adalah pengetahuan yang jelas bahwa etika
pribadi dan etika politik itu tidak sama. Menurutnya kun#i menuju kenegaraan yang
efektif dan bertanggungjawab adalah mengakui fakta politik kekuasaan ini dan
berusaha membuat yang terbaim darinya.
egarawan dan egarawati yang bertanggungjawab harus bersikap bijaksana dan
sadar bahwa pelaksanaan kekuasaan politik dalam masalah;masalah luar negeri akan
menimbulkan masalah moral seperti, dilemma moral, ternodanya tindakan moral,
bahakan terkadang maraknya kejahatan.
Morganthau 213:5/ !%1=6 Membungkus teori (i nya dalam ,enam prinsip realism
politik-.
o Politik berakar dalam sifat manusia yang permanen dan tidak berubah pada dasarnya
mementingkan diri sendiri.2self-centered, self-regarding, self-interested6.
o Politik adalah ,wilayah tindakan otonom- dan oleh karena itu tidak dapat terlepas dari
masalah ekonomi 2seperti yang #enderung dilakukan oleh penstudi kaum Mar>is6 atau
dari persoalan moral 2 seperti yang #enderung dilakukan oleh kaum Kantian atau kaum
?iberal6.
o Kepentinga pribadi adalah fakta mendasar kondisi manusia /seluruh rakyat memilih
minat yang rendah dalam hal memperjuangkan keamanan dan kelangsungan hidupnya.
Politik adalah arena mengekspresikan kepentingan%kepentingannya yang #epat atau
lambat akan segera berubah menjadi konflik. Politik 1nternasional adalah arena
kepentingan%kepentingan negara yang sedang berkonflik. 0ealisme adalah doktrin yang
menjawab fakta dari realitas politik yang berubah.
o @tika (ubungan internsional adalah etika situasional atau politis yang berbeda jauh dari
moralitas pribadi. "eorang pemimpin politik tidak memiliki kebebasan yang sama untuk
melakukan sesuatu yang benar seperti warga negara pribadi. Pemimpin negara yang
bertanggung jawab harus berjuang tidak melakukan yang terbaik, melainkan,
melakukan yang terbaik saat kondisi saat itu mengijinkan. "ituasi politik yang terbatas
tersebut adalah inti normati&e kaum realis.
o Aleh karena itu kaum realis menetang bahwa bangsa%bangsa tertentu < sekalipun
bangsa yang sangat demokratis seperti Amerika "erikat sekat% dapat memaksakan
ideologinya pada bangsa lain dan dapat menggunakan keuatannya untuk mendukung
tindakan tadi. Kaum realis menentangnya, sebab itu dianggap sebagai tindakan
berbahaya yang dapat mengan#am perdamaian dan keamanan internasional dan pada
akhirnya hal itu dapat berbalik dan akan mengan#am negara yang sedang berjuang.
o "eni bernegara adalah akti&itas yang sederhana dan #enderung membosankan yang
menimbulkan satu kesadaran penuh akan keterbatasan dan ketidaksempurnaan
manusia. Pandangan manusia yang pesimistik sebagimana adanya dan bukan
sebagaimana yang kita harapkan adalah suatu kenyataan yang sulit yang tedapat
dalam inti politik internasional.
Schelling dan Realism Strategis
Kekuasaan dipahami bukan hanya menjadi fakta kehidupan politik, tetapi juga
masalah tanggung jawab politik. +ahkan kekuasaan dan tanggung jawab merupakan
konsep yang tidak dapat dipisahkan. +agi kaum realis klasik perimbangan kekuasaan
adalah intitusi yang diinginkan dan sesuatu yang baik untuk diperjuangkan sebab ia
men#egah terjadinya penguasaan dunia yang hegemoni# oleh negara berkekuatan
besar manapun. "istem ini menjunjung tinggi nilai%nilai dasra keamanan dan
perdamaian internasional.
0ealisme strategis intinya memfokuskan perhatian pada pembuatan keputusan
kebijakan luar negeri. "#helling 213:;)13346 berupaya menyediakan sarana%sarana
analitis bagi pemikiran strategis.
Kotak 3.1;. "#helling tentang diplomasi
$iplomasi adalah berunding) ia berupaya menyelesaikan
bahwa, meskipun tidak ideal bagi semua pihak, adalah lebih
baik bagi kedua pihak daripada beberapa alternati&e . . .
Perundingan tersebut dapat saja sopan atau kasar, mengkaitkan
an#aman dan juga tawaran , dan menganggap adanya
ketidakper#ayaan daripada keper#ayaan. 'etapi . . . pati
terdapat kepentingan bersama, hanya jika dalam pen#egahan
kerusakan timbal balik, dan suatu kesadaran kebutuhan
membuat kelompok lain meyukai nhasil yang dapat diterima
bagi dirinya sendiri. $engan kekuatan militer yang #ukup suatu
negara mungkin tidak perlu berunding.
"#helling 213:;/ 4%=6 memberikan #atatan penting bahwa/
KemanjuranB an#aman CnuklirD mungkin tergantung pada alternatif%alternatif
apa yan tersedia bagi musuh yang potensial, yang, jika tidak bereaksi seperti singa
yang terperangkap, dapat diberikan tindakan%tindakan yang dapat dimaklumi. Kita harus
menyadari bahwa an#aman tindakan pembalasan menyeluruh . . . menghilangkan
beberapa jalur tindakan dan memaksanya memilih diantara yang ekstrim . . . CdanD
mungkin memepengaruhinya untuk menyerang pertama kali.
1ni merupakan #ontoh bagus realism strategis yang pada dasarnya hirau pada
#ara menjalankan kekuasaan se#ara #erdas agar lawan militer kita melakukan apa
yang kita inginkan, dan yang lebih penting lagi agar mereka tidak melakukan hal%hal
yang kita takutkan. +agi "#helling, akti&itas se#ara teknis merupakan instrumental dan
karenanya bebas dari pilhan moral. 'api "#helling tidak mendasarkan analisis
instrumentalnya pada etika sipil atau politik seperti yang dilakukan Ma#hia&elli.
Angkatan bersenjata merupakan salah satu senjata krusial dan salah satu
hirauan realism strategis dalam kebijakan luar negeri. "#helling mengatakan , kekuatan
yang kejam berhasil ketika digunakan, sedangkan kekuatan untuk menyakiti paling
berhasil ketika disimpan. 1ni adalah an#aman perusakan . . . yang dapat membuat
seseorang menyerah atau menurut-. Kekerasan merupakan suatu metode membawa
musuh ke dalam metode perundingan dan menjadikan musuh itu melakukan apa yang
kita inginkan dia lakukan tanpa harus menolaknya < yaitu menggunakan kekuatan yang
kejam , yang biasanya jauh lebih sulit,dan jauh lebih berbahaya.
.elas di sana terapat kesamaan yang dekat anatara realism Ma#hia&elli dan
realism "#helling .Meskipun demikian, ralisme strategis "#helling 213:;6 biasanya tidak
men#ari etika%etika kebijakan luar negeri) ia hanya memisalkan tujuan%tujuan luar
nergeri mendasar tanpa komentar. "#helling membahas inti realism strategis ,yang
kotor- dan ,bersifat memeras- dengan mudahnya tetapi ia tidak menyatakan mengapa
diplomasi sejenin itu dapat disebut ,kotor- atau ,memeras-, dan ia tidak menyatakan
hali itu dapat dibenarkan atau tidak. 0ealisme "#helling pada dasarnya berbeda
dengan realism Ma#hia&elli dalam hal penting tadi.
$isini kita sampai pada perbedaan mendasar anatara realisme klasik atau
neoklasik dan realisme kontemporer. +agi kaum realis kalsik atau neoklasik adalah
suatu tanggung jawab pemimpin negara untuk men#apai kondisi politik yang diinginkan
yang membutuhkan kebaikan publi# 2yaitu politik6 dalam bagiannya. Kaum realis klasik
sadar akan nilai%nilai dasar yang dipertaruhkan dalam politik dunia dan mereka se#ara
eksplisit hirau dengannya dengan #aya menyediakan teori politik dan etika (1.
"edangkan kaum realis kontemporer, mereka membatasin analisis mereka pada
struktur dan proses politik dan mereka kebanyakan mengakbaikan tujuan%tujuan politik.
(al itu jelas dari analisis singkat neorealisme kontemporer.
Waltz dan Neorealisme
Pemikir kaum neorealist kontemporer terkemuka yang tidak diragukan lagi
adalah Kenneth 8altE 213=36. 1a mengambil beberapa elemen realism klasik dan
neoklasik sebagai titik awal < misalnya negara%negara merdeka hidup dan bergerak
dalam system anarki internasional. $ia berangkat dari tradisi itu dengan mengabaikan
teori normatifnya dan berusaha meneyediakan teori (1 yang ilmiah.
$alam pandangan 8altE teori (1 yang terbaik adalah teori system kaum
neorealist yang intinya memfokuskan pada struktur system, pada unit%unitnya yang
berinteraksi, dan pada kesinambungan dan perubahan system. Menurut teori eorealis
8altE, bentuk dasar (1 adalah struktur anarki yang tersebar di antara negara%negara.
"emua negara harus mengumpulkan pajak, menjalankan kebijakan luar negeri. $alam
kata%kata 8altE sendiri, unit%unit negara dalam sisitem internasional ,dibedakan
khususnya oleh besar atau ke#ilnya kapabilitas mereka dalam menjalankan tugas yang
serupa . . . struktur suatu system berubah seiring dengan perubahan dalam distribusi
kapabilitas antar unit%unti system- 28altE 13=3/3=6.
"eperti diketahui negara%negara yang sangat penting menentukan perubahan%
perubahan dalam struktur internasional adalah negara%negara berkekuatan besar. 8altE
membedakan system bipolar yang terjadi selama perang dingin antara Amerika dengan
Fni so&iet % dan system multipolar % yang terjadi sebelum ataupun sesudah perang
dingin. 8altE yakin system bipolar lebih stabil karena meneyediakan jaminan
perdamaian dan keamanan yang lebih baik dibanding sistem multpolar.
8altE berbeda dari realisme klasik dan neoklasik dalam beberapa hal mendasar
yang membuat pendekatan berbeda dari, katakanlah, Morgenthau. *okusnya adalah
pada struktur system dan bukan pada manusia yang men#iptakan atau
mengoperasikan system.
8altE memiliki aspek normati&e yang bergeran dalam konsep kedaulatan
negara/ ,menyatakan bahwa negara adalah berdaulat berarti negara bagi dirinya
bagaimana ia akan menghadapi masalah% masalah internal dan eksternal%nya 28altE
13=3/346. $engan demikian, kedaulatan negara berarti dalam posisi menentukan, suatu
kondisi di mana biasanya di#irkan dengan istilah ,kemerdekaan-/ negara%negara
berdaulat dianggap sebagai negara yang merdeka dari negara%negara berdaulat lain.
'api apakah kemerdekaan itu G 8altE 213=3/::6 mengatakan bahwa masing%masing
negara se#ara formal ,sama terhadap yang lain. 'idak ada yang berhak memerintah)
tak ada yang perlu dipatuhi-. Argumen 8altE pada dasaranya merupakan teori
determinis di mana sturktur menentukan kebijakan. (al ini mengarah pada pemikiran
realis klasik tentang pentingnya struktur internasional dalam kebijakan luar negeri pada
suatu titik di luar realism klasik ataupun neoklasik, yang selalu mebuat ketentuan bagi
politik dan etika ketatanegaraan 2Morgenthau 13:56.
8altE 213=3/1136 bergerak, juga, dengan konsep kepentingan nasional/
,masing%masing negara menetapkan yang dipikirnya terbaik menajalankan
kepentingannya-. +agi 8altE, dengan demikian, kepentingan nasional terlihat bergerak
seperti sinyal otomatis yang memerintahkan pemimpin negara kapan dan kemana
harus begerak. "edangkan Morgenthau per#aya bahwa para pemimpin negara wajib
melaksanakan kebijakan luar negerinya dengan menga#u pada petunjuk yang
digariskan oleh kepentingan nasional, dan mereka mungkin dipersalahkan ketika gagal
melakukannya.
Perbedaan antara neorealist dan realism klasik dan neoklasik dalam hal ini
adalah bahwa 8altE menganggapnya sebagai suatu yang sudah semestinya akan
terjadi, sedangkan Morgenthau dan realis klasik menganggapnya sebagai norma
penting dalam menilai kebijakan luar negeri negara%negara berkekuatan besar.
+erkenaan denga hal tersebut , neorealismenya tidak terpisah jauh dari realism klasik
dan neoklasik seperti dugaannya tentang teori ilmiah. (al ini menunjukkan betapa
upaya%upaya penjelasan ilmiah dapat terus berdasarkan pada norma%norma dan nilai%
nilai yang tidak diketahui.
Teori Stabilitas Kaum
Neorealis Neorealisme,'okoh
yang terkenal dalam perkembangan neorealisme ialah Kenneth 8altE, dalam
pandangannnya Kenneth 8altE melihat aktor bukan sebagai hal utama lagi namun
sistem%sistem dan unit%unit yang berinteraksi merupakan yang utama. $alam hal ini
fokus analisis yang utama adalah struktur sistem, khusunya distribusi kekuasaan yang
relatif. 8altE menganggap sistem yang bipolar lebih stabil karena menjamin perdamaian
dan keamanan daripada sistem multipolar. 8altE juga menekankan konsep
perimbangan kekuatan dalam konsep perdamaiannya. Menurut pandangan ini (akikat
manusia dapat dilihat dari perilaku%perilaku aktor internasional dengan #ara tertentu
yang dapat diprediksi .Aktor dari neorealisme ini tetap sama dengan realisme yaitu
egara. Agenda utamanya ialah membahas tentang kekuatan besar yang bisa
mempengaruhi hubungan internasional dan teori "tabilitas eoralis per#aya
bahwa sistem bipolar lebih stabil dan damai. (al tersebut sesuai dengan pernyataan
8altE, bahwa sistem bipolar bersifat superior dari sistem multipolar karena
menyediakan stabilitas internasional yang lebih baik dan dapat menjaga keamanan dan
perdamian yang lebih besar, dengan alasan sebagai berikut. Pertama,jumlah konflik
negara%negara berkekuatan besar lebih sedikit, sehingga mengurangi kemungkinan
perang negara%negara berkekuatan besar. Kedua, lebih mudah menjalankan sistem
penangkalan yang efektif sebab lebih sedikit negara%negara berkekuatan besar yang
terlibat. Ketiga, karena hanya ada dua kekuatan yang mendominasi sistem tersebut
maka kesempatan salah perhitungan dan salah tindakannya lebih sedikit.
Realisme setelah Perang ingin : !su perluasan N"T#
'erjadi perdebatan besar tentang bagaimana kaum realist melihat hubungan
antarabangsa, khususnya hubungan antara egara%negara berkekuatan besar setelah
Perang $ingin perdebatan menyangkut perluasan A'A ke @ropa timur yang pada
intinya akan memun#ulkan pemikiran dan pertimbangan kaum realis. Mereka yang
mendukung perluasan A'A menuju @ropa 'imur menyatakan bahwa ,tujuan utama ,
adalah keamanan kawasan yang lebih besar. Para pendukung perluasan A'A
beranggapan bahwa/
1. $engan adanya A'A diwilayah tersebut dapat memperke#il jenis an#amanHintimidasi
0ussia terhadap negara tetangganya.
2. A'A dapat memimpin dan melindungi negara yang berjalan sendirian 2tanpa aliansi6
dikawasan tersebut.
3. Keamanan di @ropa timur dan stabilitas di luar kawasan tersebut mungkin buruk, lebih
tidak menentu, leebih pro&okatif, lebih tidak dapat diprediksi, lebih berpotensi perang,
A'A menganggap akan lebih berbahaya jika ia tidak mengambil tindakan.
"edangkan mereka yang menentang perluasan A'A mengajukan beberapa
pertimbangan yakni sebagai berikut/
1. Perluasan A'A ke wilayah timur bekas wilayah Fni "o&iet mungkin menyatukan
nasionalis danm kekuatan politik ,>enophobi#- di 0ussia yang menentang kolaborasi
lebih erat antara negara mereka dengan barat 2A"6. 'erdapat kemungkinan akan
memun#ulkan kembali pembagian perang dingin.
2. Perluasan A'A akan menimbulkan garis pembagi yang baru antara negara satelit
bekas Fni "o&iet yang berpindah masuk ke A'A dengan mereka yang tetap berada di
luar akan dapat menimbulkan ketidakstabilan yang lebih besar.
3. $i dalam A'A sendiri, perluasan akan mengurangi kredibilitas aliansi pada titik yang
se#ara politis paling fundamental yakni janjinya untuk mempertahankan tanpa ke#uali
setiap anggota dari suatu serangan.
!. Perluasan A'A ke dalam wilayah @ropa yang se#ara 1nheren sangat tidak stabil dan
lebih sulit untuk dipertahankan mungkin menempatkan dalam bahaya komitmen
Amerika "erikat pada aliansi tersebut.
Adanya isu perluasan A'A pas#a perang dingin ini menimbulkan pendapat
antara realis klasik dan neoklasik. Keduanya memahami (1 tujuan utamanya adalah
menggunakan kebijakan luar negeri dan kekuatan militer untuk mempertahankan
kepentingan nasional dan memajukan ketertiban internasional. Kemudian perbedaan
tentang perluasan A'A ke @ropa 'imur membuka penekanan kaum realis klasik dan
neoklasik pada ketatanegaraan yang bertanggungjawab dan kebaikan%kebaikan seperti
kehati%hatian dan penilaian.
ua Kritik terhadap Realisme
'radisi masyarakat internasional merupakan kritik terhadap realism dalam dua hal.
Pertama, ia menganggap realism sebagai teori (1 satu dimensi yang terlalu sempit
fokusnya. Kedua, ia menyatakan bahwa realism gagal men#akup perluasan di mana
politik internasional merupakan suatu dialog aliran%aliran dan perspektif%perspektif (1
yang berbeda. 'eori emansipatoris menyatakan bahwa politik kekuatan sudah using
sebab keamanan sekarang adalah masalah lo#al dalam negara yang terorganisasi dan
kadang%kadang #osmopolitan rakyat di mana pun di samping kewarganegaraanya. 1a
tidak lagi se#ara eksklusif atau bahkan utamanya suatu masalah keamanan nasional
dan pertahanan nasional.
'@A01 A0IA1"A"1 A'A0A+AI"A
0ealisme
0ealisme dalam teori hubungan antarabangsa 2international relations theory6 dan teori
organisasi antarabangsa 2international organisation theory6 adalah salah satu pengajian
pemikiran yang dominan dalam disiplin hubungan antarabangsa. 0ealisme atau
realisme politik yang mengutamakan kepentingan nasional dan keselamatan atas
ideologi, keprihatinan moral dan rekonstruksi sosial. 1stilah ini sering dikaitkan dengan
politik kekuasaan.
"e#ara umumnya pengamal teori realisme berkongsi andaian utama seperti, sistem
antarabangsa telah dibangunkan sejak sekian lama. "istem antarabangsa adalah
dalam keadaan anarki yang stabil. 'idak ada pelakon atau aktor yang berada dii atas
menyatakan mampu mengatur interaksi mereka) negara harus mempunyai hubungan
dengan negara%negara lain atas kehendak sendiri bukannya dipaksa oleh kuasa yang
lebih tinggi.
$alam membentuk keselamatan negara, negara%negara berusaha untuk men#apai
sumber kekuatan sebanyak mungkin daripada pelbagai #ara. egara adalah aktor
kesatuan yang rasional di mana masing%masing bergerak terhadap kepentingan
nasional mereka sendiri. 'erdapat ketidakper#ayaan umum dalam kerjasama jangka
yang panjang atau perikatan. Perkara yang utama dari negara masing%masing adalah
keselamatan negara dan kelangsungan hidup atau kelangsungan negara. (ubungan
antara negara%negara ditentukan oleh tahap mereka kuasa terutama berdasarkan
kepada kekuatan ketenteraan dan ekonomi. egara yang paling berkuasa dan paling
kuat adalah pelakon atau aktor utama dalam sistem antarabangsa dan perhatian
khusus diberikan kepada kuasa besar kerana mereka mempunyai pengaruh yang
paling di peringkat antarabangsa. 1nstitusi antarabangsa, organisasi non%pemerintah,
syarikat multinasional, indi&idu dan negara ke#il atau trans%pelakon negara yang dilihat
mempunyai kuasa yang sedikit bebas.
"arjana $alam 0ealisme
'hu#ydides
'hu#ydides 2#. !4; +J < #. 335 "M6 adalah seorang sejarawan 7unani dari Alimos dan
penulis "ejarah Perang Peloponnesia, yang men#eritakan perang abad ke 5 "M antara
"parta dan Athens pada tahun !11 "M . 'hu#ydides telah digelar bapa-sejarah sains-
2father of ,s#ientifi# history-6 kerana standard yang ketat tentang bukti%pengumpulan
dan analisis dari segi sebab dan akibat tanpa merujuk kepada #ampur tangan daripada
mana%mana pihak.
1a juga telah disebut bapa pengajian realisme politik, yang melihat hubungan antara
bangsa%bangsa sebagai berdasarkan mungkin bukan benar. 'eks klasiknya masih lagi
diajar di akademi tentera lanjutan di seluruh dunia.
Karya agungnya adalah (istory of the Peloponnesian 8ar di mana beliau per#aya
bahawa kuasa negara bandar 2Jity "tate6 seperti Athens dan "parta kerana kuasa
adalah segala%galanya. egara yang paling berkuasa akan men#apai kemenangan.
+agi men#apai kemenangan, soal moral, soal nilai ataupun agama tidak perlu di ambil
kira malah ia diketepikan kerana bagi beliau, negara yang kuat yang mempunyai kuasa
besar akan tetap dilihat sebagai pihak yang benar dan apa yang mereka lakukan
adalah betul.
.usteru negara yang lebih kuat boleh lakukan apa sahaja yang mereka suka dan
negara yang lemah perlu akur dan menerima apa sahaja yang telah ditentukan oleh
negara yang lebih besar.
'hu#ydides melihat bahawa pakatan ataupun kerjasama tidak akan menjamin
keselamatan tetapi perlu bergantung dengan kemampuan sendiri dan tentera sendiri.
1ni bermakna, ia perlu bergantung kepada kekuatan, kemampuan dan kebijaksanaan
kuasa sesebuah negara untuk menjamin keselamatan mereka dan se#ara tidak
langsung organisasi antara bangsa adalah sesuatu yang tidak diperlukan.
i##olK Ma#hia&elli
i##olK di +ernardo dei Ma#hia&elli 23 Mei 1!43 < 21 .un 152=6 adalah seorang ahli
falsafah dan penulis 1tali yang berpusat di *loren#e pada waktu 0enaissan#e. $ia
adalah salah satu daripada pengasas utama dari ilmu politik moden. +eliau adalah
seorang diplomat, ahli falsafah politik, dramawan, dan seorang penjawat awam dari
0epublik *lorentine. +eliau juga menulis komedi, karna&al lagu, puisi, dan beberapa
korespondensi peribadi paling terkenal dalam bahasa +ahasa 1tali. Posisinya dalam
rejim *loren#e sebagai "etiausaha Jhan#ery Kedua 0epublik *loren#e pada 1!3:%
1512.
Ma#hia&elli paling dikenali kerana sebuah risalah politik pendek bertajuk 'he Prin#e
yang ditulis pada tahun 1513, tetapi tidak diterbitkan sehingga tahun 1532, lima tahun
selepas kematiannya. +uku ini menumpukan kepada kemungkinan lahirnya ,putera
baru- bukannya putera yang lahir daripada keturunan . +agi mempertahankan kuasa,
Lpetera lama9 harus berhati%hati sedangkan seorang putera baru mempunyai tugas yang
lebih sukar dalam berkuasa untuk mengekalkan kuasanya dalam rangka membina
struktur politik yang berpanjangan.
.usteru perlu ada tindakan yang bukan sekadar menjaga reputasi tetapi juga perlu
berani untuk bertindak dengan tindakan tidak bermoral. "ebagai seorang saintis politik,
Ma#hia&elli menekankan perlunya sesekali untuk pelaksanaan metodis kekerasan,
penipuan, dan sebagainya. 1ni bermakna setiap pemimpin perlu berfikir bagaimana
untuk mendapatkan kuasa dan #ara mengekalkannya.
Aleh itu, tidak ada terma salah ataupun benar bagi sesebuah pemerintahan sekiranya
ia adalah untuk tujuan mengekalkan kuasa. Pemerintah mesti penggunakan #ara
kekerasan dan kekejaman untuk mengekalkan kuasa.
Apabila sesebuah negara berjaya untuk menggunakan kuasa sehingga menimbulkan
rasa gerun negara lain terhadap negaranya maka ia dipanggil sebagai ,'he Fltimate
$efen#e-.
Aleh kerana itu makan Ma#hia&elli per#aya bahawa pakatan pemerintahan tidak akan
menjamin keselamatan sesebuah negara.
Jarl &on JlausewitE
Jarl Philipp Iottlieb &on JlausewitE 21 .un 1=:; < 1: o&ember, 1:31 adalah seorang
pakar teori tentera Prussia dan pakar teori tentera .erman yang menekankan aspek
moral dan politik perang. Karyanya yang paling terkenal, Mom Kriege 2An 8ar6, yang
belum selesai pada saat kematiannya.
JlausewitE menekankan dialektik tentang bagaimana faktor%faktor yang bertentangan
berinteraksi, dan men#atat bagaimana perkembangan baru tak terduga berlangsung di
bawah ,kabut perang- 2,fog of war-6 meminta keputusan yang #epat oleh kewaspadaan
komander.
JlausewitE telah banyak aforisme, yang paling terkenal adalah, ,Perang bukan hanya
tindakan politik, tetapi juga instrumen politik, merupakan kelanjutan dari hubungan
politik, melakukan yang sama dengan #ara lain,- 28ar is not merely a politi#al a#t, but
also a politi#al instrument, a #ontinuation of politi#al relations, a #arrying out of the same
by other means6 definisi kerja perang yang telah diterima se#ara meluas.
JlausewitE per#aya bahawa kuasa datang daripada Lselaras senapang9 iaitu daripada
daripada ketenteraaan. .usteru kuasa tentera sangat diperlukan oleh negara ataupun
pemerintah untuk men#apai matlamat politik.
Ale>ander (amilton
Ale>ander (amilton 211 .anuari 1=55 < 12 .ulai 1:;!6 adalah merupakan "etiausaha
Kewangan Amerika "yarikat yang pertama, +apa Pengasas 2*ounding *ather6, pakar
ekonomi, dan ahli falsafah politik. 'elah dilantik sebagai Aide%de%#amp kepada .eneral
Ieorge 8ashington semasa Perang 0e&olusi Amerika, dia adalah seorang pemimpin
nasionalis Amerika yang menyeru sebuah perlembagaan baru, ia adalah salah satu
peguam terawal perlembagaan Amerika, dan menulis sebahagian besar Papers
federalist, sumber utama untuk tafsiran Perlembagaan. (amilton adalah penulis utama
dari dasar ekonomi daripada pentadbiran Ieorge 8ashington terutama pembiayaan
hutang negara oleh kerajaan Persekutuan, pendirian bank nasional, sistem kadar, dan
hubungan perdagangan persahabatan dengan 1nggeris.
Karya agung beliau tentang program ekonomi untuk Amerika "yarikat bertajuk L0eport
on Manufa#turers9. +eliau per#aya bahawa sesuatu negara tidak boleh hanya
bergantung kepada satu sumber ekonomi sahaja tetapi perlu ada pelbagai sumber
ekonomi untuk menjana pertumbahan ekonomi sesebuah negara.
Aleh kerana sesebuah negara perlu ada per#ambahan sumber menjana ekonomi maka
negara mesti #ampur tangan dalam urusan pasaran ekonomi demi menjaga
kepentingan sesebuah negara.
Ale>ander (amilton kadang%kadang dianggap sebagai - malaikat pelindung- atau
,patron saint- dari Pengajian falsafah ekonomi Amerika sehingga menurut seorang
sejarawan, beliau mendominasi dasar ekonomi Amerika "yariakt selepas tahun 1:41.
$ia tegas menyokong #ampur tangan kerajaan dalam menyokong perniagaan. (amilton
menentang gagasan 1nggeris perdagangan bebas.
Keper#ayaan 0ealisme
egara adalah aktor utama paling penting dalam menentukan hala tuju sesebuah
negara. 1ni membawa makna tidak ada istilah yang disebutkan sebagai sebuah
Arganisasi Antarabangsa tetapi hanyalah egara. egara adalah penentu kepada
masa depan rakyat. .usteru negara sudah tentu yakin dan per#aya bahawa apa jua
tindakannya adalah benar dan tepat walaupun ianya dilakukan dengan #ara kekerasan
dan paksaan. 0akyat perlu akur dan menerima apa sahaja yang dilakukan oleh
kerajaan kerajaan lebih mengetahui apa yang dilakukannya.
(ubungan antara bangsa akan menimbulkan konflik yang lebih menyusahkan dan
berpanjangan dan #ampur tangan kuasa luar tidak akan mampu menyelesaikan
masalah yang dihadapi oleh sesebuah negara malah ia bakal mengu#ar%ka#irkan
sesebuah pemerintahan. Jampur tangan kuasa luar se#ara tidak langsung akan
menyebabkan pengusaan negara luar terhadap sesebuah negara. Maka, ia sudah tentu
akan menyebabkan sesebuah negara akan menjadi lemah kerana #ampur tangan
kuasa asing akan mengganggu #orak pemerintahan negara tersebut.

Beri Nilai