Anda di halaman 1dari 6

Jurnal

SPEKTROSKOPI UV-VISIBLE

Disusun guna memenuhi tugas matakuliah Kimia Analitik
Dosen Pengampu: Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph, D.


Oleh:
Pendidikan Kimia Off. B
Lita Novilia (130331811072)









UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
Februari 2014





Jurnal V: Spektroskopi UV-Visible
Berikan penjelasan komprehensif untuk UV-vis spectrometri untuk kimia analisis
-modern- yang dapat ditemukan dalam jurnal-jurnal internasional yang baik.
Jurnal ini menjelaskan analisis instrumentasi kimia menggunakan metode
spektroskopi UV-Visible meliputi prinsip-prinsip dalam metode spektroskopi UV-
Visible, komponen instrumen dari spektofotometer UV-Visible, serta aplikasinya dalam
penelitian terbaru.
Prinsip Metode Spektroskopi UV-Visible
Penyerapan di daerah ultraviolet dan sinar tampak berasal dari adanya elektron
ikatan yang tereksitasi. Masing-masing molekul memiliki pola serapan yang spesifik,
hal ini menunjukkan karakter masing-masing senyawa yang akan dianalisis. Senyawa
senyawa yang dapat menyerap cahaya di rentangan ultraviolet dan sinar tampak disebut
sebagai gugus kromofor. Selain kandungan senyawa yang akan dianalisis yang
diperhatikan, pelarut yang digunakan juga perlu diperhatikan, karena beberapa pelarut
yang berupa senyawa organic juga dapat menyerap.
Ada beberapa tipe transisi elektronik yang mungkin terjadi dalam sebuah
molekul kimia, diantaranya:
1. Elektron dari orbital , , dan n
2. Elektron pada orbital d dan f golongan logam transisi dan lantanida
3. Elektron dari proses transfer muatan (senyawa kompleks dan organologam)

Berikut ini ditunjukkan diagram energi pada metode spektroskopi UV-Visible.













Gambar tersebut menunjukan pada daerah serapan metode spektroskopi UV-
Visible menunjukkan elektron berpindah dari tingkat energi keadaan dasar ke energi
yang lebih tinggi. Pada daerah fluorensi yang merupakan bagian dari emisi, elektron
pindah dari tingkat energi tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah, jika dalam
fluorensi, elektron sambil berpendar.
Metode spektroskopi UV-Visible berkaitan dengan Hukum Beer. Beer
menyatakan bahwa absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi spesies yang
menyerap dan lebar medium serapan, dapat dirumuskan persamaan sebagai berikut:
(

)
Persamaan tersebut diungkapkan dalam mol perliter dan b dalam centimeter,
konstantanya biasa disebut absoptivitas moler atau dapat disimbolkan , sehingga
persamaannya menjadi:

Namun hukum Beer juga memiliki beberapa keterbatasan, yang disebut real
limitation. Real limitation dari Hukum Beer adalah dapat diukur hanya pada konsentrasi
relative dari analit atau dalam larutan elektrolit yang jenuh, Beer tidak dapat
menjelaskan penggunaan hukumnya dalam larutan yang encer.
Selain adanya keterbatasan, dalam hukum Beer juga terdapat deviasi zat kima,
maksudnya Hukum Beer hanya dapat dihitung ketika spesies yang menyerap memiliki
konsentrasi yang tergantung pada kesetimbangan, sebagai contoh pada reaksi disosiasi
dan asosiasi.
Pada metode spektroskopi UV-Visible saat elektron mengalami transisi dapat
mengalami dua pergeseran, yakni pergeseran merah dan pergeseran biru. Pergeseran
merah terjadi saat elektron bertransisi dari
*
, dimana mengalami pergeseran ke
panjang gelombang yang lebih besar dalam pelarut nonpolar. Sebaliknya pada
pergeseran biru terjadi saat elektron bertransisi dari n
*
, menuju ke panjang
gelombang yang lebih kecil dalam pelarut polar.







Komponen Instrumen Spektrosopi UV-Visible
Spektrofotometer UV-Visible tersusun atas beberapa komponen yang berperan
penting dalam analisis instrumentasi menggunakan metode spektroskopi UV-Vis.
Komponen-komponennya antara lain:
1. Sumber cahaya
Biasanya menggunakan dua sumber energi. Sumber cahaya yang biasa digunakan
untuk spektroskopi ultraviolet adalah lampu deuterium, sedangkan sumber cahaya
untuk spektroskopi sinar tampak menggunajan sumber sinar lampu hydrogen.
2. Monokromator
Monokromator berfungsi mendisersikan cahaya yang masuk. Biasanya
monokromator berupa kisi atau prisma.
3. Tempat sampel
Tempat sampel atau yang biasa disebut kuvet. Kuvet biasanya terbuat dari kwarsa
atau silica yang tembus pandang sehingga tidak menghalangi serapan.
4. Detector
Detector berfungsi mengubah sinar yang diserap sampel menjadi sebuah data.
Detector yang biasa digunakan yaitu detector fotodioda.
5. Pengolah data atau computer
Data yang diterima biasanya tidak dapat diterjemahkan, oleh pengelolah data, data
disajikan dalam bentuk spektrum / grafik / kurva, sehingga lebih mudah dibaca.

Aplikasi Metode Spektroskopi UV-Visibledalam Penelitian Terbaru
Judul Artikel: Determination of Diethyl Phthalate and Polyhexamethylene Guanidine in
Surrogate Alcohol from Russia.
Artikel ini menjelaskan tentang penentuan Diethyl Phthalate (DEP) dan
Polyhexamethylene Guanidine (PHMG) dalam surrogate alcohol. Surrogate alcohol
merupakan jenis produk yang mengandung etanol, dapat digunakan dalam berbagai hal
diantaranya di Rusia digunakan dalam bidang kesehatan, namun surrogate alcohol ini
sering disalahgunakan untuk dikonsumsi (dijadikan minuman).
Analisis PHMG menggunakan metode spektroskopi UV-Visible, sebelumnya
diderivatisasi dengan Eosin Y dan spektroskopi H NMR dari ekstrak DMSO.




Sedangkan analisis DEP menggunakan metode spektroskopi UV-Visible dan
spektroskopi H NMR secara langsung. Kurva multivariate dan hasil komputasi dari
spektrum yang diperoleh digunakan untuk menentukan keberadaan PHMG dan DEP
dalam 22 sampel alkohol. Namun pada jurnal ini, akan saya jelaskan mengenai
penggunaan metode spektroskopi UV-Visible dalam penentuan DEP dan PHMG, untuk
penggunaan H NMR tidak dijelaskan karena topik yang dibahas adalah metode
spektroskopi UV-Visible.
Dalam metode spektroskopi UV-Visible penelitian ini, larutan yang digunakan
untuk analisis kualitatif yaitu dengan melarutkan aliquot dari minuman beralkohol yang
beredar dimana mengandung 60% alkohol. Untuk analisis kandungan PHMG digunakan
Eosin Y yang digunakan sebagai indikator, dimana PHMG dapat mengubah Eosin Y
dari berwarna oranye menjadi pink.
Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa penggunaan metode spektroskopi UV-
Visible diantaranya:
1. Prescreening minuman beralkohol
Hasil analisis menggunakan metode spektroskopi UV-Visible menunjukkan bahwa
sampel Samogon yang memiliki absorbansi paling tinggi di dalam spektum UV.
Identifikasi DEP dilakukan dengan mengukur koefisisen korelasi antara spektrum
hasil eksperimen dengan spektrum menurut teori dari larutan standar. Sedangkan
untuk analisis PHMG dalam sampel, absorbansi dapat diketahui dalam rentang
panjang gelombang 190-210 nm. Metode spektroskopi UV-Visible dapat dengan
mudah membedakan sampel Vodka yang terbuat dari surrogate alcohol atau sampel
Samogon buatan pribadi.
2. Penentuan Guanidine dalam sampel secara kualitatif
Guanidine dalam PHMG yang terdapat dalam sampel surrogate alcohol dapat
diketahui melalui pita Eosin Y-PHMG yang diperluas dan digeser ke panjang
gelombang yang lebih panjang (dari 517 nm ke 525 nm). Koefisisen korelasi Pearson
antara hasil eksperimen dan teori dari Eosin Y sebesar 0,97. Berdasarkan konsentrasi
eosin Y di dalam larutan dan rasio konsentrasi, didapatkan jumlah PHMG dalam
surrogate alcohol sebesar 515 50 mg/L. Terakhir dilakukan juga analisis
menggunakan H NMR untuk mengetahui lebih lanjut kandungan PHMG dalam




surrogate alcohol. Konsentrasi PHMG dalam surrogate alcohol dapat ditentukan
dengan lebih baik menggunakan metode H NMR dibandingkan menggunakan
metode spektroskopi UV-Visible.
3. Analisis kuantitatif DEP dan PHMG
Selain menggunakan metode H NMR, analisis kuantitatif untuk mengetahui
kandungan DEP dalam sampel dapat dilakukan dengan metode spektroskopi UV-
Visible. Analisis dengan metode spektroskopi UV-Visible ini harus memperhtikan
presisi instrumen spektrofotometer UV-Visible. Presisi instrumen tersebut bergantung
pada panjang gelombang yang dipilih dalam analisis kuantitatif ini. Namun metode
spektroskopi UV-Visible kurang memberikan selektivitas yang baik karena
spektrofotometer UV-Visible dapat menyerap senyawa lain dalam rentang panjang
gelombng 226 nm 276 nm. Kurangnya selektivitas ini disebabkan adanya tumpang
tindih spektrum sehingga dapat menggeser absorbansi. Oleh sebab itu perlu
dilakukan analisis lanjutan menggunakan metode NMR, Gas Chromatography, atau
Mass Spectrometry.
Meskipun metode spektroskopi UV-Visible memiliki banyak kekurangan, namun
tetap digunakan karena dapat menganalisis dengan cepat dan relatif murah.

Daftar rujukan artikel yang digunakan:
Monakhova, Yulia B, dkk. 2013. The Determination of Diethyl Pthalate dan
Polyhexamethylen Guanidine dalam Surrogate Alcohol from Russia. The Scientific
World Journal (Onine),(http://www.hindawi.com), diakses 21 Februari 2014.