Anda di halaman 1dari 37

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan ..................................................................................... 1
I. Latar Belakang ................................................................................. 1
II. Tujuan Pendirian Apotek ................................................................. 2
III. Visi dan Misi .................................................................................... 3
IV. Strategi ............................................................................................. 3
BAB II Teknis Operasional Pengelolaan Dan Pelayanan Kesehatan ........... 4
I. Pengelolaan dan Pelayanan Kesehatan ............................................ 4
II. Konsep Pendirian Apotek................................................................. 5
III. Job Description ................................................................................. 6
IV. Standar Operasional Procedure ........................................................ 9
V. Sarana Kesehatan Di sekitar Apotek ................................................ 14
VI. Alat dan Perbekalan Farmasi yang diperlukan ................................. 14
BAB III Analisa SWOT ................................................................................. 17
I. Strength ............................................................................................ 17
II. Weakness .......................................................................................... 17
III. Opportunity ...................................................................................... 17
IV. Threat ............................................................................................... 18
BAB IV Penutup ............................................................................................. 20
LAMPIRAN ........................................................................................................ 21

iii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Aspek Modal Dan Biaya ............................................................. 22
Lampiran 2. Etiket Apotek JOGJA FARMA ................................................... 25
Lampiran 3. Kartu Stok Manual Apotek JOGJA FARMA . ............................ 27
Lampiran 4. Copy Resep Apotek JOGJA FARMA. ........................................ 28
Lampiran 5. Surat Pesanan Apotek JOGJA FARMA ..................................... 29
Lampiran 6. Surat Pesanan (SP) Narkotika Apotek JOGJA FARMA ............ 30
Lampiran 7. Surat Pesanan (SP) Psikoropika Apotek JOGJA FARMA.......... 31
Lampiran 8. Logo Apotek JOGJA FARMA ................................................... 32
Lampiran 9. Layout Apotek JOGJA FARMA ................................................ 32
Lampiran 10. Denah Lokasi Apotek JOGJA FARMA ..................................... 33
Lampiran 11. Profil Kesehatan Kecamatan Kotagede ....................................... 34















1

BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Apotek menurut KepMenkes No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 adalah
tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran
sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sebagai
bagian dari rantai distribusi obat, Apotek berkewajiban memberikan
pelayanan obat dengan atau tanpa resep dokter. Menurut PP 51 tahun 2009
tentang Pekerjaan Kefarmasian, Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian
tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh apoteker.
Apotek merupakan sarana pelayanan kesehatan yang melakukan
pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada
masyarakat. Apotek memiliki dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan
kesehatan (non profit oriented) dan sebagai unit bisnis (profit oriented).
Namun apotek bukan hanya suatu badan usaha yang semata-mata hanya
mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang
menyediakan, menyimpan, dan menyerahkan perbekalan farmasi yang
bermutu dan terjamin keabsahannya.
Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah bergeser orientasinya dari
obat ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care.Kegiatan
pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat
sebagai komoditi menjadi pelayanan yang komprehensif yang bertujuan
untuk meningkatkan kualitas hidup dari pasien.Peran apoteker diharapkan
dapat menyeimbangkan antara aspek kefarmasian dan aspek ekonomi demi
kepentingan pasien.
Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker dituntut
untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perilaku agar dapat
melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Bentuk interaksi tersebut
antara lain adalah melaksanakan pemberian informasi, monitoring
penggunaan obat untuk mengetahui tujuan akhirnya sesuai harapan dan
2

terdokumentasi dengan baik. Apoteker harus memahami dan menyadari
kemungkinan terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) dalam
proses pelayanan. Oleh sebab itu apotekerdalam menjalankan praktek harus
sesuai standar.Apoteker harus mampu berkomunikasi dengan tenaga
kesehatan lainnya dalam menetapkan terapi untuk mendukung penggunaan
obat yang rasional.
Dalam hal ini, studi kelayakan penting untuk dilakukan karena selain
menjalankan fungsi sebagai unit pelayanan kesehatan, apotek juga berfungsi
sebagai unit bisnis, dimana apotek menjalankan proses bisnis dan
memperoleh keuntungan dari investasi yang ditanamkan. Dengan demikian
diperlukan sebuah perencanaan sebelum melakukan pendirian dan
pengelolaan apotek.
Apotek JOGJA FARMA, Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede,
Yogyakarta, memiliki prospek bisnis yang cukup baik. Hal ini karena lokasi
pendirian apotek berada di kawasanpadat penduduk, pinggir jalan raya, dan
parkir luas. Dengan adanya apotek ini diharapkan dapat membantu
masyarakat memperoleh obat dengan mudah beserta informasi yang tepat.
II. Tujuan Pendirian Apotek
1. Sebagai tempat pengabdian profesi apoteker.
2. Melayani kebutuhan obat, bahan obat, alat kesehatan serta perbekalan
farmasi lainnya sesuai dengan kebutuhan masyrakat dengan berorientasi
kepada kepentingan dan kepuasan pasien sebagai implementasi
kompetensi profesi farmasi.
3. Memberikan dan menyediakan informasi, edukasi dan konsultasi
kesehatan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan
masyarakat tentang kesehatan, khususnya obat dan cara penggunaan obat
yang tepat.
4. Tercapainya pengobatan yang rasional dari aspek farmasi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
5. Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dan berupaya
meningkatkan kesejahteraan karyawan.
3

III. Visi dan Misi
1. Visi :
Menjadi apotek yang menerapkan pelayanan kefarmasian yang bermutu,
berkualitas dan terpercaya serta mengedepankan konsep Pharmaceutical
Care untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
2. Misi :
a. Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, dan informatif
dengan menerapkan konsep Pharmaceutical Care secara profesional.
b. Menyediakan obat, alat kesehatan, dan perbekalan kefarmasian lainnya
yang berkualitas dan terjangkau masyarakat.
c. Memperkenalkan fungsi dan peran apoteker dalam pelayanan obat di
apotek kepada masyarakat.
d. Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup tenaga kerja apotek dan
pemilik modal serta menerapkan manajemen living company agar
tenaga kerja di apotek merasa bersemangat untuk bekerja dan loyal.
IV. Strategi
1. Menjamin bahwa seluruh proses terapi obat yang diberikan merupakan
terapi obat yang tepat, efektif, nyaman dan aman bagi pasien.
2. Mengevaluasi kinerja di apotek secara rutin dan menyeluruh serta
senantiasa melakukan perbaikan.
3. Menjaga kerjasama dengan teman sejawat dan supplier apotek
4. Mengatasi masalah baru yang timbul dalam terapi obat dan mencegah
timbulnya masalah lain di masa yang akan datang.
5. Memberikan pelayanan kepada pasien atau masyarakat yang ingin
melakukan swamedikasi.
6. Melakukan efisiensi biaya kesehatan masyarakat.
7. Memberikan informasi dan konsultasi obat.
8. Melakukan monitoring obat dan evaluasi penggunaan obat.
9. Merancang SOP (standart operating procedure) dan standar organisasi
kerja.

4

BAB II
TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN DAN PELAYANAN
KESEHATAN
I. Pengelolaan dan Pelayanan Kesehatan
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatn Nomor
922/MenKes/Per/X/1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian ijin
Apotek dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor:
1332/MENKES/SK/X/2002 tentang perubahan atas Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 922/MenKes/Per/1993 tentang ketentuan dan tata cara
pemberian ijin Apotek, menyebutkan bahwa pengelolaan Apotek meliputi :
1. Pembuatan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan
perbekalan farmasi lainnya.
2. Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi yang didasarkan
pada kepentingan masyarakat meliputi :
a. Pelayanan informasi mengenai obat dan perbekalan farmasi lainnya
yang diberikan baik kepada Dokter dan Tenaga Kesehatan lainnya
maupun kepda masyarakt langsung.
b. Pengamatan dan pelaporan informasi mengenai khasiat, keamanan,
bahasa, mutu obat dan perbekalan farmasi lainnya.
Pelayanan apotek meliputi :
1. Pelayanan resep dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan.
2. Pelayanan obat bebas, obat bebas dan OWA, OWA terbatas dan obat
wajib apotek tanpa resep dokter.
Undang-undang serta Peraturan Menteri Kesehatan tentang syarat
pendirian apotek.
a. Surat Izin Apotek.
b. Persyaratan bangunan dan perlengkapan apotek.
c. Perbekalan farmasi dan administrasi.

5

Selanjutnya perlu diperhatikan mengenai kegiatan-kegiatan yang
ada dalam suatu apotek seperti pemesanan/pembelian, penyimpanan,
administrasi, keuangan, personalia serta evaluasi apotek pada setiap akhir
tahun.
II. Konsep Pendirian Apotek
a. Nama Apotek dan Struktur organisasi
1. Nama Apotek : JOGJA FARMA
Luas bangunan : 200 m
2
Alamat : Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede,Yogyakarta.
2. Nama PSA : Agus Irmawan, S.Farm., Apt
Alamat : Warung Boto, UH. IV, Yogyakarta
3. Nama APA : Dwi Febriani Widyaningrum, S.Farm., Apt
Alamat : Jl. Ganesha V No. 08, Perum. APMD,Yogyakarta.
4. Nama Apoteker Pendamping : Nurul Fadhila, S.Farm.,Apt
Indah Noviani, S.Farm.,Apt
Dani Yuvita Sari, S.Farm.,Apt
Gunawan Wahyudi U,S.Farm.,Apt
Muhammad Iqbal,S.Farm.,Apt






Gambar 1. Struktur organisasi Apotek Jogja Farma

PSA APA
Aping
AA
Pembantu Umum
6

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 12 orang, dengan
rincian sebagai berikut:
APA : 1 orang
Apoteker Pendamping : 5 orang
AA : 3 orang
Pembantu Umum : 3 orang
b. Jam Buka Apotek
Jam buka apotek setiap hari, 24 jam. Waktu kerja di bagi menjadi
3 shiff, yaitu :
Shiff 1 : 08.00-15.00 WIB
Shiff 2 : 15.00-22.00 WIB
Shiff 3 : 22.00-08.00 WIB
Konsultasi dilakukan oleh APA/Aping setiap hari kerja pada jam
09.00 13.00 WIB dan jam 18.30 21.00. Pada hari besar apotek tutup.
III. Job Description
a. Apoteker Pengelola Apotek
Sejumlah satu orang yang memiliki kemampuan dalam hal
manajemen perapotekan yang mencakup manajemen personel,
administrasi, keuangan, produk dan penguasaan informasi obat
1. Tugas dan wewenang:
a) Memimpin seluruh kegiatan apotek
b) Menginformasikan customer aturan pemakaian obat,
efeksamping, dosis, dan monitoring
c) Memuat laporan penjualan
d) Memeriksa penjualan per shift, laporan kasir, laporan pembelian
e) Mengatur jadwal asisten apoteker/ juru racik/ kurir
f) Kontrol kinerja karyawan
g) Tanggung jawab semua operasional yang bersifat operasi ke
Dinas Kesahatan
h) Mengontrol laporan sebelum diberikan ke PSA
7

i) APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dalam
apotek serta bertanggungjawab terhadap kelancaran hidup
apotek yang dipimpinnya.
b. Apoteker Pendamping
Sejumlah tiga orang dengan pembagian tugas berdasarkan shift
yang ditentukan.
1. Tugas dan wewenang:
a) Melaksanakan seluruh tugas dan kewajiban APA, bilamana
APA berhalangan selama jam kerja apotek.
b) Dalam melaksanakan segala tindakan, terutama dalam hal-hal
penting yang mendasar dan strategis, harus mendapat
persetujuan dari APA.
c) Apoteker Pendamping bertanggungjawab penuh kepada APA
dan melaksanakan tugas dan fungsi sebagai apoteker
pendamping sesuai dengan petunjuk dan atau instruksi dari
APA.
c. Asisten Apoteker
Sejumlah tiga orang yang merupakan lulusan SMF dengan
pengalaman minimal satu tahun dan memiliki kemampuan teknis dalam
penyiapan dan peracikan obat
1. Tugas dan wewenang :
a) Melaksanakan pekerjaan yang seusai dengan profesinya sebagai
asisten apoteker, yaitu meliputi :
Pelayanan kefarmasian (pelayanan obat bebas dan obat
dengan resep) sesuai petunjuk pimpinan apotek.
Mengerjakan pengubahan bentuk pembuatan sedan racikan
dan meracik.
Menghubungi dokter yang bersangkutan apabila resep tidak
dapat dibaca.
Menyusun, membendel dan menyimpan resep dengan baik.
8

Mencatat laporan penggunaan obat dan perbekalan farmasi
(narkotik, psikotropik, statistik resep dan OGB, OWA) dan
waktu kadaluarsa.
Mendata kebutuhan obat dalam defekta dan membantu
kelancaran kegiatan pembelian.
Menerima barang pesanan, memeriksa dan menandatangani
faktur, mencatat ke dalam buku pembelian (komputer) dan
menjaga agar daftar harga tetap up to date.
Memelihara kebersihan, kerapihan serta keteraturan ruang
pelayanan dan peracikan obat.
Mengelompokkan dan menata obat sesuai abjadnya.
Bertanggung jawab atas selisih barang yang ada di stock
Melakukan kesesuaian jumlah barang yang masuk dengan
yang di stock
b) Dalam keadaan tertentu dapat menggantikan tugas kasir, reseptir
dan lain sebagainya.
c) Bertanggungjawab kepada pimpinan apotek atas segala
kebenaran tugas yang diselesaikannya. Berwenang
melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai petunjuk dan atau
instruksi pimpinan apotek.
d. Kasir
Sejumlah satu orang yang merupakan lulusan minimal Sekolah
Menengah Atas (SMA)/sederajat dan memiliki kemampuan dalam
bidang administrasi dan keuangan seperti menjadi kasir dan sebagai biro
rumah tangga.
1. Tugas dan wewenang
a) Membantu AA dalam pengadaan dan penyiapan obat
b) Menghitung modal awal
c) Melayani customer sesuai Visi dan Misi Apotek JOGJA
FARMA
9

d) Melakukan transaksi seperti menerima dan mengembalikan
uang.
e) Bertanggungjawab langsung kepada pimpinan apotek dan
melaksanakan tugas sesuai instruksi dan petunjuk pimpinan
apotek.
IV. Standar Operating Procedure (SOP)
a. SOP Pelayanan OTC
1) Pasien datang,
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat
apa yang dibutuhkan,
3) Tanyakan lebih dahulu keluhan atau penyakit yang diderita pasien,
kemudian bantu pasien untuk mendapatkan obat yang tepat,
4) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
5) Bila sudah terjadi persetujuan, ambilkan obat yang diminta pasien
sesuai dengan permintaan meliputi : nama obat dan jumlah obat,
6) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat,
cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul
setelah penggunaan obat, dan jika diperlukan pengatasan pertama
terhadap efek samping yang ditimbulkan.
b. SOP Pelayanan OWA
1) Pasien datang,
2) Menyapa pasien dengan ramah dan menanyakan kepada pasien obat
apa yang dibutuhkan,
3) Tanyakan pada pasien apa keluhan yang dialaminya dan gejala
penyakitnya,
4) Tanyakan pada pasien apakah sebelumnya pernah menggunakan
obat tertentu dan bagaimana hasilnya (kondisi membaik atau
bertambah parah),
5) Bila pasien telah menggunakan obat sebelumnya dan hasilnya tidak
memuaskan maka pilihkan obat lain yang sesuai dengan kondisi
10

pasien, begitu juga untuk pasien yang sama sekali belum pernah
minum obat,
6) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
7) Setelah pasien setuju dengan harga obat, ambilkan obat diatas,
8) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
meliputi : dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan
obat, cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul
setelah penggunaan obat dan dan jika diperlukan pengatasan pertama
terhadap efek samping yang ditimbulkan,
9) Catat nama pasien, alamat, dan nomor telepon pasien.
10) Buat catatan khusus tentang pasien yang nantinya sebagai patient
data record.
c. SOP Pelayanan Resep
1) Menerima resep pasien,
2) Lakukan skrining resep meliputi administrasi, farmasetika dan
klinik,
3) Menghitung harga dan minta persetujuan terhadap nominal harga,
4) Pasien diberi nomor antrian,
5) Tulis nomor struk (print out) pada resep dan satukan resep dengan
print out
6) Cocokkan nama, jumlah dan kekuatan obat dalam resep dengan print
out,
7) Siapkan obat sesuai dengan resep,
8) Jika obat racikan maka patuhi SOP meracik,
9) Buat etiket dan cocokkan dengan resep,
10) Teliti kembali resep sebelum diserahkan pada pasien termasuk
salinan resep dan kuitansi (jika diminta oleh pasien),
11) Serahkan obat kepada pasien disertai dengan informasi tentang obat
meliputi dosis, frekuensi pemakaian sehari, waktu penggunaan obat,
cara penggunaan dan efek samping obat yang mungkin timbul
11

setelah penggunaan obat dan jika diperlukan pengatasan pertama
terhadap efek samping yang ditimbulkan,
12) Catat nama pasien, alamat dan nomor telepon pasien.
13) Buat catatan khusus tentang pasien
d. SOP Meracik Obat
1) Siapkan alat yang akan digunakan dan bersihkan meja untuk meracik
2) Buatlah instruksi meracik meliputi : nomor resep, nama pasien,
jumlah dan cara mencampur.
3) Siapkan etiket dan wadah obat sertakan bersama obat dan
instruksinya untuk diracik.
4) Cucilah tangan bila perlu gunakan sarung tangan, masker.
5) Siapkan bat sesuai resep dan cocokkan dengan yang tertera pada
struknya
6) Jika ada bahan yang harus ditimbang makapersiapkan lebih dahulu.
7) Bacalah instruksi meracik dengan seksama dan lakukanlah hati-hati.
8) Pastikan hasil racikan sesuai dengan instruksinya.
9) Masukkan dalam wadah yang telah disediakan dan beri etiket,
kemudian serahkan pada petugas lain untuk diperiksa dan
diserahkan.
10) Bersihkan peralatan dan meja meracik setelah selesai.
11) Cucilah tangan sampai bersih.
e. SOP Menimbang
1) Bersihkan timbangan,
2) Setarakan timbangan terlebih dahulu sebelum mulai menimbang
3) Ambil bahanbahan sesuai dengan permintaan resep,
4) Ambil anak timbangan sesuai berat yang diminta dan letakkan pada
ring timbangan sebelah kiri (timbangan dalam keadaan off),
5) Bahan baku yang dikehendaki diletakkan secukupnya pada piring
timbangan sebelah kanan,
6) Buka dan on kan timbangan kemudian dilihat apakah timbangnya
sudah seimbang atau belum,
12

7) Bahan ditambah atau dikurangi sampai diperoleh timbangan yang
seimbang yang ditunjukkan ole letak jarum pada posisi nol,
8) Ambil bahan yang sudah ditimbang kemudian diberi nama sesuai
nama yang tertera pada botol persediaan bahan,
9) Cek ulang anak timbangan apakah berat yang diminta sesuai dengan
resep kemudian dikembalikan ketempatnya,
10) Cek ulang apakah bahan yang diambi sudah sesuai dengan resep
kemudian dikembalikan ketempatnya.
f. SOP Konseling OTC
1) Menanyakan keluhan pasien dan mengapa menggunakan obat
tersebut dan sudah berapa lama pasien mengalami keluhan tersebut,
2) Menanyakan bagaiman kondisi pasien setelah menggunakan obat
tersebut
3) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan
memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh
diberikan,
4) Apabila obat yang diminta tidak sesuai dengan kondisi pasien maka
pasien dipilihkan obat yang tepat untuk kondisinya,
5) Menanyakan tentang bagaiman pasien menggunakan obat tersebut,
bila ada yang kurang atau salah maka farmasi wajib membenarkan
dan melengkapinya.
g. SOP Konseling OWA
1) Menanyakan keluhan pasien sehingga pasien menggunakan obat
tersebut dan sudah berapa lama pasien mengalami gejala tersebut,
2) Cocokkan kondisi pasien dengan obat yang diminta, bila obat kurang
sesuai untuk pasein maka rekomendasikan obat yang tepat untuk
pasien,
3) Menanyakan tentang bagaimana pasien menggunakan obat tersebut
meliputi dosis, frekuensi, durasi, dan cara penggunaan. Bila ada yang
kurang atau salah maka farmasis wajib membenarkan dan
melengkapinya,
13

4) Menanyakan bagaimana kondisi pasien setelah menggunakan obat
5) Apabila obat yang diminta sesuai dengan kondisi pasien dan
memberikan efek seperti yang diharapkan maka obat boleh
diberikan,
6) Apabila kondisi pasien tidak membaik atau semakin memburuk
makan sebaiknya dirujuk ke dokter,
7) Informasikan kepada pasien bahwa pasien diperbolehkan konsultasi
dengan apoteker untuk berdiskusi tentang terapi yang dijalani pasien.
h. SOP Konseling resep
1) Obat diserahkan pada pasien sekaligus dicocokkan dengan data
pasien,
2) Mencocokkan obat dengan kondisi pasien dengan cara menanyakan
pada pasien tentang keluhan yang dialaminya,
3) Memberitahukan pada pasien tentang obat yang diberikan dan tujuan
penggunaan obat tersebut,
4) Memberikan innformasi pada pasien tentang aturan penggunaan obat
(dosis, frekuensi, durasi, cara penggunaan),
5) Menanyakan kembali tentang semua informasi yang telah
disampaikan untuk memastikan bahwa pasien telah paham dan
mengerti tentang aturan penggunaan obat,
6) Memberitahukan pada pasien tentang ESO obat yang mungkin
terjadi dan cara penanganan yang mungkin bisa dilakukan oleh
pasien terhadap efek samping yang terjadi,
7) Menyarankan pasien untuk pergi ke dokter bila dirasa ESO cukup
berat dan mengganggu,
8) Informasikan pada pasien tentang hal apa saja yang perlu dihindari
atau yang perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan riset,
9) Catat nama pasien dan no telp pasein,
10) Buat catatan khusus tentang pasien sebagai.
i. SOP Penerimaan dan Penyimpanan Barang
1) Saat barang datang dari PBF,
14

2) Cek kesesuaian antara SP dengan faktur dan barangnya (kecocokan
tentang nama barang, bentuk, jumlah sediaan, no batch dan tanggal
ED),
3) Cek kondisi barang (rusak, pecah, tersegel atau tidak),
4) Faktur ditandatangani oleh apoteker atau asisten apoteker dilengkapi
dengan no. SIK/SIA/NIP seta dibubuhi stempel apotek,
5) Faktur diambi 1 lembar untuk arsip apotek,
6) Serahkan faktur kepada bagian administrasi untuk diedit di
komputer,
7) Cocokkan harga yang sudah ada di komputer dengan harga yang
tertera pada faktur baru, apakah ada kenaikan atau tidak,
8) Tandatangani faktur yang telah diedit di komputer,
9) Hargai barangbarang/obat bebas dan letakkan sesuai dengan
spesifikasinya. Untuk obat keras langsung disimpan dalam almari
sesuai dengan efek farmakologinya atau berasarkan abjad,
10) Arsip faktur sesuai dengan nama PBF masingmasing.
V. Sarana Kesehatan Di Sekitar Apotek
Sarana Kesehatan yang ada di sekitar calon apotek meliputi :
1. Puskesmas Kota Gede berjarak 1,5 km
2. Apotek lain berjarak 2 km
VI. Alat dan Perbekalan Farmasi yang diperlukan
1. Bangunan
Status bangunan : Milik sendiri
Ukuran bangunan : 10 x 20 m
2
Bangunan apotek mempunyai beberapa ruangan, yaitu :
a. Ruang tunggu pasien.
b. Ruang praktek dokter.
c. Ruang konseling
d. Ruang peracikan obat.
e. Toilet.
f. Tempat pencucian alat.
15

g. Gudang.
2. Fasilitas
a. Penerangan (listrik) 1300 watt.
b. Telepon.
c. Air PAM.
d. Tabung pemadam kebakaran.
e. Air minum gratis
3. Perlengkapan
a. Alat Pembuatan, Pengolahan dan Peracikan Obat
1. Penerangan (listrik)
2. Telepon + pasang
3. Pompa Air
4. AC ( 2 set )
5. TV 21Plasma
6. Alat Pemadam Kebakaran
7. Almari Pendingin Sanyo
8. Dispenser + gallon
9. Komputer + printer
10. Papan Nama APA
11. Papan Nama Apotek
12. Papan Informasi
13. Administrasi
14. Neon Box
15. Literatur (ISO,MIMS,FI,dll)
16. Stempel Apotek
17. Software Apotek
18. Tempat Sampah dan Alat Kebersihan
19. Jam Dinding (2 buah)
20. Kalkulator
21. Rak Majalah dan Koran
22. Etalase 4m x 1m x 0,3 m
16

23. Meja:
a. Racikan
b. Kasir
c. Konsultasi
d. Administrasi
24. Lemari kayu (obat)
25. Lemari Khusus Narkotik dan Psikotropik
26. Alat ukur gula darah, kolesterol, asam urat (Easy touch 3 in 1)
27. Lemari / Rak Buku
28. Kursi duduk dan tunggu (20 buah)
29. Timbangan milligram
30. Timbangan gram
31. Timbangan badan
32. Erlenmeyer 500 ml Pyrex
33. Erlenmeyer 250 ml Pyrex
34. Erlenmeyer 100 ml Pyrex
35. Cawan Porselen 100 ml
36. Spatula porselen 15 cm (4)
37. Gelas ukur 5 ml
38. Gelas ukur 10 ml
39. Gelas ukur 25 ml
40. Gelas ukur 50 ml
41. Gelas ukur 500 ml
42. Botol timbang
43. Mortir stamper (4 buah)
44. Beker glass 250 ml
45. Batang pengaduk (2 buah)
46. Corong glass
47. Seragam Karyawan
48. Tensimeter (Omron Hem 7111)

17

BAB III
ANALISA SWOT
A. Strength (Kekuatan)
1. Apotek dengan konsep layanan patient oriented yang berbasis layanan
kefarmasian pharmaceutical care.
2. Memiliki modal besar
3. Apoteker yang selalu standby di apotek, siap memberikan layanan dan
konsultasi seputar obat dan dilengkapi dengan dokter praktek.
4. Menyediakan oba-tobatan lengkap
5. Memiliki SDM yang berpotensi dibidangnya,kreatif,penuh inovasi dan
semangat kerja yang tinggi,pelayanan sepenuh hati,keramahan dan
senyum.
6. Pelayanan cepat

B. Weakness (Kelemahan)
Beberapa kelemahan dari apotek ini adalah :
1. Merupakan apotek baru, sehingga masih belum dikenal dikalangan
masyarakat serta belum mempunyai pelanggan yang tetap.
2. Pemilik belum berpengalaman dalam mengelola apotek.
3. Masih kurangnya relasi pedagang besar farmasi (PBF).
Untuk menutupi kelemahan tersebut maka:
Nama apotek harus dibuat besar begitu juga dengan tulisan pada papan
nama tersebut dan neon box serta warnanya dibuat lebih mencolok,
tanda/marka apotek di tepi jalan.

C. Opportunity ( Peluang )
1. Lokasi strategis di tepi jalan raya dan terletak di pusat keramaian.
2. Daerah padat penduduk sehingga memungkinkan untuk menjadi
pelanggan yang potensial.
18

3. Penduduk dengan latar belakang sosial yang beragam, sangat
memungkinkan untuk menjadi pelanggan.
4. Penduduk dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Golongan
masyarakat ini lebih kritis, lebih bisa menerima pikiran logis, dan mungkin
lebih peduli dengan pola hidup sehat.
5. Penduduk golongan geriatri cukup banyak denganpermasalahan
penyakitpenyakit degeneratif.

D. Threat ( Ancaman)
1. Adanya kompetitor yaitu apotek lain dengan jarak 2 km, serta sarana
kesehatan lainnya.
STRATEGI MERAIH PASAR (Berdasarkan atas analisis SWOT)
1. Peningkatan Pelayanan
Pelayanan yang baik dan memuaskan dari apotek JOGJA FARMA serta
obat yang tepat untuk pasien diharapakan akan menarik banyak pasien
menjadi pelanggan dan memberikan kepuasan terhadap masyarakat. Untuk itu
segala aspek yang terkait dengan pelayanan menjadi perhatian, meliputi:
a. Keramahan dalam pelayanan.
b. Tenaga apotek dalam melayani pasien cekatan.
c. Ruang tunggu yang nyaman dengan fasilitas air mineral gratis dan televisi.
d. Apotek bersih dan nyaman.
e. Tempat parkir luas, aman dan parkir gratis.
f. Konsultasi obat setiap hari selama apotek buka.
g. Pharmaceutical record.
h. Pelayanan penimbangan BB dan tinggi badan gratis.

2. Penentuan harga Obat yang Kompetitif
Harga obat yang kompetitif adalah harga obat yang sedikit lebih murah
dibandingkan dengan yang lainnya sehingga diharapkan membentuk image
19

masyarakat tentang apotek JOGJA FARMA lebih murah dibandingkan dengan
yang lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan discount kepada
pasien (konsumen) diantaranya:
Konsumen yang memiliki kartu pengobatan gratis (untuk Gakin).
Konsumen yang memiliki kartu anggota (member card) apotek JOGJA
FARMA.

3. Kerjasama dengan dokter
Menjalin kerjasama dengan dokter, diharapkan akan mampu menaikkan
omset dari apotek melalui jumlah resep yang masuk ke apotek. Sistem
kerjasama ini dilakukan dengan cara: pihak PSA sekaligus APA memberikan
tempat pada dokter untuk melakukan praktek keprofesiannya dan resep yang
diberikan oleh dokter tersebut masuk ke apotek, teknis pelaksanaannya diatur
atas kesepakatan kedua belah pihak.












20

BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan analisis kajian kelayakan, maka pendirian Apotek JOGJA
FARMAdi Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede Yogyakarta, mempunyai prospek
yang cukup bagus baik ditinjau dari pengabdian profesi maupun segi usaha
dinyatakan layak untuk didirikan.
Langkah meningkatkan kualitas SDM untuk meningkatkan pelayanan apotek
yaitu :
a. Mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan
b. Memotivasi para karyawan untuk bekerja giat, dengan memberikan
reward bagi karyawan yang berprestasi
c. Memilih dan menempatkan mereka sesuai dengan pendidikannya
d. Melakukan audit setiap tahunnya untuk evaluasi kinerja karyawan dan
perkembangan apotek.












21


LAMPIRAN








22

Lampiran 1. ASPEK MODAL DAN BIAYA
1. Permodalan
A. Modal Awal
Rp 560.000.000,00

B. Alokasi Modal

a.Beli tanah dan renovasi bangunan Rp 400.000.000,00

b. Perlengkapan Apotek


Gelas ukur 50 ml Rp 51,500.00

Gelas ukur 100 ml Rp 62,700.00

Gelas beaker 100 ml Rp 15,000.00

Mortir diameter 80 mm Rp 22,400.00

Spatel tanduk Rp 6,900.00

Spatel stainless Rp 8,500.00

Batang pengaduk Rp 8,300.00

Termometer ruangan Rp 13,000.00

Timbangan protinal dg anak timbangan yg sudah ditera Rp 1,980,000.00

Rak Apotek supermarket 3x@ Rp Rp 1.900.000,00 Rp 5,700,000.00
Etalase 150 x 50 x 110 cm plus lemari 6x@ Rp
800.000,00
Rp 4,800,000.00

Rak arsip Rp 400,000.00

Lemari narkotika 3 kunci Rp 450,000.00

Meja kasir/Komputer 2x@ Rp 186.000,00 Rp 372,000.00

Meja kerja vittech piq 3x@ Rp.200.000 Rp 600,000.00

Kursi 7x @ Rp. 40.000 Rp 280,000.00

Kursi tunggu pasien plastik gandeng 2 @ Rp. 250.000 Rp 500,000.00

Meja racik 100 x 100 cm Rp 400,000.00

Pemadam Kebakaran Rp 500,000.00

Lemari es (LG) 1 pintu Rp 750,000.00

Dispenser Miyako + gallon Rp 200,000.00

Tabung Gas LPG 3 kg Rp 135,000.00

TV 14' + antenna Rp 500,000.00

Lampu Philips 24 watt 7 x @Rp.35.000 Rp 245,000.00

Lampu Philips 8 watt 3 x @Rp.18.500 Rp 55,000.00

Roll listrik 3 x @ Rp.21.000 Rp 63,000.00

Komputer set (plus printer) Rp 4,000,000.00

Peralatan kasir plus program apotek

16,000,000.00

AC 2x Rp 1.500.000,00 Rp 3,000,000.00

Timbangan badan Nayako Rp 53,500.00

Telepon Rp 248,000.00

Alat tulis kantor


Kalkulator 2 x Rp 35.000 Rp 100,000.00

Stempel Rp 20,000.00

Stapler + isi Rp 50,000.00

23

Map file Rp 60,000.00
Ember, gayung, sikat, keranjang sampah, nampan obat,
keranjang kecil untuk resep
Rp 95,500.00

Biaya perizinan


Biaya rekomendasi SP dari IAI Rp 150,000.00

Biaya rekomendasi SIA Rp 750,000.00

Iuran anggota 12 bulan pertama Rp 300,000.00

Biaya administrasi Rp 100,000.00

Akta notaris (PSA-APA) Rp 350,000.00

Akta notaris (APING) Rp 150,000.00
Materai (IAI 5, HO 1, pajak 1, notaris
2) 9 x @ Rp 6.500
Rp 58,500.00

Farmakope Indonesia Edisi IV Rp 500,000.00

Buku undang-undang farmasi Rp 150,000.00

Papan nama apotek Rp 750,000.00

TOTAL Rp 45.003.800,00




c. Perlengkapan administrasai


Blanko kwitansi, nota, copy resep Rp 350,000.00

Pembungkus dan etiket


Plastik klip 5 x 8 cm 1000 x @ Rp 150 Rp 150,000.00

Plastik klip 7 x 10 cm 1000 x @ Rp 175 Rp 175,000.00

Plastik klip 10 x 5 cm 1000 x @ Rp 200 Rp 200,000.00

TOTAL Rp 875.000,00



d. Biaya pembelian obat


Obat generic Rp 15,000,000.00

Obat paten Rp 11,000,000.00

OTC dan Alkes Rp 20,000,000.00

TOTAL Rp 46.000.000,00



e. Modal operasional Rp 30.000.000,00



TOTAL INVESTASI Rp 521.878.800,00





Biaya penyusutan

Biaya penyusutan total Rp 45.003.800,00

Biaya penyusutan per tahun Rp 2.925.247,00

Biaya penyusutan per bulan Rp 243.770,58



24


b. Proyeksi Pendapatan Tahun ke-1
Jenis Obat Keuntungan Penjualan Profit Rata-rata
Resep 23% 50% 23% x 50% = 0,115
OWA 20% 20% 20% x 20% = 0,04
HV/Bebas 9% 30% 9% x 30% = 0,027
Jumlah profit rata 0,182 = 18,2%

c. BEP
BEP =
tan
var
1
Pendapa
iabel Biaya
BiayaTetap


=
22 , 1
1
1
.58 12,893,770


= Rp 71.501.818,67 / bulan
= Rp 2.383.393,956 / hari
1. Rencana anggaran dan pendapatan Bulan ke-1

a. Pengeluaran


1 bulan

1 tahun
Gaji pegawai

a. APA

Rp
2,200,000.00 Rp 26,400,000.00
b. Aping (5 orang) Rp 7,500,000.00 Rp 90,000,000.00
c. AA ( 3orang ) Rp 2,100,000.00 Rp 25,200,000.00

Listrik, air, telepon Rp 200,000.00 Rp 2.400.000,00
Embalage Rp 100,000.00 Rp 1.200.000,00
Administrasi Rp 50,000.00 Rp 600,000.00
Penyusutan Rp 243,770.58 Rp 2,925,247.00
THR (APA+Aping+AA) Rp 500,000.00 Rp 6,000,000.00
TOTAL Rp 12.893.770,58 Rp 154.725.247,00
25

d. Estimasi Asumsi Pendapatan Tahun pertama
Jenis Pendapatan Jumlah Harga rata2 1 hari
Resep 50 Rp 35.000,00 Rp 1.750.000
OWA 25 Rp 20.000,00 Rp 500.000
HV/Bebas 35 Rp 10.000,00 Rp 350.000
Jumlah Omset rata-rata per hari Rp 2.600.000


Lampiran 2. Etiket Apotek JOGJA FARMA















APOTEK JOGJA FARMA


Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede Yogyakarta
Telp (0274) 7843454
Apoteker : Agus Irmawan, S.Farm., Apt
SIA : 123/456/UAD/2014

No. Tgl.
Nama obat :
Nama Pasien :
x Sehari sendok teh/makan
Kocok dahulu
Sebelum/sesudah/saat makan
x Sehari Tablet
Kapsul
Sebelum/sesudah/saat makan

26


























APOTEK JOGJA FARMA

Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede Yogyakarta
Telp (0274) 7843454
Apoteker : Agus Irmawan, S.Farm., Apt
SIA : 123/456/UAD/2014
No. Tgl.
Nama obat :
Nama Pasien :
Bungkus
x Sehari Tablet
Kapsul
Sebelum/sesudah/saat makan

APOTEK JOGJA FARMA

Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede
Yogyakarta Telp (0274) 7843454
Apoteker : Agus Irmawan, S.Farm., Apt
SIA : 123/456/UAD/2014
No. Tgl.
Nama obat : Jml :
Nama Pasien :

Obat Luar
27

Lampiran 3. Kartu Stok Manual Apotek JOGJA FARMA

























APOTEK JOGJA FARMA

KARTU STOK

Nama Obat : ---------------------------
Satuan : ---------------------------

No
Resep
Tgl + - Sisa Paraf

















28

Lampiran 4. Copy Resep Apotek JOGJA FARMA

























APOTEK JOGJA FARMA

Jl. Rejowinangun no 5 Kotagede Yogyakarta
Telp (0274) 7843454
Apoteker : Agus Irmawan, S.Farm., Apt
SIA : 123/456/UAD/2014


COPY RESEP

Tertulis tgl.. No
Oleh dr. . Tgl. .
Pro:
Umur :
R/





P.C.C


P.C.C



29

Lampiran 5. Surat Pesanan Apotek JOGJA FARMA
SURAT PESANAN
Mohon dikirim obat-obatan untuk keperluan Apotek
sbb :

No. Nama Obat Jumlah Keterangan


















Yogyakarta..
Penanggung jawab



Alfandyah Lestyani, S.Farm., Apt.
30

Lampiran 6. Surat Pesanan (SP) Narkotika Apotek JOGJA FARMA
31

Lampiran 7. Surat Pesanan (SP) Psikotropika Apotek JOGJA FARMA
APOTEK JOGJA FARMA

Jl. Rejowinangun no 5
Kotagede Yogyakarta
Telp (0274) 7843454

Kepada Yth. _________________
P.B.F ________________
SURAT PESANAN
PSIKOTROPIKA
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Alamat :
Jabatan :
Mengajukan permohonan pengiriman obat-obatan untuk keperluan apotek sbb:
No. Nama Obat Jumlah Keterangan






Yogyakarta
Penanggung jawab

Agus Irmawan, S.Farm., Apt
SP.NO : KP. 01.07.1.4.880


32

Lampiran 8. Logo Apotek JOGJA FARMA




Lampiran 9. Layout Apotek JOGJA FARMA














33

Lampiran 10. Denah Lokasi Apotek JOGJA FARMA















UAD
Lab.
UAD
Masjid
RS
Hidayatullah
Puskesmas
Apotek lain
SD
Gembira Loka
34

Lampiran 11. Profil Kesehatan Kecamatan Kotagede

Tabel 1.
DATA KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2012

No KECAMATAN LUAS
WILAYAH
(km
2
)
JUMLAH JUMLAH
PENDUDUK
JUMLAH
RUMAH
TANGGA
RATA-RATA
JIWA/RUMAH
TANGGA
KEPADATAN
PENDUDUK
per km
2

DESA KELURAHAN DESA + KEL
1 Kotagede 3.07 3 3 32.698 9.794 3.34 10.651


Tabel 2.
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Kelompok Umur, Rasio Beban Tanggungan, Dan Rasio Jenis Kelamin
Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta Tahun 2012
No Wilayah
puskesmas
Jumlah
penduduk
Jumlah penduduk Rasio
beban
tanggungan
Rasio
jenis
kelamin
Laki-laki Perempuan
0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 Jumlah 0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 Jumlah
1 Kotagede 1 20.917 705 1.726 4.992 2.234 543 10.245 765 1.595 5.224 2.353 736 10.672 41,30 96,00
2 Kotagede 2 11.780 432 993 2.873 1286 313 5.897 421 879 2.880 1.297 405 5.883 41,31 100,24

35

Tabel 3.
Jumlah Kasus Penyakit Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Kotagede Puskesmas
Kotagede 1 Kota Yogyakarta Tahun 2012






Tabel 4.
Jumlah Kasus Penyakit Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan Kotagede Puskesmas
Kotagede 2 Kota Yogyakarta Tahun 2012




No Penyakit Jumlah penduduk Jumlah kasus
L P L+ P L P L + P
1. TB paru 10.245 10.672 20.917 4 6 10
2. Diare 10.245 10.672 20.917 680 816 1504
3. DBD 10.245 10.672 20.917 15 8 23
4. Pneumonia Balita 750 765 1.515 16
5. HIV AIDS 1
No Penyakit Jumlah penduduk Jumlah kasus
L P L+ P L P L + P
1. TB paru 5.897 5.883 11.780 5 3 8
2. Diare 5.897 5.883 11.780 267 295 562
3. DBD 5.897 5.883 11.780 3 7 10
4. Pneumonia Balita 432 421 8
5. HIV AIDS