Anda di halaman 1dari 18

TUGAS

:1

MATA KULIAH

: DASAR SISTEM KOMUNIKASI

KELOMPOK

:1

ANGGOTA

:
1.
2.
3.
4.
5.

INDRA GUNAWAN
I PUTU ENDY GUNARSA
I GEDE WIDNYANA PUTRA
JANICE JESSICA INDRAYANI
I PUTU INDRA SAPUTRA

( 1404405004 )
( 1404405011 )
( 1404405017 )
( 1404405018 )
( 1404405019 )

SOAL :
1. Perkembangan sistem telekomunikasi : katagorikan berdasarkan cara penyampaian informasinya.
Jawaban :
1. Masa Prasejarah
Pada zaman ini, teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia
berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk
menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya pada dinding-dinding
gua tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi
benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya
pada dinding gua tempat tinggalnya. Awal komunikasi mereka pada zaman ini hanya berkisar
pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan.
Pada zaman prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi
dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap
sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
a. 3000 SM
Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan
simbol-simbol yang dibentuk dari piktografi sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga
mempunyai bentuk bunyi (penyebutan) yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat,
dan bahasa.
b. 2900 SM
Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif. Hieroglif merupakan
bahasa simbol, dimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda. Jika simbolsimbol tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian, maka akan menghasilkan sebuah arti

yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan
bangsa Sumeria.
c. 500 SM
Pada 500 SM, manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus yang tumbuh
di sekitar sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari
serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau media untuk menyampaikan informasi
yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya
juga digunakan sebagai media informasi.
d. 105 M
Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa
Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu
yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga
memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang
ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem cap.
2. Masa Modern (1400 M s.d. Sekarang)
a. Tahun 1455
Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan
menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang
terbuat dari kayu.
b. Tahun 1830
Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama
dengan Charles Babbage menggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu
memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu.
Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya
lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.
c. Tahun 1837
Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook
dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili
pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal.

Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk
jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam.
Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun
sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya
kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara
elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan
pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk
perjalanan kereta api.

d. Tahun 1877
Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang
dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai
menggunakan nomor yang menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah
operator yang tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan
huruf dan angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.
e. Tahun 1889
Pada 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan
penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan
perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan pada 1880
membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya
populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk
menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah
oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan
menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain
memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media
penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
f. Tahun 1931
Pada 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan
differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang

selama ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar
dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
g. Tahun 1939
Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil menciptakan
komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan
sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan
dijelaskan pada bagian berikutnya.
h. Tahun 1973 1990
Pada masa ini, istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper tentang TCP/IP. Secara
harfiah, internet (interconnected networking) diartikan sebagai rangkaian komputer yang
terhubung di dalam beberapa rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali
pada 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of
Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang
oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network),
teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Pada 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET
dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan.
Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP.
Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF
mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara DARPA,
ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Pada 1990-an, internet telah berkembang dan
menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

i. Tahun 1991 Sekarang


Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN memungut bayaran dari para
anggotanya untuk menanggulangi biaya operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk
komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada
1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut
direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network

Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada 1994, pertumbuhan
internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam berbagai segi kehidupan
manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Pada 1995,
perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di
backbone. Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi, khususnya internet dan
penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.

2. Sebutkan dan jelaskan perkembangan teknologi telekomunikasi hingga saat ini !


Jawaban :
1. FIRST GENERATION (1G)
Generasi pertama atau 1G merupakan teknologi handphone pertama yang diperkenalkan pada era
80-an dan masih menggunakan sistem analog. Generasi pertama ini menggunakan teknik
komunikasi yang disebut Frequency Division Multiple Access (FDMA). Teknik ini
memungkinkan untuk membagi-bagi alokasi frekuensi pada suatu sel untuk digunakan masingmasing pelanggan di sel tersebut, sehingga setiap pelanggan saat melakukan pembicaraan
memiliki frekuensi sendiri ( prinsipnya seperti pada stasiun radio dimana satu stasiun radio hanya
menggunakan satu frekuensi untuk siarannya). Yang temasuk teknologi 1G ini adalah:
a. AMPS (Advanced Mobile Phone Service) atau IS-136
Teknologi dikembangkan sekitar tahun 1970-an, pertama kali diperkenalkan di New Jersey
dan Chicago pada tahun 1978 dan dikomesialkan di Amerika Serikat tahun 1983 dan berakhir
pada tahun 2000, AMPS menggunakan frekuensi 800 MHz "Cellular" FM band AMPS cara
kerjanya hampir sama dengan IMTS (Improved Mobile Telephon System).
b. NMT ( Nordic Mobile Telephony)
Teknologi ini berkembang sekitar tahun 1980-an. Kemudian NMT 450 dikembangkan oleh
Ericsson dan Nokia tahun 1981 yang beroperasi pada frekuensi 450 MHz dengan
menggunakan FDD (Frequency division duplex) FDMA. Ada juga NMT-F versi Prancis dari
NMT900 diperkenalkan tahun 1986 yang beroperasi pada 900 MHz.

c. HICAP, di Jepang.

HICAP dikembangkan oleh NTT (Nippon Telegraph and Telephone) bulan Desember 1988,
dengan frekuensi carrier 25KHz dan menggunakan FDMA sebagai jaringan dari NTT mobile
solution.
d. TACS (Total Access Communications System)
Teknologi yang dikembangkan Motorola yang hampir sama dengan AMPS diperkenalkan
tahun 1985. Merupakan standar analog yang dominan dipakai di Eropa yang beroperasi pada
frekuensi 900 MHz. Di Jepang TACS dikenal dengan nama Japanese Total Access
Communication (JTAC). TACS akhirnya tergantikan oleh teknologi GSM, tetapi khusus di
Inggris TACS tergantikan dulu oleh ETACS tahun 1987 (sama dengan TACS hanya ETACS
memakai saluran yang lebih banyak daripada TACS) sebelum benar-benar tergantikan oleh
GSM.
e. C-450
Muncul tahun 1980-an dan berakhir tahun 1988 , awalnya digunakan oleh JermanBarat,
Portugal dan Afrika Selatan.dengan menggunakan frekuensi 450 MHz.
f. C-Netz
Menggunakan teknologi yang sama dengan C 450 dan merupakan penganti teknologi
BNetz,diperkenalkan tahun 1981 dan berakhir tahun 1988, di Austria dan Jerman.yang
dikenal sebagai Motorphone System 512 yang dioperasikan oleh Vodacom SA.
g. Mobitex.
Dikembangkan oleh Ericsson, berdasarkan standar dari OSI. Di Amerika Utara, Mobitex
beroperasi pada 900 MHz, sedangkan di Eropa pada 400-450 MHz. Mobitex dipergunakan
oleh militer, Polisi, Pemadam kebakaran dan Jasa Ambulan karena keamanan dan ketahanan
jaringannya dibandingan teknologi selular yang lain.
h. DataTAC
Teknologi ini dikembangan oleh Motorola untuk melayani komunikasi data. Beroperasi di
frekuensi 800 MHz, dengan kecepatan data sampai 19.2 kbit/s.
i. CDPD (Cellular Digital Packet Data)
Teknologi diperkenalkan pada tahun 1992 di Amerika Serikat. CDPD memberi kemampuan
kepada D-AMPS/AMPS untuk komunikasi suara maupun data menggunakan kanal jaringan
sampai kecepatan 19,2 Kbit/s, beroperasi pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz. Mirip

dengan GPRS, sebagai data paket pada jaringan, CDPD dapat menjalankan aplikasi Internet
Protocol (IP) dan dapat bertindak sebagai ekstensi internet di mana pengguna dapat merasa
online terus menerus. Walaupun demikian, pada awal diperkenalkannya, belum ada aplikasi
mobile internet yang dapat menggunakan teknologi CDPD. Baru pada Mei 2000 AT&T
memperkenalkan layanan PocketNet yang merupakan aplikasi mobile internet HDML (mirip
WAP) yang menggunakan CDPD.
2. SECOND GENERATION (2G)
a. GSM
GSM(Global System for Mobile Communications) mulai menggeser AMPS diawal tahun
1995, PT.Telkomsel dan PT.Satelido (sekarang PT.Indosat) adalah dua operator pelopor teknologi
GSM di Indonesia. GSM menggunakan teknologi digital dengan kecepatan rendah-menengah.
Ada beberapa keunggulan menggunakan teknologi digital dibandingkan dengan analog yaitu :

kapasitas yang besar,

sistem security yang lebih baik dan

layanan yang lebih beragam.

GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA (Frequency Division Multiple
Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900
Mhz dan ini merupakan standard yang pelopori oleh ETSI (The European Telecommunication
Standard Institute) dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz Pada band
frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi 25 KHz ini kemudian dibagi menjadi 124 carrier frekuensi
yang terdiri dari 200 KHz setiap carrier. Carrier frekuensi 200 KHz ini kemudian dibagi menjadi 8
time slot dimana setiap user akan melakukan dan menerima panggilan dalam satu time slot
berdasarkan pengaturan waktu.
Teknologi GSM sampai saat ini paling banyak digunakan di Dunia dan juga di Indonesia
karena salah satu keunggulan dari GSM adalah kemampuan roaming yang luas sehingga dapat
dipakai diberbagai Negara. Akibatnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil yaitu sekitar 9.6 kbps karena pada awalnya
hanya dirancang untuk penggunaan suara..

b. CDMA
CDMA One (Code Division Multiple Access) merupakan standard yang dikeluarkan oleh
Telecommunication Industry Association (TIA) yang menggunakan teknologi Direct Sequence
Spread Spectrum(DSSS) dimana frekuensi radio 25 MHz pada band frekuensi 1800MHz dan
dibagi dalam 42 kanal yang masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akes data yang
bisa didapat dengan teknologi ini adalah sekitar 153.6 kbps.

Dalam CDMA,seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh
karena itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metoda akses FDMA maupun TDMA.
CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan yang lain.
Pada tahun 2002 teknologi CDMA mulai banyak digunakan di Indonesia. Teknologi CDMA 2000
1x adalah teknologi yang mangamai perkembangan yang baik di Indonesia. Berarti baru
diperkenalkan sekitar 7 tahun terlambat dibandingkan dengan GSM. GSM dan CDMA merupakan
teknologi digital. Meskipun secara teknologi CDMA 20001x lebih baik dibandingkan dengan
GSM akan tetapi kehadiran CDMA ternyata tidak membuat pelanggang GSM berpaling ke
CDMA. Ada beberapa keunggulan teknologi CDMA dibandingkan dengan GSM seperti

suara yang lebih jernih

kapasitas yang lebih besar

kemampaun akses data yang lebih tinggi.

Berbeda dengan metode akses TDMA dan FDMA, maka CDMA menggunakan kode-kode
tertentu untuk membedakan setiap user pada frekuensi yang sama. Karena menggunakan
frekuensi yang sama maka daya yang dipancarkan ke BTS dan juga daya yang diterima harus
diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu user yang lain baik dalam sel yang sama atau
sel yang lain dan ini dapat diwujudkan dengan menggunakan mekanisme power control.

Ada beberapa operator di Indonesia yang telah mengimplementasikan teknologi CDMA 20001x
ini seperti Telkom yang dikenal dengan Flexi, Indosat dengan nama StarOne, Mobile 8 dengan
nama Fren, Bakrie telecom dengan nama Esia. Operator CDMA di Indonesia dikategorikan
kedalam kategori FWA (Fixed Wireless Access) sehingga mobilitasnya sangat terbatas padahal
CDMA juga bisa seperti GSM dengan kemampuan mobilitas penuh.

3. SECOND AND A HALF GENERATION (2.5G and 2,75G)


Untuk istilah 2G dan 3G secara resmi telah didefinisikan, namun untuk 2.5G tidak. Penamaan
2.5G digunakan untuk tujuan pemasaran saja.
Teknologi yang disebut dengan 2.5G adalah teknologi komunikasi yang merupakan
peningkatan dari teknologi 2G terutama dalam platform dasar GSM yang telah mengalami
penyempurnaan, khususnya untuk aplikasi data. Untuk yang berbasis GSM (TDMA) teknologi
2.5G di implementasikan dalam GPRS (General Packet Radio Services) dan WiDEN (Wideband
Integrated Dispatch Enhanced Network), sedangkan yang berbasis CDMAone (CDMA)
diimplementasikan dalam CDMA2000-1x Release 0/RTT (1 Times Radio Transmission
Technology) atau IS-2000 (berdasar standar ITU) atau CDMA2000 (berdasar standar 3GPP2).
Provider 2.5G menyediakan beberapa keuntungan 3G (seperti packet-switched) dan dapat
menggunakan sebagian dari infrastruktur 2G yang ada dalam jaringan GSM dan CDMA. GPRS
adalah teknologi 2.5G yang digunakan oleh operator GSM. Beberapa protokol, seperti EDGE
untuk GSM dan CDMA2000-1x RTT untuk CDMA, dapat dikualifikasikan sebagai jasa 3G (sebab
mereka mempunyai tingkat transfer data di atas 144 Kbps), namun kemudian diistilahkan sebagai
jasa 2.5G (atau ada pula yang menyebutnya sebagai 2.75G yang terdengar lebih canggih) sebab
mereka beberapa kali lebih lambat dibanding jasa 3G yang sebenarnya.
a) GPRS (General Packet Radio Services)
Adalah teknologi 2.5G yang disisipkan (overlay) di atas jaringan GSM untuk menangani
komunikasi data pada jaringan. Dengan kata lain dengan menggunakan handset GPRS,
komunikasi data tetap berlangsung di atas jaringan GSM (dengan GSM masih menangani
komunikasi suara dan transfer data ditangani oleh GPRS). Pengembangan teknologi GPRS di atas
GSM dapat dilakukan secara efektif tanpa menghilangkan infrastruktur lama, yaitu dengan
penambahan beberapa hardware dan upgrade software baru pada terminal/station dan server GSM.
Kecepatan transfer data GPRS dapat mencapai hingga 160 Kbps. Teknologi GPRS memiliki 3 fitur
keunggulan, yaitu:
1. Always Online. GPRS menghilangkan mekanisme dial kepada pengguna pada saat ingin
mengakses data, sehingga dikatakan GPRS selalu online karena transfer data dikirim berupa
paket dan tidak bergantung pada waktu koneksi.
2. An Upgrade to existing networks (GSM and TDMA). Adopsi sistem GPRS tidak perlu
menghilangkan sistem lama karena GPRS dijalankan di atas infrastruktur yang telah ada.

3. An Integral part of EDGE and WCDMA. GPRS merupakan inti dari mekanisme pengiriman
paket data untuk teknologi 3G selanjutnya.
GPRS dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan kemampuannya, yaitu:
1. KelasA
Dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM (suara dan SMS) pada waktu besamaan
penggunannya, perangkat yang mendukung kelas A masih tersedia sampai saat ini.
2. KelasB
Dapat dihubungkan ke jaringan GPRS dan GSM (suara dan SMS) tetapi hanya satu yang
dapat digunakan pada waktu yang sama. Ketika layanan GSM (telepon atau SMS) digunakan,
maka GPRS harus menunggu dan akan otomatis aktif kembali setelah layanan GSM (telepon
atau SMS) diakhiri. Kebanyakan perangkat GPRS termasuk dalam kelas B.
3. KelasC
Untuk menghubungkan layanan GPRS atau GSM (suara dan SMS), harus dilakukan
pengantian layanan secara manual antara kedua aktif tidak otomatis).
Manfaat dari layanan (hampir sama seperti kelas B hanya pergantian jaringan yang teknologi
GPRS:
1. Client-Server Services yang memungkinkan pengaksesan data yang tersimpan dalam suatu
basisdata. Contoh penerapan aplikasi ini adalah pengaksesan web melalui browser.
2. Messaging Services yang ditujukan untuk komunikasi antar individu pengguna dengan
memanfaatkan storage server untuk penanganan pesan sebagai tempat penyimpanan pesan
sementara/intermediate sebelum diterima oleh pengguna. Contoh hasil layanannya yaitu
aplikasi Multimedia Message Service (MMS) yang digunakan untuk pengiriman data pesan
multimedia melalui jaringan GSM dengan menggunakan telepon seluler.
3. Real-time Conversational Services yang memberikan layanan komunikasi dua arah kepada
pengguna secara real-time. Beberapa contoh penerapannya adalah pada aplikasi internet dan
multimedia semisal Voice over IP (VoIP) dan video conferencing.
4. Tele-action services yang memberikan layanan dengan pengiriman dan penerimaan volum
data yang sedikit. Contohnya seperti validasi kartu kredit, transaksi lotere, dan sistem kamera
pengawas ruangan.

b) WiDEN (Wideband Integrated Dispatch Enhanced Network)


Adalah teknologi 2.5G yang merupakan pengembangan dari iDEN (2G) dari sisi software
yang dikembangkan oleh Motorola dan diperkenalkan pada tahun 1993. WiDEN mampu mentransfer data sampai kecepatan 100 Kbps dan telah digunakan di 20 negara.
c) CDMA2000-1x Release 0/RTT (1 Times Radio Transmission Technology) atau IS-2000
(berdasar standar ITU) atau CDMA2000 (berdasar standar 3GPP2)
Adalah teknologi 2.5G yang merupakan teknologi pengembangan dari CDMAone dengan
penambahan kemapuan pada layanannya dan beroperasi di frekuensi 400 MHz, 800 MHz,
900 MHz, 1700 MHz, 1800 MHz, 1900 MHz, dan 2100 MHz (tergantung regulasi frekuensi
tiap negara).

4. THIRD GENERATION (3G)


Teknologi 3G adalah teknologi komunikasi generasi ketiga yang menjadi standar teknologi
telepon bergerak (mobile phone), menggantikan 2.5G. Hal ini berdasarkan ITU (International
Telecommunication Union) dengan standar IMT-2000.
Jaringan 3G memungkinkan operator jaringan untuk menawarkan jangkauan yang lebih luas dari
fasilitas tingkat lanjut ketika mencapai kapasitas jaringan yang lebih besar melalui peningkatan
efisiensi penggunaan spektrum. Kemampuannya meliputi komunikasi suara nirkabel dalam
jangkauan area luas (wide-area wireless voice telephony), panggilan video (video calls), dan jalur
data kecepatan tinggi nirkabel (broadband wireless data), dan semuanya itu berkerja dalam
perangkat bergerak (mobile). Fasilitas tambahan juga meliputi transmisi data HSPA yang mampu
untuk mengirim data dengan kecepatan sampai 14,4 Mbps untuk downlink dan 5,8 Mbps untuk
uplink.
Itu mendefisikan 3G sebagai teknologi yang:
1. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 144 Kbps pada pengguna yang bergerak dengan
kecepatan 100 km/jam.
2. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 Kbps pada pengguna yang berjalan kaki.
3. Mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada pengguna diam (stasioner).

Teknologi 3G diperkenalkan pada awalnya adalah untuk tujuan sebagai berikut:


1. Menambah efisiensi dan kapasitas jaringan.
2. Menambah kemampuan jelajah (roaming).
3. Untuk mencapai kecepatan transfer data yang lebih tinggi.
4. Peningkatan kualitas layanan (QoS atau Quality of Service).
5. Mendukung kebutuhan internet bergerak (mobile internet).
Frekuensi yang digunakan oleh teknologi 3G, yaitu:
1. Frekuensi penerimaan (downlink) 1920-1980 MHz
2. Frekuensi pengiriman (uplink) 2110-2170 MHz
Yang termasuk teknologi 3G:
a) EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) atau E-GPRS (Enhanced-General
Packet Radio Services)
Adalah teknologi 3G yang merupakan salah satu standar untuk wireless data yang
diimplementasikan pada jaringan selular GSM. Diperkenalkan pertama kali pada tahun 2003
dan merupakan tahapan lanjutan dalam evolusi menuju mobile multimedia communication.
EDGE awalnya disebut teknologi 2.75G. Namun sejak pertengahan tahun 2000, platform
teknologi Internasional GERAN (GSM EDGE Radio Access Network) telah mengadopsi
seluruh spesifikasi 3GPP (yang salah satunya adalah kecepatan transfer data sama dengan 3G)
sehingga menjadikan teknologi EDGE masuk dalam kelompok teknologi generasi ketiga
UMTS 3G.
Dengan EDGE, operator selular dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan
Iebih tinggi dibanding GPRS, di mana GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data
dengan kecepatan sekitar 25 Kbps. Begitu juga bila dibandingkan platform lain, kemampuan
EDGE mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 Kbps)
dan hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA2000-1x yang hanya sekitar 70-80 Kbps. Kecepatan
transfer data EDGE bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 236,8 Kbps dengan
menggunakan 4 timeslots dan 473,6 Kbps dengan menggunakan 8 timeslots.

Layanan berbasis teknologi EDGE berkemampuan memberikan berbagai aplikasi layanan


generasi ketiga, yakni: high quality audio streaming, video streaming, online gaming, high
speed download, high speed network connection, push to talk, dan lain-lain. Hingga bulan
November 2006, EDGE telah diterapkan 156 jaringan operator GSM di 92 negara dan akan
terus berkembang menjadi 213 jaringan operator GSM di 118 negara.
b) W-CDMA (Wideband-Coded Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobile
Telecommunication System)
Adalah teknologi 3G yang dikembangkan di Eropa dan mualai diperkenalkan pada tahun
2004. Standarisasi dari UMTS ini dilakukan oleh ETSI (European Telecommunication
Standard

Institution),

selain

itu

ITU-T

(Intertational

Telecommunications

Union

Telecommunication Standardisation Sector) mengerjakan sistem yang sama dinamakan IMT


2000 (International Mobile Telecommunation System 2000). Kedua badan standarisasi ini
dapat melakukan kerjasama sehingga terbentuk satu sistem untuk masa yang akan datang.
UMTS dirancang sehingga dapat menyediakan bandwith sebesar 2 Mbps. Layanan yang dapat
diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan pemakai dimanapun berada,
artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika tidak ada sel UMTS
pada suatu daerah, maka dapat di-route-kan melalui satelit.
UMTS dapat digunakan oleh perkantoran, rumah dan kendaraan. Layanan yang sama dapat
diberikan untuk pemakai indoors dan outdoors, public areas, dan private areas, urban, dan
rural.
Frekuensi radio yang dialokasikan untuk UMTS adalah 1885-2025 MHz dan 2110-2200 MHz.
Pita tersebut akan digunakan oleh sel yang kecil (pico cell) sehingga dapat memberikan
kapasitas yang besar pada UMTS. Multiple access yang digunakan dapat mengalokasikan
bandwith secara dinamis sesuai dengan kebutuhan pelanggan. RACE (Research and
Technology Development in Advanced Communications Technologies in Europe) telah
mengembangkan dua jenis multiple access yakni CDMA dan TDMA, dari keduanya ini belum
diputuskan yang akan digunakan.
W-CDMA sudah di implentasikan di Jepang, Eropa, dan Asia, dan akan dikembangkan di 55
negara pada tahun 2006. Frekuensi UMTS berbagai daerah:
1.Asia dan Eropa (umumnya) pada frekuensi 2100 MHz (downlink) dan 1900 MHz (uplink)
2.Amerika Serikat (oleh operator AT&T Mobility) pada frekuensi 1900 MHz/850 MHz.

3.Amerika pada frekuensi 2100 MHz (downlink) 1700 MHz (uplink).


4.Eropa pada frekuensi 900 MHz.
5.Australia dan Jepang pada frekuensi 800 MHz.
c) CDMA2000-1x EV/DV (Evolution/Data/Voice) dan CDMA2000-1x EV-DO (Data
Only/Data Optimized) atau IS-856
Adalah teknologi 3G yang didukung oleh komunitas CDMA Amerika Utara, dipimpin oleh
CDG (CDMA Development Group). CDMA2000-1x EV (Evolution) dan CDMA2000-1x EVDO ini merupakan pengembangan dari teknologi CDMA2000-1x Release 0/RTT atau
CDMA2000 (2.5G). Pada awalnya CDMA2000-1x EV-DO (Revision 0) hanya bisa mengirim
data sampai 2,4 Mbps, tetapi kemudian berkembang sehingga CDMA2000-1x-EV-DO (data
only) memiliki kecepatan seperti tabel di bawah.
d) TD-CDMA (Time Division Code Division Multiple Access) atau UMTS-TDD (Universal
Mobile Telecommunication System-Time Division Duplexing) di Eropa
Adalah teknologi jaringan data 3G yang dibangun pada jaringan telepon selular standar
UMTS/WCDMA di mana keduanya baik UMTS/WCDMA maupun TD-CDMA/UMTS-TDD
tidak saling mendukung dikarenakan perbedaan cara kerja, desain, teknologi dan frekuensi
yang dipakai. Di Eropa frekuensi yang dipakai UMTS-TDD ada pada 2010-2020 MHz yang
dapat mentransfer data pada kecepatan 16 Mbps (saat kecepatan maksimum downlink dan
uplink).
e) GAN (Generic Access Network) atau UMA (Unlicensed Mobile Access)
Adalah teknologi 3G yang bertujuan agar sistem telekomunikasi dapat roaming dan dapat
menangani jaringan LAN (WLAN) dan WAN dalam telepon selular secara bersamaan
(diadopsi oleh 3GPP).
f) HSPA (High-Speed Packet Access)
Adalah teknologi 3G yang merupakan teknologi dari penyatuan protokol teknologi mobile
sebelumnya, sehingga memperluas dan menambah kemampuan (terutama dari sisi kecepatan
transfer data) dari protokol UMTS yang telah ada sebelumnya. Karena adanya perbedaan
kemapuan (downlink dan uplink) tersebut HSPA dibagi menjadi 2 standar, yaitu:

1. HSDPA ( High Speed Downlink Packet Access )


Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer downlink-nya (dari
jaringan ke handset), dimana HSDPA dapat mencapai kecepatan downlink 7.2 Mbps dan
secara teori dapat ditinggkatkan sampai kecepatan 14.4 Mbps dengan maksimum uplink
384 kbps. HSDPA selain dapat digunakan oleh handphone tetapi dapat pula digunakan oleh
Notebook untuk mengakses data dengan kecepatan tinggi.
2. HSUPA (High Speed Uplink Packet Access )
Merupakan standar HSPA dengan kemampuan dari sisi kecepatan transfer uplink-nya (dari
handset ke jaringan), dimana HSUPA dapat mencapai kecepatan uplink secara teori sampai
kecepatan 5.76 Mbps, tetapi HSUPA ini tidak implentasikan (dikomersialkan) dan handsetnya tidak dibuat.
g) HSPA+ (HSPA Evolution)
Adalah teknologi 3G yang dikembangankan dari HSPA. Teknologi ini memiliki kecepatan
transfer data sampai 42 Mbps pada downlink dan 11 Mbps pada uplink.
h) FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access)
Adalah teknologi 3G pertama di dunia yang mengimplentasikan WCDMA. FOMA merupakan
penamaan layanan 3G oleh operator NTT DoCoMo di Jepang.
i) HSOPA (High Speed OFDM Packet Access)
Adalah teknologi 3G yang dikembangankan dari UMTS terutama pada teknologi antena yang
menggunakan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan MIMO (MultipleInput Multiple-Output). HSOPA dikenal juga sebagai Super 3G dapat men-transfer data
sampai kecepatan 100 Mbps untuk downlink dan 50 Mbps untuk uplink.
j) TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access)
Adalah teknologi 3G yang masih dikembangkan Cina oleh CATT (Chinese Academy of
Telecommunications Technology), Datang, dan Siemens AG atas proposal dari grup CWTS
(China Wireless Telecommunication Standards) kepada ITU pada tahun 1999. Teknologi yang
dikembangkan untuk menghilangkan ketergantungan pada teknologi barat, tetapi kurang
banyak diminati para operator di Asia dikarenakan memerlukan peralatan yang benar-benar
baru dan tidak bisa menggunakan teknologi sebelumnya (CDMA2000-1x). TD-SCDMA
menggunakan frekuensi 2010-2025 MHz, dengan kecepatan transfer data dari 9,6 Kbps
sampai 2048 Kbps.

5. THIRD AND A HALF GENERATION (3,5G and 3,75G)


Teknologi 3.5G atau disebut juga Beyond 3G adalah peningkatan dari teknologi 3G, terutama
dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (diatas 2 Mbps)
sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan video sharing.
Yang termasuk dalam teknologi ini adalah:
a) HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)
Adalah teknologi 3.5G yang merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson. HSDPA merupakan
protokol tambahan pada sistem WCDMA (Wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan
data berkecepatan tinggi. HSDPA fase pertama berkapasitas 4,1 Mbps. Kemudian menyusul
fase kedua berkapasitas 11 Mbps dan kapsitas maksimal downlink peak data rate hingga
mencapai 14 Mbps.
Kecepatan jaringan HSDPA di lingkungan perumahan dapat melakukan download data
berkecepatan 3,7 Mbps. Seorang yang sedang berkendaraan di jalan tol berkecepatan
100 km/jam dapat mengakses internet berkecepatan 1,2 Mbps. Sementara itu, pengguna di
lingkungan perkantoran yang padat tetap masih dapat menikmati streaming video meskipun
hanya memperoleh 300 Kbps.
Kelebihan HSDPA adalah mengurangi keterlambatan (delay) dan memberikan respon yang
lebih cepat saat pengguna menggunakan aplikasi interaktif seperti mobile office atau akses
internet kecepatan tinggi, yang dapat disertai pula dengan fasilitas gaming atau download
audio dan video. Kelebihan lain HSDPA, meningkatkan kapasitas sistim tanpa memerlukan
spektrum frekuensi tambahan, sehingga pasti akan mengurangi biaya layanan mobile data
secara signifikan.
b) WiBro (Wireless Broadband)
Adalah teknologi 3.5G yang dikembangkan Samsung bersama dengan ETRI (Electronics and
Technology Research Institute) dan telah mendapat sertifikat dari WiMAX Forum. WiBro
merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal
dengan kebijakan 839. WiBro mampu mengirim data dengan kecepatan hingga 50 Mbps.
Kecepatan transfer data itu mampu mengungguli kecepatan platform HSDPA yang
kecepatannya sampai 14 Mbps.

6. FORTH GENERATION (4G)


Teknologi 4G (juga dikenal sebagai Beyond 3G) adalah istilah dalam teknologi komunikasi
yang digunakan untuk menjelaskan evolusi berikutnya dalam dunia komunikasi nirkabel.
Menurut kelompok kerja 4G (4G working groups), infrastruktur dan terminal yang digunakan
4G akan mempunyai hampir semua standar yang telah diterapkan dari 2G sampai 3G. Sistem
4G juga akan bertindak sebagai platform terbuka di mana inovasi yang baru dapat
berkembang. Teknologi 4G akan mampu untuk menyediakan Internet Protocol (IP) yang
komperhensif di mana suara, data dan streamed multimedia dapat diberikan kepada para
pengguna kapan saja, di mana saja, dan pada kecepatan transmisi data yang lebih tinggi
dibanding generasi yang sebelumnya.
Banyak perusahaan sudah mendefinisikan sendiri arti mengenai 4G untuk menyatakan bahwa
mereka telah memiliki 4G, seperti percobaan peluncuran WiMAX, bahkan ada pula
perusahaan lain yang mengatakan sudah membuat sistem prototipe yang disebut 4G.
Walaupun mungkin beberapa teknologi yang didemonstrasikan sekarang ini dapat menjadi
bagian dari 4G, sampai standar 4G telah didefinisikan, mustahil untuk perusahaan apapun
sekarang ini dalam menyediakan kepastian solusi nirkabel yang bisa disebut jaringan seluler
4G yang tepat sesuai dengan standar internasional untuk 4G. Hal-hal seperti itulah yang
mengacaukan

statemen

tentang

keberadaan

layanan

4G

sehingga

cenderung

membingungkan investor dan analis industri nirkabel. Sebagian dari standar baku yang
menyiapkan jalan bagi teknologi 4G meliputi:

a) UMTS Revision 8 atau 3GPP LTE (Third Generation Partnership Project Long Term
Evolution)
Adalah teknologi 4G yang masih dalam tahap pengembangan oleh 3GPP (Third Generation
Partnership Project). Teknologi ini direncanakan untuk memiliki kecepatan rata-rata download
100 Mbps dan kecepatan rata-rata upload 50 Mbps, sehingga mendukung semua jaringan
berbasis Internet Protocol (IP).
b) WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)
Adalah teknologi 4G yang mempunyai kemampuan transfer data jarak jauh secara nirkabel,
juga point to point access untuk mendukung penuh akses telepon bergerak (mobile phone),
sehingga dapat menjadi alternatif dari jaringan broadband dengan kabel dan DSL. Dalam
aplikasinya WiMAX menggunakan frekuensi mulai dari 3,3 GHz, 3,5 GHz, 2,3 GHz,

2,5 GHz, atau 5 GHz (tergantung regulasi frekuensi tiap negara). WiMAX secara teori dapat
mengirim data sampai kecepatan 70 Mbps dalam jarak 48 Km, namun dalam prateknya
WiMAX hanya mampu untuk mengirim data pada kecepatan 10 Mbps dalam jarak 10 Km
untuk daerah bebas gangguan (pinggir kota) dan 10 Mbps dalam jarak 2 Km untuk daerah
urban (perkotaan).
3.

Sebutkan dan jelaskan jenis sistem modulasi analog yang dikenal !


Jawaban:
Jenis-jenis modulasi analog

Amplitude modulation (AM)

Frequency modulation (FM)

Pulse Amplitude Modulation (PAM)

1. Amplitude modulation (AM)


Modulasi jenis ini adalah modulasi yang paling simple, frekwensi pembawa atau carrier
diubah amplitudenya sesuai dengan signal informasi atau message signal yang akan dikirimkan.
Dengan kata lain AM adalah modulasi dalam mana amplitude dari signal pembawa (carrier)
berubah karakteristiknya sesuai dengan amplitude signal informasi. Modulasi ini disebut juga
linear modulation, artimya bahwa pergeseran frekwensinya bersifat linier mengikuti signal
informasi yang akan ditransmisikan.
2. Frequency modulation (FM)
Modulasi Frekwensi adalah salah satu cara memodifikasi/merubah Sinyal sehingga
memungkinkan untuk membawa dan mentransmisikan informasi ketempat tujuan. Frekwensi
dari Sinyal Pembawa (Carrier Signal) berubah-ubah menurut besarnya amplitude dari signal
informasi. FM ini lebih tahan noise dibanding

3. Pulse Amplitude Modulation (PAM)


Basic konsep PAM adalah merubah amplitudo signal carrier yang berupa deretan pulsa (diskrit)
yang perubahannya mengikuti bentuk amplitudo dari signal informasi yang akan dikirimkan
ketempat tujuan. Sehingga signal informasi yang dikirim tidak seluruhnya tapi hanya sampelnya
saja (sampling signal).