Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena


dengan ridho dan karunia-Nya serta atas berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan laporan Kerja Praktek ini dengan judul LAS
LISTRIK.
Dalam hal penyusunan laporan ini, penulis menyadari baha
penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan yang terasa
jauh bila dikatakan baik apalagi sempurna. Namun penulis yakin bagaimanapun
ujudnya, laporan ini adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi penulis.
Selanjutnya dengan segala kerendahan dan ketulusan hati,
perkenankanlah penulis menyampaikan u!apan terima kasih kepada semua pihak
yang telah memberikan bantuan dan dorongannya baik se!ara langsung maupun
tidak langsung sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek ini.
Akhir kata semoga ketulusan serta bantuan dari semua pihak tersebut
diatas kiranya mendapat berkah dan anugerah dari Allah SWT.
Padang,
"#$% &'()
Penulis
1
DAFTAR ISI
*A$A+AN AWA$
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
KATA P,N-ANTA.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
DA/TA. %S%.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .
0A0 % ,NDA*#$#AN
A. $atar belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . .
B.
Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .
0A0 %% $ANDASAN T,1.%
A. $andasan
Teori. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. .
B. Pengertian las listrik
C. +esin las listrik
D. Pengkutuban elektroda
E. Pengaruh pengkutuban pada hasil las
F. Proses Pengerjaan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .
G. $angkah Kerja
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
H. -ambar 0enda
Kerja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
0A0 %%% K,S,$A+ATAN K,."A
2
A. Keselamatan
Pekerja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
B. Keselamatan 0enda dan Peralatan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .
C. Keselamatan
1perator. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
0A0 %2 P,+,3A*AN +ASA$A* DAN K,NDA$A
A.
Kendala. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .
B. Peme!ahan +asalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . .
0A0 2 P , N # T # P
A. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . .
B. Saran. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . .
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sehubungan dengan ilmu pengetahuan yang saat ini sudah semakin
berkembang, yang mengharuskan setiap orang harus memiliki ilmu pengetahuan
dan keahlian khusus menjadi manusia atau SD+ yang berkualitas. Dalam
mendapatkan suatu keahlian khusus di lembaga pendidikan baik pembelajaran
tertulis maupun tidak tertulis yang nantinya akan ditekuni di lapangan kerja.
3
Politeknik Negeri Padang merupakan suatu lembaga yang mengeluarkan
lulusan 4 lulusan sebagai salah satu SD+ yang berkualitas. Politeknik Negeri
Padang memberikan bimbingan dan pelatihan dalam bentuk praktek yang
kompeten pada masalah yang akan dihadapi dalam lapangan, ingkungan kerja
atau pada pekerjaan nanti.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktek kerja bengkel $as $istrik ini adalah
sebagai berikut 5
(. Agar mahasisa dapat mengoperasikan mesin las dengan baik.
&. Agar mahasisa lebih mengetahui dan memahami 6ungsi dari las listrik.
). Dapat membedakan !ara pengelasan baik menggunakan elektroda
maupun tidak .
7. Agar apat menganalisa masalah yang dihadapi dalam proses pengelasan
listrik.
BAB II
LANDASAN TERI
A. Lan!a"an Te#r$
Didalam proses pengelasan, masa 8 yang berada di kutub negati9e 8-: :
ditempelkan pada bagian dari meja las 8 tempat meakukan pengelasan :, sehingga
aliran yang mengalir pada elektroda yang berada pada kutub positi6 8;: akan
membentuk per!ikan api pada benda kerja yang akan dikerjakan sehingga terjadi
proses pengelasan pada benda kerja.
4
Pengaturan ampere pada mesin las tergantung pada tebalnya plat atau
benda kerja yang akan di las.
B. Pengert$an la" l$"tr$k
Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi
satuakibat panas dengan atau tanpa tekanan, atau dapat dide<nisikan sebagai
akibat darimetalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom.
Sebelum atom-atom tersebut membentuk ikatan, permukaan yang akan menjadi
satu perlu bebas darigas yang terserap atau oksida-oksida.
C. %e"$n la" l$"tr$k
+esin las merupakan sumber tenaga yang memberi jenis tenaga listrik
yangdiperlukan serta tegangan yang !ukup untuk terus melangsungkan
suatulengkunglistrik las.Sumber tenaga mesin las dapat diperoleh dari5

+otor bensin atau diesel
-ardu induk
Tegangan pada mesin las listrik biasanya 5

- ((' 9olt
- &&' 9olt
- )=' 9olt
Antara jaringandengan mesin las pada bengkel terdapat saklar pemutus. +esin
lasdigerakkan dengan motor, !o!ok dipakai untuk pekerjaan lapangan atau pada
bengkelyang tidak mempunyai jaringan listrik. 0usur nyala terjadi apabila dibuat
jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja dan kabel massa dijepitkan ke
benda kerja
5
"enis-jenis mesin las las listrik terbagi atas 5
a. +esin las listrik 4 Trans6ormator arus bolak-balik 8A3:
+esin ini memerlukan sumber arus bolak-balik dengan tegangan yang lebih
rendah pada lengkunglistrik
Keuntungan 4 keuntungan mesin las A3 antara lain 5
0usur nyala ke!il, sehingga memperke!il kemungkinan timbunya keropos
padarigi-rigi las
Perlengkapan dan peraatan lebih murah
b. +esin las listrik 4 .e!ti<er arus searah 8D3:
+esin ini mengubah arus listrik bolak-balik 8A3:yang masuk, menjadi arus listrik
searah 8D3:keluar.Pada mesin A3, kabel masa dan kabelelektroda dapat
dipertukarkan tanpamempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur
nyala.Keuntungan-keuntungan mesin las D3 antara lain 5
6
0usur nyala stabil
Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut
Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut
Dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan D3.P
Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit
D. Pengkutu&an elektr#!a
a. Pengkutuban $angsung
Pada pengkutuban langsung, kabel elektroda dipasang Pada terminal negati6
dan .kabel massa pada terminal positi6. Pengkutuban langsung sering disebut
sebegaisirkuit las listrik dengan elektroda negati6. 8D3-:.
b. Pengkutuban terbalik
#ntuk pengkutuban terbalik, kabel elektroda dipasang pada terminal positi6
dankabel massa dipasang pada terminal negati9e. Pengkutuban terbalik sering
disebutsirkuit las listrik dengan elektroda positi6 8D3;:
E. Pengaru' (engkutu&an (a!a 'a"$l la"
Pemilihan jenis arus maupun pengkutuban pada pangelasan bergantung kepada 5
"enis bahan dasar yang akan dilas
7
"enis elektroda yang dipergunakan

Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan
lasnya.Pengkutuban langsung akanmenghasilkan penembusan yangdangkal
sedangkan Padapengkutuban terbalik akan terjadisebeliknya. Pada arus bolak-balik
penembusan yang dihasilkan antara keduanya.
F. Tegangan !an aru" l$"tr$k (a!a )e"$n la"
2olt adalah suatu satuan tegangan listrik yang dapat diukurdengan suatu
alat 9oltmeter. Tegangan diantara elektrodadan bahan dasar menggerakkan
ele!tron-elektron melintasibusur.Ampere adalah jumlah arus listrik yang mengalir
yangdapat diukur dengan amperemeter. $engkung listrik yangpanjang akan
menurunkan arus dan menaikkan tegangan.
G. Perlengka(an La" l$"tr$k
a. Kabel Las
Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dangan
karetisolasi >ang disebut kabel las ada tiga ma!am yaitu 5
kabel elektroda
kabel massa
kabel tenaga
b. Pemegang elektroda
#jung yang tidak berselaput dari elektrodadijepit dengan pemegang
elektroda.Pemegang elektroda terdiri dari mulutpenjepit dan pegangan yang
dibungkus olehbahan penyekat. Pada aktu berhenti atauselesai mengelas, bagian
pegangan yangtidak berhubungan dengan kabeldigantungkan pada gantungan
dari bahan<ber atau kayu.

c. Palu Las
8
Palu %as digunakan untuk melepaskan dan mengeluarkan terak las pada jalur
%asdengan jalan memukulkan atau menggoreskanpada daerah las.0erhati-hatilah
membersihkan terak %as denganpalu %as karena kemungkinan akan memer!ik
kemata atau ke bagian badan lainnya.
d. Sikat Kawat
Dipergunakan untuk 5
+embersihkan benda kerja yang akan dilas
+embersihkan terak %as yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

e. Klem Massa
Klem massa edalah suatu alat untuk menghubungkan kabel massa ke benda
kerja.0iasanya klem massadibuat dari bahan denganpenghantar listrik yangbaik
seperti Tembagaagar arus listrik dapatmengalir dengan baik,klem massa
inidilengkapi dengan pegas yang kuat. >ang dapat menjepit benda kerja .Walaupun
demikian permukaan benda kerja yang akan dijepit dengan klemmassa harus
dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran seperti karat, !at,minyak.

f. Tang Penjepit
Penjepit 8tang: digunakan untuk memegang atau memindahkan bendakerja yang
masih panas.
H. Tekn$k !a"ar Pengela"an
a. Pembentukan busur listrik pada proses penyulutan
Pada pembentukan busur listrik elektroda keluar dari kutub negati6 8katoda:
danmengalir dengan ke!epatan tinggi ke kutub positi6 8anoda:.Dari kutub positi6
mengalir partikel positi6 8ion positi6: ke kutub negati6. +elaluiproses ini ruang udara
diantara anoda dan katoda 8benda kerja dan elektroda:dibuat untuk menghantar
9
arus listrik 8diionisasikan: dan dimungkinkanpembentukan busur listrik. Sebagai
arah arus berlaku arah gerakan ion-ion positi6."ika elektroda misalnya dihubungkan
dengan kutub negati6 sumber arus searah,maka arah arusnya dari benda kerja ke
elektroda. Setelah arus elektrodadidekatkan pada lokasi jalur sambungan
disentuhkan dan diangkat kembali pada jarak yang pendek 8garis tengah
elektroda:.
?Kaat inti
?Selubung elektroda
?0usur listrik
?Pemindahan logam
?-as pelindung
?Terak
?Kampuh las
Dengan penyentuhan singkat elektroda logam pada bagian benda kerja yang
akandilas,berlangsung hubungan singkat didalam rangkaian arus pengelasan,
suatuarus listrik yang kekuatannya tinggi mengalir, yang setelah
pengangkatanelektroda itu dari benda kerja menembus !elah udara, membentuk
busur !ahayadiantara elektroda dengan benda kerja, dan dengan demikian tetap
mengalir.Suhubusur !ahaya yang demikian tinggi akan segera melelehkan ujung
elektroda danlokasi pengelasan.Didalam rentetan yang !epat partikel elektroda
menetes, mengisi penuh !elahsambungan las dan membentuk kepompong las.
Proses pengelasan itu sendiriterdiri atas hubungan singkat yang terjadi sangat
!epat akibat pelelehan elektrodayang terus menerus menetes.
b. Proses Penyulutan
Setelah arus dijalankan, elekteroda didekatkan pada lokasi jalur
sambungandisentuhkan sebentar dan diangkat kembali pada jarak yang pendek
8garis tengahelektroda:.
10
!. +enyalakan busur listrik
#ntuk memperoleh busur yang baik di perlukan pangaturan arur 8ampere:
yangtepat sesuai dengan type dan ukuran elektroda, +enyalahkan busurd
apatdilakukan dengan & 8dua: !ara yakni 5
0ila pesaat %as yang dipakai peseat %as A3, menyalakan busurdilakukan
dengan menggoreskan elektroda pada benda kerja lihat gambar.
#ntuk menyalakan busur pada pesaat %as D3, elektroda disentuhkan
Seperti terlihat di gambar 5
0ila elektroda harus diganti sebelum pangelasan selesai, maka untuk
melanjutkanpengelasan, busur perlu dinyalakan lagi. +enyalakan busur kembali ini
dilakukanpada tempat kurang lebih &@ mm dimuka las berhenti seperti pada
gambar. "ikabusur berhenti di 0, busur dinyalakan lagi di A dan kembali ke 0
untuk melanjutkan pengelasan. 0ilamana busur sudah terjadi, elektroda diangkat
sedikitdari pekerjaan hingga jaraknya A sama dengan diameter elektroda.
#ntuk elektroda diameter ),&B mm, jarak ujung elektroda dengan permukaan
bahandasar A ),&B mm.Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan 5
"ika busur nyala terjadi, tahan sehingga jarak ujung elektroda ke logam
induk besarnya sama dengan diameter dari penampang elektroda dan geser
posisinyake sisi logam induk.
Perbesar jarak tersebut8perpanjang nyala busur: menjadi dua kalinya
untuk memanaskan logam induk.
Kalau logam induk telah sebagian men!air, jarak elektroda dibuat
samadengan garis tengah penampang tadi.

d. +emadamkan busur listrik
11
3ara pemadaman busur listrik mempunyai pengaruh terhadap
mutupenyambungan maniklas. #ntuk mendapatkan sambungan maniklas yang
baik sebelum elektroda dijauhkan dari logam induk sebaiknya panjang busur
dikurangilebih dahulu dan baru kemudian elektroda dijauhkan dengan arah agak
miring.
e. Pengaruh panjang busur pada hasil las. Panjang busur 8$: >ang normaladalah
kurang lebih sama dengan diameter 8D: kaat inti elektroda.
(. 0ila panjang busur tepat 8$ C D:, maka !airan elektroda akan mengalir
danmengendap dengan baik.*asilnya 5
rigi-rigi las yang halus dan baik.
tembusan las yang baik
perpaduan dengan bahan dasar baik
per!ikan teraknya halus.
&. 0ila busur terlalu panjang 8$ D D:, maka timbul bagian-bagian yang
berbentuk bola dari !airanelektroda. *asilnya 5
rigi-rigi laskasar
tembusan lasdangkal
per!ikanteraknyakasar dankeluar dari jalur las.
). 0ila busur terlalu pendek, akan sukar memeliharanya, bisa terjadi
pembekuanujung elektroda pada pengelasan 8lihat gambar (B= !:.
hasilnya 5
rigi las tidak merata
tembusan las tidak baik
per!ikan teraknya kasar dan berbentuk bola.
6. Pengaruh 0esar Arus
0esar arus pada pengelasan mempengaruhi hasil las. 0ila arus terlalurendah
akan menyebabkansukarnya penyalaan busurlistrik dan busur listrik yangterjadi
12
tidak stabil. Panasyang terjadi tidak !ukupuntuk melelehkan elektrodadan bahan
dasar sehinggahasilnya merupakan rigi-rigilas yang ke!il dan tidak rataserta
penembusan yangkurang dalam.
Sebaliknya bila arus terlalu besar maka elektroda akan men!air terlalu!epat dan
menghasilkan permukaan las yang lebih lebar dan penembusan yangdalam.0esar
arus untuk pengelasan tergantung pada jenis kaat las yang dipakai,posisi
pengelasan serta tebal bahan dasar.
g. Pengaruh Ke!epatan elektroda pada hasil pengelasan
Ke!epatan pengelasan tergantung pada jenis elektroda, diameter intielektroda,
bahan yang dilas, geometri sambungan, ketelitian sambungan dan lain-lainnya.
Dalam hampir tidak ada hubungannya dengan tegangan las tetapiberbanding lurus
dengan arus las. Karena itu pengelasan yang !epat memerlukanarus las yang
tinggi.0ila tegangan dan arus dibuat tetap, sedang ke!epatan
pengelasandinaikkan maka jumlah deposit per satuan panjang las jadi menurun.
Tetapi disamping itu sampai pada suatu ke!epatan tertentu, kenaikan ke!epatan
akanmemperbesar penembusan. 0ila ke!epatan pengelasan dinaikkan terus
makamasukan panas per satuan panjang juga akan menjadi ke!il, sehingga
pendinginanakan berjalan terlalu !epat yang mungkin dapat memperkeras daerah
*AEPada umumnya dalam pelaksanaan ke!epatan selalu diusahakan setinggi-
tingginya tetapi masih belum merusak kalitas manik las. Pengalaman
jugamenunjukkan baha makin tinggi ke!epatan makin ke!il perubahan bentuk
yangterjadi
Ke!epatan pengelasan yang rendah akan menyebabkan pen!airan yangbanyak
dan pembentukan manik datar yang dapat menimbulkan terjadinya lipatanmanik.
Sedangkan ke!epatan yang tinggi akan menurunkan lebar manik dan
menyebabkan terjadinya bentuk manik yang !ekung dan takik.
13
h. Pendinginan
$amanya pendinginandalam suatu daerah temperaturtertentu dari suatu siklus
termal lassangat mempengaruhi kalitassambungan. Karena itu banyak sekali
usaha-usaha pendekatanuntuk menentukan lamanya aktupendinginan tersebut.
Pendekatanini biasanya dinyatakan dalambentuk rumus empiris ataunomogra6
atau tabel seperti yangterlihat dalam tabel dibaah ini.Struktur mikro dan
si6atmekanik dari daerah *AEsebagian besar tergantung pada lamanya
14
pendinginan dari temperatur =''F3 samapi B''F3. Sedangkan retak dingin, dimana
hidrogen memegang peranan penting, terjadinya sangat tergantung oleh lamanya
pendinginan dari temperatur =''F3 sampai )''F3 atau(''F3
I. P#"$"$ (engela"an
a. Posisi di baah tangan
Posisi baah tangan merupakan posisipengelasan yang palingmudah dilakukan.
1leh sebab itu untuk menyelesaikan setiappekerjaan pengelasansedapat
meungkin diusahakan pada posisi dibaah tangan.Kemiringan elektroda (' derajat
4 &' derajat terhadap garis 9erti!al kea rah jalan elektroda dan G' derajat-='
derajat terhadap benda kerja.
b. Posisi tegak 89erti!al:
+engelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatasatau
ke baah. Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karenabahan !air
yang mengalir atau menumpuk diarah baah dapat diperke!idengan kemiringan
elektroda sekitar (' derajat-(B derajat terhadap9ertikal danG' derajat-=B derajat
terhadap benda kerja.
!. Posisi datar 8horiHontal:
+engelas dengan horiHontal biasa disebut juga mengelas merata
dimanakedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti
horiHontal.Seaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar B derajat 4 ('
derajatterhadap garis 9erti!al dan G' derajat 4 =' derajat kearah benda kerja.
d. Posisi di atas kepala 819erhead:
Posisi pengelasan ini sangat sulit dan berbahaya karena bahan !air
banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan
perlengkapanyang serba lengkap. +engelas dengan posisi ini benda kerja terletak
padabagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar B derajat 4 &'
derajatterhadap garis 9erti!al dan GB derajat-=B derajat terhadap benda kerja
15
e. Posisi datar 8(-:
Pada posisi ini sebaiknya menggunakan metode ea9ing yaitu HigHag
dansetengah bulan
#ntuk jenis sambungan ini dapat dilakukan penetrasi pada keduasisi, tetapi dapat
juga dilakukan penetrasi pada satu sisi saja. Type posisi datar8(-: didalam
pelaksanaannya sangat mudah. Dapat diapplikasikan pada materialpipa dengan
jalan pipa diputar.
6. Posisi horiHontal 8&-:
Pengelasan pipa &- adalah pengelasanposisi horiHontal, yaitu pipa padaposisi
tegak dan pengelasan dilakukanse!ara horiHontal mengelilingi pipa.Kesulitan
pengelasan posisi horiHontaladalah adanya gaya gra9itasi akibatnya!airan las akan
selalu kebaah.Adapun posisi sudut ele!trodepengelasan pipa &- yaitu I'J
Panjang gerakan elektrode antara (-& kali diameterelektrode. 0ila terlalu panjang
dapat mengakibatkan kurang baiknya mutu las.Panjang busur diusahakan
sependek mungkin yaitu K kali diameter elektrode las.#ntuk pengelasan pengisian
dilakukan dengan gerakan melingkar dan diusahakandapat membakar dengan baik
pada kedua sisi kampuh agar tidak terjadi !a!at.-erakan seperti ini diulangi untuk
pengisian berikutnya.
g. Posisi 9ertikal 8)-:
Pengelasan posisi )- dilakukanpada material plate. Posisi )- inidilaksanakan
pada plate danelektrode 9ertikal. Kesulitanpengelasan ini hampir sama
denganposisi &- akibat gaya gra9itasi!airan elektrode las akan selalukebaah.
h. Posisi horiHontal pipa 8B-:
Pada pengelasan posisi B- dibagimenjadi &, yaitu 5
(. Pengelasan naik
16
0iasanya dilakukan pada pipayang mempunyai dinding tealkarena
membutuhkan panas yangtinggi. Pengelasan arah naik ke!epatannya lebih
rendahdibandingkan pengelasan dengan arah turun, sehingga panas masukan tiap
satuan luas lebih tinggi dibanding dengan pengelasan turun. Posisi pengelasanB-
pipa diletakkan pada posisi horiHontal tetap dan pengelasan dilakukanmengelilingi
pipa tersebut. Supaya hasil pengelasan baik, maka diperlukan laskan!ing 8ta!k
eld: pada posisi jam B-=-(( dan &. +ulai pengelasan pada jamB.)' ke jam (&.''
melalui jam @ dan kemudian dilanjutkan dengan posisi jamB.)' ke jam (&.''
melalui jam ). -erakan elektrode untuk posisi root pass 8lasakar: adalah berbentuk
segitiga teratur dengan jarak busur K kali diameter ele!trode.
&. Pengelasan turun
0iasanya dilakukan pada pipa yang tipis dan pipa saluran minyak serta
gasbumi. Alasan penggunaan las turun lebih menguntungkan dikarenakan
lebih!epat dan lebih ekonomis.
i. Pengelasan posisi /illet
Pengelasan <llet juga disebutsambungan T.joint pada posisi!airan las-lasan
diberikan padaposisi menyudut. Padasambungan ini terdapat diantaramaterial
pada posisi mendatardan posisi tegak. Posisisambungan ini termasuk
posisisambungan yang relati9emudah, namun hal yang perlu diperhatikan pada
sambungan ini adalahkemiringan elektroda, gerakan ayunan tergantung pada
kondisi atau kebiasaanoperator las.
j. Pr#"e" Pengerjaan
17
*. Alat !an Ba'an
Adapun peralatan dan bahan yang dipergunakan dalam proses pengerjaan
pengelasan adalah sebagai berikut 5
Peralatan
- +esin las - Sikat baja
- +eja las - -erinda tangan
- Topeng las 8 pelindung ajah : - Ka!a mata
- +asker - Tang buaya
- Palu besi - Penitik
- Sarung tangan kulit - +istar baja
- Tang jepit - Penggaris L penggores
- Palu terak
Ba'an
- Plat ST )G
- +istar baja
- ,lektroda
C. Langka' Kerja
*. Per"$a(an
- Persiapkan terlebih dahulu peralatan dan bahan yang akan
digunakan.
- 3ek posisi masa benda 8 kutub negati9e 8-: : yaitu 5 ganggang las
pada kutub negati9e yang akan ditempelkan pada meja las dan
ganggang satu lagi pada kutub positi6 8 pengapit elektroda :
- Atur ampere dengan yang sudah ditentukan berdasarkan plat atau
benda kerja dan elektroda yang digunakan.
- -unakaan elektroda yang sesuai.
- $akukanlah pekerjaan dengan hati 4 hati M
+. Pengerjaan
18
$akukan pemeriksaan benda kerja
a. Ben!a kerja *
Periksa terlabih dahulu perlengkapan praktek
Tandai atau beri garis pada benda kerja yang akn dititik sesuai
dengan perintah pada job kerja.
Apit benda kerja pada tempat yang telah disediakan.
Pasangkanlah elektroda pada kutub positi6, lektroda yang
digunakan adalah elektroda yang diameternya yang telah
disesuaikan dengan benda kerja.
Proses pengelasan dimulai, ikutilah titik - titik pada plat yang
sebelumnya sudah ditandai shingga membentuk hasil
pengelasan yang datar atau lurus.
#ntuk tahap aal pengelasan dilakukan 2ertikal
$akukan hal yang sama pada garis atau titik 4 titik
selanjutnya.
&. Ben!a kerja *.+
Seperti biasa, lakukan pemeriksaan pada benda kerja.
Tandai atau beri garis pada benda kerja yang akn dititik sesuai
dengan perintah pada job kerja.
Apit benda kerja pada tempat yang telah disediakan.
Pasangkanlah elektroda pada kutub positi6, lektroda yang
digunakan adalah elektroda yang diameternya yang telah
disesuaikan dengan benda kerja.
Proses pengelasan dimulai, ikutilah titik - titik pada plat yang
sebelumnya sudah ditandai shingga membentuk hasil
pengelasan yang datar atau lurus.
#ntuk tahap aal pengelasan dilakukan *oriHontal
$akukan hal yang sama pada garis atau titik 4 titik
selanjutnya.
19
,. Ben!a kerja +
Penyambungan benda kerja dengan kampuh 2
Kikir satu sisi benda kerja masing 4 masing )'N. Sehingga jika
disatukan akan membentuk sudut @'N.
Pisahkan benda kerja sebesar diameter elektroda 8 dua plat
benda kerja yang berukuran sama : atau sekitar & mm
Titik pada kedua ujung benda kerja agar ukuran tidak
meleset.
Sambugkan dua plat tersebut dengan proses pengelasan.
0uang terak pengelasan aal pada benda kerja dengan
mengunakan palu terak.
Dinginkan benda sejenak kemudian las kembali tapi tidak
menutup seluruh hasil pengelasan aal. %ni adalah
pengelasan kedua.
Setelah itu pengelasan ketiga, lakukan sehingga menutup
sebahagian hasil yang kedua
Proses pengelasan listrik ini dilakukan dari kiri ke kanan atau
dari atas kebaah.
"ika dilihat dari unjung benda kerja hasil las akan kelihatan
seperti gambar 5

20
GA%BAR KER-A
21
BAB III
KESELA%ATAN KER-A
A. Ke"ela)atan (ekerja
Adapun keselamatan dan kesehatan kerja yag harus diperhatikan dalam
praktek kerja pengelasan ini adalah sebagai berikut 5
- +emakai alat pelindung diri yang sudah disediakan.
- +emperhatikan petunjuk-petinjuk pengerjaan sesuai dengan
instruksi dari instruktur.
- 0ekerja dengan hati-hati dan bertanggung jaab serta tidak
berolok-olok.
B.Ke"ela)atan Ben!a !an Peralatan
Adapau keselamatan pada benda kerja beserta peralatannya adalah
sebagai berikut 5
- -unakan peralatan yang layak pakai atau standarisasi.
- -unakan peralatan sesuai dengan 6ungsi yang seharusnya.
- 0ersihkan peralatan sesudah bekerja.
- Simpan peralatan pada tempat yang semestinya.
- 0ersihkan area tempat kerja setiap selesai melakukan pekerjaan.
C. Ke"ela)atan L$ngkungan
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga agar ligkungan
tempat bekerja selalu bersih dan rapi serta selalu nyaman adalah 5
22
- "angan meletakkan benda kerja di sembarang tempat
- 0ersihkan area tempat kerja setiap selesai melakukan pekerjaan.
- 0uanglah sampah pada tempatnya.
BAB I.
PE%ECAHAN %ASALAH DAN KENDALA
A. Ken!ala
Adapu kendala yang dihadapi atau dihasilkan pada saat praktek kerja las
listrik, yaitu 5
- Seaktu pengelasan elektroda sering lengket pada benda kerja.
- Per!ikan api yang dihasilkan seaktu mengelas terkadang
mengenai tangan dan menyebabkan luka.
- Pengaturan ke!epatan pengelasan !endrung tidak teratur.
B. Pe)e,a'an %a"ala'
- Aturlah besar ampere pada mesin las sesuai dengan ketentuan.
- -unakan sarung tangan pada saat pengelasan.
- Pastikan kesehatan jasmani dan rohani, sebab apabila dengan
kondisi dan kesehatan yang baik, maka kita akan dapat mengatur
pernapasan supaya dapat mengatur ke!epatan 8tidak terburu-buru:.
23
BAB .
P E N U T U P
A. Ke"$)(ulan
Adapun kesimpulan yang dapat di ambil setelah melakukan praktek kerja las
listrik ini adalah, sebagai berikut 5
- Dengan melaksanakan job ini atau praktek kerja las listrik ii penulis
dapat memahami !ara dan langkah pengerjaan las listrik yag
sebenarnya.
- Dalam melaksanakan prakte kerja las listrik sangat dibutuhkan
latihan yang berulang-ulang agar lebih mahir dan mendapatkan
hasil yang lebih bagus.
- Sangat diperlukan ketelitian dan kesabaran dalam mengelas agar
hasilnya presisi dan memuaskan.
- 0erhati-hati dalam bekerja merupakan suatu hal yang bisa
men!egah terjadinya ke!elakaan, baik pada pekerja, alat, benda
kerja maupun pada lingkungan tempat kerja.
B. Saran
a. Sebaiknya instruktur memberikan bahan latihan kepada masing 4
masing pekerja, karena lebih banyak latihan kitapun akan lebih
mahir dengan hasil yang lebih memuaskan.
b. 0ekerjalah dengan serius dan penuh ketelitian.
!. #tamakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam melaksanakan
praktek.
d. Disaat praktek janganlah berolok-olok
24
25