Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK 1

RI CARDI
MUH. I RSUL KURNI AWAN
BAHARUDDI N
ALEXANDER YAFET
DESI PUTRI ANANDA
CI TRA FI TRI ANI


Anomali Data Gravitasi
Pendahuluan
Dalam gravimeter terdapat massa yang bergantung
pada sebuah pegas, sehingga jika densitas bawah
permukaan berbeda akan menyebabkan tarikan atau
gaya yang berbeda pula.

Pada tempat yang memiliki kandungan batuan
bawah permukaan dengan densitas yang lebih tinggi
akan menyebabkan nilai gravitasi yang terukur lebih
besar pula begitupun sebaliknya
Informasi yang didapatkan dari survay adalah untuk
menge tahui efek dari sumber yang tidak diketahui
yang ada di bawah permukaan terhadap perubahan
nilai gravitasi atau variasi nilai gravitasi.

Untuk mengetahui efek dari sumber tersebut
terhadap nilai gravitasi diperlukan proses proses
koreksi terhadap faktor faktor yang mempengaruhi
nilai gravitasi.
A. Drift Correction
Koreksi drift dilakukan untuk menghilangkan
kesalahan paralax pembacaan harga (g) karena
sifat elastis, perubahan tekanan dan suhu di titik
acuan.
Koreksi drift dilakukan karena adanya kemuluran
alat (pegas) ketika dilakukan pengukuran.
Untuk koreksinya adalah dengan kembali
melakukan pengukuran di titik base sesering
mungkin.


Persamaannya dapat ditulis,
DC =


)


=
waktu pengamatan

= waktu pengamatan awal di stasiun base


= waktu pengamatan akhir di stasiun base


= pembacaan akhir di stasiun base


= pembacaan awal di stasiun base


B. Koreksi Udara Bebas

Sebagai akibat adanya perbedaan ketinggian /
kedalaman titik pengamatan terhadap bidang datum

Persamaannya,

g =

= -0.3086h mgal/m

Dengan h adalah ketinggian stasiun titik
pengamatan dari permukaan laut.



C. Latitude Correction (Koreksi Lintang)
Koreksi lintang dilakukan karena bentuk bumi
yang flatening maka medan grafitasi antara lintang
dan kutub berbeda.
Koreksi lintang digunakan untuk menghitung
besarnya percepatan grafitasi bumi (teoritis) pada
titik pengamatan.


Persamaaannya,


() =
0
(1 + 0.0053
2
0.00000587
2
2 ) mgal

Dengan
0
= 978.031 (nilai gravitasi di khatulistiwa (lintang
0

))

2
= efek perataan geometri bumi dan gaya sentripetal

2
2 = koreksi pada bentuk speroid, untuk benda putar
D. Tidal Corection (Koreksi Pasang Surut)
Koreksi pasang surut dilakukan karena adanya
peristiwa pasang surut yang diakibatkan oleh gaya
tarik antara bumi dengan bulan dan matahari
sehingga tinggi permukaan air laut terhadap
permukaan bumi mengalami perubahan pada
periode periode tertentu.
Gaya tarik ini menyebabkan naik turunnya elevasi
permukaan bumi relatif terhadap datum geoid.
Perubahan elevasi ini menyebabkan perubahan jarak
pusat bumi ditempat pengukuran.


Koreksi pasang surut dilakukan karena gaya tarik
bulan dan matahari terhadap bumi menyebabkan
sebaran gaya normal gravitasi pada sebarang tempat
di permukaan bumi berubah secara siklus sehari.


Persamaannya,

=
3


2

3

(cos2

+
1
3
) +
3


2

2

(cos2

+
1
3
)


Dengan:
r = jari jari bumi


= jarak bumi bulan


= jarak bumi matahari
= Sudut Geometrix


= massa bulan


= massa matahari


E. Bouger Slab Correction (Koreksi Bouger)
Koreksi ini dilakukan dengan maksud
menghilangkan efek tarikan massa yang terletak di
bawah titik pengamatan.
Jika titik pengamatan dan titik acuan tidak diisi
oleh udara bebas melainkan massa dengan rapat
massa , maka dilakukan koreksi untuk
menghilangkan pengaruh tarikan massa tersebut.
Persamaannya,

BG = 0,0419 h (mgal)
Untuk laut,
BG = 0,0419 (

= bumi

= air



Besarnya nilai grafitasi yang benar benar
ditimbulkan oleh sumber batuan bawah permukaan
dikenal dengan anomali gravitasi atau disebut juga
anomali Bouger.
Anomali grafitasi menggambarkan variasi lateral
dari densitas batuan yang secara tidak langsung
menggambarkan struktur geologi bawah permukaan.



TRIMAKASIH