Anda di halaman 1dari 3

JURNAL BELAJAR

Fisiologi Tumbuhan / 16 September 2014


Dinar Valentin Dyah A.M.P.P. / 130341614791 / Off B

I. Tema : Pengukuran Potensial Osmotik dan Potensial Air Jaringan Tumbuhan
II. Hasil Belajar
Pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui nilai potensial
air umbi kentang, menemukan faktor tentang gejala plasmolisis, menunjukkan faktor
penyebab plasmolisis, mendeskripsikan peristiwa plasmolisis, dan menunjukkan
hubungan antara plasmolisis dengan status potensial osmotik antara sel dan larutan di
sekitarnya.
Plasmolisis adalah keadaan dimana protoplas kehilangan air dan menyusut
volumenya sehingga terlepas dari dinding sel. Keadaan ini akan terjadi apabila sel
atau jaringan ditempatkan dalam larutan yang hipertonis maka air akan berdifusi ke
luar sel atau jaringan tersebut untuk menyeimbangkan konsentrasi larutan di dalam
sel atau jaringan dengan lingkungannya. Bila sel atau jaringan ditempatkan dalam
larutan yang hipotonis air masuk ke dalam sel secara berlebih dan menyebabkan
protoplas mendesak dinding sehingga sel akan tegang dan disebut turgor. Ketika sel
atau jaringan dimasukkan pada larutan yang isotonis, maka tidak akan terjadi difusi,
karena konsentrasi di dalam sel dan konsentrasi larutan sama. Plasmolisis dan turgor
hanya dialami oleh sel tumbuhan, sedangkan pada sel hewan mengalami, krenasi dan
lisis. Krenasi akan terjadi apabila sel atau jaringan ditempatkan dalam larutan yang
hipertonis maka air akan berdifusi ke luar sel atau jaringan tersebut untuk
menyeimbangkan konsentrasi larutan di dalam sel atau jaringan dengan
lingkungannya. Apabila sel atau jaringan ditempatkan dalam larutan yang hipotonis,
maka air masuk ke dalam sel secara berlebih dan menghancurkan membrane plasma,
keadaan ini dinamakan lisis, contoh dari lisis adalah peristiwa hemolisis, yaitu
pecahnya eritrosit.


Prinsip kerja dari praktikum ini adalah:
a. Potensial osmotik jaringan tumbuhan dapat diukur dengan menggunakan
berbagai konsentrasi larutan gula atau garam dengan membandingkan sel
yang mengalami plasmolisis dan sel yang tidak mengalami plasmolisis.
b. Potensial air jaringan tumbuhan dapat diukur dengan menggunakan
berbagai konsentrasi larutan gula atau garam dengan membandingkan
ukuran potongan jaringan atau organ yang menandai masuk atau keluarnya
air.
Pada praktikum pengukuran potensial osmotik dilakukan dengan menyayat
daun Rhoeo discolor secara membujur, lalu sayatan daun Rhoeo discolor dimasukkan
pada botol vial dengan berbagai macam konsentrasi larutan gula, setelah direndam
selama 15 menit, daun Rhoeo discolor diambil, diamati di bawah mikroskop dan
dihitung berapa sel yang tidak mengalami plasmolisis, berapa sel yang mengalami
plasmolisis sebagian dan berapa sel yang tidak mengalami plasmolisis.
Pada praktikum pengukuran potensial air dilakukan dengan membuat silinder-
silinder kentang dengan panjang 3 cm, kemudian silinder kentang tersebut
dimasukkan dalam botol selai yang berisi larutan gula pada konsentasi 0%, 5%, 10%,
15%, 20% dan dibiarkan selama 30 menit, kemudian panjang silinder kentang diukur
kembali.
III. Materi yang Belum Dipahami
Pada praktikum kali ini kelompok kami kurang bisa membagi waktu dengan
baik, sehingga kami hampir kekurangan waktu untuk menghitung banyaknya sel yang
mengalami plasmolisis, plasmolisis sebagian dan tidak mengalami plasmolisis. Saya
juga masih mengalami sedikit kesulitan untuk mendapatkan irisan membujur daun
Rhoeo discolor yang tipis.
IV. Pertanyaan yang Muncul
1. Mengapa pada praktikum pengukuran potensial osmotik menggunakan daun
Rhoeo discolor dan pada pengukuran potensial air menggunakan potongan
silinder kentang ?
2. Mengapa pada pengukuran potensial air botol balsam harus ditutup
menggunakan plastik ?
3. Ketika waktu praktikum dikurangi apakah akan menyebabkan jumlah sel
yang mengalami plasmolisis berkurang ?
V. Cara Menjawab Pertanyaan
Untuk menjawab pertanyaan yang muncul saya mengakses internet, membaca
beberapa literatur dan berdiskusi dengan teman.