Anda di halaman 1dari 8

Kanginan , M. 2002 . Fisika. Grafindo. Jakarta.

Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu benda, semakin
panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu
benda. Setiap atom dalam suatu benda masing masing bergerak, baik itu dalam bentuk
perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom atom
penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Suhu juga disebut temperatur yang diukur
dengan alat termometer. Empat macam termometer yang paling dikenal adalah Celcius,
Reamur, Fahrenheit dan Kelvin (Kanginan, 2007).
Pembuatan skala pada termometer memerlukan dua titk referensi. Titik pertama dipilih titik
beku, yaitu suhu campuran antara es dan air pada tekanan normal. Ini terjadi pada saat air
mulai membeku. Titik beku yang dipilih adalah titik didih yaitu suhu ketika air mendidih
pada tekanan normal. Kedua titik referensi tersebut sering disebut titik tetap atas dan titik
tetap bawah. Tiga macam skala yang biasa digunakan dalam pengukuran suhu, yaitu skala
celcius, skala fahrenheit, dan skala kelvin. Skala Fahrenheit didasarkan pada titik beku 32
0
F
dan titik didih 212
0
F. Dengan demikian dalam jangkauan antara titik beku dan titik didih ini
terdapat 180 bagian, dimana setiap bagian (skala) menunjukkan satu derajat. Oleh karena itu,
satu derajat Fahrenheit adalah 1/180 kali perubahan suhu antara titik beku dan titik
didih (Kanginan, 2010).
a. Termometer air raksa.
Berikut ini beberapa keuntungan air raksa sebagai pengisi termometer, antara lain :
1) Air raksa tidak membasahi dinding pipa kapiler, sehingga pengukurannya menjadi teliti.
2) Air raksa mudah dilihat karena mengkilat.
3) Air raksa cepat mengambil panas dari suatu benda yang sedang diukur.
4) Jangkauan suhu air raksa cukup lebar, karena air raksa membeku pada suhu 40
0
C dan
mendidih pada suhu 360
0
C.
5) Volume air raksa berubah secara teratur.Selain beberapa keuntungan, ternyata air raksa
juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:
1) Air raksa harganya mahal.
2) Air raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah.
3) Air raksa termasuk zat beracun sehingga berbahaya apabila tabungnya pecah.




b. Termometer alkohol
Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1) Alkohol harganya murah.
2) Alkohol lebih teliti, sebab untuk kenaikan suhu yang kecil ternyata alkohol mengalami
perubahan volume yang besar.
3) Alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah, sebab titik beku alkohol 130
0
C.
Kerugian menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer, antara lain :
1) Membasahi dinding kaca.
2) Titik didihnya rendah (78
0
C)3) Alkohol tidak berwarna, sehingga perlu memberi pewarna
dahulu agar dapat dilihat.
Mengapa air tidak dipakai untuk mengisi tabung termometer? Alasannya karena air
membasahi dinding kaca, jangkauan suhunya terbatas, perubahan volumenya kecil,
penghantar panas yang jelek. Termometer air raksa banyak dipakai dalam kehidupan sehari-
hari, misalnya untuk mengukur panas badanmu digunakan thermometer demam. Sedangkan
untuk mengukur suhu suatu ruangan digunakan termometer dinding.
Pada tabel dibawah ini dapat dilihat beberapa keuntungan dan kerugian termometer
Jenis
termometer
Keuntungan Kerugian
Air Raksa 1. Raksa mudah dilihat karena mengkilap
2. Volume raksa berubah secara teratur
ketika terjadi perubahan suhu.

3. Raksa tidak membasahi kaca ketika
memuai atau menyusut.
4. Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan
sesuai untuk pekerjaan laboratorium.
5. Raksa dapat terpanasi secara merata
sehingga menunjukkan suhu cepat dan
tepat.
1. Raksa mahal

2. Raksa tidak dapat digunakan
utuk mengukur suhu yang
sangat rendah.
3. Raksa termasuk zat
berbahaya sehingga
termometer raksa berbahaya
jika tabungnya pecah.
Alkohol 1. Alkohol lebih murah dibandingkan
raksa.
2. Alkohol teliti karena untuk
1. Alkohol memiliki titik didih
rendah yaitu 78
0
C, sehingga
pemakaiannya terbatas (antara
kenaikan suhu yang kecil, alkohol
mengalami perubahan volume yang besar.
3. Alkohol dapat mengukur suhu yang
sangat dingin (suhu daerah kutub). Karena
titik beku alkohol sangat rendah yaitu -
112
0
C.
lain tidak dapat mengukur suhu
air ketika mendidih)
2. Alkohol tidak berwarna,
sehingga harus diberi warna
terlebih dahulu agar mudah
dilihat.
3. Alkohol membasahi
(melekat) pada dinding kaca.
Suhu adalah besaran termodinamika yang menunjukkan besarnya energi kinetik translasi
rata-rata molekul dalam sistem gas, suhu diukur dengan menggunakan termometer (kamus
kimia : balai pustaka : 2002)
Suhu didefinisikan sebagai ukuran atau derajat panas dinginnya suatu
benda atau sistem. Suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata yang dimiliki oleh molekul-
molekul suatu benda. Sebagai contoh ketika kita memenaskan sebatang besi, besi akan
memuai, begitu pula ketika zat cair. Ketika kita mendinginkan air sampai suhu di bawah nol,
air tersebut berubah menjadi es.
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu sebuah benda.
Berbagai jenis termometer dibuat berdasarkan pada beberapa sifat termometrik zat seperti
pemuaian zat padat, pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara,
regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya (radiasi benda).
Pembuatan skala pada termometer memerlukan dua titk referensi. Titik pertama dipilih titik
beku, yaitu suhu campuran antara es dan air pada tekanan normal. Ini terjadi pada saat air
mulai membeku. Titik beku yang dipilih adalah titik didih yaitu suhu ketika air mendidih
pada tekanan normal. Kedua titik referensi tersebut sering disebut titik tetap atas dan titik
tetap bawah. Tiga macam skala yang biasa digunakan dalam pengukuran suhu, yaitu
skala celcius, skala fahrenheit, dan skala kelvin. Skala Fahrenheit didasarkan pada titik beku
320F dan titik didih 2120F. Dengan demikian dalam jangkauan antara titik beku dan titik
didih ini terdapat 180 bagian, dimana setiap bagian (skala) menunjukkan satu derajat. Oleh
karena itu, satu derajat Fahrenheit adalah 1/180 kali perubahan suhu antara titik beku dan titik
didih.
Skala Celcius didasarkan pada titik beku 00X dan titik didih 1000C. Dengan demikian,
terdapat 100 bagian (skala) dalam daerah antara kedua titik referensi ini. Oleh karena itu, satu
derajat Celcius adalah 1/100 kali perubahan suhu antara suhu titik beku dan titik didih.
Skala Kelvin, berbeda dengan dua skala yang lain, didasarkan pada suhu terendah yang
mungkin, yaitu -2730C. Oleh karena itu, skala nol pada skala Kelvin sama dengan -2730C.
Biasanya, skala Kelvin disebut sebagai skala mutlak (absolut) atau skala termodinamik.
Satuan Kelvin inilah yang digunakan sebagai satuan SI untuk suhu. Untuk mengubah satuan
suhu dari skala Celcius ke skala Kelvin atau sebaliknya tentu saja sangat mudah, yaitu hanya
dengan menambahkan 273 pada skala Celcius.


K = C + 273
K = Suhu pada skala Kelvin
C = Suhu pada skala Celcius
C = (F 32)
F = C + 32
C = R
F = R + 32


Jika temperatur diukur dengan beberapa thermometer, dan jika setiap termometer
menggunakan zat termometrik yang berbeda, pembacaan termometer itu kelihatannya akan
identik hanya pada satu titik tetap. Ini karena dalam menera suatu termometer dianggap
bahwa sifat termometriknya berubah terhadap temperatur dalam pola yang linear. Hubungan
linear demikian hanya berlaku sebagai pendekatan pertama, sifat termometrik setiap zat
biasanya berubah terhadap temperatur dalam karakteristik dan caranya sendiri. Oleh karena
itu, temperatur yang diukur oleh termometer yang berbeda tidak dapat diharapkan benar-
benar berimpit kecuali pada satu titik tetap. Temperatur termodinamik (temperatur mutlak)
haruslah tak tergantung pada sifat-sifat sistem tertentu dan temperatur ini didasarkan pada
hukum termodinamik kedua. Skala gas ideal menunjukkan temperatur yang berimpit dengan
termodinamik (Adam Page, 1949).
Page L., N. I. Adams. 1949. Principle of Electricity. Van Norstrand

METABOLISME ENERGI DAN TERMOREGULASIIrma Rachmatiani (0661 12 057),
Indra Suryadibrata (0661 12 066), Selvi Nurlita(0661 12 085), Ardila LIssawardi (0661 12
077).
A B S T R A K Met abol i s me ener gi mer upakan bagi an met abo l i s me
per ant ar a yang ber i s i j al ur pembent ukan dan
penyi mpanan ener gi . Ter mor egul as i adal ah s uat u mekani s me ma k h l u k
h i d u p u n t u k me mp e r t a h a n k a n s u h u i n t e r n a l a g a r b e r a d a d i
d a l a mki s ar an yang dapat di t ol el i r . Hewan poi ki l ot er m adal ah hewan
yang s angat b e r g a n t u n g p a d a s u h u d i l i n g k u n g a n l u a r n y a u n t u k
me n i n g k a t k a n s u h u t u b u h n y a kar ena panas yang
di has i l kan dar i kes el ur uhan s i s t em met abol i s menya hanya s edi ki t . Suhu
t ubuh hewan i ni ber ubah s es uai dengan s uhu l i ngkungannya. He wa n
i n i a k a n a k t i f b i l a s u h u l i n g k u n g a n p a n a s d a n a k a n
p a s i f ( b e r d i a m d i s uat u t empat ) bi l a s uhu l i ngkungan r endah. Hewan
homoi t er m adal ah hewanyang s uhu t ubuhnya ber as al dar i pr oduks i
panas di dal am t ubuh, yang mer upakanhas i l s ampi ng
dar i met abol i s me j ar i ngan.

S u h u t u b u h h e wa n i n i r e l a t i f k o n s t a n , t i d a k t e r p e n g a r u h o l e h
s u h u l i n g k u n g a n d i s e k i t a r n y a . Ha l i n i k a r e n a d a r a h b e r s i h dan
dar ah kot or pada hewan i ni s udah t i dak ber campur l agi kar ena kat up
pada jantungnya sudah sempurna.Ka t a k u n c i : h o mo i o t e r mi k ,
p o i k i l o t e r mi k , d a n t e r mo r e g u l a s i

E PEMBAHASAN
Pada praktikum kali membahastentang metabolisme energi dantermoregulasi.
Dimanametabolisme energi merupakan bagian metabolisme perantarayang berisi jalur
pembentukan dan penyimpanan energi.Termoregulasi adalah suatumekanisme makhluk hidup
untukmempertahankan suhu internalagar berada di dalam kisaran yangdapat ditolelir.
Praktikum kali ini bertujuan untuk mempelajari produksi panas pada hewanhomoiterm dan
hewan poikiloiterm dan mempelajari penentuan konsumsi
.Berdasarkan kemampuanmengatur panas tubuhnya, hewandibeakan menjadi 2 golongan
yaitu poikiloiterm (hewan yangsuhu tubuhnya tergantung padasuhu lingkungan) dan
homoiterm(hewan yng suhu tubuhnya tidak bergantung pada suhu lingkunganatau cenderung
konstan). Untuk pembuktiannya, maka dilakukan percobaan dengan menggunakanhewan dari
dua golongan tersebutdan diberikan perlakuan padasuhu dingin.Pada percobaan
produksi panas menggunakan katak(poikiloterm) dan mencit(homoiterm). Perlakuan
yangdiberikan kedua hewan tersebutsama. Yaitu dengan meletakkanhewan tersebut
didalamlingkungan dingin. Untukmemperoleh keadaan lingkunganyang demikian,
dibutuhkan 2 beker glass yang ukuran berbeda.Beaker glass ukuran 1000mlsebagai beaker
glass terluar untukmenempatkan air dingin, beakerglass kedua berukuran 500mluntuk
menaruh hewan percobaan.Untuk mengetahui besarnya suhulingkungan
digunakanthermometer alkohol yangdiletakkan pada beaker glassmasing

masing 1 thermometer.1 untuk mengukur suhulingkungan dan 1 lagi untukmengukur suhu
hewan. Percobaandilakukan selama 60 menit. Suhudiukur setiap 10 menit sekali.Katak
merupakan hewanamphibi. Hewan amphibimerupakan hewan poikiloiterm.Suhu tubuh
hewan poikiloitermditentukan oleh keseimbangannyadengan kondisi suhulingkungannya dan
berubah

ubah seperti berubah

ubahnyasuhu lingkungan. Hewan inimampu mengatur suhu tubuhnyasehinggamendekati
suhulingkungan. Pengaturan untukmenyesuaikan terhadaplingkungan dingin
dilakukandengan cara memanfaatkan inputradiasi sumber panas yang adadisekitarnya
sehingga suhu tubuhdiatas suhu lingkungan dan pengaturan terhadap suhulingkungan dan
pengaturan untukmenyesuaikan panas dengan penguapan air melalui kulit danorgan

organ respiratori menekan

suhu tubuh beberapa derajatdibawah suhu lingkungan. Olehkarena itu, ketika suhu
lingkunganturun, suhu tubuh katak juga ikutturun mrnyesuaikan denganlingkungannya
demikian padasuhu lingkungan yang panas. Daridata pengamatan diatas, sudahmembuktikan
bahwa katakmerupakan hewan polikiloitermdimana suhu tubuhnya ditentukanoleh
keseimbangannya dengankondisi suhu lingkungan, dan berubah

ubah seperti berubah

ubahnya kondisi suhu lingkungan,Mencit termasuk kedalamhewan mamalia. Hewan
mamaliamerupakan hewan homoiterm.Hewan ini memilik suhu tubuhyang konstan. Jika
hewan inidihadapkan pada suatu suhu yangekstrim dibawah atau diatas suhunormal, hewan
homoitermmelakukan regulasi metabolikatau regulasi fisik sehingga dapat bertahan
hidup. Namun hewan inimemiliki toleransi yang terbatasterhadap perubahan suhulingkungan
yang ekstrim. Hewanhomoiterm lebih toleran terhadapsuhu dingin daripada suhu
panas.Sehingga mencit masih dapat bertahan hidup pada suhulingkungan paling dingin yaitu


C namun tidak dapat bertahanhidup pada suhu lingkungan paling panas yaitu


C. Padasuhu lingkungan yang terusmenurun, mencit masih
dapat bertahan hidup. Mekanisme yangdilakukan agar dapat bertahanhidup berupa regulasi
metabolik.Mencit akan terus memproduksi panas yang dapat meningkatsecara linier dengan
penurunansuhu. Regulasi metabolikdilakukan mencit hingga suhukritis bawah. Sementara
padasuhu lingkungan yang terus naik,mencit tidak dapat bertahan hidupyang artinyamencit
sudahmelewati suhu fatal atas dantubuh sudah tidak dapatmengimbangi suhu ligkunganyang
terus naik. Hal tersebutmenunjukkan bahwa mencit(homoiterm) lebih toleranterhadap suhu
dingin daripadasuhu panas.

Selanjutnya melakukan percobaan penentuan konsumsi


. Pada percobaan diberi perlakuan mengisi pipa U dengan air berwarna untukmempermudah
pengukuran.Masukkan mencit kedalam toplesdan tutup rapat-rapat. Masukkanudara 20cc
kedalam toples, udaraakan menekan pada salah satu kaki pipa U sehingga permukaannya
tidaksama (pertahankan spuit sampaiselesai percobaan). Dicatat waktunyasampai permukaan
cairan pada pipadalam ketinggian yang sama. Waktuini merupakan lamanya
mencitmenggunakan oksigen sebanyak20cc. dari percobaan tersebutdidapatkan hasil:Panjang
air awal : 9,5 cmPanjang akhir (waktu) : 58 detikLiter Obs : 20ccTemperature obs : 37
0
CUntuk mengetahui berapa banyak mencit mengonsumsi



perharinya dapat dihitung denganmenggunakan ini:Liter O
2
konsumsi = liter koreksiLiter
kor
= Liter
obs
x

x

Liter
koreksi
= 0,02 x

x


=
0,02 x 0,88 x 0,99= 0,0174
liter O
2
/ hari =

x 84400detik /hari= 0,0003 x 84400= 25, 32 liter / hariJadi, mencit ini setiap
harinyamengomsumsi



sebanyak

25, 32liter / hari.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dan pembahasan yang telah dilakukandapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut. metabolisme energimerupakan bagian metabolisme perantara yang berisi
jalur pembentukan dan penyimpanan energi.Termoregulasi adalah suatumekanisme makhluk
hidup untukmempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapatditolelir.
Mencit termasuk kedalamhewan mamalia. Hewan mamaliamerupakan hewan homoiterm.
Hewanini memilik suhu tubuh yang konstan.Katak merupakan hewan amphibi.

Menurut Effendi (2003), suhu merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam proses
metabolisme organisme di perairan. Perubahan suhu yang mendadak atau kejadian suhu yang
ekstrim akan mengganggu kehidupan organisme bahkan dapat menyebabkan kematian. Suhu
perairan dapat mengalami perubahan sesuai dengan musim, letak lintang suatu wilayah,
ketinggian dari permukaan laut, letak lintang tempat terhadap garis edar matahari, waktu
pengukuran dan kedalaman air. Suhu air mempunyai peranan dalam mengatur kehidupan
biota perairan, terutama dalam proses metabolism.
Suhu dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan organisme perairan.
Berbagai jenis udang memiliki suhu optimal tertentu untuk masing-masing spesiesnya suhu
air hangat berkaitan dengan konsentrasi oksingen dalam air dan laju konsumsi oksigen hewan
air. Suhu air berbanding terbalik dengan konsentrasi jenuh oksigen terlarut dan berbanding
lurus dengan laju oksigen hewan air serta laju kimia dalam air (Afriatna, 1998).
Effendie. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius.
Jogjakarta

Arfiati, Diana. 2009. Strategi Peningkatan Kualitas Sumberdaya pada Ekosistem Perairan
Tawar. FPIK- Universitas Brawijaya : Malan

Vol. 5 No.1:39-47g