Anda di halaman 1dari 3

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Terwujudnya keadaan sehat merupakan kehendak semua pihak tidak hanya
oleh orang per orang atau keluarga tetapi juga oleh kelompok dan bahkan
seluruh anggota masyarakat. Adapun yang dimaksud sehat disini ialah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi (UU No. 23 Tahun 1992).

Kedokteran komunitas (community medicine) adalah cabang kedokteran yang
memusatkan perhatian kepada kesehatan anggota-anggota komunitas, dengan
menekankan diagnosis dini penyakit, memperhatikan faktor-faktor yang
membahayakan (hazard) kesehatan yang berasal dari lingkungan dan
pekerjaan, serta pencegahan penyakit pada komunitas (The Free Dictionary,
2010). Kedokteran komunitas memberikan perhatian tidak hanya kepada
anggota komunitas yang sakit tetapi juga anggota komunitas yang sehat.
Sebab tujuan utama kedokteran komunitas adalah mencegah penyakit dan
meningkatkan kesehatan anggota-anggota komunitas. Karena menekankan
upaya pencegahan penyakit, maka kedokteran komunitas kadang-kadang
disebut juga kedokteran pencegahan (preventive medicine). Kedokteran
komunitas memberikan pelayanan komprehensif dari preventif, promotif,
kuratif hingga rehabilitatif.

Cabang kedokteran komunitas yang memberikan perhatian khusus kepada
kesehatan keluarga sebagai sebuah unit adalah kedokteran keluarga.
Kedokteran keluarga (family medicine) adalah disiplin ilmu yang menekankan
pentingnya pemberian pelayanan kesehatan yang personal, primer,
komprehensif, dan berkelanjutan (continuing) kepada individu dalam
hubungannnya dengan keluarga, komunitas, dan lingkungannya. Disiplin
kedokteran keluarga juga dikenal dengan nama lain, misalnya praktik umum
(gerenal practice) atau kedokteran pelayanan primer (primary care
medicine). Tetapi terma kedokteran keluarga lebih disukai untuk menekankan


keluarga sebagai unit sosial yang memberikan dukungan kepada individu.
Keluarga merupakan sebab dan akibat kesehatan dan penyakit pada individu.
Masalah kesehatan pasien sering kali disebabkan oleh masalah yang terdapat
pada keluarga. Sebaliknya, masalah kesehatan pasien dapat menyebabkan
masalah kesehatan keluarga (National University of Singapore, 2004)

Family Oriented Medical Education (FOME) merupakan salah satu bentuk
pendidikan mahasiswa kedokteran, sebagai upaya umtuk melakukan proses
identifikasi, intervensi, dan evaluasi dengan pendekatan pada keluarga. Hal ini
akan menunjang terbentuknya 6 STARS doctor yang oleh Organisasi
Kesehatan Sedunia atau World Health Organization (WHO) digambarkan
sebagai profil dokter masa depan yang mencakup dokter sebagai pemberi
pelayanan (care provider), komunikator (communicator), pengambil
keputusan (decision maker), pemimpin masyarakat (community leader),
manajer (manager), dan peneliti (researcher) (Larasati dan Zuraida, 2014).

Seorang dokter dituntut untuk mengenal masalah kesehatan yang paling
banyak dijumpai di masyarakat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya penyakit tersebut. Prinsip terjadinya secara multi-kausal (host-
agent-enviroment) merupakan salah satu dasar dari ilmu kedokteran
komunitas serta strategi pencegahan yang akan dilaksanakan (Larasati dan
Zuraida, 2014).

Oleh karena itu, melalui kegiatan FOME Blok Kedokteran Komunitas ini
kami melakukan intervensi sebuah keluarga yaitu keluarga Tn. H mengenai
hipertensi dan larangan merokok. Sebelum intervensi dilakukan, telah
dilaksanakan suatu observasi kepada keluarga Tn. H yang bertujuan untuk
mengidentifikasi masalah yang ada pada keluarga tersebut.

Keluarga Tn. H bertempat tinggal di Kelurahan Kota Karang, Kecamatan
Teluk Betung Timur. Hal ini dikarenakan berdasarkan Piagam Kerjasama
dengan Dinas Kesehatan kota Bandar Lampung, ditetapkan wilayah


Puskesmas Kota Karang Kecamatan Teluk Betung Timur sebagai wilayah
binaan FK Unila untuk tahun 2014

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan umum
Mengidentifikasi masalah dan resiko kesehatan individu dan keluarga Tn. H
serta memberikan intervensi pendidikan kesehatan yang merupakan bagian
dari tindakan promosi dan pencegahan untuk mengatasi masalah kesehatan
yang ada pada keluarga.

1.2.2 Tujuan khusus
a. Mengembangkan hubungan yang baik dengan keluarga Tn. H
b. Mengidentifikasi masalah kesehatan dalam keluarga Tn. H serta faktor-
faktor yang mempengaruhinya
c. Melakukan intervensi dalam bentuk promosi dan prevensi kepada
keluarga Tn. H dalam hal hipertensi dan larangan merokok



1.3 Manfaat
a. Bagi mahasiswa, dapat memahami masalah kesehatan secara luas dan
tidak hanya dilihat dari individu, tetapi juga bisa dilihat dari keluarga dan
lingkungan, serta mampu mengetahui keterkaitannya antara satu sama
lain.
b. Bagi keluarga, terwujudnya keluarga yang sehat dan lebih
memprioritaskan untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
c. Bagi pemerintah/institusi, mendukung upaya pemerintah untuk
meningkatkan angka kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.