Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN TETAP

LABORATORIUM UNIT OPERASI


WETTED WALL ABSORPTION COLUMN
Oleh:
Kelompok II
Oktarina M!"alipah #$%&&&$$%$''(
Pa))a Patrian!*ah Ptra #$%&&&$$%$+,(
Liliana Comerioren!i #$%&&&$$%$,&(
-i.ih #$%&&&$$%$,/(
A0a 1a)an #$%&&&$$%$2&(
A!i!ten: Ste3ani "an Ri!na
4URUSAN TEKNIK KIMIA 1AKULTAS TEKNK
UNI5ERSITAS SRIWI4A6A
'$&+
BAB I
PENDA7ULUAN
&8&8 Latar Belakan.
Dalam industri kimia terjadi proses perpindahan massa. Proses perpindahan
massa terjadi berdasarkan pada perbedaan konsentrasi. Proses perpindahan massa
yang sering terjadi antara lain absorbsi, adsorbsi, distilasi, leaching, ekstraksi, dan
lain-lain. Salah satu jenis operasi yang paling sering digunakan adalah absorbsi
dengan alat yang disebut absorber. Setiap absorber selalu bergandengan dengan
alat yang disebut stripper.
Absorbsi merupakan suatu proses penyerapan solut pada campuran gas
dengan mengontakkannya pada solven yang berupa cairan secara menyeluruh.
Peristiwa absorbsi adalah salah satu peristiwa perpindahan massa yang besar
peranannya dalam proses industri. Operasi ini dikendalikan oleh laju diusi dan
kontak antara dua asa.
Di dalam suatu kolom absorber, gas yang akan diserap dialirkan pada
bagian bottom kolom, sedangkan li!uid atau pelarut dialirkan pada bagian top
kolom. "al ini disebabkan karena gas lebih ringan dan mudah menyebar daripada
li!uid, sehingga kontak antara li!uid dan gas akan berlangsung dengan baik dan
juga mempengaruhi banyaknya gas yang diserap oleh pelarut atau li!uid.
Secara umum absorpsi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu
adsorbsi isika dan adsorbsi kimia. Pada absorpsi isika, absorpsi disebabkan oleh
gaya #an der $aals yang ada pada permukaan absorbent. Panas absorpsi isika
biasanya rendah dan lapisan yang terjadi pada permukaan absorbent biasanya
lebih dari satu molekul.
%ontoh aplikasi absorbsi dalam industri adalah pengolahan awal gas alam
pada P& P'S(). *as alam yang berasal dari P& P+(&A,)-A masih mengandung
gas %O
.
yang sangat berbahaya pada tahap primary reformer karena itu %O
.
harus
dihilangkan. %ara menghilangkannya adalah dengan mengasbsorbsi gas %O
.
dari
gas alam dengan pelarut yang berupa larutan benfield. Aliran yang terjadi dapat
berupa aliran bersilangan ataupun berlawanan.
/
.
0enis-jenis absorbsi adalah Packed Column, Wetted Wall Tower, Spray
Tower, Bubble Tower, dan Plate Tower. 1i!uid dengan lapisan ilm yang tipis
mengalir turun pada bagian dalam pipa vertikal dengan aliran gas co-current atau
countercurrent yang disebut dengan wetted wall tower. Seperti yang telah
digunakan pada studi teoritis perpindahan massa, karena permukaan interacial
diantara ase dapat dikontrol dan mampu diukur. Di industri, alat ini digunakan
sebagai absorber hydrochloricacid, dimana absorbsi disertai oleh panas yang
sangat tinggi. Dalam keadaan ini wetted wall tower dikelilingi dengan aliran
cooling water.
,engingat pentingnya perananan absorbsi dan penggunaan wetted wall
sebagai salah satu jenis absorbsi dalam suatu industri. ,aka calon engineer
diwajibkan untuk memahami prinsip kerja dari alat secara nyata. Praktikum ini
sangat penting untuk dilakukan.
&8'8 T9an
&ujuan dari percobaan ini yaitu2
1 ,engetahui prinsip dan cara kerja Wetted Wall !bsorption Column
" ,engetahui cara menghitung koeisien perpindahan massa dalam cair 3k
1
4
# ,engetahui aplikasi dari Wetted Wall !bsorption Column
&8%8 Rm!an Perma!alahan
,asalah yang akan terjawab melalui percobaan ini adalah2
/. 5agaimanakah pengaruh laju aliran udara pada Wetted Wall !bsorbtion
Column terhadap 6oeisien Perpindahan ,assa 36
1
4, $eynold %umber 3(
e
4
dan Sherwood %umber 3S
h
4.
.. 5agaimanakah pengaruh laju aliran air pada Wetted Wall !bsorbtion Column
terhadap 6oeisien Perpindahan ,assa 36
1
4, $eynold %umber 3(
e
4 dan
Sherwood %umber 3S
h
4.
&8+8 Man0aat
,anaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui dan membandingkan
pemakaian laju aliran udara dan air yang berbeda pada Wetted Wall !bsorbtion
Column dan besarnya 6oeisien Perpindahan ,assa 36
1
4, $eynold %umber 3(
e
4
dan Sherwood %umber 3S
h
4.
BAB II
TIN4AUAN PUSTAKA
'8&8 Pen.ertian A:!or:!i
Absorbsi merupakan operasi perpindahan massa yang melibatkan dua asa
yaitu gas dan li!uid. Absorbsi merupakan proses penyerapan absorbat 3solut4 dari
campurannya dengan absorban 3solven4. Peristiwa absorpsi adalah salah satu
peristiwa perpindahan massa yang besar peranannya dalam proses industri.
Operasi ini dikendalikan oleh laju diusi dan kontak antara dua asa. Operasi ini
dapat terjadi secara isika maupun kimia.
Peralatan yang digunakan dalam operasi absorpsi mirip dengan yang
digunakan dalam operasi distilasi. -amun demikian terdapat beberapa perbedaan
menonjol pada kedua operasi tersebut, yaitu sebagai berikut2
a 'mpan pada absorpsi masuk dari bagian bawah kolom, sedangkan pada
distilasi umpan masuk dari bagian tengah kolom.
b Pada absorpsi cairan solven masuk dari bagian atas kolom di bawah titik didih,
sedangkan pada distilasi cairan solven masuk bersama-sama dari bagian tengah
kolom.
c Pada absorpsi diusi dari gas ke cairan bersiat irreversible, sedangkan pada
distilasi diusi yang terjadi adalah e&uimolar counter diffusion
d (asio laju alir cair terhadap gas pada absorpsi lebih besar dibandingkan pada
distilasi
Pemilihan solven umumnya dilakukan sesuai dengan tujuan absorpsi, antara lain2
a. 0ika tujuan utama dari proses absorbsi adalah untuk menghasilkan larutan yang
spesiik atau khusus, maka solven ditentukan berdasarkan siat dari produk
yang dihasilkan.
b. 0ika tujuan utama adalah untuk menghilangkan kandungan tertentu dari gas,
maka ada banyak pilihan yang mungkin. ,isalnya air, dimana merupakan
solven yang paling murah harganya. Air juga merupakan senyawa dengan
kepolaran yang sangat tinggi. 6epolaran secara teori dilihat dari kutub-kutub
dipol.
7
8
c. 6elarutan gas harus tinggi sehingga meningkatkan laju absorpsi dan
menurunka kuantitas solven yang diperlukan. 'mumnya solven yang memiliki
siat yang sama dengan bahan terlarut akan lebih mudah dilarutkan..
d. Pelarut harus memiliki tekanan uap yang rendah, karena jika gas yang
meninggalkan kolom absorpsi jenuh terhadap pelarut maka akan ada banyak
solven yang terbuang.
e. Solven yang korosi dapat merusak kolom
. Penggunaan solven yang mahal dan tidak mudah di-recovery akan
meningkatkan biaya operasi kolom.
g. 6etersediaan pelarut di dalam negeri akan sangat mempengaruhi stabilitas
harga pelarut dan biaya operasi secara keseluruhan.
h. #iskositas pelarut yang rendah amat disukai karena akan terjadi laju absorpsi
yang tinggi, meningkatkan karakter looding dalam kolom, jatuh-tekan yang
kecil dan siat perpindahan panas yang baik.
i. Sebaiknya pelarut tidak memiliki siat racun, mudah terbakar, stabil secara
kimiawi dan memiliki titik beku yang rendah
'8'8 A:!or:er
Absober adalah alat yang digunakan untuk menyerap sebagian energi dari
suatu pertikel. Absorber dapat dibuat dari berbagai macam material, tergantung
kebutuhan dan bahan bakunya. 6olom absorpsi adalah suatu kolom atau tabung
tempat terjadinya proses pengabsorbsi 3penyerapan9penggumpalan4 dari :at yang
dilewatkan di kolom9tabung tersebut. Proses ini dilakukan dengan melewatkan :at
yang terkontaminasi oleh komponen lain dan :at tersebut dilewatkan ke kolom ini
dimana terdapat ase cair atau absorben yang dikontakkan bersamaan dengan
luida yang terkontaminasi absorbat.
Proses ini dapat berupa absorpsi gas, destilasi, pelarutan yang terjadi pada
semua reaksi kimia. %ampuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor
diumpankan kebawah menara absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua
asa yaitu asa gas dan asa cair mengakibatkan perpindahan massa diusional
dalam umpan gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang
diumpankan dari bagian atas menara
;
Proses absorbsi di berbagai industri diikuti dengan reaksi kimia. (eaksi
yang terjadi di dalam komponen absorbsi dengan reagent dalam cairan absorben
adalah reaksi secara umum. &erkadang reagent dan produk dari reaksi keduanya
dapat larut seperti absorbsi pada karbondioksida dalam pelarut etanol atau pelarut
alkalin yang lain. Sebaliknya pembakaran gas yang terdiri dari sulur dioksin
dapat dikontakkan dengan batu kapur untuk membentuk kalsium sulat yang tidak
dapat larut. *as absorpsi merupakan operasi di mana campuran gas dikontakkan
dengan cair yang bertujuan untuk melarutkan satu atau lebih komponen gas
sehingga terbentuk larutan gas dalam li!uid. Sebagai contoh, gas dari produk coke
dicuci dengan water untuk melepaskan amonia kemudian dengan oil untuk
melepaskan ben:ene dan toluen. Pada operasi ini memerlukan perpindahan massa
substans dari aliran gas ke likuid.
'8'8&8 Strktr "alam A:!or:er
/. 5agian atas2 Spray untuk megubah gas input menjadi ase cair.
.. 5agian tengah2 Packed tower untuk memperluas permukaan sentuh sehingga
absorbat yang diabsorbsi lebih lama karena waktu kontak yang terjadi akibat
packed lebih lama terhadap absorbant.
7. 5agian bawah2 )nput gas sebagai tempat masuknya gas ke dalam reaktor.
-am:ar '8& Alat a:!or:!i !e;ara !kemati!
3Sumber2 www.globalspec.com9reerence9absorption-in-plate-columns<docid4
6eterangan2
=
3a4 input gas
3b4 gas keluaran
3c4 pelarut
3d4 hasil absorbsi
3e4 disperser
34 packed column
...... Prinsip 6erja 6olom Absorbsi
6olom absorbsi adalah sebuah kolom, dimana ada :at yang berbeda ase
mengalir berlawanan arah yang dapat menyebabkan komponen kimia ditranser
dari satu ase cairan ke ase lainnya, terjadi hampir pada setiap reaktor kimia.
Proses ini dapat berupa absorpsi gas, destilasi, pelarutan yang terjadi pada semua
reaksi kimia. %ampuran gas yang merupakan keluaran dari reaktor diumpankan
kebawah menara absorber. Didalam absorber terjadi kontak antar dua asa yaitu
asa gas dan asa cair mengakibatkan perpindahan massa diusional dalam umpan
gas dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian
atas menara. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing
dengan dua tingkat.
6eluaran dari absorber pada tingkat pertama mengandung larutan dari gas yang
dimasukkan tadi.
-am:ar '8' Prin!ip ker9a kolom a:!or:!i #a( .a! kelaran< #:( .a! inpt< #;( pelart< #"(.a!
output
3Sumber2 www.globalccsinstitute.com9advanced-a!ueous-ammonia4
'8% Tipe=tipe Kolom A:!orp!i
>
Dalam perhitungan ukuran kolom absorpsi, satu aktor yang sangat penting
adalah nilai koeisien transer atau tinggi unit transer. Sementara itu kecepatan
aliran total gas dan cairan akan ditentukan oleh proses, hal ini penting untuk
menentukan aliran yang cocok per unit area yang melalui column. Aliran gas
dibatasi dengan tidak boleh melebihi kecepatan flooding, dan akan ada hasil drop
jika kecepatan cairan sangat rendah. "al ini cocok untuk menguji pengaruh
kecepatan aliran gas dan cairan pada koeisien transer, dan juga dalam
menyelidiki pengaruh variable, seperti2 temperatur, tekanan, dan diusitivitas.
Operasi perpindahan massa dilaksanakan di dalam tower yang di desain
untuk kotak dua phase peralatan ini diklasiikasi ke dalam 8 jenis utama yang
metodenya digunakan untuk menghasilkan kontak interase.
1 Spray tower
Spray tower terdiri dari chamber-chamber besar dimana gas mengalir dan
masuk serta kontak dengan li!uid di dalam spray no''les. Spray no''les didesain
untuk aliran li!uid yang mempunyai bilangan pressure drop besar maupun kecil,
untuk aliran cair yang mempunyai laju alir yang kecil maka kontaknya harus
besar. 1aju aliran yang mempunyai drop falls menentukan waktu kontak dan
sirkulasinya. Serta inluensasi mass transer antara dua phase dan harus kontak
terus-menerus. "ambatan pada transer yaitu pada phase gas dikurangi dengan
gerakan swirling dari falling li&uid droplets.
Spray tower digunakan untuk transer massa larutan gas yang tinggi dimana
dikontrol laju perpindahan massa secara normal pada ase gas. 'ntuk ketinggian
yang rendah, eisiensi ruang spray kira-kira mendekati packed tower, tetapi untuk
ketinggian yang melebihi 8 t eisiensi spray tower turun dengan cepat. Sedangkan
kemungkinan berlakunya interase akti yang sangat besar dengan terjadinya
sedikit penurunan, pada prakteknya ditemukan ketidakmungkinan untuk
mencegah hubungan ini dan selama permukaan interase eekti berkurang dengan
ketinggian, dan spray tower tidak digunakan secara luas. Spray tower dalam
industri sangat jarang digunakan. 0enis tipe absorbsi yang paling banyak
digunakan adalah packed tower ataupun plate tower.
" Bubble Tower
?
Pada bubble tower ini gas terdispersi menjadi ase cair didalam fine bubble.
Small gas bubble menentukan luas area. 6ontak perpindahan massa terjadi
didalam bubble formation dan bubble rise up melalui cairan. *erakan gelembung
mengurangi hambatan li&uid-phase. Bubble tower digunakan dengan sistem
dimana pengontrolan laju dari perpindahan massa pada ase cair yang absorpsinya
adalah relati ase gas. *ambar ini menunjukkan panjang kontak dan aliran phase
mengalir didalam bubble tower.
,ekanisme dasar perpindahan massa terjadi didalam bubble tower dan juga
alirannya berlawanan didalam tank bubble batch dimana gas ini terdispensi
didalam bottom tank.
-am:ar '8%8 Buble Cap Tray pa"a "iameter ;olom *an. :e!ar
3Sumber2 http299www.google.co.id9imgres@clientAopera<rls4
7. Packed Column
6euntungan dari penggunaan packed column2
a. Pressure drop aliran gas rendah. "al ini yang menyebabkan penggunaan
packed absorbtion tower paling banyak dalam aplikasi industri
dibandingkan dengan tipe kolom absorbsi yang lain.
b. Dapat lebih ekonomis dalam operasi cairan korosi karena ditahan untuk
packing keramik.
c. 5iaya kolom dapat lebih murah dari ase kolom pada ukuran diameter yang
sama.
d. %airan "old up kecil.
8. Plate column
B
Penggunaan plate column lebih luas bila dibandingkan dengan packed column
secara special untuk destilasi. 6euntungan dari plate column adalah2
a. ,enyiapkan kontak lebih positi antara dua ase cair.
b. Dapat menghandle cairan lebih besar tanpa terjadi floading.
c. 1ebih mudah dibersihkan.
( Wetted-Wall Coloumn
1i!uid dengan lapisan ilm yang tipis mengalir turun pada bagian dalam
pipa vertikal dengan aliran gas cocurrent atau countercurrent yang disebut dengan
wetted wall tower. Seperti yang telah digunakan pada studi teoritis perpindahan
massa, karena permukaan interacial diantara ase dapat dikontrol dan mampu
diukur.
Di industri, alat ini digunakan sebagai absorber hydrochloricacid, dimana
absorbsi disertai oleh panas yang sangat tinggi. Dalam keadaan ini wetted wall
tower dikelilingi dengan aliran cooling water. ,ulti tube alat yang digunakan
untuk distilasi dimana li!uid ilm dihasilkan pada bagian atas oleh kondensasi
parsial dari kenaikan )apour. Penurunan tekanan gas dalam tower ini mungkin
lebih lambat dari pada alat kontak gas li!uid lainnya, untuk memberi
perlengkapan kondisi operasi.
Data yang paling baik mass-traner antara luas permukaan pipa dan aliran
luida sebaiknya digunakan wetted-wall column, alasan prinsip penggunaan
column ini adalah pengamatan perpindahan massa yaitu kontak luas permukaan
antara dua phase yang hasilnya bisa akurat.
6oeisien perpindahan massa untuk aliran gas ditunjukkan oleh persamaan 2
3/4
Dan koeisien perpindahan massa untuk ilm ditunjukkan oleh persamaan #ivian
dan Peacemen2
3.4
dimana2
DA5 A massa diusivitas komponen A yang menjadi li!uid
C A panjang kotak
P A densitas li!uid 5
/D
g A gravitasi.
(e A (enold -umbers.
E A viskositas li!uid 5
Sc A bilangan number Schmidt
8r9E dimana r adalah massa lowrate li!uid per unit wetted parameter. 6oeisien
ilm li!uid terlentak antara /D F .DG lebih rendah dari persamaan teoristis untuk
absorpsi didalam aliran laminar ilm.
'8%8 Per!amaan Da!ar Wette" Wall A:!orption Colmn
/. 6oeisien Perpindahan ,assa 'ntuk Aliran *as

* B
!B
C
+
,
, -
A D,.7 $
e
D,?7
S
c
D,88
374
.. 6oeisien Perpindahan ,assa 'ntuk 1apisan Hilm 3Persamaan .i)ian dan
Peaceman4
!B
/
,
0 k
A
8 , D
=
/
.
7
; , D
877 , D
e c
$
' g
S

,
_

384
Dimana2
0 A panjang.
,
!B
A diusivitas massa antara komponen A dan 5.
A densitas li!uid 5.
A viskositas li!uid 5.
g A percepatan gravitasi.
S
c
A schmidt number.
$
e
A reynold number.
Pada wetted wall columns, cairan murni yang mudah menguap dialirkan ke
bawah di dalam permukaan pipa sirkular sementara itu gas ditiupkan dari atas atau
dari bawah melalui pusat inti pengukuran kelajuan penguapan li!uid ke dalam
aliran gas diatas permukaan. 'ntuk menghitung koeisien P, untuk ase gas,
gunakan perbedaan gas-gas dan li!uid menghasilkan variasi untuk. 'ntuk itu,
Sherwood dan *illand menetapkan nilai-nilai untuk (e dari .DDD sampai 7;DDD,
sc dari D,= sampai .,; dan tekanan gas D,/ sampai 7 atm.
//
"ubungan data-data tersebut secara empirik adalah 2
7
/
?7 , D
(e D.7 , D sc sh
a)

3;4
dimana2
Sh A Sherwood number
(e A (eynold number
Sc A Schmidt number
Dalam beberapa operasi perpindahan massa, massa berubah antara dua ase.
%ontohnya dalam peristiwa absorpsi. Salah satu alat yang digunakan untuk
mempelajari mekanisme yang terjadi dalam operasi perpindahan massa adalah
wetted wall column. Pada wettea-wall column, area kontak antara dua ase dibuat
sedemikian rupa. Dalam operasi ini aliran lapisan tipis li!uid 3 &hin 1i!uid Hilm4
sepanjang dinding kolom kontak dengan gas. Dalam percobaan ini gas yang
digunakan adalah udara biasa. 1ama waktu kontak dengan gas dan li!uid ini
relati singkat selama operasinya normal. 6arena hanya sejumlah kecil massa
yang terabsorpsi sedangkan li!uid diasumsikan konstant 3tidak berubah4.
6ecepatan falling film sebenarnya tidak dipengaruhi oleh proses diusi. Pada
proses ini terjadi perpindahan massa dan perpindahan momentum. Perpindahan
massa terjadi akibat perbedaan konsentrasi sedangkan perpindahan momentum
terjadi karena adanya pergerakan luida.
Persamaan dierensial untuk perpindahan momentumI

D + g
dy
d
y1

3=4
dimana2
A shear stress
A density
g A gravitasi
y A jarak
Persamaan untuk proil kecepatan2
/.
1
1
]
1

,
_


.
.
.
/
=
y y g
.
1 3>4
dimana2
#
J
A kecepatan arah J
A tebal ilm
A viskositas
6ecepatan maksimumI

.
g
#
.
maJ
3?4
dimana2
#maJ A kecepatan maJimum
Absorpsi gas adalah operasi di mana campuran gas dikontakkan dengan
li!uid untuk tujuan melewatkan suatu komposisi gas atau lebih dan menghasilkan
larutan gas dalam liguid. Pada operasi absorpsi gas terjadi perpindahan massa dari
ase gas ke li!uid. 6ecepatan larut gas dalam absorben li!uid tergantung pada
kesetimbangan yang ada, karena itu diperlukan karakteristik kesetimbangan
sistem gas-li!uid. Ada dua jenis absorbsi berdasarkan komponen luida yaitu2
&8 Si!tem Da Komponen
5ila sejumlah gas tunggal dikontakkan dengan li!uid yang tidak mudah
menguap, yang akan larut sampai tercapai keadaan setimbang. 6onsentrasi gas
yang larut disebut kelarutan gas pada kondisi temperatur dan tekanan yang ada.
Pada & tetap, kelarutan gas akan bertambah bila P dinaikkan pada absorben yang
sama. *as yang berbeda mempunyai kelarutan yang berbeda. Pada umumnya
kelarutan gas akan menurun bila & dinaikkan.
'8 Si!tem Mltikomponen
5ila campuran gas dikontakkan dengan li!uid pada kondisi tertentu,
kelarutan setimbang, gas tidak akan saling mempengaruhi kelarutan gas, yang
dinyatakan dalam tekanan parsiil dalam campuran gas. 5ila dalam campuran gas
ada gas yang sukar larut maka kelarutan gas ini tidak mempengaruhi kelarutan gas
yang mudah larut. Pada beberapa komponen dalam campuran gas mudah larut
/7
dalam li!uid, kelarutan masing-masing gas tidak saling mempengaruhi bila gas
tidak dipengaruhi oleh siat li!uid. )ni hanya terjadi pada larutan ideal.
6arakteristik larutan ideal yaitu2
/. *aya rata-rata tolak menolak dan tarik menarik dalam larutan tidak berubah,
dalam campuran bahan, volume larutan berubah secara linear.
.. Pada pencampuran bahan tidak ada panas yang diserap maupun yang
dilepaskan.
7. &ekanan uap total larutan berubah secara linear dengan komposisi.
Suatu alat yang banyak digunakan dalam absorpsi gas dan beberapa operasi
lain ialah menara isian. Alat ini terdiri dari sebuah kolom berbentuk sekunder atau
menara yang dilengkapi dengan pemasukan gas dan ruang distribusi pada bagian
bawah, pemasukan :at cair dan distributornya pada bagian atas, sedang
pengeluaran gas dan :at cair masing-masing pada bagian atas dan bagian bawah
serta tower packing.
Penyangga itu harus mempunyai raksi ruang terbuka yang cukup besar
untuk mencegah terjadinya pembanjiran pada piring penyangga itu. Cat cair yang
masuk disebut weak li!uor berupa pelarut murni atau larutan encer :at terlarut di
dalam pelarut, didistribusikan di atas isian itu dengan distributor, sehingga pada
operasi yang ideal membebaskan permukaan isian secara seragam. *as yang
mengandung :at terlarut disebut at gas, masuk ke ruang pendistribusian yang
terdapat di bawah isian dan mengalir ke atas melalui celah-celah antara isian
berlawanan arah dengan aliran :at cair. )sian itu memberikan permukaan yang
luas untuk kontak :atcair dan gas serta membantu terjadinya kontak antara kedua
ase.
Persyaratan pokok yang diperlukan untuk isian menara ialah2
/. "arus tidak bereaksi kimia dengan luida di dalam menara
.. "arus kuat, tetapi tidak terlalu berat.
7. "arus mengandung cukup banyak laluan untuk kedua arus tanpa terlalu
banyak :at cair yang terperangkap atau menyebabkan penurunan tekanan
terlalu tinggi.
/8
8. "arus memungkinkan terjadinya kontak yang memuaskan antara :at cair
dengan gas.
;. "arus tidak terlalu mahal.
Prinsip-prinsip absorpsi tergantung pada banyaknya gas atau :at cair yang
akan diolah siat-siatnya, rasio antara kedua arus itu, tingkat perubahan
konsentrasi dan pada laju perpindahan massa persatuan volume isian. 1aju
optimum :at cair untuk absorpsi didapatkan dengan menyeimbangkan biaya
operasi untuk kedua unit dan baiaya tetap untuk peralatan. 5ila gas hanya
diumpankan ke dalam menara absorpsi, suhu di dalam menara itu berubah secara
menyolok dari dasar menara ke puncaknya. 6alor absorpsi :at terlarut
menyebabkan naiknya suhu larutan, penguapan pelarut cenderung menyebabkan
suhu turun. +eknya secara menyeluruh ialah peningkatan suhu larutan, tetapi di
dekat dasar kolom suhu itu bisa sampai melewati maksimum. 5entuk proil suhu
bergantung pada laju penyerapan :at terlarut, penguapan dan kondensasi pelarut,
serta perpindahan kalor antara kedua ase.
1aju absorpsi dapat dinyatakan dengan 8 cara yang berbeda yaitu2
/. ,enggunakan koeisien individual
.. ,enggunakan koeisien menyeluruh atas dasar ase gas atau :at cair.
7. ,enggunakan koeisien volumetrik.
8. ,enggunakan koeisien persatuan luas
BAB III
METODOLO-I PERCOBAAN
%8&8 Bahan *an. Di.nakan
/. Air
.. 'dara
%8'8 Alat=alat *an. "i.nakan
Wetted Wall !bsorption Column terdiri dari 2
/. &abung / berupa kolom deoksigenator merupakan tabung bebas O
.
.
.. Pompa / berungsi untuk mengalirkan ke kolom deoksigenator.
7. Pompa . berungsi untuk menyedot air dan dialirkan ke lowmeter air.
8. 6ompressor berungsi untuk menyedot udara.
;. &abung . berupa wetted wall yang merupakan tempat terjadinya absorpsi dan
adanya aliran ilm.
=. Sensor probe inlet dan outlet berungsi untuk mendeteksi O
.
yang terserap.
%8%8 Pro!e"r Per;o:aan
1 &ekan tombol power lalu tekan tombol supply
" &ekan tombol pompa / untuk mengalirkan air dari bak penampung ke kolom
deoksigenator
# Atur lowmetter untuk air sesuai dengan laju alir yang ditetapkan
2 5ila kolom deoksigenator penuh dengan air, hidupkan pompa . yang berungsi
untuk menyedot air dan dialirkan ke lowmetter dan sensor probe dimana alat
ini digunakan untuk menghitung laju alir air dan O
.
yang terserap dari inlet.
( 6emudian air akan mengalir ke puncak Wetted Wall !bsorption Colomn dan
selanjutnya akan turun dari puncak ke dasar kolom secara laminer yang berupa
lapisan tipis 3ilm4
3 5ersamaan dengan itu, O
.
mengalir dari dasar kolom setelah terlebih dahulu
dipompakan udara oleh 6omperessor melalui cakram yang mendistribusi udara
ke kolom sehingga O
.
naik ke atas dan sebaliknya ilm turun ke bawah secara
/;
/=
4 counter current. 'dara yang dialirkan oleh kompressor sebelumnya masuk
dalam lowmeter udara untuk menghitung laju alir udara.
5 6emudian air yang sudah bebas O
.
masuk ke sensor probe untuk menghitung
O
.
outlet. Dimana kedua alat ini dihubungkan dengan DO meter.
/>
BAB IV
7ASIL PEN-AMATAN DAN PEN-OLA7AN DATA
4.1. Hasil Pengamatan
1aju 'dara
3cc9min4
1aju Air 3cc9min4 6onsentrasi O
.
in
3mg9l4
6onsentrasi O
.
out
3mg9l4
/;DD //D,;
/8B,7?
/>?,;.
.7D,=?
.,>
.,B
7,/
7,7
8,.7
8,/?
8,D.=
7,>>
.;DD //D,;
/8B,7?
/>?,;.
.7D,=?
8,D
8,.
8,7
8,8
8,7>
8,/=
8,D7
8,/>
8DDD //D,;
/8B,7?
/>?,;.
.7D,=?
;,;
;,>
;,B
8,=
;,D?
;,.=
;,D?
;,/7
88'8 Pen.olahan Data
&8 KON5ERSI SATUAN
A8 Kon3er!i La9 Alir U"ara "ari ;;>min men9a"i m
%
>!e;
a. 1aju alir udara /;DD cc9min
/;DD min J / min9=D sec J / m
7
9/D
=
cc A .,; J /D
-;
m
7
9sec
b. 1aju alir udara .;DD cc9min
.;DD min J / min9=D sec J / m
7
9/D
=
cc A 8,/=> J /D
-;
m
7
9sec
c. 1aju alir udara ..DD cc9min2
8DDD cc9min J / min9=D sec J / m
7
9/D
=
cc A =,=> J /D
-;
m
7
9sec
B8 Kon3er!i La9 Alir Air "ari ;;>min men9a"i m
%
>!e;
Pada laju udara /;DD cc9min
a. 1aju alir air //D,; cc9min
//D,; cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
b. 1aju alir air /8B,7? cc9min
/8B,7? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
/?
c. 1aju alir air />?,;. cc9min
/>?,;. cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
d. 1aju alir air .7D,=? cc9min
.7D,=? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec

Pada laju udara .;DD cc9min
a. 1aju alir air //D,; cc9min
//D,; cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
b. 1aju alir air /8B,7? cc9min
/8B,7? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
c. 1aju alir air />?,;. cc9min
/>?,;. cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
d. 1aju alir air .7D,=? cc9min
.7D,=? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec
Pada laju udara 8DDD cc9min
a. 1aju alir air //D,; cc9min
//D,; cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
b. 1aju alir air /8B,7? cc9min
/8B,7? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
c. 1aju alir air />?,;. cc9min
/>?,;. cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
d. 1aju alir air .7D,=? cc9min
.7D,=? cc9min J / min9=Dsec J / m
7
9/D
=
cc A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec
C8 Kon3er!i Kon!entra!i O
'
"ari m.>l men9a"i k.>m
%
O
.
input pada laju alir udara /;DD cc9min
a.
3.,> mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD.> kg9m
7
b.
3.,B mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD.B kg9m
7
c.
37,/ mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD7/ kg9m
7
d.
37,7 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD77 kg9m
7
O
.
output pada laju alir udara /;DD cc9min
/B
a.
38,.7 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8.7 kg9m
7
b.
38,/? mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8/? kg9m
7
c.
38,D.= mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8D.= kg9m
7
d.
37,>> mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD7>> kg9m
7
O
.
input pada laju alir udara .;DD cc9min
a.
38,D mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8 kg9m
7
b.
38,. mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8. kg9m
7
c.
38,7 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD87 kg9m
7
d.
38,8 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD88 kg9m
7
O
.
output pada laju alir udara .;DD cc9min
a.
38,7> mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD87> kg9m
7
b.
38,/= mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8/= kg9m
7
c.
38,D7 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8D7 kg9m
7
d.
38,/> mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8/> kg9m
7
O
.
input pada laju alir udara 8DDD cc9min
a.
3;,; mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;; kg9m
7
b.
3;,> mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;> kg9m
7
c.
3;,B mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;B kg9m
7
d.
38,= mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD8= kg9m
7
O
.
output pada laju alir udara 8DDD cc9min
a.
3;,D? mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;D? kg9m
7
b.
3;,.= mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;.= kg9m
7
c.
3;,D? mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;D? kg9m
7
d.
3;,/7 mg9l 4 3/D
-=
kg9mg4 3/D
7
l9m
7
4 A D,DD;/7 kg9m
7
D8 Men.hitn. nilai C
lm
(k.>m
%
)

(umus2
.D
%
lm

A
/
.
/ .
ln
C
C
C C
Pada laju alir udara /;DD cc9min
a.
'ntuk %
.
A D,DD8.7 kg9m
7
dan %
/
A D,DD.> kg9m
7
%
lm

A
DD.> , D
DD8.7 , D
ln
DD.> , D DD8.7 , D
%
lm
A D,DD78 kg9m7
b.
'ntuk %
.
A D,DD8/? kg9m
7
dan %
/
A D,DD.B kg9m
7
%
lm

A
DD.B , D
DD8/? , D
ln
DD.B , D DD8/? , D
%
lm

A D,DD7;D kg9m
7
c.
'ntuk %
.
A D,DD8D.= kg9m
7
dan %
/
A D,DD7/ kg9m
7
%
lm

A
DD7/ , D
DD8D.= , D
ln
DD7/ , D DD8D.= , D
%
lm

A D,DD7;8 kg9m
7
d.
'ntuk %
.
A D,DD7>> kg9m
7
dan %
/
A D,DD77 kg9m
7
%
lm

A
DD77 , D
DD7>> , D
ln
DD77 , D DD7>> , D
%
lm

A D,DD7;. kg9m
7
Pada laju alir udara .;DD cc9min
a.
'ntuk %
.
A D,DD87> kg9m
7
dan %
/
A D,DD8 kg9m
7
%
lm

A
DD8 , D
DD87> , D
ln
DD8 , D DD87> , D
%
lm

A D,DD8/? kg9m
7
./
b.
'ntuk %
.
A D,DD8/= kg9m
7
dan %
/
A D,DD8. kg9m
7
%
lm

A
DD8. , D
DD8/= , D
ln
DD8. , D DD8/= , D
%
lm

A D,DD8/> kg9m
7
c.
'ntuk %
.
A D,DD8D7 kg9m
7
dan %
/
A D,DD87 kg9m
7
%
lm

A
DD87 , D
DD8D7 , D
ln
DD87 , D DD8D7 , D
%
lm

A D,DD8/= kg9m
7
d.
'ntuk %
.
A D,DD8/> kg9m
7
dan %
/
A D,DD88 kg9m
7
%
lm

A
DD88 , D
DD8/> , D
ln
DD88 , D DD8/> , D
%
lm

A D,DD8.? kg9m
7
Pada laju alir udara 8DDD cc9min
a.
'ntuk %
.
A D,DD;D? kg9m
7
dan %
/
A D,DD;; kg9m
7
%
lm

A
DD;; , D
DD;D? , D
ln
DD;; , D DD;D? , D
%
lm

A D,DD;.? kg9m
7
b.
'ntuk %
.
A D,DD;.= kg9m
7
dan %
/
A D,DD;> kg9m
7
%
lm

A
DD;> , D
DD;.= , D
ln
DD;> , D DD;.= , D
%
lm

A D,DD;8> kg9m
7
c.
'ntuk %
.
A D,DD;D? kg9m
7
dan %
/
A D,DD;B kg9m
7
..
%
lm

A
DD;B , D
DD;D? , D
ln
DD;B , D DD;D? , D
%
lm

A D,DD;8> kg9m
7
d.
'ntuk %
.
A D,DD;/7 kg9m
7
dan %
/
A D,DD8= kg9m
7
%
lm

A
DD8= , D
DD;/7 , D
ln
DD8= , D DD;/7 , D
%
lm

A D,DD8?= kg9m
7
E8 Men.hitn. W
p
(Wetted meter)
(umus2
$
p
A .d
Dimana2
d A diameter kolom A 7,/= cm A 7,/= J /D
-.
m
$
p
A 37,/84 37,/= J /D
-.
m4
$
p
A D,DBB. m
18 Men.hitn. La9 5olmetri; Air #( "alam k.>m8!e;
(umus2
A 3laju alir air . 4 9 $
p
Dimana2
A /DDD kg9m
7
$
p
A D,DBB. m
PADA ALIRAN UDARA &?$$ @ +$$$ CC>MIN
a.
'ntuk laju alir air A /,?8 J /D
-=
A 3laju alir air . 4 9 $
p
A 3/,?8 J /D
-=
m
7
9s J /DDD kg9m
7
4 9 D,DBB. m
A D,D/?; kg9m.sec
.7
b.
'ntuk laju alir air A .,8B J /D
-=
A 3laju alir air . 4 9 $
p
A 3.,8B J /D
-=
m
7
9s J /DDD kg9m
7
4 9 D,DBB. m
A D,D.; kg9m.sec
c.
'ntuk laju alir air A .,B> J /D
-=
A 3laju alir air . 4 9 $
p
A 3.,B> J /D
-=
m
7
9s J /DDD kg9m
7
4 9 D,DBB. m
A D,D.BB kg9m.sec
d.
'ntuk laju alir air A 7,?8 J /D
-=
A 3laju alir air . 4 9 $
p
A 37,?8 J /D
-=
m
7
9s J /DDD kg9m
7
4 9 D,DBB. m
A D,D7?> kg9m.sec
-8 Men.hitn. Reynold Number (Re)
(umus2
(e A 89
Dimana2
A /,D. J /D
-7
-s9m
.
PADA ALIRAN UDARA &?$$ @ +$$$ CC>MIN
a. 'ntuk A D,D/?; kg9m.sec
(e A 89
(e A 3843D,D/?;4 9 3/,D. J /D
-7
4
(e A >.,;8
b. 'ntuk A D,D.; kg9m.sec
(e A 89
(e A 3843D,D.;4 9 3/,D. J /D
-7
4
(e A B?,D7
c. 'ntuk A D,D.BB kg9m.sec
.8
(e A 89
(e A 3843D,D.BB4 9 3/,D. J /D
-7
4
(e A //>,.;
d. 'ntuk A D,D.?7 kg9m.sec
(e A 89
(e A 3843D,D7?>4 9 3/,D. J /D
-7
4
(e A /;/,>=
78 Men.hitn. 1lA Ma!!a Ok!i.en #k.>!(
(umus2
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
Pa"a la9 alir air &?$$ ;;>min
a.
'ntuk %
.
A D,DD8.7 kg9m
7
%
/
A D,DD.> kg9m
7
laju air A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8.7 - D,DD.> 4 J /,?8 J /D
-=
j A .,?/;. J /D
-B
kg9sec
b.
'ntuk %
.
A D,DD8/? kg9m
7
%
/
A D,DD.B kg9m
7
laju air A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8/? - D,DD.B 4 J .,8B J /D
-=
j A 7,/?>. J /D
-B
kg9sec
c.
'ntuk %
.
A D,DD8D.= kg9m
7
%
/
A D,DD7/ kg9m
7
laju air A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8D.= - D,DD7/ 4 J .,B> J /D
-=

j A .,>;D.. J /D
-B
kg9sec
d.
'ntuk %
.
A D,DD7>> kg9m
7
%
/
A D,DD77 kg9m
7
.;
laju air A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD7>> - D,DD77 4 J 7,?8 J /D
-=
j A /,?D8? J /D
-B
kg9sec
Pa"a la9 alir air '?$$ ;;>min
a.
'ntuk %
.
A D,DD87> kg9m
7
%
/
A D,DD8 kg9m
7
laju air A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD87> - D,DD8 4 J /,?8 J /D
-=

j A =,?D? J /D
-/D
kg9sec
b.
'ntuk %
.
A D,DD8/= kg9m
7
%
/
A D,DD8. kg9m
7
laju air A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8/= - D,DD8. 4 J .,8B J /D
-=
j A -B,B= J /D
-//
kg9sec
c.
'ntuk %
.
A D,DD8D7 kg9m
7
%
/
A D,DD87 kg9m
7
laju air A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8D7 - D,DD87 4 J .,B> J /D
-=

j A -?,D/B J /D
-/D
kg9sec
d.
'ntuk %
.
A D,DD8/> kg9m
7
%
/
A D,DD88 kg9m
7
laju air A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD8/> - D,DD88 4 J 7,?8 J /D
-=

j A -?,?7. J /D
-/D
kg9sec
Pa"a la9 alir air +$$$ ;;>min
.=
a.
'ntuk %
.
A D,DD;D? kg9m
7
%
/
A D,DD;; kg9m
7
laju air A /,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD;D? - D,DD;; 4 J /,?8 J /D
-=
j A ->,>.? J /D
-/D
kg9sec
b.
'ntuk %
.
A D,DD;.= kg9m
7
%
/
A D,DD;> kg9m
7
laju air A .,8B J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD;.= - D,DD;> 4 J .,8B J /D
-=
j A -/,DB;= J /D
-B
kg9sec
c.
'ntuk %
.
A D,DD;D? kg9m
7
%
/
A D,DD;B kg9m
7
laju air A .,B> J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD;D? - D,DD;B 4 J .,B> J /D
-=

j A -.,87;8 J /D
-B
kg9sec
d.
'ntuk %
.
A D,DD;/7 kg9m
7
%
/
A D,DD8= kg9m
7
laju air A 7,?8 J /D
-=
m
7
9sec
j A 3%
.
F %
/
4 . 1aju alir air
j A 3D,DD;/7 - D,DD8= 4 J 7,?8 J /D
-=
j A .,D7;. J /D
-B
kg9sec
I8 Men.hitn. La! Area Perpin"ahan Ma!!a #la! kontak(
(umus2
A A .d.:
Dimana2
A 7,/8 A A 37,/8437,/= J /D
-.
43D,B4
d A 7,/= cm A 7,/= J /D
-.
m A A D,D?B7 m
.
: A BD cm A D,B m
.>
48 Men.hitn. Koe0i!ien LiBi" #K
L
(
(umus2
6
1
A
lm
C !
6
.
Pa"a aliran "ara &?$$ ;;>min
a.
'ntuk j C .,?/;. J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD78 kg9m7

dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C .,?/;. J /D
-B
9 3D,DD7843D,D?B74
6
L
C B,.>. J /D
-=
m9sec
b.
'ntuk j C 7,/?>. J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD7;D kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C 7,/?>. J /D
-B
9 3D,DD7;D43D,D?B74
6
L
C /,D/B J /D
-;
m9sec
c.
'ntuk j C .,>;D.. J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD7;8 kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C .,>;D.. J /D
-B
9 3D,DD7;843D,D?B74
6
L
C ?,=BB J /D
-=
m9sec
d.
'ntuk j C /,?D8? J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD7;. kg9m
7
dan AAD,D?B7 m
.
6
1
C /,?D8? J /D
-B
9 3D,DD7;.43D,D?B74
6
L
C ;,>8 J /D
-=
m9sec
Pa"a aliran "ara '?$$ ;;>min
a.
'ntuk j C =,?D? J /D
-/D
kg9sec %
lm
A D,DD8/? kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C =,?D? J /D
-/D
9 3D,DD8/?43D,D?B74
6
L
C /,?.7 J /D
-=
m9sec
b.
'ntuk j C -B,B= J /D
-//
kg9sec %
lm
A D,DD8/> kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C -B,B= J /D
-//
9 3D,DD8/>43D,D?B74
6
L
C -.,=>8 J /D
->
m9sec
.?
c.
'ntuk j C -?,D/B J /D
-/D
kg9sec %
lm
A D,DD8/= kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C -?,D/B J /D
-/D
9 3D,DD8/=43D,D?B74
6
L
C -.,/;? J /D
-=
m9sec
d.
'ntuk j C -?,?7. J /D
-/D
kg9sec %
lm
A D,DD8.? kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C -?,?7. J /D
-/D
9 3D,DD8.?43D,D?B74
6
L
C -.,7/D J /D
-=
m9sec
Pa"a aliran "ara +$$$ ;;>min
a.
'ntuk j C ->,>.? J /D
-/D
kg9sec %
lm
A D,DD;.? kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C ->,>.? J /D
-/D
9 3D,DD;.?43D,D?B74
6
L
C -/,=7B J /D
-=
m9sec
b.
'ntuk j C -/,DB;= J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD;8> kg9m
7
dan A A D,D?B7
m
.
6
1
C -/,DB;= J /D
-B
9 3D,DD;8>43D,D?B74
6
L
C -.,D=/ J /D
-=
m9sec
c.
'ntuk j C -.,87;8 J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD;8> kg9m
7
dan A A D,D?B7
m
.
6
1
C -.,87;8 J /D
-B
9 3D,DD;8>43D,D?B74
6
L
C -8,B?; J /D
-=
m9sec
d. 'ntuk j C .,D7;. J /D
-B
kg9sec %
lm
A D,DD8?= kg9m
7
dan A A D,D?B7 m
.
6
1
C .,D7;. J /D
-B
9 3D,DD8?=43D,D?B74
6
L
C 8,=? J /D
-=
m9sec
K8 Men.hitn. SherDoo" Nm:er #Sh(
(umus:
Sh C K
L
/
,
'
.B
Dimana2
C A BD cm A D,B m
D
1
A .,; J /D
-B
m
.
9s
Pa"a La9 U"ara &?$$ ;;>min
a. 'ntuk 6
1
A B,.>. J /D
-=
m9sec
Sh A 3B,.>. J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A 777>,B.
b. 'ntuk 6
1
A /,D/B J /D
-;
m9sec
Sh A 3/,D/B J /D
-;
4 3D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A 7==?,8
c. 'ntuk 6
1
A ?,=BB J /D
-=
m9sec
Sh A 3?,=BB J /D
-=
4 3D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A 7/7/,=8
d. 'ntuk 6
1
A ;,>8 J /D
-=
m9sec
Sh A 3;,>8 J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A .D==,8
Pa"a La9 U"ara '?$$ ;;>min
a. 'ntuk 6
1
A /,?.7 J /D
-=
m9sec
Sh A 3/,?.7 J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A =;=,.?
b. 'ntuk 6
1
A -.,=>8 J /D
->
m9sec
Sh A 3-.,=>8 J /D
->
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A -B=,.=8
c. 'ntuk 6
1
A -.,/;? J /D
-=
m9sec
7D
Sh A 3-.,/;? J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A ->>=,??
d. 'ntuk 6
1
A -.,7/D J /D
-=
m9sec
Sh A 3-.,7/D J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A -?7/,=
Pa"a La9 U"ara +$$$ ;;>min
a. 'ntuk 6
1
A -/,=7B J /D
-=
m9sec
Sh A 3-/,=7B J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A -;BD,D8
b. 'ntuk 6
1
A -.,D=/ J /D
-=
m9sec
Sh A 3-.,D=/ J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A ->8D,B=
c. 'ntuk 6
1
A -8,B?; J /D
-=
m9sec
Sh A 3-8,B?; J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A -/>B8,=
d. 'ntuk 6
1
A 8,=? J /D
-=
m9sec
Sh A 38,=? J /D
-=
43D,B4 9 3.,; J /D
-B
4
Sh A /=?8,?
Data Untk Mem:at -ra0ik #lo. Sh 3! lo. Re(
Sh C a Re
:
ln Sh A ln a K b ln (e
persamaan ini analog dengan2
y A 5 K AJ
Dimana2
1n Sh A y ln a A 5 3intersept4
7/
1n (e A J a A antiln 5
b A slope
Untuk laju alir udara 1500 cc/min
Sh
L A ln Sh (e M A ln (e M
.
ML
777>,B.
7==?,8
7/7/,=8
.D==,8
?,//7
?,.D>
?,D8B
>,=77
>.,;8
B?,D7
//>,.;
/;/,>=
8,.?8
8,;?;
8,>=8
;,D..
/?,7;
./,D.
..,=B
.;...
78,>;=
7>,=.B
7?,78;
7?,77
7.,DD. /?,=;; ?>,.? /8B,D=
A A Slope A

. .
4 3 7 7 n
8 7 78 n
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 DD. , 7. 43 =;; , /? 3 4 D= , /8B 43 8 3

Slope A -D,=?/
5 A )ntersep A

. .
.
4 3 7 7 n
7 78 7 8
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 =;; , /? 43 D= , /8B 3 4 .? , ?> 43 DD. , 7. 3

)ntersep A //,/>B
Y = -0,681 X + 11,179
1n a A -D,=?/ 0adi : Sh C $<%E+ Re
&&<&/2
a A D,7?8
7.
b A //,/>B
'ntuk laju alir udara .;DD cc9min
Sh
L A ln Sh (e M A ln (e M
.
ML
=;=,.?
-B=,.=8
->>=,??
-?7/,=
=,8?=
-8,;=>
-=,=;;
-=,>.7
>.,;8
B?,D7
//>,.;
/;/,>=
8,.?8
8,;?;
8,>=8
;,D..
/?,7;
./,D.
..,=B
.;...
.>,>?=
-.D,B7B
-7/,>D8
-77,>=.

-//,8B; /?,=;; ?>,.? -;?,=/B


A A Slope A

. .
4 3 7 7 n
8 7 78 n
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 8B; , // 43 =;; , /? 3 4 =/B , ;? 43 8 3


Slope A -/?,D7;
5 A )ntersep A

. .
.
4 3 7 7 n
7 78 7 8
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 =;; , /? 43 =/B , ;? 3 4 .? , ?> 43 8B; , // 3


)ntersep A D,.>7
Y = -18,035 X + 0,273
1n a A -/?,D7; 0adi 2 Sh C ='<E2' Re
$<'/%
a A -.,?B.
b A D,.>7

77
'ntuk laju alir udara 8DDD cc9min
Sh
L A ln Sh (e M A log (e M
.
ML
-;BD,D8
->8D,B=
-/>B8,=
/=?8,?
-=,7?
-=,D>
->,8B.
>,8B.
>.,;8
B?,D7
//>,.;
/;/,>=
8,.?8
8,;?;
8,>=8
;,D..
/?,7;
./,D.
..,=B
.;...
-.>,77
-7D,.B
-7;,=B
7>,7D

-/7,D; /?,=;; ?>,.? -;=,D/


A A Slope A

. .
4 3 7 7 n
8 7 78 n
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 D; , /7 43 =;; , /? 3 4 D/ , ;= 43 8 3


Slope A />,8=B
5 A )ntersep A

. .
.
4 3 7 7 n
7 78 7 8
A
.
4 =;; , /? 3 4 .? , ?> 43 8 3
4 =;; , /? 43 D/ , ;= 3 4 .? , ?> 43 D; , /7 3


)ntersep A -?8,>78
Y = 17,469X - 84,734
1n a A />,8=B 0adi 2 Sh C '<E, Re
=E+</%+
a A .,?=D
b A -?8,>78
78
BAB 5
PEMBA7ASAN
7;
7=
BAB 5I
KESIMPULAN DAN SARAN
7>
DA1TAR PUSTAKA
7?
LAMPIRAN