Anda di halaman 1dari 26

1

A. PENGERTIAN LAJU REAKSI


Secara etimologis laju reaksi dapat diartikan sebagai perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan)
atau hasil reaksi (produk) dalam satu satuan waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju
berkurangnya konsentrasi reaktan atau laju bertambahnya konsentrasi produk.
Pengetahuan tentang laju reaksi sangat penting dalam penentuan kondisi yang diperlukan untuk
membuat suatu produk secara cepat dan ekonomis. Agar suatu reaksi kimia berlangsung, partikel-
partikel dari zat yang bereaksi harus bertumbukan satu dengan yang lainnya. Energi kinetik minimum
yang harus dimiliki atau yang harus diberikan kepada partikel agar tumbukan mereka menghasilkan
reaksi disebut energi pengaktifan (energi aktivasi) dengan lambang E
a.
Makin rendah atau kecil
E
a,
makin mudah suatu reaksi terjadi sehingga makin cepat reaksi itu berlangsung.
Perhatikan reaksi A + B C + D
Laju reaksi ditentukan oleh konsentrasi pereaksi, yaitu konsentrasi A dan konsentrasi B.
Laju reaksi menyatakan ukuran kelajuan berlangsungnya reaksi kimia. Laju reaksi dapat ditentukan
dengan mengukur laju berkurangnya salah satu pereaksi atau laju terbentuknya salah satu produk.
V =


Satuan laju reaksi adalah M/det atau mol/L/det
Seiring dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi, laju reaksi umumnya semakin lama semakin kecil.

Contoh soal :


1. Reaksi antara magnesium dengan larutan HCL menghasilkan gas Hidrogen dengan reaksi :
Mg
(s)
+ 2HCL
(aq)
MgCl
2(aq)
+ H
2(g)
Disajikan suatu hasil percobaan reaksi, sbb.

Waktu (menit) Volume H
2
(cm
3
)
0
1
2
3
4
5
6
7
0
14
25
33
38
40
40
40
a. Berapakah laju reaksi pada menit pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima.
b. Berapa menit reaksi berlangsung hingga selesai.
c. Berapakah laju reaksi rata-rata reaksi tersebut.



2

2. Sejumlah tertentu logam magnesium direaksikan dengan asam klorida berlebih. Volume gas
Hidrogen yang terbentuk dicatat setiap menit dan hasilnya diberikan pada tabel berikut.
Waktu
(menit)
0 1 2 3 4 5 6 7
Volume
H
2
(cm
3
)
0 14 23 31 38 40 40 40
a. Berapakah laju reaksi pada menit ke-1 dan menit ke-3.
b. Berapa menit reaksi berlangsung hingga selesai.
c. Berapakah laju reaksi rata-rata reaksi tersebut.


3. Logam besi bereaksi dengan asam sulfat pekat menurut persamaan reaksi :
2Fe
(s)
+ 6H
2
SO
4(aq)
Fe
2
(SO
4
)
(aq)
+ 6H
2
O
(l)
+ 3SO
2(g)
Diperoleh data :

Suhu (

C) Waktu (detik) Volume gas SO


2

35 0 0
35 10 35
35 20 55
Tentukan laju reaksi rata-rata reaksi pada :
a. 10 detik pertama
b. 10 detik kedua
c. 20 detik pertama


4. Dari persamaan reaksi : A + B C
Diperoleh data :
Konsentrasi
C (ml)
0 11 22 33 45 56 63 74 88 99 99
Waktu
(detik)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Suhu (

C) 27
27 27 27 27 27 27 27 27 27 27
Tentukan laju reaksi rata-rata reaksi pada :
a. 3 detik pertama
b. 3 detik kedua
c. 8 detik pertama
d. 2 detik ketiga
e. 4 detik kedua
f. Pada detik keberapa reaksi berakhir


3

5. Dua buah reaktan direaksikan sehingga menghasilkan gas x (dalam liter)
Diperoleh data :
Volume gas x Suhu (

C) Waktu (detik)
0 100 0
100
100
50
200
100
100
300
100
150
400
100
200
500
100
250
600
100
300
700
100
350
700
100
400
Tentukan laju reaksi rata-rata reaksi pada :
a. 200 detik pertama
b. 150 detik kedua
c. 50 detik pertama
d. 50 detik keempat
e. 100 detik ketiga
f. Pada detik keberapa reaksi berakhir


6. Dari persamaan reaksi : R + K S
Diperoleh data :
Volume S (cm
3
) Waktu (menit) Suhu (

C)
0 0 T
3 1
T
6 2
T
9 3
T
12 4
T
15 5
T
18 6
T
21 7
T
21 8
T
21 9
T
Pada menit keberapa reaksi berakhir, kemudian tentukan laju reaksi rata-ratanya ?






4

7. Dari persamaan reaksi : Z + G H
Diperoleh data :
Suhu (

C) Waktu (menit) Volume H (ml)


25 0 0
25
1 1,5
25
2 3
25
3 4,5
25
4 6
25
5 7,5
25
6 9
25
7 11,5
25
8 13
25
9 13
Pada menit keberapa reaksi berakhir, kemudian tentukan laju reaksi rata-ratanya ?


8. Dari persamaan reaksi : Y + J W
Diperoleh data :

Waktu
(menit)
0 1 2 3
Konsentrasi
W yang
dihasilkan
(dm
3
)
0 20 20 20
Pada menit keberapa reaksi berakhir, kemudian tentukan laju reaksi rata-ratanya ?













5

B. PERSAMAAN LAJU REAKSI
Perhatikan reaksi A + B C + D
Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar. Dengan
berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi, maka akan berkurang pula kecepatannya.
Laju reaksi ditentukan oleh konsentrasi pereaksi, yaitu konsentrasi A dan konsentrasi B. Persamaan laju
reaksinya dapat kita tuliskan sebagai berikut :


Keterangan : V = laju reaksi
k = tetapan laju reaksi
[A] = konsentrasi A
[B] = konsentrasi B
x = orde reaksi terhadap A
y = orde reaksi terhadap B

Orde reaksi total = x + y
Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi.
Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan
berdasarkan percobaan.

Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi :
A + B ----> C
v = k (A) (B)
2


persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde
2 terhadap zat B. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3.Telah kita ketahui bersama
bahwa makin besar konsentrasi (kepekatan) suatu larutan, makin besar pula laju reaksinya. Bilangan
pangkat eksponensial yang menyatakan bertambahnya laju reaksi akibat naiknya konsentrasi disebut
orde reaksi (tingkat reaksi). Harga orde reaksi hanya bisa ditentukan melalui eksperimen atau
percobaan.
Jika konsentrasi suatu zat dinaikkan sebanyak a kali, dan ternyata laju reaksi bertambah sebanyak b
kali, maka orde reaksi terhadap zat itu adalah a
x
= b dengan x adalah orde reaksinya. Perhatikan
contoh-contoh berikut :
a. Jika konsentrasi zat A dinaikkan 2 kali dan laju reaksi meningkat 8 kali maka orde reaksi terhadap
zat A adalah 3 karena 2
3
= 8
b. Jika konsentrasi zat B dinaikkan 3 kali dan laju reaksi meningkat 9
kali maka orde reaksi terhadap zat B adalah 2 karena 3
2
= 9
c. Jika konsentrasi zat C dinaikkan 4 kali dan laju reaksi meningkat 2
kali, maka orde reaksi terhadap zat C adalah
1
/
2
karena = 2
d. Jika konsentrasi zat D dinaikkan 6 kali dan ternyata laju reaksi
tetap, maka orde reaksi terhadap zat D adalah 0
V=k [A]
x
[B]
y

6

Konsentrasi suatu zat dinyatakan dalam satuan molar (M), yaitu jumlah mol zat terlarut dalam setiap
liter (dm
3
) larutan. Jika dalam 5 liter larutan terlarut 2 mol zat, maka konsentrasi larutan adalah molar
atau 0,4 molar (0,4 M).
Pengertian tetapan laju reaksi sebagai perbandingan laju reaksi terhadap perubahan
konsentrasi reaktan.

Cara menghitung orde reaksi :
1. Jika tahap reaksi diketahui atau dapat diamati, maka orde reaksi terhadap masing-masing zat
adalah koefisien dari tahap yang paling lambat.
2. Sebagian besar reaksi kimia sukar diamati tahap-tahapnya sehingga orde reaksi terhadap suatu
zat hanya dapat ditentukan melalui eksperimen, yaitu dengan menaikkan konsentrasi zat
tersebut sedangkan konsentrasi zat yang lain dibuat tetap. Data eksperimen harus pada suhu
tetap untuk mendapatkan harga k yang tetap. Metode mencari orde reaksinya dengan cara
membandingkan persamaan laju reaksi.
Harga k
1
= k
2
dan konsentrasi zat yang sama bisa dicoret. Dengan demikian maka perbandingan
jumlah konsentrasi zat yang berubah pangkat orde reaksi sama dengan perbandingan laju reaksi.

Contoh soal :


1. Reaksi 2 NO + 2 H
2
N
2
+ 2 H
2
O berlangsung dalam dua tahap :
I. 2NO + H
2
N
2
O + H
2
O (lambat)
II. N
2
O + H
2
N
2
+ H
2
O (cepat)
Tentukan orde reaksi dan persamaan laju reaksi !

Jawab :

Orde reaksi diambil dari koefisien tahap lambat yaitu tahap I
Orde reaksi terhadap NO adalah 2
Orde reaksi terhadap H
2
adalah 1
Orde reaksi total adalah 2 + 1 = 3
Sehingga persamaan laju reaksinya adalah
V = k [NO]
2
[H
2
]






7

2. Menentukan Orde reaksi
a. Jika tahap reaksi dapat diamati, orde adalah koefisien pada tahap reaksi yang berjalan lambat.
Contoh : reaksi 4HBr + O
2
-> 2H
2
O + 2Br
2

Berlangsung dalam tahapan sebagai berikut :
1. HBr + O
2
-> HBr
2
O (lambat)
2. HBr + HBr
2
O -> 2HBrO (cepat)
3. 2HBr + 2HBr) -> 2H
2
O + 2Br
2
(cepat)
Maka orde reaksi ditentukan oleh reaksi (1). Persamaan laju reaksi, V = [HBr] [O
2
]. Orde reaksi total
(lihat koefisien reaksi) = 1 + 1 = 2.
b. Jika tahap reaksi tidak bisa diamati, orde reaksi ditentukan melalu eksperimen, konsentrasi salah
satu zat tetap dan kosentrasi zat lain berubah.

3. Reaksi : P + Q + R X + Y
diperoleh data percobaan sebagai berikut :

orde reaksi terhadap P, dicari dengan melihat konsentrasi [Q] dan [R] yang tetap. Dari data (1) dan (3)
dari konsentrasi [Q] dan [R] tetap, [P] dinaikkan dua kali.
Jadi reaksi berlangsung 2 kali lebih cepat.
2
m
= 2 m = 1
- Orde reaksi terhadap Q, lihat konsentrasi [P] dan [R] yang tetap yakni sebagai berikut.
Data (4) dan (5) o 1,5 kali lebih cepat
Data (1) dan (4) o 2 kali lebih cepat
Data (1) dan (5) o 3 kali lebih cepat
Ingat : orde reaksi ditentukan oleh tahap reaksi yang paling lambat 1,5
n
= 1,5
n = 1
- Orde reaksi terhadap R, lihat konsentrasi [P] dan [Q] tetap yakni data (1) dan (2). Konsentrasi R
dinaikkan 1,5 kali, ternyata reaksi berlangsung sama cepat.1,5
x
= 1 x = 0 Maka persamaan laju
reaksinya sebagai berikut:
V = k[P] [Q]

8

4. Dari reaksi 2NO(g) + Br
2
(g) 2NOBr(g)
dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut:
No. (NO) mol/l
(Br
2
)
mol/l
Kecepatan Reaksi
mol / l / detik
1. 0.1 0.1 12
2. 0.1 0.2 24
3. 0.1 0.3 36
4. 0.2 0.1 48
5. 0.3 0.1 108
Pertanyaan:
a. Tentukan orde reaksinya !
b. Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) !
Jawab:
a. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah V = k(NO)
x
(Br
2
)
y
: jadi kita harus
mencari nilai x dan y.
Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br
2
tidak berubah,
yaitu data (1) dan (4).
Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka :
2
x
= 4 x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO)

Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu
data (1) dan (2). Dari data ini terlihat konsentrasi Br
2
naik 2 kali, sedangkan kecepatan reaksinya
naik 2 kali, maka :
2
y
= 2 y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br
2
)

Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO)
2
(Br
2
) (reaksi orde 3)
b. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1), maka:
V = k(NO)
2
(Br
2
)
12 = k(0.1)
2
(0.1)
k = 12 x 10
3
mol
-2
l
2
det
-1















9

5. Untuk reaksi 2H
2
+ 2NO 2H
2
O + N
2

Diperoleh data eksperimen
No.
Konsentrasi H
2

(mol/liter)
Konsentrasi NO
(mol/liter)
Laju Reaksi
(mol/liter/detik)
1 0,1 0,1 30
2 0,5 0,1 150
3 0,1 0,3 270
Dari data di atas tentukan :
a. orde reaksi terhadap H
2

b. orde reaksi terhadap NO
c. Persamaan laju reaksi
d. Tetapan laju reaksi
e. Laju reaksi jika H
2
dengan konsentrasi 0,2 mol/liter direaksikan terhadap NO dengan konsentrasi
0,2 mol/liter
Jawab :

Rumus umum laju reaksi untuk reaksi 2H
2
+ 2NO 2H
2
O + N
2

adalah V = k [H
2
]
x
[NO]
y


a. Mencari orde reaksi terhadap H
2
:
Perhatikan konsentrasi NO yang sama, yaitu data No. 1 dan 2

m = 1

b. Mencari orde reaksi terhadap NO :
Perhatikan konsentrasi H
2
yang sama yaitu data No. 1 dan 3

n = 2

c. Persamaan laju reaksi : V = k [H
2
][NO]
2


d. Untuk mencari harga k, masukkan persamaan laju reaksi dengan
salah satu data eksperimen. Kita masukkan data No. 1
30 M/det = k (0,1M) (0,1M)
2

k = 30 M/det : (0,1M) (0,1M)
2

= 30000 M
-2
. det
-1


e. V = (30000)(0,2)(0,2)
2

= 30000.8.10
-3

= 240 M/det
10


6. Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen (H
2
) membentuk dinitrogen oksida, N
2
O, dan uap air
(H
2
O) menurut persamaan reaksi :
2NO
(g)
+ H
2(g)
N
2
O
(g)
+ H
2
O
(g)

Pengaruh konsentrasi NO dan H
2
terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut :
Percobaan Konsentrasi awal (M) Laju reaksi awal
(M/det) NO H
2

1 6,4 x 10
-3
2,2 x 10
-3
2,6 x 10
-5
2 12,8 x 10
-3
2,2 x 10
-3
1,0 x 10
-4

3 6,4 x 10
-3
4,4 x 10
-3
5,1 x 10
-5

a. Tentukan orde reaksi terhadap NO.
b. Tentukan orde reaksi terhadap H
2
.
c. Tentukan persamaan laju reaksinya.
d. Tentukan harga orde reaksi.
e. Tentukan harga dan satuan tetapan jenis reaksi (k).
f. Tentukan laju reaksi jika konsentrasi NO dan H
2
masing-masing 0,5 M.


7. Pada reaksi : X + 2Y XY
2
, diperoleh data sebagai berikut :
No. [X] (M) [Y] (M) V (M/det)
1 0,4 0,1 4
2 0,4 0,2 16
3 0,8 0,2 16
Laju reaksi yang terjadi jika [X] dan [Y] masing-masing 0,2 M dan 0,5 M adalah . . . .

8. Dari reaksi P + Q R + S diperoleh data hasil percobaan sebagai berikut :
No. [P]awal [Q]awal Laju reaksi (M/det)
1 0,2 M 0,2 M 6 x 10
-4
2 0,2 M 0,4 M 1,2 x 10
-3

3 0,3 M 0,1 M 2,4 x 10
-3

4 0,5 M 0,4 M 7,5 x 10
-3

Berapakah persamaan laju reaksi dari percobaan tersebut?



11

9. Dari reaksi A + B C, didapatkan data sebagai berikut :
Percobaan [A] [B] Laju reaksi (molar/jam)
1
2
3
0,1 M
0,1 M
0,1 M
0,1 M
0,2 M
0,2 M
6
12
48

Hitunglah orde reaksinya.



C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
1. Konsentrasi
Dalam suatu reaksi semakin besar konsentrasi zat reaktan, akan semakin mempercepat laju
reaksinya. Dengan bertambahnya konentrasi zat reaktan jumlah partikel-partikel reaktan semakin
banyak sehingga peluang untuk bertumbukan semakin besar. Sebagai contoh suatu larutan yang pekat
mengandung partikel yang lebih rapat jika dibandingkan dengan larutan yang encer, sehingga lebih
mudah dan lebih sering bertumbukan.

2. Suhu
Laju reaksi akan semakin meningkat dengan meningkatnya suhu reaksi. Kenaikan suhu akan
menambah energi kinetik molekul-molekul, akibatnya molekul-molekul yang bereaksi menjadi lebih aktif
mengadakan tabrakan. Hal ini terjadi karena gerakan-gerakan molekul semakin cepat pada temperatur
yang lebih tinggi.
Berdasarkan penelitian, pada umumnya setiap kenaikan suhu 10
o
C laju reaksi akan meningkat
menjadi dua kali lipat. Secara matematis hubungan laju reaksi dengan suhu reaksi dapat dirumuskan
sebagai berikut:
V
t
= Laju reaksi yang baru
V
t =.
Vo Vo = Laju reaksi semula
T = Kenaikan suhu
Contoh soal :
1. Berapa kali laju reaksi akan meningkat apabila suhu dinaikkan dari 20
o
C menjadi 60
o
C?
Jawab :
Kenaikan suhu = 60
o
C 20
o
C = 40
o
C
V
t
=. V
o
= 2
4
. V
o
= 16 V
o

Laju reaksi meningkat 16 kali dibandingkan dengan laju reaksi semula

2. Suatu reaksi berlangsung 8 jam pada suhu 30
o
C. Jika suhu diubah menjadi 80
o
C, berapa lama
reaksi itu berlangsung ?
Jawab :
Kenaikan suhu = 80
o
C 30
o
C = 50
o
C
Vt =. Vo = 2
5
. Vo = 32 Vo
Lama reaksi = 8/32 jam = jam atau 15 menit
12

3. Luas permukaan bidang sentuh
Pada pembahasan sebelumnya dijelaskan bahwa reaksi kimia terjadi karena tumbukan yang
efektif antar partikel zat reaktan. Terjadi tumbukan berarti adanya bidang yang bersentuhan (bidang
sentuh). Jika permukaan bidang sentuh semakin luas, akan sering terjadi tumbukan dan menghasilkan
zat produk yang semakin banyak sehingga laju reaksi semakin besar. Oleh karena itu untuk
meningkatkan laju reaksi salah satu caranya dengan menambah luas permukaan bidang sentuh zat
reaktan.
Untuk menambah luas permukaan bidang sentuh zat reaktan adalah dengan mengubah ukuran
zat reaktan menjadi lebih kecil. Misalnya saja kapur dalam bentuk serbuk lebih cepat bereaksi dengan
HCl encer, dibandingkan kapur dalam bentuk bongkahan. Kapur dalam bentuk serbuk mempunyai luas
permukaan bidang sentuh yang lebih besar dibandingkan dengan kapur berbentuk bongkahan.

4. Katalis


Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimia yang
permanen. Dalam skala industri kimia katalis akan mempercepat laju reaksi tanpa menimbulkan produk
yang tidak diinginkan. Salah satu eksperimen di laboratorium kimia adalah pembuatan gas O
2
dengan
cara memanaskan kalium klorat (KCLO
3
) menurut reaksi :
2 KClO
3 (s)
2 KCl
(s)
+ 3O
2 (g)




Jika hanya KClO
3
saja yang dipanaskan, maka gas O
2
lambat terbentuk dan harus pada suhu
yang cukup tinggi. Tetapi jika sedikit batu kawi (MnO
2
) ditambahkan ke dalam KClO
3
, baru kemudian
13

dipanaskan, ternyata gas O
2
cepat terbentuk pada suhu yang relatif rendah. MnO
2
sama sekali tidak
menyumbangkan oksigen sebab gas O
2
yang terbentuk semata-mata berasal dari penguraian KClO
3
.

Pada akhir reaksi MnO
2
tetap ditemukan dalam tabung dengan jumlah yang tidak berubah.
Contoh penggunaan katalis yang lainnya adalah pada proses kontak (pembuatan asam sulfat)
digunakan katalis V
2
O
5
(vanadium) dan pada proses Haber-Bosch (pembuatan amonia) digunakan
katalis serbuk Fe (besi).
Contoh katalis :


5. Tekanan
Semakin besar tekanan maka laju reaksi cepat, semakin kecil tekanan maka laju reaksi lambat.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan volume.















14

Latihan soal 1 :


1. Suatu reaksi berorde dua terhadap salah satu pereaksinya. Bagaimanakah pengaruhnya
terhadap laju reaksi apabila pada suhu tetap.
a. Konsentrasi pereaksi itu dilipat tigakan.
b. Konsentrasi pereaksi itu diperkecil setengah.

2. Reaksi 2NO
(g)
+ H
2(g)
N
2
O
(g)
+ H
2
O
(g)
mempunyai persamaan laju v = k [NO]
2
[H
2
].
Berdasarkan informasi tersebut, lengkapi daftar berikut.
Percobaan [NO] (M) [H
2
] (M) Laju (M det
-1
)
1 1 1 x
2 1 2 .....
3 2 1 .....
4 2 2 .....
5 0,5 4 .....

3. Reaksi antara nitrogen oksida dan gas klorin
2NO
(g)
+ Cl
2(g)
2NOCl
(g)
Mempunyai persamaan laju reaksi v = k [NO]
2
[Cl
2
]
a. Nyatakan orde reaksi terhadap masing-masing pereaksi !
b. Berapa orde reaksi total ?
c. Bagaimana perubahan laju reaksi bila konsentrasi NO dan konsentrasi Cl
2
masing-masing
diperbesar 2 kali ?
d. Bagaimana perubahan laju reaksi bila konsentrasi NO diperbesar 2 kali sementara
konsentrasi Cl
2
dibuat tetap ?
e. Bagaimana perubahan laju reaksi apabila konsentrasi NO diperkecil 2 kali sementara
konsentrasi Cl
2
diperbesar 4 kali ?

4. Suatu reaksi menjadi 4 kali lebih cepat jika konsentrasi salah satu pereaksinya dilipatduakan,
sementara konsentrasi pereaksi lainnya tidak diubah. Berapakah orde reaksi terhadap pereaksi
itu ?

5. Berikut data percobaan untuk reaksi
A
2(g)
+ 2C
(g)
2AC
(g)

Percobaan [A
2
] (M) [C] (M) Laju Awal (M det
-1
)
1 0,1 0,1 2
2 0,1 0,2 8
3 0,2 0,2 16
a. Tentukan orde reaksi terhadap A
2
.
b. Tentukan orde reaksi terhadap C.
15

c. Tulis persamaan laju reaksinya.
d. Tentukan orde reaksi total.
e. Tentukan nilai tetapan laju reaksi (k).
f. Tentukan laju reaksinya jika [A
2
] dan [Br
2
] masing-masing 0,3 M.

6. Laju reaksi
2A
(g)
+ B
2(g)
2AB
(g)

Dipelajari dengan mengukur waktu yang diperlukan untuk membentuk sejumlah tertentu zat AB.
Diperoleh data berikut.

Percobaan [A] (M) [B
2
] (M) Waktu reaksi (det)
1 0,1 0,1 80
2 0,1 0,2 40
3 0,2 0,2 10

a. Tentukan persamaan laju reaksinya.
b. Tentukan waktu reaksi jika [A] = 0,3 M dan [B
2
] = 0,4 M.
























16

LATIHAN - 2
Essay
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi !
Jawab : ..............................................................................................................

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan katalis dan sebutkan katalis
yang digunakan pada proses kontak dan proses Haber-Bosch !
Jawab : ........................................................................................................

3. Ada lima buah reaksi logam seng dengan larutan HCl pada kondisi
yang berbeda- beda :
Reaksi I : serbuk Zn + 0,2 M HCl pada suhu 30
o
C
Reaksi II : keping Zn + 0,2 M HCl pada suhu 30
o
C
Reaksi III : serbuk Zn + 0,5 M HCl pada suhu 50
o
C
Reaksi IV : keping Zn + 0,5 M HCl pada suhu 50
o
C
Reaksi V : serbuk Zn + 0,5 M HCl pada suhu 30
o
C
Reaksi nomor berapakah yang berlangsung paling cepat ? Jelaskan !
Jawab : ........................................................................................................

4. Laju reaksi berlangsung dua kali lebih cepat jika suhu dinaikkan 10
o
C. Apabila suhu dinaikkan dari
30
o
C menjadi 70
o
C, berapa kali lebih cepat laju reaksinya?
Jawab : ........................................................................................................

5. Pada reaksi antara gas NO dengan gas Br
2
pada suhu 273
o
C menurut reaksi :
2 NO
(g)
+ Br
2 (g)
2NOBr
(g)

Diperoleh data :
No. [NO] (M) [Br
2
] (M) Laju reaksi (M/det)
1 0,1 0,1 12
2 0,1 0,2 24
3 0,2 0,1 48
4 0,3 0,1 108

Berdasarkan data tersebut tentukan :
a. Orde reaksi total
b. Persamaan laju reaksi
c. Tetapan laju reaksi
Jawab : ........................................................................................................



17

Pilihan Ganda
Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

1. Energi aktivasi suatu reaksi dapat diperkecil dengan cara .....
a. menghaluskan pereaksi
b. memperbesar konsentrasi
c. memperbesar tekanan
d. menambah katalis
e. menaikkan suhu

2. Jika perubahan konsentrasi salah satu pereaksi tidak mempengaruhi
laju reaksi, maka orde reaksi terhadap pereaksi tersebut adalah ...
a. 0 d. 3
b. 1 e. 4
c. 2

3. Suatu katalis mempercepat reaksi dengan meningkatkan ...
a. energi aktivasi
b. perubahan entalpi
c. jumlah tumbukan molekul
d. energi kinetik molekul
e. jumlah molekul yang memiliki energi di atas energi aktivasi

4. Reaksi 4HBr + O
2
2H
2
O + 2Br
2
berlangsung dalam tiga tahap :
HBr + O
2
HBrO
2
(lambat)
HBr + HBrO
2
2HBrO (cepat)
2HBr + 2HBrO 2H
2
O + 2Br
2
(cepat)
Orde reaksi totalnya adalah ...
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

5. Laju reaksi A + B AB dapat dinyatakan sebagai ...
a. Penambahan konsentrasi A tiap satuan waktu
b. Penambahan konsentrasi B tiap satuan waktu
c. Penambahan konsentrasi AB tiap satuan waktu
d. Penambahan konsentrasi A dan B tiap satuan waktu
e. Penambahan konsentrasi A, B, dan AB tiap satuan waktu



18

6. Jika konsentrasi zat A dinaikkan 2 kali dan laju reaksi meningkat 8 kali, maka orde reaksi terhadap
A adalah ...
a. 1 d. 4
b. 2 e. 0
c. 3

7. Untuk reaksi P + Q R diperoleh data :






Persamaan laju reaksinya adalah ...
a. V = k [P] [Q] d. V = k [P]
2
[Q]
4

b. V = k [P]
2
[Q] e. V = k [P]
2
[Q]
2

c. V = k [P] [Q]
2


8. Kenaikan suhu akan memperbesar kecepatan reaksi karena ...
a. Memperbesar konsentrasi
b. Memperbesar energi kinetik molekul pereaksi
c. Menimbulkan katalisator
d. Mempermudah melepas elektron
e. Memperbesar tekanan

9. Untuk reaksi A + B AB diperoleh hasil eksperimen









Tetapan laju reaksinya adalah .....
a. 1000 d. 0,02
b. 50 e. 0,001
c. 10



[P]
Molar
[Q]
Molar
Laju reaksi
Molar/jam
0,1 0,05 2
0,1 0,2 32
0,2 0,2 128
[A]
Molar
[B]
Molar
Laju reaksi
Molar/menit
0,01 0,20 0,02
0,02 0,20 0,08
0,03 0,20 0,18
0,03 0,40 0,36
0,03 0,60 0,54
19

10. Pada reaksi CHCl
3
+ Cl
2
CCl
4
+ HCl diperoleh data :






Orde reaksinya adalah .....
a. 1 d. 2,5
b. 1,5 e. 3
c. 2

11. Di bawah ini yang tidak mempengaruhi laju reaksi adalah .

a. katalis
b. suhu
c. luas permukaan
d. gerak partikel
e. konsentrasi

12. Pada percobaan yang mereaksikan logam magnesium dengan larutan HCl didapatkan data sebagai
berikut.
Percobaan
Massa Mg
(gram)
Wujud
Mg
Konsentrasi
HCL (M)
Pengamatan
1 10 Sebuk 1 Timbul gas
2 10 Kepingan 1 Timbul gas
3 10 Batang 1 Timbul gas
4 10 Serbuk 2 Timbul gas
5 10 Batang 2 Timbul gas

Reaksi yang paling cepat terjadi adalah pada percobaan ke- .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

[CHCl
3
]
Molar
[Cl
2
]
Molar
Laju reaksi
Molar/detik
0,2 0,2 3
0,8 0,2 6
0,2 0,4 18
20

13. Suatu reaksi yang melibatkan zat X dan Y menghasilkan reaksi sebagai berikut.
2 X
(g)
+ 2Y
(g)
Z
(g)

Diperoleh data bahwa reaksi tersebut merupakan pangkat 2 terhadap pereaksi X dan orde total
reaksi adalah 3. Rumus persamaan laju reaksi yang benar bagi reaksi tersebut adalah .
A. v = k [X]
2
[Y]
B. v = k [X][Y][Z]
C. v = k [X][Y]
2

D. v = k [X]
2
[Z]
E. v = k [Z]
3

14. Dari reaksi A
2
B(g) 2A(g) + B(g) diketahui bahwa reaksi tersebut berorde dua terhadap A
2
B.
Grafik yang menyatakan hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi A
2
B adalah .
A.

B.

C.


21



E.




15. Dari percobaan reaksi :
CaCO
3(s)
+ 2 HCl
(aq)
CaCl
2(aq)
+ CO
2(g)
+ H
2
O
(g)

diperoleh data data sebagai berikut.
Percobaan
Bentuk
CaCO
3

Konsentrasi 25
mL HCl (M)
Waktu
reaksi
(det.)
Suhu
(
o
C)
1
10 gram
serbuk
0,2 4 25
2
10 gram
butiran
0,2 6 25
3
10 gram
bongkahan
0,2 10 25
4
10 gram
butiran
0,4 3 25
5
10 gram
butiran
0,2 3 25
22

Pada percobaan 1 dan 3, laju reaksi dipengaruhi oleh .
A. temperatur
B. katalis
C. sifat-sifat
D. konsentrasi
E. luas permukaan

16. Energi minimum yang diperlukan oleh sebuah reaksi agar dapat berlangsung disebut energi .
A. potensial
B. gerak
C. kinetik
D. reaksi
E. aktivasi

17. Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi. Hal tersebut disebabkan karena kenaikan suhu akan
.
A. menaikkan energi pengaktifan zat yang bereaksi
B. memperbesar konsentrasi zat yang bereaksi
C. memperbesar energi kinetik molekul pereaksi
D. memperbesar tekanan ruang terjadinya reaksi
E. memperbesar luas permukaan

18. Laju reaksi dari suatu reaksi tertentu menjadi dua kali lipat setiap kenaikan suhu 10 C. Suatu
reaksi berlangsung pada suhu 30 C. Jika suhu ditingkatkan menjadi 100 C maka laju reaksi akan
menjadi kali lebih cepat dari semula.
A. 128
B. 64
C. 32
D. 16
E. 8

19. Untuk reaksi A + B C, ternyata jika konsentrasi awal A dinaikkan menjadi dua kali
(konsentrasi B tetap), maka laju reaksi menjadi dua kali lebih besar. Bila konsentrasi
awal A dan B masing-masing dinaikkan tiga kali, maka laju reaksi menjadi 27 kali lebih besar.
Persamaan laju reaksi tersebut adalah .
A. v = k [A]
2
[B]
2

B. v = k [A][B]
C. v = k [A]
2
[B]
D. v = k [A][B]
3

E. v = k [A] [B]
2

23

20. Reaksi antara gas H
2
dan O
2
pada suhu 25
o
C berlangsung sangat lambat, tetapi ketika ditambah
serbuk Pt, reaksi menjadi lebih cepat. Hal ini menunjukkan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh .
A. temperatur
B. katalis
C. sifat-sifat
D. konsentrasi
E. luas permukaan

21. Untuk reaksi A + B C + D diperoleh data sebagai berikut.
Percobaan
[A]
(mol/liter)
[B]
(mol/liter)
Laju reaksi (mol.liter
-1
.det.
-1
)
1 0,1 0,1 x
2 0,2 0,2 8x
3 0,1 0,3 9x
Orde reaksi terhadap A adalah .
A.1
B.2
C.3
D.4
E. 5

22. Dari reaksi Br
2
(g) + 2 NO(g) > 2 NOBr(g), diperoleh data eksperimen sebagai berikut.
Percobaan
[NO]
(mol/liter)
[Br
2
]
(mol/liter)
Waktu pembentukan
NOBr (detik)
1 0,1 0,1 108
2 0,1 0,2 48
3 0,2 0,1 24
4 0,3 0,1 12
Orde reaksi total dari reaksi tersebut adalah .
A.1
B.2
C.3
D.4
E. 5


24

D. GRAFIK ORDE REAKSI
Orde reaksi menyatakan pangkat dari konsentrasi, maka bentuk grafiknya merupakan grafik
perpangkatan.
Reaksi : A hasil
1. Reaksi Orde Nol (0)
Persamaan laju reaksinya :
v = k [ A ]
0

v = k

Dari grafik dapat diperoleh bahwa reaksi orde nol ditunjukkan oleh grafik antara [A] dengan v adalah
garis lurus konstan.







25

2. Reaksi Orde Satu
Persamaan laju reaksinya :
V = k [A]
1
= k [A]
Reaksi orde satu ditunjukkan oleh grafik antara [A] dengan v yang merupakan garis linear.

3. Reaksi Orde Dua
Persamaan laju reaksinya :
v = k [A]
2

Reaksi orde dua ditunjukkan oleh
grafik antara [A] dengan v yang merupakan. Garis lengkung (parabola).
26


4. Reaksi Orde Negatif
Suatu reaksi berorde negatif jika laju reaksi berbanding terbalik dengan konsentrasi pereaksi itu. Jika
konsentrasi pereaksinya diperbesar, justru reaksi semakin lambat.