Anda di halaman 1dari 20

Praktikum Metalografi Materi Kuliah

Perlakuan Panas
Disusun oleh :
ADHI ROHADHI [ 2705 100 015 ]
JURUSAN TEKNIK MATERIA DAN METAUR!I
"AKUTAS TEKNOO!I INDUSTRI
INSTITUT TEKNOO!I SE#UUH NO#EM$ER
SURA$A%A
200&
BAB I
PENDAHULUAN
Metallography adalah suatu metode untuk menyelidiki struktur logam
dengan menggunakan mikroskop optis dan mikroskop elektron. Struktur
kristal logam yang terlihat melalui mikroskop disebut struktur mikro. Pada
gambar ini terlihat daerah lingkup ukuran mikro struktur logam yang umumnya
diamati dengan mikroskop.
Dari gambar 1 ternyata bahwa penyelidikan mikro struktur tersebut
berkisar antara 10
-6
cm (batas kemampuan mikroskop elektron hingga 10
-6
cm
dari batas kemampuan mata manusia. Meskipun daerah lingkup pengamatan
metallograpy ini mencakup suatu daerah yang luas (10
-6
- 10
-!
cm namun
demikian obyek pengamatan yang biasanya digunakan yaitu 10
-"
cm atau
order pembesar ".000 - #0.000 kali untuk mikroskop electron dan 10
-#
cm
atau order pembesaran 100 - 1000 kali untuk mikroskop optis. $erdasarkan
ukuran obyek pengamatan metallography maka percobaan metallography ini
bertu%uan untuk&
a. Membedakan struktur mikro logam.
b. Mengamatl bentuk butiran.
c. Menentukan ukuran butiran.
d. Melihat adanya cacat mikro.
e. Melihat adanya 'mpuritas.
$erdasarkan in(ormasi tersebut maka dapatlah diperkirakan tentang %enis
logam) komposisi kimia) si(at mekanis dan penger%aan yang telah dialami oleh
logam tersebut.
BAB II
Dasar Teori
Pengamatan Metallography didasarkan pada perbedaan intensitas
sinar pantul permukaan logam yang masuk kedalam mikroskop optis
sehingga ter%adi gambar yang berbeda (gelap) agak terang) terang dalam
pengamatan permukaan suatu logam. *pabila permukaan logam yang telah
dihaluskan (polish dicelupkan kedalam suatu media kimia (etsa) maka
permukaan logam tersebut akan mengalami korosi. Materi bahan yang
berbeda akan dilarutkan dengan kecepatan yang berbeda sehingga
meninggalkan bekas permukaan dengan orientasi sudut yang berbeda pula.
Dengan demikian apabila seberkas sinar dikenakan pada permukaan logam
yang telah di test maka sinar tersebut akan dipantulkan sesual dengan
orientasi sudut permukaan bidang yang terkena cahaya.
*gar permukaan logam dapat diamati secara metallography maka terhadap
permukaan tersebut terlebih dahulu dilakukan persiapan (Proporasi berikut &
1. Pemotongan spesimen
!. Mounting spesimen (bila diperlukan
#. +rinding dan polishing
,. -tsa.
Setelah permukaan spesimen dietsa maka spesimen tersebut siap untuk
diamati dibawah mikroskop dan pengambilan (oto metallography bisa
dilakukan.
BAB III
METODOLOGI
!"! Bahan #$esimen
Spesimen yang digunakan dapat dipilih dari bahan berikut
- $esi cor kelabu.
- $esi tuang .ermicular.
- $esi tuang /odular
- $esi tuang Malleable
- $a%a karbon rendah (ba%a struktur
- $a%a karbon menengah (ba%a poros
- $a%a karbon tinggi (ba%a perkakas
- Paduan *lmunium
- Paduan tembaga (brass) bron0e
- Dan lain-lain.
Pada percobaan yang telah dilakukan dipilih ba%a St 1 #2 berbentuk
silinder. Dimana daerah amatan yang diambil adalah bagian meman%ang
dimana spesimen dipotong pada bagian sumbunya.
!%! Peralatan &an Diagram Alir
+erga%i tangan) digunakan untuk memotong spesimen.
+unting) untuk memotong kertas +rid.
3and grinding dengan kertas gosok ukuran masing-masing
400)1000)1!00)1"00) dan !000 grid (penggosokan dengan aliran air.
Polisher yang digerakan oleh mesin listrik proses penggosokan diatas kain
woll dengan bubukan alumunium yg mempunyai kehalusan 1 dan 0)0" 5.
-tching reagent antara lain 3/6# dan 31l dengan perbandingan 1 & !
untuk komposisi larutan -7S*.
3air Dryer untuk mengeringkan li8uid yang membasahi permukaan
spesimen.
Misroscope optis dengan kamera pengambil (oto micrography sampai "00
kalik
9omputer dengan sistem so(ware yang dapat mengabadikan ob%ek secara
otomatis.
En&
!! Langkah'Langkah Per(o)aan
!!"!Pemotongan #$esimen
Menurut ketentuan ukuran spesimen mempunyai luas permukaan
antara : s;d 1 in! atau diameter < s;d 1 in. Dengan alasan lebih kecil atau
lebih besar dari ketentuan diatas akan sulit pada proses penggosokkanya.
1ara memotong spesimen sedemikian rupa sehingga permukaanya harus
#tart
Pre$arasi s$esimen
Pemotongan
Grin&ing
Polishing
ET#A
Analisa Data &an
Pem)ahasan
Penggosokan &engan kertas Gir&
Pengam)ilan gam)ar stuktur mikro menggunakan mikrosko$
o$tik *ang terinstal ke kom$uter
rata dan harus memudahkan proses penggosokkannya dan perlu diingat
bahwa proses pemotongan ini harus dengan pendingin misalnya (disemprot
dengan air =ntuk menghidari rusaknya struktur kristal dari spesimen akibat
o>erheating (panas yang timbul selama pemotongan dan %uga harus dihindari
kerusakan spesimen karena sebab sebab mekanis atau sebab-sebab lainnya.
!!%!Bakelite Moul&ing
=ntuk memudahkan proses penggosokan dan penyimpanan) spesimen
dimasukan;dipasang ke dalam bakelite. $akelite yang didalamnya telah
terpasang potongan spesimen) cukup keras sehigga tidak mudah rusak atau
pecah kalau dipoles namun karena keterbatasan dana untuk praktikum ini
proses ini hanya sebagai lampiran dalam laporan sa%a. Pada waktu digosok
semua titik pada permukaan spesimen akan rata pada permukaannya.
Setelah spesimen dipotong sesuai dengan prosedur diatas) maka
selan%utnya&
1. Pemotong spesimen diletakan kedalam cetakan pada mesin hydraulic
press dengan permukaan yang akan diperiksa menghadap ke bawah.
!. $ubukan bakelite ditaburkan disekeliling spesimen sampai tepat tertimbun.
#. Diatas timbunan bakelite powder tadi diletakan bakelite yang sudah padat
(premould %ika tidak menggunakan premould bakelite maka tabung cetakan
diisi dengan bakelite powder hingga penuh.
,. 1etakan ditutup dengan rapat
". 9atup hydraulic ditutup.
6. 7ekanan dinaikkan dengan %alan memompa hydraulic le>er) sampai batas
tekanan tertentu (tergantung %enis bakelite dan diameter premould) untuk
keperluan ini pada dial tekanan tertera tanda-tanda tertentu (dengan warna
perlu diperhatikan tekanan tetap di%aga pada posisi tersebut selama
pemanasan.
2. Pemanasan dimulai (dapur on hingga temperatur mencapai 100 - 1"00 1
4. Setelah tercapai temperatur pemasangan alat dimatikan (switch o((
?. 7ekanan dinormalkan dengan %alan membuka katup hydraulic.
10. Spesimen yang masih didalam cetakan didinginkan sampai temperatur
dibawah 2"0 1 dengan %alan menempelkan keping cooler (water cooler atau
air cooler disekeliling cetakan.
11. Setelah dingin bakelite yang sudah terpasang dengan spesimen dapat
dikeluarkan dari cetakan.
!!! Grin&ing + Polishing
@ Spesimen yang telah dicetak (dipasang pada bakelite selan%utnya
digosok) penggosokan spesimen dilakukan secara bertahap) tahap pertama
sedemikian rupa sehingga tidak terdapat bekas penggosokan yang terlalu
dalam dan bekas gosokannya yang berupa garis-garis yang se%a%ar harus
merata pada seluruh permukaan.
7*3*P '
A Spesimen digosok pada hand grinder) %ika permukaannya masih kasar
maka harus digosok terlebih dahulu dengan kertas gosok dengan grid 600
dan 400) kemudian dicari permukaan yang lebih mengkilat dengan kertas grid
yang lebih halus dengan dialiri air.
A Spesimen dipasang dan digosokkan pada kertas gosok yang dialiri air pada
permukaan yang akan diamati. +erakan penggosokan pada grid 600 dan 400
secara memutar-mutar spesimen) Sedang pada grid 1000 s;d !000 gerakan
penggosokkannya men%auh dan mendekat (ma%u-mundur terhadap operator
(penggosok
A Setelah ter%adi garis-garis goresan yang se%a%ar dan merata spesimen dicuci
dengan air) sebelum digosokkan pada kertas gosok dengan kehalusan yang
tinggi.
A =ntuk mendapatkan hasil yang memuaskan) hasil gosokan dari masing
masing kehalusan yang berbeda) garis-garis goresannya harus saling tegak
lurus) artinya goresan dari grid 600 goresan dengan grid 400 sedangkan
goresan dari grid 1000-!000 selalu searah.
7*3*P ''
A Setelah melalui +rinding process sampai kehalusan 600 grid) permukaan
spesimen dicucl dengan air dan alkohol kemudian dikeringkan dengan so(t
tissue.
A Spesimen ditelungkupkan dan ditekan serta diputar-putar pada permukaan
piringan yang berputar cepat dimana piringan ini dilapisi kain penggosok yang
telah ditaburi dengan polishing powder (bubukan alumina dengan kehalusan
1 micron. =ntuk kehalusan 0)0" micron harus memakai kain penggosok lain.
=ntuk tidak kacau pemakaiannya bubukan 1 micron ditaburkan pada kain
penggosok B 10C sedang bubukan 0)0" micron pada kain penggosok
dengan B 4C .
A Proses Polishing selasai kalau bekas-bekas goresan dari proses grinding
(dengan grid 600 telah hilang dan permukaan spesimen telah halus dan
mengkilap seperti cermin.
A =ntuk membersihkan sisa-sisa polishing powder dan goresan-goresan
spesimen dicuci dengan air dan alkohol) kemudian dikeringkan dengan dryer
atau digosok dengan so(t tissue.
!!,! Mengetsa -Et(hing.
Mengetsa hanya dilakukan kalau kita ingin mengamati struktur kristal
logam balk secara makro struktur atau mikro struktur. 9alau hanya ingin
mengetahui cacat logam (de(ect dapat dilakukan tanpa etching. Proses etsa
digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata dari struktur logam
melalui mikroskop metallurgi. Dilakukan dengan cara mencelup permukaan
spesimen kedalam larutan kimia tertentu (etching reagent dalam waktu yang
singkat (dari beberapa detik sampai beberapa puluh detik. =ntuk masing
masing logam diperlukan etching reagent dan lamanya waktu pencelupan
yang berbeda-beda. Sebagai contoh berikut ini adalah beberapa atching
reagent untuk ba%a) besi tuang) *l alloy dan 1u alloy.
BAB I/
ANALI#A DATA
,!" Pengamatan Metallogra$h* &an Pengam)ilan 0oto
Spesimen yang digunakan adalah seperti tampak pada gambar 1)!)
dan #. Spesimen yang telah di etsa selan%utnya diamati dibawah mikroskop
dengan pembesaran "00kali. 9emudian dilakukan pengambilan (pemotretan
(oto metallography dengan bantuan komputer sehingga diperoleh tampilan
dibawah ini ( pengamatan di tiga titik berbeda dalam permukaan yang ter-
-7S* &
+*M$*D 1.
+*M$*D !
+*M$*D #
Pengamatan 1 perbesaran "00E
Pengamatan ! perbesaran "00E
Pengamatan # perbesaran "00E
,!% Perhitungan
$erdasarkan literature di%elaskan bahwa ba%a S7 1 #2 adalah ba%a
karbon dengan kadar karbon #2 F1) !0FMn) dan "F/i maka denggan
pendekatan matematis dapat dihitung %umlah relati( dari (errit dan pearlitnya
sebagai berikut &
((errite 0)0!"GGGGGGGGGGGGGGGG0)#2GGGGGGGGGGGGGG0)4 (pearlite
Humlah (errit &(0)#2 I 0)0!" ; 0)4 I 0)0!" J 100 F K ,")! F
Humlah Pearlite &(0)4 -0)#2 ; 0)4 I 0)0!" J 100 F K "".,4 F
*ngka kekerasan dengan penghitungan Hominy adalah&
=ntuk kadar karbon 0.#2) Mangan 0)! ) /ikel 0)0" dan ukuran butir *S7M
no.2 diperkirakan harga D
'
K 0)1? in) setelah (aktor pengali untuk masing-
masing unsur paduan dimasukan maka harga D
'
diperoleh &
D
'
K 0)1? E 1)14 E 1)04 K 0)!, in
Sehingga untuk bagian permukaan spesimen kekerasannya dapat dilihat
pada kur>a perbandingann Dockwell 3ardeness dan kadar karbon dimana
titik perpotongan pada kur>a untuk ba%a karbon #2F 1 adalah ,2 D
c.
,! Proses Proses Pen&inginan Ba1a #t 2 3
Pada awalnya paduan seluruhnya berupa li8uid) kemudian pada temperatur
7
1
( garis li8uidus mulai terbentuk inti besi gamma atau *ustenite. 'nti ini
mulai tumbuh membentuk dendrit sampai temperatur 7
!
( garis solidus
sehingga seluruh li8uid telah berubah (asa men%adi *ustenit. Pendinginan
terus berlangsung seiring bertambahnya waktu ketika temperatur mencapai
temperatur 7
#
mulai terbentuk besi alpha atau (errite) dimana besi alpha mulai
terbentuk setelah keluar secara di(usi dari *ustenit) perubahan (asa besi
gamma men%adi besi alpha men%elaskan tentang apa yang dimaksud dengan
*llotropi suatu logam ( Dalam hal ini logam $a%a #t 2 3) memiliki dua kristal
yaitu (errite dan austenit yang mana garis yang menandakan adanya
allotropi logam dalam hal ini #t 2 3diberi simbol *
#
. 9omposisi karbon dalam
*ustenit semakin berkurang kerena keluar dengan proses di(usi) kemudian
karbon ini membentuk suatu senyawa karbida yang dikenal dengan nama
sementi ( Le
#
1 dimana reaksi pembentukannya dikenal dengan istilah reaksi
eutectoidMMMMMM
Deaksi ini ter%adi setelah melewati temperature 7
,
lebih tepatnya pada
temperature 2!# dera%at 1elcius dimana dalam hal ini ter%adi pembentukan
besi *lpha dan perlite dari besi gamma. Lasa akhir dari proses pendinginan
$a%a #t 2 3pada temperature kamar dengan struktur akhir berupa (errite dan
cementit ( Lerrite dan 1ementit yang berselang-seling) Lerrite bagian yang
putih dan 1ementit bagian yang hitam .
BAB /
KE#IMPULAN
$a%a #t 2 3merupakan $a%a -utectioid) $a%a ini memiliki struktur (errite
dan peralit pada temperatur kamar .
Struktur mikro belum tampak sempurna karena perbesaran mikroskop
kurang tinggi) prosedur penggambilan gambar spesimen harusnya diulang
denggan perbesaran 1000-1"00 kali.
Dalam percobaan ini proses -tching kurang sempurna sehingga
menimbulkan tampilan yang tidak sempurna pada beberapa bagian
spesimen.
$erdasarkan literatur (errite dan pearlite terbentuk dengan reaksi eutectoid
dari austenit.
LAMPI4AN
#truktur Atom
*tom terdiri dari inti (terdiri dari proton dan neutron yang dikelilingi
oleh elektron.) Humlah elektron K %umlah proton) -lektron mengitari inti dalam
suatu orbit yang berada pada suatu kulit (shell ) Setiap kulit dapat terdiri dari
sub shell) Setiap kulit dapat terisi elektron sebanyak maksimum % n
%
5 -lektron
pada shell terluar dinamakan elektron valensi.
Proton5 partikel bermuatan listrik positi() massa 1)62# J 10
-!,
gram.
Neutron) partikel tak bermuatan listrik) massa 1)62" J 10
-!,
gram.
Elektron5 partikel bermuatan listrik negati() massa ?)11 J 10
-!4
gram.
N
E
*
Dimana
E K nama unsur
N K nomor atom K %umlah proton K %umlah elektron
* K nomor massa K Humlah proton O neutron
Ikatan atom
1 Di dalam suatu benda atom-atom saling berikatan
! *da beberapa macam model ikatan antar atom ini) di antaranya&
'katan ionik
'katan ko>alen
'katan logam
1 Kristal& susunan atom yang memperlihatkan keteraturan posisi dan
perulangan susunan (long range order.
2 Space lattice& %aringan tiga dimensi dari garis-garis ima%iner yang
menghubungkan inti-inti atom yang berdekatan dalam kristal
3 Unit cell& bagian terkecil dari space lattice yang bila disusun berulang
ke arah sumbu-sumbunya akan menyusun space lattice tersebut.
=nit cell ditentukan oleh lattice parameter yaitu # buah lattice
translation >ector dan # buah interaJial angle.
1 Arah kristalografi adalah arah dalam suatu kristal yang merupakan
garis ima%iner dari pusat sumbu ke suatu titik dengan koordinat tertentu
*rah garis yang menu%u titik dengan koordinat uvw dinamakan arah
6u78959oordinat dengan nilai negati( ditulis dengan memberi tanda
negati( diatasnya 6%%9!
1 *rah yang se%a%ar dinyatakan dengan indeks yang sama.
2 *rah yang e8ui>alen (sehubungan dengan simetri disebut masih
dalam satu keluarga arah dinyatakan dengan indeks :u78;!
3 $idang yang se%a%ar diberi nama dengan 'ndeks Miller yang sama
4 $idang yang identik (sehubungan dengan siPmetri disebut satu
keluarga bidang dinyatakan dengan indeks <hkl=!
5 Dalam sistem kubus) suatu arah kristalogra(i selalu normal terhadap
bidang dengan indeks Miller yang sama. *rah 6">>9 tegak lurus
terhadap bidang -">>.!
6 Pada sistem heJagonal) bidang dapat dinyatakan dgn indeks Miller-
$ra>ais -hkil. dimana i ? ' -h @ k.!
7 9ristal dibedakan dari system kristalnya dan parameter kristal.
8 Setiap logam biasanya membeku dengan membentuk kristal tertentu)
karenanya kristal dapat digunakan untuk mengidenti(ikasi suatu logam
9 *da beberapa unsur;logam yang dapat di%umpai dalam bentuk kristal
lebih dari satu polymorphy
1 Si(at polymorphy ini ada irre>ersibel ada yang re>ersibel Allotrophy
11 Diameter atom K %arak antara ! inti atom terdekat.
12 .olume atom dalam tiap unit cell)
/atom ? N A ,B C ra / K %umlah atom dalam unit cell
1 /olume unit (ell5 >olume satuan dari sistem kristal.
! Pa(king 0a(tor K perbandingan >olume atom dalam unit cell dengan
>olume unit cell) menun%ukkan kepadatan susunan atom dalam suatu
sistem krista. PL K .atom;.sel
0,74
2 3


2 2r
r
3
16

V
V
PF
a
3
a
sel
atom
= = = =
Kristalisasi
1 terbentuknya kristal pada saat pembekuan) ter%adi dengan mekanisme&
1. Pembentukan inti atau pengintian (nucleation
Qmulai membentuk kristal dengan ukuran sangat kecil.
!. Pertumbuhan (growth
Qmakin banyak atom lain bergabung ke inti yang ada.
1 Pengintian dimulai dari tempat yang paling dingin) kemudian tumbuh
ke arah yang lebih panas.
! Pengintian biasanya ter%adi di banyak tempat) sehingga %uga terbentuk
banyak butiran kristal (polycrystalin.
# Pertumbuhan kristal ter%adi dengan bergabungnya atom lain dari li8uid
ke kristal yang ada.
, Pertumbuhan dapat ter%adi ke segala arah) terutama ke arah sumbu
kristal. 9ristal tumbuh seperti pohon (dendrit) dari batang tumbuh
cabang dan ranting.
"
" Pembekuan selesai bila semua atom li8uid sudah bergabung dalam
kristal) butiran kristal bertemu dengan butiran kristal lain.
7riclinic Three uneDual aAes5 no t8o of 8hi(h are
$er$en&i(ular aE)E( FEGEgE H>o
! Monoclinic Three uneDual aAes5 one of 8hi(h is
$er$en&i(ular to the other t8o5
aE)E( F ? G ? H>o E g
# 6rthorhombic Three uneDual aAes5 all $er$en&i(ular a E ) E
( F ? G ? g ? H>o
, Dhombohedral Three eDual aAes5 not at right angles a ? ) ?
( F E G E g E H>o
" 3eJagonal Three eDual (o$lanar aAes at "%>o an& a
fourth uneDual aAis $er$en&i(ular to their
$lane a ? ) E ( F?G ? H>o g ? "%>o
6 7etragonal 7hree perpendicular aJes) only two e8ual a K b R
c S K T K g K ?0o
2 1ubic 7hree e8ual aJes) mutually perpendicular a K b K
c S K T K g K ?0o