Anda di halaman 1dari 9

KIMIA FISIKA 3

ELEKTROKIMIA
OLEH :
KELOMPOK 11
RATIH NOVIYANTI (1113031028)
NI MADE ERNA PURNAMA DEWI (1113031029)
NI PUTU DIKA WILYANA DEWI
(11130310!)
"URUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PEN#ETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN #ANESHA
SIN#ARA"A
2013
ELEKTROKIMIA
Elektrokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang memperlajari hubungan timbal balik
antara reaksi kimia dan gejala aliran listrik. Arus listrik merupakan aliran sesuatu yang
bermuatan seperti elektron. Reaksi yabg berhubungan dengan adanya aliran elektron adalah
reaksi yang melibatkan pelepasan dan penerimaan electron atau yang kita kenal dengan reaksi
reduksi dan oksidasi (redoks). Reaksi dalam elektokimia dibagi menjadi dua Sel galvani dan Sel
elektrolisis.
Sel Elektrokimia
Sel elektrokimia terdiri dari sepasang elektroda yang dicelupkan ke dalam suatu lelehan
atau larutan ion dan dihubungkan dengan pengantar logam pada rangkaian luar. Sel elektrokimia
dapat berupa sel gavani dan sel elektrolisis. Sel galvani atau sel volta merupakan sel elektrokimia
yang dapat menghasilkan energy listrik yang disebabkan oleh terjadinya reaksi redoks yang
spontan, sedangkan sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang dengan adanya energy listrik
dari luar menyebabkan terjadinya reaksi kimia dari reaksi redoks yang semula tidak spontan.
Salah satu contoh sel elektrokimia adalah sel Daniell
!roses yang terjadi pada sel Daniell adalah
". Reaksi pada anoda adalah reaksi oksidasi logam #n menjadi ion #n
$%
dan melepaskan
electron. Reaksi #n #n
$%
%$e
&
$. Elektrin yang dilepaskan mengalir dari logam #n menuju elektroda tembaga melalui
ka'at penghantar dan bereaksi dengan ion (u
$%
menjadi logam (u sehingga (u semakin
banyak dan 'arna larutan (uS)* menjadi semakin pucat. Reaksi (u
$%
$e
&
(u
+. ,on&ion #n
$%
memasuki larutan dan berdi-usi menjauhi lembaran #n dan bersama&sama
ion&ion .
%
yang terdapat dalam jembatan garam menuju elektroda tembaga.
*. ,on&ion S)*
$&
yang ditinggalkan ion (u menjauhi elektroda tembaga dan bersama&sama io
(l
&
yang terdapat dalam jembatan garam berdi-usi melalui jembatan garam menuju
elektroda seng.
Selama reaksi seluruh ion negati- bergerak menuju elektroda seng (anoda) dan seluruh ion
positi- bergerak menuju elektroda tembaga (katoda). Aliran electron yang seara terarah dalam
larutan dikenal sebagai rangkaian dalam dan aliran electron le'at ka'at penghantar dikenal
sebgai rangkaian luar.
Jenis - Jenis Elektroda
1. Elektroda Gas
!ada elektroda gas, gas berkesetimbangan dengan ionnya dalam larutan. Sebagai
penghubung menuju rangkaian luar digunakan logam inert.contoh dari elektroda ini
adalah elektoda hydrogen dan elektroda klor. !ada elektroda hydrogen terdiri dari logam
!t yang dicelupakn dalam larutan yang mengandung ion /
%
dan dialiri gas idrogen pada
tekanan " atm. Reaksinya $/
%
% $e
&
/$. Diagram atau notasinya !t0/$(g)0/
%
(a1).
2ambar
2. Elektroda Oksidasi-Reduksi
Sesungguhnya semua elektroda melibatkan setengah reaksi oksidasi&reduksi. 3api,
hanya untuk istilah elektroda redoks biasnya digunakan untuk elektroda yang setengah
reaksi redoksnya melibatkan dua spesi yang ada dalam larutan yang sama. (ontoh dari
elektroda ini adalah !t yang dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion&ion 4e
$%
dan 4e
+%
. Reaksi setengah&reaksi 4e
+%
% e
&
4e
$%
. 5otasi setengah selnya adalah !t|
4e
+%,
4e
$%
. 2ambar
. Elektroda Lo!am-Ion Lo!am
Elektroda imi terdiri dari logam yang dicelupkan dalam larutan yang mengandung
ion&ion logam tersebut dan atom&atom logamnya ikut berperan dalam reaksi kimia.
(ontohnya logam (u dicelupkan ke dalam (uS)*. Diagram elektroda (u
$%
0(u. Reaksi
(u
$%
(a1) % $e
&
(u(s). logam&logam yang dapatmengalami reaksi selain dari reaksi
setengah sel yang diharapkan tiak dapat digunakan. 6adi, logam&logam yang dapat
bereaksi dengan pelarut tidak dapat digunakan. 7ogam&logam golongan ,A dan ,,A
seperti 5a dan (a dapat bereaksi dengan air, oleh karena itu tidak dapat digunakan.
". Elektroda Amal!am
Elektroda amalgam hamper sama dengan elektroda logam&ion logam, bedanya
hanya pada penggunaan amalgam yangmana logam dicelupkan dalam merkuri untuk
mengurangi aktivitasnya. .ontak dengan rangkaian luar digunakan ka'at platina yang
dicelupkan dalam kolam amalgam. !ada elektroda amalgam, merkuri tidak berperan
dalam reaksi kimia dan logam akti- seperti 5a8 ., (a, dan sebagainya dapat digunakan.
Reaksi elektroda 5a&amalgam 5a
%
% $e
&
5a(/g).
#. Elektroda Lo!am-Garam Tidak Larut
!ada elektroda ini logam kontak dengan garamnya yang sukar larut yang
selanjutnya berhubungan larutan yang mengandung anion dari garam tersebut. Elektroda
ini dibagi mejadi dua yaitu
a. Elektroda $erak-$erak Klorida
!ada elektroda ini, logam perak kontak dengan padatan perak klorida yang
merupakan garam yang sukar larut. .eseluruhannya dicelupkan ke dalam .alium klorida
(.(l). Diagram atau notasinya Ag0Ag(l(s)0(l
&
b. Elektroda Kalomel
!ada elektroda ini, raksa (/g) ada dalam keadaan kontak dengan raksa (,) klorida,
/g(l$ (kalomel) yang dicelupkan ke dalam larutan .(l 9," m atau .(l jenuh.
Sel Elektrokimia
3idak semua elektroda dapat digabungkan dalam larutan yang sama. 6ika kedua elektroda
dipisahkan oleh larutan yang berbeda maka harus dijaga agar antar kedua larutan memungkinkan
terjadi hantaran ionik antara dua setengah sel, tetapi tetap mencegah pencampuran kedua larutan
pada setengah sel.
Gam%ar susunan elektroda
:ntuk menghubungkjan larutan pada setengah sel biasanya digunakan jembatan garam(.(7).
Sel ini dapat ditulis
.
$ +
$ $
Pt Fe Fe Cl Cl Hg Hg Pt

Dua garis vertikal menunjukkan
jembatan garam yang menghubungkan kedua larutan pda setengah sel .
$en!ukuran &eda $otensial 'EM( )
;eda potensial atau elektromotive -orce (E<4) atau gaya gerak listrik (227) dapat
diukur menggunakan voltmeter. !enggunaan voltmeter biasa untuk pengukuran E<4 sel tidak
teliti karena ada arus dari sel yang melallui voltmeter yang menyebabkan perubahan E<4. (ara
pengukuran E<4 sel yang lebih teliti adalah dengan menggunakan alat sebagai berikut
a) =oltmeter bertahanan tinggi (mencapai "9
>
)hm)
b) =alve voltmeter (D( ampli-iers)
c) !otensiometer
!engukuran E<4 dengan ketiga alat ini menyebabkan tidak ada arus atau hanya sedikit arus
yang diambil dari sel .
!enggunaan potensiometer untuk pengukuran E<4 menggunakan rancangan alat sesuia prinsip
!ogegendor-. <enurut cara ini E<4 sel yang diukur diimbnagi oleh E<4 yang sama dari
sumber lain, seperti gambar berikut ini
;( adalah ka'at tahanan yang seragam yang dihubungkan dengan baterai A, : adalah sel yang
akan diukur E<4 nya, 2 adalah 2alvanometer, D adalah kontak geser. .ontak geser D digeser
agar arus tidak melalui 2(, ? 9). Sehingga E<4 sel tepat diimbangi oleh penurunan potensial
antara ; dan ( oleh karena itu
BC
BD
EMFA
EMFsel
=
.emudian sel diganti dengan sel standar yang telah diketahui E<4&nya dengan tepat. Sebagai sel
standra biasanya digunakan sel @eston dengan E<4 sel ? ".9"A volt pada $>
9
(. Seperti proses
diatas terjadi kesetimbangan ketika
BX
BD
dar EMFs
EMFsel
=
tan
$OTE*SIAL ELEKTRO+A STA*+AR
Elektroda $em%andin!
Suatu sel terdiri atas dua elektroda yang dihubungkan dengan ka'at pengantar jembatan
garam. !otensial selnya merupakan jumlah dari potensial kedua elektroda dan pengukurannya
dengan beda potensial antara kedua. :ntuk dapat menentukan besarnya potensial elektroda
tunggal, elektroda ini dihubungkan dengan elektroda pembanding dan diukur potensial (E<4)
selnya. Sebagai elektroda pembanding, mula&mula dipakai elektroda gas hidrogen yang
potensialnya ditetapkan nol volt. Dan elektroda lainnya adalah elektroda kalomel.
Elektroda hidrogen dirasa kurang praktis karena
& 7empengan !t mudah diracuni oleh larutan maupun gas hidrogen
& !otensial elektroda dipengaruhi oksidator dan reduktor yang ada dalam larutan
& !otensial elektroda dipengaruhi oleh tekanan
!otensial elektroda kalomel ditentukan secara teliti terhadap elektroda hidrogen standar.
Elektroda kalomel terdiri atas air raksa yang di atasnya ditutup dengan kalomel dan larutan .(l.
;erdasarkan konsentrasi .(l elektroda kalomel dibedakan menjadi tiga
& Elektroda kalomel jenuh E
9
? 9,$*9> volt
& Elektroda kalomel "< E
9
? 9,$A99 volt
& Elektroda kalomel 9,"< E
9
? 9,+++A volt
$enentuan $otensial Elektroda Standar
,:!A( menetapkan potensial elektroda sebagai potensial reduksi. !otensial elektroda
standar dapat diperoleh dengan menggabungkan elektroda tersebut dengan elektroda
pembanding. Elektroda tersebut memiliki kecendrungan untuk menyumbangkan atau menerima
elektron relati- terhadap elektroda pembanding. 6ika elektroda kedua cendrung menerima
elektron, maka potensial elektroda tersebut bertenda positi- (sebagai katoda) dan begitu pula
sebaliknya akan bertanda negati- (sebagai anoda) bila melepas elektron.
Ke!unaan $otensial Elektroda Standar
!otensial elektroda standar berguna untuk menentukan Esel dan arah aliran elektron.
Sebagai contoh Ag 0 Ag(l(s) 0 /(l 00 (l$ 0 !t. Satu di antara kedua elektroda sebagai anoda dan
yang lain sebagai katoda. Diagram sel di atas benar apabila menghasilkan nilai Esel yang positi-
dan apabila menghasilkan Esel negati-, maka diagram sel terbalik.
+A(TAR $,STAKA
<ulyani, S., B /endra'an. ($99>). Kimia Fisiska 2. <alang :niversitas 5egeri <alang.
Suardana, ,., B Retug, 5. ($99+). KIMIA FISIKA III. Singaraja ,.,! 5egeri Singaraja.