Anda di halaman 1dari 10

Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakn untuk mengukur kuat arus dan beda

potensial listrik yang relatif kecil. Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat
arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena komponen-komponen internalnya
yang tidak mendukung . Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda
potensial listrik yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada
voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt).

Konsep Dasar Listrik

Dalam mempelajari lsitrik, maka konsep dasar listrik sangatlah diperlukan. Konsep dasar listrik
tersebut meliputi konsep tentang arus listrik, konsep tentang beda potensial listrik dan konsep
tentang hambatan listrik. Untuk lebih jelas terkait dengan konsep dasar listrik, perhatikanlah
ilustrasi sederhana berikut ini


Dari ilustrasi di atas terlihat bahwa dalam suatu rangkaian listrik sederhana terdapat tiga buah
unsur pokok, yaitu beda potensial, kuar arus listrk, dan hambatan listrik. Dari tiga konsep dasar
ini, maka akan berkembang hal yang lebih luas, seperti energi listrik, dala listrik, efisiensi, dan
lain sebagainya.

Macam-macam Galvanometer

1. Galvanometer Balistik.
Untuk mengukur fluksi maknit digunakan galvanometer balistik, dimana galvanometer ini
bekerja menggunakan prinsip d Arsonval dan dirancang khusus untuk pemakaian selama 20
30 sekon dengan kepekaan tinggi.
Pada pengukuran balistik ini, kumparan menerima suatu impuls arus sesaat, mengakibatkan
kumparan berayun ke satu sisi dan kemudian kembali berhenti dalam gerakan berosilasi.
Jika impuls arus berlangsung singkat, maka defleksi mula-mula dari posisi berhenti berbanding
lurus dengan kuantitas pengosongan muatan listrik melalui kumparan. Nilai relatif impuls arus
yang diukur dalam defleksi sudut mula-mula dari kumparan adalah :
Q = K
Dimana:
Q = muatan listrik ( coulomb )
K = kepekaan galvanometer ( coulomb / radian defleksi )
= defleksi sudut kumparan ( radian )
Harga kepekaan galvanometer ( K ), dipengaruhi oleh redaman dan besarnya diperoleh secara
eksperimental, melalui pemeriksaan kalibrasi pada kondisi pemakaian yang nyata.
Untuk mengkalibrasi galvanometer, digunakan beberapa metoda, yaitu :
1. metoda kapasitor.
2. metoda solenoida.
3. metoda induktansi bersama.

Jika arus primer ( I ) arahnya dibalik ( dari + I menjadi - I ), akan terjadi penyimpangan
galvanometer ( ) sebanding dengan konstanta-konstanta rangkaian dan kepekaan galvanometer
( K ). Akibat perubahan arah arus ini, besar muatan total di dalam rangkaian adalah :
Q =
Dimana:
M = induktansi bersama (Henry atau H)
R = tahanan total rangkaian (ohm atau )
Pengukuran fluksi menggunakan galvanometer balistik yang sudah dikalibrasi,
ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2. Pengukuran fluksi menggunakan galvanometer.
Dari gambar, dapat dilihat bahwa galvanometer balistik dihubungkan seri dengan sebuah tahanan
variabel dan sebuah kumparan yang melilit maknit permanent yang akan ditentukan fluksinya.
Tahanan variabel diatur untuk menghasilkan redaman kritis bagi galvanometer.
Adapun prinsip pengukuran galvanometer balistik, antara lain:
Jika maknit permanen dilepas dengan cepat dari kumparan, maka akan dihasilkan suatu
impuls arus yang menyebabkan galvanometer menyimpang.
a. Kuantitas muatan melalui galvanometer balistik berbanding lurus dengan fluksi total (
) maknit permanen dan jumlah lilitan kumparan ( N ) dan berbanding terbalik dengan
tahanan total rangkaian ( R ), dan secara matematis :
b. Subtitusikan persamaan di atas sehingga diperoleh defleksi galvanometer ( ):

c. Dari persamaan di atas untuk suatu harga Q , dapat diperoleh harga yang besarnya :

Catatan:
Faktor kepekaan K harus dievaluasi terhadap tahanan rangkaian yang digunakan pada setiap
pengukuran.

2. Galvanometer Suspensi ( Suspension Galvanometer ).
Pengukuran-pengukuran arus searah sebelumnya menggunakan galvanometer sistem gantungan,
yang merupakan pelopor instrumen kumparan putar, sebagai dasar pada umumnya instrumen
penunjuk arus searah yang dipakai secara luas saat ini. Dengan beberapa penyempurnaan,
Galvanometer suspensi masih digunakan untuk pengukuran-pengukuran laboratorium
sensitivitas tinggi tertentu, jika keinda-han instrumen bukan merupakan masalah dan portabilitas
bukan menjadi prioritas


Sensitivitas galvanometer.

Untuk menyatakan sensitivitas sebuah galvanometer, umumnya digunakan tiga buah defenisi,
yaitu :
1. Sensitivitas arus ( current sensitivity )
2. Sensitivitas tegangan ( voltage sensitivity )
3. Sensitivitas mega-ohm ( megohm sensitivity )
4. Sensitivitas balistik.

1. Sensitivitas Arus, didefinisikan sebagai :
Perbandingan defleksi galvanometer terhadap arus yang menghasilkan defleksi tersebut. Untuk
galvanometer yang skalanya tidak dikalibrasi dalam milimeter ( mm ), defleksi dapat dinyatakan
dalam bagian skala, maka sensitivitas arus :

Dimana:
d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm.
I = arus galvanometer dalam mikroamper ( A )

2. Sensitivitas Tegangan, didefinisikan sebagai : Perbandingan defleksi galvanometer terhadap
tegangan yang menghasilkan-nya, jadi :

Dimana:
d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm.
V = tegangan yang diberikan ke galvanometer dalam milivolt ( mV ).
Adalah lazim untuk memandang galvanometer bersama-sama dengan tahanan redaman kritis (
CDRX ) dan kebanyakan pabrik menyatakan sensitivitas tegangan dalam mm / mV.

3. Sensitivitas Mega-ohm, didefinisikan sebagai :
Tahanan ( dalam mega-ohm ) yang dihubungkan seri dengan galvanometer , agar menghasilkan
defleksi sebesar satu bagian skala bilamana tegangan sebesar 1 V diberikan ke rangkaian
tersebut.
Karena tahanan ekivalen dari galvanometer yang diparalelkan diabaikan terhadap tahanan (
dalam mega-ohm ) yang seri dengannya, maka arus masuk praktis sama dengan 1 / R ( A ) dan
menghasilkan defleksi satu bagian. Secara numerik, sensitivitas mega-ohm sama dengan
sensitivitas arus ;

Dimana:
d = defleksi galvanometer dalam bagian skala atau mm
I = arus galvanometer dalam mikroamper ( A ).

4. Sensitivitas Balistik Sensitivitas ini ditemukan pada galvanometer balistik dan didefinisikan
sebagai : Perbandingan defleksi maksimal galvanometer ( d
m
) terhadap jumlah muatan listrik ( Q
), jadi :

Dimana:
d
m
= defleksi maksimal galvanometer dalam bagian skala atau mm.
Q = muatan listrik dalam mikrocoulomb ( C ).

Dalam dunia kelistrikan, Galvanometer sejenis dengan ammeter / amperemeter dan merupakan
suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus yang melalui suatu cabang.
Kebanyakan galvanometer menggunakan prinsip momen yang berlaku pada kumparan di dalam
medan magnet. Galvanometer akan menghasilkan perputaran jarum penunjuk sebagai hasil dari
arus listrik yang mengalir melalui lilitannya.

Pada mulanya bentuk galvanometer seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang
diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Kawat dan jarum diantara
keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Akibat adanya arus
listrik yang mengalir melalui kawat akan tercipta medan magnet sehingga arah jarum magnet di
dekat kawat akan bergeser arah jarum magnetnya. Kepekaan galvanometer semacam ini
bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical dengan jarum
kompas ditengahnya. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890,
yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada saat ini.

Teori Galvanometer
Galvanometer selalu berorientasi sehingga letak kumparan selalu paralel dengan garis magnetik
meridian lokal, yang tak lain adalah komponen horisontal B
H
dari medan magnetik bumi. Saat
arus mengalir melalui kumparan galvanometer, medan magnet lain (B) tercipta dan posisinya
tegak lurus dengan kumparan. Kekuatan medan magnetnya dirumuskan sebagai:

Dimana
I adalah arus dalam satuan ampere,
n adalah jumlah lilitan kumparan
r adalah jari-jari kumparan.

Kedua medan magnet yang saling tegak lurus akan menghasilkan resultan secara vektor dan
jarum penunjuk akan menunjuk arah resultan kedua vektor tersebut dengan sudut:

Dari hukum tanget, , dengan kata lain.

atau

atau , dimana K disebut sebagai faktor reduksi dari tangen galvanometer.
Salah satu masalah dengan tangen galvanometer adalah resolusi degradasinya berada pada arus
tinggi dan arus rendah (coba lihat grafik tangen). Resolusi maksimum didapatkan saat bernilai
45. Saat nilai dekat dengan 0 atau 90, perubahan prosentase signikikan di aliran arus akan
mengakibatkan jarum bergerak beberapa derajat.


Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan
beda potensial listrik yang relatif kecil. Galvanometer tidak dapat digunakan untuk
mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena
komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung . Gambar dibawah ini
memperlihatkan bahwa galvanometer hanya dapat mengukur arus maupun tegangan
yang relative rendah.

Tegangan yang diukur sekitar 1 volt

Tegangan yang diukur sekitar 24 volt, dan galvanometer RUSAK!

Galvanometer bisa digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik
yang besar, jika pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada
voltmeter disebut hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan
shunt).


GALVANOMETER dengan HAMBATAN SHUNT
Galvanometer dengan hambatan shunt adalah ampermeter. Dalam pemasangannya,
ampermeter ini harus dihubungkan paralel dengan sebuah hambatan shunt Rsh.
Pemasangan hambatan shunt ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan batas ukur
galvanometer agar dapat mengukur kuat arus listrik yang lebih besar dari nilai
standarnya.

Pemasangan Galvanometer dengan hambatan shunt

Ketika arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet akan
timbul gaya lorentz yang menggerakkan jarum penunjuk hingga menyimpang. Apabila
arus yang melewati kumparan agak besar, maka gaya yang timbul juga akan
membesar sedemikian sehingga penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih besar.
Demikian sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan
dikembalikan ke posisi semula oleh sebuah pegas.

GALVANOMETER dengan HAMBATAN DEPAN (MULTIPLIER)
Galvanometer dengan hambatan depan adalah voltmeter. Sebuah galvanometer dan
sebuah hambatan eksternal Rx yang dipasang seri. Adapun tujuan pemasangan
hambatan Rx ini tidak lain adalah untuk meningkatkan batas ukur galvanometer,
sehingga dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang lebih besar dari nilai
standarnya.

Pemasangan Galvanometer dengan hambatan depan (multiplier)

Fungsi multiplier adalah menahan arus agar tegangan yang terjadi pada galvanometer
tidak melebihi kapasitas maksimum, sehingga sebagian tegangan akan berkumpul pada
multiplier. Dengan demikian kemampuan mengukurnya menjadi lebih besar.

CARA KERJA GALVANOMETER
Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan
menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada
muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya
Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari,
menunjukan arah gaya Lorentz . Jari telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B).
Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah
dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah
arus.


Cara kerjanya galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas,
maka kumparannya tidak berputar. Karena muatan dalam magnet dapat berubaha
karena arus listrik yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai
untuk arus searah, tetapi prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.

Cara kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya
Lorents sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan
yang saling berhadapan. Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk
silinder membentuk statu kumparan, dan diletakkan diantara diantara kutub-kutub
sebuah magnet hermanen. Arus listrik memasuki dan meninggalkan kumparan melalui
pegas spiral yang terpasang di atas dan di bawah kumparan. Maka sisi kumparan yang
dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente yang sama
tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran
kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar
dengan sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk
menunjuk pada skala tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar
arus listrik yang diukur.