Anda di halaman 1dari 21

BAB II

LANDASAN TEORI

1. Pengetahuan
Definisi
merupakan hasil dari tahu, dan terjadi
setelah orang melakukan penginderaan
terhadap suatu obyek tertentu.
Penginderaan terjadi melalui panca
indera manusia, yakni indera penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
(Notoatmojo, 2007)

TINGKAT PENGETAHUAN

1. Tahu (know)
2. Memahami (comprehension)
3. Aplikasi (application)
4. Analisis (analysis)
5. Sintesis (synthesis)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pengetahuan

1. Intelegensi
2. Pendidikan
3. Pengalaman
4. Informasi
5. Kepercayaan
6. Umur
7. Sosial budaya
8. Status sosial ekonomi
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan
wawancara atau kuesioner yang menanyakan
tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek
penelitian atau responden. ( Notoatmodjo, S. 2007 )

2. RUMAH SEHAT
Pengertian Rumah Sehat

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
4 Tahun 1992, rumah adalah bangunan yang
berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan
sarana pembinaan keluarga. Sedangkan yang
dimaksud dengan Sehat menurut World Health
Organization (WHO) Sehat adalah suatu keadaan
yang sempurna baik fisik, mental, maupun Sosial
Budaya, bukan hanya keadaan yang bebas dari
penyakit dan kelemahan (kecacatan).

SYARAT RUMAH SEHAT

A. Memenuhi Kebutuhan Fisiologis
1. Pencahayaan yang cukup sebesar 60 120 lux. Luas
jendela yang baik minimal 10% - 20% dari luas lantai

2. Ventilasi yang cukup, ukuran ventilasi memenuhi syarat
yaitu 10% luas lantai.

3. Tidak terganggu oleh suara dari dalam maupun luar
rumah.

4. Cukup tempat bermain belajar untuk anak-anak.
(Kepmenkes, 1999)

B. Memenuhi Kebutuhan Psikologis

1. Tiap anggota keluarga terjamin ketenangan dan
kebebasannya.
2. Memenuhi ruang tempat berkumpul keluarga.
3. Lingkungan sesuai, homogen, tidak ada
perbedaan tingkat yang drastis.
4. Jumlah kamar tidur dan pengaturannya
disesuaikan dengan umur dan jenis kelaminnya.
5. Mempunyai WC dan kamar mandi.

C. PENCEGAHAN PENULARAN
PENYAKIT

1. Tersedia air minum yang cukup dan memenuhi
syarat kesehatan.
2. Tidak memberi kesempatan nyamuk, lalat atau
binatang lain bersarang.
3. Pembuangan kotoran atau tinja dan limbah
memenuhi syarat kesehatan.
4. Pembuangan sampah pada tempatnya.
5. Luas kamar tidur minimal 8,5 m
2
perorang dan
tinggi langit 2,75m.
6. Tempat memasak, menyimpan makanan
hendaknya bebas dari pencemaran atau
gangguan binatang serangga atau debu.

D. PENCEGAHAN TERJADINYA
KECELAKAAN

1. Cukup ventilasi untuk pertukaran dengan udara
segar.
2. Cukup cahaya dalam ruangan agar tidak terjadi
kecelakaan.
3. Rumah dijauhkan dari pohon besar yang rapuh atau
mudah runtuh.
4. Lantai rumah selalu basah (kamar mandi) jangan
licin / lumutan.
5. Bangunan terbuat dari bahan tahan api.
6. Bahan beracun disimpan rapi, jangan sampai
terjangkau anak-anak.
7. Rumah jauh dari lokasu industri yang mencemari
lingkungan.

MENURUT KEPUTUSAN MENTERI
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 829 / MENKES/SK/VII/1999
A. Lokasi
1. Tidak terletak pada daerah yang rawan bencana
alam
2. Tidak terletak pada daerah yang kotor dan
terkontaminasi
3. Tidak terletak pada daerah yang rawan
kecelakaan dan daerah yang mudah terjadi
kebakaran

SARANA DAN PRASARANA
LINGKUNGAN

1. Memiliki sarana taman bermain
2. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi
tempat perindukan vektor
3. Memiliki sarana jalan lingkungan yang tidak
membahayakan bagi kesehatan, pejalan kaki
dan penyandang cacat.
4. Tersedia sumber air bersih

5. Pengelolaan serta pembuangan kotoran manusia
dan berbagai limbah memenuhi persyaratan
kesehatan
6. Pengelolaan pembuangan sampah rumah
tangga memenuhi persyaratan kesehatan,
7. Memiliki akses terhadap berbagai sarana
pelayanan umum dan sosial
8. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin
keamanan serta keselamatan

MENURUT DINKES (2005), MINIMUM
YANG MEMENUHI KRITERIA SEHAT
1. Minimum dari kelompok rumah adalah langit-
langit, dinding lantai, jendela kamar tidur, jendela
ruang keluarga, ventilasi, sarana pembuangan
asap dapur dan pencahayaan.

2. Minimum dari kelompok sarana sanitasi adalah
sarana air bersih, jamban (sarana pembuangan
kotoran), Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL)
dan sarana pembuangan sampah.

Sanitasi rumah erat kaitannya dengan angka
kesakitan penyakit menular, terutama ISPA.
Lingkungan perumahan sangat berpengaruh pada
terjadinya dan tersebarnya ISPA. Rumah tidak sehat
dapat menjadi reservoir penyakit bagi seluruh
lingkungan, jika kondisi tidak sehat bukan hanya
pada satu rumah tetapi pada kumpulan rumah
(lingkungan pemukiman).

Timbulnya permasalahan kesehatan di
lingkungan pemukiman disebabkan karena tingkat
kemampuan ekonomi masyarakat yang rendah,
karena rumah dibangun berdasarkan kemampuan
keuangan penghuninya


INDIKATOR PENILAIAN RUMAH
SEHAT

1. Komponen Rumah
a. Atap
b. Dinding
c. Lantai
d. Ventilasi
e. Lubang asap dapur
f. Pencahayaan
g. Kepadatan penghuni

2. SARANA SANITASI

a. Sarana air bersih
b. Jamban
c. Sarana pembuangan air limbah
d. Sarana pembuangan sampah

KERANGKA TEORI
MENURUT NOTOATMODJO, 2003















Sosial ekonomi
Informasi
Pengalaman
Umur
Sosial budaya
Intelegensi
Pengetahuan

Pendidikan
KERANGKA KONSEP








Pendidikan
Sosial ekonomi
Informasi
Pengetahuan Tentang
Rumah Sehat
Sosial budaya

Diagnosis Operasional
Variabel DO Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala Ukur
Pengetahuan
tentang rumah
sehat

Pengetahuan responden tentang
pengertian dan konsep rumah
sehat yaitu rumah yang memenuhi
kriteria kesehatan, artinya bagian-
bagian rumah yang
mempengaruhi kesehatan
keluarga seperti :
- Lantai rumah baik,
. Dinding rumah yang baik,
- Atap rumah yang baik, -Ventilasi
rumah
- Pencahayaan rumah
- Lubang asap dapur
-Padatan hunian
-Jamban yang
- Air bersih
- Sarana pembuangan air limbah
- Sarana pembuangan sampah
(Dinkes, 2005)

Kuesioner Wawancara
terpimpin
1. Tinggi jika nilai
jawabannya
dari median.
2. Rendah jika nilai
jawabannya <
median
Median = 22,5









Ordinal
Pendidikan







Sosial ekonomi






Informasi
Pendidikan terakhir yang telah
diselesaikan oleh responden saat
dilakukan wawancara.
(Notoatmodjo, 2003)








Penghasilan responden setiap
bulannya.
(Notoatmodjo, 2007)




Informasi yang di dapat
responden tentang rumah sehat
dalam bentuk media cetak,
elektronik dan petugas
kesehatan.
(Notoatmodjo, 2003)

Kuesioner
terpimpin








Kuisioner
terpimpin






Kuisioner
terpimpin
Wawancara









Wawancara







Wawancara
1. Tinggi : Diploma
S1
2. Menengah : SMA
dan Sederajat
3. Rendah : SMP
dan Sederajat
sampai Tidak
Sekolah


>Rp. 1.379.000 =
Tinggi
Rp. 1.379.000 =
Cukup
< Rp. 1.379.000 =
Rendah
Tidak berpenghasilan



- Baik= 7,5
- Kurang=<7,5
Ordinal











Ordinal





Ordinal

Sosial Budaya Suatu kebiasaan responden
yang dilakukan turun
temurun untuk
menciptakan rumah bersih
dan sehat,
seperti :
Membersihkan rumah
setiap hari,
Membuka jendela dipagi
hari.
(Notoatmodjo, 2003)



Kuisionerter
pimpin
Wawancara Baik = 3
Buruk = <3
Ordinal