Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

KONJUNGTIVITIS GONORE
OLEH :
MYKEL. P. KOLANUS
NRI : 070111184
PEMBIMBING :
Dr. Laya. M. Rares, Sp.M

BAGIAN / SMF ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2014

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan kasus dengan judul :
Konjungtivitis Gonore
Telah dikoreksi, di bacakan dan di setujui pada
Maret 2014
Mengetahui
Pembimbing

Dr. Laya. M. Rares, Sp.M

PENDAHULUAN

Konjungtiva merupakan suatu membran mukosa yang strukturnya sama dengan


membran mukosa mulut dan hidung, tetapi lebih lembut dan bening. 1 Karena letaknya yang
selalu berhubungan dengan dunia luar maka konjungtiva lebih sering terpapar terhadap
berbagai mikroorganisme dan substansi lain yang merusak, sehingga konjungtiva lebih mudah
mengalami peradangan. Peradangan yang mengenai jaringan konjungtiva disebut konjungtivitis,
yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, fungus dan alergi.1-4
Diperkirakan 10 % dari seluruh golongan umur penduduk Indonesia pernah menderita
konjungtivitis dan merupakan penyebab sakit mata utama dari penderita yang berkunjung di
poliklinik-poliklinik mata rumah sakit di Indonesia.5
Konjungtivis gonore adalah suatu radang konjungtiva akut dan hebat dengan sekret
purulen yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae. 3-5 penyakit ini dapat terjadi pada
bayi yang baru lahir dari ibu yang menderita servisitis gonore atau pada orang dewasa, infeksi
terjadi karena penularan pada konjungtiva melalui tangan dan alat-alat. 1
Berikut ini akan dilaporkan sebuah kasus konjungtivitis gonore pada seorang penderita
yang datang berobat ke Poliklinik Ilmu Penyakit Mata RSUP Malalayang pada tanggal 20
september 2013.

LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama

: BY. SB

Jenis kelamin

: laki laki

Umur

: 4 hari

Alamat

: Lapangan Lingkungan III

Suku

: Minahasa

Agama

: Kristen Protestan

Tanggal pemeriksaan : 20 September 2013


Anamnesis:
Keluhan utama:
Keluar kotoran mata berwarna kekuningan
Pada anamnesa didapatkan keluar kotoran mata berwarna kekuningan dialami penderita
sejak 2 hari setelah penderita lahir. Awalnya Keluhan bengkak pada kelopak mata dan berwarna
kemerahan di sekitar mata kemudian keluar kotoran mata berwarna kekuningan dengan jumlah
yang banyak dan seringkali berdarah saat penderita menangis. kemudian penderita di bawa
berobat ke RSUP Prof. R. D. Kandou.
Pemeriksaan Fisik
Ku: Cukup
Tanda vital
N 130x/m

R: 36x/m

S: 36,6

Status oftalmikus :
OD/S : Palpebra : edema (+)
Konjungtiva : palpebra hiperemis (+), injeksi konjungtival (+), sekret mukopurulen (+),
palpebra tegang (+), febris lokal.
Pemeriksaan Fix and follow: Sulit di evaluasi
Pemeriksaan Penunjang: Pewarnaan giemsa dari sekret mata ditemukan kuman diplokokus

Resume Masuk
Penderita laki-laki, umur 4 hari, datang ke Poliklinik Ilmu Penyakit Mata RSUP Malalayang
tanggal 20 September 2013 dengan keluhan utama kotoran mata berwarna kekuningan.

Anamnesa : Kotoran mata kekuningan dialami penderita sejak 2 hari sebelum berobat ke RS,
sekret + yang banyak berwarna kekuningan, blefarospasme +, bengkak +,
lakrimasi +. Keluhan pada mata kanan dan kiri
. Riwayat

kontak +.

Pemeriksaan Fisik : Status generalis dalam batas normal.


Status oftalmikus :
OD/S : edema palpebra (+), konjungtiva palpebra hiperemis (+), injeksi
konjungtival (+), sekret mukopurulen (+), palpebra tegang (+),
febris lokal.
Fix and follow: SDE
Diagnosa : Konjungtivitis Gonore
Terapi : - cefadroxil syr 3 x1/2 cth
- ofloxacin ed 1 x 1 gtt/ jam
- Membersihkan sekret mata dengan air matang
Prognosa : Dubia ad bonam

DISKUSI
Diagnosa konjungtivitis gonore ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik
dan ditunjang pemeriksaan laboratorium.1 Pada kasus ini, penderita didiagnosa sebagai
konjungtivitis gonore hanya berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik.
Pada anamnesa biasanya akan didapatkan keluhan-keluhan sebagai berikut :2,6,7
Kedua mata bengkak
Keluarnya kotoran mata yang berwarna kekuningan
blefarospasme (mata sukar dibuka).
Penderita dalam kasus ini mengeluhkan hampir semua hal-hal di atas. Pada anamnesa
didapatkan bahwa ibu penderita riwayat keluar sekret vagina yang berwarna kekuningan, yang
menandakan adanya riwayat kontak. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyebutkan
bahwa penyakit ini bersifat menular dan penularan terjadi akibat kontak langsung dengan sekret
konjungtiva.2,6,7
Pada pemeriksaan fisik biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut :1,2,6,7
edema palpebra.
sekret mukopurulen
hiperemi konjungtiva palpebra.
pelebaran pembuluh-pembuluh darah konjungtiva (injeksi konjungtiva).
.
Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan pada penderita hanya didapatkan edema
palpebra, hiperemi konjungtiva, injeksi konjungtiva dengan sekret mukopurulen yang banyak
sehingga kelopak matanya sukar dibuka terutama sewaktu bangun pagi.