Anda di halaman 1dari 2

i

ABSTRAK
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT PENYAKIT GINJAL KRONIK
DENGAN NILAI AGREGASI TROMBOSIT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU
MANADO
Tandi ME, Mongan AE, Manoppo F
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi, Manado

Latar Belakang : Penyakit ginjal kronis semakin banyak menarik perhatian dan makin banyak
dipelajari karena walaupun sudah mencapai gagal ginjal tahap akhir,penderita masih dapat
hidup panjang dengan kualitas hidup yang cukup baik di samping prevalensinya yang terus
meningkat sepanjang tahun. Salah satu keadaan pada penyakit ginjal kronik adalah uremia yang
merupakan sindrom klinik dan laboratorik yang terjadi pada organ. Pada uremia dilaporkan
terjadi gangguan pada fungsi trombosit, produksi prostasiklin dalam pembuluh darah akan
meningkat, dan kadar ureum berlebih dalam darah akan menjadi vasodilator potensial dan
antagonis agregasi trombosit.

Metode : Penelitian ini bersifat potong lintang analitik observasional. Sampel penelitian adalah
pasien rawat jalan yang terdiagnosis penyakit ginjal kronik di Poliklinik Nefrologi-Hipertensi
RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Desember-Februari 2014. Pasien yang
masuk dalam kriteria inklusi adalah pasien <80 tahun dan telah terdiagnosis penyakit ginjal
kronik dalam hal ini telah dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang oleh
dokter,menggunakan data rekam medik kreatinin-ureum dan juga dilakukan pemeriksaan darah
lengkap serta agregasi trombosit di Laboratorium Prokita Manado. Untuk analisis statistik
digunakan uji shapiro-wilk juga Pearson Correlations test.
Hasil : Terdapat 20 pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjadi sampel dalam
penelitian ini. Didapatkan bahwa pada terdapat hubungan antara nilai kreatinin-ureum dan hasil
agregasi pada trace ADP5 (P=0.004) sedangkan untuk nilai ADP10 tidak terdapat hubungan
yang signifikan (P=0,399).
Kesimpulan : Pada pasien penyakit ginjal kronik, nilai kreatinin-ureum dengan nilai agregasi
trombosit pada trace ADP5 mempunyai hubungan sedangkan pada trace ADP10 tidak
memiliki hubungan.
Kata Kunci : Penyakit ginjal kronik, agregasi trombosit.

ii

ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN DEGREE OF CHRONIC KIDNEY DISEASE AND
PLATELET AGGREGATION AT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO

Tandi ME, Mongan AE, Manoppo F
Clinical Pathology Medical Faculty
Sam Ratulangi University, Manado

Background : Chronic kidney disease has got a lot of attention and more widely studied
despite reached end stage renal failure, patients still live a long life with a fairly good quality of
life although the prevalence is increases throughout the year. one of the circumstances in
chronic kidney disease is uremia which is a clinical and laboratory syndrome that occurs in
organs. In uremia interference with platelet function, the production of prostacyclin in blood
vessels would increase, and excess urea levels in blood would be a potential vasodilator and
platelet aggregation antagonist.
Methods : An analytic observational cross-sectional study. Samples were patients that
diagnosed with chronic kidney disease at the Hospital Clinic of Nephrology-Hypertension Prof.
Dr. R. D. Kandou Manado in December to February 2014. Criteria included were patients < 80
years old and has been diagnosed with chronic kidney disease in this case had done a physical
examination and investigations by doctors, using medical record of urea-creatinine and also a
complete blood count and platelet aggregation in Prokita Laboratory Manado. For statistical
analysis used Shapiro-Wilk test also Pearson Correlations test.
Result : There were 20 patients with chronic kidney disease sampled in this study. It was found
that there is a relationship between of urea-creatinine and aggregation results in trace ADP5
(P = 0.004) while the value ADP10 no significant correlation (P = 0.399).
Conclusion : In chronic kidney disease patients, urea-creatinine with the value of platelet
aggregation in trace ADP5 had a relationship while in trace ADP10 had not a relationship.
Keywords : Chronic kidney disease, platelet aggregation.