Anda di halaman 1dari 12

Patofisiologi Kejang Demam

Suhu Tubuh
Menurun
Infeksi
Radang
Alergi
Obat
Pirogen
Mengerahkan sel
darah putih ke
lokasi infeksi
Sel Darah Putih
Memerangi Infeksi
Leukosit Meningkat
Infeksi dapat diatasi
Do not treat
Low grade
fever!
Bagaimana Demam terjadi?
Input
Ujung saraf & suhu
darah


Hypothalamus
Set point


Output
Suhu/temperatur tubuh
Thermostat Homothermal
37C/98.6F; pm > am
Hypothalamus
Mekanisme Pengaturan Suhu Tubuh
Suhu dingin Suhu panas
set point
meningkat
set point
menurun
mhasilkan
panas:
menggigil
mengerutkan
pembuluh darah -
> pucat


melepas
panas:
melebarkan
pembuluh
darah
bkeringat
nafas lebih
cepat
Hypothalamic - Pada Umumnya
Fisiologi
Mempertahankan hidup sel atau organ otak
energi metabolisme
Bahan baku metabolisme otak = glukosa
Sifat proses = oksidasi, oksigen disediakan fungsi
paru paru otak melalui kardiovaskuler
Sumber energi otak = glukosa, oksidasi CO2 dan
air
Fisiologi
Sel = dikelilingi membran, permukaan dalam = lipoid,
permukaan luar = ionik
Normal, membran sel neuron = dilalui mudah ion kalium (K+),
sangat sulit ion natrium (Na+) dan elektrolit lainnya
Konsentrasi K+ = tinggi, konsentrasi Na+ = rendah, di luar sel
neuron keadaan sebaliknya
Perbedaan dalam dan luar sel = perbedaan potensial
potensial membran sel neuron
Keseimbangan potensial membran energi + bantuan enzim
Na K ATPase
Keseimbangan potensial dirubah oleh adanya :
1. perubahan konsentrasi ion ekstraseluler
2. Rangsangan mendadak (mekanis, kimiawi atau aliran listrik)
3. Perubahan patofisiologi membran (penyakit atau keturunan)
Patofisiologi
Demam
Kenaikan suhu 1C kenaikan metabolisme
basal 10%-15% kebutuhan oksigen meningkat
20%
Anak 3 tahun, sirkulasi otak = 65% seluruh tubuh
(dewasa = 15%)
Kenaikan suhu tubuh perubahan
keseimbangan membran sel neuron difusi dari
ion Kalium maupun ion Natrium (melalui
membran) lepas muatan listrik
Patofisiologi
Lepas muatan listrik meluas ke seluruh sel
(membran sel tetangga dengan
neurotransmitter) kejang
Tiap anak = ambang kejang berbeda
anak ambang kejang rendah, kejang 38C
anak ambang kejang tinggi, kejang 40C atau
lebih
Patofisiologi
Kejang demam singkat = tidak berbahaya dan
tidak menimbulkan gejala sisa
Kejang berlangsung lama (> 15 menit)
apnea, > kebutuhan oksigen dan energi kontraksi
otot skelet hipoksemia, hiperkapnia, asidosis laktat
metabolisme anaerobik, hipotensi arterial, denyut
jantung tidak teratur
Suhu tubuh meningkat > aktifitas otot
metabolisme otak meningkat
Rangkaian kejadian di atas kerusakan neuron otak
(kejang lama)
Patofisiologi
Gangguan peredaran darah hipoksia
meninggikan permeabilitas kapiler edema
otak kerusakan sel neuron otak
Kerusakan mesial lobus temporalis kejang
lama matang di kemudian hari
serangan epilepsi spontan
Sumber
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Ilmu
Kesehatan Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak
FKUI Jakarta. 1985 : 25, 847 855.