Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nur Afifah Hidayah R

Kelas : 7A
Nomer : 18

RUMAH ADAT BAILEO





BAILEO - Rumah Adat Maluku
Indonesia sungguh negara yang sangat kaya baik alamnya maupun
kebudayaannya. Di setiap tempat, di setiap suku bangsa, pasti terdapat kearifan
lokal yang menjadi harta berharga bagi Indonesia, salah satunya adalah rumah
adat. Keberadaan rumah adat sebagai bentuk material kebudayaan yang sangat
beragam di setiap daerah/provinsi di Indonesia mempunyai makna yang penting
dalam perspektif sejarah, warisan, dan kemajuan masyarakat dalam sebuah
peradaban. Rumah adat di provinsi di Indonesia menjadi representasi kebudayaan
yang paling tinggi di dalam sebuah komunitas masyarakat di daerah tertentu.
Kali ini kita menuju Indonesia bagian Timur, tepatnya ke Maluku. Rumah
Adat Baileo merupakan rumah adat di daerah Maluku. Rumah Baileo sebagai
representasi masyarakat Maluku memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan
Masyarakat Maluku. Salah satu fungsi utama dari Baileo adalah sebagai tempat
berkumpul warga. Warga berkumpul di Baileo untuk berdiskusi tentang masalah
yang sedang terjadi atau dihadapi. Fungsi lain dari Rumah Baileo adalah sebagai
tempat menyimpan pusaka keramat, dan tempat upacara.
Baileo secara etimologis dalam Bahasa Indonesia berarti "balai". Nama Baileo
diambil sebagai nama rumah adat ini memang berdasarkan pada fungsi utama
rumah baileo yaitu sebagai tempat untuk berkumpul dan bermusyawarah. Berarti
baileo merupakan sebuah tempat yang mewujudkan terciptanya demokrasi di
Daerah Maluku.
Filosofi Rumah Adat Baileo
Rumah Baileo memiliki ciri yang membedakan dengan rumah adat lain. Pertama,
Di depan pintu tepat di muka pintu rumah terdapat batu pamali yang menunjukan
bahwa rumah itu adalah balai adat.
Batu pamalai merupakan tempat untuk menyimpan sesaji.
Selain itu, balai adat ini merupakan bangunan induk anjungan. Tiang-tiang yang
menyangga rumah berjumlah sembilan yang berada di bagian depan & belakang
serta lima tiang di sisi kanan & kiri adalah lambang Siwa Lima. Siwa Lima adalah
tanda persekutuan desa-desa di Maluku dari kelompok Siwa & Kelompok Lima.
Siwa Lima memiliki arti kita semua punya.
Rumah adat Baileo adalah rumah panggung. Lantai rumah berada diatas
permukaan tanah. Baileo tidak memiliki dinding hal itu dilaksanakan merujuk
kepada kepercayaan masyarakat maluku yang meyakini bahwa dengan tidak
adanya jendela rumah adat Baileo maka roh-roh nenek moyang bebas untuk masuk
ataupun keluar ke rumah Baileo.
Hal yang lebih penting adalah dengan tidak adanya jendela maka saat
bermusyawarah masyarakat yang melihat dari luar Baileo akan lebih mudah
melihat. Lantai balai yang tinggi memiliki arti yaitu agar roh-roh nenek moyang
memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Selain
itu, masyarakat akan mengetahui bahwa permusyawaratan berlangsung dari luar ke
dalam dan dari bawah ke atas. Pamali sebagai tempat persembahan dan bilik
pamali sebagai tempat penyimpanan atau tempat meletakan barang-barang keramat
masyarakat setempat berada di dekat pintu masuk rumah adat Baileo.

Pada rumah adat Baileo terdapat banyak ukiran-ukiran bergambar dua ekor
ayam berhadapan dan diapit oleh dua ekor anjing di sebelah kiri kanan. Posisi
ukiran ini berada di ambang pintu. Ukiran tersebut mempunyai arti dan
perlambang tentang kedamaian dan kemakmuran. Hal itu terjadi karena rog nenek
moya yang menjaga masyarakat Maluku. Ukiran lainnya adalah bulan, bintang dan
matahari yang berada di atap dengan warna merah-kuning dan hitam. ukiran
tersebut melambangkan kesiapan balai adat dalam menjaga keutuhan adat beserta
hukum adatnya.

http://rumahadatdiindonesia. blogspot. com/2014/01/rumah-adat-maluku-
baileo. html

KONDISI MASYARAKAT ARAB SEBELUM DATANGNYA
ISLAM
Sebelum datangnya islam di tanah Arab, masyarakat Arab berada pada
kondisi kebodohan yang disebut dengan zaman jahilliyah. Kehidupan
mereka secara umum tidak berlandaskan tuntunan agama yang benar.
Hukum yang berlaku dalam masyarakat adalah hukum rimba. Siapapun
yang kuat dialah yang menang.
Kedatangan islam membawa cahaya yang menerangi kehidupan mereka.
Islam mengajarkan kehidupan yang penuh kesalehan, toleransi, dan
beradab. Bangsa Arab selanjutnya mengalami masa keemasan dan
menjadi bangsa besar dalam sejarah peradaban dunia.

KONDI SI MASYARAKAT ARAB SEBELUM I SLAM

Ada dua macam kepercayaan yang dianut masyarakat Arab sebelum
datangnya agama islam.
Yang pertama adalah kepercayaan yang bersumber dari agama samawi
atau tauhid dan yang kedua adalah kepercayaan yang berdasarkan pada
animisme dan dinamisme.
Yang kedua agama samawi adalah agama yang diwahyukan Tuhan
kepada para rasul-nya. Agama samawi yang dianut oleh masyarakat
Arab adalah agama yahudi dan agama kristen.
Animisme adalah kepercayaan terhadap kekuatan roh yang mendiami
benda, seperti pohon, batu dan sungai. Dinamisme adalah kepercayaan
bahwa segala benda memiliki kekuatan yang bisa memengaruhi
kehidupan manusia. Kepercayaan Animisme dan Dinamisme ini sudah
ada yang berbentuk agama. Agama tesebut adalah agama Majusi dan
Zoroaster. Selain itu mereka juga melakukan penyembahan kepada
berhala atau benda-benda yang dikeramatkan.