Anda di halaman 1dari 44

Jalsah Ruhiyah

28 Desember 2009
Surat An-Nur (24): 31
Apa itu TAUBAT?
Taubat adalah suatu pengertian yang tersusun secara
berurutan dari tiga unsur ILMU, KEADAAN, dan
PERBUATAN

ILMU KEADAAN PERBUATAN
ILMU
ILMU terdiri dari dua hal: IMAN dan
KEYAKINAN
IMAN
Pembenaran (tashdiq) bahwa dosa adalah racun yang
membinasakan dan menjauhkan dari Allah
KEYAKINAN
Kokohnya pembenaran ini
Tidak adanya keraguan yang menyertainya
Dominasi pembenaran tersebut dalam hati
Bila keduanya ada, maka muncul MOTIVASI dalam
dirinya untuk melakukan penyesalan dan perbuatan
KEADAAN
KEADAAN = penyesalan (

)
Rasa sedihnya akibat tidak dapat melakukan apa yang
dicintainya
Seringkali taubat dipakai untuk arti penyesalan
saja


Penyesalan itu taubat
(HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Hakim)
PERBUATAN
Bila tasa sedih ini mendominasi hati, maka muncul suatu
keadaan lain yang disebut IRODAH (kehendak) dan
QASHD (keinginan) kepada perbuatan yang memiliki
hubungan dengan masa sekarang, masa lalu, dan masa
yang akan datang
1. Perbuatan MASA SEKARANG
Meninggalkan dosa yang dilakukannya
2. Perbuatan MASA AKAN DATANG
Bertekad meninggalkan dosa yang membuatnya kehilangan apa
yang dicintai hingga akhir kehidupan
3. Perbuatan MASA LALU
Menyusuli apa yang luput dengan mengganti apabila dapat
diganti
Jadi, RUKUN TAUBAT adalah
1. Pembenaran (tashdiq) bahwa dosa adalah racun yang
membinasakan dan menjauhkan dari Allah
2. Kokohnya pembenaran ini, tidak adanya keraguan yang
menyertainya, dan dominasi pembenaran tersebut dalam
hati
3. Penyesalan, yakni rasa sedihnya akibat tidak dapat
melakukan apa yang dicintainya
4. Meninggalkan dosa yang dilakukannya
5. Bertekad meninggalkan dosa yang membuatnya
kehilangan apa yang dicintai hingga akhir kehidupan
6. Menyusuli apa yang luput dengan mengganti apabila
dapat diganti
Hakikat Taubat
Hakikat taubat adalah KEMBALI KEPADA
ALLAH dengan
Mengerjakan apa-apa yang dicintai Allah dan
Meninggalkan apa-apa yang dibenciNya
Atau kembali dari sesuatu yang dibenci kepada
sesuatu yang dicintai
Yang dicintai dan dibenci itu lahir dan batin,
maka di dalam taubat terkandung makna Islam,
iman, dan ihsan TUJUAN setiap mukmin:
permulaan dan kesudahan hidupnya
Perjalanan Hidup
Kewajiban Taubat
Keutamaan Taubat
Sungguh Allah akan lebih senang menerima tobat hamba-Nya ketika ia
bertobat kepada-Nya daripada (kesenangan) seorang di antara kamu
sekalian yang menunggang untanya di tengah padang luas yang sangat
tandus, lalu unta itu terlepas membawa lari bekal makanan dan
minumannya dan putuslah harapannya untuk memperoleh kembali.
Kemudian dia menghampiri sebatang pohon lalu berbaring di bawah
keteduhannya karena telah putus asa mendapatkan unta tunggangannya
tersebut. Ketika dia dalam keadaan demikian, tiba-tiba ia mendapati
untanya telah berdiri di hadapan. Lalu segera ia menarik tali kekang
unta itu sambil berucap dalam keadaan sangat gembira: Ya Allah,
Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhan-Mu. Dia salah
mengucapkan karena terlampau merasa gembira.
(Shahih Muslim No.4932)
Segera Bertaubat
Bila seseorang berdosa kemudian dia menyadarinya
bahwa dosa itu akan membinasakannya, maka tentu dia
akan segera meninggalkannya
Ini adalah kewajiban yang harus disegerakan
Siapa yang tidak meninggalkan, ia kehilangan bagian
iman ini


Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak
ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak
ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.
(Shahih Muslim No.86)
Tanda-tanda Kesempurnaan Taubat
1. Penyesalan dan kesedihan yang berlarut-
larut
2. Linangan air mata
3. Tangis dan renungan yang panjang
Syarat-syarat Kelanggengan Taubat
1. Membawa pikirannya ke hari pertama ketika
mencapai usia baligh
2. Memeriksa apa yang telah dilakukannya tahun
demi tahun, bulan demi bulan, hari demi hari,
nafas demi nafas
3. Memperhatikan berbagai kekurangannya dalam
KETAATAN dan berbagai KEMAKSIATAN
yang telah dilakukannya
Ketaatan
Taubatnya adalah dengan MENGQADHA
Shalat
Meninggalkan shalat atau shalat menggunakan pakaian yang terkena najis
atau niatnya tidak benar
Puasa
Hutang puasa atau sengaja tidak puasa
Zakat
Ada harta yang belum dizakati sejak pertama memiliki harta yang sudah
sampai nishabnya
Haji
Pernah memiliki kemampuan berhaji tapi tidak berangkat, maka wajib
mencari cara untuk menunaikannya
Caranya: usaha yang halal, atau kalau tidak dapat, minta zakat atau
shadaqah

Kemaksiatan
Dibagi menjadi dua: berhubungan dengan Allah
dan berhubungan dengan hamba
Berhubungan dengan Allah
Menyesalinya dan menghitungnya baik dari segi besar
maupun banyaknya
Untuk setiap kemaksiatan disusuli dengan kebaikan
yang setimpal, sebagaiaman dalam Al-Quran dan As-
Sunnah
QS. 11:114

(Takutlah kepada Allah di


mana saja kamu berada dan susulilah keburukan dengan
kebaikan, pasti akan menghapuskannya HR Tirmidzi)
Contoh Taubat dari Kemaksiatan
Dosa minum khamar
Bershadaqah minuman yang halal yang lebih baik dan paling
disukainya
Mencuri harta
Menshadaqahkan hartanya yang halal
Menggunjing dan mencela
Memuji orang yang beragama dan menampakkan apa yang
diketauhinya tentang sifat-sifat kebaikan temannya

Melakukan hal yang berlawanan dalam penghapusan dosa
adalah hal yang diakui oleh syariat
Pembunuhan
Dosa pembunuhan berbeda dengan dosa lainnya
Ia tidak boleh menyembunyikan kasus pembunuhannya,
sedangkan dosa lainnya tidak harus
Pembunuhan TIDAK SENGAJA
Menyerahkan diat (tebusan) kepada yang berhak menerimanya
Pembunuhan SENGAJA
Qishash
Kalau keluarganya mau memaafkan, maka ia terbebas
Menutupi Dosa
Dosa selain pembunuhan untuk pertaubatannya
tidak diharuskan dengan cara membongkar kejahatannya atau
meminta hakim untuk menghukumnya
Tetapi
Dia harus menutupinya dengan tutup yang telah diberikan Allah
dan
Menerapkan hukum Allah atas dirinya dengan berbagai macam
mujahadah
Jika ia menyerahkannya kepada hakim lalu dihukum,
maka dibenarkan dan taubatnya juga diterima Allah
Kasus Maiz bin Malik
Kasus wanita al-Ghamidiyah
Taubat dari Kezhaliman
1. Menemukan semua kewajiban melalui
2. Mencatatnya dan mencatat nama-nama orang yang
dizhalimi satu per satu
3. Berkeliling dunia mencari mereka dan meinta kehalalan
dari mereka atau membayar hak-hak mereka
4. Jka tidak mampu, tidak ada jalan lain kecuali dengan
memperbanyak kebaikan sehingga kebaikan itu
melimpah pada hari kiamat untuk mengganti
kezhalimannya (idealnya masa berbuat baik = masa
berbuat zhalim)
Taubat bagi orang yang berbuat zhalim dan para
pedagang adalah sangat berat
Pernik-pernik
Hukum dalam
Taubat
1. Apakah kalau sudah bertaubat dari
dosa tertentu, perlu bertaubat lagi?
PERLU
Bila ia menunda taubat, maka perlu bertaubat lagi, yaitu dari
penundaan taubatnya
Maka
Taubat perlu SEGERA
Taubat yang bersifat UMUM, yaitu taubat dari dosa-dosa yang
diketahui dan yang tidak diketahui
Dosa yang tidak diketahui justru lebih banyak
Karena tidak diketahui bukan berarti terbebas dari hukuman
Doa


2. Apakah taubat dari suatu dosa dianggap sah,
sementara dosa lain masih tetap dilakukan?
SAH
Jika dosa yang ia bertaubat darinya BERBEDA dengan
dosa yang dmasih dilakukan
Jika pada dosa yang sama, maka TIDAK SAH
Contoh
Bertaubat dari dosa riba, tapi masih minum khamar
taubat dari dosa ribanya SAH
Bertaubat dari dosa riba fadhl, tapi masih melakukan
riba nasiah taubat dari dosa ribanya TIDAK SAH
3. Apakah ada syarat sahnya taubat
untuk tidak kembali melakukan dosa
yang sama?
TIDAK
Keberlangsungan taubat merupakan syarat
kesempurnaan taubat, bukan syarat sahnya taubat
Taubat adalah suatu kebaikan, sedangkan mengerjakan
dosa kembali adalah suatu keburukan
Pengulangan dosa ini tidak membatalkan kebaikan
Taubat adalah kebaikan yang paling besar
4. Apakah taubat diterima bagi
yang tidak mungkin lagi berbuat
dosa?
Orang yang tidak mungkin berbuat dosa tertentu
Pendusta, penuduh dan saksi palsu yang lidahnya
sudah dipotong
Pezina yang kemaluannya sudah dikebiri
Pencuri yang tangan dan kakinya sudah dipotong
Taubat mereka SAH dan diterima
Asal ada PENYESALAN
Rasul SAW menempatkan orang yang tidak mampu
melakukan ketaatan sama dengan orang yang
melakukannya jika niatnya benar dan bulat (kasus
Perang Tabuk)
5. Apakah derajat orang yang
bertaubat kembali ke derajat
semula?
TERGANTUNG taubatnya
Ada yang TIDAK BISA kembali lagi
Ada yang BISA kembali lagi
Bahkan ada YANG LEBIH TINGGI
derajatnya dari semula
Taubat dan Istighfar
Istighfar ada dua
Istighfar yang berdiri sendiri (2:199)
Istighfar yang dikaitkan dengan taubat (11:3)
Istighfar yang berdiri sendiri = taubat
Menghapus dosa, menghilangkan pengaruhnya dan
mengenyahkan kejahatannya
Bukan sekedar menutupi aibnya seperti yang dikira
sebagian orang
Istighfar yang dikaitkan dengan taubat
Istighfar: menjaga dari kejahatan yang lampau
Taubat: bertekad untuk tidak mengulanginya lagi di
masa yang akan datang
Pembagian Hamba dalam Taubat
.1

.2

.3

.4


(keadaan orang yang jiwanya tenang kepada
Allah Taala, sehingga ia menerima perintahNya
dan bertawakkal kepadaNya)
Jiwa yang tenang dan yakin: yakin bahwa Allah
adalah Tuhannya, maka ia tunduk kepadaNya
Jiwa yang meyakini dan tenang dengan pahala
Allah
Jiwa yang ridho dengan ketetapan Allah


Jiwa ini, istiqamah di atas taubatnya hingga akhir
kehidupan, lalu menyusuli kekurangannya dan
tidak berkeinginan untuk mengulangi dosa-
dosanya, kecuali ketergelinciran yang tidak dapat
dihindari kecuali oleh para Nabi
Ia dapat juga tidak terlepas dari perlawanan hawa
nafsu tetapi serius dalam melakukan mujahadah
dan menentangnya
Wafatnya Ibnu Abbas
Saat Ibnu Abbas wafat di Thaif, terbanglah
makhluk yang tidak pernah terlihat sebelumnya
berbentuk seperti Ibnu Abbas. Makhluk itu masuk
ke dalam katilnya dan tidak pernah kelihatan lagi
keluar dari padanya. Ketika jenazah Ibnu Abbas
diletakkan di dalam liang kuburnya, terdengarlah
ada yang membaca ayat tersebut di pinggir
kurubnya tanpa ada yang mengetahui siapa yang
membacanya (Ibnu Abu Hatim)
Abu Hasyim
Dalam buku Kitabul Ajaib (Ibnul Mundzir al-Harawi)
disebutkan:
Abu Hisyam (Qabbats bin Razin) menceritakan: kami
ditawan di negeri Romawi dan mengumpulkan semua
tawanan, serta menawarkan agamanya. Siapa yang
menentang, dipenggal kepalanya. Sudah tiga yang murtad.
Saat dipenggal yang keempat, kepalanya dilempar ke
sungai. Semula tenggelam lalu mengambang, memandang
semua kawan yang telah murtad, memanggil satu per satu,
lalu membacakan ayat-ayat tersebut, lalu tenggelam lagi.
Hampir semua orang nasrani masuk Islam dan bertobatlah
ketiga temannya itu. Khalifah Abu Jafar al-Mansur
mengirim pasukan untuk membebaskan mereka
Doa Memohon Jiwa yang Tenang


Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu
jiwa yang tenang kepadaMu, yakin dengan
pertemuanMu, ridho dengan ketetapanMu, dan
qanaah dengan pemberianMu
Dzikir dalam Semua Kondisi
3:191 mengarahkan agar dzikir dalam
segala kondisi (berdiri, duduk, berbaring)
Kedudukan dzikir
1. Bahan dan jalan untuk mencapai kebahagiaan
(

)
2. Benteng dari godaan syaitan dan bisikannya
(

)
3. Senjata dan perisai mumin (

)
Dua Keadaan
1. Ia menempuh jalan istiqamah dan induk-induk
ketaatan dan meninggalkan semua dosa besar,
tetapi tidak dapat terlepas dari dosa-dosa yang
membelitnya, meskipun dia tidak sengaja
melakukannya, lalu menyesalinya
2. Bertahan di atas istiqamah tapi beberapa saat
kemudian dikalahkan oleh syahwat dalam
sebagian dosa sehingga dia melakukannya secara
sengaja dan dengan syahwat karena
ketidakmampuan mengalahkan syahwat, tapi ia
tetap tekun melakukan ketaatan


Keadaan 1 disebut NAFSU LAWWAMAH (jiwa
yang selalu mencela berbagai keadaan tercela
yang tidak disengaja) 75:2
Tingkatannya di bawah nafsu muthmainnah
Ia mesti memperbanyak kebaikan agar
memperberat timbangan amal baiknya
53:32 setiap dosa kecil yang tidak disengaja
disebut lamam yang dimaafkan


Allah tetap memuji jiwa ini sekalipun mereka
menganiaya diri sendiri (3:135)
Sabda Nabi SAW


Mumin itu seperti benih, kadang kembali lurus dan
kadang condong
(HR Ibnu Yala dan Ibnu Hibban)


Keadaan 2 disebut

(jiwa yang selalu


menggoda) 9:102
Ia berada di tepi antara nafsu yang di atas, dengan
nafsu yang di bawah (akan dijelaskan kemudian)
Ketekunannya dalam ketaatan dan kebenciannya
terhadap dosa menimbulkan harapan taubatnya diterima
Allah
Penundaan taubat akan sangat berbahaya, jika sebelum
bertaubat sudah dicabut nyawanya
Jika syahwatnya terus menguasainya, maka ia jatuh
nafsu yang rendah


Mungkin pernah bertaubat, tapi sesaat
kemudian kembali melakukan dosa atau
banyak dosa tanpa berhasrat untuk
bertaubat, tanpa menyesali perbuatannya,
bahkan tenggelam dalam dosa (25:43,
45:23)
Jiwa ini disebut

(jiwa
yang selalu memerintahkan kejahatan),
yang lari dari kebaikan
Didustakan atau Dibunuh
Inilah perilaku Bani Israil:
Setiap datang seorang rasul kepada mereka
dengan membawa apa yang tidak diingini
oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian
dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan
sebagian yang lain mereka bunuh (2:87, 5:70)
Hawa nafsu yang mendominasi mereka
membuat mereka sombong dan ingkar lalu
mendustakan atau membunuh
Potensi Suul Khatimah
Jiwa ini dikhawatirkan menemui suul-
khatimah dan urusannya terserah Allah
Jika diakhiri dengan keburukan maka menjadi
orang yang celaka selama-lamanya
Jika diakhiri dengan kebaikan hingga mati di
atas tauhid, maka masih punya penantian
dibebaskan dari neraka sekalipun setelah
beberapa waktu, dan tidak mustahil termasuk
dalam pengampunan umum disebabkan oleh
hal tersembunyi yang tidak kita ketahui
Mujahadah
Agar jiwa tetap berada dalam kondisi
muthmainnah, mesti ada kesadaran yang
terus-menerus (

)
Ini memerlukan dzikir yang juga terus-
menerus (

) dengan dibarengi
keyakinan akan dampak dan manfaat dzikir
Ini tidak mudah, mesti dengan
MUJAHADAH
Setelah Taubat: AMAL SHALIH


kecuali orang-orang yang BERTOBAT, BERIMAN DAN
MENGERJAKAN AMAL SALEH; maka kejahatan
mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Furqan [25]: 70)
Taubat adalah TANGGA PERTAMA menuju hakikat
peribadatan (ubudiyyah)

Apa itu TAUBAT?