Anda di halaman 1dari 9

`Laporan Kegiatan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)

F4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


KONSELING GIZI PADA BAYI DENGAN GIZI KURANG









Disusun Oleh:
dr. Annisa Nur Fadlilah

PUSKESMAS SANGKRAH
KOTA SURAKARTA
JAWA TENGAH
2013


A. LATAR BELAKANG
Jumlah anak balita saat ini sekitar 12 persen (sekitar 28,5 juta jiwa) dari total
penduduk, yang berdasarkan Sensus Penduduk 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa. Kelompok
penduduk ini juga rentan terhadap masalah nutrisi dan kesehatan.
Studi mengenai status gizi anak untuk wilayah Indonesia menunjukkan, secara
umum program gizi yang dilakukan pemerintah kepada bayi dan anak-anak selama ini
masih perlu ditingkatkan.
Saat ini belum banyak data mengenai status gizi anak-anak Indonesia. Padahal
status gizi anak-anak ini turut mempengaruhi sumber daya yang dimiliki oleh bangsa
Indonesia.
Kasus gizi buruk umumnya menimpa balita dengan latar belakang ekonomi
lemah. Menurut UNICEF saat ini ada sekitar 40% anak Indonesia di bawah usia liuma
tahun menderita gizi buruk. Penyebab utama gizi buruk ialah masalah ekonomi dan
kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi pada anak. Kemiskinan memicu kasus
gizi buruk, kemiskinan dan ketidakmampuan orang tua menyediakan makanan bergizi
bagi anaknya menjadi penyebab utama meningkatnya kasus gizi buruk di Indonesia.
Gizi buruk menurut WHO menunjukkan 49% dari 10,4 juta kematian yang
terjadi pada anak di bawah lima tahun di Negara berkembang. Kasus kekurangan gizi
tercatat sebanyak 50% anak di Asia, 30% anak di Afrika dan 20% anak di Amerika Latin.
Komponen biologis yang melatarbelakangi antara lain malnutrisi ibu, penyakit
infeksi dan diet rendah energi & protein. Seorang ibu yang mengalami malnutrisi saat
hamil pada gilirannya akan melahirkan bayi berberat badan rendah.
Kekurangan berat badan yang berlangsung pada anak sedang tumbuh
merupakan masalah serius. Keparahan gizi kurang berkisar dari hanya penyusutan berat
badan, terlambat tumbuh sampai ke sindrom klinis yang nyata.

B. PERMASALAHAN
I. Identitas Pasien
Nama : An. D
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 6 bulan
Nama ayah : Tn. K
Nama Ibu : Ny. V
Pekerjaan Ayah : Swasta
Pekerjaan Ibu : Swasta
Agama : Islam
Alamat : Kauman RT 01/02, Surakarta

II. Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis pada tanggal 3 Juli 2013
1. Keluhan utama : berat badan sulit naik
2. Riwayat Kelahiran
Pasien lahir kembar di rumah sakit dengan berat badan lahir 2300 gram dan
panjang 45 cm, lahir secara operasi caesar, langsung menangis, menangis
kuat, usia kehamilan 8 bulan, ditolong oleh dokter.
3. Pemeliharaan Kehamilan dan Prenatal
Pemeriksaan di : Bidan
Frekuensi : TM I : 3x
TM II : 3x
TM III : 3x
Keluhan selama kehamilan : Tidak menderita sakit selama hamil
Ibu tidak pernah keguguran
Obat yang diminum selama kehamilan : vitamin dan obat tambah darah.\
4. Riwayat Post Natal
Kontrol dan penimbangan BB dan pengukuran TB dilakuakn secara rutin tiap
bulan di posyandu. Keadaan anak sehat, tetapi berat badan sulit naik.

5. Riwayat Imunisasi









6. Riwayat Penyakit Yang Pernah Diderita
Faringitis : disangkal
Bronkitis : disangkal
Pneumonia : disangkal
Morbili : disangkal
Pertusis : disangkal
Meningitis : disangkal
Malaria : disangkal
Polio : disangkal
Demam typoid : disangkal
Diare : disangkal
Kejang Demam : disangkal
Gegar otak : disangkal

7. Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Mulai senyum : 3 bulan
Mulai miring : 5 bulan
Mulai tengkurap : 6 bulan
Mulai duduk : -
Gigi keluar : -
Berdiri : -
Berjalan : -
Kesan : pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai usia



Jenis I II III IV
BCG 0 bulan - - -
DPT 2 bulan 4 bulan - -
Pertusis 2 bulan 4 bulan - -
Tetanus 2 bulan 4 bulan - -
POLIO 0 bulan 2 bulan 4 bulan -
HEPATTIS B 0 bulan 1 bulan 3 bulan -
CAMPAK - - - -
8. Riwayat Makan Minum Anak
a. ASI diberikan sejak usia 0 bulan hingga umur 1 bulan, frekuensi pemberian
tiap kali anak menangis, lamanya menyusui 10 15 menit, bergantian
payudara kanan dan kiri. saat menyusui tidak terengah-engah, tidak sering
tersedak. Sesudah menyusui anak tertidur.
b. Susu buatan: diberikan merk SGM diberikan sejak umur 2 bulan, frekuensi
pemberian 8x/ hari, takaran 2-3 sendok takar per gelas.
Kesan : Kualitas dan kuantitas nutrisi cukup
9. Riwayat Keluarga Berencana
Pasien adalah anak kembar ke dua dari tiga bersaudara. Anak pertama berusia
2 tahun. Ibu pasien mengikuti program Keluarga Berencana sistem suntik 3
bulan sekali. Sikap dan kepercayaan baik.

III. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum
Keadaan umum : baik
Derajat kesadaran : compos mentis
b. Tanda Vital
Nadi : 98x/menit, reguler, kuat, isi dan tegangan cukup
Respirasi : 30x/menit, reguler, tipe thorakoabdominal
Suhu : 36,4C (per axiler)
Berat badan : 4900 gr
Tinggi badan : 64 cm
Lingkar lengan atas : 12 cm
Kesan : Gizi Kurang
c. Status Internus
- Kulit : kulit sawo matang, kelembaban kurang, turgor kembali
lambat, kulit keriput (+), sianosis (-)
- Kepala : bentuk mesocephal, rambut kemerahan tidak mudah dicabut
- Wajah : wajah seperti orang tua (-)
- Mata : conjungtiva bleeeding (-/-), conjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik
(-/-), cowong (+/+), reflek cahaya (+/+), pupil (isokor 2mm/2mm), air mata
(+/+)
- Hidung : napas cuping hidung (-/-), bau (-), sekret (-/-), darah (-/-)
- Mulut : mukosa basah (+), sianosis (-), lidah kotor (-)
- Telinga : sekret tidak ada, tragus pain tidak ada
- Tenggorok : uvula ditengah, tonsil T
1
-T
1
, faring hiperemis (-),
pseudomembran (-), detritus (-)
- Leher : normocolli, limfonodi tidak membesar
- Thoraks : bentuk normochest, iga gambang (+), retraksi subcostal,
suprasternal (-) ekspirasi memanjang (-)
Cor
Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
Palpasi : iktus kordis tidak kuat angkat
Perkusi : batas jantung tidak melebar
Auskultasi : Bunyi jantung I II intensitas normal, reguler, bising (-).
Pulmo
Inspeksi : pengembangan dada kanan = kiri
Palpasi : fremitus dada kanan = kiri
Perkusi : sonor // sonor
Auskultasi : suara dasar vesikuler (+/+), suara tambahan (-/-)
- Abdomen
Inspeksi : dinding perut > dinding dada
Auskultasi : peristaltik (+) normal
Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba, turgor
kembali cepat




- Ekstremitas
Akral dingin - - edema - - sianosis - -
- - - - - -
Capillary refill time < 2
Arteri Dorsalis Pedis teraba kuat
Clubbing fingers (-)
Baggy pants (+)

C. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI
1. METODE PENYULUHAN
Metode penyuluhan dilakukan secara langsung dengan pendekatan individu yaitu
penyampaian pesan dilakukan langsung kepada pasien yang dalam hal ini
disampaikan kepada ibu pasien.
2. INTERVENSI
Intervensi dilakukan melalui pemeriksaan langsung di posyandu yang dilakukan
setiap bulan. Apabila didapatkan bayi dan balita dengan berat badan kurang dilakukan
konseling gizi yang diperlukan oleh bayi dan balita, dan pentingnya gizi untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita.

D. PELAKSANAAN
Kegiatan dilakukan di posyandu balita di kelurahan Kauman yang dilakukan
secara rutin di setiap bulan. Dalam pelaksanaan posyandu, pemeriksaan yang dilakukan
meliputi pemeriksaan berat badan dan pemeriksaan tinggi badan yang hasilnya dicatat
oleh ibu-ibu kader dan apabila terdapat pertumbuhan bayi atau balita yang bermasalah,
harus dilaporkan di puskesmas. Pemeriksaan berat badan dilakukan dengan menggunakan
timbangan dacin yang diberi kain sebab pasien belum bias duduk sendiri sehingga harus
ditidurkan. Dari hasil penimbangan, diperoleh hasil berat badan pasien ialah 4900 gr.
Setelah dicatat di buku posyandu, hasil penimbangan juga dicatat di KMS yang dimiliki
pasien. Pada saat pencatatan, berat badan pasien masih berada dibawah garis merah.
Setelah dilakukan pemeriksaan berat badan, pemeriksaan selanjutnya ialah
pemeriksaan tinggi badan. Pasien ditidurkan di atas meja yang datar, lalu dengan
menggunakan meteran, pasien diukur tingginya dari mulai vertex sampai telapak kaki dan
didapatkan hasil 64cm.
Dari hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan, dapat diketahui status gizi
pasien dan dalam hal ini penentuan status gizi menggunakan grafik gizi WHO
berdasarkan berat badan terhadap tinggi badan pasien. Dari hasil penggunaan grafik gizi
dapat disimpulkan status gizi pasien kurang karena berada diantara -2 s/d -3 SD.
Berdasarkan Pedoman Pelayanan Anak Gizi Buruk Kemenkes Tahun 2011, bila
hasil pemeriksaan anak ditemukan tanda-tanda BB/TB <-2 s/d-3 SD, LILA 11,5-12,5 cm,
tidak ada edema, nafsu makan baik, tidak ada komplikasi medis, maka dikategorikan gizi
kurang dan perlu diberikan PMT Pemulihan.
Penatalaksanaan pasien dapat dilakukan di rumah atau rawat jalan sebab nafsu
makan pasien masih baik dan tidak didapatkan komplikasi lain seperti anoreksia,
pneumonia, anemia, dehidrasi atau demam. Oleh karena itu, pasien diberikan konseling
tentang gizi bayi dan balita.
Konseling yang diberikan:
- Makan-makanan yang mengandung gizi seimbang, baik kandungan karbohidrat,
protein, lemak dan mineral.
- Menjaga kebersihan diri seperti mandi teratur minimal 2 kali sehari, memotong
kuku, dan mencuci tangan sebelum makan.
- Selalu rutin mengkonsumsi PMT yang diberikan oleh puskesmas, agar pertumbuhan
bayi semakin baik.
- Rutin membawa bayi ke posyandu terdekat untuk dilakukan pemantauan tumbuh
kembang bayi.
- Segera membawa bayi ke sarana kesehatan terdekat apabila terdapat tanda-tanda
bayi sakit.






E. MONITORING DAN EVALUASI
Pemantauan tumbuh kembang bayi dilakukan selama 2 minggu sekali, untuk
mengetahui kenaikan berat badan bayi setelah pemberian PMT. Diharapkan setelah
pemberian PMT, terjadi perbaikan berat badan bayi. Apabila setelah pemberian PMT
berat badan bayi tidak naik atau turun, dan terdapat komplikasi kesehatan lainnya, maka
bayi harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Surakarta, 18 September 2013
Dokter Internsip Dokter Pendamping


dr. Annisa Nur Fadlilah dr. Heri Wijanarko, M.Si