Anda di halaman 1dari 27

PERDARAHAN

SALURAN CERNA
H.A.M Akil
Fardah Akil
Dibawakan dalam rangka kegiatan Sistem Penanggulangan Gawat darurat Terpadu (SPGDT) & General Emergency Life Support (GELS)
Bitung 18 Februari 2008, Menado.
Divisi Gastroentero-Hepatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar
PENDAHULUAN
Perdarahan saluran cerna :
- saluran cerna atas : esofagus atas duodenum lig.Treitz
- saluran cerna bawah : dibawah lig.treitz usus kecil - kolon

Perdarahan masif akut SC atas :
Insidens 40-150 episode/100.000 org/thn; mortalitas 6-
10%

Perdarahan masif akut SC bawah :
20-27 episode/100.000 org/thn; mortalitas 4-10%


Perdarahan Akut
- hematemesis / melena
- melena
- hematokezia (SCB)
- perdarahan intraperitoneal

Perdarahan Kronik
- perdarahan tersembunyi (Occult bleeding)
anemia def. Fe

Tanpa memperhatikan sumber/kausa perdarahan, maka
prinsip tindakan awal umumnya sama
PERDARAHAN SC ATAS
Perdarahan SCBA :
Ringan (kronik), sedang atau profuse dgn
tanda-tanda shock
Hematemesis-melena atau melena saja

Sumber perdarahan dimana saja
sepanjang SCBA dengan penyebab
bermacam-macam


Table 1. Causes of Acute upper GI haemorrhage
Common Less common
Duodenal / gastric ulcer
40 to 79%
Gastric erosions 5 to 30%
Mallory-Weiss tear
Oesophageal varices 6 to
21 %
Gastritis/Duodenitis 5 to 30%
Oesophagitis 2 to 8%
Tumours 2 to 3%
Hereditary telangiectasia
Aortoduodenal fistula
Clotting disorder
Portal hypertensive gastropathy
Dieulafoy lesions
PERDARAHAN SC BAWAH
85% pasien dengan perdarahan akut,
sembuh spontan, perdarahan bermakna
nonhemodinamik
15% dengan perdarahan berat,
hemodinamik terganggu (area proksimal
terminal ileum)
75% lesi perdarahan kolon bagian kanan
(endoskopi/angografi)
Table 2. Causes of Acute lower GI haemorrhage
Common Less common
Diverticular disease 17 to
40%
Colitis 9 to 21%
Colonic neoplasm 11-14%
Angiodysplasia 70 to 80 %
AV malformation 2 to 30%
Anorectal causes 4 to 10%
Crohns disease 2%
Ischemic colitis 9%
PRINSIP MANAGEMEN AWAL
LAKUKAN RESUSITASI / AKTIVITAS PERDARAHAN

ANAMNESIS : riwayat muntah atau perdarahan per rektum,
ingesti iritan mukosa, adanya penyakit penyerta

TANDA VITAL : Nadi, Tekanan darah, Pernapasan termasuk
Postural signs

PEMERIKSAAN FISIK : acral dingin, palmar keriput, konjungtiva,
membran mukosa, kuku tampak pucat & tanda2 penyakit hati
kronik

- Pemeriksaan COLOK DUBUR
Postural Signs :
Prinsip : Kehilangan darah kehilangan volume
intravaskuler :
Kardiak output & tekanan darah menurun
Nadi menjadi cepat
Perdarahan > 1000 cc kompensasi postural
tekanan darah dan nadi tidak cukup

Cara : Pasien tidur terlentang (ukur tensi & nadi)
dudukkan (ukur tensi & nadi)
Jika nadi meningkat > 20 / mnt atau TDS turun > 10
mmHg Kehilangan darah sekitar 20 % (1 Ltr)
Segera pasang infus kateter (vena perifer,
vena sentral) cairan kristaloid / NaCl, darah
Contoh darah laboratorium / golongan
darah
Tujuan : - stabilisasi hemodinamik
- stop active bleeding
- cegah re-bleeding
Gambaran Klinik :
Sinkop : takikardia, kepala pusing,
melayang
Syok : - tekanan darah turun
(sistolik < 100 mmHg)
nadi cepat (> 100x/ mnt)
- muka (kulit, mukosa) pucat
- acral dingin

Pemeriksaan laboratorium :
- darah / urine rutin
- BUN / S creatinin
- LFT
- test faktor pembekuan (PT/aPTT)

Pemeriksaan fisik Def. Perdarahan UGI/ LGI
UGI LGI
Peristaltik hiperaktif normal
BUN/creatinin meningkat normal
ratio
Nasogastric darah jernih
aspirat
Manifestasi Hematemesis Hematokezia
Melena
Nasogastrik tube (NGT)
A. Bila cairan jernih atau jernih setelah lavage
NGT dicabut
B. Darah/berdarah, lavage NGT
ditinggalkan sementara untuk monitoring,
persiapan endoskopi
Nasogastrik tube (NGT)
C. Kontroversi NGT
Keuntungan
Mengetahui adanya darah/[erdarahan
Monitoring rate of bleeding
Lavage dan dokompresi lambung
Mengeluarkan asam lambung
Kerugian
Tidak nyaman bagi pasien
Predisposisi refluks aspirasi
Iritasi mukosa esofagus / lambung


- Penderita syok
- Perdarahan terus-menerus
- Gejala-gejala angina pectoris
- Hematokrit < 25-30%
- Pasien resiko tinggi : orang tua,
CHD, Sirosis hepatis diberikan transfusi
PRC sampai Ht > 30-35 %
- Pasien muda, sehat diberi whole blood
transfusion sampai Ht > 25%
- Pasien koagulopati diberikan fresh
frozen plasma dan trombosit yang rendah
diberi infus trombosit

PEMBERIAN TRANSFUSI SEGERA
LAKUKAN KONSULTASI
Gastroenterologist, surgeon,
radiologist
Diagnosis / Terapeutik
Konservatif
Endoskopik emergensi atau elektif
Radiologi
MANAGEMEN KHUSUS
Diit puasa
Menghentikan/menghilangkan faktor-faktor yang
berpengaruh (rokok, alkohol, obat ulcerogenik, stress,
dll)
Makan jml sedikit- lebih sering, mengurangi makanan
yg merangsang asam/pepsin
Obat :
- Obat-obat anti sekresi asam lambung : pilihan
terbaik adalah golongan Proton Pump Inhibitor
(omeprazole, lanzoprazole, pantroprazole,
esomeprazole). Dosis awal diberikan injeksi/
12jam selama 3 hari, dilanjutkan oral 1 2 minggu
- Proteksi permukaan mukosa : sucralfate
- Menaikkan pH lambung diatas 4 : sintetik
prostaglandin = misoprostol
- Hemostatika





RESIKO TINGGI/ JELEK :
- Usia tua > 60thn
- Syok
- Hb < 9-10gr%
- Adanya penyakit penyerta : jantung, paru, ginjal,
hati

PROGNOSIS :
- 8-10% meninggal akibat : terlambat ke RS,
terlambat ditangani dokter, tidak ada sarana
memadai, tidak tersedia darah yg cukup
- 30-40% akibat perdarahan ulang
Fig. 2 Investigation algorithm for acute GI bleed.
Confirm acute upper/lower GI bleed
Assess severity
Resuscitate
Low risk Severe/high risk
Ongoing bleeding
Endoscopy on
next available list
Urgent endoscopy
Endoscopic
therapy +
Monitor
closely
Surgery Monitor
closely
High-risk
lesion
Low-risk
lesion
Endoscopic
therapy
Early
discharge
Period of observation
before discharge
Fig. 3 Stigmata of recent hemorrhage of peptic ulcers. a. Spurting ulcer b. Oozing
ulcer c. Ulcer with protuberant vessel d. Ulcer with pigmented spot
Type Endoscopic appearance
Ia
Ib
IIa
IIb
IIc
III
Spurting
Active oozing
Visible vessel (no active bleeding)
Adherent clot (no visible vessel)
Pigmented spot
Clean base ulcer
a b
a. Ulcer with a clean base. b. Gastric erosions : Mucosal break with
necrotic base < 3 mm in depth c. Erosion encircled by erythematous
mucosa
c
Fig 39.4 Esophageal varices. a. Large variceal columns. b. Varix with cherry-red spot c.
Varix with red wale sign
Fig 39.10 Portal hypertensive
gastropathy. a. Mild portal
hypertensive gastropathy
(PHG). b. Severe PHG with
active oozing
a b c
a b
Wu et al. Gastroenterological endoscopy 2002: 541-543
DIVERTICULAR DISEASE