Anda di halaman 1dari 2

P PE EN ND DA AH HU UL LU UA AN N

Pelayanan Kesehatan adalah upaya yang


diselenggarakan sendiri/secara bersama-sama
dalam suatu organisasi untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan, mencegah, dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan
kesehatan peroorangan, keluarga, kelompok,
atau masyarakat. Dalam rangka monitoring
kebijakan tersebut adanyaCakupan Semesta
(Universal Coverage), pertemuan Jaringan
Kebijakan Kesehatan di Aceh membahas
beberapa data menarik :

1. Data mengenai angka kematian
neonatalmenunjukkan kematian bayi di
Aceh meningkat.

2. Penggunaan pelayanan kedokteran terlihat
semakin meningkat, karena benefit
package JKA yang lebar dan tersedianya
banyak pelayanan kesehatan di Aceh dan
kota-kota besar. Data penggunaan rumah
sakit meningkat di daerah yang banyak
pelayanan kesehatannya.

3. Berbagai data menunjukkan bahwa
penyebaran tenaga dan fasilitas kesehatan
di Indonesia buruk sekali.

Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA)
mengasuransikan kesehatan semua penduduk
Aceh (Universal health coverage) yang belum
memiliki kartu Jamkesmas, asuransi atau










Jamsostek. Dengan program JKA, uang bukan
lagi hambatan bagi penduduk Aceh untuk
mengakses pelayanan kesehatan gratis. JKA
bertujuan untuk mewujudkan jaminan
kesehatan bagi seluruh penduduk Aceh yang
berkeadilan, tanpa membedakan status so-sial,
ekonomi, agama, jenis kelamin, dan usia, dalam
rangka meningkatkan produktifitas dan
kesejahteraan masyarakat. Sasarannya adalah
seluruh penduduk yang memiliki Kartu Tanda
Penduduk (KTP) Aceh dan atau yang namanya
tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) Aceh.
Tanggal 1 Juni 2010 adalah hari bersejarah
dalam perjalan Program JKA. Pada tanggal
tersebut Pemerintah Aceh menandatangani
MoU (nota kerjasama) dengan PT ASKES
(Persero) tentang Penyelenggaraan JKA. Dana
JKA yang wajib dibayar Pemerintah Aceh
kepada PT ASKES untuk pelayanan JKA pada
tahun 2010 (jangka waktu 7 bulan) adalah
sebesar Rp. 241,965 miliar, kemudian pada
tahun 2011 anggarannya meningkat menjadi Rp
261 miliar dan kembali meningkat pada tahun
2012 dan 2013 menjadi Rp 419 miliar.
Pelayanan Kesehatan gratis dengan perpaduan
JKA salah satunya di laksanakan di Kota Banda
Aceh. peserta JKA di Kota Banda Aceh tahun
2012 sebanyak 122.749 jiwa dengan alokasi
anggaran Rp 3,55 miliar dan tahun 2013
sebanyak 122.749 jiwa dengan anggaran Rp
3,81 miliar.

N Ne er rs s. . K Ke eu um ma al la as sa ar ri i, , S S. .K Ke ep p
N NI IM M. . 1 13 30 09 92 20 00 01 18 80 00 01 18 8
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
FAKULTAS MEGISTER KEPERAWATAN
DARUSSALAM BANDA ACEH




M MA AS SA AL LA AH H P PE EL LA AY YA AN NA AN N
K KE ES SE EH HA AT TA AN N J JK KA A


Berbagai permasalahan muncul disaat adanya
kebijakan pemerintah tersebut sehingga
munculnya permasalahan dalam bidang
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit
diantaranya:

1. Adanya Kesenjangan Sosial Antara yang
Miskin dan yang Kaya.

Pelayanan yang diberikan di Rumah sakit
sama, namun ada beberapa dari peserta JKA
minta pelayanan lebih dengan menaikkan
cost Rumah sakit. Sehingga banyak muncul
perselisihan dan perbedaan strata antara
yang miskin dengan yang kaya, bisa dilihat
dari daftar BOR Rumah sakitdiruangan
kelas 1 meningkat setiap tahunny. Rata
rata BOR setiap ruangannya mencapai 97,40
% sampai 100 %. Tahun 2010 BOR 91,45 %,
2011 BOR 98,65 %, 2012 BOR 99,90 %,
2013 BOR 99,99 %.

2. Adanya Perbedaan Klaim Pengobatan Antara
Jka dengan Jaminan Kesehatan yang Lain.

Ketersediaan Obat-obatan di Rumah sakit,
Puskesmas, Pustu, dan Poskesdes tercukupi,
sehingga dapat memberikan pelayanan
optimal pada pasien. Pemberian obat-obatan
sesuai dengan permintaan pasien namun ada
beberapa obat - obatan yang tidak
ditanggung dalam jaminan kesehatan yang
lain sehingga muncul perselisihan. melalui
laporan pemakaian dan lembar permintaan
obat (LPLPO) dari puskesmas dan Rumah
sakit setiap bulannya. Dengan tercukupinya
obat-obatan tersebut, pasien akan
dibebankan untuk membeli obat-obatan di
luar rumah sakit.





K KE EB BI IJ JA AK KA AN N P PE EM ME ER RI IN NT TA AH H
D DI I T TA AH HU UN N 2 20 01 12 2


1. UUD 45 Ps 28H ayat (1):
Setiap penduduk berhak atas pelayanan
kesehatan.

2. UUD 45 Ps 34 ayat (2) dan (3):
(2). Negara mengembangkan sistem
jaminan sosial bagi seluruh rakyat
(3). Negara bertanggung jawab atas
penye- diaan pelayanan kesehatan dan
pelayanan umum yang layak

3. UU No. 40/2004 tentang SJSN

4. UU No. 11/2006 tentang PA Ps 224 ayat
(1) dan (4):
(1). Setiap penduduk Aceh mempunyai hak
yang sama dalam memperoleh pelayanan
kesehatan dalam rangka mewujudkan
derajat kesehatan yang optimal.
(4). Setiap anak yatim dan fakir miskin
berhak memperoleh pelayanan kesehatan
yang menyeluruh tanpa biaya

5. Qanun Aceh No. 4 / 2010 tentang
Kesehatan Ps 43 ayat (1):
Pemerintah Aceh wajib menyelenggarakan
jaminan kesehatan secara paripurna
kepada penduduk Aceh dengan menganut
prinsip-prinsip asuransi kesehatan sosial.