Anda di halaman 1dari 2

Penggunaan Energi Panas Sebagai Terapi

Didalam kamus, definisi terapi adalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit.
Didalam penelitian ini, terapi yang digunakan adalah terapi panas. Diharapkan dengan terapi panas dapat
mengurangi kelelahan pada otot yang diberi latihan. Telah kita ketahui bahwa hamparan energi panas
dapat melalui konduksi, konveksi dan evaporasi. Dengan mengetahui sifat hamparan energi panas ini
diusahakan agar dengan cara apa saja dapat mentrasferkan panas tersebut serta bagaimanakah agar energi
panas tersebut dapat mencapai tubuh. Energi panas mula-mula akan penetrasi ke dalam jaringan kulit
dalam bentuk berkas cahaya (dalam bentuk radiasi atau konduksi). Kemudian akan menghilang di daerah
jaringan yang lebih dalam berupa panas. Panas tersebut kemudian diangkut ke jaringan lain dengan cara
konveksi yaitu diangkut ke jaringan seluruh tubuh melalui cairan tubuh.
Sejak beribu-ribu tahun, energi panas telah banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Romans (600
tahun sebelum masehi) memakai minyak panas untuk memijat. Tahun 1774 Tuan Faure mempergunakan
hotsbricchs dalam pengobatan nyeri yang disebabkan oleh rheumatic. Roeberiener (1816)
membicarakan pemakaian sinar dalam bidang pengobatan. Seabad kemudian tepatnya 1913 penggunaan
sinar ungu ultra oleh Reyn dalam iradiasi tubuh manusia. Dan sejak diketemukannya piezzo elektrik oleh
langevin pada tahun 1917 mulailah para klinisi menggunakan ultrasonic dalam pengobatan. Sepuluh
tahun kemudian Schliepluke melaporkan hasil pengobatan dengan menggunakan short wave
diathermy.[5]
Pada penelitian ini penulis akan mencoba menganalisa penggunaan terapi panas untuk pengobatan, dalam
hal ini mengurangi kelelahan pada otot terukur. Analisa dilakukan dengan mengambil sinyal
elektromiogram dari otot yang diberi latihan sekaligus diberi terapi panas. Hasilnya akan dibandingkan
dengan pemberian latihan tanpa diberi terapi panas.Terapi panas yang diberikan adalah panas melalui
diathermy.
Rangkaian Differential Amplifier
Rangkaian differential amplifier berfungsi untuk menangkap sinyal mioelektrik dari otot untuk kemudian
dikuatkan. Rangkaian ini mempunyai impedansi input yang sangat rendah sehingga dapat disiasati dengan
menggunakan rangkaian instrumentation amplifier.
Rangkaian Filter
Filter adalah sebuah rangkaian yang dirancang agar melewatkan suatu pita frekuensi tertentu saja
dan memperlemah semua isyarat diluar pita frekuensi ini. Jaringan filter bisa bersifat aktif maupun pasif.
Jaringan filter pasif hanya berisi resistor, induktor dan capasitor saja. Sedangkan jaringan filter aktif
menggunakan transistor atau op amp ditambah resistor, induktor dan kapasitor. Ada beberapa jenis filter
antara lain low pass, high pass dan band pass.[6]Low pass filter adalah sebuah rangkaian yang keluaran
tegangannya tetap, kemudian naik sampai ke suatu frekuensi cutoff (fc). LPF (Low Pass Filter) hanya
akan melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cutoff (fc) dan menindas atau
menekan sinyal yang lebih tinggi dari frekuensi cuttoff (fc).
HPF (High Pass Filter) adalah jaringan yang melewatkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari
frekuensi cuttoff (fc) dan menekan atau menindas sinyal dengan frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi
cut off (fc).
Non I nverting adder amplifier
Differential
Amplifier
Band Pass
filter
Komputer
Elektroda Adder.
Mikrokontroler ADC
RAM
Rs232 Converter
Adalah suatu rangkaian penjumlah tak membalik yang akan menjumlahkan dua masukan pada kaki non
inverting, dalam hal ini yang akan dijumlahkan adalah tegangan dari kedua elektroda.
Analog to Digital Converter
Analog to Digital Converter ( ADC ) merupakan suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah
tegangan analog menjadi kode data biner digital. ADC mempunyai berbagai macam parameter
diantaranya resolusi, waktu konversi, LSB error. Ada berbagai macam tipe ADC yang didisain.Salah
satu tipe ADC yang sering digunakan untuk akuisisi data frekuensi tinggi adalah tipe flash ADC.
Flash ADC juga disebut parallel A/D converter , rangkaian ini sangat sederhana untuk dipahami.
Rangkaian ini dibangun dengan menggunakan beberapa komparator, masing-masing komparator
membandingkan sinyal input terhadap suatu tegangan referensi tertentu. Output-output komparator
dihubungkan pada input-input rangkaian encoder priority , yang menghasilkan output berupa data
biner.Vref adalah suatu tegangan referensi yang dihasilkan dari regulator tegangan yang presisi yang
merupakan bagian dari rangkaian ADC. Ketika tegangan input analog melebihi tegangan referensi
pada tiap-tiap komparator, output-output komparator akan secara berurutan berada pada suatu
keadaan logika high. Encoder priority membangkitkan suatu data biner pada input sesuai dengan
urutan bit tertinggi pada bagian input , dan mengabaikan input lain yang aktif. Dengan menggunakan
teknik konversi half flash, 8 bit ADC0820 CMOS A/D memiliki waktu konversi 1,5s pada write-read
mode dan 2,5 s pada read mode. Range input pada 0 VDC hingga +5 VDC dan daya yang
diperlukan
hanya 75mW. Half flash teknik terdiri dari 32 komparator,sebagian besar hampir seperti 2 buah
rangkaian 4 bit ADC. Input dari ADC 0820 dibangun dan mengikuti input frekuensi sampling, rangkaian
pembatas dibutuhkan untuk membatasi sampling dari luar dan sinyal bergerak tidak lebih dari 100 mV/
s.
Rangkaian IC Mikrokontroler (AT89S51)
IC Mikrokontroler AT89S51 adalah komponen produksi Atmel yang berorientasi pada kontrol dengan
level logika CMOS. Komponen ini sangat membantu dalam pembacaan data dari ADC menuju komputer.
Memori data ini yang akan mempercepat proses penampilan data ke komputer.
Rangkaian Serial Port (Komunikasi Serial)
Bila anda bandingkan cara komunikasi yang dilakukan secara paralel dengan cara komunikasi
yang dilakukan secara serial, maka masing-masing akan
memiliki keuntungan dan kelebihan yang tersendiri. Komunikasi yang dilakukan secara serial mempunyai
keuntungan dari sisi pengkabelan, karena hanya memerlukan tiga buah kabel, TX, RX dan Ground.
Fast fourier transform
Analisa fourier digunakan untuk menentukan spectrum frekuensi pada sinyal sEMG, dimana dari
spectrum frekuensi ini kita dapat melihat perubahan yang terjadi pada sinyal EMG.Hal ini dilakukan
karena pada perancangan elektronik hanya mampu menghasilkan sinyal dalam domain waktu sedangkan
untuk menganalisa sinyal tersebut, kita membutuhkan analisa sinyal dalam domain frekuensi, sehingga
analisa sinyal dengan FFT akan sangat membantu dalam menentukan hasil analisa.