Anda di halaman 1dari 24

Laporan Analisa Resep

OSTEOARTRITIS
Tinjauan Analisa Resep terhadap Pasien Dengan Nyeri Lutut dan Perut
Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Untuk Mengikuti Ujian
Ilmu Farmasi Kedkteran
Oleh
Ahmad Syai!udin
I"A##$##%
&embimbing
Dra' Sulistianingtyas( A)t
U*I+ERSITAS ,AM-U*G MA*GKURAT
FAKU,TAS KEDOKTERA*
-AGIA* FARMAKO,OGI.TERA&I
-A*/AR-ARU
0#"#
-A- I
&E*DA1U,UA*
Proses terapi merupakan bagian dalam proses pelayanan medik.
Keputusan yang diambil dalam proses pelayanan medis/proses terapi sangat
menentukan kualitas pelayanan yang diberikan serta keberhasilan suatu keputusan
klinik. Dalam pelayanan kesehatan, interensi !armakoterapi merupakan
komponen yang tak terpisahkan "#,$%. Dengan demikian, diperlukan suatu
komunikasi yang baik antara dokter dan penyedia !armakon "obat% agar pasien
memperoleh pelayanan medik yang baik. &alah satu bentuk alat komunikasi
tersebut adalah resep.
De!inisi resep menurut &K. 'es. Kes. No. ($$/'en.Kes/ l.h adalah
permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, atau dokter he)an kepada Apoteker
Pengelola Apotek "APA% untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi
penderita sesuai peraturan perundangan yang berlaku "*%. Dalam menulis resep,
perlu diperhatikan mengenai +ara penulisan resep yang tepat dan kerasionalan
pengobatan. ,al ini disebabkan penulisan resep yang rasional merupakan suatu
ungkapan pengobatan yang rasional "$%.
-erbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan resep mengharuskan
dokter untuk lebih teliti dalam menulis resep. Penulisan resep dan penggunaan
obat yang tidak rasional dapat menurunkan mutu pengobatan dan pelayanan
kesehatan se+ara langsung maupun tidak langsung. -erikut akan dibahas analisa
resep kasus osteoartritis pada laki.laki // tahun dengan nyeri lutut di R&0D 0lin
-anjarmasin.
A' Mdel Rese) yang ,engka)
Resep harus ditulis dengan lengkap, supaya dapat memenuhi syarat untuk
dibuatkan obatnya di Apotek. Resep yang lengkap terdiri atas1 "2%
#. Nama dan alamat dokter serta nomor surat i3in praktek, dan dapat
pula dilengkapi dengan nomor telepon, jam, dan hari praktek.
$. Nama kota serta tanggal resep itu ditulis oleh dokter.
*. Su)ers2ri)ti merupakan tanda R., singkatan dari re+ipe yang
berarti 4harap diambil5
2. Ins2ri)ti merupakan nama setiap jenis atau bahan obat yang
diberikan serta jumlahnya
a3 6enis/bahan obat dalam resep terdiri atas 1
Remedium cardinale atau obat pokok yang mutlak harus ada. 7bat
pokok ini dapat berupa bahan tunggal, tetapi juga dapat terdiri dari
beberapa bahan.
Remedium adjuvans, yaitu bahan yang membantu kerja obat pokok8
adjuans tidak mutlak perlu ada dalam tiap resep.
Corrigens, hanya kalau diperlukan untuk memperbaiki rasa, )arna atau
bau obat "+orrigens saporis, +oloris dan odoris%
Constituens atau vehikulum, seringkali perlu, terutama kalau resep
berupa komposisi dokter sendiri dan bukan obat jadi. 'isalnya
konstituens obat minum air.
b% 6umlah bahan obat dalam resep dinyatakan dalam suatu berat untuk bahan
padat "mikrogram, miligram, gram% dan satuan isi untuk +airan "tetes,
milimeter, liter%.
Perlu diingat bah)a dengan menuliskan angka tanpa keterangan lain, yang
dimaksud ialah 4gram5
/. Subs2ri)ti merupakan +ara pembuatan atau bentuk sediaan yang
dikehendaki. 'isalnya !.l.a. pul 9 !a+ lege artis puleres 9 buatlah sesuai
aturan obat berupa puyer.
:. Aturan pemakaian obat oleh penderita umumnya ditulis dengan
singkatan bahasa Latin. Aturan pakai ditandai dengan signatura, biasanya
disingkat &.
;. Nama pasien di belakang kata Pro 1 merupakan identi!ikasi pasien,
dan sebaiknya dilengkapi dengan alamatnya yang akan memudahkan
penelusuran bila terjadi sesuatu dengan obat pada pasien.
<. Tanda tangan atau para! dari dokter/dokter gigi/dokter he)an yang
menuliskan resep tersebut yang menjadikan resep tersebut otentik. Resep obat
suntik dari golongan Narkotika harus dibubuhi tanda tangan lengkap oleh
dokter/dokter gigi/dokter he)an yang menulis resep, dan tidak +ukup dengan
para! saja.
-' &enyusunan Rese) Rasinal
Dalam lingkup biomedik, terminologi penggunaan obat se+ara rasional
harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu "#,2% 1
#. Tepat 7bat
7bat dikatakan tepat dilihat dari rasio antara man!aat dan resiko, rasio antara
man!aat dan harga dan rasio terapi
$. Tepat Dosis
=aktor yang mempengaruhi dosis yaitu 1 umur, ras, keadaan umum, berat
badan dan jenis kelamin
*. Tepat -entuk &ediaan
'enentukan bentuk sediaan berdasarkan e!ek terapi maksimal, e!ek samping
minimal, aman dan +o+ok, mudah, praktis dan harga murah.
2. Tepat >ara dan ?aktu
-erhubungan dengan daya kerja obat, bioaailabilitas, pola makan, pola tidur
dan pola de!ekasi.
/. Tepat Keadaan Penderita
Pemberian obat berbeda sesuai keadaan penderita apakah bayi, anak.anak,
geriatri, ibu hamil, obesitas, malnutrisi dan gangguan !ungsi organ tubuh.
-A- II
A*A,ISA RESE&
0'"' Rese)
Rese) Asli
Keterangan Rese)
Klinik 1 Poli Penyakit Dalam
Tanggal 1 $# 6uli $@#@
Nama Pasien 1 Tn. ,. '. Aunan
6enis Kelamin 1 Laki.laki
0mur 1 // tahun
No. R'K 1 ;; <# ;2
Alamat 1 Pekapuran Raya RT.#< No. *$ -anjarmasin
Pekerjaan 1
Keluhan 0tama 1 Lutut terasa nyeri sampai susah untuk berjalan dan nyeri
perut
Diagnosa 1 7steoartritis
0'0' Analisa Rese)
0'0'"' &enulisan rese)
&e+ara umum resep kurang jelas terba+a, namun masih dapat dipahami.
&eharusnya suatu resep harus jelas diba+a sehingga tidak menimbulkan kesalahan
dalam pemberian obat.obatan. ,al ini sesuai dengan aturan penulisan resep yang
benar tulisan harus dapat diba+a dengan jelas agar tidak terjadi kesalahan dalam
pemberian obat.
Resep sudah ditulis dengan bahasa latin sehingga sudah memenuhi kriteria
resep yang benar. Resep pada penulisan sudah ditulis dengan menggunakan tinta,
sehingga diharapkan tulisan pada kertas resep tidak akan hilang selama
penyimpanan.
Pada resep ini ukuran kertas yang digunakan lebarnya $/,/ +m dan
panjangnya #/ +m. 0kuran kertas resep yang ideal adalah lebar #@.#$ +m dan
panjang #/.#< +m.
$
-erdasarkan ketentuan tersebut, ukuran kertas yang
digunakan pada resep ini masih belum ideal.
0'0'0' Kelengka)an Rese)
#. Nama dan Alamat Dokter
Pada bagian atas tidak ter+antum alamat rumah sakit, nama dokter dan nama
instansi Rumah &akit tempat dokter tersebut bekerja. Namun nama dokter dan
instansi Rumah &akit bisa diketahui dari +ap yang ada di kanan ba)ah resep.
$. Nama kota serta tanggal dibuat dan tanda tangan resep
Tanda tangan dan tanggal pembuatan resep sudah di+antumkan namun tempat
pembuatan resep tidak di tuliskan.
*. Tanda R/ "superscriptio%.
&upers+riptio berupa tanda R/ pada resep ini tidak di+antumkan. Penulisan
tanda R/ seharusnya di+antumkan pada tiap nama obat yang diresepkan.
Penulisan para! pada resep tidak jelas.
2. Bns+riptio
a% 6enis/bahan obat dalam resep ini terdiri dari 1
Remedium Cardinale atau obat pokok yang
digunakan adalah piroCi+am.
Remedium Adjuvans atau obat tambahan yang
digunakan dalam resep ini adalah antasida, alpra3olam, +loba3am dan
amoCi+illin.
Tidak terdapat sediaan berupa Corrigens dan
Constituens atau vehikulum.
b% Resep ini, pada obat pokok tidak ter+antum berat tablet, >uma ter+antum
pada jenis obat ansietas nya yaitu alpra3olam dan +loba3am.
+% Pada resep ini obat antiin!lamasi dan obat simptomatis dipisah.
/. Pada resep ini tanda signatura telah di+antumkan, namun ada tanda signatura
yang ditulis dengan huru! yang tidak jelas. Pada resep ini tidak di+antumkan
)aktu pemberian, misalnya 1 a.+ atau p.+, yang di+antumkan hanya !rekuensi
pemberian.
:. Nama pasien sudah di+antumkan pada bagian ba)ah kertas resep namun umur
dan alamat tidak di+antumkan. &eharusnya identitas pasien ditulis lengkap
sehingga mudah menelusuri bila terjadi sesuatu dengan obat pada pasien.
;. Para! dari dokter yang menuliskan resep ada.
0'0'4' Keabsahan Rese)
Kertas resep yang digunakan di sini adalah resep dokter rumah sakit.
0ntuk sahnya suatu resep harus ter+antum hal.hal sebagai berikut 1
Nama dan tanda tangan dokter penulis resep sudah ter+antum, begitu juga
bagian/unit pelayanan Rumah &akit tersebut.
Karena resep berasal dari Rumah &akit, maka harus men+antumkan nama,
alamat, bagian/unit pelayanan Rumah sakit tersebut. Dari penjelasan di atas
maka resep ini bisa dikatakan sah.
Nama penderita sudah ditulis tapi tidak disertai dengan umur, berat badan dan
alamat.

0'0'5' Dsis Obat( Frekuensi( ,ama dan 6aktu &emberian
Pada resep ini, obat yang digunakan adalah piroCi+am, antasida,
apra3olam, amoCi+illin, dan +loba3am. Penggunaan obat.obat tersebut akan
dibahas diba)ah ini.
"' &ir7i2am
PiroCi+am merupakan obat antiin!lamasi non steroid golongan oksikam.
7bat ini dinamakan penghambat >7D.$ selekti!. 0mumnya, obat ini digunakan
untuk pengobatan jangka pendek osteoartritis. Piroksikam adalah obat
antiin!lamasi non steroid yang mempunyai akti!itas antiin!lamasi, analgetik E
antipiretik. Akti!itas kerja piroksikam belum sepenuhnya diketahui, diperkirakan
melalui interaksi beberapa tahap respon imun dan in!lamasi, antara lain
penghambatan en3im siklo.oksigenase pada biosintesa prostaglandin,
penghambatan pengumpulan netro!il dalam pembuluh darah, serta penghambatan
migrasi polimor!onuklear "P'N% dan monosit ke daerah in!lamasi.
#,$
Dosis a)al piroCi+am untuk osteoartritis adalah $@ mg sebagai dosis
tunggal. Dosis pemeliharaan pada umumnya $@ mg sehari atau jika diperlukan
dapat diberikan #@ mg . *@ mg dalam dosis tunggal atau terbagi. Dosis lebih dari
$@ mg sehari meningkatkan e!ek samping gastrointestinal":%. 7leh karena itu pada
pemberian obat di kasus ini juga diberikan obat antasida. Pada resep ini, dosis
yang digunakan adalah dosis maksimal yaitu * kali # tablet"#@ mg% sehari, artinya
pemberian perhari sebanyak *@ mg. ?aktu pemberian obat pada resep ini tidak
di+antumkan. Penulisan piroCi+am pada urutan pertama karena piroCi+am
merupakan obat yang sesuai dengan keluhan utama pasien.
#,$,*
0' Antasida
Antasida merupakan salah satu pilihan obat dalam mengatasi sakit maag.
Antasida diberikan se+ara oral untuk mengurangi rasa perih akibat suasana
lambung yang terlalu asam, dengan +ara menetralkan asam lambung. Asam
lambung dilepas untuk membantu meme+ah protein. Lambung, usus, dan
esophagus dilindungi dari asam dengan berbagai mekanisme. Ketika kondisi
lambung semakin asam ataupun mekanisme perlindungan kurang memadai,
lambung, usus dan esophagus rusak oleh asam memberikan gejala berariasi
seperti nyeri lambung, rasa terbakar, dan berbagai keluhan saluran +erna
lainnya.
2,/
0mumnya antasida merupakan basa lemah. -iasanya terdiri dari 3at akti!
yang mengandung alumunium hidroksida, magnesium hidroksida, dan kalsium
"bisa anda lihat di kemasan antasida%. Terkadang antasida dikombinasikan juga
dengan simetikon yang dapat mengurangi kelebihan gas.
2,/

Kombinasi Aluminium ,idroksida dan 'agnesium hidroksida merupakan
antasid yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginakti!kan pepsin
sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin
berkurang. Di samping itu e!ek laksati! dari 'agnesium hidroksida akan
mengurangi e!ek konstipasi dari Aluminium ,idroksida.
2,/
Antasida tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan bentuk sirup. Dosis
tablet untuk anak umur :.#$ tahun adalah sehari *.2 kali #/$ tablet. &edangkan
pada de)asa sehari *.2 kali #.$ tablet. Diminum #.$ jam setelah makan dan
menjelang tidur. Pada resep tersebut, pemberian antasida sudah sesuai dengan
dosis yang dianjurkan yaitu * tablet sehari.
2,/
4' Am7i2illin
Amoksisilin bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan
mengikat satu atau lebih pada ikatan penisilin.protein "P-Ps E Protein binding
penisilinFs%, sehingga menyebabkan penghambatan pada tahapan akhir
transpeptidase sintesis peptidoglikan dalam dinding sel bakteri, akibatnya
biosintesis dinding sel terhambat, dan sel bakteri menjadi pe+ah "lisis%.
:,;
Amoksisilin digunakan untuk mengatasi in!eksi yang disebabkan oleh
bakteri gram negati! ",aemophilus Bn!luen3a, Gs+heri+hia +oli, Proteus mirabilis,
&almonella%. Amoksisilin juga dapat digunakan untuk mengatasi in!eksi yang
disebabkan oleh bakteri gram positi! "seperti8 &trepto+o++us pneumoniae,
entero+o++i, nonpeni+ilinase.produ+ing staphylo+o++i, Listeria% tetapi )alaupun
demikian, aminophenisilin, amoksisilin se+ara umum tidak dapat digunakan
se+ara sendirian untuk pengobatan yang disebabkan oleh in!eksi strepro+o++us
dan staphilo+o++al.
:,;
Dosis amoksisilin pada anak H * bulan1 $@.*@ mg/kg/hari terpisah setiap
#$ jam.Anak I* bulan dan H2@kg8 dosis antara $@./@ mg/kg/hari dosis terpisah
setiap <.#$ jam. Khusus1 Bn!eksi hidung,tenggorokan,telinga,saluran kemih dan
kulit1 ringan sampai sedang1 $/ mg/kg/hari terbagi setiap #$ jam atau $@
mg/kg/hari setiap < jam.Ja)at1 2/ mg/kg/hari setiap #$ jam atau 2@ mg/kg/hari
setiap < jam. 7titis media akut1 <@.(@ mg/kg/hari setiap #$ jam.Bn!eksi saluran
na!as ba)ah1 2/ mg/kg/hari terbagi setiap #$ jam atau 2@ mg/kg/hari setiap < jam.
&edangkan dosis untuk de)asa rentang dosis antara $/@ E /@@ mg setiap < jam
atau /@@ E <;/ mg dua kali sehari. Khusus untuk in!eksi telinga, hidung,
tenggorokan, saluran kemih, kulit dengan sakit ringan sampai sedang dosisnya
/@@ mg setiap #$ jam atau $/@ mg setiap < jam. 6ika berat dosisnya <;/ mg setiap
#$ jam atau /@@ mg setiap < jam. Bn!eksi saluran na!as ba)ah dosisnya <;/ mg
setiap #$ jam atau /@@ mg setiap < jam. 0ntuk endo+arditis pro!ilaCis1 $ g
sebelum prosedur operasi. Gradikasi ,eli+oba+ter pylori dosisnya #@@@ mg dua
kali sehari, dikombinasikan dengan satu antibiotik lain dan dengan proton pump
inhibitor atau ,$ bloker.
:,;,<
Antibiotik amoksisilin termasuk antibiotik time deppendent sehingga
untuk menjaga konsentrasi obat dalam plasma tetap berada pada kadar pun+ak,
maka obat diberikan sesuai dengan jad)al )aktu yang telah dibuat. 7bat dapat
diberikan bersamaan dengan makanan.
:,;
Lama pemberian obat ini tergantung pada jenis dan tingkat kega)atan dari
in!eksinya, juga tergantung pada respon klinis dan respon bakteri pengin!eksi.
&ebagai +ontoh untuk in!eksi yang persisten, obat ini digunakan selama beberapa
minggu. 6ika amoksisilin digunakan untuk penanganan in!eksi yang disebabkan
oleh grup A K.hemoliti+ strepto+o++i, terapi digunakan tidak kurang dari #@ hari
guna menurunkan potensi terjadinya demam reumatik dan glomerulonephritis.
6ika amoksisilin digunakan untuk pengobatan B&K "in!eksi saluran kemih% maka
kemungkinan bisa lebih lama, bahkan beberapa bulan setelah menjalani terapi
pun, tetap direkomendasikan untuk diberikan.
:,;
-entuk sediaan obat ini antara lain kapsul, serbuk kering suspensi oral,
tablet salut !ilm, tablet kunyah. Pada resep ini amoksisilin diberikan se+ara oral *
kali sehari sebanyak $@ tablet untuk lama pemberian kurang lebih ; hari,
pemberian obat ini tidak sesuai dengan keadaan penderita yang tidak ada
mengeluh atau menunjukkan gejala in!eksi oleh bakteri. &elain itu, penulisan
resep obat ini juga tidak di+antumkan bentuk sediaan yang ingin diberikan dan
dosis sekali minum nya serta kandungan dalam satu bentuk sediaan tersebut.
;,<
2. Alpra3olam
7bat ini biasa diberikan pada pasien yang mengalami gangguan
ke+emasan, panik dengan atau tanpa agora!obia, ke+emasan yang berkaitan
dengan depresi. Pemberian se+ara oral. Lakukan ealuasi setelah terapi I2 bulan
untuk menentukan apakah pasien membutuhkan kelanjutan terapi. -entuk sediaan
tablet obat ini terdiri dari @,$/ mg, @,/ mg, # mg, $ mg.
(,#@
Dosis pemberian oral pada pasien de)asa dengan ansietas yaitu dosis
e!ekti! @,/.2 mg/hari dibagi dalam $ dosis, direkomendasikan mulai dengan @,$/.
@,/ mg * kali sehari, naikkan dosis bertahap, maksimum 2 mg/hari. Ansietas
berkaitan dengan depresi8 dosis rata.rata yang dibutuhkan $,/.* mg/hari dibagi
dalam $ dosis. 0ntuk pasien yang putus penggunaan alkohol dengan dosis la3im
yaitu $.$,/ mg/hari dibagi dalam $ dosis.
(,#@
Pada pasien gangguan panik dosis a)al @,/ mg sehari tiga kali, dosis dapat
ditingkatkan H9# mg/hari setiap *.2 hari. Pemberian dengan +ara lepas lambat
@,/.# mg sehari satu kali, dapat ditingkatkan 9 # mg/hari setiap *.2 hari. ,indari
penurunan dosis se+ara tiba.tiba. Dosis harian diturunkan @,/ mg/* hari. Anak.
anak dengan ansietas diberikan dosis a)al @,@@/ mg/kg/dosis atau @,#$/ mg/dosis
* kali sehari. Tingkatkan sebanyak @,#$/.@,$/ mg, maksimum @,@$mg/kg/dosis
atau @,@: mg/kg/hari "@,*;/.* mg/hari%. Pemberian pada pasien geriatri umumnya
lebih sensiti! terhadap alpra3olam maka sebaiknya digunakan dosis e!ekti! yang
lebih ke+il, dosis a)al @,$/ mg $.* kali sehari. Penyesuaian dosis pada gangguan
hati 1 dosis diturunkan /@L.:@L, hindari penggunaan pada sirosis hati.
(,#@
/. >loba3am
Kloba3am termasuk golongan ben3odia3epin yang bekerja berdasarkan
potensiasi inhibisi neuron dengan asam gama.aminobutirat "JA-A% sebagai
mediator. Kloba3am memiliki e!ek antikonulsi, ansiolitik, sedati!, relaksasi otot,
dan amnestik. -entuk sediaan obat ini tersedia dalam bentuk tablet #@ mg.
##,#$
Dosis pada de)asa $@ mg sehari dalam dosis terbagi. 6ika perlu dapat
dinaikkan sampai *@ mg/hari. 0ntuk kasus berat dosis dapat diberikan sampai :
tablet sehari. Pada orang lanjut usia dosis pemberiannya #@ E #/ mg sehari dalam
dosis terbagi. &edangkan pada anak M * tahun dosisnya N E # tablet sehari dalam
dosis terbagi.
##,#$
0'0'%' -entuk Sediaan Obat
-entuk sediaan yang diberikan dalam bentuk tablet yang merupakan
sediaan padat. Pemberian sediaan ini dipilih karena disesuaikan dengan pasien
de)asa dan diketahui tidak mengalami kesulitan dalam menelan sediaan padat.
0'0'$' Interaksi Obat
7bat yang diberikan pada kasus ini yaitu obat antiin!lamasi non steroid
penghambat >7D.$ selekti!, penetral asam lambung, $ obat antianCietas dan
antibiotik. Kombinasi obat.obat ini tidak mengalami interaksi yang kontradikti!.
Akan tetapi, pada pemberian alpra3olam lebih baik diberikan sebelum makan
sekitar # jam.
(
0'0'8' E!ek Sam)ing Obat
G!ek samping obat yang ditimbulkan antara lain1
#. PiroCi+am menyebabkan umumnya gangguan aseperti stomatitis,
anoreksia, epigastri+ distress, mual, konstipasi, rasa tidak nyaman pada
abdomen, kembung, diare, nyeri abdomen. Pernah dilaporkan terjadi
pendarahan lambung, per!orasi dan tukak lambung. G!ek samping lain1
edema, pusing, sakit kepala, ruam kulit, pruritus, 4&omnolen+e5,
penurunan hemoglobin dan hematokrit.
#,$,*
$. Antasida, e!ek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah
dan gejala.gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.
2,/
*. Amoksisilin pada susunan sara! pusat bisa menyebabkan hiperakti!,
agitasi, ansietas, insomnia, kon!usi, kejang, perubahan perilaku, pening.
Pada kulit bisa menyebabkan akut eCanthematous pustulosis, rash, eritema
multi!orm, sindrom steens.johnson, dermatitis, toCi+ ephidermal
ne+rolisis, hipersensiti! as+ulitis, urti+aria. Pada JB bisa menyebabkan
mual, muntah, diare, hemorrhagi+ +olitis, pseudomembranous +olitis,
hilangnya )arna gigi. Pada sistem hematologi bias menyebabkan anemia,
anemia hemolitik, trombisitopenia, trombositopenia purpura, eosinophilia,
leukopenia, agranulositosi. Pada hepar bias menyebabkan A&T "&J7T%
dan ALT "&JPT% meningkat, +holestati+ joundi+e, hepati+ +holestatis,
a+ute +ytoliti+ hepatitis. Pada renal bisa menyebabkan kristalluria.
:,;,<
2. Alpra3olam untuk &&P menyebabkan depresi, mengantuk, disartria
"gangguan berbi+ara%, lelah, sakit kepala, hiperresponsi!, kepala terasa
ringan, gangguan ingatan, sedasi. &edangkan metabolisme.endokrin
menyebabkan penurunan libido, gangguan menstruasi. 0ntuk &aluran
+erna menyebabkan peningkatan/penurunan selera makan, penurunan
saliasi, penurunan/peningkatan berat badan, mulut kering "Cerostomia%.
(,#@
/. >loba3am pada mulut dan tenggorokan kering, disuria, retensi urin,
disartria, ataksia, ertigo, pusing, depresi mental, gangguan saluran +erna,
takikardia, palpitasi. Pemberian oerdosis dapat menyebabkan depresi
sistem sara! pusat dan koma. Jangguan pernapasan, keletihan, konstipasi,
hilang na!su makan, mual, mengantuk, bingung. Reaksi kulit seperti
erupsi, urtikaria. Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat
menyebabkan abnormalitas yang reersibel seperti gangguan bi+ara,
gangguan !ungsi motorik, gangguan penglihatan "penglihatan ganda,
nistagmus%, peningkatan berat badan, serta berkurangnya libido.
##,#$
0'0'9' Analisa Diagnsa
Dari data yang diperoleh dari status pasien, tidak diketahui anamnesa dan
pemeriksaan !isik se+ara pasti. Namun, diketahui pasien terdiagnosis sebagai
pasien osteoartritis. Diduga pasien adalah pasien yang baru pertama kali datang ke
poliklinik tersebut.
Pemberian antasida pada pasien ini bertujuan untuk mengurangi e!ek
samping gastrointestinal pemberian obat piroCi+am dan khususnya untuk
mengurangi keluhan nyeri perut yang dirasakan oleh pasien. Kedua obat ini
mempunyai +ara kerja yang saling mendukung.
2,/
PiroCi+am merupakan 7ABN& yang selekti! terhadap >7D.$. Pemberian
piroCi+am bertujuan untuk mengurangi nyeri yang dikeluhkan pasien. Akan tetapi,
piroCi+am juga mempunyai e!ek samping yang +ukup besar apalagi pada pasien
pada kasus tersebut yang tergolong lansia. Pemberian 7ABN& untuk pasien usia
lanjut sebaiknya hati.hati. Adapun anjuran penggunaan 7ABN& sebagai berikut
$,*
1
. untuk osteoartritis, lesi jaringan lunak, dan nyeri punggung pertama di+oba
usaha penurunan berat badan, suhu tubuh, olah raga, dan penggunaan tongkat
berjalan.
. untuk osteoartritis, lesi jaringan lunak, nyeri punggung, dan artritis rematoid
hindari pembeian 7ABN& ke+uali bila parasetamol tunggal atau kombinasi
dengan analgetika opiod gagal mengatasi nyeri yang memadai
. apabila sediaan parasetamol gagal mengatasi nyeri dengan memadai,
tambahakan 7ABN& dengan dosis amat rendah terhadap sediaan parasetamol
"mulai dengan ibupro!en%
. jika 7ABN& dianggap perlu, pantau pasien terhadap perdarahan saluran +erna
2 minggu dan untuk )aktu yang sama pada kasus peralihan 7ABN&
. jangan memberikan dua 7ABN& pada saat yang bersamaan.
Dosis piroCi+am yang digunakan pada resep ini adalah dosis maksimal
yaitu *@ mg/hari. Penggunaan dosis ini diduga disebabkan pasien pernah
mengobati penyakitnya sendiri. Pada umumnya, penderita osteoartritis telah
men+oba mengatasi sendiri penyakitnya dan menempuh berbagai upaya untuk
mengurangi atau menghilangkan gejala sakit. -erbagai +ara yang ditempuh antara
lain dengan mengkonsumsi obat bebas yang dipromosikan dapat mengurangi rasa
sakit
#,$
.
Pemberian obat pada osteoartritis dapat menyebabkan masking effect yaitu
penderita akan merasa enak dan +enderung menggunakan sendinya se+ara
berlebihan. Penggunaan sendi yang berlebihan akan memper+epat keausan ra)an
sendi sehingga penyakitnya akan bertambah berat. 7leh sebab itu, penderita harus
diingatkan untuk tetap melakukan proteksi sendi )alaupun nyeri sudah
berkurang
#$
.
&uplemen untuk menguatkan tulang, misalnya kondroitin dan glukosamin,
tidak diberikan pada kasus ini. ,al ini disebabkan berdasarkan hasil penelitian
pemberian glukosamin dan kondroitin pada pasien osteoartritis tidak berbeda
dengan pasien yang tidak diberi kondroitin dan glukosamin. Akan tetapi, untuk
memperlambat perjalanan penyakit diperlukan terapi non.!armakologi, antara lain
penurunan berat badan, olah raga, dan diet makanan.
#$
0'4' Usulan rese) Untuk Kasus Tersebut
&RO&I*SI &EMERI*TA1 DAERA1 TI*GKAT I
KA,IMA*TA* SE,ATA*
RUMA1 SAKIT UMUM :U,I*; -A*/ARMASI*
6ln. A.yani Km.# -anjarmasin
Nama Dokter 1 dr. Ahmad &yai!udin TandaTangan
-agian 1 Poliklinik Penyakit Dalam
Pasien 1 Tn. ,. '. Aunan OOOOOO
-anjamasin( 04 Agustus 0#"#
R / PiroCi+am Tab #@ mg No. DDD
& *. d.d tab B p+

R / Antasida Tab 2@@ mg No. DDD
& *. d.d tab B p+

*ama < Tn. ,. '. Aunan
Umur < // tahun
Alamat < Pekapuran Raya RT.#< No. *$ -anjarmasin
-A- III
KESIM&U,A*
-erdasarkan / tepat pada resep rasional, maka resep tersebut dapat disimpulkan 1
#. Tepat obat
Pemberian obat pada resep ini, belum tergolong tepat obat. Pemberian
piroCi+am sudah sesuai dengan indikasi dan keluhan pasien, tetapi pemberian
alpra3olam dan +loba3am tidak sesuai dengan keluhan pasien yang >uma
nyeri lutut dan nyeri perut. &eharusnya jika ada keluhan +emas atau
sema+amnya, data tersebut tetap ditulis atau dimasukkan dalam rekam medik
sebagai pertanggungja)aban pemberian terapi.
$. Tepat dosis
Pemberian dosis untuk alpra3olam yang diberikan pada resep ini dianggap
tidak tepat karena tidak sesuai dengan dosis re!erensi yang pemberian
semestinya untuk geriatrik @,$/ mg $.* kali sehari. -egitu juga pemerian dosis
>loba3am pada pasien geriatri+ semestinya #@.#/ mg perhari dalam dosis
terbagi. 0ntuk dosis obat lainnya sudah sesuai dengan dosis re!erensi.
*. Tepat bentuk sediaan
-entuk sediaan yang diberikan sudah tepat. Pasien adalah pasien de)asa
sehingga penggunaan obat oral sesuai dan lebih praktis untuk pasien tersebut.
2. Tepat )aktu penggunaan obat
Pada resep ini tidak dituliskan kapan penggunaan obat se+ara tepat
/. Tepat penderita
7bat yang diberikan sudah sesuai dengan penderita. Penderita diberikan
7ABN& untuk mengurangi keluhan utamanya. Tetapi, obat ini mempunyai
e!ek samping terhadap gastrointestinal yang +ukup besar sedangkan pasien
mengalami nyeri perut. Dengan demikian, diberikan juga obat yang dapat
mengurangi nyeri perut yakni antasida.
&edangkan kelengkapan lain yang perlu ditulis adalah 1
Bdentitas penderita seperti umur, berat badan dan alamat.
?aktu, jumlah pemberian obat.
DAFTAR &USTAKA
#. Danu &&. Penggunaan obat se+ara rasional1 upaya untuk mengatasi
ketidakrasionalan pemberian obat. 'edika $@@#8##1;*;.;*(
$. ,arjono, =arida N. Kajian resep.resep di apotik sebagai sarana meningkatkan
penulisan resep yang rasional. 6urnal Kedokt AAR&B #(((8;"#%1(#.#@2.
*. Lestari, >&. &eni 'enulis Resep Teori dan Praktek. PT Pertja. 6akarta, $@@#
2. 6oenoes, Nani3ar Paman. Ars Pres+ribendi E Penulisan Resep yang
Rasional #. Airlangga 0niersity Press. &urabaya, #((/
/. &jamsudin 0, de)anto ,R. Autakoid dan Antagonis. Dalam =armakologi dan
Terapi Gdisi 2. =K0B1 6akarta8$@@*
:. Darmansyah B "Gditor%. Bn!ormasi 7bat Nasional Bndonesia. Departemen
Kesehatan Republik Bndonesia. Direktorat jendral Penga)asan 7bat dan
'akanan.$@@@
;. Bkatan &arjana =armasi Bndonesia. Bn!ormasi &pesialite 7bat Bndonesia Qolume
*;. 6akarta1 PT.Anem Kosong Anem8$@@$
<. Tjay T,, rahardja K. 7bat.7bat penting Khasiat, Penggunaan, dan G!ek.e!ek
&ampingnya. PT. GleC 'edia komputindo16akarta8$@@$
(. ?ilmana =P. Analgesik.Antipiretik Analgesik Antiin!lamasi Nonsteroid dan
7bat Pirai. Dalam =armakologi dan Terapi Gdisi 2. =K0B1 6akarta8$@@*
#@. Jira)an D, Abdura+hman &A, Djumhana A, Roslia 6, Pramudiyo R.
Perbandingan gambaran endoskopik mukosa lambung setelah pemberian
piroksikam dan meloksikam serta hubungannya dengan keluhan dispepsia
pada penderita osteoartritis genu usialanjut. A+ta 'ed Bndones.Bndones 6
Bntern'ed $@@28*:"2%1$@<.$#*
##. Bsbagio ,. Penyakit sendi degenerati! "osteoartritis, osteoartrois%. Dalam
Penyakit Rematik #. 6akarta1Aayasan Penerbit =K0B8#(($
#$. ,unter D6, =elson DT. 7steoarthritis. -'6 $@@:8**$8:*(.:2$