Anda di halaman 1dari 9

ACARA 5

PENENTUAN KLASIFIKASI BATUAN



A. Acara Praktikum
Penentuan klasifikasi batuan dilapangan.

B. Waktu dan Tanggal praktikum
Waktu : 14.00 16.00 Wita
Tanggal : 10 Mei 2012
C. Lokasi Praktikum
Jl. Sentosa

D. Pendahuluan

E.Dasar Teori
Klasifikasi batuan yang paling sederhana dan mendasar adalah klasifikasi batuanberdasarkan
pada genesanya atau asal-usulnya atau cara kejadiannya. Berdasarkan asalusulnya,
batuan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Batuan beku
, yaitu batuan yang berasal dari pembekuan dan kristalisasi magma..

2. Batuan sedimen
, yaitu batuan yang berasal dari rombakan batuan lain yang telah adasebelumnya baik itu batuan
beku, sedimen atau metamorfik..

3. Batuan metamorfik
, yaitu batuan berasal dari batuan lain yang telah ada sebelumnya(batuan beku, sedimen atau
metamorfik) yang mengalami proses metamorfosa, yaituperubahan dalam kondisi padat
karena temperatur dan tekanan yang tinggi, ataukarena cairan hidrotermal.

1.2 Potensi Bahan Galian yang berasosiasi dengan Batuan Beku, Sedimen
danMetamorf
Pada bab ini dibahas mengenai bahan galian serta asosiasinya dengan klasifikasibatuan. Terdapat
disekitar batuan apakah bahan-bahan galian tersebut.
1.3 Mineral Pembawa Logam
Pada bab ini dibahas tentang mineral-mineral yang tedapat pada bahan galian. Selainitu juga
dijelaskan deskripsi mineralnya serta disertai gambar.Adapun pengerjaannya dilakukan secara
bersama dengan menjadikan buku diktatGeologi Dasar dan Distribution of Igneous
Rocks In The Earths Lithosphere sebagai acuan.Akhir kata, penulis meminta maaf
atas tidak sempurnanya makalah ini. Diharapkan makalahini dapat bermanfaat ke
depannya, baik untuk penulis, maupun untuk pembaca lainnya.

Batuan merupakan material yang membentuk litosfer maupun kerak bumi,
terdiri darimineral-mineral, serta terbentuk di alam tidak hidup. Batuan ini dapat
terbentuk dari hanyasatu macam mineral atau himpunan berbagai macam mineral, baik yang
terpadatkan ataupuntidak.Dilihat dari fisiknya, batuan mempunyai jenis yang sangat beragam,
baik warna,kekerasan, kekompakan, maupun material pembentuknya. Untuk mempermudah
dalammembedakannya, dibuatlah pengelompokan atau klasifikasi dari batuan-
batuan tersebut.

2.1 BATUAN BEKU (IGNEOUS ROCKS)
Batuan beku ini terbentuk dari magma yang mendingin atau membeku. Magmatersebut
dapat mendingin dan membeku di bawah atau di atas permukaan bumi.
Bilamembeku di bawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan batuan
bekudalam atau disebut juga batuan beku intrusive (sering juga dikatakan sebagai batuan
bekuplutonik). Sedangkan, bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian
membeku,terbentuklah batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif.
2.1.1 Batuan Beku Dalam (Intrusive)
Magma yang membeku di bawah permukaan bumi, pendinginannya sangat lambat(dapat
mencapai jutaan tahun), memungkinkan tumbuhnya kristal-kristal yang besar
dansempurna bentuknya, menjadi tubuh batuan beku intrusive. Tubuh batuan beku
dalammempunyai bentuk dan ukuran yang beragam, tergantung pada kondisi magma dan
batuan disekitarnya. Magma dapat menyusup pada batuan di sekitarnya atau
menerobos melaluirekahan-rekahan pada batuan di sekelilingnya. Bentuk-bentuk batuan
beku yang memotongstruktur batuan di sekitarnya disebut diskordan, termasuk di
dalamnya adalah batholit, stok,


dyke, dan jenjang volkanik. Sedangkan bentuk-bentuk yang sejajar dengan
struktur batuan disekitarnya disebut konkordan diantaranya adalah sill, lakolit dan
lopolit.Batuan beku dalam selain mempunyai berbagai bentuk tubuh intrusi, juga
mempunyai jenis batuan berbeda, berdasarkan pada komposisi mineral pembentuknya. Batuan-
batuanbeku luar secara tekstur digolongkan ke dalam kelompok batuan beku fanerik.Sesuai
dengan gambar di atas, contoh dari batuan beku adalah granite, gabbro, dan diorite. Granite
berkomposisi terutama dari feldspar dan kuarsa. K-feldspar merupakan
mineralutamanya, berwarna merah muda. Sedangkan Na-C Plagioklas terdapat dalam jumlah
sedang,berwarna putih seperti porselen. Mika, muskofit atau biotit berwarna hitam
mengkilap atauserpihannya berwarna bronze tersebar merata dalam batuan granite.

Gabbro
mempunyai tekstur berbutir kasar mirip dengan granite tetapi komposisi
utamanyaadalah piroksen dan Ca-Plagiokas. Olivin trdapat sebagai mineral minor.
Warna gabbro ialahhijau tua, abu-abu tua, atau hitam. Gabbro merupakan material utama di
bagian bawah kerak samudera dan juga pada beberapa bagian kerak benua tua.

Diorite
mempunyai tekstur berbutir kasar mirip dengan granite tetapi komposisi
utamanyaadalah Na-Plagiokas Feldspar, sedangkan kuarsa dan K-Feldspar merupakan mineral
minor.Mineral amfibol yang terdapat di dalamnya mencirikan batuan dengan jenis
diorite danbukanlah tidak mungkin dijumpai piroksen. Komposisi diorite
merupakan komposisimenengah dengan basalt.

2.1.2 Batuan Beku Luar (Extrusive)
Magma yang mencapai permukaan bumi, keluar melalui rekahan atau
lubangkepundan gunung api sebagai erupsi, mendingin dengan cepat dan membeku menjadi
batuanekstrusif. Keluarnya magma di permukaan bumi melalui rekahan disebut
sebagai fissureeruption. Pada umumnya magma basaltis yang viskositasnya
rendah dapat mengalir di sekitar mempunyai tekstur berbutir kasar mirip dengan
granite tetapi komposisi utamanyaadalah Na-Plagiokas Feldspar, sedangkan kuarsa dan K-
Feldspar merupakan mineral minor.Mineral amfibol yang terdapat di dalamnya
mencirikan batuan dengan jenis diorite danbukanlah tidak mungkin dijumpai
piroksen. Komposisi diorite merupakan komposisimenengah dengan basalt.

sebagai fissureeruption. Pada umumnya magma basaltis yang viskositasnya
rendah dapat mengalir di sekitarrekahannya, menjadi hamparan lava basalt yang disebut
plateau basalt. Erupsi yang keluarmelalui lubang kepundan gunung api dinamakan
erupsi sentral. Magma dapat mengalirmelaui lereng, sebagai aliran lava atau ikut
tersembur ke atas bersama gas-gas sebagaipiroklastik. Lava terdapat dalam
berbagai bentuk dan jenis tergantung apda komposisimagmanya dan tempat
terbentuknya.Apabila magma membeku di bawah permukaan air terbentuklah lava
bantal (pillowlava), dinamakan demikian karena pembentukannya di bawah tekanan
air.Dalam klasifikasi batuan beku batuan beku luar terklasifikasi ke dalam
kelompok batuanbeku afanitik. Contoh-contoh dari batuan beku luar adalah :

Basalt
merupakan batuan beku luar bertekstur afanitik berbutir halus sampai sangat halusbiasanya
berwarna gelap ,terjadi dari pendinginan dalam bagian dalam aliran
lava.komposisiutamanya adalah Ca-Plagioklas dan piroksen, sedangkan olivine atau amfibol
hanya sedikit

2.2.1 Batuan sedimen bertekstur klastik
Batuan sedimen klastik terdiri dari material detritus (hasil rombakan:
pecahan),memperlihatkan tekstur klastik (butiran berukuran lempung sampai
bongkah),memperlihatkan berbagai struktur sedimen.Proses : pelapukan,
erosi,transportasi, sedimentasiKlasifikasi besar butir batuan sedimen klastik menggunakan
skala Wentworth. Potensi Bahan Galian yang Berasosiasi DenganBatuan Sedimen,
Batuan Beku dan Batuan Metamorf. Bahan GalianAsosiasi dengan


Tujuan
Untuk mengetahui kelas kelas batuan berdasarkan beda kelas massa batuan
sesuai jenis materialnya.


C. Peralatan yang Digunakan
Alat-alat : Bahan-bahan :
1. Meteran 1. Kekar di Lapangan
2. Kompas Brunton
3. Alat Tulis
4. Tali Raffia
5. Table parameter RMR
6. Palu Geologi

D. Prosedur Percobaan
1. Orientasi lapangan
2. Menentukan RQD di lapangan dengan menghitung langsung dari
singkapan btuan yang mengalami retakan-retakan (baik lapisan batuan
maupun kekar atau sesar ) berdasarkan rumus Hudson (1979) sbb :
RQD = 100e
-0,1
( 0,1 + 1 )
3. Diukur spasi kekar.
4. Diukur kondisi rekahan
5. Ditentukan kondisi air tanah.
6. Ditentukan kekuatan batuan dengan cara memukul batuan dengan palu
geologi, pisau ,kemudian hasilnya disesuaikan dengan table
7. Disimpulkan dari orientasi lapangan kemudian dimasukkan pada
parameter RMR yang ada
8. Kesimpulan.

Hasil Pengukuran
No. Strike (
o
) Dip (
o
) No Strike (
o
) Dip (
o
)
1
115 89 26 109 42
2
137 87 27 149 90
3
127 56 28 51 55
4
122 84 29 189 61
5
130 48 30 69 69
6
141 66 31 129 81
7
138 85 32 142 24
8
26 61 33 143 24
9 102 76 34 109 89
10 91 88 35 104 21
11 102 84 36 95 70
12 61 70 37 139 81
13 86 83 38 60 74
14 133 54 39 139 84
15 126 83 40 208 61
16 81 20 41 131 69
17 126 80 42 150 90
18 69 44 43 144 62
19 46 41 44 171 71
20 197 72 45 154 64
21 135 88 46 153 70
22 58 74 47 192 56






Pengamatan dan pencatatan terhadap orientasi diskontinuitas dilakukan
secara sistematis dengan menggunakan metode scanline. Dalam metode ini,
pencatatan diskontinuitas dilakukan sepanjang garis pengamatan. Diskontinuitas
ang dicatat dan diobservasi adalah diskontinuitas yang memotong garis
pengamatan. Data yang diukur/ dicatat adalah tipe batuan (rock type), kekuatan
batuan (strength), pelapukan (weathering), arah kemenerusan kekar (strike) dan
kemiringan kekar (dip), jarak antar spasi kekar (joint spacing), kekasaran
(roughness), dan material sisipan (infilling).














Untuk menentukan longsoran kekar, baiknya menggunakan table system
RMR seperti yang tampak diatas.

23 86 48 48 149 71
24 63 35 49 119 90
25 185 71 50 24 66
E. Perhitungan
Rock Mass Rating (RMR)
RMR = UCS + RQD + Joint Spacing + Joint Condition + Ground Water
UCS = 12 RQD = 20
J oint Spacing = 15 J oint Condition = 25
Ground Water = 10
RMR = UCS + RQD + Joint Spacing + Joint Condition + Ground Water
= 12 + 20 + 15+ 25 + 10
= 82





Lokasi Parameter Masukan Rating
Nilai
RMR
Perum. Alaya
Uniaxial Compressive
Strength
100 250 12
82
RQD ( % ) 90 100 20
Spacing of Discontinuity 0.6 2 m 15
Joint Condition < 1 mm 25
Water Condition Lembab 10