Anda di halaman 1dari 14

TUGAS

PERENCANAAN DRAINASE
PRINSIP DAN FUNGSI DRAINASE JALAN




OLEH

KELOMPOK 6B

RICKY ANDREAS S 10 0404 161
DESINDO WIJAYA 10 0404 163

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013

PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

DRAINASE JALAN

Salah satu aspek terpenting dalam perencanaan jalan raya adalah melindungi jalan dari air
permukaan tanah dan air tanah.Genangan air di permukaan jalan memperlambat kendaraan
dan memberikan andil terjadinya kecelakaan yang diakibatkan permukaan jalan semakin licin
sehingga roda kendaraan tidak dapat mencengkram jalan pada saat waktu pengereman.Jika
air memasuki struktur jalan,perkerasan dan tanah dasar menjadi lemah,dan hal ini akan
mengakibatkan konstruksi jalan lebih peka terhadap kerusakan akibat lalu lintas.
PRINSIP PRINSIP UMUM DRAINASE JALAN
1. Daya Guna dan Hasil Guna (Efektif dan Efisien)

Perencanaan drainase haruslah sedemikian rupa sehingga fungsi fasilitas drainase
sebagai penampung, pembagi dan pembuang air dapat sepenuhnya berdaya guna dan
berhasil guna.

2. Ekonomis dan Aman.

Pemilihan dimensi dari fasilitas drainase haruslah mempertimbangkan factor
ekonomis dan faktor keamanan.

3. Pemeliharanan.

Perencanaan drainase haruslah mempertimbangkan pula segi kemudahan dan nilai
ekonomis dari pemeliharaan sistem drainase tersebut.

Sistem drainase jalan pada prinsipnya terdiri dari:

1. Kemiringan melintang pada perkerasan jalan dan bahu jalan.

a. Pada daerah jalan yang datar dan lurus
Penanganan pengendalian air untuk daerah ini biasanya dengan membuat kemiringan
perkerasan dan bahu jalan mulai dari tengah perkerasan menurun/ melandai kearah
selokan samping. Besarnya kemiringan jalan biasanya diambil 2% lebih besar
daripada kemiringan permukaan jalan.
Besarnya kemiringan melintang normal pada perkerasan jalan dapat dilihat ceperti
tercantum pada Tabel (1) dibawah ini.











PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B





















b. Daerah jalan yang lurus pada tanjakan/penurunan
Penanganan pengendalian air pada daerah ini perlu mempertimbangkan pula
besarnya kemiringan alinyemen vertikal jalan yang berupa tanjakan dan
turunan; agar supaya aliran air secepatnya bisa mengalir ke selokan samping.
Untuk itu maka kemiringan melintang perkerasan jalan disarankan agar
menggunakan nilai-nilai maksimum dari Tabel I

















c. Pada daerah tikungan
Kemiringan melintang perkerasan jalan pada daerah ini biasanya harus
mempertimbangkan pula kebutuhan kemiringan jalan menurut persyaratan
alinyemen horizontal jalan (lihat buku Geometrik); karena itu kemiringan
perkerasan, jalan harus dimulai dari sisi luar tikungan menurun/melandai ke
sisi dalam tikungan. Besarnya kemiringan pada daerah ini ditentukan oleh
nilai maksimum dari kebutuhan kemiringan alinyemen horizontal atau
kebutuhan kemiringan menurut keperluan drainase.


PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B






























2. Selokan samping.

Selokan, samping adalah selokan yang dibuat disisi kiri dan kanan badan jalan.

>> Fungsi Selokan Samping.

a. Menampung dan membuang air yang berasal dari permukaan jalan.
b. Menampung dan membuang air yang berasal dari daerah pengaliran sekitar
jalan.
c. Dalam hal daerah pengaliran luas sekali atau terdapat air limbah maka untuk
itu harus dibuat sistem drainase terpisah/tersendiri.













PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B



>>Bahan Bangunan Selokan Samping

Pemilihan jenis materal untuk selokan samping umumnya ditentukan oleh
besarnya kecepatan rencana aliran air yang akan melewati selokan samping
sedemikian sehingga material dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini:
























Kecepatan aliran air ditentukan oleh sifat hidrolis penampang saluran, salah satunya
adalah kemiringan saluran. Pada Tabel 3 dapat dilihat hubungan antara kemiringan
selokan samping dan tipe material yang digunakan.




















PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

>>>Penampang Melintang Selokan Samping

Pemilihan tipe penampang melintang selokan samping didasarkan atas :

a. Kondisi tanah dasar
b. Kedudukan muka air tanah
c. Kecepatan aliran air.

>>>Perhitungan Dimensi Selokan Samping

Dalam garis besar, perencanaan selokan samping mencakup 3 (tiga) tahap proses
sebagai berikut:

a. Analisis hidrologi

Analisis hidrologis dilakukan atas dasar data curah hujan, topografi daerah,
karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana. Hasil analisis
hidrologi adalah Besarnya debit air yang h arus ditampung oleh selokan samping.
Selanjutnya atas dasar debit yang kita peroleh maka dimensi selokan samping
dapat kita rencanakan berdasarkan analisa/perhitungan hidrolika.


Rumus untuk menghitung Debit (Q)
Biasanya rumus yang digunakan adalah Rational Formula sebagai berikut:



dimana:
Q = Debit (m3/met)
C = Koefisien pengaliran, seperti pada Tabel 4 dibawah ini.
I = Intensitas hujan (mm/jam) dihitung selama waktu konsentrasi
(Tc) untuk periode banjir rencana.
A = Luas daerah pengaliran (km2).
Koefisien Pengaliran (C):
Kocfisien pengaliran adalah kocfisicn yang besarnya tergantung pada kondisi
permukaan tanah, kemiringan medan, jenis tanah, lamanya hujan di daerah
pengaliran.
Tabel 4 : Koefisien Pengaliran (c)













PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B


b. Perhitungan hidrolika

Rumus umum yang dipakai untuk menghitung dimensi adalah sebagai berikut:


F = Luas penampang basah (m2)
Q = Debit (m3/dt)
V = Kecepatan aliran (m/dt)
Kecepatan aliran (V) dapat dihitung dengan menggunakan Rumus Manning:

V =



Dimana :
V = Kecepatan aliran
n = Koefisien kekasaran dinding menurut Manning
R=

= jari jari hidraulis (m)


F = luas penampang basah (m2)
p = keliling penampang basah (m)
i = Kemiringan selokan samping

Harga koefisien kekasaran dinding (n) menurut Manning bisa dilihat dari table di
bawah ini.



























PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

c. Gambar Rencana




























d. Penyederhanaan desain penampang saluran samping

>>> Penampang saluran samping jalan tanpa pasangan.

Ketentuan-ketentuan untuk menentukan dimensi saluran samping tanpa
pasangan :
a. Luas minimum penampang saluran samping tanpa pasangan adalah 0,50m2.
b. Tinggi minimum saluran (T) adalah 50 cm.
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk mendapatkan debit air (Q) dan ketentuan
ketentuan umum untuk menentukan dimensi saluran samping tanpa pasangan,
maka dapat dihitung penampang saluran samping.

Tabel 8 didapat herdasarkan pada harga lebar dasar saluran (D) 50 cm dan
kemiringan dasar saluran 1 : 1.










PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B






















>>> Penampang saluran samping jalan dengan pasangan

Ketentuan-ketentuan umum untuk menentukan dimensi saluran jalan dengan
pasangan:
a. Luas minimum penampang saluran samping dengan pasangan adalah 0.50 m2.
b. Tinggi minimal saluran (T) adalah 70 cm.

Berdasarkan asumsi untuk mendapatkan debit air (Q) dan ketentuan-ketentuan umum
untuk mendapatkan dimensi saluran samping dengan pasangan, maka dapat dihitung
penampang saluran samping.

Tabel 9 didapat berdasarkan pada lebar dasar saluran (D) 70 cm. Untuk lebar dasar
saluran (D) dan kemiringan saluran yang berbeda, Tabel 9 dapat digunakan
dengan catatan, luas penampang yang didapat dari Tabel 8 dan ketentuanketentuan
umum untuk mendapatkan dimensi saluran samping tetap terpenuhi.







PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B



3. Gorong-gorong.

Fungsi gorong-gorong adalah mengalirkan air dari sisi jalan ke sisi lainnya. Untuk itu
desainnya harus juga mempertimbangkan faktor hidrolis dan struktur supaya gorong-
gorong dapat berfungsi mengalirkan air dan mempunyai daya dukung terhadap beban
lalu lintas dan timbunan tanah.

>>>Tipe/Jenis Konstruksi.
Mengingat fungsinya maka gorong-gorong disarankan dibuat dengan tipe konstruksi
yang permanen (pipa/kotak beton, pasangan batu, armco) dan desain umur rencana 10
tahun.


>>> Komposisi Gorong-gorong
Bagian utama gorong-gorong terdiri atas:
a. Pipa : kanal air utama.
b. Tembok kepala:
Tembok yang menopang ujung dan lereng jalan. Tembok penahan
yang dipasang bersudut dengan tembok kepala, untuk menahan bahu
dan kemiringan jalan.
c. Apron (dasar):
Lantai dasar dibuat pada tempat masuk untuk mencegah terjadinya
erosi dan dapat berfungsi sebagai dinding penyekat lumpur. Bentuk
gorong-gorong umumnya tergantung pada tempat yang ada dan
tingginya timbunan.




PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

>>> Penempatan Gorong-gorong
Dalam perencanaan jalan, penempatan dan penentuan jumlah gorong-gorong harus
diperhatikan terhadap fungsi dan medan setempat. Agar dapat berfungsi dengan baik,
maka gorong-gorong ditempatkan pada :

a. Lokasi jalan yang memotong aliran air.
b. Daerah cekung, tempat air dapat menggenang.
c. Tempat kemiringan jalan yang tajam tempat air dapat merusak lereng dan
badan jalan.
d. Kedalaman gorong-gorong yang aman terhadap permukaan jalan minimum
60 cm. Disamping itu juga harus memperhatikan faktor-faktor lain sebagai
bahan pertimbangan, yaitu:
- aliran air alamiah
- tempat air masuk
- sudut yang tajam pada hagian pengeluaran (out let)
Dengan memperhatikan faktor tersebut maka penempatan gorong-gorong disarankan
untuk daerah datar. Disarankan dengan jarak maksimum 300 m.

>>> Penentuan Dimensi Gorong-gorong
Untuk menentukan dimensi gorong-gorong dapat dipakai.rumus :




>>> Penentuan Gorong-gorong

Pendekatan lain untuk menentukan ukuran gorong-gorong dan saluran kecil
atau ukuran jembatan yang mempunyai bentang < 12 m (bukaan saluran tidak
melebihi 30 m2), dapat menggunakan Rumus Talbot:

dimana :
a = luas saluran gorong-gorong (m2)
r = kocfisicn pengaliran
= 1 untuk daerah pegunungan
= 0,75 untuk daerah perbukitan
PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

= 0,50 untukd aerah bergelombang
= 0,25 untuk daerah datar
A = luas daerah pengaliran (HA)

- Dimensi minimum untuk luas saluran/gorong-gorong adalah 1,13 m2 atau
0,60 cm.
- Tabel 2.7.3. berikut ini akan memberikan luas saluran secara mudah untuk
bermacam macam keadaan medan dan luas daerah pengaliran yang
didasarkan pada Rumus Talbot.

























4. Saluran penangkap (Catch-drain)

Saluran penangkap (Catch-drain) adalah salah satu saluran yang digunakan untuk
menampung/menangkap air yang mengalir dari atas suatu permukaan tanah yang
lebih tinggi daripada permukaan jalan,biasanya terdapat pada daerah
perbukitan/pegunungan
Gambar lengkap struktur drainase jalan






PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

FUNGSI DRAINASE JALAN
Berdasarka fungsinya , drainase jalan dibedakan menjadi drainase permukaan dan drainase
bawah permukaan.Drainase permukaan ditujukan untuk menghilangkan air hujan dari
permukaan jalan sehingga lalu lintas dapat melaju dengan aman dan efisien. Drainase bawah
permukaan berfungsi untuk mencegah masuknya air ke dalam struktur jalan atau menangkap
dan mengeluarkan air dari sturuktur jalan.
Drainase Permukaan
Sistem drainase permukaan pada permukaan jalan raya mempunyai 3 fungsi utama:
Membawa air hujan dari permukaan jalan ke pembuangan air
Menampung air tanah dan air permukaan yang mengalir menuju lahan
Membawa air melewati alinyement jalan secara terkendali
Dua fungsi pertama dikendalikan oleh komponen drainase memanjang sementara
fungsi ketiga memerlukan bangunan drainase melintang ,seperti culvert,gorong-
gorong, dan jembatan.
Drainase bawah permukaan
Drainase bawah permukaan terutama berfungsi untuk menampung dan membuang air
yang masuk ke dalam struktur jalan,sehingga tidak sampai menimbulkan kerusakan pada
jalan.Pencegahan masuknya air ke dalam struktur perkerasan memerlukan penangkap air
tanah (interceptor) dan penutup permukaan perkerasan.












PERENCANAAN DRAINASE
prinsip dan fungsi drainase jalan Kelompok 6B

REFERENSI
SNI PETUNJUK DESAIN DRAINASE PERMUKAAN JALAN.DIREKTORAT JENDRAL
BINA MARGA DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA.JAKARTA
binamarga.pu.go.id
elearning.gunadarma.ac.id//search=drainase jalan
libarary.binus.ac.id//perencanaan drainase jalan.
ebookbrowse.com