Anda di halaman 1dari 29

BY: DRG IKA IFITRI MDSc

POLTEKKES KEMENKES PADANG


JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
MANIPULASI PENCABUTAN GIGI

Yaitu: teknik dan gerakan-gerakan yang kita
lakukan pada waktu mencabut gigi.

Gunanya: untuk melepaskan serabut-serabut
periodontium yg terdapat diantara gigi dgn
dinding alveolus.

Dengan demikian - gigi akan terlepas
dari perlekatannya dgn alveolus dan kita akan
dapat dgn mudah melakukan pencabutan
Manipulasi pencabutan gigi dapat dilakukan
dengan menggunakan:

1. tang

2. elevator
1. Manipulasi dengan Tang
Pencabutan gigi dapat berupa:

A. Rotasi yi: gerakan memutar sebesar 10
derajat kejurusan mesiopalatinal
pada RA, dan kejurusan mesio
lingual atau distolingual pada RB.
Gerakan ini dilakukan pada gigi yang mempyi akar
satu dan berbentuk konus atau setengah konus,
misalnya pada gigi insisivus, kaninus dan kadang-
kadang premolar.

Dengan gerakan ini membrana periodontalis yang
melekat pada gigi, pada dinding alveolus akan
tersobek atau tertarik
B. Luksasi gerakan kejurusan bukolingual
atau labio palatinal.

Gerakan luksasi pada RB lebih mudah atau
besar kearah labial bukal, karena dinding
sebelah bukal tersebut lebih tipis dibandingkan
bagian lingual.
Hanya pada regio Molar 3 gerakan luksasi ini
lebih besar kearah lingual krn dinding lingual
lebih tipis daripd bukal (anatomis mandibula)
Pada RA gerakan luksasi sama banyaknya atau
lebih banyak sedikit kearah labial - bukal
C. Ekstraksi gerakan menarik gigi dari
alveolus.
Dalam hal ini kita tidak boleh memakai
kekuatan yg terlalu besar, krn dpt
menyebabkan suatu trauma terhadap gigi
antagonis
2. Manipulasi dengan elevator

A. ELEVASI - yi gerakan mengungkit

Ujung elevator diletakkan diantara akar gigi
dgn tulang alveolus, dmn poros elevator tegak
lurus dengan poros gigi. Kemudian dibuat
gerakan rotasi dari elevator kearah oklusal
B. EKSTRAKSI
dmn ujung elevator yg lurus didorongkan di
antara akar gigi dan tulang alveolus poros
elvator tegak lurus dengan poros gigi.
Kemudian dibuat gerakan rotasi dari elevator
kearah oklusal.

Poros elevator sejajar dengan poros akar gigi.

Biasanya dipakai pada gigi berakar satu atau
untuk mengeluarkan sisa akar yang masih panjang
tetapi tak dapat lagi dicakup denagn tang
ELEVATOR DAN PENGGUNAANNYA

Kegunaan dari pemakaian elevator
1. untuk melonggarkan jaringan tepi
2. untuk mengambil akar gigi yg fraktur/gigi
tinggal akar
3. untuk separasi/memisahkan akar gigi
4. untuk mengambil septum inter radiculair bila
diperlukan, misal: pada pengambilan fraktur
gigi
5. untuk mengeluarkan gigi yg tdk bisa lagi
dicakup dengan tang, misal: pada gigi yg
impected atau pada gigi yg malposisi, misal:
crowded
BAHAYA PEMAKAIAN ELEVATOR

1. Bila kita menggunakan elevator terlalu kuat
dapat menyebabkan fraktur processus alveolaris
baik pada maxilla maupun mandibula
2. Bila tidak hati-hati maka elevator dapat meleset
dan melukai jaringan lunak sekitarnya, misal:
palatum, gingiva, fornix yg kemudian bisa
melukai arteri atausyaraf
3. Pemakaian elevator pada gigi M dan P atas
dapat merusak sinus maxillaris. Sedangkan pada
gigi-gigi raang bawah dapat merusak canalis
mandibularis
PENCABUTAN GIGI DAPAT DILAKUKAN DENGAN
BERBAGAI CARA:

1. Gigi dicabut dgn tang, dilepas dari alveolus, lalu
dicabut
2. Gigi dapat juga dikeluarkan dgn elevator yaitu
untuk gigi yang tidak dapat lagi dijepit dengan
tang
3. Gigi dapat juga dibelah (dipecah) dengan bor
atau pahat, kemudian diambil sebahagian2
4. Gigi dapat dikeluarkan dgn membka sebagian
gingiva dan tulang alveolar. Ini dilakukan untuk
gigi yang terpendam atau sisa akar gigi yang
terpendam didalam tulang alveolus
PADA DASARNYA PENCABUTAN GIGI
DAPAT DILAKUKAN DENGAN 2 CARA:

1. Pencabutan secara intra alveolar
pencabutan gigi cukup menggunakan
tang ekstraksi atau elevator
2. Pencabutan secara transalveolar
pencabutan gigi dilakukan dengan jalan
memotong gigi atau mengambil sebagian
dari tulang yang mengelilingi gigi
Setelah gigi dicabut hsrslah kita periksa
dahulu:
1. Apakah gigi tersebut sudah keluar
seluruhnya, bila ada yang fraktur harus
diusahakan untuk mengeluarkannya
2. Apakah ada pecahan corona gigi atau karang
gigi yang terjatuh ke dalam socket gigi, bila
ada harus diambil dan dibersihkan
3. Juga harus dilihat apakah ada ketinggalan
jaringan phatologis seperti: kista , atau
granuloma. Bila ada harus diambil dengan
sendok granuloma.
4.Juga harus dilihat apakah ada:
* tulang yang runcing
* septum yang menonjol diatas luka
Bila ada harus diambil dan dihaluskan

Pada pencabutan biasa, luka yg terjadi tidak
memerlukan perawatan istimewa. Setelah luka
dibersihkan, socket dipijit, kemudian di tutup
dengan tampon steril untuk menghindari bakteri
dan makanan masuk kedalam socket. Kalau
pencabutan sulit, dapat dimasukkan obat-obat
untuk menghindari infeksi.
PETUNJUK2 PADA PASIEN SESUDAH
PENCABUTAN GIGI

1. Pasien disuruh menggigit tampon selama
-1 jam, kemudian tampon dibuang. Bila masih
ada darah yang keluar, boleh diganti dengan
tampon yang baru dan dikompres dengan es
atau kembali ke klinik
2. Pasien tidak boleh banyak berkumur-kumur
pada hari pertama setelah pencabutan gigi
3. Pasien juga dilarang berolahraga/bekerja berat
pada hari itu.
4. Pasien dilarang menyentuh-nyentuh luka
baik dengan tangan maupun dengan
lidahnya
5. Pasien tidak boleh merokok, minum atau
makan yang panas-panas
6. Pada pasien anak-anak, pasien dilarang
untuk makan selama rasa kebas masih
berlangsung, terutama pada mandibular
anesthesi
7. Kebersihan luka harus dijaga dengan
berkumur-kumur pelan-pelan sesudah
makan

8. Penderita dianjurkan untuk minum obat-
obat seperti:
* Analgetik
* Antibiotik
* Anti oedem: bila pencabutan sulit untuk
mencega infeksi dan bengkak
9. Bila terjadi kelainan seperti sakit, bengkak,
pasien harus kontrol keesokan harinya
MANIPULASI PENCABUTAN GIGI

RAHANG ATAS
Insisivus sentralis: berakar satu dan bulat
-Tang tang insisivus maksila yg mulutnya
besar/kecil tgtng besar gigi
-Ggv dilepas dg raspatotium dr serviks gigi kmdn tang
ditempatkan sdlm mgkn & sesuai dg poros gigi
- Gerakan lbh byk rotasi, di bantu dg luksasi sdkt
stlh gigi terasa lepas dr alveolus ektraksi
Insisivus lateralis: bakar satu & agak gepeng

-Pucuk akar kdg2 mbengkok ke distal
- mahkota & akar lbh kecil dr I2
- tang yg dipakai tang I2 yg mulutnya lbh kecil dr
tang Insisivus sentralis
- gerakan luksasi, dibantu sdkt dg rotasi
- luksasi lbh byk ke arah labial krn bagian labial
tlgnya lbh tipis shg ektraksi mdh dilakukan
Kaninus
-prinsip: tdk boleh dicabut u/ kepentingan estetis
- akar satu dan plg pjg
- penampang melintang akar bbtk segitiga dg sudut2
yg bulat
- tang yg dipki tang insisivus yg mulutnya lebar &
tdk bertemu
- gerakan kombinasi luksasi & rotasi
- luksasi lbh besar ke labial krn tlg di bgn labial tipis
tipis (hati2 kmgkn tlg bag labial dpt turut
pecah/tcabut)
Premolar 1: akar 2 & kecil
-Tang tang P (handle btk S)
- gerakan luksasi (hati2 akar mdh patah)
Hati2 pluasan sinus maksilaris

Premolar 2: akar:1
-Tang yg dpki sama dg P1
- pencabutan lbh mdh dr P1
Molar 1: akar 3 (2 bukal, 1 paltinal akar divergen)
-Tang tang M dg mulut sblh palatinal bundar &
sblh bukal runcing
- tang kanan bbeda dg tang kiri
- gerakan hanya luksasi yg sama byk bukal &
palatinal
- gigi tlh longgar ektraksi

Molar 2: akar 3, lbh kecil dr M1
-Tang = tang M1
- gerakan luksasi lbh byk kebukal (tlg bag bukal lbh
tipis)
- ektraksi

Molar 3: btk bvariasi
-Tang M1 a/ tang khusus
- gerakan coba dl rotasi luksasi lbh byk ke bukal
- ektraksi
RAHANG BAWAH

Insisivus 1 & 2: berakar satu dan gepeng
-Tang tang insisivus dg sudut 90 drjt
besar/kecil tgtng besar gigi
- Gerakan seluruhnya luksasi lbh byk ke labial
- stlh gigi longgar ektraksi
Kaninus
-bakar satu
- potongan melintang bgn bukal tlgnya kdg2
melekat pd gigi shg pd pencab dpt menyebabkan
fraktur
- tang yg dipakai tang I bwh dg mulut lebar a/ tang
P bwh
- geraka : kombinasi luksasi & rotasi
- ektraksi biasanya agak berat
Premolar 1 & 2
-Akar satu & bulat, kdg2 akarnya 2
- tang yg dpki: tang I yg mulutnya besar a/ tang
khusus
- gerakan: luksasi & rotasi

Molar 1
-Akar 2: mesial & distal (gi2 t,besar)
- tang tang M bwh (beak: sama runcing buk & ling)
- gerakan: slrhnya luksasi ke bukal & lingual sama
byk
- ektraksi: berat, krn tlg bukal 7 lingual sama tebal
Molar 2
-lbh kecil dr M 1
-Tang yg dpki = dg M 1
-Gerakan : luksasi byk lingual & bukal

Molar 3 : btk bvariasi
-akar biasanya 2: mes & dist
-tang yg dpki: tang M 1 a/ tang khusus


Hal2 yg perlu diperhatikan waktu mencabut gigi
1. Bila sktr gigi yg akan dicabut tdpt radang
premedikasi
2. Pencab dpt dilakukan bila disekitar gigi radang
tapi harus diingat
a. Wkt melkukan deponir pd blok anestesi hrs jauh
dr radang
b. Kead gigi yg dicabut susah a/ tdk
c. KU pasien (radang akut KU pasien tgg)
THANKS FOR
U ATTENSION