Anda di halaman 1dari 3

MANAJEMEN SUMBERDAYA PERIKANAN JILID I

BAB I
Tujuan Manajemen Sumberdaya Perikanan


Setiap orang yang bersangkutan dengan penangkapan ikan akan memiliki ide-ide yang
berbeda terhadap apa sesungguhnya tujuan atau sasaran yang tepat dari manajemen perikanan.
Hal ini diilustrasikan dengan baik oleh David Cushing, yang menunjukkan pola manajemen yang
sempurna bagi kepribadian nelayan adalah menanamkan rasa memiliki satu sama lain. Keadaan
ini akan memberikan keduanya, tangkapan-tangkapan yang baik dan harga-harga yang tinggi
untuk apapun yang ia tangkap. Tidak ada pola manajemen yang nampaknya jauh dari hal ini,
walaupun banyak rintangan dari nelayan-nelayan dan kepentingan-kepentingan pribadi mereka.
Cara umum untuk mengerjakan hal ini adalah larangan terhadap metode pnangkapan ikan
baru, biasanya pada daerah-daerah (dengan atau tanpa fakta ilmiah) dimana mereka merusak
stok. Tidak jarang terjadi, hal ini hanya bermaksud dan bertujuan yang pada kenyatannya
nelayan-nelayan hanya sebagai obyek bagi penggunaan teknik-teknik baru, salah satunya karena
mereka menggerakan suatu usaha atau karena mereka harus membeli peralatan baru dan
kesulitan mempelajari bagaimana penggunaannya. Perundang-undangan seperti itu mempunyai
sejarah yang panjang, dimulai dari keluhan-keluhan pengguna trawl di sekitar negara bagian
Inggris di pantai Timur selama pemerintahan Edward III tahun 1976.
Fakta-fakta lain dalam pengawasan di bidang perikanan untuk memeliharaan penyediaan
kapal-kapal dan tenaga siap pakai untuk kepentingan perang berikutnya. Saat-saat terakhir
perang dunia kedua, armada-armada penangkapan ikan di negara maju dapat dengan mudah dan
cepat dirubah untuk tujuan-tujuan yang berhubungan dengan laut. Pada tahun 1939, kapal-kapal
pukat besar milik kerajaan Inggris (beberapa diantaranya dibuat oleh bangsa Jerman) dengan
mudah dapat dirubah sebagai kapal penyapu ranjau, sama sekali tidak mengherankan karena
beberapa diantaranya juga telah dibuat untuk tujuan tertentu pada perang dunia pertama.
Sekarang keduanya, penangkapan ikan dan peperangan sudah menjadi teknik yang sangat
kompleks. Walaupun kapal-kapal pukat yang lebih modern telah memiliki peralatan elektronik
yang lebih lengkap dibandingkan kapal perang dari beberapa decade yang telah lampau, ini tidak
tepat untuk penempatan kapal-kapal selam atau ranjau-ranjau. Walaupun alasan ini untuk
mempertahankan atau memperluas kegiatan armada perikanan, bukanlah alasan yang baik, akibat
dari pertimbangan serupa mungkin masih ditemukan pada perundang-undangan mengenai
perikanan, contohnya di USA hukum mengenai penggunaan kapal-kapal buatan luar negeri
(perundang-undangan ini telah berakar pula untuk hal yang lainnya).
Sering juga ada tekanan-tekanan sodial dan politik terhadap pertahanan armada
penangkapan ikan yang besar untuk mendapatkan yang selayaknya atau sedikit masalah untuk
mempertahankan sebagian besar nelayan. Nelayan-nelayan di kebanyakan negara berasal dari
masyarakat daerah tertutup dan tidak siap beralih pada pekerjaan lain, sering juga mereka
mempunyai pengaruh yang tidak sepadan dengan kemampuan mereka sesungguhnya. Langkah-
langkah menajemen atau perubahan-perubahan lainnya seperti pengenalan terhadap efisiensi
tetapi jenis alat yang menghemat tenaga kerja, yang mungkin tanpa menggunakan tenaga
nelayan untuk dialihkan ke pekerjaan lain, adalah mungkin menjadi sukses saat mereka dapat
petunjuk perikanan kearah yang lebih efisien.
Berbagai kenyataan lain dapat dikemukakan, seperti tujuan dari manajemen perikanan.
Berbagai macam perbaikan sedikit kepribadian nelayan adalah mungkin. Beberapa dari undang-
undang ini tujuan utamanya adalah pada keselamatan atau pada kapalnya. Tepatnya, diluar dari
perimbangan-pertimbangan di dalam buku ini. Mungkin terjadi interaksi dengan manajemen atau
peraturan dalam faham-faham sekarang, sejak beberapa undang-undang contohnya pembatasan
terhadap ukuran kapal (boat) sebagai suatu pembatasan kuantitas penangkapan, mungkin
cenderung menuju kapal yang lebih kecil yang dapat berlayar di laut dari pada kapal yang telah
dibuat dalam perundang-undangan tidak ada (yaitu Crutchfield dan Pontecorvo 1969).
Manajemen juga diperkenalkan untuk manfaat lain dari perikanan. Banyak teori yang
dipelajari para ahli ekonomi telah menekankan manfaat-manfaat yang besar yang dapat
memperlengkapi masyarakat sebagai suatu keseluruhan dari manajemen perikanan yang lebih
rasional. Seperti manfaat-manfaat yang berkenaan dengan pendapatan di bidang ekonomi yang
lebih besar dapat diberikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk, misalnya harga ikan yang
lebih murah, ikan yang lebih banyak melalui bantuan pemeritah bagi pembangunan perikanan
yang baru (hal ini mungkin suatu kondisi dari pemberian ijin untuk ikut serta dalam pendidikan
suatu usaha, keuntungan, perikanan yang memiliki ijin melakukan beberapa penangkapan ikan
dalam metode baru, pengembangan usaha atau dengan melalui keuntungan yang sedikit), atau
pemerataan kontribusi langsung kepada perbendaharaan nasional melalui biaya-biaya perjanjian.
Pengenalan undang-undang untuk masyarakat luas, pada kenyataannya jarang terjadi.
Para pengurus biaya bagi perkenalan (iklan) dan penyelenggara kegiatan manajemen perikanan
tidak banyak menyukai pekerjaan tambahan dari pada organisasi lain. Tindakan-tindakan yang
lebih banyak akan menghasilkan hasil yang lebih nyata seperti hasil dari tekanan-tekanan
spesifik. Anggota dari masyarakat umum, tidak menyukai tekanan yang keras untuk beberapa
kegiatan perikanan yang dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi dirinya. Hanya sedikit dan
sering terbatas luasnya. Nelayan-nelayan, sebaliknya dapat melakikan protes yang sangat keras
melawan langkah-langkah yang sama jika mereka piir, benar atau salah, bahwa mereka
cenderung serius terhadap mata pencaharian mereka.
Belakangan ini cenderung yang banyak disukai memberikan perhatian lebih kepada
kontribusi untuk ebaikan nasional sebagai tujuan utama dari manajemen telah meningkatkan
perencanaan nasional. Teristimewa, sedikitnya di negara-negara barat, manajemen perikanan
telah dipimpin sebagai suatu kontes, dengan nelayan-nelayan disatu sisi mencoba semua dan
setiap jenis ikan yang mereka dapat, dan disisi lain, manajer berkeinginan untuk menyetopnya
(memberhentikan). Hal ini jelas tidak cocok dimana pengelola juga bertanggung jawab untuk
perencanaan dan supervise dari operasi penangkapan ikan. Situasi seperti ini jelas terjadi di
USSR dan negara-negara lain dimana penangkapan ikan disuahakan oleh negara, tetapi
disamping semua pemerintahan sekarang, untuk peningkatan atau perluasan usaha patut terlibat
dalam sistem operasional dari penangkapan melalui bnayak hal seperti persetujuan pijaman,
bantuan, dan lain-lain. Pemerintah-pemerintah ini akan memiliki sebuah pertimbangan menarik
dalam beberapa bentuk manajemen yang menjanjikan kesempatan untuk memberikan pinjaman
yang cukup dan bantuan-bantuan.
Walaupun ada keseimbangan antara perubahan-perubahan tujuan, pada setiap waktu aka
nada pemilihan dari tujuan-tujuan berbeda dari suatu negara, dan pemilihan tujuan yang tepat
dari suatu negara nampaknya akn berbeda-beda untuk stok yang sama, atau banyak stok ikan.
Tujuan dari pemilihan ini, yang dapat mudah berkembang menjadi konflik, telah mengarah pada
suatu penelitian mengenai tujuan-tujuan yang dapat disetujui sebagai tujuan umumdan dapat
melawan usulan-usulan undang-undang.
Sebagian besar penggunaan macam-macam tujuan ini adalah Maximum Sustainable Yield
(MSY), yaitu hasil terbesar (maksimum) dimana stok dapat menhghasilan dari tahunn ke tahun.
Hampir selalu, MSY telah dibatasi oleh waktu bagi suatu hasil (yield) dari stok utama. Hal itu
telah dikembangkan terutama sekali kurva biollogi antara hasil dan usaha tangkap yang di
dalamnya terdapat dengan jelas hasil maksimum, khususnya perolehan kurva parabola dari
Schaeffer model.
MSY mempunyai beberapa keuntungan nyata. Pertama, yaitu MSY didasarkan pada
pengertian yang sederhana dan mudah tentang bagaiman persediaan jumlah ikan akan
mempengaruhi penangkapan ikan. Beberapa nelayan dapat mengetahui bahwa terlalu sedikit
persediaan akan memberikan hasil yang sedikit, dan juga hanya sediki hasil yang dapat diambil
dari persediaan tanpa mengulanginya. Keuntungan lebih besar lainnya adalah bahwa MSY
ditentukan oleh pengukuran fisika secara sederhana, berat dari ikan yang ditangkap, dan oleh
karena itu tidak tergantung dari perbedaan dengan atau diantara negara-negara dari nilai relative
penangkapan lebih banyak ikan (atau perbedaan jenis ikan) dibandingkan dengan penyimpanan
dalam biaya operasi.