Anda di halaman 1dari 2

Sejarah syiah dan sunni

Sahabat tercint a, akhir-akhir ini sempat terdengar isu konflik antara syiah dan sunni dimedia, baik
televisi, radio, koran dan sebagainya. Lantas bagaimana tanggapan kita terhadaap isu tersebut?
sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai sejarah syiah dan sunni maka perlu diketahui bahwa
dikotomi syiah dan sunni tidak pernah ada sebelum peristiwa tahkim(abitrase) pada abad ke -
1H,yaitu perundingan damai antara Ali Bin Abi Thalib yang saat itu menjabat sebagai khalifah ke
empat, dengan Muawiyah Bin Abi Sufyan yang mengklim sebagi khalifah. Kedua sahabat itu bertikai,
bahkan bertikai , sampai menemui titik temu pada peristiwa tahkim tersebut.
sebagai pengikut Ali, yang tidak sepakat dengan abitrasse ini, mereka lalu keluar dari barisan
pendukung dan membuat kelompok tersendiri yang kemudian dikenal dengan alkhawarij, yang
malah ballik menentang Ali. Sedangkan sebagian lagi malah sebaliknya mendukung penuh ali.
Kelompok ini lantas dinamai dengan syiah, yang artinya para pengikut. Adapun umat islam yang
lain, yang tidak masuk pada kelompok pendukung maupun penentang disebut sunni. Khawarij punah
seiring jaman, sedangkan dua sekte yang lain masih ada .
Pada sejarah syiah dan sunni selanjutnya, kedua sekte ini mengembangkan perbedaan-perbedaan
pada ranah teologi(keyakinan), fiqih ,dan sikap politik. Kaum sunnin sepakat bahwa khalifah yang
empat adalah sah,yaitu Abu Bakar Siddiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib.
Sementara beberapa kelompok syiah hanya mengakui ali bin abi thalib sebagai khalifah. Menurut
mereka penerus sah kepemimpinan muhammad saw adalah Ali, lalu diteruskan kepada para imam
yang suci dari ahlul bayt( keluarga nabi muhammad saw).
Daam sejarah politik Islam, syiah menjadi penentang (oposan) utama kekhalifahan Dinasti Umayah
(abad ke-1 2H) yang Sunni, karena dianggap memusuhi ahlul bayt yang dalam Syiah di sucikan dan
diaggungkan. Ketika Dinasti Umayyah runtuh, Syiah sempat mendapatkan kekuasaan ketika turut
serta mendirikan kekeuasaaan Dianasti Abassiyah pada pertengahan abad ke-2 H. Namun beberapa
lama kemudian , Syiah menjauh lagi dari kekeuasaan.
Pada masa kekacauan pemerintahan Abassyiah, salah satu sekte Syiah, yaitu Ismailiyah (yang paling
banyak dipermasalahkan oleh Sunni akibat keyakinannya yang menyimpang) menguasai mesir dan
mendirikan kekhalifahan Dinasti Fathimiyah disana pada tahun 910M. Dinasti ini sempat mendirikan
sebuah universitas yang terkenal hingga saat ini yaitu Universitas Al-Azhar, kairo, Mesir. Setelah
beberapa kurun Fathimiyah runtuh dan Al-Azhar diambil alih oleh Sunni.
Akibat perbedaaan mendasar dalam banyak hal, kedua sekte ini tetap hidup masing-masing hingga
saat ini. Pengikut Sunni meliputi hampir seluruh umat manusia di dunia. Sedangkan penganut Syiah
terkonsentrasi di Irak dan Iran. Bahkan di Iran, syiah mendirikan negara sendiri berdasarkan teologi
dan fikih Syiah sejak revolusi Iran tahun 1979.

Sumber : anneAhira.com