Anda di halaman 1dari 4

Pembelajaran Sejarah Aktif Dengan Media

Mind Map
Pelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran yang menekankan aspek kognitif dan afektif pada siswa.
Menjadi harapan setiap guru agar selama proses pembelajaran siswa bisa aktif dalam pembelajaran. Namun
dalam praktek di lapangan masih banyak guru sejarah yang masih menggunakan model pembelajaran
konvensional yaitu ceramah. Hal ini berakibat banyak siswa yang pada saat pembelajaran sejarah tidak
memperhatikan pelajaran entah karena bosan, mengantuk, apalagi pada jam-jam pelajaran siang.
Mengatasi hal ini ada baiknya guru-guru sejarah ( atau guru bidang studi IPS lainnya) mulai menerapkan
metode pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Siswa kita jadikan subyek bukan
obyek, sehingga mereka merasa dibutuhkan selama pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang
telah saya lakukan adalah dengan menggunakan media mind map (peta konsep).

Contoh Mind Map
Media peta konsep merupakan media pendidikan yang bertujuan untuk membangun pengetahuan siswadalam
belajar secara sistematis, yaitu sebagai teknik untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam penguasaan
konsep belajar dan pemecahan masalah (Pandley, dkk., 1994). Langkah yang dilakukan dalam membuat peta
konsep adalah dengan memikirkan apa yang menjadi pusat topik yang akan diajarkan, yaitu sesuatu yang
dianggap sebagai konsep inti. Dari konsep inti dibuat cabang-cabang, kemudian menuliskan kata atau istilah,
kelompok kata yang memiliki arti, yaitu yang mempunyai hubungan dengan konsep inti, sehingga akhirnya
membentuk satu peta hubungan integral dan saling terkait antara konsep atas bawah samping ( Nakhleh,
1994).
Media pembelajaran peta konsep sangat memungkinkan untuk digunakan. Pembuatan peta konsep yang
menggunakan warna yang beraneka, simbol, serta bentuk dan besar huruf yang bervariasi tampilan peta
konsep sangat cocok dengan paradigma baru pembelajaran. Peta konsep biasanya dibuat pada lembaran kertas
polos, ditulis tangan dengan menggunakan spidol atau pensil yang berwarna-warni. Biaya pembuatannya
relatif murah, mudah dibawa dan disimpan.


Siswa bekerja dalam kelompok membuat mind map
Dalam hal ini saya tidak langsung membuat mind map sesuai dengan tema yang sedang saya sampaikan pada
siswa, namun agar siswa terlibat dan merasakan pengalaman dalam membuat mind map, maka saya minta
siswa secara berkelompok membuat mind map dengan tema-tema yang berbeda. Dalam hal ini saya berfikir
bahwa siswa harus bisa menentukan mind map yang akan mereka buat sehingga siswa bisa aktif sekaligus akan
timbul kreativitasnya.
Langkah pertama yang saya lakukan adalah membentuk kelompok siswa. Kelas yang saya gunakan dalam
penerapan metode ini adalah kelas XI. IPS 4. Materi yang diambil adalah Masa Kolonial di Indonesia. Adapun
langkah-langkah kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Membentuk 6 kelompok ( setiap kelompok 5 6 siswa)
2) Setiap kelompok mempersiapkan bahan-bahan seperti buku referensi,
spidol warna, kertas karton, double tip, lem, dan lain-lain
3) Setiap kelompok membuat mind map ( peta pemikiran) tentang
kebijakan pemerintahan kolonial di Indonesia
4) Setiap kelompok mempresentasikan peta pemikiran yang telah dibuat di
depan kelas
5) Pembagian kelompok dan materi adalah sebagai berikut :
A. Kelompok satu terdiri atas :
Andi Saputro, Agus Prehatin, Arifah Retno P, Fitriana Rahmawati, Nur Fitriana KW, dan Umi Fitriani SCM
Membuat mind map Masa Kekuasaan VOC
B. Kelompok dua terdiri atas :
Endra Kurniawan, Idah suryanti, Nur Rahmawati K, Rima Tafid Arrizka, dan Suprihatin
Membuat mind map Masa Kekuasaan Daendels
C. Kelompok tiga terdiri atas :
Khoiru Rosyid, Anisa Nur Wahyuni, Dwi Wijiastuti, Imala Zumrotul Hanik, Priyatin, dan Tauvif Isma
Membuat mind map Masa Kekuasaan Raffles
D. Kelompok empat terdiri atas :
M. Syarif Hidayat, Arifah Novitasri, Eri Nurhidayati, Kyky Miftahul Jannah, dan Rahma Lusiawati
Membuat mind map Masa Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda
E. Kelompok lima terdiri atas :
M. Agung Prasojo, Fatin Umi Maimunah, Lisdiyah Tuti, Willys Wulandari, Rohmani Solikhah, dan Yurika Nilasari
Membuat mind map Masa Sistem Tanam Paksa
F. Kelompok enam terdiri atas :
Zakaria Ahmad, Fitria Rahmana Dewi, Rika Oktariyani, Vii Rahmawati, dan Umi Supriyatin
Membuat mind map Masa Zaman Liberal ( Undang-undang Agraria 1870)

Siswa mempresentasikan mind map di depan kelas
Salah satu contoh mind map siswa
Selanjutnya masing-masing kelompok mempresentasikan mind map yang telah dibuat sembari memberikan
penjelasan sesuai dengan tema masing-masing. Pada tahap ini siswa mau tidak mau harus menguasai
materinya sehingga mereka termotivasi untuk menampilkan yang terbaik agar mendapat penilaian yang
maksimal. Selama menyampaikan presentasi, kelompok yang lain memberikan masukan dalam bentuk
pertanyaan atau sanggahan dari yang disampaikan kelompok lain. Dengan metode mind map yang saya
terapkan ini terbukti bahwa siswa lebih aktif dalam pembelajaran sejarah yang sebelumnya dianggap pelajaran
yang membosankan, membuat mengantuk dan hal-hal negatif lainnya. Semoga dengan pengalaman ini bisa
bermanfaat bagi rekan-rekan guru yang lain. Selain itu metode mind map juga lebih memudahkan siswa dalam
mempelajari materi, apalagi sejarah membutuhkan banyak hafalan materi. Maju terus pendidikan Indonesia.

pejamkan mata kita 5dtk, dalam pejam itu coba kita
renungkan, bagaimana seandainya kita hidup tanpa kedua
mata.