Anda di halaman 1dari 14

Pembelajaran IPA terpadu menjadi salah satu ciri khas penerapan

kurikulum 2013 di SMP. Pada pelaksanaan kurikulum 2006 keterpaduan


dapat diasosiasikan dengan sebuah gelas berisi beberapa butir kelereng.
iap butir diisikan secara terpisah! namun dimasukan dalam satu "adah.
#alam kurikulum 2013 keterpaduan itu perlu dimaknai terintegrasi.
$agaimana teknik mengintegrasikann%a para guru perlu memahami
konsep di ba"ah ini.
Memadukan materi mata pelajaran $iologi! &imia! 'isika sehingga
dengan keterpaduann%a memungkinkan sis"a secara indi(idual maupun
kelompok akti) mengekspolorasi! mengelaborasi! mengkon*rmasi! dan
mengomunikasikan hasiln%a akan membuat si"a akti) mencari tahu.
&eterpaduan berarti merajut keterkaitan antara berbagai aspek dan
materi %ang tertuang dalam &ompetensi #asar IPA untuk melahirkan satu
atau beberapa tema pembelajaran. Pembelajaran terpadu juga dapat
dikatakan pembelajaran %ang memadukan materi dalam satu tema atau
tematik.
+ntuk mendalami lebih lanjut pembaca %ang budiman! mengunduh
materi pelatihan tentang IPA terpadau untuk SMP sebagai berikut,
#eskripsi erpadu
PP IPA erpadu
PEMBELAJARAN IPA TERPADU
Pendekatan pembelajaran terpadu mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam -IPA. sering disebut dengan pendekatan interdisipliner.
Model pembelajaran terpadu pada hakikatn%a merupakan suatu model
pembelajaran %ang memungkinkan peserta didik baik secara indi(idual
maupun kelompok akti) mencari! menggali! dan menemukan konsep serta
prinsip/prinsip secara holistik dan autentik -#epdikbud! 1006,3..Salah satu
diantaran%a adalah memadukan &ompetensi #asar.Melalui pembelajaran
terpadu peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung! sehingga
dapat menambah kekuatan untuk menerima! men%impan! dan
memproduksi kesan/kesan tentang hal/hal %ang dipelajarin%a.#engan
demikian! peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai
konsep %ang dipelajari.
Makna terpadu dalam pembelajaran IPA adalah adan%a keterkaitan
antara berbagai aspek dan materi %ang tertuang dalam &ompetensi #asar
IPA sehingga melahirkan sat atau beberapa tema pembelajaran.
Pembelajaran terpadu juga dapat dikatakan pembelajaran %ang
memadukan materi beberapa mata pelajaran atau kajian ilmu dalam satu
tema. &eterpaduan dalam pembelajaran IPA dimaksudkan agar
pembelajaran IPA lebih bermakna! e)ekti)! dan e*sien.
Pada pendekatan pembelajaran terpadu mata pelajaran IPA!
perangkat pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam
rumpun ilmu sosial. Pengembangan pembelajaran terpadu dapat
mengambil suatu topik dari suatu cabang ilmu tertentu! kemudian
dilengkapi! dibahas! diperluas! dan diperdalam dengan cabang/cabang
ilmu %ang lain. ema dapat dikembangkan dari isu! peristi"a! dan
permasalahan %ang berkembang! contohn%a banjir! pemukiman kumuh!
potensi pari"isata! IP1&! mobilitas sosial! modernisasi %ang dibahas dari
berbagai disiplin ilmu/ilmu sosial.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam -IPA. di Sekolah Menengah
Pertama - SMP. pada kurikulum tahun 2013 terdapat beberapa perubahan
diantara adalah konsep pembelajarann%a dikembangkan sebagai mata
pelajaran integrative science atau 2IPAerpadu3 bukan sebagai pendidikan
disiplin ilmu. &onsep keterpaduan ini ditunjukkan dalam &ompetensi Inti
- &I. dan &ompetensi #asar - &#. pembelajaran IPA %akni di dalam satu &#
sudah memadukan konsep/konsep IPA dari bidang ilmu biologi! *sika! dan
ilmu pengetahuan bumi dan antariksa -IP$A..
Pembelajaran IPA berorientasi pada kemampuan aplikati)!
pengembangan kemampuan berpikir! kemampuan belajar! rasa ingin
tahu! dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung ja"ab terhadap
lingkungan sosial dan alam. IPA juga ditujukan untuk pengenalan
lingkungan biologi dan alam sekitarn%a! serta pengenalan berbagai
keunggulan "ila%ah 4usantara.
Melalui pembelajaran IPA terpadu! peserta didik dapat memperoleh
pengalaman langsung! sehingga dapat menambah kekuatan untuk
menerima! men%impan! dan menerapkan konsep %ang telah dipelajarin%a.
#engan demikian! peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri
berbagai konsep %ang dipelajari secara men%eluruh -holistik.! bermakna!
autentik dan akti).
5ara pengemasan pengalaman belajar %ang dirancang guru sangat
berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta
didik. Pengalaman belajar %ang lebih menunjukkan kaitan unsur/unsur
konseptual akan menjadikan proses belajar lebih e)ekti). &aitan konseptual
%ang dipelajari dengan sisi bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam -IPA.
%ang rele(an akan membentuk skema kogniti)! sehingga anak
memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan
belajar IPA! serta kebulatan pandangan tentang kehidupan! dunia n%ata
dan )enomena alam han%a dapat dire6eksikan melalui pembelajaran
terpadu.
A. Model-model Pembelajaran Terpadu
#itinjau dari cara memadukan konsep! keterampilan! topik! dan unit
sematisn%a7 terpadun%a! menurut seorang ahli %ang bernama 8obin
'ogart% -1001. terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan
pembelajaran terpadu. &esepuluh cara atau model tersebut adalah, -1.
fragmented! -2. connected! -3. nested! -9. sequenced! -:. shared! -6.
webbed! -;. threaded! -<. integrated! -0. immersed! dan -10. networked.
Secara singkat kesepuluh cara atau model tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut.
Tabel 1 Ragam
Model
Pembelajaran
Terpadu Nama
Model
Desr!ps! "eleb!#an "elema#an
erpisah
-Fragmented.

Model ini
berisikan mata
pelajaran7disipli
n ilmu %ang
berbeda dan
saling terpisah
Adan%a kejelasan
dan pandangan
%ang terpisah
dalam suatu mata
pelajaran
&eterhubungan
menjadi tidak
jelas= lebih
sedikit trans)er
pembelajaran
"e$era!$an%
"e$er#ubunga
n
&Connected'
opik/topik
dalam satu mata
pelajaran7disipli
n ilmu
berhubungan
satu sama lain.
#alam model ini
hubungan satu
topik atau antar
konsep!
keterampilan!
atau tugas
diekspilisitkan
&onsep>konsep
utama saling
terhubung!
mengarah pada
pengulangan
-review.!
rekonseptualisasi!
dan asimilasi
gagasan/gagasan
dalam suatu
disiplin
#isiplin/disiplin
ilmu tidak
berkaitan=
materi pelajaran
tetap ter)okus
pada satu
disiplin ilmu
$erbentuk
Sarang7
kumpulan
-4ested.
#alam model ini
dipadukan
berbagai
keterampilan
dari berbagai
disiplin ilmu!
misaln%a
keterampilan/
keterampilan
sosial! berpikir!
dan kontent
-contents skill.
dicapai di dalam
satu mata
pelajaran
-subject area.
Memberi
perhatian pada
berbagai mata
pelajaran %ang
berbeda dalam
"aktu %ang
bersamaan!
memperka%a dan
memperluas
pembelajaran
Pelajar dapat
menjadi bingung
dan kehilangan
arah mengenai
konsep/konsep
utama dari
suatu kegiatan
atau pelajaran
#alam satu
rangkaian
-Se?uence.
#alam model ini
topik/topik
diurutkan dan
persamaan/
persamaan %ang
ada dalam mata
pelajaran %ang
Mem)asilitasi
trans)er
pembelajaran
melintasi
beberapa mata
pelajaran
Membutuhkan
kolaborasi %ang
terus menerus
dan 6eksibilitas
%ang tinggi
karena guru/
guru memilki
Tabel 1 Ragam
Model
Pembelajaran
Terpadu Nama
Model
Desr!ps! "eleb!#an "elema#an
dipadukan
diajarkan secara
bersamaan!
lebih sedikit
otonomi untuk
mengurutkan
-merancang.
kurikulum
Terbag!
&(#ared'
#alam model ini
dipadukan dua
mata
pelajaran7disipli
n ilmu dan dari
mata pelajaran
%ang dipadukan
itu memiliki
bagian %ang
sama.
Perencanaan tim
dan atau
pengajaran %ang
melibatkan dua
disiplin
di)okuskan pada
konsep!
keterampilan!
dan sikap/sikap
-attitudes. %ang
sama
erdapat
pengalaman/
pengalaman
pembelajaran
bersama= dengan
dua orang guru di
dalam satu tim!
akan lebih mudah
untuk
berkolaborasi
Membutuhkan
"aktu!
6eksibilitas!
komitmen! dan
kompromi
Jar!ng laba-
laba &)ebbed'
Model ini
memadukan
beberapa mata
pelajaran.
Pembelajaran
dikat dengan
tema sehingga
dikenal dengan
Pembelajaran
tematis! karena
menggunakan
suatu tema
sebagai dasar
pembelajaran
dalam berbagai
disiplin mata
pelajaran
#apat memoti(asi
murid/murid,
membantu murid/
murid untuk
melihat
keterhubungan
antar gagasan
ema %ang
digunakan harus
dipilih baik/baik
secara selekti)
agar menjadi
berarti! juga
rele(an dengan
kontent
Tabel 1 Ragam
Model
Pembelajaran
Terpadu Nama
Model
Desr!ps! "eleb!#an "elema#an
#alam satu alur
-hreaded.
Model
pembelajaran
terpadu %ang
mem)okuskan
pada
penguasaan
keterampilan.
&eterampilan/
keterampilan
sosial! berpikir!
berbagai jenis
kecerdasan! dan
keterampilan
belajar
@direntangkanA
melalui berbagai
disiplin
ilmu7mata
pelajaran
Murid/murid
mempelajari cara
mereka belajar=
mem)asilitas
trans)er
pembelajaran
selanjutn%a
#isiplin/disiplin
ilmu %ang
bersangkutan
tetap terpisah
satu sama lain
Terpadu
&In$egra$ed'
Model
pembelajaran
terpadu %ang
memadukan
berbagai
mapel7disiplin
ilmu! tetapi ada
penetapan
prioritas untuk
menemukan
konsep!
keterampilan!
sikap %ang sama
dari berbagai
disiplin ilmu
%ang
saling tumpang
tindih dalam
berbagai disiplin
ilmu
Mendorong murid/
murid untuk
melihat
keterkaitan dan
kesalingterhubun
gan di antara
disiplin/disiplin
ilmu= murid/murid
termoti(asi
dengan melihat
berbagai
keterkaitan
tersebut
Membutuhkan
tim
antardeparteme
n %ang memiliki
perencanaan
dan "aktu
pengajaran %ang
sama
Immersed #alam model ini
guru membantu
peserta didik
untuk
memadukan apa
&eterpaduan
berlangsung di
dalam pelajar itu
sendiri
#apat
mempersempit
)okus pelajar
tersebut
Tabel 1 Ragam
Model
Pembelajaran
Terpadu Nama
Model
Desr!ps! "eleb!#an "elema#an
%ang dipelajari
dengan cara
memandang
seluruh
pengajaran
melalui
perspekti)
bidang %ang
disukai -area o)
interest.
jejaring
-4et"orked.
Model ini
membelaarkan
peserta didik
untuk
melakukan
proses
pemaduan topik
%ang dipelajari
melalui
pemilihan
jejaring pakar
dan sumber
da%a.
$ersi)at proakti)=
peserta didik
terstimulasi oleh
in)ormasi!
keterampilan!
atau konsep/
konsep baru
#apat memecah
perhatian
peserta didik.!
upa%a/upa%a
menjadi tidak
e)ekti). Bika
peserta didik
tidak memiliki
kemampuan
mengadakan
pena)siran ulang
terhadap
pemahaman
%ang dimilikin%a
dan menerap/
kann%a secara
tepat
- Indra"ati! 2010.
Pada &urikulum 2013! &# mata pelajaran IPA sudah memadukan
konsep dari aspek *sika! biologi kimia dan IP$A! tetapi tidak semua aspek
dipadukan karena pada suatu topik IPA tidak semua aspek dapat
dipadukan.
#ari sejumlah model pembelajaran %ang dikemukakan 'ogart%
-1001.! terdapat beberapa model %ang potensial untuk diterapkan dalam
pembelajaran IPA terpadu! %aitu connected* webbed* shared* dan
integrated. 1mpat model tersebut dipilih karena konsep/konsep dalam
&# IPA memiliki karakteristik %ang berbeda/beda! sehingga memerlukan
model %ang sesuai agar memberikan hasil keterpaduan %ang optimal.
$agaimana cara menentukan model keterpaduan untuk pen%ajian
suatu topic IPAC
Ada sejumlah konsep %ang saling bertautan dalam suatu &#. Agar
pembelajarann%a menghasilkan kompetensi %ang utuh! maka konsep/
konsep tersebut harus dipertautkan -connected. dalam pembelajarann%a.
Pada model connected ini konsep pokok menjadi materi pembelajaran inti!
sedangkan contoh atau terapan konsep %ang dikaitkan ber)ungsi untuk
memperka%a.
Ada &# %ang mengandung konsep saling berkaitan tetapi tidak
beririsan. +ntuk menghasilkan kompetensi %ang utuh! konsep/konsep
harus dikaitkan dengan suatu tema tertentu hingga men%erupai jaring
laba/laba. Model semacam ini disebut webbed. &arena selalu memerlukan
tema pengait! maka model webbed laDim disebut model tematik.
Ada sejumlah &# %ang mengandung konsep saling
beririsan7tumpang tindih! sehingga bila dibelajarkan secara terpisah/pisah
menjadi tidak e*sien. &onsep/konsep semacam ini memerlukan
pembelajaran model integrated atau shared. Pada model integrated!
materi pembelajaran dikemas dari konsep/konsep dalam &# %ang
sepenuhn%a beririsan= sedangkan pada model shared! konsep/konsep
dalam &# %ang dibelajarkan tidak sepenuhn%a beririsan! tetapi dimulai
dari bagian %ang beririsan.
1mpat model keterpaduan di atas dipilih karena konsep/konsep
dalam &# IPA memiliki karakteristik %ang berbeda/beda! sehingga
memerlukan model %ang sesuai agar memberikan hasil %ang optimal.
B. "onsep Pembelajaran IPA Terpadu
Ilmu Pengetahuan Alam -IPA. berkaitan dengan cara mencari tahu
tentang alam secara sistematis! sehingga IPA bukan han%a penguasaan
kumpulan pengetahuan %ang berupa )akta/)akta! konsep/konsep! atau
prinsip/prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi "ahana bagi peserta didik untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar! serta prospek pengembangan
lebih lanjut dalam menerapkann%a di dalam kehidupan sehari/hari. Proses
pembelajarann%a menekankan pada pemberian pengalaman langsung
untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami
alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan
berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh
pemahaman %ang lebih mendalam tentang alam sekitar.
(e+ara umum Ilmu Penge$a#uan Alam &IPA' d! (MP%MTs*
mel!pu$! b!dang aj!an energ! dan peruba#ann,a* bum! an$ar!sa*
ma#lu #!dup dan proses e#!dupan* dan ma$er! dan s!-a$n,a
%ang sebenarn%a sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk
memahami )enomena alam. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan
pengetahuan ilmiah! %aitu pengetahuan %ang telah mengalami uji
kebenaran melalui metode ilmiah! dengan ciri, objekti)! metodik!
sistimatis! uni(ersal! dan tentati). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu
%ang pokok bahasann%a adalah alam dan segala isin%a.
Pembelajaran terpadu dalam IPA dapat dikemas dengan
ema7opik7Materi Ajar tentang suatu "acana %ang dibahas dari berbagai
sudut pandang atau disiplin keilmuan %ang mudah dipahami dan dikenal
peserta didik. #alam pembelajaran IPA secara terpadu! suatu konsep
dibahas dari berbagai aspek bidang kajian dalam bidang kajian IPA.
Misaln%a onsep energ! di kelas EII dibahas dari sudut sumber/sumber
energi! energi dalam makanan! trans)ormasi energi dalam sel!
metabolisme sel! respirasi! sistem pencernaan makanan dan )otosintesis.
#engan demikian melalui pembelajaran terpadu ini beberapa konsep %ang
rele(an untuk dijadikan topik7materi ajar tidak perlu dibahas berulang kali
dalam bidang kajian %ang berbeda! sehingga penggunaan "aktu untuk
pembahasann%a lebih e*sien dan pencapaian tujuan pembelajaran juga
diharapkan akan lebih e)ekti).
D!dalam peran+angan pembelajaran $erpadu ada beberapa
pr!ns!p-pr!ns!p ,ang #arus d!per#a$!an ,a!$u.
1. Substansi materi %ang akan diramu ke dalam pembelajaran terpadu
diangkat dari konsep/konsep kunci %ang terkandung dalam aspek/
aspek perkembangan terkait.
2. Antar konsep kunci %ang dimaksud memiliki keterkaitan makna dan
)ungsi! %ang apabila diramu ke dalam satu konteks tertentu
-peristi"a! isu! masalah! atau tema. masih memiliki makna asal!
selain memiliki makna %ang berkembang dalam konteks %ang
dimaksud.
3. Akti(itas belajar %ang hendak dirancang dalam pembelajaran terpadu
mencakup aspek perkembangan anak.
Adapun ciri/ciri pembelajaran terpadu menurut Filda &arli dan
Margaretha -2002,1:. dalam mengemukakan beberapa ciri pembelajaran
terpadu! %aitu sebagai berikut.
1. Folistik! suatu peristi"a %ang menjadi pusat perhatian dalam
pembelajaran terpadu dikaji dari beberapa bidang studi
sekaligus untuk memahami suatu )enomena dari segala sisi.
2. $ermakna! keterkaitan antara konsep/konsep lain akan
menambah kebermaknaan konsep %ang dipelajari dan
diharapkan anak mampu menerapkan perolehan belajarn%a
untuk memecahkan masalah/masalah n%ata di dalam
kehidupann%a.
3. Akti)! pembelajaran terpadu dikembangkan melalui
pendekatan disko(eri/inkuiri. Peserta didik terlibat secara akti)
dalam proses pembelajaran %ang secara tidak langsung dapat
memoti(asi anak untuk belajar.
/. Pelasanaan Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran IPA terpadu melibatkan tiga kegiatan utama %aitu
perencanaan! pelaksanaan! dan penilaian. #i samping itu! pembelajaran
IPA terpadu memberikan beberapa implikasi terhadap guru! sis"a maupun
bahan ajar %ang digunakan.
1. Peren+anaan
&eberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu akan lebih
optimal jika guru dalam merencanakan pembelajaran tersebut
mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik serta kemampuan
sumberda%a pendukung lainn%a. &ondisi dan potensi peserta didik
tersebut meliputi, minat! bakat! kebutuhan! dan kemampuan peserta
didik. Sedangkan! %ang dimaksud dengan kemampuan sumberda%a
pendukung meliputi, kemampuan guru! ketersediaan sarana dan
prasarana pembelajaran! serta kepedulian stakeholders sekolah.
Seperti %ang telah diuraikan sebelumn%a! ada empat model
keterpaduan %ang potensial diterapkan dalam pembelajaran IPA di
SMP7Ms! ,a!$u. model e$erpaduan se+ara connected* shared,
webbed* dan integrated. Model keterpaduan manapun %ang diterapkan
oleh guru! semuan%a berdasarkan pada keterkaitan antar bidang kajian
IPA. +ntuk pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu perlu dilakukan
pemetaan konsep dalam satu &# terlebih dulu. #engan model/model
keterpaduan di atas! harus diupa%akan tidak satupun konsep %ang
pencapaiann%a parsial tanpa mengaitkan atau memadukann%a dengan
konsep IPA lain %ang rele(an.
5ontoh alur pemetaan konsep IPA dan pen%usunan 8PP -8encana
Pelaksanaan Pembelajaran. ditunjukkan pada bagan di ba"ah ini.
Pada kurikulum tahun 2013 khususn%a pada &# IPA SMP! konsep/
konsep IPA sudah dipadukan dalam satu &#.
5ontoh,
1. Memahami konsep pengukuran berbagai besaran %ang ada pada diri!
makhluk hidup! dan lingkungan *sik sekitar sebagai bagian dari
obser(asi! serta pentingn%aperumusan satuan terstandar -baku.
dalam pengukuran
2. Memahami karakteristik Dat! serta perubahan *sika dan kimia pada
Dat %ang dapat diman)aatkan untuk kehidupan sehari/hari
3. Mengenal konsep energi! berbagai sumber energi! energi dari
makanan! trans)ormasi energi! respirasi! sistem pencernaan
makanan! dan )otosintesis
Sebelum merancang model keterpaduan guru harus
mengidenti*kasi dahulu seluruh konsep/konsep IPA %ang ada dalam satu
&# melalui kegiatan analisis Standar &ompetensi Gulusan -S&G.! &I dan &#.
&onsep/konsep %ang teridenti*kasi selanjutn%a dipetakan atau dikaitkan
dalam satu ema atau opik. &egiatan berikutn%a guru memilih konsep/
konsep %ang dapat dipadukan untuk pen%ajian pembelajaran satu kali
tatap muka.
&egiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran
secara men%eluruh dan utuh! sehingga dapat menentukan model
keterpaduan %ang sesuai bagaimana konsep/konsep tersebut terintegrasi
dalam pembelajaran. Sehingga memudahkan dalam pembuatan 8encana
Pelaksanaan Pembelajaran -8PP..
5ontoh hasil identi*kasi konsep %ang dapat dipadukan berdasarkan
analisis S&G! &I dan &# nomor 3.: pada aspek pengetahuan dan
keterampilan tertera pada tabel berikut.
abel 2. &onsep atau materi %ang dapat dipadukan pada &# nomor
3.: dengan topik Perubahan benda/benda disekitar kita
Aspe ($andar
"ompe$ens!
Lulusan
"ompe$ens!
In$!
"ompe$ens!
Dasar
L!ngup
Ma$er!
Pengeta/huan Memiliki
pengetahuan
'aktual!
konseptual dan
prosedural
dalam
Ilmu
pengetahuan!
teknologi! seni!
dan buda%a
dengan
"a"asan
kemanusiaan!
kebangsaan!
kenegaraan!
dan peradaban
terkait
)enomena dan
kejadian %ang
tampak mata
Memahami
pengetahuan
-)aktual!
konseptual! dan
prosedural.
berdasarkan
rasa ingin
tahun%a
tentang ilmu
pengetahuan!
teknologi! seni!
buda%a terkait
)enomena dan
kejadian
tampak mata
3.: Memahami
karakteristik
Dat! serta
perubahan
*sika dan kimia
pada Dat %ang
dapat
diman)aatkan
untuk
kehidupan
sehari/hari
Peruba#an
)ujud
Perubahan
*sika ,
H mencair!
H menguap!
H mengembun!
H men%ublim!
H membeku!
H deposisi
Perubahan
kimia7reaksi
kimia ,
Iejala/gejala
pada reaksi
kimia
Pem!sa#an
+ampuran ,
e(aporasi!
*ltrasi!
dekantasi!
destilasi!
kromatogra*
dan sublimasi
&eteram/pilan Memiliki
kemampuan
pikir dan tindak
%ang e)ekti)
dan kreati)
dalam ranah
abstrak dan
konkret sebagai
pengembangan
dari %ang
dipelajari di
sekolah secara
mandiri.
Mencoba!
mengolah! dan
men%aji dalam
ranah konkret
-menggunakan!
mengurai!
merangkai!
memodi*kasi!
dan membuat.
dan ranah
abstrak
-menulis!
membaca!
menghitung!
menggambar!
dan
mengarang.
sesuai dengan
%ang dipelajari
9.: Melakukan
pemisahan
campuran
berdasarkan
si)at *sika dan
kimia
Melakukan
percobaan
H Perubahan
*sika
H Perubahan
kimia
H Pemisahan
campuran
H Merancang
alat untuk
memisahkan
campuran
Mengobser(asi!
meninterpretasi
kan hasil
percobaan!
melaporkan
hasil percobaan
Aspe ($andar
"ompe$ens!
Lulusan
"ompe$ens!
In$!
"ompe$ens!
Dasar
L!ngup
Ma$er!
di sekolah dan
sumber lain
%ang sama
dalam sudut
pandang7teori
5ontoh keterpaduan konsep dalam satu &# pada &# nomor 3.:
dengan tema7topik pemersatu Perubahan benda/benda di sekitar kita dan
contoh pemetaan konsep dalam satu topik untuk satu kali tatap muka.
- terlampir.
&onsep/konsep IPA didalam satu &# dapat dipadukan dalam
berbagai bentuk model keterpaduan sesuai dengan karakteristik konsep
dan topik pemersatun%a.
$eberapa hal %ang perlu diperhatikan dalam merumuskan kaitan
atau memilih topik pada pembelajaran IPA terpadu adalah rele(an dengan
&#/&# %ang dipadukan! memperhatikan isu/isu %ang aktual dan menarik
dan kontekstual! %aitu dekat dengan pengalaman pribadi peserta didik
dan sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.
+ntuk perancangan 8PP! selanjutn%a guru membuat indikator dan
merancang skenario pembelajaran %ang memperlihatkan keterpaduan
konsep.
0. Pelasanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan konsep integrative science
dapat diterapkan mulai dari kegiatan pendahuluan! kegiatan inti! sampai
kegiatan penutup. Pembelajaran IPA terpadu dapat dilaksanakan melalui
model/model pembelajaran ino(ati)! misaln%a model pembelajaran
inkuari! siklus belajar atau pemecahan masalah. Strategin%a dapat
menggunakan pembelajaran kooperati) atau pengajaran langsung.
Pendekatan dapat menggunakan keterampilan proses! lingkungan atau
SM! metode dapat menggunakan eksperimen! demonstrasi! ceramah dan
lain/lain. Gangkah/langkah atau sintaksn%a dimodi*kasi sesuai model
keterpaduan %ang dipilih dan pendekatan scientifc.
1. Pen!la!an
#alam pembelajaran terpadu! guru harus melakukan penilaian baik
dalam proses pembelajaran maupun sebagai hasil proses pembelajaran.
Penilaian proses dapat dilakukan guru secara langsung dengan
menggunakan teknik obser(asi baik ketika peserta didik bekerja
kelompok! misaln%a men%ampaikan gagasan. Penilaian proses juga dapat
dilakukan terhadap kinerja! baik berupa produk *sik %ang dihasilkan anak
dalam proses7setelah proses pembelajaran maupun kinerja melakukan
sesuatu berupa keterampilan motorik. Sedangkan aspek sikap dapat
dinilai pada "aktu proses pembelajaran. Penilaian sikap dapat dilakukan
berkaitan dengan berbagai objek sikap! misaln%a sikap terhadap apa %ang
telah dipelajari! sikap terhadap guru! dan sikap terhadap proses
pembelajaran. Pada kurikulum 2013 dianjurkan menerapkan penilaian
autentik. Penilaian ini berlaku untuk semua pembelajaran! sehingga pada
pembelajaran IPA secara terpadupun penilaian tetap menerapkan
pembelajaran autentik.
D. "eua$an dan "e$erba$asan Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu memiliki kelebihan dibandingkan dengan
pendekatan kon(ensional! %aitu sebagai berikut.
a. Pengalaman dan kegiatan belajar peserta didik akan selalu
rele(an dengan tingkat perkembangan anak
b. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik
sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama.
c. Pembelajaran terpadu menumbuhkembangkan keterampilan
ber*kir dan sosial peserta didik.
d. Pembelajaran terpadu men%ajikan kegiatan %ang bersi)at
pragmatis dengan permasalahan %ang sering ditemui dalam
kehidupan7lingkungan riil peserta didik
e. Bika pembelajaran terpadu diracang bersama! dapat
meningkatkan kerja sama antar guru bidang kajian terkait! guru
dengan peserta didik! peserta didik dengan peserta didik!
peserta didik7guru dengan nara sumber= sehingga belajar lebih
men%enangkan! belajar dalam situasi n%ata! dan dalam konteks
%ang lebih bermakna
#i samping ada kelebihan di atas! pembelajaran terpadu memiliki
keterbatasan! terutama dalam pelaksanaann%a! %aitu pada perancangan
dan pelaksanaan e(alusi %ang lebih ban%ak menuntut guru untuk
melakukan e(aluasi proses! dan tidak han%a e(aluasi dampak
pembelajaran langsung saja. Puskur! $alitbang #iknas -tt,0.
mengidenti*kasi beberapa keterbatasan pembelajaran terpadu antara lain
dapat ditinjau dari beberapa aspek! %aitu sebagai berikut.
a. Aspe 2uru.
Iuru harus ber"a"asan luas! memiliki kreati(itas tinggi!
keterampilan metodologis %ang handal! rasa perca%a diri %ang tinggi! dan
berani mengemas dan mengembangkan materi. Secara akademik! guru
dituntut untuk terus menggali in)ormasi ilmu pengetahuan %ang berkaitan
dengan materi %ang akan diajarkan dan ban%ak membaca buku agar
penguasaan bahan ajar tidak ter)okus pada bidang kajian tertentu saja.
anpa kondisi ini! maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit
ter"ujud.
b. Aspe peser$a d!d!
Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik
%ang relati) 2baik3! baik dalam kemampuan akademik maupun
kreati(itasn%a. Fal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu
menekankan pada kemampuan analitik -mengurai.! kemampuan asosiati)
-menghubung/hubungkan.! kemampuan eksplorati) dan elaborati)
-menemukan dan menggali.. $ila kondisi ini tidak dimiliki! maka
penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan.
+. Aspe sarana dan sumber pembelajaran
Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber
in)ormasi %ang cukup ban%ak dan ber(ariasi! mungkin juga )asilitas
internet. Semua ini akan menunjang! memperka%a! dan mempermudah
pengembangan "a"asan. $ila sarana ini tidak dipenuhi! maka penerapan
pembelajaran terpadu juga akan terhambat.
d. Aspek kurikulum
&urikulum harus lu"es! berorientasi pada pencapaian ketuntasan
pemahaman peserta didik -bukan pada pencapaian target pen%ampaian
materi.. Iuru perlu diberi ke"enangan dalam mengembangkan materi!
metode! penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik.
e. Aspek penilaian
Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian %ang
men%eluruh -komprehensi).! %aitu menetapkan keberhasilan belajar
peserta didik dari beberapa bidang kajian terkait %ang dipadukan. #alam
kaitan ini! guru selain dituntut untuk men%ediakan teknik dan prosedur
pelaksanaan penilaian dan pengukuran %ang komprehensi)! juga dituntut
untuk berkoordinasi dengan guru lain! bila materi pelajaran berasal dari
guru %ang berbeda.
f. Suasana pembelajaran
Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu
bidang kajian dan @tenggelamAn%a bidang kajian lain. #engan kata lain!
pada saat mengajarkan sebuah 1MA! maka guru berkecenderungan
menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai
dengan pemahaman! selera! dan latar belakang pendidikan guru itu
sendiri.
#engan diberlakukann%a &urikulum untuk IPA SMP tahun 2013
dimana pada setiap &#n%a sudah memadukan materi aspek *sika! biologi!
kimia dan IP$A maka diharapkan akan mempermudah pada guru IPA SMP
dalam men%ajikan pembelajaran IPA dengan secara terpadu atau
menerapkan integrative science. 5ontoh %ang ada pada hand out ini
dapat dimodi(ikasi dan dikembangkan lagi sesuai dengan kreati*tas Anda
dalam merencanakan pembelajaran IPA! tetapi tetap sesuai dengan
konsep keterpaduan dalam pembelajaran.
DA3TAR PU(TA"A
'ogart%! 8. 1001. The Mindful School : How to Integrate the
urricula. Palatine! Illinois, I87&I%light Publising! Inc.
'ogart%! 8. Ten !a"s to Integrate urriculum# 1ducational
Geadership (olume 90 4o. 2 Jktober 1001.
Indra"ati! .2010. Model Pembelajaran IPA erpadu untuk SMP.
$andung, PPPP& IPA.
&ementerian Pendidikan 4asional.2010. Panduan Pengembangan
Pembelajaran IPA Secara erpadu.! Bakarta, #irektorat Pembinaan
Sekolah Menengah Pertama
&ementerian Pendidikan 4asional. 2013. &ompetensi #asar
SMP7Ms! Bakarta
Peraturan Menteri Pendidikan 4asional 4omor 91 ahun 200;
tentang Standar $roses %ntuk Satuan $endidikan &asar dan
Menengah.
ho Gai Foong K Fasnah. 2003. Science 'orm 2 Eolume 1.
Integrated 5urriculum 'or Secondar% Schools, Mala%sia, &um Ei(ar
Printing Sdn $hd.

Anda mungkin juga menyukai