Anda di halaman 1dari 2

Tata ruang atau dalam bahasa Inggrisnya Land use adalah wujud struktur ruang dan pola

ruang disusun secara nasional, regional dan lokal. Menurut UU no. 26 tahun 2007 Tata
ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana
dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang
secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.
Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi
peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.
Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi
kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.
Kawasan lindung terdiri atas:
Kawasan yang memberikan perlindungan
terhadap kawasan bawahannya.
kawasan perlindungan setempat;
kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan
cagar budaya;
kawasan rawan bencana alam;
kawasan lindung geologi; dan
kawasan lindung lainnya.

Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk
dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia,
dan sumber daya buatan.
Kawasan budi daya terdiri atas:

kawasan peruntukan hutan produksi;
kawasan peruntukan hutan rakyat;
kawasan peruntukan pertanian;
kawasan peruntukan perikanan;
kawasan peruntukan pertambangan;
kawasan peruntukan industri;
kawasan peruntukan pariwisata;
kawasan peruntukan permukiman; dan/atau
kawasan peruntukan lainnya.
TATA KOTA DI KOTA BANDA ACEH
Struktur Kota Banda Aceh berpusat pada mesjid Baiturrahman dan pasar Aceh yang menjadi
menjadi pusat pemerintahan, budaya, agama serta perdagangan. Pusat ini melayani
pemukiman dan kegiatan pantai serta pemukiman perkotaan sekitarnya bahkan sampai ke
daerah permukiman lainnya seperti Lambaro dan Lhok Nga di Kabupaten Aceh Besar.
Sistem infrastruktur menyatukan ketiga wilayah kota tersebut menjadi suatu kawasan
Perkotaan.
Kawasan lindung yang direncanakan di Kota Banda Aceh terdiri dari Kawasan Perlindungan
Setempat, Kawasan Suaka Alam,Kawasan Cagar Budaya, Kawasan Rawan Bencana, dan
Ruang Terbuka Hijau.
Klasifikasi peruntukan Kawasan budidaya di Kota Banda Aceh meliputi : Kawasan
Perumahan, Kawasan Perdagang dan Jasa Komersial, Kawasan Perkantoran, Kawasan
Pariwisata, Kawasan Perikanan Tambak dan Perikanan Tangkap, Kawasan Pusat Olahraga,
Kawasan Pelayanan Umum, Kawasan Pelabuhan, dan Ruang Terbuka Non Hijau.