Anda di halaman 1dari 9

CHAPTER 3

ETIKA PROFESIONAL

NAMA KELOMPOK :

Abi Rafdi Furqon / 041113238


Amanda Rizca A. / 041113248
Cristanti Karina P. / 041113351
Diah Indra C. / 041113772
Dina Nursari P. / 041113210
Nimatus Sholiha / 041113213
Rizki Kurnia / 041113255
Tsatsa Putri / 041113285

MATA KULIAH PENGAUDITAN I


KELAS L

ETIKA DAN MORALITAS


Etika (ethics) berasal dari bahasa Yunani ethus, yang berarti karakter. Kata lain untuk
etika ialah moralitas (morality), yang berasal dari bahasa latin mores yang berarti
kebiasaan. Moralitas berpusat pada benar dan salah dalam perilaku manusia.

ETIKA UMUM
Dilema etika yang berasal dari pilihan yang membawa kebaikkan pada satu pihak,
ternyata tidak membawa kebaikkan bagi pihak lain. Dalam situasi seperti itu orang harus
mengajukan dua pertanyaan penting yaitu : Kebaikkan apa yang saya cari? dan Apa
kewajiban saya dalam kondisi seperti itu?
Etika umum berusaha menangani pertanyaan-pertanyaan semacam itu dengan mencoba
mendefinisikan apa yang dimaksud dengan baik bagi seseorang atau masyarakat, dan
mencoba menetapkan sifat dari kewajiban atau tugas yang harus dilakukan oleh seseorang
bagi dirinya sendiri dan sesame. Beberapa ahli etika telah mengembangkan suatu kerangka
kerja etika umum untuk pengambilan keputusan, yang disebut kerangka kerja enam langkah
sebagai berikkut :
1. Mendapatkan fakta yang relevan untuk pengambilan keputusan
2. Mengidentifikasi masalah-masalah etika dari fakta relevan tersebut
3. Menentukan siapa saja yang dapat dipengaruhi oleh keputusan tersebut dan
bagaimana masing-masing dipengaruhi
4. Mengidentifikasi alternative pengambilan keputusan
5. Mengidentifikasi konsekuensi setiap alternative
6. Membuat pilihan yang beretika

ETIKA PROFESIONAL
Etika profesioanl harus lebih dari sekedar prinsip-prinsip moral. Etika ini meliputi
standar perilaku bagi seorang professional yang dirancang untuk tujuan praktis dan idealistik.
CPA merupakan satu-satunya profesi yang diberi wewenang untuk menandatangani laporan
audit. Proyek visi CPA telah mengidentifikasi lima nilai inti berikut yang dikaitkan dengan
profesi CPA, yaitu :
1. Pendidikan
2. Kompetendi
3. Integritas
4. Selaras dengan isu-isu bisnis yang luas
5. Objektivitas

KODE PERILAKU PROFESIONAL AICPA


TIM ETIKA PROFESIONAL AICPA

Tim tersebut melaksanakan tiga fungsi utama untuk menyelesaikan misinya sebagai
berikut :
1. Menetapkan standar
2. Penegakkan etika
3. Jasa permintaan bantuan teknis

KOMPOSISI KODE ETIK AICPA


Kode perilaku professional yang telah direvisi dan siterima oleh siding keanggotaan
tahun 1988 terdiri dari dua seksi sebagai berikut :
1. Prinsip-prinsip yang menyatakan ajaran dasar perilaku etika dan memberikan
kerangka kerja bagi peraturan-peraturan
2. Peraturan perilaku yang menetapkan standar minimum perilaku yang dapat
diterima dalam pelaksanaan layanan professional
Sebagai tambahan atas kedua seksi dari kode tersebut, maka komite Eksekutif Divisi
Etika professional mengeluarkan pengumuman-pengumuman sebagai berikut :
1. Interpretasi peraturan perilaku yang menyediakan pedoman tentang lingkup
dan penerapan peraturan-peraturan spesifik
2. Ketetapan etika yang menunjukkan penerapan peraturan perilaku dan
interpretasi pada kondisi nyata tertentu

PRINSIP-PRINSIP
1.

Tanggung jawab, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional,


para anggota harus mewujudkan kepekaan professional dan pertimbangan moral

2.

dalam semua aktivitas mereka


Kepentingan public, para CPA harus menerima kewajiban untuk melakukan tindakan
yang mendahulukan kepentingan public, menghargai kepercayaan public, dan

3.

menunjukkan komitmen pada profesionalisme


Integritas, untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, para

4.

CPA harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dengan integritas tinggi
Objektivitas dan Independensi, seorang CPA harus mempertahankan objektivitas
dan bebas dari pertentangan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab
professional. Seorang CPA yang berpraktik sebagai akuntan public harus bersikpa
independen dalam kenyataan dan penampilan pada waktu melaksanakan audit atau

5.

jasa asestasi lainnya.


Kecermatan / keseksamaan, seorang CPA harus mengamati standar teknis dan etika
profesi, terus meningkatkan kompetensi serta mutu jasa, dan melaksanakan tanggung

6.

jawab professional dengan kemampuan terbaik


Lingkup dan sifat jasa, seorang CPA yang berpraktik sebagai akuntan public harus
mematuhi prinsip-prinsip kode perilaku professional dalam menentukan lingkup dan
sifat jasa yang diberikan

PERATURAN PERILAKU
Peraturan organisasi AICPA mengharuskan para CPA mematuhi peraturan perilaku.
Peraturan tersebut dapat diterapkan kepada semua CPA dan kepada semua jasa professional
yang dilaksanakan kecuali apabila (1) Susunan kata dalam peraturan menunjukkan lain dan
(2) CPA yang berpraktik di luar AS serta menyesuaikan diri dengan peraturan profesi akuntan
di Negara tuan rumah.

PERATURAN 101 INDEPENDENSI


Seorang CPA yang berpraktik harus bersikap independen dalam melaksanakan jasa
professional sebagaimana disyaratkan oleh standar resmi yang diumumkan oleh badan-badan
yang ditunjuk oleh dewan. Terdapat beberapa tema dalam interpretasi independensi, yang
meliputi pengaruh dari :
1. Kepentingan keuangan
2. Hubungan bisnis
3. Arti ungkapan CPA/KAP
4. Jasa lainnya yang meliputi jasa akuntansi, jasa audit yang diperluas dan jasa
konsultasi manajemen
5. Litigasi
6. Imbalan yang belum dibayar oleh klien

PERATURAN 102 INTEGRITAS DAN OBJEKTIVITAS


Dalam pelaksanaan setiap jasa professional, seorang CPA harus menjaga objektivitas
dan integritas, harus bebas dari pertentangan kepentingan, dan tidak diperbolehkan salah
menyajikan fakta atau mensubordinasikan pertimbngannya kepada pihak lain.

PERATURAN 201 STANDAR UMUM


Setiap anggota harus memenuhi standar-standar berikut ini dan setiap interpretasi dari
badan-badan yang ditunjuk oleh Dewan
A. Kompetensi professional. Hanya melaksanakan jasa professional yang diyakini
dapat diselesaikan oleh anggota atau Kantor Akuntan Publik dengan
kompetensi professional.
B. Penggunaan kemahiran professional. Mempergunakan kemahiran professional
dengan cermat dan seksama dalam melkasanakn setiap jasa professional
C. Perencanaan dan supervisi. Merencanakan dengan cermat dan mengawsi
jalannya pelaksanaan jasa professional.
D. Data relevan yang mencukupi. Memperoleh data relevan yang mencukupi agar
mendapatkan dasar yang layak untuk membuat kesimpulan atau memberikan
rekomendasi yang berkaitan dengan setiap jasa professional yang dilaksankan.

PERATURAN 202 KEPATUHAN TERHADAP STANDAR


Seorang CPA yang melaksankan auditing, review, kompilasi konsultai manajemen,
perpajakn, taua jasa professional lainnya harus mematuhi standar-standar dan setiap
interpretasi yang diterbitkan oleh badan yang ditunjuk oleh badan-badan yang ditunjuk
dewan.

PERATURAN 203 PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI


Seorang CPA tidak dibenarkan untuk (1) menyatakan pendapat atau menyatakan
bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain dari setiap entitas yang diauditnya telah
disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum atau (2) menyatakan
bahwa ia tidak mengetahui setiap modifikasi material yang telah dilakukan pada laporan atau
data tersebut agra sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, apabila
laporan atau data tersebut mengandung penyimpangan dari prinsip akuntansi yang telah
ditetapkan oleh badan berwenang yang ditunjuk oleh Dewan untuk menyusun prinsip-prinsip
yang mempunyai dampak material terhadap keseluruhan laporan atau data. Namun, apabila
CPA mampu menunjukkan adanya penyimpangan pada laporan dan data yang dapat
menimbulkan keadaan yang menyesatkan, maka CPA tersebut harus mematuhi peraturan ini
dengan menjelaskan dalam laporannya yang menguraikan tentang penyimpangan tersebut,
perkiraan akibat yang kan ditimbulkan, dan sepanjang dianggap praktis, akan menyebutkan
juga lasan-alasan mengapa kepatuhan terhadap prinsip-prinsip tersebut dapat menimbulkan
pernyataan yang justru menyesatkan.

PERATURAN 301 INFORMASI RAHASIA KLIEN


Setiap anggota yang melakukan praktik public tidak diperkenannkan untuk
mengungkapkan semua informasi rahasia klien tanpa izin khusus dari klien.
Peraturan ini tidak boleh diartikan sebagai (1) membebaskan seorang anggota dari
kewajiban profesionalnya sesuia peraturan 202 dan 203, (2) untuk mempengaruhi dengan
cara apapun kewajiban anggota untuk mematuhi permintaan tau panggilan pengadilan yang
sah dan berlaku, atau untuk melarang anggota mematuhi ketentuan dan peraturan pemerintah
yang berlaku (3) untuk menghalang review atas praktik professional anggota menurut
wewenang AICPA atau masyarakat CPA negara bagian, atau Dewan akuntansi atau (4)
menghindarkan seorang anggota dari pernyataan keberatan atau kewajiban untuk menjawab
permintaan keterangan yang diajukan divisi etika professional atau badan pengadilan institute
atau badan investigasi dan disiplin dari masyarakat CPA negar bagian atau Dewan akuntansi.
Setiap anggota dari badan-badan yang disebutkan dalam angka (4) di atas serta para
anggota yang terlibat dalam praktik review professional yang disebut dalam angka (3) di atas

tidak diperkenankan mempergunakan untuk kepentingan sendiri atau mengunkapkan


informasi rahasia klien anggota yang menarik perhatiaannya dalam melaksanakan kegiatan
tersebut. Namun demikian, larangan tersebut tidaj boleh membatasi pertukaran informasi
dalam kaitannya dengan kegiatan investigasi dan disiplin yang dilakukan oleh badan-badan
tersebut pada angka (4) atau kegiatan praktik review professional yang disebut dalam angka
(3) di atas.

PERATURAN 302 HONOR KONTIJEN


Setiap anggota yang melakukan praktik public tidaj diperkenankan untuk :
1) Melaksanakan jasa professional dengan menerima honor kontijen atau imbalan
semacam itu dari klien yang CPA atau kantor akuntan publiknya juga
melaksanakan :
a) suatu audit atau review atas laporan keuangan; atau
b) suatu kompilasi laporan keuangan, di mana anggota mengharapkan atau
mungkin menharapkan adanya pihak ketiga yang akan menggunakan
laporan keuangan dan laporan kompilasi yang tidak mengungkapkan
kurangnya independensi; atau
c) pemeriksaan atas informasi keuangan prospektif
2) Membuat surat pemberitahuan pajak penghasilan perdana atau yang telah
diperbaiki atau klaim atas pengembalian pajak untuk honor kontijen
Larangan pada angka (1) di atas berlaku selama periode di mana CPA atau kantor
akuntan publik ditugaskan untuk melaksanakan setiap jasa di atas dan periode yang dicakup
dalam laporan keuangan historis tercakup juga dalam jasa-jasa tersebut di atas.
Kecuali seperti yang dinyatakan dalam kalimat berikut, honor kontijen (contingent
fee) adalah imbalan yang ditetapkan berdasarkan kinerja jasa yang diberikan, di antara
imbalan tidak akan diberikan apabila tidak diperoleh hasil atau temuan tertentu, atau di mana
jumlah imbalan akan tergantung pada temuan atau hasil jasa tersebut. Hanya untuk maksud
peraturan ini saja, imbalan tidak akan dianggap sebagai kontijen apabila imbalan tersebut
ditetapkan oleh pengadilan atau lembaga-lembaga yang berwenang lainnya, atau dalam
masalah pajak, apabila penetapan tersebut berdasarkan hasil keputusan pengadilan atau
temuan dari pejabat bank.
Honor anggota dapat beragam tergantung, misalnya, pada kompleksitas jasa yang
diberikan.

PERATURAN 501 TINDAKAN YANG MENDESKRITKAN


Seorang CPA tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang mendeskritkan profesi.

PERATURAN 502 PERIKLANAN DAN BENTUK SOLISITASI LAINNYA

Setiap anggota yang melakukan praktik public tidak diperkenankan untuk


mendapatkan klien dengan cara memasang iklan atau bentuk solisitas lainnya dalam segala
hal yang salah, menyesatkan, atau menipu. Solisitas dengan cara memaksa, yang melampaui
batas, atau melecehkan dilarang.

PERATURAN 503 KOMISI DAN HONOR REFERAL


A. Larangan komisi.
Seorang CPA yang melakukan praktik public tidak diperkenankan memberikan
rekomendasi atau referensi produk atau jasa pihak lain kepada klien demi
mendapatkan komisi atau memberikan rekomendasi atau referensi produk atau jasa
yang disediakan oleh klien untuk mendapatkan komisi, atau menerima komisi ketika
CPA atau kantor akuntan public juga sedang melaksanakan jasa berikut ini bagi klien:
a) Suatu audit atau review laporan keuangan; atau
b) Kompilasi laporan keuangan, jika CPA memperkirakan atau mungkin
memperkirakan bahwa ada pihak ketiga yang akan mempergunakan laporan
keuangan serta laporan kompilasi anggota yang tidak mngungkapkan adanya
kekurangan independensi; atau
c) Pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif
Larangan itu berlaku selama periode penugasan untuk melaksanakan jasa-jasa
tersebut di atas dan selama periode yang dicakup oleh laporan keuangan historis yang
terkait dengan jasa-jasa di atas.
B. Pengungkapan komisi yang diperkenankan
Seorang CPA dalam praktik public yang tergolong tidak dilarang oleh pearturan ini
untuk melaksanakan jasa dengan imbalan komisi atau menerima komisi atau yang
dibayar atau mengharapkan untuk dibayar dengan komisi harus mengungkapkan fakta
ini kepada setiap orang ayau entitas kepada siapa CPA merekomendasikan atau
merujuk produk dan jasa yang berkaitan dengan komisi tersebut.
C. Honor Referal
Seorang CPA yang menerima honor referral (referral fee) karena merekomendasikan
merujuk jasa CPA apapun kepada setiap orang atau entitas, atau yang membayar
honor referral untuk mendapatkan klien, harus mengungkapkan hal tersebut kepada
klien.

PERATURAN 505 BENTUK ORGANISASI DAN NAMA


Seorang CPA dapat membuka praktik akuntan public hanya dalam bentuk organisasi
yang diizinkan oleh hokum dan peraturan negar bagian yang ciri-cirinya sesuai dengan
ketentuan dari Resolusi Dewan (Resolutions of Council)

Seorang CPA tidak diperkenankan membuka praktik akuntan public dengan nama yang
dapat menyesatkan. Nama dari satu atau lebih pemilik yang lama dapat dicantumkan dalam
nama kantor organisasi penerus.
Sebuah kantor tidak dapat menyebut dirinya sendiri sebagai Anggota American
Institute of Certified Public Accountans, kecuali semua partner atau pemiliknya adalah
anggota dari lembaga tersebut.

PENEGAKAN PERATURAN
PROSEDUR PENEGAKAN ETIKA BERSAMA
Sebagai upaya agar penegakan Peraturan Perilaku lebih efektif serta lebih
menyeragamkan tindakan disiplin yang dilakukan, AICPA telah mengembangkan Program
Penegakan Etika Bersama

PROSEDUR BADAN PENGADILAN BERSAMA


Badan pengadilan bersama baru melibatkan diri apabila prosedur penegakkan yang
sebelumnya menilai bahwa keluhan yang disampaikan tentang anggota ternyata cukup
serius/anggota yang terlibat tenyata menolak untuk bekerja sama. Badan pengadilan bersama
dapat mengambil tindakan disiplin sebagai berikut:
Menegur CPA
Memberhentikan sementara CPA selama periode waktu yang tidak lebih dari 2

tahun
Memecat CPA

KETENTUAN DISIPLIN OTOMATIS


Peraturan tambahan atau Bylaw AICPA meliput juga ketentuan disiplin otomatis yang
memberikan wewenang untuk menghentikan sementara atau mencabut keanggotaan tanpa
perlu melakukan dengar pendapat dalam situasi tertentu. Penghentian sementara dapat terjadi
bila sekretaris AICPA diberitahu bahwa pertimbangan atau pernyataan bersalah telah
dijatuhkan kepada seorang CPA yang :
a. Menjalani hukuman pidana kurungan untuk masa lebih dari satu tahun
b. Dengan sengaja lalai mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan, dimana
CPA secara pribadi adalah seorang wajib pajak yang menurut undang-undang wajib
mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan tersebut.
c. Pengarsipan surat pemberitahuan pajak penghasilan yang dipalsukan atau yang
mengandung kecurangan atas nama CPA atau atas nama klien.
d. Dengan sengaja membantu menyusun dan menyajikan surat pemberitahuan pajak
penghasilan atas nama klien yang dipalsukan atau yang mengandung kecurangan.