Anda di halaman 1dari 17

1

GRAF BERARAH
Definisi, Matriks, dan Relasi



OLEH:

I GUSTI AYU WAHYUNDARI (E1R011018)
IRWANSYAH (E1R011020)
ANISA ULFA (E1R011005)
EKA KURNIAWAN (E1R010039)
MADE DEWI ARINI (E1R010051)

Prodi Matematika
Jurusan MIPA
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mataram
2013
2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karuni-Nya
kami dapat menyelesaikan resume ini tepat pada waktunya dan tanpa halangan yang berarti.
resume berjudul GRAF BERARAH, DEFINISI,MATRIK,DAN RELASI ini merupakan tugas
yang diberikan pembimbing mata kuliah teori graf sebagai tugas awal semester ganjil. Tugas ini
berisi resume pelajaran teori graf bagian graf berarah khususnya define graf berarah dan matriks
serta relasi.
Atas keberhasilan penulisan resume ini, kami juga ingin sampaikan terima kasih kepada
pihak-pihak yang turut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, antara
lain:dosen pembimbing mata kuliah teori graf ibu Syahrul Azmi M.pd, sahabat-sahabat dan
semua pihak yang membantu namun tidak dapat kami sebutkan namanya satu-persatu.
Berkat dukungan dan bantuan dari semua pihak, akhirnya penulisan resume ini dapat
terselesaikan dengan hasil yang cukup memuaskan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa tulisan
ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami harap
pembaca dapat memaklumi segala kekurangan yang mengkin pembaca temukan nanti.
Dengan segala kerendahan hati, kami berharap pembaca dapat menikmati tulisan kami
ini. Semoga karya sederhana ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membaca.


Mataram, 14 September 2013
Penulis,



3

DAFTAR ISI

1. DEFINISI GRAPH BERARAH
1.1 Menggambar Diagram dari Sebuah Digraph ........................................................... 1
1.2 Istilah Dalam Diagraph ............................................................................................ 2
1.3 Jenis-Jenis Diagraph ................................................................................................ 5
1.4 Keterhubungan pada graf berarah ............................................................................ 8


2. MATRIKS DAN RELASI
2.1 Bentuk Matriks dari Sebuah Diagraph ..................................................................... 9

3. APLIKASI GRAF BERARAH BERBOBOT(BERNILAI) .......................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 14

















4

1. DEFINISI GRAPH BERARAH
Berdasarkan arahnya, graf dibedakan menjadi graf berarah dan graf tak berarah. Graf
berarah atau dapat disebut diagraf adalah sebuah graf yang disusun oleh sebuah himpunan
simpul dan sebuah himpunan sisi yang merupakan pasangan terurut dari simpul-simpulnya.
Kemudian sisi pada graf berarah lebih dikenal dengan busur. Pada busur urutan simpul
dalam penulisannya mempunyai arti. Sebagai contoh busur (A,B) menunjukan bahwa busur
berasal dari A menuju B, sedangkan busur (B,A) menunjukan bahwa busur berasal dari B
menuju A. sehingga jelas bahwa busur (A,B) (B,A)
Gambar:

A (A,B) B


A (B,A) B

Notasi penulisan graf berarah sama dengan graf tak berarah, yaitu:

G = (V, E)
Dimana
G = Graph berarah
V = Simpul atau Vertex, atau Node, atau Titik
E = Busur ( sisi yang merupakan pasangan terurut dari simpul-simpul)


1.1 Menggambar Diagram dari Sebuah Digraph G = G(V, E)
Setiap simpul v dalam V diwakili oleh sebuah noktah (bulatan kecil) dan setiap
busur e = [u, v] diwakili oleh sebuah panah, yaitu, sebuah kurva berarah, dari titik
awalnya u ke titik akhirnya v. Gambarkan Digraph G(V, E) dimana V = {A, B, C, D}
dan E terdiri dari delapan busur (edge berarah)

, -,

, -,

, -,

, -,

, -,

, -,

, -,

, -,
5

Biasanya kita menyatakan sebuah digraph dengan menggambarkan diagramnya dari pada
menuliskan verteks-verteks dan edge-edgenya.








1.2 Istilah Dalam Diagraph
istilah yang terdapat dalam graf berarah hampir sama dengan graf tak berarah. Berikut
akan dijelaskan beberapa istilah baru dalam graf berarah:
a. Derajat ke luar (out degree) suatu simpul adalah banyaknya ruas yang mulai /
keluar dari simpul tersebut.
b. Derajat ke dalam (in degree) suatu simpul adalah banyaknya ruas yang berakhir /
masuk ke simpul tersebut.
c. Total simpul pada graf berarah adalah jumlah derajat keluar dan derajat ke dalam.
d. Simpul berderajat ke dalam = 0 disebut sumber (source), sedangkan simpul
berderajat ke luar = 0 disebut muara (sink).

e. Pengertian jalan (walk), lintasan (trail), jalur (path) dan sirkuit (cycle) berlaku
pula pada graf berarah, dimana harus sesuai dengan arah ruas. Kalau tidak sesuai
dengan arah ruas-nya, maka disebut sebagai semi walk, semi path atau semi trail.


A
B
C
D
e
1
e
2
e
3
e
4
e
6
e
5
e
7
e
8
6

f. Busur sejajar (parallel)
Busur-busur dengan titik awal yang sama dan dengan titik akhir yang sama
disebut busur sejajar (parallel).

, - dan

, - adalah busur sejajar.


(Meskipun

, - dan

, - mempunyai verteks yang sama tetapi


mereka tidak sejajar karena mereka mempunyai titik awal dan titik akhir yang
berbeda.)
g. Sisi arah ganda (bidirected) adalah sisi yang terdiri dari 2 busur dengan arah
berlawanan.
Contoh:

Dapat digambarkan juga dengan:


Contoh soal:
1. Terangkan secara formal graph G yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini !

Jawab:
Gambar diatas menunjukan sebuah digraph G(V, E) dimana V= {A, B, C, D} dan
E terdiri dari tujuh edge-edge berarah
, - , - , - , - , - , - , -

2. Tunjukkan suatu loop dan busur sejajar dalam digraph pada soal nomor 1 !
Jawab: Busur , - adalah sebuah loop dan dua busur dari C ke D adalah sejajar.

7

3. Terangkan secara formal setiap digraph G pada gambar dibawah.

(a) (b)
Jawab: Sebuah gambaran formal dari G adalah menuliskan V(G) dari verteks-
verteksnya dan menuliskan E(G) dari busur-busurnya.
Jadi pada gambar 3(a)
() * +
() *, - , - , - , - , - , - , - , -
Pada gambar 3(b)
() * +
() *, - , - , - , - , - , - , -
4. Tunjukkan suatu loop atau busur sejajar dalam digraph pada soal 3(a)
Jawab: Busur , - adalah sebuah loop. Digraph tidak mempunyai busur sejajar.
5. Tunjukkan suatu loop atau busur sejajar dalam digraph pada soal 3(b)
Jawab: Terdapat sebuah loop , - dan dua busur sejajar dari A ke B
6. Gambarkan diagram untuk setiap graf berarah G berikut dimana ()
* + dan
a. () *, - , - , - , - , - , -+
b. () *, - , - , - , - , - , - , -+
Jawab: Pertama gambarkan verteks-verteksnya kemudian hubungkan mereka
dengan panah untuk mewakili busur-busur yang diberikan. Solusinya ditunjukan
pada gambar dibawah.

8


(a) (b)
7. Tunjukan suatu loop atau busur sejajar pada sebuah digraph dimana
() * +
() *, - , - , - , - , - , - , - , - , -+
Jawab: menurut definisi, suatu busur dimana titik awalnya juga merupakan titik
akhirnya disebut loop. Jadi , -dan , - adalah loop. Sembarang dua atau
lebih busur dimana titik awal dan akhir yang terkait adalah sama disebut busur
sejajar. Jadi , -dan , -adalah busur-busur sejajar.
1.3 Jenis-jenis graf berarah
1. Diagraph sederhana adalah diagraph yang tidak mengandung loop dan busur
sejajar.
Gambar:

9

2. Diagraf tak sederhana adalah graf yang mengandung loop atau busur sejajar atau
keduanya.
Gambar:

3. Diagraf lengkap adalah graf lengkap yang setiap sisinya adalah sisi arah
ganda.dari sembarang simpul u v pada graf ada lintasan daru u ke v.

4. Oriented diagraf adalah diagraf yang tidak mengandung sisi arah ganda atau tidak
ada busur yang simetri.


5. Tournament adalah sebuah oriented graf yang lengkap yaitu graf berarah yang
mana setiap pasangan simpulnya dihubungkan oleh sisi yang bukan sisi arah
ganda dan memiliki arah yang unik.
10


6. Diagraf berakar . graf berarah G=(V,E) dikatakan memiliki akar rV jika untuk
setiap simpul vV terjangkau dari r.dengan kata lain selalu ada lintasan berarah
dari r ke v.
Gambar:


7. Pohon berarah adalah diagraf yang mempunyai akar dan graf nya berbentuk
pohon.arah pada graf haruslah keluar dari akar bukan masuk ke akar.
11


8. Jaringan (network) adalah diagraf yang mempunyai bobot. Aplikasi diagraf
berbobot akan dijelaskan pada bagian aplikasi graf berarah(diagraf) berbobot
pada bagian akhir.


1.4 Keterhubungan pada graf berarah
Contoh diagraph terhubung:


Pada graf berarah terdapat 3 pengertian keterhubungan, yakni :
Diagraph terhubung lemah, sebuah graf berarah di mana dimungkinkan untuk
mencapai setiap simpul dari simpul lain dengan melintasi busur dalam beberapa arah
(yaitu, tidak harus dalam arah yang menuju titik yang akan dituju). Simpul dalam graf
berarah terhubung lemah harus memiliki minimal 1 derajat masuk atau derajat keluar

Diagraph terhubung unilateral, jika antara setiap 2 simpul u dan v pada graf,
terdapat jalur dari u ke v atau dari v ke u.
12


Diagraph terhubung kuat, jika antara setiap 2 simpul u dan v pada graf, terdapat
lintasan dari u ke v dan dari v ke u. Semua simpul dalam graf berarah terhubung
harus memiliki derajat masuk minimal 1.



2. MATRIKS DAN RELASI
Misalkan ( ) sebuah graph berarah tanpa busur sejajar. Maka adalah sebuah
himpunan bagian dari dan juga adalah sebuah relasi dari Sebaliknya, jika
adalah sebuah relasi pada sebuah himpunan maka ( ) adalah sebuah graph berarah
tanpa busur sejajar.Sehingga diagraph tanpa busur sejajar dan relasi pada sebuah himpunan
adalah satu dan sama konsep.
Contoh graf berarah menggambarkan suatu relasi :

Relasi x mencolek y, digambarkan sebagai graf berarah.
13

Graf berarah di atas menggambarkan relasi terhadap himpunan yang sama, VV
Contohnya ada di bawah ini
V = { Bomi, Mila, Enjel, Krungo }
Relasi di antara mereka (VV) adalah @: x mencolek y.
Bomi @ Mila (Bomi mencolek Mila)
Bomi @ Krungo (Bomi mencolek Krungo)
Mila @ Mila (Mila mencolek diri sendiri)
Mila @ Krungo (Mila mencolek Krungo)
Enjel @ Mila (Enjel mencolek Mila)
Enjel @ Krungo (Enjel mencolek Krungo)
Krungo @ Bomi (Krungo mencolek Bomi)
Krungo @ Krungo (Krungo mencolek diri sendiri)

Jika digambarkan dengan digram panah akan menjadi







Bentuk matriks dari suatu diagraph
Misalkan adalah sebuah graph berarah dengan verteks-verteks

. Matriks
adalah matriks

) berukuran dimana

= jumlah busur yang


berawal dari

dan berakhir di

.jika tidak mempunyai busur sejajar maka entri-entri


dari

adalah bilangan nol atau satu. Jika tidak demikian,entri-entrinya adalah bilangan
bulat tidak negative. Sebaliknya, setiap matriks ukuran dengan entri-entri
bilangan bulat tidak negative secara unik mendefinisikan sebuah diagraph dengan
verteks.

BOMI
MILA
ENJEL
KRUNGO
BOMI
MILA
ENJEL
KRUNGO
14

Contoh:
[








]

Keterangan: matriks diatas menggambarkan bahwa ada1busur dari

ke

, 1 busur dari

ke

,1 busur dari

ke

, 2 busur dari

ke

busur dan 1 busur dari

ke

.

Contoh soal:
Tentukan matriks M untuk setiap diagraph pada gambar dibawah ini

Jawab: matriks M untuk sebuah diagraph dengan verteks adalah matriks kuadrat
dimana

sama dengan jumlah busur yang berawal dari

dan berakhir di


sehingga:

[

]

(a) (b)
Teorema
Misalkan adalah matriks dari sebuah graf berarah .maka entri ke dari


memberikan jumlah path(jalur) dengan banyak dari simpul

ke simpul

.


15

3. Aplikasi Graph Berarah Berbobot (network)

Jika busur-busur dan/atau verteks-verteks dari sebuah graph berarah diberi angka atau
nilai dengan suatu data maka graph berarah tersebut disebut graph berarah
berlabel/network/jaringan. Berikut beberapa aplikasi graf berarah berbobotdalam kehidupan
nyata.
1.Persebaran imigrasi
Perhatikan tiga Negara bagian yang ditunjukan pada diagraph dibawah. Angka-angka
yang dipetakan ke setiap busur mewakili persentase dari penduduk sebuah Negara bagian
yang bermigrasi dari Negara bagian awal ke Negara bagian akhir setiap tahun.

Jadi, 10% dari penduduk New York pindah ke Calofornia setiap tahunnya sedangkan
14% penduduk California pindah ke New York,dst.
2. Jalur jalan raya

16

3. Penggambaran rantai makanan


Aplikasi graf dalam ekosistem digunakan untuk penggambaran rantai makanan.
Graf yang digunakan adalah graf berarah. Simpul awal merupakan makhluk hidup yang
dimangsa, sedangkan simpul tujuan merupakan makhluk hidup pemangsa.










17

DAFTAR PUSTAKA

Liprchotz, Seymour. 2002. MATEMATIKA DISKRIT Jilid 2. Jakarta: Salemba Teknika.

Hayati, Laila dan Azmi, Syahrul. 2013. Graph Theory. Mataram: PGMIPABI Universitas
Mataram.
http://yusminpadangga.blogspot.com/2011/12/tugas-teori-graph.html diakses tanggal 13
September 2013.
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_graf diakses tanggal 13 September 2013.
http://mathworld.wolfram.com/DirectedGraph.html diakses tanggal 13 oktober 2013