Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Latarbelakang Dari Konsep Bebas-Hambatan


Selama sekian tahun, dalam cara lambat namun pasti, masyarakat yang
dulunya terpecah menjadi beberapa kelompok mulai merasakan pentingnya
persatuan. Mereka berharap bahwa dengan bersatu, mereka bisa lebih global
dan menyeluruh. Perbedaan dan diskriminasi karena kasta, kredo, warna,
kelamin, profesi, dan sebagainya, secara lambat akan hilang, dan masyarakat
bisa menjadi lebih inklusif, yaitu semua orang dipertimbangkan dan
dipersepsikan sebagai setara.
Di jaman sekarang, dunia seperti menjadi sebuah tempat yang sangat
kecil. Dunia terkesan tanpa batas atau hambatan. Setelah kemajuan Internet
dan konektivitas yang total, orang punya akses cepat ke hampir semua bentuk
layanan informasi. Ini adalah sebuah kampung dunia, atau global village.
Dunia dan masyarakat menjadi lebih inklusif, lebih terkoneksi dan bisa
diakses semua orang. anya saja, beberapa hambatan masih ada, seperti
hambatan fisik yang menyulitkan orang tertentu untuk mengakses internet,
seperti orang cacat, orang jompo, anak dan wanita hamil, dan orang dengan
kesulitan hidup sementara atau permanen. ambatan ini meniadakan hak dan
peluang mereka untuk melakukan partisipasi penuh, dan puncaknya, mereka
terkucil dari masyarakat.
!erdasarkan latarbelakang ini, banyak negara, khususnya yang maju,
menyadari perlunya penghapusan hambatan dan membuat beberapa tempat
menjadi bisa diakses. "erakan ini mendapat momentum di akhir #$%&'an dan
awalnya difokuskan ke hambatan yang dirasakan oleh veteran perang yang
terluka dan orang lain dengan kesulitan hidup. Ini melahirkan sejumlah
legislasi dan penetapan Disability (cts. Meski begitu, ketika konsepnya
semakin populer dan lebih jelas, maka disadari bahwa hambatan adalah
masalah yang bukan hanya dihadapi oleh orang cacat, tapi juga oleh orang
lain di masyarakat, termasuk orang jompo, wanita hamil, anak'anak dan orang
yang mengalami kesulitan sementara. )esadaran ini membuat Disability (cts
direvisi dan dibuat universal. Dengan menjadikan desain bebas'hambatan
sebagai bagian dasar dari semua perencanaan, maka banyak negara mulai
menciptakan akses universal. Di India, proses ini masih dalam tahap awal,
dan harus menempuh jalan panjang sebelum bisa menciptakan aksesibilitas
yang sebenarnya.
Sebuah langkah besar yang sudah diambil adalah P*D (ct tahun #$+
yang menetapkan hukum dan peran ,egara dalam menciptakan akses. Selain
itu, ,ational !uilding -ode, -P*D "uideline, atau bylaw dari badan
pengembangan kota, telah memberikan arahan untuk membangun lingkungan
bebas hambatan.
#
Apa Yang Dimaksud Dengan Lingkungan Bebas-Hambatan ?
.ingkungan bebas'hambatan adalah ruang yang membuat gerakan, fungsi dan
akses bisa menjadi bebas dan aman untuk semua orang, tanpa membedakan
usia, kelamin atau kondisi. Ini adalah sebuah ruang atau sekumpulan layanan
yang bisa diakses semua orang, tanpa gangguan, dengan cara bermartabat dan
dengan independensi sebanyak mungkin. )ata /lingkungan0 bisa berarti
gedung, jalan, area parkir, taman dan1atau tempat lain, begitu juga layanan,
angkutan, produk yang digunakan sehari'hari, dan sebagainya. (da keyakinan
bahwa ramp dan elevator 2lif3 adalah yang dibutuhkan untuk membuat ruang
bangunan menjadi bebas'hambatan.
Perlu dipahami bahwa bebas'hambatan tidak hanya ramp dan memiliki
banyak aspek lain. (spek tersebut beragam dari pintu sampai lorong hingga
permukaan lantai, dari tinggi counter sampai pegangan pintu dan jalur rel,
dari papan tanda dan sinyal suara hingga petunjuk taktil.
Siapa Yang engalami Hambatan ?
Saat mengalami hambatan, hanya orang cacat yang menganggap hambatan
menjadi gangguan besar terhadap hidupnya. Meski begitu, perlu disadari
bahwa setiap orang, dalam tahap hidupnya, akan mengalami hambatan. (nak
kecil, orang jompo atau orang lemah, wanita hamil, orang cacat sementara,
semuanya rentan terhadap hambatan. !erikut adalah beberapa orang yang
terganggu oleh hambatan4
Pengguna kursi roda.
5rang dengan kemampuan jalan1bergerak yang terbatas.
5rang dengan penglihatan rusak atau sulit melihat.
5rang dengan pendengaran rusak.
5rang jompo dan lemah.
*anita hamil.
(nak.
5rang dengan kecacatan sementara.
engapa Perlu eng!apus Hambatan ?
ambatan bisa membuat lingkungan menjadi tidak aman, dan menyebabkan
level kesulitan tinggi bagi user. 6ang lebih penting, hambatan menyebabkan
ruang menjadi di luar jangkauan, dan ini mengecilkan peluang orang untuk
berpartisipasi di berbagai ranah hidup. 6ang dimaksud dengan ranah hidup
bisa berupa aktivitas pendidikan, ekonomi, sosial, budaya dan aktivitas
lainnya. ilangnya peluang karena hambatan bukan hanya berarti kerugian
bagi orang yang terhambat, tapi juga kerugian bagi masyarakat karena tidak
akan mendapatkan kontribusi dari orang yang terhambat. Dengan kata lain,
7
hambatan menyebabkan eksklusi atau pengecualian, dan penghapusan
hambatan jelas dibutuhkan untuk menciptakan inklusi dan partisipasi semua
orang di dalam masyarakat.
Akses Adala! Hak Dasar
Sebuah lingkungan bebas'hambatan adalah hak dasar bagi semua oarng. Ini
bukan pilihan atau opsi. Penyediaan akses adalah sebuah kebutuhan sosial
dasar yang menguntungkan semua orang.
elarang seseorang untuk mendapatkan peluang dan partisipasi
"ang setara berarti pelanggaran atas !ak dirin"a sebagai #arga negara.
$Desain Uni%ersal& atau $Desain untuk Semua&
Di seluruh dunia, orang mulai sadar bahwa yang dibutuhkan bukan desain
eksklusif atau khusus yang cocok dengan orang tertentu. 6ang dibutuhkan
adalah satu desain tepat yang bisa digunakan untuk semua orang, dan pastinya
ini mempertimbangkan kebutuhan semua orang. -ontoh, jika pintu dibuat
cukup lebar untuk kursi roda atau pengguna tongkat, maka pintu tersebut
sudah cukup baik bagi semua orang.
)arena itu, desain harus difokuskan ke kebutuhan universal, bukan ke
kebutuhan khusus. Satu desain bukan hanya membantu mengontrol ruang dan
pengeluaran, tapi juga mengurangi eksklusi dan menciptakan inklusi.
Dalam cara tertentu, desain universal berarti tidak ada perbedaan antar
orang. Ini cenderung menjalankan integrasi dan tidak melakukan
differensiasi.
Dalil Pedoman
Di tahun 7&&8, sebuah kelompok komitmen, yang berisi anggota dan
penasehat dari berbagai kelompok stakeholder seperti arsitek dan perencana
kota, ,"5, institusi, desainer, dsb, melakukan usaha aktif untuk
memperkenalkan pentingnya aksesibilitas di "ujarat.
Selama melakukan aktivitasnya dan melaksanakan berbagai audit
akses, ditemukan bahwa ada kebutuhan urgen untuk menciptakan panduan
desain teknis yang jelas dan ringkas bagi ruang bebas'hambatan.
Panduan serupa sudah dibuat di seluruh dunia, termasuk India.
!eberapa panduan tersebut adalah 9, Standards, 9S'(D( "uidelines, 9)
"uidelines, -P*D "uidelines, ,ational !uilding -ode, dan berbagai bylaw
dan panduan otoritas kota.
Meski begitu, masih banyak masalah yang ditemukan saat menerapkan
setiap panduan di India, tapi tergantung tempat dan sumber hukumnya. -ara
pengukurannya mungkin berbeda dari India. Parameter yang digunakan
mungkin juga tidak sesuai dengan kondisi India.
8
)arena itu, dibutuhkan sebuah panduan yang mengkorelasikan
berbagai dimensi dan menyesuaikan dimensi tersebut dengan kelompok target
dengan mempertimbangkan batasan yang dirasakan arsitek dan desainer.
'atatan
Panduan berbeda menggunakan parameter berbeda. Meski
perbedaannya tidak besar, ini bisa menyulitkan saat memilih panduan.
Pertanyaan yang selalu muncul adalah /panduan mana yang diikuti:0
Panduan sering menggunakan sumber hukum internasional. 6ang
dibutuhkan saat ini adalah panduan yang sesuai dengan kondisi India
dan cocok untuk kondisi lokal.
Pengalaman aktual orang dengan perbedaan dan hambatan yang
dihadapinya juga perlu dipertimbangkan.
Sebagian besar desainer mengekspresikan perlunya panduan yang
ringkas, jelas dan mudah digunakan.
Dengan latarbelakang, kebutuhan dan dalil ini, maka panduan desain perlu
disatukan.
;