Anda di halaman 1dari 37

EPIDEMIOLOGI & DEMOGRAFI

USIA LANJUT
Secara alamiah setiap manusia akan
menjadi tua atau mengalami proses
penuaan
Proses ini tidak dapat dihindari, apapun
usaha yang dilakukan
Penuaan merupakan suatu proses
dimensional yi mekanisme perusakan
dan perbaikan dlm tubuh atau sistem
tjd secara bergantian pd kecepatan
dan saat yg berbeda-beda
Proses penuaan secara berangsur
mengurangi fungsi berbagai organ
tubuh meskipun sangat bervariasi

Kesehatan & umur panjang
dipengaruhi oleh beberapa faktor al :
keturunan/bawaan
kebudayaan
ras/bangsa
nutrisi

Variasi dlm umur adalah fungsi
genetik dan faktor lingkungan
(lingkungan yg berasal dr luar dan
dalam tubuh sendiri)
Apapun yg dilakukan, jangka hidup
total hanya terbatas sampai 90-110
thn (lamanya DNA manusia dapat
bertahan hidup)
Berbagai percobaan pd hewan
menunjukkan bahwa proses penuaan
dpt dihambat
pd manusia, dikatakan bahwa diet
makrobiotik atau semivegetarian yg
cukup protein, rendah lemak, tinggi
serat, banyak vitamin & mineral,
antioksidan sangat menyokong
kebenaran hipotesis tsb
Berbagai teori penuaan telah
dikemukakan al teori :
Radikal bebas
imun
hubungan silang/mutasi somatik
genetik
pacemaker

Pendahuluan
Salah satu indikator keberhasilan
pembangunan adalah semakin
meningkatnya usia harapan hidup
penduduk
Dengan semakin meningkatnya usia
harapan hidup penduduk,
menyebabkan jumlah penduduk lansia
terus meningkat dari tahun ke tahun
Menurut Undang-undang Nomor
13 tahun 1998 tentang
Kesejahteraan Lanjut Usia, yang
dimaksud dengan lanjut usia
adalah penduduk yang telah
mencapai usia 60 tahun ke atas

Diseluruh dunia penduduk Lansia
(usia > 60 thn) tumbuh dengan
sangat cepat bahkan tercepat
dibanding kelompok usia lainnya

Diperkirakan mulai tahun 2010 akan
terjadi ledakan jumlah penduduk
lanjut usia
Hasil prediksi menunjukkan bahwa
persentase penduduk lanjut usia akan
mencapai 9,77 persen dari total
penduduk pada tahun 2010 dan
menjadi 11,34 persen pada tahun
2020
Dampak lansia
Proses penuaan penduduk tentunya
berdampak pada berbagai aspek
kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan
terutama kesehatan, karena dengan
semakin bertambahnya usia, fungsi
organ tubuh akan semakin menurun
baik karena faktor alamiah maupun
karena penyakit
Dengan demikian, peningkatan
jumlah penduduk lansia menjadi
salah satu indikator keberhasilan
pembangunan sekaligus sebagai
tantangan dalam pembangunan

Bila permasalahan tersebut tidak
diantisipasi dari sekarang, maka tidak
tertutup kemungkinan bahwa proses
pembangunan akan mengalami
berbagai hambatan
Oleh sebab itu, permasalahan lansia
harus menjadi perhatian kita semua,
baik pemerintah, lembaga
masyarakat maupun masyarakat itu
sendiri

Mindset yang selama ini ada bahwa
penduduk lansia merupakan
kelompok rentan yang hanya menjadi
tanggungan keluarga, masyarakat
dan negara
Mindset ini harus kita ubah. Kita
harus menjadikan lansia sebagai aset
bangsa yang harus terus
diberdayakan
Hal ini tidak akan tercapai bila kita
tidak mempersiapkan diri dari
sekarang
Untuk menjadi lanjut usia yang
sehat, produktif dan mandiri, kita
harus mulai dengan pola hidup sehat
dan mempersiapkan masa lansia
secara lebih baik

Pertumbuhan Lansia
Penduduk Lansia dua tahun terakhir
mengalami peningkatan yang signifikan
Pada tahun 2007, jumlah penduduk
lansia sebesar 18,96 juta jiwa dan
meningkat menjadi 20.547.541 tahun
2009 (U.S. Census Bureau,
International Data Base, 2009)
jumlah ini termasuk terbesar keempat
setelah China, India dan Jepang
Tahun 2011 jumlah penduduk dunia
telah mencapai angka 7 miliar jiwa
dan 1 miliar diantaranya adalah
penduduk lansia
Indonesia menduduki rangking ke
empat di dunia dengan jumlah
lansia 24 juta jiwa dimana lansianya
belum terlalu mendapat perhatian
Karena usia harapan hidup perempuan
lebih panjang dibandingkan laki-laki,
maka jumlah penduduk lanjut usia
perempuan lebih banyak dibandingkan
laki-laki (11,29 juta jiwa berbanding
9,26 juta jiwa)
Oleh karena itu, permasalahan
lansia secara umum di
Indonesia, sebenarnya tidak lain
adalah permasalahan yang lebih
didominasi oleh perempuan

Badan kesehatan dunia WHO
menyatakan bahwa penduduk lansia
di Indonesia pada tahun 2020
mendatang sudah mencapai angka
11,34% atau tercatat 28,8 juta orang,
sedang balitanya tinggal 6,9% yang
menyebabkan jumlah penduduk
lansia terbesar di dunia (Badan Pusat
Statistik/BPS)

Distribusi Lansia Tahun 2009
di Indonesia
Provinsi dengan usia harapan hidup
yang lebih tinggi juga mempunyai
jumlah penduduk lansia yang lebih
banyak
Suatu wilayah disebut berstruktur tua
jika persentase lansianya lebih dari 7
persen

Dari seluruh provinsi di Indonesia,
ada 11 provinsi yang penduduk
lansianya sudah > 7 persen, yi :
Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi
Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi
Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa
Barat dan Nusa Tenggara Timur
Sedangkan lima provinsi dengan
persentase lansia terendah adalah :
Papua (2,15 persen); Papua Barat
(2,92 persen), Kepulauan Riau (3,78
persen), Kalimantan Timur (4,53
persen), dan Riau (4,86 persen)

Masalah lansia
Tidak hanya menghadapi angka
kelahiran yang semakin meningkat,
Indonesia juga menghadapi beban
ganda (double burden) dengan
kenaikan jumlah penduduk lansia
karena usia harapan hidup yang
makin panjang bisa mencapai 77
tahun

Menurut BKKBN, Sensus penduduk
tahun 2010 menunjukkan bahwa
penduduk lansia meningkat secara
signifikan
Kalau pada tahun 1960-an dan
1970-an penduduk lansia mungkin
hanya sekitar 2 persen, saat ini
sudah menjadi sekitar 10 persen
(dari 238 juta jiwa)
Dengan jumlah lansia yang
demikian besar tersebut, perlu
perhatian yang serius dari kita
semua tentang bagaimana
mempersiapkan dan mengarahkan
para lansia ini menjadi tetap sehat,
produktif dan sejahtera
Di Indonesia lansia merupakan
kelompok penduduk yang menjadi
fokus perhatian para ilmuwan,
masyarakat, dan pemerintah belasan
tahun terakhir ini

Jumlah lansia terus meningkat
baik di Indonesia maupun di
dunia dan membawa serta
berbagai permasalahan yang
harus diantisipasi dan dicarikan
jalan keluarnya
Masalah warga lansia ini dapat
menjadi masalah besar atau peluang
yang tidak kalah besarnya
Pertambahan jumlah penduduk lansia
akan menyebabkan berubahnya
berbagai sendi kehidupan, ekonomi,
sosial kemasyarakatan, seperti
kebutuhan hidup, makanan dan
minuman

Tetapi karena jumlahnya banyak, ini
perlu ditangani secara komprehensif
Untuk itu, perlu adanya strategi
persiapan dan pemberdayaan bagi
lansia agar dapat tetap aktif dan
berkarya

lansia sekarang berbeda dengan
lansia tahun 70-an
Diperkirakan sekarang hanya
ada 20 persen lansia yang sakit-
sakitan, sedangkan sisanya yaitu
80 persen adalah lansia
potensial yang masih bisa
diperdayakan

Jangan terlambat mempersiapkan
lansia
Lansia paling lambat dipersiapkan
pada usia 50 tahun
Sebelum pensiun, orang harus
cepat-cepat mempersiapkan diri
agar tetap aktif, seperti mengikuti
organisasi

Selain itu, lansia juga perlu
diberikan hak-hak khusus
di Indonesia masih sedikit hak
khusus yang diberikan bagi
lansia, terutama pada fasilitas
pelayanan umum seperti bus
umum

Dampak meningkatnya
lansia
Pembangunan di Indonesia memberi
dampak adanya perbaikan
lingkungan hidup, derajad kesehatan,
higiene, dan gizi
Keadaan ini selanjutnya
menyebabkan bertambahnya umur
harapan hidup, menurunnya angka
fertilitas dan mortalitas yang
kemudian memberi dampak pada
bertambahnya jumlah lansia

Peningkatan jumlah lansia ini
berpotensi menimbulkan beberapa
masalah pokok seperti meningkatnya
beban keluarga, masyarakat, dan
pemerintah, khususnya berhubungan
dengan kebutuhan layanan khusus,
penyediaan dan perluasan lapangan
kerja, pelayanan konsultatif sosial
psikologis, bantuan sosial ekonomi,
upaya pelestarian sosial budaya, dan
pelayanan rekreatif

Menghadapi berbagai dampak yang
akan timbul dan harus diatasi, para
ilmuwan dan berbagai institusi
pemerintah dan non-pemerintah mulai
aktif mendiskusikan berbagai hal
menyangkut penduduk lansia dalam
aneka pertemuan ilmiah seperti
seminar, lokakarya, dan diskusi panel.
Berbagai penelitian tentang lansia telah
dilakukan sejak tahun delapan puluhan