Anda di halaman 1dari 3

RANGKUMAN

Sifat Fisik Batuan


Sifat fisik batuan dapat ditentukan dengan melakukan percobaan di lab den dihitung dnegan
persamaan (4.1) s.d. (4.10).
Konsekuensi Pengujian sifat batuan di lapangan
Misalkan ada tiga lapisan batuan, maka harus dievaluasi terlebih dahulu di lapangan, tidak
boleh langsung di lab.





Dari tiga lapisan batuan di atas, harus diuji kekuatannya terlebih dahulu pada step 1 dengan
menggunakan hubungan tegangan ( ) dan regangan (). Jika telah memenuhi syarat yang
ditentukan, maka dapat dilanjutkan pengujian pada step 2 dan step 3.
Uji Lap
Misal, syarat untuk spek = 1,9 . namun hasil pengujian lapangan menunjukkan
seperti pada grafik.







Berdasarkan grafik di atas, maka dapat disimpulkaan bahwa lapisan batuan yang
diuji tersebut belum memenuhi syarat spek yang ditentukan, maka lapisan batuan
tersebut harus dibongkar ulang. Tetapi ada batas-batas yang perlu diperhatikan. Syarat
spek = 1,9. Berarti diizinkan batas toleransinya sebesar 95%. Maka 95% x 1,9 = 1,805.
Jadi bila kita memberikan batas toleransi sebesar 90%, maka 90% x 1,9 = 1,71.


Step 1
Step 2
Step 3
I II III
1,8













Bobot isi asli (natural density)



Bobot isi kering (dry density)



Bobot isi jenuh (saturated density)



Berat jenis semu (Appasrent specific gravity)



Berat jenis nyata (True specific gravity)



Kadar air asli (natural water content)



Batuan dijaga jangan sampai terganggu (samplenya). Kadar air yang terkandung tidak boleh
berkurang atau bertambah.

Kadar air jenuh (saturated water content)/absorbtion



penyerapan hanya pada permukaannya saja
penyerapan hingga ke dalam (dasar) batuan

Telah mengalami perlakuan (dikeringkan)
Direndam di dalam air
Derajat kejenuhan



Porosity



Void ratio




Keterangan :
Wn : Berat benda uji
Wo : Berat benda uji setelah dioven, kering pada suhu 90
o
C selama 24 jam
Ww : Berat benda uji setelah direndam (jenuh) selama 24 jam
Ws : Berat benda uji jenuh di dalam air ( Wa Wb )
Wa : Berat benda uji dalam kondisi jenuh + berat air + berat bejana
Wb : Berat benda uji jenuh tergantung didalam air + berat air + berat bejana
Vtp : Volume benda uji tanpa pori pori ( Wo Ws )
Vt : Volume perconto total ( Ww-Ws )

Kepadatan tidak bisa dijadikan acuan kekuatan suatu batuan. Biasanya kuat batu itu
akibat batu tersebut berat. Berat itu diasumsikan karena padat. Pada dasarnya batuan itu
sendiri padat tidak seluruhnya terisi oleh partikel, namun juga ada air dalam rongga
antarpartikel. Jadi, pada saat pengujian, air di dalam rongga inilah yang perlu dikeringkan,
bukan air di dalam batu (partikel) yang memeperkuat batu tersebut.






Jika saat proses pengeringan suhu melebihi 90
o
C, maka bukan hanya kadar air
dalam rongga saja yang kering, melainkan juga semua kadar air dalam batuan (partikel) akan
mongering sehingga batu akan m=gosong (warnanya memerah).
Partikel (mengandung air dan tidak boleh dikeringkan saat pengujian)
Air dalam rongga antarpartikel (harus dikeringkan)