Anda di halaman 1dari 30

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan di konsumsi secara normal
melalui proses digesti, obsorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal dari organ organ, serta menghasilkan energy.

Terutama pada remaja energi sangat penting, energi itu di peroleh dari makanan. Banyak
kasus yang ditemukan pada remaja akan takut gemuk dan malas mengonsumsi makanan
seimbang yang mengandung KH, Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral. Bahkan banyak
yang terdiit tanpa nasehat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi Bahkan
banyak yang terdiit tanpa nasehat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi.

Bila konsumsi berbagai sumber zat gizi tidak di tingkatkan, mungkin terjadi defisiensi
relatif terutama defisiensi vitamin vitamin. Defisiensi sumber energi akan menyebabkan
anak anak kelompok ini langsing, bahkan sampai kurus.

Padahal remaja dalam fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut adolescence growth
spurt , sehingga memerlukan zat zat gizi yang relative besar jumlahnya.

1.2 Tujuan

a. Menginformasikan kepada masyarakat diutamakan pada remaja putri tentang
pentingnya gizi
b. Menginformasikan tentang nutrisi untuk remaja
c. Memberitahukan kepada remaja akibat dari diet yang salah




2

BAB II
TEORI
PENGARUH GIZI TERHADAP REMAJA

Sebelum kita membahas masalah pengaruh gizi terhadap perkembangan
remaja kita bahas dulu konsep dasar ilmu gizi yaitu :
Kata gizi berasal dari bahasa Arab ghidza,yang berarti makanan. Ilmu gizi bias berkaitan
dengan makanan dan tubuh manusia. Dalam bahasa Inggris, food menyatakan makanan, pangan
dan bahan makanan. Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan di konsumsi
secara normal melalui proses digesti, obsorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan
fungsi normal dari organ organ, serta menghasilkan energi.
1.1 Kelompok Rentan Gizi
Yang termasuk kelompok rentan gizi ini ialah :

a. Bayi 0 1 tahun
b. Kelompok balita 1 5 tahun
c. Kelompok anak sekolah 6 13 tahun
d. Kelompok anak remaja 14 20 tahun
e. Kelompok ibu hamil dan ibu menyusukan
Batas batas umur kelompok di atas tidak mutlak dan ada pula pengelompokan cara lain.
Kelompok Remaja

Kelompok umur remaja menunjukan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut
adolescence growth spurt , sehingga memerlukan zat zat gizi yang relative besar
jumlahnya. Pada remaja laki laki kegiatan jasmaniah sangat meningjkat, karena
biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi tingginya, seperti
atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking, dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai
sumber zat gizi tidak di tingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relative terutama
defisiensi vitamin vitamin.defisiensi sumber energi akan menyebabkan anak anak
kelompok ini langsing, bahkan sampai kurus.

Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan mensis disertai pembuangan
sejumlah Fe. Remaja putri di kelompok ini sering sangat sadar akan bentuk badannya,

3

sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang terdiit
tanpa nasehat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi. Banyak pantang atau
tabu yang di tentukan sendiri berdasarkan pendengaran dari kawannya yang tidak
kompeten dalam sosial gizi dan kesehatan, sehingga terjadi berbagai gejala dan
keluhan yang sebenarnya merupakan gejala gejala kelainan gizi.

Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan
umur remaja ini, terutama penyuluhan ynag dikaitkan dengan bentuk tubuh atau
kecantikan akan sangat menarik perhatian para remaja putri, sedangkan para remaja
laki laki akan lebih tertarik bila penyuluhan gizi ini dikaitkan dengan prestasi
berbagai jenis olah raga.
2.2 Prinsip Gizi pada Remaja
Masa remaja merupakan saat terjadinya perbuhan-perubahan cepat dalam proses
pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual
dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses
pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.

Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik
tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat
gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh. Pertumbuhan yang cepat
biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan
naik pula.

Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20
tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan
tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan
gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian,
kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali
jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga
mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

2.3 Gizi Seimbang untuk Remaja

Remaja berada dalam fase pertumbuhan yang cepat dan tubuh mereka memang
membutuhkan lebih banyak kalori (dan cukup vitamin dan mineral) untuk
mendukung pertumbuhan ini. Pada anak perempuan berusia rata-rata 12 sampai 13
dan anak laki-laki berusia 14 sampai 15 berada di puncak tahun pertumbuhan dan
dapat meminta sebanyak 2.500 kalori per hari untuk perempuan dan hingga 3.000 per
hari untuk laki-laki.


4

Banyak remaja putri yang tidak memahami bahwa peningkatan jaringan lemaknya
selama masa pubertas diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal,
remaja putra dapat memiliki keyakinan yang salah bahwa diet akan memperbaiki
penampilan atletis mereka. Kudapan berkontribusi 30 % atau lebih total asupan kalori
remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula, dan
natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Remaja harus di
dorong untuk bertanggung jawab atas pemilihan kudapan yang sehat.

Kebutuhan nutrient anak untuk vitamin D, vitamin C dan kalsium
Usia (tahun) Vitamin D
(g)
Vitamin C
(mg)
Kalsium
(mg)
Lahir 0.5
0.5 - 1.0
1-3
4-8

Anak laki laki

9 13
14 18

Anak
perempuan

9 13
14 18
5
+
5
+
5
+
5
+



5
+
5
+



5
+
5
+

40
+

50
+

15
25



45
75



45
65
210
+

270
+

500
+

800
+




1300
+

1300
+




1300
+

1300
+


* Sebagai kolekalsiferol : 10 mg kolekalsiferol = 400 IU vitamin D
+
Asupan adekuat
2.4 Nutrisi untuk Remaja
Penelitian menunjukan bahwa remaja dan anak makan dengan persentase total kalori
yang sama dari karbohidrat, protein, dan lemak. Jumlah waktu makan yang di tunda dan
makan di luar rumah meningkat mulai awal remaja sampai remaja akhir. Terdapat
peningkatan asupan makan siap saji yang cenderung mengandung lemak, kalori, natrium
tingggi, dan rendah asam folat, serat, dan vitamin A. karakteristik pertumbuhan dan
implikasi nutrisi untuk remaja adalah periode meturbasi yang cepat pada fisik, emosi,
sosial dan seksual, pertumbuhan mulai pada waktu uang berbeda pada remaja berbeda,
karenanya usia fisiologik adalah indicator yang lebih valid dari pada usia kronologik.


5

Kebutuhan gizi remaja dan eksekutif muda relatif besar, karena mereka masih mengalami
pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi
dibanding usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak.

A. Energi

Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah
aktivitas fisik, seperti olahraga yang diikuti baik dalam kegiatan di sekolah maupun di
luar sekolah. Remaja dan eksekutif muda yang aktif dan banyak melakukan olahraga
memerlukan asupan energi yang lebih besar dibandingkan yang kurang aktif.

Sejak lahir hingga usia 10 tahun, energi yang dibutuhkan relatif sama dan tidak
dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Pada masa remaja terdapat perbedaan
kebutuhan energi untuk laki-laki dan perempuan karena perbedaan komposisi tubuh dan
kecepatan pertumbuhan.

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI) tahun 1998 menganjurkan
angka kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 2000 -
2200 kkal, sedangkan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari.

AKG energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan
sumber karbohidrat adalah: beras, terigu dan hasil olahannya (mie, spagetti, macaroni),
umbi-umbian (ubi jalar, singkong), jagung, gula, dan lain-lain.

B. Protein

Kebutuhan protein juga meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan yang
sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja
perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan
cepat lebih dulu.

Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibandingkan
perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein bagi remaja 1,5 - 2,0
gr/kg BB/hari. AKG protein remaja dan dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk
perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki.

Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi dibandingkan sumber
protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik, dari segi kualitas
maupun kuantitas. Berbagai sumber protein adalah: daging merah (sapi, kerbau,

6

kambing), daging putih (ayam, ikan, kelinci), susu dan hasil olahannya (keju, mentega,
yakult), kedele dan hasil olahannya (tempe, tahu), kacang-kacangan, dan lain-lain.

C. Kalsium

Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena akselerasi muscular,
skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak dan
dewasa. Lebih dari 20 persen pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50 persen massa
tulang dewasa dicapai pada masa remaja. AKG kalsium untuk remaja dan dewasa muda
adalah 600-700 mg per hari untuk perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. Sumber
kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya ikan,
kacang-kacangan, sayuran hijau, dan lain-lain.

D. Besi

Kebutuhan zat besi pada remaja juga meningkat karena terjadinya pertumbuhan cepat.
Kebutuhan besi pada remaja laki-laki meningkat karena ekspansi volume darah dan
peningkatan konsentrasi haemoglobin (Hb).

Setelah dewasa, kebutuhan besi menurun. Pada perempuan, kebutuhan yang tinggi akan
besi terutama disebabkan kehilangan zat besi selama menstruasi. Hal ini mengakibatkan
perempuan lebih rawan terhadap anemia besi dibandingkan laki-laki. Perempuan dengan
konsumsi besi yang kurang atau mereka dengan kehilangan besi yang meningkat, akan
mengalami anemi gizi besi. Sebaliknya defisiensi besi mungkin merupakan limiting
factor untuk pertumbuhan pada masa remaja, mengakibatkan tingginya kebutuhan
mereka akan zat besi.

Hal lain yang perlu diingat, adalah bioavailability dari makanan umumnya sangat rendah
yaitu <10 persen. Sumber besi dari hewani mempunyai bioavailability yang lebih tinggi
dibandingkan sumber nabati.

Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan besi. Pada remaja
dengan defisiensi besi maka penyerapan besi akan lebih efisien dibandingkan yang tidak
defisiensi besi. Yang dapat meningkatkan penyerapan besi dari sumber nabati adalah
vitamin C serta sumber protein hewani tertentu (daging dan ikan). Sedangkan zat yang
dapat menghambat penyerapan besi antara lain adalah cafein, tannin, fitat, zinc, dan lain-
lain.


7


AKG besi untuk remaja dan dewasa muda perempuan 19-26 mg setiap hari, sedangkan
untuk laki-laki 13-23 mg per hari. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah
hati, daging merah (sapi, kambing, domba), daging putih (ayam, ikan), kacang-kacangan,
sayuran hijau.

E. Seng (Zinc)

Seng diperlukan untuk pertumbuhan serta kematangan seksual remaja, terutama untuk
remaja laki-laki. AKG seng adalah 15 mg per hari untuk remaja dan dewasa muda
perempuan dan laki-laki.

F. Vitamin

Kebutuhan vitamin juga meningkat selama masa remaja karena pertumbuhan dan
perkembangan cepat yang terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan
beberapa vitamin pun meningkat, antara lain yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat menjadi energi seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk sintesa DNA dan
RNA diperlukan
vitamin B6, asam folat dan vitamin B12, sedangkan untuk pertumbuhan tulang
diperlukan vitamin D yang cukup. Dan vitamin A, C dan E untuk pembentukan dan
penggantian sel.

Vitamin B dan C merupakan vitamin larut dalam air, vitamin B1 (vitamin semangat)
berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk pembentukan energi (sebagai koenzim),
kekurangan vitamin B1 akan menyebabkan penyakit beri-beri, kurang nafsu makan, cepat
merasa lelah, kerusakan pembuluh darah dan sel saraf. Vitamin B2 berperan dalam
metabolisme karbohidrat, asam amino dan asam lemak. Kekurangan vitamin B2 dapat
menimbulkan rasa lelah, ketidakmampuan untuk bekerja dan perubahan bibir pada dan
perubahan bibir pada bagian yang kulitnya keras. Kekurangan vitamin B2 yang berlanjut
dapat menurunkan ketajaman penglihatan dan mata lebih cepat merasa lelah. Kekurangan
vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan timbulnya anemia (kekurangan darah),
kerena kedua macam vitamin tersebut tersangkut dalam proses sintesis sel-sel darah
merah. Sebagaian anemia gizi pada wanita hamil disebabkan kerena kekurangan asam
folat.

Vitamin C berperan dalam pembentukan substansi antarsel berbagai macam jaringan,
serta meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan aktifitas pagositas sel-sel darah
putih, dan meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus kecil serta transportasi zat besi
dari darah (transferring)kedalam sumsum tulang (ferritin),hati dan limpa. Vitamin A

8

berguna untuk pertumbuhan, proses penglihatan, reproduksi dan pemeliharaan sel-sel
epitel. Selain vitamin A dari bahan pangan hewani, tubuh dapat juga menggunakan
provitamin A (karoten) dari bahan pangan nabati yang terlebih dahulu akan diubah dalam
tubuh menjadi vitamin A. Karoten yang berasal dari sayuran dan buah-buahan
diperkirakan sepertiganya dapat diserap oleh usus,dan setengah dari jumlah yang diserap
tersebut dapat dikonvrsikan di dalam tubuh menjadi vitamin A.

Vitamin D berperan dalam penyerapan dan metabolisme kalsium (Ca) dan fosfor (P),
serta dalam pembentukan tulang dan gigi. Tubuh manusia mampu membuat vitamin D
dari 7- dehidrokolesterol yang terdapat pada kulit dengan bantuan matahari (sinar
ultraviolet). Kekurangan vitamin D dapat berakibat terganggunya proses pembentukan
tulang dan penyakit yang ditimbulkannya dikenal dengan sebutan rakhitis.

Vitamin E berperan sebagai antioksida untuk berbagai senyawa yang larut dalam lamak,
misalnya vitamin A dan asam lemak tidak jenuh. Kerusakan saluran darah dan perubahan
permeabilitas saluran kapilere pada kasus kekurangan vitamin E, mungkin berhubungan
dengan peranannya sebagai antioksidan .Pada hewan betina,defisiensi vitamin E dapat
menyebabkan terjadinya keguguran. Kenyataan ini telah diinterprestasikan secara salah,
bahwa vitamin E berkasiat untuk menyuburkan atau kekurangan vitamin E dapat
menyebabkan terjadinya sterilitas Vitamin K berperan dalam sistem pembekuan darah,
oleh kerena itu kekurangan vitamin K dapat menyebabkan darah sulit untuk
menggumpal. Sebagaian dari vitamin K yang diperlukan tubuh, dihasilkan oleh
mikroflora (bakteri) yang terdapat dalam usus.

Penelitian menunjukkan bahwa selalu lebih baik untuk mengambil vitamin, mineral dan
nutrisi lain bersama-sama daripada sendiri. Ini telah terbukti menjadi cara terbaik untuk
menghasilkan manfaat kesehatan yang optimal bagi tubuh Anda, karena banyak nutrisi
bekerja sama sinergis dan dapat meningkatkan manfaat dari satu sama lain.

Oleh karena itu, nutrisi yang tepat untuk remaja harus mencakup vitamin serta nutrisi
penting lainnya seperti mineral, asam amino dan ekstrak herbal. Banyak dari nutrisi ini
antioksidan lebih baik dari vitamin, dan karena itu dapat meningkatkan manfaat vitamin
tersebut.
G. Mineral
Kalsium tidak hanya berperan pada pembentukan tulang dan gigi,tetapi juga mempunyai
fungsi penting pada berbagai proses fisiologis dan biokimia didalam tubuh, seperti pada
pembentukan darah, membantu regulasi aktifitas otot-otot kerangka,jantung dan jaringan-
jaringan lain, trasmisi impul-impul syaraf,memelihara dan meningkatkan fungsi
membrane sel, mengaktifkan reaksi enzim dan sekresi hormon, kekurangan atau

9

ketidaksempurnaan metabolisme kalsium dapat menyebabkan penyakit osteoporosis
,osteomalacea,ricketsia atau rachitis. Pengeluaran (ekskresi) kalsium dalam urin
dipengaruhi oleh tingkat konsumsi protein, yaitu makin banyak protein yang dikonsumsi
makin banyak kalsium yang dikeluarkan melalui urin. Selain sebagai komponen
pembentukan tulang bersama-sama dengan kalsium,fospor terdapat pada hampir semua
elemen penting seperti DNA (deoxyribo nucleicacid), RNA (ribo nucleic acid) yang
merupakan senyawa utama dalam sel sebagai penentu genetika. Oksidasi karbohidrat
dalam membentuk ATP juga memerlukan fosfor, demikian juga dengan fosfolipid yang
merupakan komponen membran sel pembentukan fosfor. Magnesium berperan dalam
berbagai reaksi enzimiatis, antara lain enzim enzim yang berkaitan dengan metabolisme
glukosa secara anaerobic, siklus krebs, oksidasi asam lemak, hidrolis pirofosfat dan
aktivasi asam lemak ( reaksi antara asam lemak dengan koenzim A ) Kekurangan
magnesium pada hewan percobaan menyebabkan perubahan pada syaraf otot,
pertumbuhan terhambat dan klasifikasi ginjal ( menumpuknya kalsium pada ginjal )
Mineral natrium, kalium dan khlor terdapat hampir diseluruh cairan dan jaringan lunak
tubuh. Mineral natrium dan khlor terdapat cairan diluar sel, sedangkan kalium merupakan
elektrolit utama cairan didalam sel. Mineral mineral ini sangat penting dalam mengatur
tekanan osmotic, keseimbangan asam basa dan memegang peranan penting dalam
metabolisme air. Percobaan pada tikus memperlihatkan bahwa defesiensi mineral natrium
mempunyai pengaruh negative terhadap nafsu makan, peningkatan berat badan,
penyimpanan energi dan sentesis lemak ataupun protein konsumsi NaCl yang berlebihan
dapat membahayakan kesehatan tubuh karena akan meningkatkan tekanan darah .
Konsumsi garam yang berlebihan menyebabkan meningkatnya retensi air didalam tubuh
yang dapat menyebabkan terjadinya edema. Pada manusia defisiensi kalium dapat
menyebabakan kelemahan dan parlisis otot.
Zat besi merupakan komponen hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen didarah
ke sel sel yang membutuhkannya untuk metabolisme glucose, lemak dan protein
menjadi energi ( ATP ). Besi juga merupakan bagian mioglobin yaitu molekul yang mirip
hemoglobin yang terdapat disel sel otot, yang juga berfungsi mengangkut oksigen.
Mioglobin yang berkaitan dengan oksigen inilah yang membuat daging menjadi berwarna
merah. Disamping sebagai komponen hemoglobin dan mioglobin, besi juga merupakan
komponen dari enzim oksidasi xanthine oksidase, suksinat dehidrogenase, katalase dan
peroksidasi. Kekurangan zat besi menyebabkan kadar hemoglobin didalam darah lebih
rendah dari normalnya, keadaan ini disebut anemia, 99 % dari anemi disebabkan oleh
kekurangan zat besi selain itu juga menurunkan kekebalan tubuh sehingga sangat peke
terhadap serangan bibit penyakit.
Cu merupakan bagian dari beberapa enzim, yaitu cytochrom oxsidase, monoamine
oxidase, tyrosinase dan superoxide dismutase. Cu juga terlibat dalam metabolisme energi
perkembangan tulang, perkembangan jaringan konektif, perkembangan system saraf
pusat dan pembentukan tulang, perkembangan jaringan konektif, perkembangan system
saraf pusat dan pembentukan darah. Pda manusia defisiensi Cu jarang terjadi. Seng ( Zn )
merupakan bagian dari sekitar 100 metalloenzim, katalis dalam memulai aksi enzim.
Seng juga terlibat dalam sintesis protein dan asam nuleat. Gejala kekurangan seng

10

ditandai dengan menurunnya pertumbuhan dan perkembangan organ seksual (
hypogonadism), tidak berkembangnya indera perasa ( hypoglusia) dan indera penciuman
( hyposmia ) penyembuhan luka yang lambat anorexia dan anemia besi.
Fungsi fisiologis selenium berhubungan dengan fungsi vitamin E, memelihara struktur
dan fungsi otot, antioksidan, antikarsinogen, dan juga merupakan bagian dari beberapa
enzim. Mangan ( Mn ) merupakan antifator beberapa system enzim yang terlibat dalam
metabolisme protein, metabolisme energi dan pembentukan mukopolisakarida. Iodium
merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang sangat relative sedikit,
tetapi mempunyai peranan yang sangat penting yaitu untuk pembentukan hormone tiroid
( tiroksin dan trio dotironin ). Hormon ini sangat penting untuk pertumbuhan normal,
kekurangan iodium dimanifestasikan dengan membesarnya kelenjar gondok. Defesiensi
yang berlanjut dapat menyebabkan kekerdilan dan keterbelakangan mental.
H. Air
Air merupakan suatu zat gizi yang sangat penting, namun peranannya berbeda dengan
peranan zat zat gizi yang lain. Air tidak dicerna terlebih dahulu sebelum diabsorpsidari
usus halus. Air tidak mensuplai energi untuk pertumbuhan untuk pemeliharaan atau untuk
kerja fisik tubuh, tetapi sebagai zat yang mempunyai sifat sifat kimia dan fisika yang
unik, maka air merupakan suatu media untuk terjadinya reaksi reaksi kimia dalam
tubuh.
Selain itu juga berperan dalam reaksi reaksi biologis dan memegang peranan penting
dalam mengatur temperature tubuh, merupakan alat transportasi sebagai komponen utama
darah, air akan mengangkut berbagai nutrient kejaringan jaringan dan membawa
senyawa senyawa metabolic beracun ke ginjal untuk dibuang keluar tubuh. Air
berfungsi sebagai pelumas komponen utama air mata, saliva dan mucus.
2.5 Pengaruh Status Gizi pada System Reproduksi
Kebutuhan energy dan nutrisi remaja dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas
dan sattus nutrisi. Nutrisi yang di butuhkan sedikit lebih tinggi untuk memenuhi
kebutuhan pertumbuhan remaja tersebut. Remaja yang berasal dari social ekonomi
rendah sumber makanan yang adekuat tidak terpenuhi, dan mempunyai resiko defisiensi
zat besi sebelum hamil. Pemberian tambahan energy diberikan kepada remaja dengan
berat badan rendah. Penambahan energy didapatkan biasanya dengan meningkatkan
nafsu makan, akan tetapi seorang remaja sering memperhatikan penambahan berat
badannya. Seorang remaja dapat mengalami peningkatan resiko defisiensi zat besi,
karena kebutuhan yang meningkat sehubungan dengan pertumbuhan.

Remaja yang anemia dan kurang berat badan lebih banyak melahirkan bayi BBLR
dibandingkan dengan wanita dengan usia repreoduksi aman untuk hamil. Penambahan
berat badan yang tidak adekuat lebih sering terjadi pada orang yang ingin kurus, ingin

11

menyembunyikan kehamilannya, tidak mencakupi sumber makannya dan menggunakan
obat obat terlarang.

Bahkan, praktek diet yang tidak aman tidak saja menyebabkan kekurangan gizi, tetapi
juga masalah fisik dan psikologis antara remaja. Untuk mengatasi Miskin Nutrisi Dalam
Remaja, orang tua harus membimbing anak-anak untuk makan makanan organik untuk
memperbaiki kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan.

Buah-buahan dan sayuran yang ditanam secara organik baik untuk kesehatan remaja
karena mengandung melawan kanker nutrisi dalam banyak. Makanan dan pewarna aditif
buatan digunakan secara ekstensif dalam makanan cepat menyebabkan banyak masalah
kesehatan dan masalah perilaku adalah salah satu seperti itu.

Cara terbaik untuk melawan Miskin Nutrisi Dalam Remaja adalah untuk mengambil
buah-buahan segar dan makanan kaya nutrisi secara teratur dalam makanan.

Zat Gizi Pendukung Fertilitas

Gizi atau makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik dan
mental serta kesehatan, tetapi diperlukan juga untuk fertilitas atau kesuburan
seseorang agar mendapat keturunan yang selalu di dambakan dalam kehidupan
berkeluarga.

Di saat masih remaja wajib mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, di
samping berguna sebagai perkembangan tubuh juga bekal untuk masa depan,
termasuk fertilitas seseorang juga dipengaruhi oleh gizi diantaranya yaitu :

Mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
Sebaiknya pasangan menghindari makanan yang terlalu di olah /
mangandung bahan tiruan spt : keju olahan, daging olahan, makanan beku
dll
Jangan membeli buah buahan dalam kaleng / hanya sirupnya saja
Hindari sayuran kaleng
Hindari kudapan asin, kacang dan minyak terhidrogenesi
Hindari roti putih
Jangan sering minum susu skim kalengan
Jangan mengonsumsi makanan yang sudah tidak segar lagi



12

Pengaruh Zat Gizi pada Fertilitas

Kesuburan seseorang selain dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dna faktor usia,
juga di pengaruhi oleh faktor gizi pasangan. Faktor gizi ini mempunyai peran yang
sangat penting dalam mendukung kesuburan tersebut. Kekurangan nutrisi pada
seseorang akan berdampak pada keturunan fungsi reproduksi, hal ini dapat diketahui
apabila seseorang mengalami anorexia vervosa, maka akan terlihat perubahan
perubahan hormonal tertentu, yang ditandai dengan penurunan berat badan yang
mencolok, hal ini terjadi karena kadar gonadotropin dalam serum dan urine menurun,
serta penurunan pola sekresinya, kejadian tersebut berhubungan dengan gangguan
fungsi hipotalamus.

Pada penilitian ternyata wanita gemuk memiliki resiko tinggi terhadap ovulasi
infertile dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjadi tidak subur. Keadaan ini
terjadi apabila peningkatan berat badan terlalu cepat, pada umunya peningkatan berat
badan disebabkan karena asupan gizi yang berlebihan. Bila siklus berlangsung tanpa
ovulasi pada wanita gemuk, menunjukan adanya kelainan pengeluaran hormone. Bila
kadar SHBG rendah, akan terjadi peningkatan produksi hormone androgen baik di
ovarium maupun di kelenjar adrenal. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses
perubahan androgen menjadi estrogen. Hipotalamus merangsang peningkatan sekresi
hormone LH serta terjadi hiperandrogenesis.

Mekanisme lain adalah gangguan pematangan folikel akibat peningkatan LH dan
kadar testesteron yang rendah. Wanita kegemukan dengan siklus menstruasi normal
kadar testosteronnya lebih rendah dari pada wanita gemuk yang mengalami amenore.
Seberapa gemuk yang akan menyebabkan siklus anovulasi tidak diketahui dengan
pasti, yang jelas bahwa diet dan berat badan sangat mempengaruhi fungsi menstruasi.

Berdasarkan uraian di atas sudah jelas bahwa diet mempengaruhi siklus mentruasi,
hal ini berhubungan dengan perubahan kadar hormone steroid yang merupakan factor
kunci dalam proses pengaturan siklus tersebut. Walaupun telah terbukti bahwa gizi
lebih maupun gizi kurang mengurangi tingkat fertilitas, namun mekanisme terjadinya
belum jelas.

Setelah kita melihat pengaruh gizi terhadap fertilitas sekarang kita harus tau juga apa
hubungan status gizi dengan menstruasi.





13

Hubungan Status Gizi Dengan Menstruasi

Menarce

Menarce adalah haid yang pertama terjadi, yang merupakan ciri khas kedewasaan
seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Status gizi remaja wanita sangat
mempengaruhi terjadinya menarce baik dari faktor usia terjadinya menarce, adanya
keluhan keluhan selama menarce maupun lamanya hari menarce. Secara psikologis
wanita remaja yang pertama sekali mengalami haid akan mengeluh nyeri, kurang
nyaman, dan mengeluh perutnya terasa begah. Tetapi pada beberapa remaja keluhan
keluhan tersebut tidak dirasakan, hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang
biasa dikonsumsi, setelah olahraga yang teratur ( Brunner, 1996 ).

Hormone yang berpengaruh terhadap terjadinya menarce adalah estrogen dan
progesterone. Estrogen berfungsi mengatur siklus haid sedangkan progesterone
berpengaruh pada uterus yaitu dapat mengurangi kontraksi, selama siklus haid. Agar
menarce tidak menimbulkkan keluhan keluhan, sebaiknya remaja wanita
mengonsumsi makanan gizi seimbang, sehingga status gizinya baik. Status gizi
dikatakan baik, apabila nutrisi yang diperlukan baik protein, lemak, karbohidrat,
mineral, vitamin maupun air digunakan oleh tubuh sesuai kebutuhan ( Krumnel,
1996 )

Gizi kurang atau terbatas selain akan mempengaruhi pertumbuhan,fungsi organ
tubuh, juga akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini akan
berdampak pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik.
Seberapa jauh pengaruh status gizi terhadap terjadinya menarce belum ada yang
melakukan penilitian. Sebagian bahan perbandingan di bawah ini akan diuraikan
tentang asupan energy total dan keragaman komponen diet.

Asupan energy bervariasi sepanjang siklus haid, terjadi peningkatan konsumsi energy
pada fase luteal dibandingkan fase folikuler. Peningkatan konsumsi energy
premenstruasi dengan ekstra penambahan 87 500 kkal/hari. Kesimpulannya bahwa
estrogen mengakibatkan efek penekanan atau penurunan terhadap nafsu makan (
Krummel, 1996 ). Identifikasi tentang jenis nutrisi yang dapat mengakibatkan
perubahan asupan energy belum didapatkan data yang pasti. Ada yang berpendapat
karbohidrat merupakan sumber peningkatan selama fase luteal, yang lain berpendapat
bahwa konsumsi softdrink yang mengandung gula cenderung meningkat selam fase
luteal. Selain itu juga ada yag berpendapat bahwa asupan lemak dan protein akan
meningkat pada fase luteal. Dengan demikian selama fase luteal terjadi peningkatan
asupan makanan atau energy ( Krummel, 1996 ).

14

Pada remaja wanita perlu mempertahankan status gizi yang baik, dengan cara
mengonsumsi makanan seimbang kerena sangat dibutuhkan pada saat haid, terbukti
pada haid tersebut terutama pada fase luteal akan terjadi peningkatan kebutuhan
nutrisi. Apabila ini di abaikan maka dampaknya akan terjadi keluhan keluhan yang
menimbulkan tidak nyaman selama siklus haid.

Hubungan Gizi Dengan Menstruasi

Komposisi diet baik secara kuantitatif maupun kualitatif, di anggap
mempengaruhi sikus menstruasi serta penampilan reproduksi.
Masih jarang penilitian yang menggunakan diet sebagai metode perlakuan dan
uraiannya sering tidak lengkap dan tumpang tindih.

a. Diet vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormone seks telah di teliti
9 orang vegetarian di beri diet yang mengandung daging ternyata fase
folikuler memanjang rata rata 4.2 hari, FSH meningkat, E2 menurun
secara signifikan
16 orang diet biasa beralih ke diet yang kurang daging selama 2 bulan
mengalami pemendekan fase folikuler rata rata 3.8 hari, penurunan
frekuensi puncak LH, setelah mengalami 2 kali injeksi LHRH
Pada wanita dengan dier vegetarian terjadi peningkatan frekuensi
gangguan siklus menstruasi yaitu 26,5 % ( non vegetarian 4.9 %)

b. Diet rendah lemak

Diet tinggi lemak tidak memberikan perebedaan kadar hormone dalam
plasma dan urine
Pada diet rendah lemak : panjang siklus menstruasi peningkat rata rata 1.3
hari, lamanya waktu menstuasi meningkat 0.5 hari dan fase folikuler
meningkat 0.9 hari
Jika wanita non vegetarian berubah ke diet rendah lemak akan
memperpanjang siklus menstruasi dan fase folikuler
2.6 Faktor Gangguan Gizi Pada Usia Remaja
Berbagai bentuk faktor gangguan gizi pada usia remaja sering terjadi. Selain kekurangan
energi dan protein anemia gizi dan defisiensi berbagai vitamin juga sering terjadi.
Sebaliknya juga masalah gizi lebih (overnutrition) yang ditandai oleh tingginya jangka
obesitas pada remaja terutama di kota-kota besar.

15


Berbagai faktor yang memicu terjadinya masalah gizi pada usia remaja antara lain adalah:
a. Kebiasaan makan yang buruk
Kebiasaan makan yang buruk yang berpangkal pada kebiasaan makan keluarga yang juga
tidak baik sudah tertanam sejak kecil akan terus terjadi pada usia remaja. Mereka makan
seadanya tanpa mengetahui kebutuhan akan berbagai zat gizi dan dampak tidak
dipenuhinya kebutuhan zat gizi tersebut terhadap kesehatan mereka.

b. Pemahaman gizi yang keliru
Tubuh yang langsing sering menjadi idaman bagi para remaja terutama wanita remaja.
Hal itu sering menjadi penyebab masalah, karena untuk memelihara kelangsingan tubuh
mereka menerapkan pengaturan pembatasan makanan secara keliru. Sehingga kebutuhan
gizi mereka tak terpenuhi. Hanya makan sekali sehari atau makan makanan seadanya,
tidak makan nasi merupakan penerapan prinsip pemeliharaan gizi yang keliru dan
mendorong terjadinya gangguan gizi.

c. Kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu.
Kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu saja menyebabkan kebutuhan gizi
tak terpenuhi. Keadaan seperti itu biasanya terkait dengan mode yang tengah marak
dikalangan remaja. Ditahun 1960 an misalnya remaja-remaja di Amerika Serikat sangat
menggandrungi makanan berupa hot dog dan minuman coca cola. Kebiasaan ini
kemudian menjalar ke remaja-remaja diberbagai negara lain termasuk di Indonesia.

d. Promosi yang berlebihan melalui media masa.
Usia remaja merupakan usia disana mereka sangat mudah tertarik pada hal-hal yang baru.
Kondisi itu dimanfaatkan oleh pengusahan makanan dengan mempromosikan produk
makanan mereka, dengan cara yang sangat mempengaruhi para remaja. Lebih-lebih jika
promosi itu dilakukan dengan menggunakan bintang film yang menjadi idola mereka.

e. Masuknya produk-produk makanan baru yang berasal dari negara lain secara bebas
membawa pengaruh terhadap kebiasaan makanan para remaja.
Jenis-jenis makanan siap santap (fast food) yang berasal dari negara barat seperti hot dog,
pizza, humberger fried chichken dan French fries, berbagai jenis makanan berupa kripik
(junk food) sering dianggap sebagai gimbal kehidupan modern oleh para remaja.
Keberatan terhadap berbagai jenis fast food itu terutama karena kadar lemak jenuh dan
kolesterol yang tinggi disamping kadar garam. Zat-zat gizi itu memicu terjadinya
berbagai penyakit kardiovaskuler pada usia muda. Lihat tabel yang memuat kandungan
lemak. Lemak jenuh dan kolesterol serta garam pada tiap prosi makanan fast food yang
dijual di Indonesia.


16

Tanda-tanda bahwa anak memiliki gangguan makanan

Faktor-faktor yang anda harus mencari jika Anda menduga bahwa anak Anda memiliki
gangguan makan adalah sebagai berikut:

Rendah diri
Recent berat kehilangan 15 persen atau lebih dari berat badan normal, tanpa
alasan medis
Sebuah takut berat badan atau kelebihan berat badan
Membersihkan perilaku (muntah atau menggunakan diuretik-air pil-atau
pencahar untuk menurunkan berat badan)
Memiliki citra terdistorsi ukuran tubuh mereka atau bentuk (misalnya, percaya
mereka kelebihan berat badan walaupun mereka berada pada berat badan yang
sehat atau bahkan underweight)
Sebuah keasyikan dengan pikiran makanan, kalori, dan berat
Membatasi pola makan seperti sering melewatkan makan, puasa, atau
menghilangkan kelompok makanan keseluruhan
Preferensi untuk makan saja
Bagi wanita muda, amenore (tidak adanya siklus haid) atau tertunda pubertas
Menjadi kurus, dengan indeks massa tubuh yang di bawah normal
Berolahraga kompulsif
Sebuah penyangkalan ekstrim kemungkinan gangguan makan
Penarikan dari teman dan keluarga
Memakai pakaian tebal untuk menyembunyikan berat badan
Sebuah peristiwa baru-baru ini atau masa lalu dalam hidup mereka yang sangat
menegangkan
Gangguan makan dapat menyebabkan kekurangan gizi ekstrim dan bahkan kematian.
Pengobatan terbaik untuk makan gangguan menggabungkan medis, psikologis, dan
konseling nutrisi.

2.7 Masalah Gizi Pada Remaja

A. Malnutrisi

Definisi
Malnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi ( undernutrisi ) maupun
karena kelebihan gizi ( Overnutrisi ). Keduanya disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial.



17

Perkembangan malnutrisi melalui tahapan :

1. Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan
2. Perubahan kadar enzim
3. Kalainan fungus pada organ dan jaringan tubuh

Tanda dan gejala

Penampilan : apatis, kaheksik
Wajah : bengkak, kehitaman sekitar mata, pucat
Mulut dan gigi : lesi pada sudut bibir, mukosa merah, mudah berdarah,
gigi malposisi, berlubang
Kelenjar : pembesaran kelenjar getah bening
Kulit :kering, pucat, dan kasar ada lemak di bawah kulit

B. Obesitas

Obesitas saat berusia 18 tahun meningkatkan resiko kematian dini di usia dewasa,
hal ini ternyata sama dengan efek buruk dari merokok lebih dari 10 batang rokok
tiap hari.

Dr. Martin Neovious dari Karolinska Institute, Swiss, dan koleganya meneliti data
lebih dari 45.000 remaja berusia 18 tahun yang menjalani tes wajib militer dimana
masa tubuh mereka (BMI) dan status merokok mereka dicatat. Para laki-laki ini
kemudian dipantau selama rata-rata 38 tahun.

Selama masa kontrol 2.897 meninggal. Peristiwa kematian sebagian besar terjadi
pada laki-laki yang mengalami obesitas dan hanya terjadi dalam jumlah kecil
pada mereka yang berat badannya normal. Jika dibandingkan, mereka yang pada
saat berusia 18 memiliki berat badan normal, mereka yang berat badannya lebih
memiliki kemungkinan tiga kali lebih tinggi untuk meninggal dini.

Walaupun demikian berat badan yang rendah tidak mengurangi resiko, bahkan
yang berat badannya sangat kurang (BMI kurang dari 17) meningkatkan kematian
prematur sama seperti yang dimiliki oleh mereka yang berat badannya
berlebihan. Penelitian ini juga menemukan perokok berat memiliki resiko lebih
dari dua kali dari mereka yang tidak merokok untuk meninggal secara prematur
dan bahwa perokok berat yang kelebihan berat badan memiliki resiko lima kali
lebih tinggi untuk lebih cepat meninggal jika dibandingkan dengan mereka yang
tidak merokok.

Tetapi, para peneliti ini belum menemukan statistik yang signifikan tentang
hubungan antara perokok berat dan obesitas, dimana mereka artikan bahwa
memiliki berat badan pada usia 18 meningkatkan resiko kematian prematur, tanpa
melibatkan status rokok mereka. Hasil penelitian ini dipublikaiskan secara online
pada 25 Febuari di BMJ.

18

Di banyak negara, angka perokok remaja yang berat badan yang berlebih atau
obesitas semakin meningkat. Para peneliti menyimpulkan bahwa kelebihan berat
badan, obesitas, dan merokok pada remaja tetap menjadi target penting untuk
meningkatkan inisiatif publik terhadap pentingnya kesehatan.

C. Nervosa Anorexia

Definisi
Nervosa anorexia adalah kelainan yang ditandai dengan:

- Perbuhan gambaran tubuh
- Ketakutan yang luar biasa akan kegemukan
- Penolakan untuk mempertahankan berat badan yang normal
- Hilangnya siklus menstruasi pada wanita

Sekitar 95 % penderita adalah wanita, kalianan ini biasanya mulai timbul pada
masa remaja dan kadang dewasa. Kelainan ini terutama menyerang orang orang
golongan social ekonominya menengah ke atas. Anorexia nervosa bias bersifat
ringan dan sementara atau berat dan berlangsung lama.

Penyebab
Tidak diketahui, tetapi factor social tampaknya memegang peranan penting.
Penderita ingin menjadi kurus karena kegemukan di anggap tidak menarik, tidak
sehat dan tidak diiinginkan.

Gejala
Banyak penderita wanita yang sangat teliti dan kompulsi, dengan standar yang
sangat tinggi untuk berprestasi dan sukses. Individu awal dari kecendrungan
terjadinya kelainan ini adalah meningkatnya perhatian terhadap makanan dari
berat badan, bahkan pada penderita terhadap makanan dan berat badan, bahkan
pada penderita yang sebelumnya sudah kurus.

Keasykan dan kecemasan mengenai berat badan semakin meningkat, selain
dengan semakin kurusnya badan penderita. Meskipun sudah kurus, penderita tetap
merasa gemuk, menyanggal bahwa hal tersebut salah, tidak mengeluh mengenai
berkurangnya nafsu makan atau berkurangnya berat badan dan biasanya menolak
pengobatan. Penderita tidak berobat sampai anggota keluarganya yang lain
membawa ke dokter.

Anoreksia berarti kekurangan nafsu makan, tetapi penderita anoreksia sebenarnya
lapar dan berselera terhadap mekanan. Mereka mempelajari tentang makanan dan
kalori, menimbun, menyembunyikan dan dengan sengaja membuang makanan,
mengumpulkan resep resep makanan dan menyiapkan makanan untuk orang lain.

Separuh dari penderita anorexia nervosa memakan banyak makanan ( binge ) dan
kemudian mengeluarkannya kembali dengan cara memuntahkannya atau

19

meminum obat pencahar dan diuretika. Separuh lainnya membatasi jumlah
makanan yng mereka makan. Sebagian besar penderita melakukan olahraga yang
berlebihan untuk mengendalikan berat badannya.

Berhentinya siklus menstruasi pada penderita wanita kadang sebelum turunny
berat badan yang berlebihan. Penderita pria maupun wanita bias mengalami
penurunan hasrat seksual.

Gejala lainnya yang khas adalah :

- Denyut jantung lambat
- Tekanan darah rendah
- Suhu tubuh rendah
- Pembengkakan jaringan karena penimbunan cairan ( edema )
- Rambut yang tipis dan lembut atau rambut tubuh dan wajah yang
berlebihan

Penderita yang menjadi sangat kurus cenderung tetap aktis, bahkan mereka
mengikuti program oalhraga yang berat. Tidak terdapat gejala gejala kekurangan
gizi dan yang mengherankan, mereka bebas dari infeksi. Sering terjadi depresi
dan penderita sering kali berbohong mengenai jumlah makanan yang mereka
makan dan menyembunyikan kebiasan muntah serta kebiasaan makan mereka
yang aneh.

Perubahan hormonal yang terjadi akibat anoreksia nervosa adalah kekurangan
kadar hormone estrogen dan tiroid, serta meningkatnya kadar hormone kortisol.

Jika penderita mengalami kekurangan gizi yang serius, maka bias terjadi kelainan
pada berbagai organ tubuh utama, yang paling berbahaya adalah kelainan jantung
serta cairan dan elektrolit ( natrium, kalium, klorida ). Jantung menjadi semakin
lemah dan memompa lebih sedikit darah ke seluruh tubuh. Penderita bias
mengalami dehidrasi dan cenderung mengalami pingsan.

Darah menjadi asam ( asidosis metabolic ) dan kadar kalium dalam darah
berkurang. Muntah dan pemakaian obat pencahar akan semakin memperburuk
keadaaan ini, bida terjadi kematian mendadak tang kemungkinan disebabkan oleh
irama jantung abnormal.

Diagnose
Diagnose biasanya ditegakan berdaasarkan penurunan berat badan yang sangat
banyak dan gejala psikis yang khas.

Ciri ciri dari penderita adalah gadis remaja yang :
- Berat badan telah berkurang minimal sebanyak 15 % dari berat badan
sebelumnya
- Takut akan kegemukan ( obesitas )

20

- Siklus menstruasinya berhenti
- Menyngkal bahwa dirinya sakit
- Tampak sehat

Pengobatan
Biasanya pengobatan terdiri dari 2 tahap :

1. Mengambil berat badan normal
2. Terapi psikis, yang sering kali dibarengi dengan pemberian obat obatan

Jika berat badan turun sangat cepat atau sangat berat ( sampai lebih dari 25 % di
bawah berat badan normal ), maka sangat penting untuk mengembalikan berat
badan karena penurunan yang demikian bias berakibat fatal. Pengobatan awal
biasanya dilakukan di rumah sakit dimana penderita di dorong untuk makan.
Kadang diberikan makanan melalui infuse atau selang nasogastrik.

Jika satus gizinya sudah baik, maka dimulai terapi jangka panjang oleh seorang
ahli dalam kelainan pola makan. Terapi bias berupa psikoterapi individual,
kelompok dan keluarga atau berupa obat obatan. Jika ditemukan depresi, maka
diberikan obat anti-depresi.

D. Kurang Kalori Protein

di antara kelaparan yang berat dan nutrisi yang cukup, terdapat tingkatan yang
bervariasi dari nutrisi yang tidak memadai, seperti kurang kalori protein ( KKP ),
yang merupakan penyebab kematian pada anak di Negara Negara berkembang.

Pertumbuhan yang cepat, adanya infeksi, cidera atau penyakit menahun, dapat
meningkatkan kebutuhan akan zat gizi. Kurang kalori protein disebabkan oleh
konsumsi kalori yang tidak memadai, yang mengakibatkan kekurangan protein
dan mikronutrisi.

Jenis jenis KKP :

1. KKP kering : jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi
2. KKP basah : jika seseorang tampak membengkak karena tertahannya
cairan
3. KKP menengah : jika seseorang berada dalam kondisi diantara KKP
kering dan KKP basah

KKP kering di sebut maramus, merupakan akibat dari kelaparan yang hamper
menyeluruh. Seseorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat
sedikit makanan, sering disebabkan karena ibu tidak dapat memberikan ASI.
Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh. Hamper selalu
disertai terjadinya infeksi. Jika anak mengalami cidera atau infeksi yang meluas,
prognosanya buruk dan bias berakibat fatal.

21


KKP basah di sebut kwashiorkor, yang dalam bahas Afrika berarti anak
pertama anak kedua . istilah tersebut berdasarkan pengamatan bahwa anak
pertama menderita kwashiorkor ketika anak kedua lahir dan menggeser anak
pertama dari pemberian ASI ibuya. Anak pertama yang telah disapih tersebut
mendapat makanan yang jumlah zat gizinya lebih bila dibandingkan dengan ASI,
sehingga tidak tumbuh dan terlambat.

Kekurangan protein kwashiorkor biasanya lebih jelas dibandingkan dengan
kekurangan kalori, yang mengakibatkan :

- Pertahanan cairan (edema)
- Penyakit kulit
- Perubahan warna rambut

KKP menengah di sebut marasmik-kwashiorkor. Anak anak yang menderita
KKP ini menahan beberapa cairan dan mamiliki lebih banyak lemak tubuh
dibandingkan dengan penderita marasmus. Kwashiorkor lebih jarang ditemukan
dan biasanya terjadi dalam bentuk marasmik-kwashiorkor.
2.8 Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja
Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi
yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang
yang diuraikan oleh Depkes adalah:
1. Makanlah aneka ragam makanan.
Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat
seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang
mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun
kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya
kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Kekurangan salah satu gizi tertentu pada jenis makanan akan di lengkapi oleh zat gizi
serupa dari makanan yang lain. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam akan
menjaminterpenuhinya kecukupun sumber kalori antara lain beras, jagung, gandum, ubi
ubian, sagu, roti, dan mie. Minyak margarin dan santan mengandung lemak juga dapat
menghasilkan kalori. Kelompok kedua atau sumber protein yakni dari golongan nabati
( kacang kacangan ) dan golongan hewani ( telur, ikan, daging, susu berikut hasil
olahannya ) kelompok ketiga ( kelompok vitamin / mineral ) adalah sayuran dan buah.
Keaneka ragaman makanan dalam hidangan sehari hari yang di konsumsi, minimal
harus berasal dari satu jenis makanan sumber zat pembangun dan zat pengatur.


22

2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi) agar
dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun
sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses
pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada
yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari
kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan
pengatur.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai dari kecukupan energi.
Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah
energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah lezatnya
hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi
konsumsi makanan lain.
5. Gunakan garam beryodium.
Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.
6. Makanlah makanan sumber zat besi.
Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi
berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita
menyusui dan wanita usia subur.
7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang
meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
8. Biasakan makan pagi.
Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya tahan
tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
Aman berarti bersih dan bebas kuman. Untuk mendapatkannya air minum harus
dididihkan terlebih dahulu.

23

10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi
jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
11. Hindari minum minuman beralkohol.
Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan rasa haus.
Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga
aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia
dan halal.
13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.
Makanan yang dikemas adalah keterangan tetntang jenis isi, jenis dan ukuran bahan
bahan yang digunakan, susuanan zat gizi, tanggal kadarluasa dan keterangan penting
lainnya.













24

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pedoman Gizi Seimbang Atasi Masalah Gizi Anak, Remaja, dan
Dewasa
BUKAN hanya masalah kekurangan gizi yang dihadapi Indonesia, kelebihan gizi pun kini
menjadi momok yang tengah diperangi pemerintah. Sebab, keduanya dapat berakibat buruk
terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia.
Kedua masalah tersebut muncul karena pola makan yang tidak seimbang. Kekurangan gizi
ditandai dengan lambatnya pertumbuhan tubuh (terutama pada anak), daya tahan tubuh rendah,
kurangnya tingkat inteligensia, dan produktivitas yang rendah. Kelebihan gizi sebaliknya,
ditandai dengan kelebihan berat badan, besarnya risiko kemunculan berbagai penyakit kronis
degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Indonesia saat ini berada
dalam masa transisi gizi, yaitu masa peralihan di antara masalah kekurangan dan kelebihan gizi.

Sudah saatnya diambil tindakan agar masalah kelebihan gizi ini tidak melebar, seperti yang
terjadi di China, kata Prof Soekirman SKM MPS-ID PhD dalam acara konferensi pers
peluncuran buku Pedoman Gizi Seimbang di Jakarta beberapa waktu lalu.
Data Riskesdas 2010 menyebutkan, jumlah masyarakat Indonesia yang gemuk dirinci sebagai
berikut: balita 14 persen, anak usia 612 tahun sebanyak 9,2 persen, anak usia 1315 tahun 2,5
persen, anak usia 1618 tahun 1,4 persen, dan dewasa lebih dari 18 tahun sebanyak 21,7 persen.
Jika dulu masyarakat golongan kelas menengah yang identik berbadan subur, kini di masalah
peralihan, kelebihan berat badan justru diderita masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.

Dikatakan Soekirman yang juga guru besar Institut Pertanian Bogor ini, permasalahannya bukan
hanya terletak pada kelebihan dan kekurangangizi. Lebih dari itu, tantangan yang juga harus
diperhatikan adalah menyangkut pemenuhan gizi seimbang pada periode tertentu. Hal ini dikenal
dengan istilah window opportunity, yakni kesempatan singkat untuk melakukan sesuatu yang
menguntungkan dan harus dimanfaatkan. Dibidang gizi, windowopportunity hanya berkisar dari
sebelum masa kehamilan sampai umur anak sekitar 2 tahun. Untuk itu, harus dilakukanupaya
perbaikan gizi pada kelompok penduduk yang termasuk dalam periode ini guna mencegah
masalah kekurangan gizi.
Baik terhadap remaja perempuan, ibu hamil, ibu menyusui, maupun bayi sampai anak usia 2
tahun. Pada ibu hamil misalnya, masalah kesehatan yang sering dihadapi seperti mual, muntah
berlebihan, anemia, dan kekurangan zat besi, konstipasi, hipertensi, preeklamsia, dan eklamsia,
serta diabetes gestasional. Padahal kecukupan gizi ibu hamil besar pengaruhnya terhadap
tumbuh kembang anak, kata Soekirman.

25

Penting untuk memperhatikan kenaikan jumlah asupan gizi yang diperlukan. Seperti kebutuhan
energi pada trimester pertama sebesar 2.080 kkal, trimester 2 dan 3 sebesar 2.200 kkal dan
protein 67 gram per hari pada trimester 13. Yang juga menjadi perhatian adalah fakta bahwa ibu
hamil bersama remaja perempuan dan bayi sampai usia 2 tahun termasuk kelompok kritis
tumbuh kembang manusia.
Menurut Angka Kecukupan Gizi rata-rata yang dianjurkan per orang/hari, kebutuhan energi anak
usia 13 tahun sebesar 1.000 kkal, anak usia 46 tahun sebesar 1.500 kkal. Sementara kebutuhan
protein anak usia 13 tahun sebesar 25 gram dan usia 46 tahun adalah sebesar 39 gram.
Masalah dalam pemberian makan anak di rentang usia 35 tahun di antaranya anak tidak suka
sayuran, pilih-pilih makanan, dan menyukai junk food.
Sangat penting bagi orang tua untuk mengenalkan ragam makanan dan gizi seimbang sejak dini
kepada anak, ujar Prof Ir Hardiansyah MS.
Sementara itu, masalah kesehatan yang kerap dijumpai pada orang tua akibat gizi lebih adalah
hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, dan kanker. Di lain pihak, kekurangan gizi
menyebabkan anemia dan menopause yang sebenarnya bisa dicegah jika menerapkan gizi
seimbang.

Usia lanjut perlu memperhatikan gizi seimbang. Perubahan akibat menurunnya fungsi berbagai
organ menyebabkan lansia rentan terhadap masalah gizi dan berbagai penyakit, kata
Hardiansyah.

Prinsip gizi seimbang untuk kelompok ini pada intinya memperhatikan variasi makanan,
membatasi makanan yang meningkatkan kadar asam urat, memperbanyak makan buah dan sayur
segar, minum air putih yang cukup, dan membatasi garam, serta memilih tekstur dan cita rasa
makanan.

Membiasakan makan makanan beragam dan memenuhi kebutuhan air putih untuk menyokong
aktivitas keseharian merupakan salah satu prinsip gizi seimbang. Sudah banyak bukti dari
berbagai penelitian bahwa kekurangan air tubuh sekitar 1 persen berat badan (setara 2 gelas) bagi
remaja dan orang dewasa, menimbulkan gangguan mood dan gejala awal kekurangan air tubuh.
Bibir menjadi kering, sakit kepala, warna urine kuning, dan suhu tubuh meningkat.
Keadaan ini akan menurunkan konsentrasi belajar atau berpikir serta menurunkan stamina. Di
Indonesia, sekitar separuh orang dewasa dan remaja mengalami dehidrasi ringan. Diperlukan
minuman yang lebih banyak bagi orang yang berada dalam lingkungan dingin dan ibu hamil.




26

3.2 Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa
Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :
- Kemampuan keluarga untuk membeli makanan atau pengetahuan tentang zat gizi.
- Pekerjaan
Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan
bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang
rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan
tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg.
selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan
para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

Pedoman Umum Gizi Seimbang






27

3.3 Kebutuhan Gizi Seimbang Remaja
Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja
setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan
dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus
didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu
kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi
makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh
terganggu.
Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat
gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.
Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme
tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan
seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/
hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.
Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila
asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan
usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan,
keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe
dan tahu.
Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak
akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan.
Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 %
dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk
memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi
yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori.
Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.
Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu
vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme
energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan
vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu,
agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E
juga diperlukan.
Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah
yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran
berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama
dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.

28

3.4 Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja
Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses
pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan
tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses
pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi
badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi
karena berhubungan dengan besarnya tubuh.
Growth Spurt :
- Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun
- Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun.
Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung
individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik
sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula.
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20
tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak
lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang
sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan
unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-
kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskandia
mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.
3.5 Nutrisi untuk Remaja
Penelitian menunjukan bahwa reamaja dan anak makan dengan persentase total kalori yang
sama dari karbohidrat, protein, dan lemak. Jumlah waktu makan yang di tunda dan makan
di luar rumah meningkat mulai awal remaja sampai remaja akhir. Terdapat peningkatan
asupan makan siap saji yang cenderung mengandung lemak, kalori, natrium tingggi, dan
rendah asam folat, serat, dan vitamin A. karakteristik pertumbuhan dan implikasi nutrisi
untuk remaja adalah periode meturbasi yang cepat pada fisik, emosi, social dan seksual,
pertumbuhan mulai pada waktu uang berbeda pada remaja berbeda, karenanya usia
fisiologik adalah indicator yang lebih valid dari pada usia kronologik.

Kebutuhan gizi remaja dan eksekutif muda relatif besar, karena mereka masih mengalami
pertumbuhan. Selain itu, remaja umumnya melakukan aktivitas fisik lebih tinggi dibanding
usia lainnya, sehingga diperlukan zat gizi yang lebih banyak.

29

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Masa remaja merupakan saat terjadinya perbuhan-perubahan cepat dalam proses
pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan
tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses
pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.F ase pertumbuhan yang cepat
dan tubuh mereka memang membutuhkan lebih banyak kalori (dan cukup vitamin dan
mineral) untuk mendukung pertumbuhan ini.
Gizi yang dibutuhkan yang lebih banyak yaitu :
1. Energi
2. Protein
3. Kalsium
4. Besi
5. Seng (Zinc)
6. Vitamin
7. Mineral
8. Air
Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun,
maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi
berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah
didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan
unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-
kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskan dia
mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.
3.2 Saran
Setiap remaja harus mengetahui asupan gizi yang penting bagi pertumbuhannya dan
peran dari gizi terhadap dirinya sehingga tidak terjadi kalainan kalainan pada tubuhnya, seperti
obesitas, malnutrisi, KKP, dan nervosa anoreksia



30

DAFTAR PUSTAKA

Sediaoetama, Achmad Djaeni, (2004), ILMU GIZI, Jakarta : Dian Rakyat
Paat, Erne Francin: 2004, Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta : EGC
Sumber : http://www.kompas.com/kesehatan/news/senior/gizi/0206/19/gizi3.htm
Sumber : http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2109435-faktor-penyebab-masalah-gizi-
pada/#ixzz1LOVWJsNk
Sumber :
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://life.familyeducation.com/nutriti
on-and-diet/growth-and-
development/44301.html%3Fpage%3D5&prev=/search%3Fq%3Dnutrition%2Bof%2Btengers%26hl%3
Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3D777%26rls%3Dorg.mozilla:en-
US:official%26prmd%3Divns&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgAxIdI7Y3j6QvsU-fcivIjZt-Viw
Sumber : http://www.infogizi.com/7/fungsi-zat-gizi-bagi-tubuh-kita.html#more-7
Sumber : http://sehat-enak.blogspot.com/2010/01/anoreksia-nervosa.html
Sumber : http://sehat-enak.blogspot.com/2010/03/malnutrisi.html
Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/02/18/196/426198/pedoman-gizi-seimbang-atasi-
masalah-gizi
Sumber: http://lifestyle.roll.co.id/kesehatan/5-kesehatan/34197-pengaruh-obesitas-pada-
remaja.html