Anda di halaman 1dari 18

YAN ANDI KA/ 1101564

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN


KEPRIBADIAN
PERLUNYA PENGENALAN NILAI-NILAI DAN NORMA SOSIAL
DALAM MASYARAKAT
Masyarakat
Nilai-nilai
dan Norma
Tidak
Sejalan
Sejalan
Tidak
Mengetahui
Kesengajaan
PERLUNYA PENGENALAN NILAI-NILAI DAN NORMA SOSIAL
DALAM MASYARAKAT
Pengenalan
dan
Pembentuk
an nilai-nilai
dan norma
Secara
Alamiah
Peraturan
sosial(norma)
Unsur
Kesengajaan
PROSES SOSIAL
Melalui proses sosialisasi, para anggota masyarakat
belajar mengetahui dan memahami perilaku mana
yang diharuskan, diperbolehkan, dianjurkan, dan
tidak boleh dilakukan.

Misal >> Laki-laki harus bersikap seperti laki-laki begitu
sebaliknya, jika tidak maka dianggap menyalahi
nilai-nilai dan norma sosial
PENGERTIAN SOSIALISASI
>> proses belajar bagi seseorang atau sekelmpok
orang selama hidupnya untuk mengenali pola-
pola hidup, nilai-nilai dan norma sosial agar ia
dapat berkembang menjadi pribadi yang bisa
diterima oleh kelompoknya

Dapat disimpulkan bahwa hakikat dari sosialisai itu sendiri
ialah :
Dalam arti sempit, sosialisai merupakan seperangkat
kegiatan masyarakat yang didalamnya individu-individu
belajar dan diajar memahirkan diri dalam peranan sosial
sesuai dengan bakatnya.
Dalam arti luas, sosialisai merupakan proses seseorang
mempelajari dan menghayati (mendarahdagingkan)
norma-nprma kelompok atau kesatuan kerja ditempat
ia hidup sehingga ia sendiri mnjadi seorang pribadi yang
unik dan berperilaku sesuai dengan harapan kelompok.
PROSES PELAKSANAAN SOSIALISASI
Proses
Sosialisasi
Yang
melakukan
sosialisasi
Represif Partisipatif
Pelaku
Cara
Yang
disosialisasi
SOSIALISASI REPRESIF
>> Represif adalah sosialisasi yang didalamnya
terdapat sanksi jika pihak-pihak yang
tersosialisasi seperti anak atau masyarakat
melakukan pelanggaran

Sosialisasi represif biasanya bercirikan penekanan
kepatuhan, penekanan komunikasi satu arah
(intruksi) dalam arti pihak yang tersosialisasikan mau
atau tidak harus begitu
CIRI SOSIALISASI REPRESIF DIANTARANYA :
Menghukum perilaku yang dianggap keliru
Hukuman dan imbalan (punish and reward)
Kepatuhan anak
Komunikasi sebagai perintah
Sosialisai berpusat pada orang tua
Anak memperhatikan keinginan orang tua
Keluarga merupakan dominasi orang tua
(significant order)
SOSIOLISASI PARTISIPATIF
>> Sosialisasi partisipatif adalah sosialisasi yang
berupa rangsangan tertentu agar pihak yang
tersosialisasi mau melakukan suatu tindakan


CIRI SOSIALISASI PARTISIPATIF
Memberikan imbalan bagi perilaku yang baik
Hukuman dan imbalan simbolis
Otonomi pihak yang disosialisasikan
Komunikasi sebagai interaksi.
Sosialisasi berpusat pada anak
Orangtuamemperhatikan keinginan anak
Keluarga merupakan kerjasama kearah tujuan
(generalized order)

MACAM-MACAM SOSIALISASI
Sosialisasi
Primer
Sekunder
Koetjoroningrat Menyebut sosialisasi sebagai proses ENKULTURASI (PEMBIASAAN)
KEPRIBADIAN (PERSONALITY)
Kepribadian manusia akan terbentuk melalui hubungan
sosial dimana ia berada dan sangat tergantung pada
kebiasaan yang diterapkan dilingkungannya.

Pengertian kepribadian mencakup 3 hal, yaitu :
Merupakan abstraksi dari pola perilaku manusia
Merupakan ciri-ciri watak yang khas dan konsisten
sebagai identitas seorang individu
Mencakup kebiasaan, sikap, dan nilai-nilai sifat yang
khas apabila seseorang berhubungan dengan orang
lain.

FASE-FASE PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MANUSIA
Perkembangan
Kepribadian
2. Warisan
Lingkungan
alam
1. Warisan
Biologi
4. Kelompok
Manusia
3. Warisan
Sosial
UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
Unsur
kepribadian
2. Unsur Perasaan
1. Unsur
pengetahuan
3. Unsur Dorongan
Hati
MEDIA SOSIALISASI
Sosialisasi tidak akan berjalan jika tidak ada peran
media sosialisasi. Adapun media sosialisasi yang
otomatis memiliki peran tersebut adalah lembaga
sosial. Lembaga sosial adalah alat yang berguna
untuk melakukan serangkaian peran menanamkan
nilai-nilai dan norma sosial.

Lembaga-lembaga yang saling berhubungan
tersebut memerankan sebagai agen sosialisasi atau
media sosialisasi. Beberapa agen sosialisasi dalam
sosiologi yaitu:
1. Keluarga
2. Kelompok
3. Lingkungan Pendidikan
4. Keagamaan
5. Lingkungan Sosial
6. Media massa