Anda di halaman 1dari 4

ANTIREUMATIK PEMODIFIKASI PENYAKIT (APP)

AINS untuk artritis reumatoid bersifat simtomatik


APP tdk bersifat simtomatik tetapi menghambat
proses memburuknya penyakit
Barbeda dgn AINS, APP bekerja lambat, efek baru
terlihat setelah 6 minggu 6 bulan pengobatan
Obat yg terolong kelompok ini ialah:
Metotreksat, azotiopirin, penisilamin, klorokuin,
hidroksi klorokuin, senyawa emas dan sulfasalisin
METOTREKSAT
Merupakan obat terpilih saat ini
Selektif pd dosis kecil (15-25 mg/minggu)
Indikasi lain: artritis juvenil, artritis psoriasis, SLE, dan
penyakit autoimun lain
ES: ulkus peptikum, hepatotoksisitas, reaksi paru
(sesak nafas)
AZOTIOPRIN
Mekanisme kerja: menghambat sintesis asam inosinat,
fungsi sel beta dan sel T, produksi imunglobulin dan
interleukin-2
DS: 2 mg/kgBB/hr
ES: supresi sumsum tulang

KLOROKUIN DAN HIDROKLOROKUIN
Mek kerja belum jelas
Memperbaiki gejala dan belum cukup bukti manfaat sbg
APP
DS: 6,4 mg/kgBB/hr
Toksik thd retina
Relatif aman utk wanita hamil
GARAM EMAS
Aurotiomalat dan aurtioglukosa
Sudah jarang digunakan krn toksisitas tinggi
DS: 50 mg/minggu sebanyak 20 kali
ES: stomatitis, proteinuria, sindroma nefroik, nyeri
kepala

SULFASALAZIN
Derivat sufonamid
Berguna utk artritis juvenil, spondilitis ankilosa
dan uveitis
ES: gangguan sal cerna, nyeri kepala, an hemlitik,
dan methemoglobinemia