Anda di halaman 1dari 4

ARTIKEL TENTANG PENDIDIKAN

BUDAYA ANTI KORUPSI






NAMA : ARISTA DEWI TANTI P.
JURUSAN : D-IV ANALIS KESEHATAN
NIM : P07134214008






Pendidikan Dini Anti Korupsi: Cegah Munculnya Bibit Koruptor


Korupsi merupakan kata yang tidak asing di telinga setiap lapisan masyarakat Indonesia,
yang sepertinya sudah melekat kedalam sistem, menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari dan
sudah dianggap lazim serta tidak melanggar apa pun. Pengertian korupsi sendiri menurut
Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud
memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan atau perekonomian
negara.
Korupsi dilakukan bukan hanya di lingkungan pejabat-pejabat pemerintah pusat tetapi
sudah menjalar hingga ke lingkungan masyarakat di tingkat terkecil seperti RT, RW, kelurahan,
kecamatan termasuk di lingkungan sekolah. Hal ini membuat korupsi tidak dapat dilawan secara
serentak dan menyeluruh dengan hasil maksimal. Namun demikian korupsi masih mungkin
untuk dicegah ataupun dipersempit ruang geraknya.

Peran Generasi Muda dalam Memberantas Korupsi
Generasi muda merupakan aset bangsa yang menentukan mati atau hidup, maju atau mundur,
sejahtera atau sengsaranya suatu bangsa. Belajar pada masa lalu, sejarah telah membuktikan
bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran kaum muda. Seperti pada peristiwa
sumpah pemuda, telah menggerakkan kesadaran generasi muda untuk bangkit dan berjuang
melawan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.
Pada zaman sekarang dan masa yang akan datang musuh yang harus dilawan generasi muda
adalah praktek korupsi, mengikis korupsi sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat nanti
korupsi dapat diberantas dari negeri ini atau setidaknya dapat di tekan ke tingkat serendah
mungkin.







Peran Pendidikan Dini Anti Korupsi dalam Mencegah Tumbuhnya Bibit Koruptor
Pendidikan merupakan salah satu penuntun generasi muda ke jalan yang benar. Pendidikan
sebagai awal pencetak pemikir besar, termasuk koruptor sebenarnya merupakan aspek awal yang
dapat mengubah seseorang menjadi koruptor atau tidak. Pendidikan sebagai salah satu tonggak
kehidupan masyarakat demokrasi yang madani, sudah sepantasnya mempunyai andil dalam hal
pencegahan korupsi.
Jika KPK dan beberapa instansi anti korupsi lainnya menangkap para koruptor, maka pendidikan
anti korupsi juga penting guna mencegah tumbuhnya bibit koruptor. Pelajaran akhlak penting
guna mencegah terjadinya kriminalitas. Begitu halnya pendidikan anti korupsi memiliki nilai
penting untuk mencegah aksi korupsi.

Bentuk Pendidikan Dini Anti Korupsi yang Diberikan
Pendidikan anti korupsi yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Seperti pada tingkat pendidikan anak usia dini atau taman kanak-kanak, pendidikan anti korupsi
yang efektif diberikan adalah membagikan buku-buku bergambar yang bertuliskan semangat-
semangat anti korupsi. Pada tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas,
pendidikan anti korupsi yang diberikan dapat memanfaatkan teknologi komunikasi seperti
smartphone atau jejaring sosial. Sebagai contoh, sekolah membuat sebuah grup di jejarinng
sosial yang bertema anti korupsi yang kegiatan grup tersebut membagi- bagi kan karikatur,
tulisan-tulisan lucu atau artikel yang membahas dampak buruk korupsi bagi diri sendiri dan
orang lain. Pada tingkat perguruan tinggi yang menjadi sasaran pendidikan anti korupsi adalah
mahasiswa. Workshop implementasi dan pengembangan produk program anti korupsi
merupakan pencegahan korupsi yang efektif di kalangan mahasiswa yang dianggap manusia
dewasa yang sudah memiliki kemampuan untuk menilai, menganalisi dan membedakan mana
yang baik dan buruk. Misalnya sebuah perguruan tinggi bekerja sama dengan KPK atau instansi
anti korupsi mengadakan workshop yang bertema anti korupsi, didalam workshop tersebut
mahasiswa diajak mengimajinasikan perubahan positif yang ingin diwujudkan dan konstribusi
program terhadap perubahan tersebut. Selanjutnya mahasiswa mengenali kesulitan dan hambatan
dalam mewujudkan perubahan positif yang akhirnya mahasiswa merumuskan rencana aksi yang
berpijak pada kekuatan para aktor, mengatasi tantangan dan mewujudkan perubahan positif.

Manfaat Pendidikan Dini Anti Korupsi
1. Membentuk karakter disiplin jujur, jika generasi muda mempunyai karakter jujur bukan
tidak mungkin kita akan mendapatkan pejabat pemerintah yang jujur.
2. Membentuk karakter disiplin dan taat pada hukum yang berlaku. Bila seseorang disiplin dan
taat hukum maka perilaku korupsi bisa musnah dengan sendirinya.
3. Membentuk karakter peduli terhadap sesama. Bila seseorang lebih mementingkan
kepentingan bersama maka dia tidak akan egois tentang kepentingan pribadinya.
4. Membentuk karakter yang sederhana dan bersyukur. Tekanan ekonomi yang tinggi dan gaya
hidup yang terkesan mewah memunculkan suatu ide atau gagasan seseorang untuk mencari jalan
pintas guna meraih kekayaan. Pencegahan korupsi sejak dini akan sangat diperlukan agar
generasi muda tidak terpancing dalam gaya hidup yang boros.
Pada dasarnya pendidikan anti korupsi yang penting adalah pengembangan wawasan terhadap
generasi muda, penanaman sikap dan karakter anti korupsi sehingga tumbuh kesadaran untuk
tidak melakukan tindak korupsi di segala bidang.

Anda mungkin juga menyukai